Anda di halaman 1dari 11

PENGUATAN KEBIJAKAN BLUD DALAM

PERMENDAGRI 79 TAHUN 2018


TENTANG
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
(perubahan Permendagri 61 Tahun 2007)

Disampaikan Oleh :
DR. HARI NUR CAHYA MURNI, M.Si
(Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah,
Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri)
Ambon, 30 s.d 31 Agustus 2018
MENGHADIRKAN KEMBALI NEGARA UNTUK MELINDUNGI
SEGENAP BANGSA DAN MEMBERIKAN RASA AMAN KEPADA
SELURUH WARGA NEGARA;
TERWUJUDNYA
OPTIMALISASI MEMBUAT PEMERINTAH TIDAK ABSEN DENGAN MEMBANGUN
PELAYANAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BERSIH, EFEKTIF,
PEMDA KEPADA DEMOKRATIS DAN TERPERCAYA
MASYARAKAT
MEMBANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN DENGAN
MEMPERKUAT DAERAH-DAERAH DAN DESA DALAM KERANGKA
NEGARA KESATUAN;

NAWA MENOLAK NEGARA LEMAH DENGAN MELAKUKAN REFORMASI


CITA SISTEM DAN PENEGAKAN HUKUM YANG BEBAS KORUPSI,
BERMARTABAT, DAN TERPERCAYA;

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MANUSIA INDONESIA;

TERWUJUDNYA
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS RAKYAT DAN DAYA SAING DI
KEMANDIRIAN PASAR INTERNASIONAL;
PEMDA DALAM
KEUANGAN DAN MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI DENGAN
INVESTASI MENGGERAKKAN SEKTOR-SEKTOR STRATEGIS EKONOMI
MELALUI DOMESTIK;
PENGUATAN DI
BIDANG BUMD,
BLUD DAN BMD
MELAKUKAN REVOLUSI KARAKTER BANGSA
MEMPERTEGUH KEBHINEKAAN DAN MEMPERKUAT RESTORASI
SOSIAL INDONESIA.
Penyederhanaan
persyaratan penerapan
dan tidak ada status
penuh/bertahap

Lebih mempermudah
penerapan tetapi tetap
PRINSIP akuntabel
PERUBAHAN
PERMENDAGRI
BLUD
Tidak merubah yg
sudah berjalan baik

Mempertegas dan memperjelas yang masih abu-abu (kepastian hukum),


tidak sekedar melakukan perubahan regulasi karena ada perubahan
regulasi di atasnya tetapi juga dapat mengatasi problem dan hambatan
(memperjelas dan mempertegas aturan BLUD) mengapa penerapan PPK-
BLUD tidak optimal
LATAR
BELAKANG
PERUBAHAN
PP 58/2005 merupakan Dalam
omnibus regulation dari perkembangannya
bbrp UU antara lain UU beberapa peraturan
17/2003 ttg Keuangan perUU tersebut telah
Negara, UU 1/2004 ttg mengalami perubahan,
Perbendaharaan seperti:
Dinamika
perubhn
Negara, UU 15/2004 • seperti UU 32/2004 ttg
ttg Pemeriksaan Pemerintahan Daerah telah diubah
perUUan yg dengan UU 23/2014
membawa Pengelolaan dan • laporan keuangan PPK BLUD
konsekuensi Tanggung Jawab mempedomani PP 24/2005 ttg
perubhn Keuangan Negara, UU Standar Akuntansi Pemerintahan
yang telah diubah dengan PP
PMDN 61/2007 32/2004 ttg 71/2010
Pemerintahan Daerah

Dengan perubahan peraturan perUU tersebut dan untuk menjamin kepastian


hukum akibat perkembangan peraturan perUU mengenai badan layanan umum
daerah juga telah membawa konsekuensi perubahan signifikan dalam pengaturan
BLUD. Oleh karena itu, perlu pedoman bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan
badan layanan umum daerah.
LATAR
BELAKANG UU 23/2014 ttg
PERUBAHAN Pemerintahan
Daerah: Perubahan
mendasar mengenai
pengertian BLUD,
sebagaimana diatur
dalam Pasal 346
Dinamika beserta
perubhn perubahannya
perUUan yg
membawa
konsekuensi Revisi PP 58/2005 ttg
perubhn Pengelolaan
PMDN Keuangan Daerah,
61/2007 dan Permendagri
Pedoman Penyusunan
APBD:

1. Perlu dijelaskan mengenai fleksibilitas BLUD diatur lbh lanjut dgn PerKDH
2. Penegasan terhadap pagu anggaran BLUD dalam RAPBD yang sumber dananya berasal dari pendapatan
dan surplus anggaran BLU, dirinci dalam satu program, satu kegiatan, satu output, dan jenis belanja
3. Penegasan RBA sebagai dokumen perencanaan anggaran BLUD
4. Pendapatan BLUD dalam RBA dikonsolidasikan ke dalam APBD dalam jenis pendapatan Lain-lain
Pendapatan Asli Daerah Yang Sah.
5. Tahapan dan jadwal proses penyusunan RKA/RBA, mengikuti tahapan dan jadwal proses penyusunan
APBD
LATAR
BELAKANG
PERUBAHAN PP 71/2010 ttg Standar Akuntansi
Pemerintah Penerapan SAP
Berbasis Akrual bagi BLUD dan
pemberlakuan PSAP 13 mulai
tahun 2016

Dinamika PP 27/2014 ttg Pengelolaan


perubhn Barang Milik Negara/Daerah
perUUan yg Terhadap pengelolaan barang BLUD mengikuti
membawa ketentuan perUUan mengenai BMD, termasuk
thd barang yg dikelola dan/atau dimanfaatkan
konsekuensi sepenuhnya utk menyelenggarakan kegiatan
perubhn pelayanan umum sesuai dgn tusi BLUD
PMDN
61/2007 Pasal 61 ayat (1) dan ayat (2)
Perpres 16/2018 ttg Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
- BLUD dikecualikan dari ketentuan dalam
Perpres 16/2018;
- Pengadaan barang/jasa pada BLUD tersendiri
dgn peraturan pimpinan BLUD
dibentuk untuk
membantu
tanggung jawab pencapaian
pejabat pengelola tujuan
BLUD atas pemerintah
pelaksanaan daerah, dengan
pemberian status hukum
layanan umum. tidak terpisah Dalam
tanggung jawab dari pemerintah melaksanakan
kepala daerah daerah tujuan, BLUD
atas kebijakan diberikan
penyelenggaraan fleksibilitas
pelayanan umum. dalam
pengelolaan
keuangannya.
BLUD memberikan layanan
umum secara lebih
efektif, efisien,
ekonomis, transparan
dan bertanggungjawab Pengelolaan
dengan memperhatikan TUJUAN DAN keuangan BLUD
asas keadilan, merupakan
kepatutan dan manfaat ASAS BLUD bagian dari
sejalan dengan praktek pengelolaan
bisnis yang sehat, yang keuangan daerah.
pengelolaannya dilakukan
berdasarkan kewenangan
yang didelegasikan oleh
kepala daerah.
SIMPLIFIKASI PENYUSUNAN DOK ADMINISTRATIF
SEBAGAI PERSYARATAN BLUD

laporan laporan audit


surat pernyataan
keuangan terakhir atau
kesanggupan untuk
standar pokok atau pernyataan
meningkatkan pola tata rencana prognosis/
kinerja pelayanan, pelayanan bersedia untuk
kelola strategis minimal proyeksi diaudit oleh
keuangan, dan
laporan pemeriksa ekst
manfaat bagi
keuangan pemerintah
masyarakat
Lebih disimplifikasi thd penyusunan dok Renstra BLUD  menyusun
rencana strategis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
RENSTRA undangan rencana strategis SKPD dan RPJMD, ditambahkan:
a) rencana pengembangan layanan; b) strategis dan arah kebijakan; c)
rencana program dan kegiatan; dan d) rencana keuangan.

Laporan Lebih disimplifikasi thd penyusunan dok Laporan Keuangan


Keuangan sebelum menerapkan BLUD  sesuai dengan sistem akuntansi
sebelum yang diterapkan pada pemerintah daerah (5 Lap Keuangan): a) LRA;
menerap- b) neraca; c) laporan operasional; d) laporan perubahan ekuitas;
kan BLUD dan e) catatan atas laporan keuangan

Untuk kelembagaan yang baru dibentuk dan akan menerapkan BLUD,


penyusunan prognosis/proyeksi keuangan berupa laporan realisasi anggaran dan
laporan operasional disusun sesuai dengan sistem perencanaan dan
penganggaran yang diterapkan oleh pemerintah daerah.
Hal ini tentunya akan memudahkan bagi yang akan menerapkan BLUD
tidak harus menyusun lap keu berdasarkan SAK
Lebih disimplifikasi thd penyusunan dok Laporan audit terakhir
sebelum menerapkan BLUD  merupakan laporan audit oleh
Laporan pemeriksa eksternal pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan atas laporan keuangan tahun terakhir sebelum
AUDIT yang akan menerapkan PPK BLUD direkomendasikan untuk
menerapkan PPK BLUD

Dalam hal audit terakhir belum tersedia, yang akan menerapkan BLUD
membuat surat pernyataan bersedia untuk diaudit oleh pemeriksa eksternal
pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hal ini tentunya akan meminimalisir banyaknya konsultan atau intitusi yang
menawarkan utk diaudit oleh KAP karena BLUD menyusun 2 (dua) lap keu,
SAK konsolidasi ke SAP
Terima Kasih