Anda di halaman 1dari 143

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN


PRODUKSI DI PT. MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION
BANGSAL ACEH DENGAN PENDEKATAN FMEA (FAILURE
MODE AND EFFECT ANALYSIS)

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Kuliah Kerja Praktek
di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas

Oleh:
AZWAN ARIEF PUTRA
1310931050

Pembimbing : Dicky
Fatrias, Dr. Eng

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2016
Lembar Pernyataan Pembimbing Kerja Praktek

“Saya menyatakan bahwa saya telah membaca laporan kerja praktek ini dan menurut
pendapat saya ruang lingkup dan kualitas laporan kerja ini telah memenuhi syarat
untuk penyelesaian mata kuliah kerja praktek di Jurusan Teknik Industri Fakultas
Teknik Universitas Andalas”

Tanda Tangan : ..........................................

Nama Pembimbing : Dicky Fatrias, Dr. Eng

Tanggal : Mei 2016


Pernyataan Keaslian Laporan Kerja Praktek

Saya menyatakan bahwa laporan kerja praktek yang berjudul “ANALISIS RESIKO
KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. MERIDAN SEJATI
SURYA PLANTATION BANGSAL ACEH DENGAN PENDEKATAN FMEA
(FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS)” ini adalah hasil karya saya sendiri
kecuali bagian-bagian yang saya kutip sebagaimana dirinci di dalam daftar pustaka.

Tanda Tangan :

Nama : Azwan Arief Putra

Tanggal : Mei 2016


ABSTRAK

Manusia merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk


menjalankan proses produksi sebab tanpa adanya manusia proses produksi tidak
dapat terlaksana. Kebutuhan akan sumber daya manusia ini mendorong perusahaan
untuk memberikan jaminan keselamatan kerja terhadap segala aktivitas yang mereka
lakukan selama bekerja demi kelancaran aktivitas perusahaan. Jaminan keselamatan
kerja tersebut berguna untuk melindungi mereka dari resiko yang ditimbulkan oleh
bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. Sebab tempat kerja merupakan tempat
dilakukannya semua aktivitas produksi, yang memiliki titik-titik dan potensi bahaya
di dalamnya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
Salah satu perusahaan yang memiliki potensi bahaya yang cukup besar adalah
PT.MSSP-BA. PT.MSSP-BA adalah perusahaan yang bergerak pada pengolahan
kelapa sawit. PT.MSSP-BA memiliki aktivitas produksi yang cukup berat seperti
pada pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng yang melewati beberapa
bagian produksi, yang mana setiap bagian produksi mempunyai karateristik yang
berbeda, sehingga kekuatan fisik pekerja dalam melakukan proses produksi sangat
dibutuhkan.

Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data


sekunder. Data primer didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung ke
bagian produksi PT.MSSP-BA. Sedangkan data sekunder merupakan data yang
didapatkan dari pengumpulan data historis kecelakaan kerja yang terjadi pada
PT.MSSP-BA tahun 20014-2015, dan data aliran produksi perusahaan. Metode yang
digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemukan adalah Failure
Mode and Effect Analysis dengan melakukan analisis resiko kecelakaan kerja.
Potensi penyebab resiko kecelakaan kerja yang diidentifikasi pada bagian produksi
yaitu operator tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan
safety shoes. Nilai risk priority terbesar adalah operator tidak menggunakan safety
shoes sebesar 18.

Faktor penyebab terbesar yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja


pada bagian produksi pada PT.MSSP-BA adalah faktor manusianya sendiri dengan
peralatan pemicu kecelakaan kerja terbesar adalah conveyor. Alternatif perbaikan
yang dapat diberikan untuk mengurangi kecelakaan kerja terulang kembali adalah
menyeimbangkan kapasitas peralatan dan mengganti peralatan yang memiliki resiko
kecelakaan kerja terbesar, mengefisienkan penggunaan alat pelindung diri dan
mewajibkan pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri (APD), dan memberikan
pelatihan dan informasi yang lebih mendalam mengenai K3, serta melakukan
pengawasan yang lebih ketat mengenai penerapan K3 di perusahaan dengan
memberikan sangsi bagi para pekerja yang melanggar atau tidak menerapkan
peraturan tersebut.

Kata kunci: failure mode and effect analysis, kecelakaan kerja, resiko
ABSTRACT

Humans are the resources that are necessary to run the production process
because without human existence production processes can not be implemented. The
need for human resources to encourage companies to provide safety assurance for
all activities they do during work for the company's activities. Safety assurance is
useful for protecting them from the risk posed by hazards in the workplace. Because
the workplace is where did all the production activities, which have points and
potential hazards in it that can cause workplace accidents or occupational diseases.
One company that has the potential for considerable danger is PT.MSSP-BA.
PT.MSSP-BA is a company engaged in oil palm cultivation. PT.MSSP-BA has a
production activity that is quite heavy as in the processing of palm oil into cooking
oil that passes through some portion of production, in which every part of production
has different characteristics, so that the physical strength of workers in the
production process is needed.

The data collection is done by collecting primary data and secondary data.
Primary data were obtained by direct observation to the production PT.MSSP-BA.
While the secondary data is data obtained from historical data collection work
accident that occurred on PT.MSSP-year BA 20014-2015, and the data flow of the
production company. The method used in solving the problems identified is the
Failure Mode and Effect Analysis by analyzing the risk for accidents. Potential
causes of workplace accidents risks identified in the production of that operator does
not use personal protective equipment such as gloves and safety shoes. The priority
risk value is the operator does not use safety shoes at 18.

Factors affecting the biggest cause of accidents on the production on


PT.MSSP-BA is the human factor itself with hardware trigger is the largest
workplace accidents conveyor. Alternative improvements that can be given to reduce
workplace accidents happening again is to balance the capacity of the equipment
and replace equipment that has the risk of workplace accidents largest, streamline
the use of personal protective equipment, and require workers to use personal
protective equipment (PPE), and provide training and in-depth information about
K3, and perform a closer scrutiny of the implementation of K3 in companies with
sanctions for employees who violate or not to apply these rules.

Keywords: failure mode and effect analysis, accident, risk


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Logbook Kerja Praktek ini.
Penyusunan Logbook Kerja Praktek ini tidak akan terselesaikan tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini izinkan penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Bapak Dicky Fatrias, Dr. Eng selaku dosen pembimbing Kerja Praktek
yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam pembuatan
Logbook Kerja Praktek ini.
2. Bapak Sadjan Silalahi selaku kepala tata usaha PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Group atas bimbingan dan informasi yang telah
diberikan dalam penulisan Logbook ini.
3. Bapak Marwan Syarif selaku pembimbing lapangan Kerja Praktek di
perusahaan PT. Meridan Sejati Surya Plantation First Resources Group
4. Bapak Muhammad Ridwan selaku pembimbing Kerja Praktek di bagian
refinery and fractination yang telah memberikan bantuan dan bimbingan
dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.
5. Bapak Ridwan Suta Mentari selaku pembimbing Kerja Praktek di bagian
pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah memberikan bantuan dan bimbingan
dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.
6. Bapak Samsul Bachri selaku pembimbing Kerja Praktek di Bagian
Laboratorium.
7. Karyawan dan karyawati PT. Meridan Sejati Surya Plantation First
Resources Group yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung
dalam penelitian ini.
8. Orangtua penulis yang tak henti-hentinya memberi do’a, motivasi serta
dukungan dalam penyelesaian Logbook ini.

i
9. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu penulis dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.

Akhir kata, harapan penulis semoga Logbook Kerja Praktek ini dapat
memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.

Padang, Mei 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ...................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kerja Praktek .............................................................. 1
1.2 Tujuan Kerja Praktek ........................................................................... 2
1.3 Batasan Pelaksanaan Kerja Praktek ..................................................... 2
1.4 Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktek ..................................... 3
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat PT Meridan Sejati Surya Plantation First Resources Group
Regional Riau ......................................................................................... 4
2.2 Visi dan Misi PT Meridan Sejati Surya Plantation First Resources Group
Regional Riau ......................................................................................... 6
2.3 Profil dan Manajemen Organisasi PT Meridan Sejati Surya Plantation First
Resources Group Regional Riau ............................................................... 6
2.4 Tenaga Kerja ........................................................................................ 8
2.5 Departemen Produksi yang Terdapat pada PT. Meridan Sejati Surya
Plantation .............................................................................................. 9
2.5.1 Palm Oil Mill (Pabrik Kelapa Sawit) ............................................... 10
2.5.2 Kernel Crushing Plant ................................................................ 13
2.5.3 Refinery Plant ............................................................................. 13
2.5.4 Fractination Plant....................................................................... 16
2.5.5 Power Plant ................................................................................. 19
2.5.6 Water Waste Treatment Plant ..................................................... 22
2.5.7 Central Laboratorium ................................................................. 23

iii
iiii
BAB III PENYELESAIAN KASUS
3.1 Pendahuluan ......................................................................................... 25
3.1.1 Latar Belakang .......................................................................... 25
3.1.2 Perumusan Masalah .................................................................. 28
3.1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................... 28
3.1.4 Batasan Masalah ....................................................................... 29
3.2 Landasan Teori ..................................................................................... 29
3.2.1 Keselamatan Kerja.................................................................... 29
3.2.1.1 Unsur Keselamatan Kerja ........................................... 30
3.2.2 Kecelakaan dan Kecelakaan Kerja ........................................... 32
3.2.3 Klasifikasi Kecelakaan Kerja ................................................... 33
3.2.3.1 Berdasarkan Jenis Kecelakaan ................................... 33
3.2.3.2 Berdasarkan Penyebab Kecelakaan ............................ 33
3.2.3.3 Berdasarkan Sifat Luka dan Kelainan ........................ 34
3.2.3.4 Berdasarkan Letak Luka pada Tubuh ......................... 34
3.2.4 Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja ................................... 35
3.2.4.1 Penyebab Langsung .................................................... 35
3.2.4.2 Penyebab Tidak Langsung ......................................... 35
3.2.5 Pencegahan Kecelakaan Kerja.................................................. 38
3.2.6 Kerugian Terjadinya Kecelakaan Kerja.................................... 39
3.2.7 Alat Pelindung Diri (APD) ....................................................... 40
3.2.8 Resiko ....................................................................................... 41
3.2.9 Metode FMEA (Failure Mode & Effect Analysis) ................... 42
3.2.9.1 Menentukan Severity, Occurrence, Detection,
dan RPN...................................................................... 43
3.2.10 Fishbone Diagram .................................................................... 45
3.3 Metodologi Penelitian .......................................................................... 45
3.3.1 Studi Lapangan ......................................................................... 47
3.3.2 Studi Literatur ........................................................................... 47
3.3.3 Pengumpulan Data.................................................................... 47
3.3.4 Pengolahan Data ....................................................................... 47
3.3.5 Analisis ..................................................................................... 48
3.3.6 Penutup ..................................................................................... 48

iv
iv
3.4 Penyelesaian Masalah .......................................................................... 48
3.4.1.1 Aliran Produksi ........................................................... 48
3.4.1.2 Data Kecelakaan Kerja ............................................... 51
3.4.2 Pengolahan Data ....................................................................... 51
3.4.2.1 Identifikasi Potensi Penyebab Resiko Kecelakaan
Kerja ........................................................................... 51
3.4.2.2 Melakukan Penilaian Resiko Dominan
(Risk Priority) ............................................................. 54
3.4.2.3 Menentukan Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja....... 55
3.4.2.3 Memberikan Alternatif Perbaikan .............................. 59
3.5 Analisis................................................................................................. 60
3.5.1 Analisis Resiko Kecelakaan Kerja dan Upaya Perbaikan
dengan Pendekatan FMEA ....................................................... 60
3.5.1.1 Engineering Control ..................................................... 60
3.5.1.2 Administrative Control ................................................. 61
3.6 Penutup ................................................................................................. 62
3.6.1 Kesimpulan ............................................................................... 62
3.6.2 Saran ......................................................................................... 63
DAFTAR PUSTAKA

v
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Rating Severity .......................................................................................... 44


Tabel 3.2 Rating Occurence ...................................................................................... 44
Tabel 3.3 Rating Detection........................................................................................ 45
Tabel 3.4 Data Kecelakaan Kerja .............................................................................. 52
Tabel 3.5 Data Peralatan Pemicu Kecelakaan Kerja ................................................. 53
Tabel 3.6 Identifikasi Potensi Penyebab Resiko Kecelakaan Kerja.......................... 53
Tabel 3.6 Nilai Severity, Occurrence, Detection....................................................... 55

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 General Layout PT. MSSP-BA Bangsal Aceh ........................................... 5


Gambar 2.2 Kantor Pusat Perusahaan PT. MSSP-BA First Resources Group Regional
Riau ................................................................................................................ 7
Gambar 2,3 Kantor pusat pabrik PT. MSSP-BA First Resources Group Regional Riau... 7
Gambar 2.4 Logo PT. MSSP-BA First Resources Group Regional Riau .......................... 8
Gambar 2.5 Struktur Organisasi PT. MSSP-BA Bangsal Aceh......................................... 9
Gambar 2.6 Flowchart Pabrik Kelapa Sawit PT. MSSP-BA................................... 11
Gambar 2.7 Pabrik Kelapa Sawit PT. MSSP-BA .................................................... 12
Gambar 2.8 Kernel Crushing Plant PT. MSSP-BA ...................................................... 14
Gambar 2.9 Kernel Crushing Plant PT. MSSP-BA ...................................................... 14
Gambar 2.10 Flowchart Produksi Refinery dan Fractination Plant ................................. 20
Gambar 2.11 Refinery dan Fractination Plant ............................................................... 21
Gambar 2.12 Power Plant PT. MSSP-BA ..................................................................... 21
Gambar 2.13 Waste Water Treatment Plant .................................................................. 23
Gambar 2.14 Central Laboratorium .............................................................................. 24
Gambar 3.1 Penyebab Kecelakaan Kerja ................................................................. 35
Gambar 3.2 Flowchart Metodologi Penelitian ......................................................... 46
Gambar 3.3 Diagram Aliran Produksi TBS menjadi CPO pada PT. MSSP-BA ..... 49
Gambar 3.4 Diagram Alir Produksi CPO menjadi RBDPO, Olein dan Sterin pada
PT. MSSP-BA ...................................................................................... 50
Gambar 3.5 Data Kecelakaan Kerja ......................................................................... 52
Gambar 3.6 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terluka pada Tangan ............... 56
Gambar 3.7 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terluka pada Kaki ................... 56
Gambar 3.8 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terjatuh.................................... 57

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A. Logbook Kerja Praktek


Lampiran B Data Kecelakaan Kerja dari tahun 2014-2015 pada PT. Meridan
Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh
Lampiran C Daftar Kehadiran Seminar Kerja Praktek
Lampiran D Bimbingan Kerja Praktek

viii
BAB I
PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang penjelasan mengenai pelaksanaan Kerja Praktek


yang terdiri dari latar belakang dari Kerja Praktek, tujuan yang ingin dicapai dari
pelaksanaan Kerja Praktek, batasan-batasan dalam pelaksanaan Kerja Praktek, serta
sistematika penulisan dari laporan Kerja Praktek.

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah industri


manufaktur cukup banyak di dunia. Perkembangan industri manufaktur di Indonesia
pun bisa dibilang cukup baik. Perkembangan suatu industri juga tidak terlepas dari
sistem manajemen sumber daya manusia yang baik, sistem produksi yang baik,
sistem informasi yang bagus, sistem kerja yang baik dan sistem manajemen
keuangan yang baik serta menguntungkan bagi perusahaan.
Sumber daya manusia ini berpengaruh besar terhadap kinerja perusahaan
terhadap kualitas dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Sumber daya yang
diinginkan perusahaan saat ini yaitu sumber daya manusia yang mampu memberikan
dan menghadirkan sistem kerja yang baik, serta memperbaiki sistem kerja dengan
inovasi inovasi yang secara terus menerus ke arah yang lebih baik. Sumber daya
manusia bisa didapatkan dari mahasiswa yang telah dibekali disiplin ilmu sesuai
dengan bidangnya masing-masing salah satunya pada mahasiswa Teknik Industri.
Disiplin ilmu yang diberikan kepada mahasiswa mengenai keilmuan Teknik
Industri meliputi sistem perbaikan kerja, perancangan suatu produk, sistem
informasi, manajemen keuangan dan pemasarannya. Untuk mengaplikasikan disiplin
ilmu tersebut maka dilakukan Kerja Praktek yang bertujuan agar mahasiswa lebih
mengenal mengenai dunia kerja serta dapat mengidentifikasi dan menganalisis serta
dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di dunia kerja melalui disiplin ilmu
Teknik Industri.
1.2 Tujuan Kerja Praktek

Tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah
sebagai berikut :
1. Memahami dan mengenal gambaran umum dari perusahaan PT. Meridan
Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh, yang meliputi sejarah perusahaan,
badan hukum, struktur organisasi, core business, dan skala perusahaan.
2. Memahami dan mengenal tahapan-tahapan proses produksi yang berlangsung
dalam perusahaan dan sistem kerja pada perusahaan PT. Meridan Sejati Surya
Plantation Bangsal Aceh.
3. Mampu mengidentifikasi, menganalisis dan mengaplikasikan keilmuan
Teknik Industri dalam penyelesaian masalah yang ada pada salah satu divisi
atau unit kerja.

1.3 Batas Pelaksanaan Kerja Praktek

Batasan-batasan dalam pelaksaan Kerja Praktek adalah sebagai berikut :


1. Mahasiswa telah mengambil dan mengikuti mata kuliah dari semester 1
sampai dengan semester 5.
2. Beban SKS yang telah diambil bejumlah 90 sks.
3. Kerja Praktek dilaksanakan di perusahaan yang memiliki badan hukum.
4. Perusahaan tempat dilaksanakan KP berskala menengah dan besar.
5. Pelaksanaan Kerja Praktek pada PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal
Aceh yang difokuskan pada bagian produksi perusahaan.
6. Jangka waktu pelaksanaan Kerja Praktek dilaksanakan selama satu bulan
yaitu dari tanggal 21 desember 2015 – 21 Januari 2016.

2
1.4 Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktek

Penulisan laporan Kerja Praktek dilakukan atas empat bab dengan sistematika
penulisan sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang penjelasan mengenai pelaksanaan Kerja Praktek
yang terdiri dari latar belakang dari Kerja Praktek, tujuan yang ingin
dicapai dari pelaksanaan Kerja Praktek, batasan-batasan dalam
pelaksanaan Kerja Praktek, serta sistematika penulisan dari laporan Kerja
Praktek.
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan tampat pelaksanaan
Kerja Praktek yang meliputi sejarah, visi dan misi perusahaan, profil dan
manajemen organisasi, jumlah tenaga kerja serta departemen-departemen
yang ada dalam tahapan proses produksi perusahaan.
BAB 3 PENYELESAIAN KASUS
Bab ini berisikan tentang proses penyelesaian kasus atau masalah yang
diangkat dalam pelaksanaan Kerja Praktek yang terdiri dari latar belakang,
perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, landasan teori,
metodologi penelitian, penyelesaian kasus, serta Analisis, Kesimpulan dan
Saran.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bab ini berisikan tentang gambaran umum perusahaan tampat pelaksanaan


Kerja Praktek yang meliputi sejarah, visi dan misi perusahaan, profil dan manajemen
organisasi, jumlah tenaga kerja serta departemen-departemen yang ada dalam
tahapan proses produksi perusahaan.

2.1 Sejarah Singkat PT Meridan Sejati Surya Plantation First Resources


Group Regional Riau

PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh (PT.MSSP-BA) adalah


perusahaan yang bergerak pada pengolahan kelapa sawit. PT. MSSP-BA saat ini
berada di bawah bendera First Resources Group. Sebelumnya berada di bawah
Surya Dumai Group, kemudian berdiri sendiri di bawah Ciliandra Perkasa Group.
PT. MSSP-BA berada di kawasan industri First Resources di Bangsal Aceh dan
merupakan pabrik pertama kali mulai beroperasi. PT. MSSP-BA adalah perusahaan
yang bergerak pada pengolahan kelapa sawit. Luas wilayah keseluruhan perusahaan
adalah 42 ha yang terdiri dari Pabrik Kelapa Sawit, Refinery beserta produk
turunannya yang dikenal dengan PT. MSSP-BA.
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. MSSP-BA pertama kali didirikan pada
bulan april tahun 2010 dan mulai beroperasi 1 Mei 2012 No. Registrasi 200415931
juga memenuhi persyaratan ISO 9001 pada sistem manajemen mutu dan ISO 14001
pada sistem manajemen lingkungan (Frist Resources), dengan kapasitas olah pabrik
45 ton/jam, yang menggunakan sistem vertical sterilizer. PKS PT.Meridan
Sejatisurya Plantation menerima buah dari PT.Priatama Riau (PT.PTR) yang
berlokasi di pulau Rupat, selain itu juga membeli bahan baku kelapa sawit dari
masyarakat.
PT. MSSP-BA terletak di kelurahan Bangsal Aceh, kecamatan Sungai
Sembilan, Dumai Provinsi Riau. Letaknya di pesisir barat Dumai sehingga dapat
memiliki dan membangun dermaga sendiri guna untuk memudahkan Export CPO.
PT. MSSP-BA terletak di daerah perkampungan penduduk dan di depan pabrik
terdapat perumahan karyawan yang dikhususkan hanya untuk karyawan staff.
Dipilihnya kota Dumai di kelurahan Bangsal Aceh sebagai lokasi pabrik disebabkan
beberapa faktor yang menguntungkan yaitu :
1. Terletak di tepi pantai (Selat Rupat) yang memiliki perairan tenang dan luas
sehingga dapat dikunjungi oleh kapal-kapal berat dan supertanker serta
merupakan persimpangan lalu lintas barat ke timur.
2. Letaknya berdekatan dengan pabrik-pabrik lainnya, sehingga mudah
dijangkau dan mudah diketahui.
3. Daerah Dumai merupakan daerah daratan rendah dan cukup stabil sehingga
aman untuk mendirikan dan memperluas pabrik di kemudian hari. Daerah
Dumai masih memiliki banyak hutan-hutan sehingga memungkinkan
perluasan daerah maupun pengembangan pabrik.
4. Kota Dumai termasuk daerah dengan kepadatan penduduk rendah sehingga
diharapkan dapat membantu pemerintah dalam program pemerataan
penyebaran penduduk.
General Layout PT. MSSP-BA dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 General Layout PT. MSSP-BA (sumber : data perusahaan PT. MSSP-
BA)

5
2.2 Visi dan Misi PT Meridan Sejati Surya Plantation First Resources
Group Regional Riau

Adapun Visi dan Misi dari PT. MSSP-BA adalah sebagai berikut :

Visi :

“Menjadi perusahaan agribisnis terbaik dan inovatif dengan pertumbuhan yang


berkelanjutan dan standar internasional.”

Misi :
1. Meningkatkan kualitas, pertumbuhan dan profesionalisme untuk
meningkatkan nilai pemegang saham.
2. Menjadi perusahaan pilihan karyawan yang memiliki tim berkinerja tinggi
untuk menunujang keunggulan bisnis
3. Berjuang untuk menjadi organisasi yang efektif dan inovatif yang nilai
produktivitasnya bernilai tinggi.
4. Menjadi perusahaan yang bertanggungjawab terhadap lingkungan dan sosial.

2.3 Profil dan Manajemen Organisasi PT Meridan Sejati Surya Plantation


First Resources Group Regional Riau

PT. MSSP-BA saat ini berada di bawah bendera First Resources Group.
Sebelumnya berada di bawah Surya Dumai Group, kemudian berdiri sendiri di
bawah Ciliandra Perkasa Group. Mulai beroperasi sejak tahun 1992 yang bergerak
dalam usaha budi daya Kelapa Sawit sampai dengan proses Crude Palm Oil beserta
turunannya, (Up Stream s/d Down Stream) Sekarang ini ada 18 perusahaan
perkebunan yang bergabung dalam First Resources Group Regional Riau dengan 11
Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit dan 1 Pabrik Refinery & Fraksinasi dan 1
Biodiesel yang kesemuanya berada di Propinsi Riau
` Foto-foto berikut merupakan foto kantor pusat dan lambang perusahaan PT.
MSSP-BA First Resources Group Regional Riau

6
Gambar 2.2 Kantor Pusat Perusahaan PT Meridan Sejati Surya Plantation First
Resources Group Regional Riau

Gambar 2.3 Kantor pusat pabrik PT. MSSP-BA First Resources Group Regional
Riau

7
Gambar 2.4 Logo PT Meridan Sejati Surya Plantation First Resources Group
Regional Riau

Berdasarkan rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diaktakan pada

akta Notaris Ira Widya Sari Juwono, SH Nomor 2 tanggal 8 Maret 1999, susunan

Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan sebagai berikut:

a. Dewan Komisaris

1) Komisaris Utama : Martias

2) Komisaris : Nurhandy

3) Komisaris : Meryani

4) Komisaris : Bambang Ari Priambodo

Sedangkan susunan Direksi adalah sebagai berikut :

b. Direktur Utama : Sifan Triyono

1) Direktur : Wirastuty Fangiono

2) Direktor : Sucitho
Struktur organisasi PT. MSSP-BA dapat dilihat pada gambar 2.5.

2.4 Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja di PT. MSSP-BA, Dumai sampai dengan bulan


Desember 2015 berjumlah 322 orang, dan 80 % dari karyawan tersebut merupakan
warga Dumai. Struktur organisasi PT. MSSP-BA dapat dilihat pada Gambar 2.5.

8
Gambar 2.5 Struktur Organisasi PT. MSSP-BA

2.5 Departemen Produksi yang Terdapat pada PT. Meridan Sejati Surya
Plantation

Departement produksi yang digunakan sebagai penunjang dalam proses


produksi, antara lain :
1. Palm Oil Mill atau Pabrik Kelapa Sawit.
2. Kernel Crushing Plant.
3. Refenery & Fraksinasi.
4. Power Plant.
5. Water Treatment Plant.
6. Waste Water Treatment Plant.
7. Central Laboratorium.
8. Pelabuhan.
9. Central Office.
10. Perumahan dan Sarana Ibadah.

9
2.5.1 Palm Oil Mill (Pabrik Kelapa Sawit)

Palm Oil Mill adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit
Bunch) menjadi Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil). Selain memproduksi CPO,
pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi
minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel
Crushing Plant). Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun,
Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain
sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah
Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada PT. MSSP-BA mneghasilkan produksi
dengan kapasitas 45 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hour. PKS merupakam unit
pengolahan paling hulu dalam indutri pengolahan kelapa sawit dan merupakan titik
kritis dalam alur hidup ekonomi buah kelapa sawit khususnya dan industri kelapa
sawit pada umumnya. PKS merupakan salah satu faktor kunci sukses pembangunan
industri perkebunan kelapa sawit. PKS tersusun atas unit-unit proses yang
memanfaatkan kombinasi perlakuan mekanis, fisik, dan kimia. Parameter penting
produksi seperti efisiensi ekstraksi, rendemen, kualitas produk sangat penting
peranan nya dalam menjamin daya saing industri perkebunan kelapa sawit dibanding
industri minyak nabati lainnya.
Folwchart proses produksi pada departemen Pabrik Kelapa Sawit PT. MSSP-
BA dapat dilihat pada Gambar 2.6. Pabrik Kelapa Sawit pada PT. MSSP-BA dapat
dilihat pada Gambar 2.7.
Proses alur produksi yang dilakukan oleh Pabrik Kelapa Sawit pada PT.
MSSP-BA adalah dimulai dari melakukan penerimaan TBS yang merupakan bahan
baku utama pengolahan. TBS tersebut diangkut dengan menggunakan truck dibawa
ke bagian penerimaan TBS yaitu peron yang merupakan stasiun Sortasi. Sebelumnya
truck yang membawa TBS tersebut ditimbang di jembatan penimbang (Weight
Bridge).

10
Gambar 2.6 Flowchart Pabrik Kelapa Sawit PT. MSSP-BA

11
Gambar 2.7 Pabrik Kelapa Sawit PT. MSSP-BA

Proses berikutnya TBS yang dibawa oleh truck pengangkut dipindahkan ke


peron atau ke tempat penampungan sementara (Un Loading Ramp). Pada Un
Loading Ramp ini dilakukan sortir buah yang bertujuan untuk :
a. Membedakan mana TBS yang kualitas bagus dengan TBS yang kualitas
buruk (busuk).
b. Tempat penampungan sementara sebelum diolah.
c. Untuk pengawasan terhadap kandungan minyak, kehilangan minyak dalam
proses pengolahan dan Asam Lemak Bebas (ALB) dari TBS tersebut.
Selanjtnya buah dibawa ke stasiun perebusan. Untuk memperoleh hasil yang
semaksimal mungkin maka perlu diperhatikan cara perebusan. Adapun cara
perebusan yang dipakai adalah dengan cara sistem perebusan dua puncak. Buah hasil
rebusan dikeluarkan dari dalam sterilizer dengan menggunakan motoran augher dan
as beraker menuju ke Stasiun Penebahan dengan menggunakan conveyor dibawah
sterilizer dan diteruskan oleh Conveyor menuju distribusi conveyor untuk dibagikan
ke mesin penebahan. Penuangan buah hasil rebusan inti harus benar dijaga agar
penebahan tidak kelebihan kapasitas sehingga mengurangi efektifitas pemipilan serta
kehilangan minyak dalaman kosong tandan kosong tinggi.
Proses berikutnya yaitu stasiun pengempaan dimana stasiun pengempaan
terjadi pengambilan minyak dari pericarp dilakukan dengan jalan melumat dan

12
mengempa. Pelumatan dilakukan dalam Digester sedangkan pengempaan dilakukan
didalam Screw Press. Proses yang dilakukan seperti pelumatan dan pengempaan.
Kemudian ke stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station), minyak kelapa sawit
kasar (Crude Oil) yang berasal dari stasiun pengempaan masih banyak mengandung
kotoran dar daging buah, seperti : lumpur, air, dan sebagainya. Keadaan ini
menyebabkan penurunan mutu CPO yang dihasilkan sehingga sulit dipasarkan untuk
mendapatkan CPO yang memenuhi standart jual, baik lokal maupun ekspor maka
perlu dilakukan pemurnian CPO tersebut.

2.5.2 Kernel Crushing Plant

Kernel Crushing Plant (KCP) merupakan pabrik pengolahan palm kernel


yang dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada PT. MSSP-BA , dimana
produk yang dihasilkan berupa Palm Kernel Oil (PKO). KCP pada PT. MSSP-BA
memiliki kapasitas sebesar 350 ton kernel/ jam.
Kernel Crushing Plant PT. MSSP-BA dapat dilihat pada Gambar 2.8 dan
Gambar 2.9.

2.5.3 Refinery Plant

Proses refinery adalah proses pemurnian minyak nabati secara fisika untuk
mengurangi atau menghilangkan pengotor yang larut dan yang tidak larut dalam
minyak nabati dengan tahapan proses preheating, degumming, bleaching dan
deodorizing untuk menghasilkan produk RBDPO sesuai dengan spesifikasi yang
diterima standar umum kualitas.
Proses dari masing-masing proses refinery dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Tahapan Preheating
Pertama-tama bahan yang digunakan adalah crude palm oil (CPO) dari tangki
o
penyimpanan CPO (storage tank). Temperatur inisial CPO adalah 400– 650 C.
Umpan CPO dialirkan melalui strainer yang berfungsi sebagai filter bahan-bahan
padat yang terdapat dalam minyak, kemudian dialirkan melalui system pengembalian
panas (heat recovery system) berupa plate heat exchanger dengan heat transfer dari
o
RBDPO dan target temperatur 1050 C.

13
Gambar 2.8 Kernel Crushing Plant PT. MSSP-BA

Gambar 2.9 Kernel Crushing Plant PT. MSSP-BA

14
2. Tahapan Degumming
Proses degumming dilakukan apabila umpan yang telah dipanaskan dialirkan
ke mixer dynamix dan ditambahkan phosphoric acid 0.040%(0.35-0.45 kg/ton),
kemudian dialirkan ke mixer static dengan pengadukan secara intensif untuk
mempresipitasi gum (getah) pada CPO. Presipitasi gum akan meringankan proses
filtrasi dan mencegah pembentukan scala dalam deodorize dan panas permukaan.
Kemudian ditambahkan citric acid dengan kadar 150 ppm yang berfungsi sebagai
anti oksidan.
3. Tahapan Bleaching
Proses bleaching atau pemucatan bertujuan untuk menghilangkan beberapa
impuritas yang tidak diinginkan (semua pigment, trace metals, produk oksidasi) dari
CPO dan akan memperbaiki rasa asli, bau akhir dan kestabilan oksidasi produk.
Tahap proses filtrasi pada filter Niagara sebagai berikut :
a. Vacuum, tangki Niagara filter divakum untuk menghilangkan udara.
b. Filling, slurry dipompakan kedalam tangki filter Niagara.
c. Coating,pelapisan pada lembaran filter Niagara dengan sirkulasi sampai
minyak yang dihasilkan jernih dari partikel bleaching earth.
d. Filtration, proses penyaringan minyak dari partikel partikel bleaching earth.
e. Circulation, tahap proses jika buffer tank penuh.
f. Emptying, pengosongan filter Niagara setelah beberap menit beroperasi.
g. Full Empty, pengosongan lebih lanjut.
h. Cake Drying, pengeringan bleaching earth yang terperangkap pada filter dari
minyak.
i. Post Emptying, pengosongan minyak selesei.
j. Venting, pengurangan vakum dengan membuka ventilasi filter Niagara.
k. Discharge, bleaching earth yang terperangkap dibuang dalam bentuk spent
earth.
Minyak atau Bleached Palm Oil (BPO) dari hasil filtrasi pada filter Niagara
dialirkan melalui filter cricket yang berfungsi sebagai filter perangkap bleaching
eartgh yang lolos setelah proses pada filter niagara. Kemudian minyak dialirkan ke
tangki buffer (BPO tank) sebagai storage sementara sebelum proses lebih lanjut.
Adanya bleacing earth pada minyak dapat mencemari deodorize, mengurangi
stabilitas oksidasi dari produk minyak dan berlaku sebagai katalis untuk aktifitas

15
dimerizaition dan polimerisasi, karena itu beberapa koreksi dapat diambil
secepatnya.
4. Tahapan Deodorizing
Minyak dari Tangki BPO dipompakan melalui rangkaian system
pengembalian panas dengan heat transfer dari steam untuk menaikan temperature
o
minyak dari 110 – 135 C. Kemudian dilakukan penyaringan kembali dengan filter
Catriedge untuk menjamin bahwa tidak ada partikel–partikel yang lolos agar proses
Deodorizing berjalan lancar. Refnery plant pada PT. Meridan Sejati Surya Plantation
menghasilkan produksi RBDPO sebesar 94,5%, PFAD sebesar 5%, dan LOSS
sebesar 0,5%.

2.5.4 Fractination Plant

Faksinasi adalah metode fisik dengan menggunakan sifat kristalisasi dari


trigliserida untuk memisahkan campuran menjadi leleh rendah fraksi cair dan lebur
tinggi fraksi cair. Ada tiga jenis fraksinasi: fraksinasi kering, fraksinasi deterjen, dan
fraksinasi pelarut. Dua komponen yang dihasilkan dari fraksinasi minyak kelapa
sawit adalah minyak goring (olein / minyak cair) dan stearin sawit (bentuk padat).
Ada dua tahap proses pada fraksinasi kering yaitu :
1. Kristalisasi
Proses kristalisasi yaitu proses yang dilakukan pada media kristalizer dengan
cara pemanasan RBDPO pada temperatur titik lebur kemudian didinginkan secara
perlahan hingga temperatur leleh rendah sesuai dengan spesifikasi yang daharapkan
sambil diaduk hingga terbentuk butiran butiran kristal. Media kristalizer dilengkapi
dengan coil water yang berfungsi sebagai pendingin dan agitator yang berfungsi
sebagai pengaduk. Terdiri dari tahap proses sebagai berikut:
a. Heating
RBDPO dari storage tank dipompakan melewati sistem perpindahan panas
(heat exchanger) dengan heat transfernya menggunakan steam untuk mendapakan
o
temparatur 65 C. Sebagai temperatur ideal untuk mencairkan kristal-kristal yang
masih terdapat dalam minyak pada proses sebelumnya.

16
b. Filling
RBDPO yang keluar dari heat exchanger dialirkan ke dalam tanki kristalizer.
Proses filling RBDPO berhenti jika level RBDPO dalam tangki kristalizer mencapai
97% dari kapasitas tangki.
c. Cooling / Fast Cooling
RBDPO dalam tangki kristalizer didinginkan dengan menggunakan air dari
cooling tower yang dialirkan melalui coil water yang terdapat dalam tangki
o
kristalizer. Temperatur air cooling tower yang digunakan adalah 28 – 32 C.
d. Chilling / Slow Cooling
0
Setelah temperatur air cooling mencapai 34 C, maka air dari cooling tower
o
digantikan dengan air dari chiller water dengan temperature 15 C. Pada saat ini
o
temperatur RBDPO mencapai 42 - 45 C. Setelah proses pendinginan berlanjut dan
o o
temperatur RBDPO mencapai 38 C dan temperatur air pada coil water 30 C,
putaran agitator diubah ke low speed yaitu disetting pada putaran 35 Hz, yang
bertujuan untuk persiapan pembentukan kristal dan agar kristal tidak rusak akibat
o
putaran cepat. Pada temperatur RBDPO mencapai 32 C proses pembentukan Kristal
dimulai (crystal time). Pada pembentukan kristal ini harus dikontrol dari grafik yang
ada dengan mempertahankan selisih temperature RBDPO dengan temperature air
o
tidak lebih dari 20 C. Jika ada over shoot atau temperatur RBDPO mengalami
kenaikan maka segera lakukan tindakan untuk menurunkan temperaturnya agar
kristal yang terbentuk tidak pecah atau berukuran kecil. Jika Kristal dengan ukuran
kecil maka dapat lolos pada membran dalam proses filtrasi dan menurunkan kualitas
produk.
2. Proses Filter Press
Tahap operasi pada filter press sebagai berikut :
a. Tahap Closing
Tahap ini adalah operasi penutup atau perapatan plate–plate agar pada saat
perlakuan pemompaan bahan olahan ke filter press tidak terjadi kebocoran kebagian
sisi samping dan bawah dari pada plate. Penutupan filter ini dilakukan oleh main
hydroulik yang berada diujung dari filter press dengan cara system hydroulik.
b. Feeding
Tahap ini adalah tahap penyuplaian bahan olahan dari kristalizer yang telah
mengandung butiran Kristal melalui pompa sampai batas tekanan yang telah
ditentukan. Tekanan yang ditentukan adalah 2 bar. Dua bar ini dianggap telah

17
menyuplai bahan olahan khusus bentuk butiran disemua area dari pada filter cloth
dan ketebalan celah plate. Pada tahap ini sebagian fraksi cair lewat melalui pori- pori
filter cloth menuju tanki penampungan.
c. Pengepresan
Tahap ini adalah tahap pemberian tekanan pada bidang plate. Sehingga plate
menekan kearah masing–masing celah plate sehingga butiran–butiran Kristal yang
terperangkap pada celah plate tadi terkekan yang mengakibatkan cairan yang masih
terkandung pada bahan olahan keluar dari komposisi butiran sampai cairan dianggap
benar–benar habis sehingga butiran tadi menjadi bentuk lempengan fraksi padat.
d. Pembersihan Line Feeding Late
Tahap pembersihan line feeding ini dimaksudkan adalah untuk pembersihan
butiran Kristal. Pada bagian plate yang tidak terkena penekanan pada saat tahap
squeezing. Hal ini dilakukan dengan cara pemberian udara bertekanan melalui ujung
line feeding plate yang akan dikembalikan ke pangkal line feeding filter press. Tahap
ini dilakukan agar jumlah cairan pada fraksi padat dilakukan maka fraksi cair akan
turut jauh bersama fraksi padat ke tangki penampungan fraksi padat.
e. Tahap Pemberian Udara Bertekanan Keseluruhan Area Butiran Kristal pada
Plate
Tahap ini adalah akhir pengurangan kandungan fraksi cair pada butiran
Kristal yang telah ditekan sehingga kandungan fraksi cair sangat sedikit pada fraksi
padat yang dihasilkan. Hal ini dilakukan agar cake stearine yang dihasilkan agar
benar–benar kering dari kandungan Kristal fraksi cair.
f. Preassure Release
Preassure Release adalah tahap proses pelepasan tekanan agar main cilynder
bisa terbuka karena sudah tidak ada tekanan lagi.
g. Main Cylinder Open
Tahap ini adalah tahap pembukaan plate.
h. Bomb Door Open Delay
Tahap ini adalah tahap penurunan talam pengaman RBDPO yang menetas
agar tidak masuk kebak penampungan steraine atau RPS.
i. Tahap Pembukaan/Pemisahan Plate–Plate
Tahap ini adalah tahap dimana dilakukannya penarikan plate–plate sehingga
terjadi peregangan plate yang mengakibatkan adanya celah–celah antara plate. Pada
saat ini butiran Kristal yang telah berbentuk lempengan akan berjatuhkan kemudian

18
penampungan. Lempengan stearine akan dicairkan dengan coil pemanas dan
seterusnya dipompa untuk ditransfer ke storage tank.
j. Tahap Pembersihan Filter Cloth
Tahap ini adalah proses pembersihan filter cloth dari butiran atau cake yang
masing melekat pada filter cloth dengan cara melakukan siskulasi minyak pada
temperature 600C dalam total Waktu +40 menit. Waktu perlakuan ini dilakukan
sesuai kondisi dari filter cloth. Normalnya dilakukan setiap 30 kali penyaringan.
Flowchart produksi Refinery dan Fractination Plant dapat dilihat pada
Gambar 2.10. Refinery dan Fractination Plant PT. Meridan Sejati Surya Plantation
dapat dilihat pada Gambar 2.11.

2.5.5 Power Plant

Power Plant pada PT Meridan Sejati Surya Plantation berfungsi sebagai


pabrik yang digunakan untuk membangkitkan sumber energi yang bahan utamanya
berasal dari fiber-fiber kelapa sawit yang telah diolah di PKS dan nat yang juga
diolah oleh PKS dan dikirim ke Power Plant. Penunjang kegiatan pabrik untuk
membangkitkan energi baik itu energi listrik maupun energi lainnya digunakan alat-
alat sebegai berikut
1. Boiler Mech (Shell firing type) with capacity of 40 tons.
2. Shandong turbine with capacity of 6 MW.
3. Genset Caterpillar with cap 1 MW x 3 unit.
4. Boiler Meckanzie with capacity of 30 tons X 2 Unit.
5. Water Treatment Plant.

19
Power
Plant
2.12.
PT
Merida
n Sejati
Surya
Plantati
on
dapat
dilihat
pada
Gambar

20
Gambar 2.10 Flowchart Produksi Refinery dan Fractination Plant

20
Gambar 2.11 Refinery dan Fractination Plant

Gambar 2.12 Power Plant PT Meridan Sejati Surya Plantation

21
2.5.6 Water Waste Treatment Plant

Waste water treatment plant merupakan pengolahan air limbah dengan


bantuan peralatan misalnya dilakukan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL) yang mengarah kepada pengolahan yang bersifat mekanis maupun kimiawi
yang mengikutsertakan pemurnian air, baik suspensi organik maupun anorganiknya.
Waste water treatment plant menjadi suatu alternatif untuk menghilangkan
kandungan-kandungan zat berbahaya yang terdapat pada air limbah sehingga
pelepasan air limbah tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
Beberapa metode yang digunakan dalam penerapan waste water treatment plant
yaitu:
1. Prapembenahan (preliminary treatment) merupakan proses penghancuran
sampah padat dalam bentuk partikel besar untuk mencegah kerusakan pada
peralatan yang digunakan.
2. Pembenahan pendahuluan (priamary treatment) merupakan proses
penghancuran suspensi padat.
3. Pembenahan kedua (secondary treatment) merupakan proses penghapusan
kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh mikroba.
4. Pembenahan ketiga (tertiary treatment) merupakan proses pemurnian air dari
kandungan zat-zat anorgnik seperti posfor dan zat-zat lainnya.
5. Pembenahan padatan merupakan proses pengumpulan, stabilisasi, dan proses
pengeluaran padatan.
Kapasitas pembuangan yang dapat dikerjakan oleh waste water treatment
plant yaitu capacity palm oil sebesar 30 Ton/hour dan capacity refinery sebesar 16,6
Ton/hour. Waste water treatment plant PT. Meridan Sejati Surya Plantation dapat
dilihat pada Gambar 2.13.

22
Gambar 2.13 Waste Water Treatment Plant

2.5.7 Central Laboratorium

Laboratorium pada PT Meridan Sejati Surya Plantation berguna untuk


melakukan analisa terhadap produk yang dihasilkan dari tandan buah segar (TBS)
dari beberapa plant yang terdapat pada PT Meridan Sejati Surya Plantation yaitu
berupa CPO, BPO, RBDPO, PFAD, Olein, Stearin yang dikirim oleh Refinery dan
Fractination plant pada setiap jamnya. Pabrik Kelapa Sawit akan mengirim hasil
produksi berupa CPO dan inti cangkang (kernel), dan pendukung proses pengolahan
seperti air limbah produksi.

Central Laboratorium pada PT Meridan Sejati Surya Plantation dapat dilihat


pada Gambar 2.14.

23
Gambar 2.14 Central Laboratorium

24
BAB III
PENYELESAIAN KASUS

Bab ini berisikan tentang proses penyelesaian kasus atau masalah yang
diangkat dalam pelaksanaan Kerja Praktek yang terdiri dari latar belakang,
perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, landasan teori, metodologi
penelitian, penyelesaian kasus, serta Analisis, Kesimpulan dan Saran.

3.1 Pendahuluan

Pendahuluan pada bab penyelesaian kasus menjelaskan mengenai latar


belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan batasan masalah dari penelitian
yang dilakukan pada PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh (PT.MSSP-
BA).

3.1.1 Latar Belakang

Manusia merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan


proses produksi sebab tanpa adanya manusia proses produksi tidak dapat terlaksana.
Kebutuhan akan sumber daya manusia ini mendorong perusahaan untuk memberikan
jaminan keselamatan kerja terhadap segala aktivitas yang mereka lakukan selama
bekerja demi kelancaran aktivitas perusahaan. Jaminan keselamatan kerja tersebut
berguna untuk melindungi mereka dari resiko yang ditimbulkan oleh bahaya-bahaya
yang ada di tempat kerja. Sebab tempat kerja merupakan tempat dilakukannya semua
aktivitas produksi, yang memiliki titik-titik dan potensi bahaya di dalamnya yang
dapat menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Salah satu perusahaan yang memiliki potensi bahaya yang cukup besar adalah
PT.MSSP-BA. PT.MSSP-BA adalah perusahaan yang bergerak pada pengolahan
kelapa sawit. PT.MSSP-BA memiliki aktivitas produksi yang cukup berat seperti
pada pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng yang melewati beberapa
bagian produksi, yang mana setiap bagian produksi mempunyai karateristik yang
berbeda, sehingga kekuatan fisik pekerja dalam melakukan proses produksi sangat
dibutuhkan.

Berdasarkan aktivitas proses produksi tersebut diketahui bahwa semua


aktivitas yang dilakukan para pekerja berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja,
mulai dari kecelakaan kerja ringan hingga kecelakaan kerja berat. Hal tersebut dapat
terjadi karena dipicu oleh bahaya yang timbul dari peralatan yang digunakan, mesin,
kondisi lingkungan kerja, dan lainnya.

PT.MSSP-BA memiliki 3 (tiga) bagian produksi kelapa sawit, 1 (satu)


laboratorium, 1 (satu) bagian pembangkit tenaga listrik (power plant), 1 (satu) bagian
pengolahan air bersih dan 1 (satu) bagian pengolahan limbah. Bagian produksi yang
dimiliki oleh PT.MSSP-BA terdiri dari pabrik kelapa sawit, kernel crushing plant
serta refinery dan fraksinasi. Masing-masing bagian kerja produksi tersebut memiliki
resiko kecelakaan kerja yang hampir sama.

Bagian produksi pabrik kelapa sawit (PKS) merupakan bagian produksi yang
mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak mentah kelapa sawit atau
dikenal dengan sebutan cruid palm oil (CPO). Bagian produksi PKS memiliki
beberapa unit produksi yaitu unit sortasi, sterilizer, thrresser, digester, press, sand
trap tank, cruide oil tank, vertical clarifier tank, pure oil tank, vacum dryer dan
storage tank.

Masing-masing unit produksi memiliki resiko kecelakaan kerja seperti :


1. Unit sortasi memiliki resiko kecelaakan kerja terjatuh dan terluka yang
disebabkan dari peralatan seperti alat pemindah sawit (tojok), parang dan
pisau.
2. Unit sterilizer memiliki resiko kecelakaan kerja seperti luka bakar.
3. Unit thresser memiliki resiko kecelakaan kerja seperti terjatuh dan
terjepit.
4. Unit digester memiliki resiko kecelakaan kerja terjatuh.
5. Unit press memiliki resiko kecelakaan kerja terjepit dan terjatuh.
6. Unit sand trap tank memiliki resiko kecelakaan kerja sepeti terjatuh dan
luka bakar.
7. Unit cruide oil tank memiliki resiko kecelakaan kerja seperti terjatuh.

26
8. Unit vertical clarifier tank memiliki resiko kecelakaan kerja terjatuh dan
terjepit.
9. Unit pure oil tank memiliki resiko kecelakaan kerja terjatuh.
10. Unit vacum dryer memiliki resiko kecelakaan kerja terjatuh.
11. Unit storage tank yang memiliki resiko kecelakaan kerja seperti tergores,
terjatuh dan terjepit.

Pada umumnya resiko kecelakaan kerja yang terdapat pada bagian produksi
PKS yaitu terjatuh, terjepit dan tergores. Hal ini diakibatkan bagian produksi PKS ini
menggunakan alat kerja seperti tojok, parang dan pisau. Selain itu, bagian ini
memiliki lingkungan kerja yang cukup berbahaya dimana pada setiap bagian di PKS
terdapat bekas-bekas minyak maupun oli sehingga membahayakan para pekerja
dalam bekerja.

Bagian produksi refinery dan fraksinasi merupakan bagian produksi yang


memproduksi CPO menjadi minyak goreng yang disebut juga dengan Refinery
Bleach Deodorize Palm Oil (RBDPO). Bagian produksi refinery memiliki dua unit
utama yaitu bagian refinery dan bagian fraksinasi sendiri. Bagian refinery memiliki
resiko kecelakaan kerja seperti terjatuh, tersiram air panas, gatal-gatal dan terjepit.
Hal ini disebabkan bagian produksi refinery menggunakan air panas sebagai proses
pembersihan tangki. Selain itu, bagian produksi refinery menggunakan bleaching
earth sebagai bahan tambahan yang berguna sebagai pemucatan warna CPO.
Penggunaan bleaching earth ini terdapat pada bagian pengolahan CPO di bagian
bleaching. Proses penambahan bleaching earth dilakukan pada ketinggian 10 meter
tanpa menggunakan alat pengaman, sehingga membahayakan pekerja. Sedangkan
bagian fraksinasi merupakan proses pemisahan antara fraksi padat (sterin) dan fraksi
cair (olein). Bagian fraksinasi ini memiliki resiko kecelakaan kerja seperti tergores
dan terjepit. Hal ini dikarenakan pada proses fraksinasi ini para karyawan
menggunakan tangan dalam membuka dan menutup kran tangki yang mana kran
tangki memiliki tekstur yang agak tajam sehingga membahayakan tangan para
pekerja.

Bagian produksi kernel crushing plant merupakan bagian produk yang


mengolah inti sawit (kernel) yang merupakan sisa pengolahan dari bagian produksi
PKS menjadi minyak goreng yang disebut juga dengan Refinery Bleach Deodorize
Palm Kernel Oil (RBDPKO). Bagian produksi ini memiliki resiko kecelakaan kerja

27
seperti tergores, terjepit dan luka bakar. Resiko kecelakaan kerja tersebut didapatkan
pada bagian conveyor penghantar inti sawit, pada aktifitas perbaikan mesin dan pada
aktifitas pemotongan plat strip press cage yang berada dekat dengan selang elpiji
sehingga menyebabkan luka bakar akibat api yang ditimbulkan. Secara umum dari
ketiga bagian produksi yang ada resiko kecelakaan kerja disebabkan oleh kelalaian
operator dalam bekerja serta tidak adanya lambang-lambang peringatan di setiap
bagian produksi.

Berdasarkan jenis-jenis kecelakaan kerja yang muncul disetiap bagian


produksi sehingga perlu dilakukan analisis terhadap resiko kecelakaan kerja yang
terjadi pada bagian produksi di PT.MSSP-BA. Salah satu metode untuk melakukan
anallisis terhadap resiko kecelakaan kerja yaitu dengan pendekatan Failure Mode
and Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA berguna mengetahui solusi dan
perbaikan yang tepat untuk mengurangi atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja
tersebut terulang kembali sehingga terciptanya lingkungan kerja yang efektif,
nyaman, aman, sehat, efisien (ENASE) kepada para pekerja serta dapat menekan
biaya yang dikeluarkan perusahaan.

3.1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari penelitian yang dilakukan pada PT.MSSP-BA


adalah bagaimana melakukan analisis terhadap resiko kecelakaan kerja di bagian
produksi pada PT.MSSP-BA dengan menggunakan pendekatan Failure Mode and
Effect Analysis (FMEA), sehingga didapatkan alternatif perbaikan dan pencegahan
untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.

3.1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan pada PT.MSSP-BA adalah :


1. Mengidentifikasi potensi penyebab resiko kecelakaan kerja.
2. Mengetahui nilai resiko kecelakaan kerja terbesar.
3. Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab resiko kecelakaan
kerja.

28
4. Menyusun suatu rumusan solusi dan usulan perbaikan untuk mencegah
dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja yang
terjadi.

3.1.4 Batasan Masalah

29
Data yang digunakan merupakan data historis kecelakaan kerja tahun 2014-
2015

3.2 Landasan Teori

Landasan teori berisikan teori-teori yang menjelaskan mengenai penyelesaian


permasalahan yang diangkat pada kerja praktek di PT.MSSP-BA, berupa teori
mengenai kesehatan & keselamatan kerja, dan kecelakaan kerja, serta metode
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Teori ini diperoleh dari berbagai sumber,
seperti buku, jurnal, dll.

3.2.1 Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan hak semua pekerja, yang harusnya menjadi


perhatian utama dari perusahaan. Sebab suatu kegiatan akan terlaksana dengan baik
apabila keselamatan pekerja terjamin sehingga para pekerja merasa aman, dan
nyaman selama bekerja. Hal ini akan memberikan dampak baik bagi perusahaan.

Berikut merupakan pengertian keselamatan kerja menurut pendapat dari


beberapa ahli :
1. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin,
pesawat, alat kerja dan proses pengolahan, landasan tempat kerja dan
lingkungan serta tata cara dalam melakukan pekerjaan (Suma’mur,
1987).
2. Keselamatan kerja merupakan upaya agar pekerja selamat di tempat
kerjanya, sehingga terhindar dari kecelakaan, termasuk juga upaya
penyelamatan peralatan serta produksi (Depnaker, RI, 1970).

30
Sasaran yang harus dicapai dalam pelaksanaan keselamatan kerja adalah
sebagai berikut :
1. Mencegah terjadinya kecelakaan.
2. Mencegah timbulnya penyakit akibat pekerjaan.
3. Mencegah dan mengurangi resiko kematian.
4. Mencegah dan mengurangi resiko cacat tetap.
5. Menciptakan tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman.
6. Menigkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja.
7. Menjamin kehidupan produktifnya

Tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut (Suma’mur, 1981):


1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya serta meningkatkan
produktivitas nasional.
2. Menjamin keselamatan setiap orang lain di tempat kerja.
3. Sumber produksi dapat terpelihara dan digunakan secara aman dan efisien.

3.2.1.1 Unsur Keselamatan Kerja

Unsusr-unsur keselamatan kerja menurut International Labour Organization


(Suma’mur,1996) antara lain:
1. Perencanaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan dan produksi seperti
perencanaan lokasi, fasilitas untuk produksi seperti menyimpan material
dan peralatan produksi, perencanaan penerangan, ventilasi, dan
pencegahan kebakaran harus diperhitungkan dalam mendirikan suatu
perusahaan. Masalah keselamatan kerja harus benar - benar diperhatikan
pada waktu perencanaan bukan dipikirkan kemudian sesudah perusahaan
berdiri.
2. Ketatarumahtanggaan yang baik dan teratur
Ketatarumahtanggaan yang baik dan teratur akan berjalan dengan baik jika
tenaga kerja berpatisipasi dan memenuhi seluruh ketentuan, seperti tidak
meletakkan barang-barang pada jalan lalu lintas, penggunaan tempat
sampah untuk pembuangan kotoran. Ketatarumahtanggan yang baik dan
teratur bermanfaat bagi kesempatan kerja juga bermanfaat bagi kelancaran
produksi.
3. Pakaian kerja
Pakaian kerja sering kali tak memadai untuk melakukan pekerjaan. Tenaga
kerja kadang-kadang bekerja menggunakan pakaian yang sudah tidak
layak pakai. Keadaan ini merugikan dilihat dari keselamatan kerja juga
keadaan ini menunjukan suatu mutu kehidupan yang rendah. Jika pakaian
kerja cepat rusak karena pekerjaan yang berat, keadaan udara lembab dan
pekerjaan penuh kotoran, maka pengusaha harus menyediakan jenis
pakaian yang cocok serta pemakaian alas kaki juga harus diperhatikan
karena pemakaian alas kaki yang salah seperti berhak tinggi dan licin akan
mengakibatkan terpeleset atau terjadinya kecelakaan dan alas kaki serta
pakaian harus dibuat senyaman mungkin untuk tenaga kerja.
4. Peralatan perlindungan diri
Peralatan perlindungan diri sangat di butuhkan agar kejadian kecelakaan
kerja tidak terjadi. Kriteria-kriteria dasar yang harus dipenuhi oleh semua
jenis peralatan perlindungan yaitu :
a. Peralatan atau pakaian harus memberikan cukup perlindungan terhadap
bahaya tersebut.
b. Peralatan atau pakaian tersebut harus ringan dipakainya dan awet, dan
membuat rasa kurang nyaman sekecil mungkin, tetapi memungkinkan
mobilitas, penglihatan dan sebagainya maksimum.
c. Peralatan perlindungan ini dapat berupa tutup muka / masker kain, alas
kaki pengaman, sarung tangan, topi pengaman, dll.
5. Pemasangan tanda-tanda
Pemasangan tanda-tanda yang berfungsi sebagai pesan peringatan atau
memberikan keterangan secara umum. Keterangan-keterangan misalnya
berupa tanda-tanda bagi tempat jalan keluar dan tempat-tempat yang
sering terjadi kecelakaan seperti peringatan berhati-hati terhadap jalan
yang licin, mesin yang berbahaya, selalu menggunakan alat pelindung diri
setiap akan bekerja, dan lain sebagainya..
6. Penerangan
Faktor-faktor penerangan yang menjadi sebab kecelakaan meliputi
kesilauan, kesilauan sebagai pantulan dari lingkungan pekerjaan, bayang-
bayang gelap, perubahan mendadak dari terang menjadi gelap.
7. Ventilasi dan pengaturan suhu
Ventilasi merupakan suatu cara meniadakan debu-debu yang eksplosif
seperti debu serbuk kayu di udara. Uap-uap diudara dapat diturunkan
kadarnya sampai batas aman oleh ventilasi umum atau dapat mencegah
terjadinya keadaan terlalu panas atau terlalu dingin sehingga pekerja tidak
terganggu keadaan itu.
8. Kebisingan
Pengaruh utama dari kebisingan adalah kerusakan pada indra pendengaran
yang dapat menimbulkan ketulian sedangkan efek bising pada daya kerja
adalah timbulnya gangguan pada konsentrasi sehingga dapat menyebabkan
kecelakaan.

3.2.2 Kecelakaan Kerja

Kecelakaan adalah kejadian yang tak terduga atau tidak diharapkan. Kejadian
yang tak terduga disini dimaksudkan sebagai peristiwa yang terjadi tidak terdapat
unsur-unsur kesengajaan atau tanpa suatu perencanaan (Suma’mur,1996).
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada
perusahaan.

Faktor-faktor yang memiliki kontribusi terjadinya kecelakaan kerja mencakup


4M yaitu man, machine, media, management (Brauer, 1990). Man mencakup umur,
gender, kemampuan, keterampilan, training yang diikuti, kekuatan, motivasi,
keadaan emosi. Machine mencakup ukuran, bobot, sumber energi, tipe gerakan
mesin itu sendiri. Media meliputi lingkungan kerja seperti suhu, kebisingan, getaran,
gedung, ruang kerja dan management adalah konteks bagi ketiga faktor tersebut
berada dan dijalankan, yaitu meliputi struktur organisasi, komunikasi, kebijakan dan
prosedur yang dijalankan pada perusaahan.
3.2.3 Klasifikasi Kecelakaan Kerja

Klasifikasi kecelakaan kerja menurut Internasional Labor Organization pada


tahun 1962 adalah sebagai berikut :
3.2.3.1 Berdasarkan jenis kecelakaan :
a. Terjatuh
b. Tertimpa benda jatuh
c. Tertumbuk dan terkena benda-benda kecuali benda jatuh
d. Terjepit oleh benda
e. Gerakan-gerakan yang melebihi kemampuan
f. Pengaruh suhu tinggi
g. Terkena arus listrik
h. Kontak dengan bahan-bahan berbahaya dan radiasi
3.2.3.2 Berdasarkan penyebab kecelakaan :
1. Mesin
a. Pembangkit tenaga kecuali motor-motor listrik
b. Mesin penyalur atau transmisi
c. Mesin untuk pengerjaan logam
d. Mesin-mesin lain yang tidak termasuk klasifikasi di atas
2. Alat angkut dan alat angkat
a. Mesin angkat dan peralatannya
b. Alat angkutan di atas rel
c. Alat angkutan udara
d. Alat-alat angkutan lainnya
3. Peralatan lainnya
a. Bejana bertekanan
b. Dapur pembakar dan pemanas
c. Instalasi pendingin
d. Instalasi listrik, termasuk motor listrik kecuali alat-alat listrik (tangan)
e. Alat-alat listrik (tangan)
f. Alat-alat kerja dan perlengkapannya kecuali alat-alat listrik (tangga)
g. Perancah (steger)
h. Peralatan yang belum termasuk klasifikasi di atas
4. Bahan-bahan, zat zat, dan radiasi
a. Bahan peledak
b. Debu, gas, cairan dan zat-zat kimia kecuali bahan peledak
c. Benda-benda melayang
d. Radiasi
e. Bahan dan zat lain yang belum termasuk golongan di atas
5. Lingkungan kerja
a. Di luar bangunan
b. Di dalam bangunan
c. Di bawah tanah
3.2.3.3 Berdasarkan sifat luka dan kelainan :
a. Patah tulang
b. Diskolasi/keseleo
c. Regang otot
d. Memar dan luka dalam lainnya
e. Amputasi
f. Luka-luka di permukaan
g. Geger dan remuk
h. Luka bakar
i. Keracunan mendadak
j. Akibat cuaca
k. Mati lemas
l. Pengaruh arus listrik
m. Pengaruh radiasi
n. Luka-luka yang banyak dan berlainan sifatnya
3.2.3.4 Berdasarkan letak luka pada tubuh :
a. Kepala
b. Leher
c. Badan
d. Anggota atas
e. Anggota bawah
f. Banyak tempat
g. Kelainan umum
h. Letak lain yang tidak dapat dimasukan klasifikasi tersebut
3.2.4 Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja

Secara umum, penyebab kecelakaan kerja dapat dilihat pada Gambar 3.1.

3.2.4.1 Penyebab langsung

Penyebab kecelakaan kerja yang tidak terencana dari energi dan material
yang berbahaya.

3.2.4.2 Penyebab tidak langsung

Penyebab tidak langsung meliputi manajemen perusahaan yang kurang


memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. Faktor personal seperti kurang
terampil, kurang pengetahuan, penggunaan pelindung diri. Kemudian faktor psikis,
faktor manajemen. Kemudian kecelakaan yang diakibatkan oleh keadaan lingkungan
yang tidak aman seperti lingkungan fisik (penerangan, kelembapan, kebisingan,
temperatur), dan lingkungan kerja non fisik (pengawasan, jadwal kerja).

Kecelakaan kerja dapat dikategorikan kedalam dua kategori, yaitu :


1. Kecelakaan yang diakibatkan oleh tindakan manusia yang tidak
memenuhi keselamatan (unsafe human act)

Gambar 3.1 Penyebab Kecelakaan Kerja (Suma’mur,1996)


A. Faktor Fisik
a. Kelengkapan panca indera
b. Keterampilan
c. Latihan/pendidikan
d. Usia
e. Jenis kelamin
f. Pakaian kerja
g. Penggunaan peralatan pelindung diri (PPD)
B. Faktor Psikis
a. Sikap
b. Kepribadian
c. Intelenjesia
d. Motivasi
e. Letengan keluarga
f. Kesejahteraan ekonomi
g. Hubungan kerja
C. Faktor Manajemen
a. Falsafah perusahaan (profit/social motives)
b. Kebijaksanaan
c. Peraturan
d. Program e.
Anggaran f.
Organisasi
g. Monitoring
2. Kecelakaan yang diakibatkan oleh keadaan lingkungan kerja yang tidak
aman (unsafe condition)
A. Lingkungan kerja fisik
a. Luas ruangan/kepadatan
b. Penerangan
c. Ventilasi udara
d. Temperatur
e. Kelembaban
f. Kebersihan udara
g. Kebisingan
h. Getaran
i. Kelengkapan instalasi
j. Peralatan pengamanan
k. Bau-bauan
l. Radiasi
m. Tekanan udara
n. Penggunaan indicator warna
o. Tanda peringatan
B. Lingkungan kerja non fisik
a. Hubungan kerja
b. Pengawasan
c. Sistem upah
d. Jadwal kerja
e. Pembinaan

Diantara kedua penyebab terjadinya kecelakaan kerja di atas, faktor yang


cenderung untuk disalahkan sebagai penyebab kecelakaan adalah manusia (human
error). Menurut Peters, human error adalah suatu penyimpangan performance
standar yang seharusnya dan selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya hal yang
tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian baik bagi diri sendiri maupun bagi
lingkungan sekitar. Human error ini dapat terjadi karena 3 hal, yaitu :
1. Overload (beban yang berlebihan) merupakan ketidaksesuaian antara
kapasitas manusia dengan beban yang diberikan.
2. Tanggapan yang salah oleh pekerja dikarenakan ketidakcocokan terhadap
apa yang ia tujukan.
3. Aktifitas yang tidak semestinya, karena tidak tau terhadap apa yang ia
lakukan sehingga mengharuskannya mengambil resiko.

Klasifikasi Human Error berdasarkan penyebab terjadinya kecelakaan kerja


sebagai berikut (Suma’mur, 1987):
1. Pure Human Error
Kesalahan yang berasal dari manusia sendiri yang biasanya dipengaruhi
oleh umur, kondisi fisik, jenis kelamin, pengalaman dan motivasi.
2. Design Induced Error
Kesalahan yang disebabkan oleh perancangan peralatan yang tidak
ergonomis dan faktor lingkungan fisik kerja.
3. System Induced Error
Kesalahan yang disebabkan oleh sistem kerja atau manajemen kerja yang
kurang baik. Kesalahan ini ditunjukkan oleh kesalahan kerja dan
keterlambatan waktu kerja dari operator sendiri. Kesalahan yang terjadi
dapat disebabkan oleh :
a. Kegagalan melakukan suatu tindakan yang telah ditetapkan
b. Prestasi kerja yang tidak sesuai dengan yang diharapkan
c. Prestasi kerja yang dicapai tidak tepat pada waktunya

3.2.5 Pencegahan Kecelakaan Kerja

Pencegahan-pencegahan kecelakaan kerja merupakan upaya yang paling baik,


bila dibandingkan dengan upaya lainnya. Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah
dengan (Suma’mur, 1996) :
1. Peraturan perundangan, yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan
mengenai kondisi kerja umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan dan
pemeliharaan, pengawasan dan sebagainya.
2. Standarisasi, yaitu penetapan standar yang memenuhi syarat keselamatan
pada berbagai jenis industri atau alat pelindung diri.
3. Pengawasan, yakni tentang di patuhinya ketentuan perundang-undangan.
4. Riset medis, tentang pengaruh fisiologis dan patologis lingkungan, dan
keadaan fisik lain mengakibatkan kecelakaan.
5. Penelitian psikologis, penyelidikan tentang pola kejiwaan yang
menyebabkan terjadinya kecelakaan.
6. Penelitian secara statistik, untuk menetapkan jenis, frekuensi, sebab
kecelakaan, mengenai siapa saja dan lain-lain.
7. Pendidikan, khususnya di bidang keselamatan kerja.
8. Penelitian bersifat teknik, meliputi sifat dan ciri bahan berbahaya,
pengujian alat pelindung, penelitian tentang peledakan, desain peralatan
dan sebagainya.
9. Pelatihan, untuk meningkatkan keterampilan keselamatan dalam bekerja,
antara lain bagi pekerja baru.
10. Asuransi, berupa insentif finansial, dalam bentuk pengurangan biaya
premi, jika keselamatan kerjanya baik.
11. Upaya lain di tingkat perusahaan, yang merupakan ukuran utama efektif
atau tidaknya penerapan keselamatan kerja. Upaya pencegahan perlu
dilakukan pula dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, antara
lain berupa :
a. Identifikasi bahaya kesehatan di tempat kerja, yakni untuk mendeteksi
kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan atau penyakit.
b. Evaluasi bahaya kesehatan, melalui pemantulan lingkungan kerja dan
pengujian biomedis, antara lain melalui pengambilan contoh udara di
ruang kerja, pemeriksaan darah dan sebagainya.
c. Pengendalian bahaya kesehatan, baik pada sumber bahaya, media
perantara, maupun pada pekerjanya sendiri.
d. Pemeriksaan kesehatan awal, berkala maupun khusus, untuk
mengetahui kondisi kesehatan pekerja dan menilai pengaruh pekerjaan
pada kesehatannya.
e. Tindakan teknis, berupa perbaikan ventilasi, penerapan isolasi substitusi
dan sebagainya.
f. Penggunaan alat pelindung diri, misalnya masker, sarung tangan, tutup
telinga, kaca mata dan sebagainya.
g. Penerangan, pendidikan, tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

3.2.6 Kerugian Terjadinya Kecelakaan Kerja

Klasifikasi dampak akibat kecelakaan dan gangguan kerja dalam beberapa


tingkatan sebagai berikut (Suma’mur, 1987):
1. No Effect
Gangguan yang tidak menghasilkan situasi beresiko.
2. Risk Accident / Risk Exists
Gangguan yang membawa gangguan beresiko.
3. Minor Accident
Gangguan yang menimbulkan cedera minor.
4. Mayor Accident
Gangguan yang mengakibatkan operator meninggalkan tempat kerja.
5. Catastrophe
Gangguan yang mengakibatkan kematian.

Kerugian akibat kecelakaan kerja dapat dikelompokan menjadi 5 jenis


kerugian sebagai berikut (Suma'mur, 1987) :
1. Kerusakan
2. Kekacauan organisasi
3. Keluhan dan kesedihan
4. Kelainan dan cacat
5. Kematian

Dampak kecelakaan kerja bagi perusahaan terdapat pada perspektif ekonomi


berupa biaya ganti rugi dan biaya perbaikan sebagai berikut :
1. Biaya pengobatan jika kecelakaan itu berakibat pada fisik pekerja
2. Biaya perbaikan mesin dan fasilitas
3. Hilangnya kesempatan produksi jika kecelakaan tersebut menghambat
jalannya produksi
4. Dampak kecelakaan pada moral pekerja, kredibilitas perusahaan
5. Tekanan dari pemerintah

3.2.7 Alat Pelindung Diri (APD)

Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12


mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung
diri sedangkan pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara
cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada
di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki
tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan.
Berikut merupakan beberapa peralatan yang biasa digunakan sebagai alat
pelindung diri :
1. Pelindung kepala, untuk melindungi kepala dari bahaya tertimpa benda-
benda yang mungkin jatuh dari atas pabrik atau bangunan.
2. Sepatu keselamatan, untuk melindungi kaki dari resiko tertimpa benda
berat dan juga menghindari resiko terpeleset atau jatuh.
3. Ear protection atau keselamatan telinga, untuk melindungi telinga dari
tingginya tingkat kebisingan atau bisa juga untuk mengurangi tingkat
kebisingan.
4. Respirator atau alat pelindung udara, untuk menyaring udara yang dihirup
oleh manusia. Berbeda dengan masker, respirator memiliki bentuk lebih
kompleks dan mampu menyaring polusi atau debu lebih baik dari masker.
Respirator baik digunakan pada perusahaan yang memiliki tingkat bau
yang menyengat seperti pabrik karet, pabrik cat, dll.
5. Sarung tangan, memiliki fungsi untuk melindungi tangan dari bahaya
panas, luka, dan memudahkan dalam mengangkat barang.

3.2.8 Resiko

Resiko adalah kemungkinan, bahaya, kerugian, akibat kurang menyenangkan


dari sesuatu perbuatan, usaha, dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia,
2005). Risiko merupakan kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu
kejadian.
Dalam buku Risk Assesment and Management Handbook : For Enviromental,
Health, and Safety Profesional, resiko dibagi menjadi 5 macam, antara lain :
1. Risiko keselamatan kerja (Safety Risk)
Risiko ini secara umum memiliki ciri-ciri antara lain probabilitas rendah,
tingkat pemaparan yang tinggi, tingkat konsekuensi pemaparan yang
tinggi, bersifat akut, dan menimbulkan efek secara langsung. Tindakan
pengendalian yang harus dilakukan dalam respon tanggap darurat adalah
dengan mengetahui penyebab secara jelas dan lebih fokus pada
keselamatan manusia dan pencegahan timbulnya kerugian terutama pada
area tempat kerja.
2. Resiko kesehatan (Health Risk)
Berfokus pada kesehatan manusia terutama yang berada diluar tempat
kerja atau fasilitas. Umumnya memiliki probabilitas tinggi, tingkat
pemancaran rendah, konsekuensi yang rendah, dan bersifat kronik.
Hubungan sebab akibat tidak mudah ditemukan.
3. Resiko lingkungan dan ekologi (Enviromental and Ecological Risk)
Resiko ini melibatkan interaksi yang beragam antara populasi dan
komunitas ekosistem pada tingkat mikro maupun makro, ada
ketidakpastian yang tinggi antara sebab dan akibat, resiko ini fokus
terhadap habitat dan dampak ekosistem yang mungkin bisa bermanifestasi
jauh dari sumber resiko.
4. Resiko kesejahteraan masyarakat publik (Public Welfare/Goodwill Risk)
Ciri dari resiko ini lebih berkaitan pada presepsi kelompok atau umum
tentang performance sebuah organisasi atau produk, nilai properti,
estetika, dan penggunaan sumber daya yang terbatas. Fokusnya pada nilai
yang terdapat dalam masyarakat dan presepsinya.
5. Resiko keuangan (Financial Risk)
Resiko ini pada umumnya menjadi pertimbangan utama, khususnya bagi
stakeholder seperti para pemilik perusahaan pemegang saham dalam setiap
pengambilan keputusan dan kebijakan organisasi, dimana setiap
pertimbangan akan selalu berkaitan dengan financial dan mengacu pada
tingkat efektifitas dan efesiensi. Ciri dari resiko ini adalah memiliki risiko
yang panjang dan jangka pendek dari kerugian properti, yang terkait
dengan perhitungan asuransi, pengembalian investasi.

3.2.9 Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)

FMEA adalah suatu cara di mana suatu bagian atau suatu proses yang
mungkin gagal memenuhi suatu spesifikasi, menciptakan cacat atau ketidaksesuaian,
dan dampaknya pada pelanggan bila mode kegagalan itu tidak dicegah atau dikoreksi
(Crow, 2002).

FMEA biasanya dilakukan selama tahap konseptual dan tahap awal design
dari sistem dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa semua kemungkinan kegagalan
telah dipertimbangkan dan usaha yang tepat untuk mengatasinya telah dibuat untuk
meminimasi semua kegagalan – kegagalan yang potensial (Lange, 2001).
3.2.9.1 Menentukan Severity, Occurrence, Detection dan RPN

Metode FMEA dapat digunakan untuk mengidentifikasikan cara-cara


kegagalan yang potensial untuk sebuah produk atau proses. Metode RPN kemudian
memerlukan analisa dari tim untuk mengunakan pengalaman masa lalu dan
keputusan engineering untuk memberikan peringkat pada setiap potensial
masalah menurut rating skala berikut :
1. Severity
Severity adalah langkah pertama untuk menganalisa risiko yaitu suatu
penilaian tingkat keparahan dari keseriusan effect yang ditimbulkan dari
bentuk kegagalan (failure mode), menghitung seberapa besar
dampak/intensitas kejadian mempengaruhi output proses, maupun proses-
proses selanjutnya. Dampak tersebut diranking mulai skala 1 sampai 10,
dimana 10 merupakan dampak terburuk yang dapat dilihat pada tabel 3.1.
2. Occurrence
Occurrence adalah suatu penilaian mengenai peluang (probabilitas)
frekuensi penyebab mekanisme kegagalan yang akan terjadi, sehingga
dapat menghasilkan bentuk kegagalan yang memberikan akibat tertentu
selama masa penggunaan produk. Dengan memperkirakan kemungkinan
occurrence pada skala 1 sampai 10 yang dapat dilihat pada tabel 3.2.
3. Detection
Detection adalah pengukuran terhadap kemampuan dari alat atau proses
kontrol dalam mengendalikan atau mengontrol kegagalan yang dapat
terjadi, mendeteksi kesalahan maupun bentuk kegagalan (failure mode)
yang menyebabkan terjadinya kegagalan. Nilai detection diasosiasikan
dengan pengendalian saat ini. Nilai detection, merupakan skala yang
memeringkatkan kemungkinan dari masalah akan di deteksi sebelum
sampai ketangan pengguna akhir atau konsumen. Tabel rating detection
dapat dilihat pada tabel 3.3.
4. Risk Priority Number
RPN merupakan produk matematis dari keseriusan effects (severity),
kemungkinan terjadinya cause akan menimbulkan kegagalan yang
berhubungan dengan effects (occurrence), dan kemampuan untuk
mendeteksi kegagalan sebelum terjadi pada pelanggan (detection). RPN
dapat ditunjukkan dengan persamaan sebagai berikut :

RPN = Severity x Occurance x Detection ...(1)

Angka ini digunakan untuk mengidentifikasikan risiko yang serius,


sebagai petunjuk ke arah tindakan perbaikan.

Tabel 3.1 Rating Severity


Ranking Kriteria Verbal
Neglible severiy, kia tidak perlu memikirkan akibat akan berdampak
1 pada kinerja produk, pengguna akhir tidak akan memperhatikan
kegagalan ini
2 Mid severity, akibat yang ditimbulkan hanya bersifat ringan, pengguna
3 akhir tidak merasakan perubahan kinerja
4
Moderate severity, pengguna akhir akan merasakan akibat penurunan
5
kinerja atau penampilan namun masih berada dalam batasan toleransi.
6
7 High severity, akibat akhir akan merasakan akibat buruk yang tidak
8 dapat diterima berada diluar batas toleransi
9 Potential safety problem, akibat yang ditimbulkan adalah sangat
10 berbahaya dan bertentangan dengan hukum

Tabel 3.2 Rating Occurrence


Probabilitas
Ranking Kriteria Verbal
Kegagalan
1 Tidak mungkin penyebab ini mengakibatkan
1 dalam 1000000
kegagalan
2 1 dalam 200000
Kegagalan akan jarang terjadi
3 1 dalam 4000
4 1 dalam 1000000
5 Kegagalan agak mungkin terjadi 1 dalam 4000
6 1 dalam 80
7 1 dalam 40
Kegagalan akan sangat mungkin terjadi
8 1 dalam 20
9 Hampir dapat dipastikan bahwa kegagalan akan 1 dalam 8
10 mungkin terjadi 1 dalam 2
Tabel 3.3 Rating Detection
Probabilitas
Ranking Kriteria Verbal
Kegagalan
Metode pencegahan atau deteksi sangat efektif. Tidak
1 1 dalam 1000000
ada kesempatan bahwa penyebab akan muncul lagi
2 Kemungkinan bahwa penyebab itu terjad sangat 1 dalam 200000
3 rendah 1 dalam 4000
4 1 dalam 1000000
Kemungkinan penyebab bersifat moderate. Metode
5 1 dalam 4000
deteksi masih memungkinkan penyebab itu terjadi
6 1 dalam 80
7 Kemungkinan bahwa penyebab itu masih tinggi. 1 dalam 40
8 Metode deteksi kurang efektif 1 dalam 20
9 Kemungkinan penyebab itu terjadi sangat tinggi. 1 dalam 8
10 Metode deteksi tidak efektif, penyebab sering terjadi 1 dalam 2

3.2.10 Fishbone diagram

Cause Effect Diagram dikembangkan oleh Kaoru Ishikawa, Ph.D pada tahun
1943 dan sering disebut Diagram Ishikawa. Karena penampakan dari diagram ini,
maka sering disebut juga diagram tulang ikan (fishbone diagram). Diagram ini
pada dasarnya digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menunjukkan
kumpulan dari kelompok sebab akibat yang disebut sebagai faktor serta akibat yang
disebut sebagai karakteristik mutu.

Kegunaan dari diagram sebab akibat ini adalah untuk menemukan faktor-
faktor yang merupakan sebab pada suatu masalah. Atau dengan kata lain, jika suatu
proses stabil, maka diagram akan memberikan petunjuk pada penyebab yang akan
diperiksa untuk perbaikan proses. Prinsip yang dipakai dalam membuat diagram
sebab akibat ini adalah sumbang saran.

3.3 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian berguna untuk menjelaskan mekanisme dalam


pelaksanaan kerja praktek pada PT.MSSP-BA, sehingga mempermudah dalam
melaksanakan penelitian. Flowchart metodologi penelitian pada PT.MSSP-BA dapat
dilihat pada gambar 3.2 :
Gambar 3.2 Flowchart Metodologi Penelitian

46
3.3.1 Studi Lapangan

Studi lapangan dilakukan dengan meninjau langsung ke bagian produksi


PT.MSSP-BA. Bagian produksi merupakan tonggak utama dari sebuah perusahaan.
PT.MSSP-BA terdiri dari 3 (tiga) bagian produksi yang mana disetiap bagian
produksi diperoleh data, seperti mekanisme produksi, bahan baku, dan data mengenai
permasalahan kecelakaan kerja yang diperoleh melalui wawancara dengan
pembimbing KP dan para operator selama proses produksi berlangsung.

3.3.2 Studi Literatur

Studi literatur merupakan landasan atau bahan yang digunakan untuk


menuntun dalam menyelesaikan permasalahan yang dilakukan selama penelitian.
Studi literatur didapatkan dari berbagai sumber mulai dari buku, jurnal, laporan
Tugas Akhir dan Kerja Praktek terdahulu, browsing di internet, dll. Studi literatur
tersebut berisikan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penelitian, yaitu ilmu mengenai
kesehatan & keselamatan kerja, kecelakaan kerja, dan metode FMEA (Failure Mode
and Effect Analysis) yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi
pada penelitian tersebut.

3.3.3 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data


sekunder. Data primer didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung ke
bagian produksi PT.MSSP-BA. Sedangkan data sekunder merupakan data yang
didapatkan dari pengumpulan data historis kecelakaan kerja yang terjadi pada
PT.MSSP-BA tahun 20014-2015, dan data aliran produksi perusahaan.

3.3.4 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan terhadap data-data yang didapatkan selama


melakukan penelitian di PT.MSSP-BA. Pengolahan data dilakukan dengan
melakukan identifikasi terhadap potensi yang menyebabkan terjadinya resiko
kecelakaan kerja, dan dilakukan penilaian terhadap resiko yang telah diidentifikasi

47
tersebut. Perhitungan terhadap nilai resiko dilakukan dengan menggunakan rumus
(1) halaman 45. yaitu dengan menentukan terlebih dahulu nilai severity, occurrence,
dan detection, sehingga nantinya didapatkan nilai resiko terbesar. Selanjutnya
dilakukan analisis faktor penyebab dengan menggunakan fishbone diagram. Setelah
faktor-faktor penyebab tersebut diketahui maka disusun dan dirumuskan alternatif
perbaikan dan pecegahan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja yang terjadi
sehingga kecelakaan kerja yang sama tidak terjadi kembali di masa yang akan
datang.

3.3.5 Analisis

Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, maka tahap selanjutnya


yang dilakukakan adalah tahap analisis. Analisis dilakukan dengan menganalisis
resiko kecelakaan kerja dan upaya perbaikan berdasarkan metode FMEA.

3.3.6 Penutup

Penutup berisikan kesimpulan mengenai pengolahan data yang telah


dilakukan, dan saran yang diberikan pada peneliti selanjutnya agar penelitian
menjadi lebih baik kedepannya.

3.4 Penyelesaian Masalah

Penyelesaian masalah merupakan tahapan yang dilakukan untuk


menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada PT.MSSP-BA mengenai analisis
resiko kecelakaan kerja yang terjadi, dengan melakukan pengumpulan dan
pengolahan data.
3.4.1.1 Aliran Produksi

Diagram aliran produksi merupakan diagram yang menjelaskan urutan-urutan


produksi TBS menjadi CPO di pabrik PKS, dan diagram aliran produksi CPO
menjadi RBDPO, Olein dan Sterin. Diagram Aliran Produksi pada PT.MSSP-BA
dapat dilihat pada gambar 3.3 dan gambar 3.4.

48
Gambar 3.3 Diagram Aliran Produksi TBS menjadi CPO pada PT.MSSP-BA

49
Gambar 3.4 Diagram Alir Produksi CPO menjadi RBDPO, Olein dan Sterin pada
PT.MSSP-BA

50
3.4.1.2 Data Kecelakaan Kerja

Data kecelakaan kerja yang digunakan merupakan data kecelakaan kerja


tahun 2014–2015. Data kecelakaan kerja tersebut dikelompokan berdasarkan
stasiun/bagian kerja yang memiliki angka kecelakaan kerja terbesar atau stasiun kerja
yang rawan terjadinya kecelakaan kerja. Data kecelakaan kerja dan data peralatan
pemicu kecelakaan kerja yang terjadi pada PT.MSSP-BA dapat dilihat pada tabel
3.4, gambar 3.5 dan tabel 3.5.

3.4.2 Pengolahan Data

Pengolahan data merupakan tahapan yang dilakukan setelah data terkumpul.


Tahap pengolahan data dilakukan menggunakan pendekatan FMEA (Failure Mode
and Effect Analysis) untuk mengetahui tingkat resiko kecelakaan kerja yang terjadi
dan memberikan alternatif perbaikan guna mengurangi resiko kecelakaan kerja yang
terjadi pada PT.MSSP-BA. Berikut merupakan langkah-langkah dalam menganalisis
resiko kecelakaan kerja dengan metode FMEA.

3.4.2.1 Identifikasi Potensi Penyebab Resiko Kecelakaan Kerja

Resiko yang ditimbulkan oleh Kecelakaan kerja yang terjadi dapat diketahui
dengan melakukan identifikasi terhadap potensi penyebabnya. Potensi penyebab
resiko kecelakaan kerja yang diidentifikasikan dapat dilihat pada tabel 3.6.

Hasil dari identifikasi potensi penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada unit
kerja PKS serta Refinery dan Fraksinasi disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe
act) yang dilakukan oleh operator itu sendiri. Tindakan tidak aman yang berpotensi
menyebabkan resiko kecelakaan kerja pada bagian produksi yaitu operator tidak
menggunakan alat pelindung diri (APD), yaitu sarung tangan, safety shoes dan
masker.

51
Tabel 3.4 Data Kecelakaan Kerja tahun 2014-2015

Stasiun Tahun
Kerja Total
No Jenis Kecelakaan Total
Rawan 2014 2015 Keseluruhan
Kecelakaan
Luka terkena batu gerinda 2 - 2
Luka terkena besi 3 - 3
Luka terkena percikan api 1 - 1
Pabrik Luka terkena abu panas 1 - 1
1 12
Kelapa Sawit Terjatuh 1 1 2
Luka terkena selang elpiji - 1 1
Terjepit - 1 1
Luka terkena minyak - 1 1
Kernel Luka terkena besi 1 - 1
2 Crushing Terjepit 1 - 1 3
Plant Luka terkena percikan api - 1 1
Tejepit 1 - 1
Luka terkena besi 1 - 1
3 Power Plant 5
Tersengat listrik - 1 1
Terjatuh - 2 2
Refinery dan Luka ersiram air panas - 1 1
4 2
Fraksinasi Luka terkena bahan kimia - 1 1

Gambar 3.5 Data Kecelakaan Kerja

52
Tabel 3.5 Data Peralatan Pemicu Kecelakaan Kerja
NO Peralatan Frekuensi
1 Batu Gerinda 2
2 Conveyor 3
3 Selang Elpiji 2
4 Kabel Panel 2
5 Besi Pengorek Boiler 1

Tabel 3.6 Identifikasi Potensi Penyebab Resiko Kecelakaan Kerja


NO Potensi Penyebab Efek Kegagalan
1 Operator tidak menggunakan sarung tangan Tangan Terluka
Kaki Terluka
2 Operator tidak menggunakan safety shoes
Terjatuh
Gatal-gatal
3 Operator tidak menggunakan masker
Luka Bakar

Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada PT.MSSP-BA


dapat dikatakan baik, sebab telah tersedianya SOP (standard operasional procedur)
yang mampu membantu pekerja menjalankan aktivitasnya dengan baik dan aman,
serta demi keamanan pekerja agar terhindar dari resiko kecelakaan kerja. Namun
masih terdapat pekerja yang tidak mematuhi aturan yang telah dibuat oleh
perusahaan tersebut. Misalnya dalam segi penggunaan alat pelindung diri (APD).
Aktifitas yang dilakukan pada unit kerja PKS serta Refinery dan Fraksinasi
merupakan aktifitas yang memiliki resiko kecelakaan kerja terbesar. Oleh karena itu
penggunaan alat pelindung diri sangat penting guna menjaga operator dari potensi
bahaya yang ada. Sarung tangan, safety shoes serta masker merupakan alat pelindung
diri yang sangat bermanfaat pada unit kerja PKS serta Refinery dan Fraksinasi ini.
Sebab aktivitas produksi yang dilakukan sangat beresiko sehinggan menyebabkan
tangan dan kaki operator terluka serta gatal-gatal yang terjadi pada wajah operator.
Potensi bahaya yang besar tersebut tidak dihiraukan oleh para operator, sebab masih
ada operator yang tidak menggunakan APD. Contohnya pada pengangkatan operator
hanya menggunakan safety shoes, dan pada saat bekerja operator tidak menggunakan
APD apapun.

53
3.4.2.2 Melakukan Penilaian Resiko Dominan (Risk Priority)

Untuk menentukan prioritas dari suatu bentuk kegagalan/kecelakaan, maka


perlu mendefinisikan terlebih dahulu nilai severity, occurrence, detection, yang
nantinya akan memberikan angka/nilai prioritas resikonya (risk priority number).
1. Nilai Severity (S) yang diberikan perusahaan terhadap ketiga potensi
penyebab kecelakaan kerja yaitu operator tidak menggunakan sarung
tangan, operator tidak menggunakan safety shoes dan operator tidak
menggunakan masker adalah 1, karena pihak perusahaan berasumsi
bahwa kecelakaan kerja merupakan permasalahan internal pada
perusahaan sehingga tidak akan memberi pengaruh bagi konsumen
(pengguna produk).
2. Nilai Occurrence (O) yang diasumsikan oleh perusahaan terhadap dua
potensi penyebab tersebut berbeda, yaitu operator tidak menggunakan
sarung tangan diasumsikan bernilai 4, sedangkan operator tidak
menggunakan safety shoes bernilai 6 dan untuk operator yang tidak
menggunakan masker bernilai 2. Nilai asumsi tersebut berbeda karena
pihak perusahaan menilai dari data historis kecelakaan kerja yang ada,
peluang kecelakaan kerja yang berkaitan dengan penggunaan safety shoes
2x lebih besar dibandingkan dengan peluang kecelakaan kerja yang
berkaitan dengan penggunaan sarung tangan dan dengan menggunakan
masker.
3. Nilai Detection (D) yang diasumsikan oleh pihak perusahaan adalah 3,
perusahaan berasumsi nilai ini mewakili metode pencegahan yang telah
ada pada PT.MSSP-BA tersebut, sebab metode pencegahan yang ada
cukup efektif dibuktikan dengan adanya SOP dan poster-poster (protab)
peringatan mengenai kecelakaan kerja, hanya saja masih terjadi
kecelakaan kerja yang pada umumnya disebabkan oleh kelalaian operator
itu sendiri.
Nilai severity, occurrence, detection guna mengetahui nilai resiko dominan
dari kecelakaan kerja yang terjadi dapat dilihat pada tabel 3.7.

54
Tabel 3.7 Nilai Severity, Occurrence, Detection
NO Potensi Penyebab Efek Kegagalan S O D RPN
1 Operator tidak menggunakan
Tangan Terluka 1 4 3 12
sarung tangan
Operator tidak menggunakan Kaki Terluka
2 1 6 3 18
safety shoes Terjatuh
Operator tidak menggunakan Gatal-gatal
3 1 2 3 6
masker Luka Bakar

Perhitungan nilai RPN (Risk Priority Number) terhadap potensi-potensi


penyebab kecelakaan kerja pada bagian pekerjaan PT.MSSP-BA adalah sebagai
berikut:

1. Operator tidak menggunakan sarung tangan


RPN =SxOxD
=1x4x3
= 12
2. Operator tidak menggunakan safety shoes
RPN =SxOxD
=1x6x3
= 18
3. Operator tidak menggunakan safety shoes
RPN =SxOxD
=1x2x3
=6

3.4.2.3 Menentukan Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Penentuan faktor penyebab kecelakaan kerja dilakukan guna mengetahui


faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu kecelakaan kerja. Hal tersebut
dianalisis dengan menggunakan fishbone diagram, dan diagram pareto.

55
1. Fishbone diagram
Fishbone diagram merupakan diagram yang digunakan untuk mengetahui
faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada bagian produksi
di PT.MSSP-BA. Faktor penyebab yang menjadi perhatian dalam
pembuatan fishbone diagram tersebut, yaitu material, metode, manusia,
lingkungan kerja, dan peralatan. Fishbone diagram kecelakaan kerja pada
bagian produksi di PT.MSSP-BA dapat dilihat pada gambar 3.6, gambar
3.7 dan gambar 3.8.

Gambar 3.6 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terluka pada Tangan

Gambar 3.7 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terluka pada Kaki

56
Gambar 3.8 Fishbone Diagram Kecelakaan Kerja Terjatuh

Berdasarkan diagram tulang ikan diatas diketahui bahwa terdapat beberapa


faktor penyebab yang mempengaruhi kecelakaan kerja seperti terluka pada
tangan, dan kaki, serta terjatuh yaitu faktor material, metode, peralatan,
dan, manusia, serta lingkungan kerja.
a. Faktor peralatan
Peralatan yang digunakan di bagian kerja produksi pada PT.MSSP-BA
merupakan peralatan manual, seperti tojok, parang, besi, pelat besi,
kawat dan pisau potong. Peralatan tersebut sering memicu terjadinya
kecelakaan kerja pada operator, seperti tangan dan kaki tergores dan
tertusuk oleh tojok, dan tangan terpotong oleh pisau potong. Oleh
karena itu untuk menghindari hal tersebut, operator diharapkan dapat
menggunakan APD.
PT.MSSP-BA sebenarnya sudah memiliki APD, namun APD tersebut
tidak dapat digunakan oleh semua pekerja karena APD yang tersedia
kurang dari jumlah karyaawan. Oleh karena itu perlu dilakukan
penambahan APD agar para pekerja dapat bekerja dengan aman.
b. Faktor metode
Metode kerja yang salah yang dilakukan oleh operator dan tidak sesuai
dengan SOP yang telah dibuat oleh pihak perusahaan, menyebabkan
operator mengalami kecelakaan kerja. Serta kurangnya pemahaman

57
operator mengenai K3 juga menjadi faktor penyebab operator
melakukan pelanggaran terhadap SOP yang ada. Oleh karena itu,
pengawasan dan sistem kontrol dari pihak PT.MSSP-BA terhadap
aktivitas yang terjadi selama proses produksi sangat diperlukan,
sehingga jika ada pelanggaran yang berkaitan dengan K3, pihak
perusahaan dapat memperingati operator dengan cepat tanpa menunggu
munculnya korban kecelakaan kerja terlebih dahulu.
c. Faktor material
Faktor material merupakan faktor penyebab yang berkaitan dengan
bahan baku TBS. Bahan baku TBS yang memiliki sifat yang berbahaya
sehingga dapat menyebabkan berkurangnya konsentrasi operator
selama bekerja, dan bahan baku TBS yang cukup keras membuat
operator perlu mengeluarkan tenaga yang cukup besar untuk memotong
bahan baku. Sehingga apabila operator melakukan kesalahaan saat
memotong, maka hal itu dapat melukai tangan operator, dan bahan baku
yang berat juga dapat menyebabkan operator teluka karena apabila
bahan baku tersebut terjatuh dan menghimpit kaki operator, maka kaki
operator akan terluka.
d. Faktor manusia
Kecelakaan kerja yang terjadi pada bagian produksi PT.MSSP-BA pada
umumnya disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri. Tindakan tergesa-
gesa yang dilakukan membuat pekerja berpotensi untuk mengalami
kecelakaan kerja. Dalam hal ini pekerja hanya memperhatikan
kecepatan, tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan bagi dirinya.
Tidak mematuhi SOP, tidak menggunakan APD dan tidak mematuhi
aturan juga menjadi faktor penyebab kecelakaan kerja, sebab SOP yang
dibuat perusahaan merupakan prosedur kerja yang membantu pekerja
agar terhindar dari bahaya yang mungkin timbul selama bekerja, serta
penggunaan APD juga melindungi pekerja dari kecelakaan kerja.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja termasuk salah satu hal yang dapat menyebabkan
kecelakaan kerja, misalnya lantai produksi yang licin dapat membuat
operator terjatuh/tergelincir. Oleh karena itu, penggunaan alat

58
pelindung diri seperti safety shoes sangat diperlukan dalam hal ini, agar
operator tidak tergelincir.

3.4.2.4 Memberikan Alternatif Perbaikan

Alternatif perbaikan yang dapat diberikan guna meminimal angka resiko


kecelakaan kerja dan membuat angka kecelakaan kerja pada bagian produksi
berkurang adalah sebagai berikut.
1. Enggineering control
Enggineering control merupakan tindakan perbaikan yang dilakukan
dengan memperbaiki mesin atau peralatan kerja yang memicu terjadinya
kecelakaan kerja. Dilakukan dengan langkah berikut :
a. Meminimasi kecelakaan kerja dengan menyeimbangkan kapasitas
peralatan
b. Mengganti peralatan yang memiliki resiko kecelakaan kerja terbesar
2. Administrative control
Administrative control adalah tindakan perbaikan dengan melakukan
perbaikan terhadap sistem manajemennya. Berikut merupakan langkah
yang dapat dilakukan :
a. Mengefisienkan penggunaan alat pelindung diri dan mewajibkan
pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri (APD).
b. Memberikan pelatihan dan informasi yang lebih mendalam mengenai
K3. Informasi yang diberikan dapat berupa penyuluhan mengenai K3
secara periodik dan melakukan penempatan label tanda peringatan di
tempat yang memiliki resiko kecelakaan kerja.
c. Melakukan pengawasan yang lebih ketat mengenai penerapan K3 di
perusahaan dengan memberikan sangsi bagi para pekerja yang
melanggar atau tidak menerapkan peraturan tersebut.

59
3.5 Analisis

Analisis merupakan tahapan yang dilakukan setelah melakukan pengolahan


data. Analisis dilakukan terhadap hasil pengolahan data dengan pendekatan FMEA
(Failure Mode And Effect Analysis).

3.5.1 Analisis Resiko Kecelakaan Kerja dan Upaya Perbaikan dengan


Pendekatan FMEA

Penilaian resiko dominan (risk priority) dilakukan untuk mengetahui resiko


terbesar dari potensi-potensi resiko kecelakaan kerja yang terdapat pada PT.MSSP-
BA. Berdasarkan pengolahan yang dilakukan pada tahap sebelumnya diperoleh
bahwa potensi penyebab dari operator tidak menggunakan sarung tangan memiliki
nilai resiko sebesar 12, nilai resiko untuk potensi penyebab operator tidak
menggunakan safety shoes adalah sebesar 18, dan nilai resiko untuk potensi
penyebab operator tidak menggunakan masker sebesar 6. Nilai dari ketiga potensi
penyebab kecelakaan kerja tersebut melewati batas toleransi yang ditetapkan oleh
pihak perusahaan, yaitu besarnya tingkat resiko pada bagian kerja produksi tersebut
adalah 2.
Kedua potensi penyebab kecelakaan kerja tersebut menjadi perhatian utama
dalam melakukan upaya perbaikan untuk mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi
kedepannya adalah tindakan operator tidak menggunakan safety shoes, sebab potensi
ini memiliki nilai resiko terbesar (risk priority number).
Upaya-upaya perbaikan yang diberikan agar kecelakaan kerja dari potensi
tersebut dapat diminimalkan.

3.5.1.1 Engineering control

Engineering control dilakukan dengan memperbaiki peralatan-peralatan yang


digunakan pada proses produksi, seperti pelat besi, sebab pelat besi merupakan
peralatan terbesar yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini terjadi
karena bagian runcing yang terdapat pada ujung pelat besi serta pelat besi yang ada
memiliki bobot yang cukup berat. Oleh karena itu perlu dilakukan penukaran
peralatan yang dengan peralatan yang lebih aman, misalnya pelat besi ditukar dengan

60
peralatan pengangkat beban lainnya yang dirasa lebih aman, dan resiko
kecelakaannya lebih kecil.

3.5.1.2 Administrative control


Administrative control dilakukan dengan berbagai langkah perbaikan berikut :
a. Alat pelindung diri pada PT.MSSP-BA sudah tersedia namun kurang
memadai dan belum digunakan secara efisien, sehingga kecelakaan kerja
yang ditimbulkan karena operator tidak menggunakan alat pelindung diri
masih terjadi. Oleh karena itu, manajer perusahaan perlu mengefisienkan
penggunaan alat pelindung diri dan mewajibkan pekerjanya untuk
menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal ini dilakukan agar pekerja
dapat terhindar dari kecelakaan kerja, sebab alat pelindung diri mampu
menjaga pekerja dari potensi-potensi yang mampu memicu terjadinya
kecelakaan kerja.
b. Informasi dan pelatihan mengenai K3 pada PT.MSSP-BA sudah
dijalankan, dibuktikan dengan adanya pelatihan mengenai K3 dan poster-
poster tentang K3 disekitar lokasi perusahaan, hanya saja pelatihan dan
informasi tersebut belum efisien sebab pelatihan hanya dilakukan sekali
saja yaitu pada saat pekerja baru bekerja di perusahaan tersebut, dan
penempatan poster yang tidak terlalu tepat yaitu poster tidak di letakan di
bagian kerja yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang besar. Oleh
karena itu sebaiknya perusahaan memberikan pelatihan dan informasi yang
lebih mendalam mengenai K3 agar pekerja lebih berhati-hati dan lebih
mengutamakan keselamatannya dalam bekerja. Sehingga membuat pekerja
mengurangi tindakan-tindakan tidak aman yang dilakukannya selama
bekerja. Informasi yang diberikan dapat berupa penyuluhan mengenai K3
secara periodik dan melakukan penempatan label tanda peringatan di
tempat yang memiliki resiko kecelakaan kerja.
c. PT.MSSP-BA merupakan perusahaan yang peduli terhadap kesehatan dan
keselamatan kerja para pekerja nya dibuktikan dengan adanya kerja sama
yang dilakukan perusahaan dengan JAMSOSTEK, hal ini dilakukan guna
memberikan jaminan bagi pekerjanya, dan adanya standar operasional
prosedur (SOP) yang diberikan perusahaan. Sehingga penerapan K3 oleh
perusahaan ini dapat dikatakan baik. Namun, apabila penerapaan hanya

61
dilakukan oleh pihak perusahaan saja, tanpa tindakan aman yang dilakukan
para pekerja, tentu resiko kecelakaan kerja tetap dapat terjadi. Serta
pengawasan terhadap penerapan K3 yang kurang dari pihak perusahaan
juga dapat menjadi pemicunya. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya
melakukan pengawasan yang lebih ketat mengenai penerapan K3 di
perusahaan dengan memberikan sangsi bagi para pekerja yang melanggar
atau tidak menerapkan peraturan tersebut. Sehingga pekerja menjadi lebih
taat dengan peraturan yang telah ada. Serta diberikannya peralatan
penunjang penerapan K3 pada perusahaan seperti kamera CCTV yang
digunakan untuk mengawasi para pekerja, dan adanya sensor dan sirine
yang mampu memberi tahu pihak perusahaan mengenai kecelakaan kerja
yang terjadi, dan pelanggaran K3 yang dilakukan pekerja selama proses
produksi berlangsung.

3.6 Penutup

Penutup berisikan kesimpulan dan saran dari pembuatan laporan kerja


praktek yang telah dilakukan pada PT.MSSP-BA.

3.6.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diberikan pada laporan kerja praktek


mengenai Analisis Resiko Kecelakaan Kerja di Bagian Produksi pada PT.MSSP-BA
dengan Pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) :
1. Potensi penyebab resiko kecelakaan kerja tertinggi yaitu operator tidak
menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan safety shoes.
2. Nilai risk priority terbesar adalah operator tidak menggunakan safety shoes
sebesar 18.
3. Faktor penyebab terbesar yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja
pada bagian produksi adalah faktor manusia dan peralatan pemicu
kecelakaan kerja terbesar adalah plat besi pada conveyor.
4. Alternatif perbaikan yang dapat diberikan untuk mengurangi kecelakaan
kerja terulang kembali adalah dengan Enggineering control dan

62
Administrative control. Enggineering control dilakukan dengan
menyeimbangkan kapasitas peralatan dan mengganti peralatan yang
memiliki resiko kecelakaan kerja terbesar. Sedangkan administrative
control dilakukan dengan mengefisienkan penggunaan alat pelindung diri
dan mewajibkan pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri (APD),
dan memberikan pelatihan dan informasi yang lebih mendalam mengenai
K3, serta melakukan pengawasan yang lebih ketat mengenai penerapan K3
di perusahaan dengan memberikan sangsi bagi para pekerja yang
melanggar atau tidak menerapkan peraturan tersebut.

3.6.2 Saran

Berikut merupakan saran yang diberikan agar penelitian selanjutnya menjadi


lebih baik :
1. Sebaiknya data kecelakaan kerja yang digunakan lebih dari 3 (tiga) tahun
sehingga keakuratan data mengenai daerah dengan kecelakaan kerja
terbesar menjadi lebih akurat.
2. Sebaiknya tools yang digunakan untuk analisis faktor penyebab
kecelakaan kerja tidak hanya fishbone diagram melainkan juga dengan
menggunakan diagram pareto.
3. Sebaiknya perusahaan memperbanyak alat pelinfung diri seperti
safety shoes, sarung tangan, masker dan lain-lain.

63
DAFTAR PUSTAKA

Brauer, R.M. (1990). Safety and Health for Engineers. New York : Van Nostrand
Reinhold.

Diktat Keselamatan Kerja (1994). Bandung : Institut Teknologi Bandung.

Heinrich, B.S. (1959). Industrial Accident Prevention a Scientific Approach. New


York : Mc. Graw Hill.

International Labor Organization (ILO). Guidelines on Occupational Health and


Safety Management System. ILO-OHS 2001. Geneva, Switzerland

Kenneth crow. 2002. Introduction to Value Analysis. DRM Associates

Kolluru, Rao V et all. 1996. Risk Assesment and Management Handbook For
Enviromental Health and Safety Profesional. Newyork : Mc Graw Hill

Lange, Kevin A(2001). Potensial Failure Mode and Effect Analysis. Reference
Manual, General Motor Corporation.

Moenir, A.S. (1979). Pendekatan Manusia dan Organisasi Terhadap Pembinaan


Kepegawaian. Jakarta : Gunung Agung.

Ramli, Soehatman. 2010. Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3


OHS Risk Management. Jakarta : Dian Karya

Siswowardojo, Widodo. 2003. Norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja Karyawan.


Edisi 1. Yogyakarta

Suma’mur, P.K. (1987). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta :


CV. Haji Masagung

Suma’mur. 1981. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: CV.


Haji Masagung
LOGBOOK KERJA PRAKTEK
DI PT. MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION
FIRST RESOURCES GROUP RIAU

AZWAN ARIEF PUTRA


No.BP. 1310931050

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS


TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Logbook Kerja Praktek ini.
Penyusunan Logbook Kerja Praktek ini tidak akan terselesaikan tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini izinkan penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Bapak Dicky Fatrias, Dr. Eng selaku dosen pembimbing Kerja Praktek
yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam pembuatan
Logbook Kerja Praktek ini.
2. Bapak Sadjan Silalahi selaku kepala tata usaha PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Group atas bimbingan dan informasi yang telah
diberikan dalam penulisan Logbook ini.
3. Bapak Marwan Syarif selaku pembimbing lapangan Kerja Praktek di
perusahaan PT. Meridan Sejati Surya Plantation First Resources Group
4. Bapak Muhammad Ridwan selaku pembimbing Kerja Praktek di bagian
refinery and fractination yang telah memberikan bantuan dan bimbingan
dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.
5. Bapak Ridwan Suta Mentari selaku pembimbing Kerja Praktek di bagian
pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah memberikan bantuan dan bimbingan
dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.
6. Bapak Samsul Bachri selaku pembimbing Kerja Praktek di Bagian
Laboratorium.
7. Karyawan dan karyawati PT. Meridan Sejati Surya Plantation First
Resources Group yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung
dalam penelitian ini.
8. Orangtua penulis yang tak henti-hentinya memberi do’a, motivasi serta
dukungan dalam penyelesaian Logbook ini.
9. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu penulis dalam penyelesaian Logbook Kerja Praktek ini.

Akhir kata, harapan penulis semoga Logbook Kerja Praktek ini dapat
memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.

Padang, Mei 2016

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi
1. Rekapitulasi Kegiatan Kerja Praktek di PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Group
2. Rincian Uraian Kegiatan Kerja Praktek di PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Group
3. Capaian Keluaran (Outcomes) Kegiatan Kerja Praktek di PT. Meridan Sejati
Surya Plantation First Resources Group
3.1 Bagi Perusahaan
3.2 Bagi Mahasiswa
Lampiran
1. REKAPITULASI KEGIATAN KERJA PRAKTEK DI PT.
MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION FIRST
RESOURCES GROUP
Lokasi Dokumen
No. Hari/Tanggal Judul Kegiatan/Aktifitas
Kegiatan Pendukung
1 Senin/ Kantor Tata Pelaporan Awal Kerja Foto-foto
21-12- 2015 Usaha dan Praktek, Penetapan Kerja kegiatan
Praktek di Bagian Refinery kunjungan
Bagian Refinery
dan Peninjauan Lokasi
Kerja Praktek.
2 Selasa/ Bagian Refinery Pemberian materi tentang -
22-12- 2015 dan Fractinatiom dan peninjauan lokasi pabrik
PT. MERIDAN
SEJATI SURYA
PLANTATION
3 Rabu/ Bagian Refinery Diskusi, peninjauan lokasi
23-12- 2015 dan Fractinatiom pabrik dan pembuatan
PT. MERIDAN logbook kerja praktek.
SEJATI SURYA
PLANTATION
4 Senin/ Bagian Refinery Pemberian materi,
28-12- 2015 dan Fractinatiom peninjauan lokasi pabrik
PT. MERIDAN serta peninjauan mesin-
SEJATI SURYA mesin yang digunakan.
PLANTATION
5 Selasa/ Bagian Refinery Pemberian materi, -
29-12- 2015 dan Fractinatiom peninjauan lokasi pabrik
PT. MERIDAN
serta peninjauan mesin-
SEJATI SURYA
PLANTATION mesin yang digunakan.
6 Rabu/ Bagian Refinery Pemberian materi, Foto-foto
30-12- 2015 dan Fractinatiom peninjauan lokasi pabrik dan kegiatan
serta pelabuhan peninjauan lokasi kunjungan ke
ekspor milik PT. pelabuhan. lokasi
MERIDAN Pelabuhan
SEJATI SURYA
PLANTATION
7 Kamis/ Bagian Refinery Diskusi, tanya jawab dan
31-12- 2015 dan Fractinatiom pembuatan logbook kerja
PT. MERIDAN praktek.
SEJATI SURYA
PLANTATION
8 Senin/ Pabrik Kelapa Bertemu dengan Bapak -
04-01- 2016 Sawit (PKS) PT. Ridwan selaku manajer di
Meridan Sejati pabrik PKS, Pemberian
Surya Plantation pengarahan oleh Bapak
First Resources Ridwan dan Mengamati
Grup operator bekerja dalam
memilih Tandan Buah Segar
(TBS)
9 Selasa/ Pabrik Kelapa Bertemu dengan Bapak
05-01- 2016 Sawit (PKS) PT. Hifdzi selaku asisten
Meridan Sejati produksi pada Pabrik PKS
Surya Plantation dan Penjelasan dari Bapak
First Resources Hifdzi mengenai alur proses
Grup produksi dari awal sampai
akhir
10 Rabu/ Pabrik Kelapa Mengamati proses produksi
06-01- 2016 Sawit (PKS) PT. secara langsung dari awal
Meridan Sejati proses produski sampai
Surya Plantation dengan akhir proses
First Resources produksi dan Mengamati
Grup proses kernel yang diolah
oleh mesin kernel
11 Kamis/ Pabrik Kelapa Mengamati seluruh mesin Foto-foto
07-01- 2016 Sawit (PKS) PT. yang terdapat di Pabrik dokumentasi
Meridan Sejati PKS, Melakukan kegiatan mesin yang
Surya Plantation dokumentasi pada pabrik terdapat di
First Resources PKS dan pembuatan laporan pabrik PKS.
Grup kerja praktek
12 Jumat/ Pabrik Kelapa Berdiskusi dengan asisten
08-01- 2016 Sawit (PKS) PT. produksi mengenai
Meridan Sejati permasalahan yang terjadi di
Surya Plantation pabrik PKS dan Melihat
First Resources proses limbah yang
Grup dikeluarkan oleh pabrik
PKS
13 Senin/ Central Labor Bertemu dengan Bapak -
11-01- 2016 PT. Meridan Syamsul yang menjabat
Sejati Surya sebagai kepala dari central
Plantation First labor dan Belajar
Resources Grup menggunakan alat-alat yang
terdapat di central labor dan
mempraktikkan cara
mengukur warna minyak
yaitu RBDPO dan BPO
dengan menggunakan alat
14 Selasa/ Central Labor Berdiskusi dengan
12-01- 2016 PT. Meridan karyawan mengenai cara
Sejati Surya menghitung parameter yang
Plantation First ada di logsheet refinery.
Resources Grup Dan Mengamati karyawan
dalam membuat larutan
NaOH
15 Rabu/ Central Labor Mengamati operator dalam
13-01- 2016 PT. Meridan menggunakan alat-alat
Sejati Surya percobaan di labor Dan
Plantation First Membuat logbook dan
Resources Grup laporan
16 Kamis/ Central Office Berdiskusi dengan
14-01- 2016 PT. Meridan karyawan kantor mengenai
Sejati Surya sejarah perusahaan dan
Plantation First Membuat logbook serta
Resources Grup laporan
17 Jumat/ Departemen Berdiskusi dengan bapak -
15-01- 2015 refinery and ridwan dan Berdiskusi
fractination, dengan karyawan
central labor PT. laboratorium.
Meridan Sejati
Surya Plantation
First Resources
Grup
18 Senin/ Refinery and Berdiskusi dengan Bapak -
18-01- 2015 Fractination Ridwan dan mengambil data
Plant dan
Central Office
PT. Meridan
Sejati Surya
Plantation First
Resources Grup
19 Selasa/ Central Office Berdiskusi dengan Bapak -
19-01- 2015 PT. Meridan Marwan mengenai
Sejati Surya permaslahan K3 yang terjadi
Plantation First di pabrik
Resources Grup
20 Rabu/ Central Office Menyerahkan laporan kerja -
20-01- 2015 PT. Meridan praktek untuk perusahaan
Sejati Surya
Plantation First
Resources Grup
21 Kamis/ Central Office Berpamitan dengan pihak -
21-01- 2015 PT. Meridan perusahaan
Sejati Surya
Plantation First
Resources Grup
Dumai, Januari
2016
Menyetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja
Praktek

Marwan Syarif, S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No. BP 1310931050
2. RINCIAN URAIAN KEGIATAN KERJA PRAKTEK DI PT.
MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION FIRST
RESOURCES GROUP
1. Hari/Tanggal : Senin / 21 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Kantor Tata Usaha dan Bagian Refinery
Judul Kegiatan/Aktifitas : Pelaporan Awal Kerja Praktek, Penetapan Kerja
Praktek di Bagian Refinery dan Peninjauan Lokasi
Kerja Praktek.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari pertama kerja praktek dimulai dengan pelaporan
awal kepada kepala tata usaha yaitu bapak Sadjan
Silalahi mengenai masalah kelengkapan dokumen
kerja praktek. Selanjutnya pak Sadjan menempatkan
saya untuk kerja praktek di bagian refinery dan
fractination. Selanjutnya saya dserahkan ke
pembimbing di bagian refinery dan fractination yaitu
bapak Muhammad Ridwan. Selanjutnya saya diberikan
pengarahan mengenai proses produksi yang ada di
bagian refinery dan fractination. Kemudian istrirahat
makan siang dan sholat zuhur.
Setelah makan siang saya diberikan waktu untuk
meninjau lokasi pengolahan serta mendapatkan
penjelasan dari operator yang ada mengenai mesin-
mesin yang digunakan dalam memproses Cruide Palm
Oil (CPO). sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran
1 (Foto-foto aktifitas peninjauan).
Dumai, 21 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
2. Hari/Tanggal : Selasa / 22 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom PT. MERIDAN
SEJATI SURYA PLANTATION
Judul Kegiatan/Aktifitas : Pemberian materi dan peninjauan lokasi pabrik
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kedua kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya bapak Ridwan
menjelaskan mengenai proses produksi pengolahn
cruide palm oil (CPO) menjadi refine bleached
deodorized palm oil (RBDPO). Pada kesempatan ini
bapak Ridwan menjelaskan mengenai awal mula CPO
diolah menjadi produk RBDPO yang nantinya akan
menghasilkan minyak makan. Dalam kesempatan ini
juga bapak Ridwan juga menjelaskan mengenai
flowchart pengolahan CPO menjadi RBDPO.
Flowchart pengolahan CPO menjadi RBDPO bisa
dilihat pada laporan bagian proses produksi.
Selanjutnya istirahat makan siang dan aholat zuhur.
Selepas istirahat makan siang dan sholat zuhur, saya
diberikan waktu untuk melihat mesin-mesin produksi
dalam pengolahan CPO menjadi RBDPO. Adapun
foto-foto peninjauan dapat dilihat pada Lampiran 1
(foto-foto kegiatan peninjauan).
Dumai, 22 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
3. Hari/Tanggal : Rabu / 23 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom PT. MERIDAN
SEJATI SURYA PLANTATION
Judul Kegiatan/Aktifitas : Diskusi, peninjauan lokasi pabrik dan pembuatan
logbook kerja praktek.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari ketiga kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya saya melaksanakan
diskusi dengan bapak Ridwan mengenai proses
produksi pengolahn cruide palm oil (CPO) menjadi
refine bleached deodorized palm oil (RBDPO) di
bagian refinery dan fraksinasi. Pada kesempatan ini
juga bapak Ridwan menjelaskan mengenai apa saja
masalah-masalah yang ada pada bagia refinery dan
fraksinasi. Pada kesempatan kali ini juga saya mulai
berdiskusi mengenai apa saja yang bisa menjadi judul
kerja praktek. Selanjutnya saya diberikan waktu untuk
melihat-lihat keadaan pabrik serta diberi kesempatan
melaksanakan sholat zuhur dan makan siang.
Selepas istirahat makan siang dan sholat zuhur, saya
melanjutkan pembuatan logbook kerja praktek yang
telah saya laksanakan selama 3 hari pelaksanaan kerja
praktek. Setelah selesai membuat logbook kerja
praktek, saya diizinkan pulang ke rumah.

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
Dumai, 23 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
4. Hari/Tanggal : Senin / 28 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom serta kantor PT.
MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION.
Judul Kegiatan/Aktifitas : Pemberian materi, peninjauan lokasi pabrik serta
peninjauan mesin-mesin yang digunakan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keempat kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya saya berdiskusi
mengenai perusahaan serta menceritakan gambaran
umum pabrik refinery dan fraksinasi. Kemudian saya
menemui bapak Marwan di kantor dalam hal meminta
keterangan lebih lanjut mengeani gambaran umum
perusahaan yang meliputi sejarah perusahaan, struktur
organisasi dan ruang lingkup bisnis serta hal-hal lain
yang berkaitan dengan gambaran umum perusahaan.
Bagian gambaran umum perusahaan terdapat pada
Bab II mengenai gambaran umum perusahaan.
Selanjutnya saya diberi waktu istirahat sholat zuhur
dan makan siang.
Selepas istirahat sholat zuhur dan makan saya
diberikan waktu untuk melihat-lihat pabrik seperti
mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Selanjutnya saya melakukan kegiatan sosialisasi
dengan karyawan pabrik mengenai proses produksi.
Dumai, 28 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek
5. Hari/Tanggal : Selasa / 29 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom PT. MERIDAN
SEJATI SURYA PLANTATION.
Judul Kegiatan/Aktifitas : Pemberian materi, peninjauan lokasi pabrik serta
peninjauan mesin-mesin yang digunakan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kelima kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya saya berdiskusi
mengenai proses produksi yang ada di bagian
fraksinasi. Kemudian saya dijelaskan mengenai proses
lanjutan RBDPO yang dihasilkan dari bagian refinery
yang kemudian dilanjutkan di bagian fraksinasi.
Kemudian saya dibimbing dengan bang Tantri
operator fraksinasi untuk melihat proses produksi serta
mesin-mesin yang digunakan pada proses fraksinasi.
Foto-foto peninjauan lokasi pabrik bisa dilihat pada
lampiran 1 (foto-foto aktifitas peninjauan). Serta
flowchart proses fraksinasi dapat diihat pada Bab II
(gambaran umum perusahaan) Selanjutnya saya
diberikan waktu untuk sholat zuhur dan makan siang.
Selepas istirahat sholat zuhur dan makan siang saya
melanjutkan kegiatan peninjuan lokasi pabrik terutama
di bagian fraksinasi. Setelah beberapa lama melakukan
peninjauan saya pun diziinkan pulang ke rumah.
Dumai, 29 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek
6. Hari/Tanggal : Rabu / 30 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom serta pelabuhan
ekspor milik PT. MERIDAN SEJATI SURYA
PLANTATION.
Judul Kegiatan/Aktifitas : Pemberian materi, peninjauan lokasi pabrik dan
peninjauan lokasi pelabuhan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keenam kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya saya berdiskusi
mengenai proses pengiriman minyak ke luar negeri
melalui pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh
perusahaan. Kemudian saya diajak sama bapak
Marwan untuk melihat pelabuhan ekspor yang ada di
perusahaan tersebut. Selama di pelabuhan juga saya
diberikan waktu untuk berfoto-foto di sekitaran
pelabuhan. Aktifitas peninjauan lokasi dapat dilihat
pada Lampiran 1 (foto-foto aktifitas peninjauan).
Setelah beberapa lama saya pun diberikan waktu
istirahat sholat zuhur dan makan siang.
Selepas istirahat sholat zuhur dan makan siang, saya
diberikan waktu untuk melihat-lihat lokasi pabrik yaitu
pada tempat proses bongkar-muat CPO yang
didatangkan dari perusahaan lain ke dalam tangki
penyimpanan sementara yang ada di perusahaan.
Dumai, 30 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek
7. Hari/Tanggal : Kamis / 31 Desember 2015
Lokasi Kegiatan : Bagian Refinery dan Fractinatiom PT. MERIDAN
SEJATI SURYA PLANTATION.
Judul Kegiatan/Aktifitas : Diskusi, tanya jawab dan pembuatan logbook kerja
praktek.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari ketujuh kerja praktek dimulai dengan menemui
bapak Muhammad Ridwan di kantor bagian Refinery
dan Fractinatiom. Selanjutnya saya berdiskusi
permasalahan yang terjadi di bagian refinery dan
fractination yang kemungkinan bisa dijadikan judul
laporan. Pak Ridwan juga menjelaskan mengenai
sistem pemeliharaan mesin yang ada di bagian refinery
dan fractination ini. Setelah itu, saya diberikan waktu
untuk meninjau lokasi pabrik. Aktifitas peninjauan
lokasi dapat dilihat pada Lampiran 1 mengenai foto-
foto aktifitas peninjauan. Setelah beberapa lama saya
pun kembali ke kantor dan diberikan waktu istirahat
sholat zuhur dan makan siang.
Selepas istirahat sholat zuhur dan makan siang, saya
diberikan waktu untuk membuat logbook kerja praktek
yang telah saya jalani selama tujuh hari di bagian
refinery dan fractination Setelah beberapa lama, saya
pun diizinkan pulang ke rumah.
Dumai, 31 Desember 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
8. Hari/Tanggal : Senin / 4 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Bertemu dengan Bapak Ridwan selaku manajer di
pabrik PKS, Pemberian pengarahan oleh Bapak
Ridwan dan Mengamati operator bekerja dalam
memilih Tandan Buah Segar (TBS).
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kedelapan Kerja Praktek, saya dipindahkan oleh
perusahaan ke departemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
dan bertemu dengan Bapak Ridwan selaku Manajer
PKS. Setelah bertemu dengan Bapak Ridwan saya
diberikan arahan selama saya KP di PKS. Pada hari ini
Saya langsung diajak oleh karywan PKS untuk melihat
stasiun sortasi, dimana pada stasiun ini Saya diajarkan
bagaimana menentukan TBS yang busuk, kurang,
matang, dan terlalu matang. Selama 3 Jam saya berada
pada stasiun sortasi dan mengamai operator dalam
memilih TBS yang akan digunakan dalam proses
produksi. Setelah selesai operator dalam memilih TBS
yang baik, saya diperlihatkan oleh pembimbing
bagaiamana TBS tersebut dikirim melalui konveyor ke
stasiun perebusan. Setelah 5 jam saya mengamati
bagaimana proses sortasi yaitu suatu proses awal
dalam melakukan proses produksi kelapa sawit
menjadi CPO, saya diizinkan pulang oleh pembimbing
KP sekitar pukul jam 14.30 WIB.
Dumai, 4 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
9. Hari/Tanggal : Selasa/ 05 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Bertemu dengan Bapak Hifdzi selaku asisten produksi
pada Pabrik PKS dan Penjelasan dari Bapak Hifdzi
mengenai alur proses produksi dari awal sampai akhir.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari ini kesembilan saya menuju pabrik PKS, dan
disana saya telah ditunggu oleh Bapak Hifdzi yang
menjabat sebagai asisten produksi pada pabrik PKS.
Hari ini saya dibimbing oleh Bapak Hifdzi untuk
melihat mesin-mesin yang terdapat pada pabrik PKS
dan pembimbing menjelaskan alur produksi TBS
hingga menjadi CPO. Pada hari ini saya dan
pembimbing berkeliling Pabrik untuk melihat isi
pabrik baik itu mesin-mesin, konveyor, dan operator
yang bekerja pada masing-masing stasiun. Bapak
Hifdzi juga menjelasakan stasiun-stasiun yang bekerja
pada pabrik PKS ini. Setelah istirahat bapak Hifdzi
menunggu saya di kantor PKS, saya disini hanya
bercerita-cerita mengenai masalah-masalah yang
umum terjadi pada pabrik PKS seperti kebocoran pipa
dan putusnya rantai pada conveyor sehingga proses
produksi dihentikan. Setelah 1 jam saya bercerita, saya
pun diizinkan pulang pada jam 15.00.
Dumai, 5 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
10. Hari/Tanggal : Rabu / 6 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Mengamati proses produksi secara langsung dari awal
proses produski sampai dengan akhir proses produksi
dan Mengamati proses kernel yang diolah oleh mesin
kernel.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kesepuluh pelaksanaan Kerja Praktek saya
bertemu dengan bapak suparman selaku kepala pabrik
PKS. Pada kesempatan ini bapak suparman
menjelaskan proses yang terjadi dari awal proses
sampai akhir proses sehingga menghasilkan 3 produk
yaitu CPO, fiber, dan nut. Bapak suparman langsung
membuat flowchart untuk diajarkan ke saya alur
proses produksinya. Setelah saya sudah mengerti
mengenai alur proses yang terjadi pada pabrik PKS,
saya diajak oleh Bapak untuk melihat proses produksi
secara langsung, yaitu pada saat buah dimasukkan ke
stasiun perebusan, hingga sampai buah menjadi
minyak distasiun terakhir yaitu stasiun klarifikasi.
Pada kesempatan ini saya juga mengamati proses
kernel yang diolah oleh mesin kernel. Mesin ini
bekerja untuk mengurangi kadar air yang terdapat
pada nat dan juga mengurai fiber yang telah dilakukan
proses pada mesin press.
Dumai, 6 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
11. Hari/Tanggal : Kamis / 7 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Mengamati seluruh mesin yang terdapat di Pabrik
PKS, Melakukan kegiatan dokumentasi pada pabrik
PKS dan pembuatan laporan kerja praktek.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kesebelas pelaksanaan Kerja Praktek saya
memohon izin kepada bapak Suparman untuk
melakukan kegiatan dokumensi pada pabrik PKS,
sambil mengamati mesin-mesin yang berhubungan
dalam proses produksi serta mengamati conveyor
besar yang terdapat pada pabrik PKS. Mesin yang
penting seperti mesin press dan perebusan yang saya
amati bagaiman proses kerjanya serta bertanya kepada
operator apa komponen yang terdapat didalam mesin
press dan tabung perebusan dari tandan kelapa sawit.
Setelah melakukan pengamatan dan kegiatan
dokumentasi, saya diberikan waktu istirahat sholat dan
makan.
Setelah selesai sholat dan makan, saya mulai membuat
laporan kerja praktek bab 1 dan bab 2 saya di pabrik
PKS. Setelah selesai membuat laporan kerja praktek
saya diizinkan pulang.
Dumai, 7 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
12. Hari/Tanggal : Jumat / 8 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Meridan Sejati Surya
Plantation First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan asisten produksi mengenai
permasalahan yang terjadi di pabrik PKS dan Melihat
proses limbah yang dikeluarkan oleh pabrik PKS.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kedua belas pelaksanaan Kerja Praktek saya
menemui bapak Suparman yang sudah duduk
diruangannya. Selanjutnya saya berdiskusi dengan
menanyakan kepada bapak Suparman mengenai
permasalahan apa saja yang sering terjadi pada pabrik
PKS. Bapak Suparman menjelaskan dikarenakan
pabrik PKS dipenuhi oleh mesin-mesin dan konveyor,
permasalahan yang sering terjadi yaitu sering putusnya
rantai pada conveyor yang berguna untuk membawa
tandan sawit ke stasiun-stasiun produksi, sehingga
apabila terjadi kerusakan pada rantai conveyor maka
akan sangat menganggu proses produksi dipabrik
PKS. Setelah penjelasan mengenai permasalahan yang
sering terjadi dipabrik PKS, saya meminta izin untuk
melihat proses pembuangan limbah pabrik. Pada hari
ini saya melaksanakan kerja praktek hanyak sampai
pukul 11.30, ini dikarenakan pembimbing saya akan
pergi ke Pekanbaru untuk melaksanakan kegiatan
rapat.
Dumai, 8 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
13. Hari/Tanggal : Senin / 11 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Labor PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Bertemu dengan Bapak Syamsul yang menjabat
sebagai kepala dari central labor dan Belajar
menggunakan alat-alat yang terdapat di central labor
dan mempraktikkan cara mengukur warna minyak
yaitu RBDPO dan BPO dengan menggunakan alat.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari ketiga belas pelaksanaan Kerja Praktek ini, saya
dipindahkan oleh pihak kantor ke central labor. Pada
hari ini saya bertemu dengan Bapak Syamsul selaku
kepala labor, setelah beberapa lama bapak syamsul
menunjuk salah seorang karyawan untuk membimbing
saya di labor ini yaitu Bapak Afrizal selaku mandor
pada labor ini. Pada hari ini bapak Afrizal memberikan
logseet mengenai sampel yang akan dicek pada plant
refinery and faksinasi. Pada hari ini saya hanya
diajarkan mengenai pengecekan warna dan asama
(FFA) pada plan refinery, karena pada labor ini sangat
banyak kegiatan aktivitas yang dilakukan yaitu
pengecekan terhadap seluruh produk yang dihasilkan
oleh plant yang terdapat pada perusahaan ini
Dumai,11 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
14. Hari/Tanggal : Selasa / 12 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Labor PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan karyawan mengenai cara
menghitung parameter yang ada di logsheet refinery.
Dan Mengamati karyawan dalam membuat larutan
NaOH.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keempat belas pelaksanaan Kerja Praktek ini,
saya sudah ditunggu oleh Bapak Afrizal selaku
mandor yang akan menerangkan kepada saya
mengenai aktifitas yang dilakukan di central labor.
Pada hari ini saya memperoleh ilmu dalam
menghitung parameter-parameter yang akan
dikerjakan oleh operator central labor. Dalam
penjelasan Bapak Afrizal paramter yang dihitung
nilainya harus berada dalam standar internasional
disetiap perhitungan sampel yang dilakukan. Setelah
saya mengerti dalam menghitung parameter akan
dihitung, saya diajak oleh bapak Afrizal dalam
membuat larutan NaOH 0,1 N yang akan dijadikan
sebagai bahan dalam mengukur sampel FFA. Pada hari
ini saya juga berbincang-bincang dengan karyawan
central labor mengenai pentingnya central labor dalam
perusahaan ini.
Dumai, 12 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
15. Hari/Tanggal : Rabu / 13 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Labor PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Mengamati operator dalam menggunakan alat-alat
percobaan di labor Dan Membuat logbook dan
laporan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kelima belas pelaksanaan Kerja Praktek, saya
mengamati alat-alat labor yang lumayan banyak dan
bertanya kepada operator mengenai fungsi dari alat
tersebut. Selanjutnya saya melihat laporan-laporan dari
mahasiswa-mahasiswa universitas lain yang telah
melaksanakan KP pada perusahaan ini. Adapun
laporan-laporan yang diperlihatkan mengenai kegiatan
yang ada di laboratorium seperti pengecekan zat kimia
serta pengendalian mutu dan pengendalian kualitas.
Kemudian setelah beberapa lama saya diberikan waktu
istirahat sholat dan makan.
Setelah selesai istirahat sholat dan makan siang saya
melanjutkan kerja praktek dengan membuat dan
mengangsur logbook dan laporan kerja praktek di
kantor utama. Hal ini dikarenakan ada kegiatan audit
K3 oleh perusahaan.
Dumai, 13 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
16. Hari/Tanggal : Kamis / 14 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Office PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan karyawan kantor mengenai sejarah
perusahaan dan Membuat logbook serta laporan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keenam belas pelaksanaan Kerja Praktek, saya
diperintahkan oleh pembimbing di Central labor untuk
pergi mengunjungi Central office PT. Meridan Sejati
Surya Plantation. Saya diperintahkan untuk
mengunjungi Central Office dikarenakan pada hari ini
akan diadakan audit dari dinas terkait terhadap kinerja
dan peralatan yang ada di setiap departemen di
Perusahaan ini. Setelah saya tiba di central office, saya
diberikan tempat duduk dan meja oleh salah seorang
karyawan. Pada kesempatan ini saya diberikan juga
oleh pihak perusahaan mengenai flowchart lengkap
alur produksi pada departement refinery dan
fractination juga departemen PKS. Karna karyawan
sangat sibuk pada hari ini, dikarenakan adanya pihak
dinas Kota yang berkunjung, saya hanya dibimbing
sebentar, untuk mengisi waktu kosong saya
mengangsur pembuatan laporan BAB 1 dan BAB II.
Dumai, 14 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
17. Hari/Tanggal : Jumat / 15 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Departemen refinery and fractination, central labor
PT. Meridan Sejati Surya Plantation First Resources
Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan bapak ridwan dan Berdiskusi
dengan karyawan laboratorium.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari ketujuh belas pelaksanaan Kerja Praktek, saya
menemui bapak ridwan dan berdiskusi mengenai
apasaja permasalahan K3 yang terjadi pada bagian
refinery dan fraksinasi. Setelah beberapa lama saya
kembali ke laboratorium. Selanjutnya saya berdisukui
dengan salah seorang karywana mengenai aktivitas-
aktivitas yang ada di laboratorium. Kemudian saya
diajak untuk mengamati proses analisis zat-zat kimia
melalui alat-alat yang ada. Serta saya diberikan
pengarahan mengenai pemakaian alat-alat yang ada di
laboratorium. Selanjutnya saya deberikan waktu
senggang untuk melihat-lihat aktivitas yang ada di
laboratorium. Selanjutnya saya diperbolehkan pulang
dikarenakan ada rapat mendadak para karyawan
laboratorium dengan atasannya.
Dumai, 15 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
18. Hari/Tanggal : Senin / 18 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Refinery and Fractination Plant dan Central Office
PT. Meridan Sejati Surya Plantation First Resources
Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan Bapak Ridwan dan mengambil
data..
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kedelapan belas pelaksanaan Kerja Praktek saya
menemui bapak Ridwan yang sudah duduk
diruangannya. Selanjutnya saya meminta tanda tangan
untuk logbook kerja praktek yang telah saya buat.
Setelah mendapatkan tanda tangan saya berpamitan
dengan bapak Ridwan sekaligus mengucapkan
terimakasih atas apa yang telah diberikan kepada saya
selama menjalani kerja praktek di bagia refinery dan
fraksinasi.
Selanjutnya saya mengambil data ke bapak sadjan
mengenai gambaran umum perusahaan. Setelah
mendapatkan data tersebut saya melanjutkan
pembuatan laporan kerja praktek saya.
Dumai, 18 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
19. Hari/Tanggal : Selasa / 19 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Office PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berdiskusi dengan Bapak Marwan mengenai
permaslahan K3 yang terjadi di pabrik.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari kesembilan belas pelaksanaan Kerja Praktek saya
menemui bapak Marwan selaku pembimbing lapangan
serta juga bapak Marwan bekerja di bagian K3
perusahaan. Selanjutnya saya berdiskusi dengan
menanyakan kepada bapak Marwan mengenai
permasalahan K3 seperti apa saja yang sering terjadi
pada pabrik PKS. Bapak Marwan menjelaskan bahwa
pada perusahaan ini belum terdapat karyawan yang
terjadi luka berat. Jenis kecelakaan yang terjadi sampai
saat ini hanya luka ringan serta demam biasa. Hal ini
terjadi karena Bapak Marwan selalu melaksanakan
pengontrolan langsung ke lapangan yang berkaitan
dengan K3. Selanjutnya bapak marwan memberikan
data permasalahan K3 yang ada di perusahaan. Setelah
mendapatkan penjelasan mengenai permasalahan K3
yang terjadi dipabrik, saya meminta izin untuk lihat-
lihat sekutaran pabirik.
Setelah melaksanakan sholat dan makan siang, saya
melanjutkan pembuatan laporan dan logbook kerja
praktek. Setelah beberapa lama saya diizinkan pulang.
Dumai, 19 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
20. Hari/Tanggal : Rabu / 20 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Office PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Menyerahkan laporan kerja praktek untuk perusahaan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keduapuluh pelaksanaan Kerja Praktek saya
berada di central office perusahaan. Di sini saya
menyerahkan laporan kerja praktek saya kepada bapak
Marwan. Disini saya memperlihatkan laporan kerja
praktek yang telah saya buat dan sedikit menjelaskan
mengenai laporan kerja praktek saya tersebut.
Selanjutnya saya meminta tanda tangan bapak Marwan
selaku pembimbing saya di lapangan. Tanda tangan
pak Marwan diminta pada rincian kegiatan harian
kerja praktek atau logbook kerja praktek. Selanjutnya
saya pun berpamitan dengan bapak sadjan dan bapak
marwan dan mengucapkan terimakasih telah
membimbing saya selama menjalani kerja praktek di
perusahaan ini.
Dumai, 20 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
21. Hari/Tanggal : Kamis / 21 Januari 2016
Lokasi Kegiatan : Central Office PT. Meridan Sejati Surya Plantation
First Resources Grup
Judul Kegiatan/Aktifitas : Berpamitandengan pihak perusahaan.
Rincian Uraian Kegiatan : Hari keduapuluh satu pelaksanaan Kerja Praktek saya
menemui bapak Sadjan selaku ketua Tata Usaha. Pada
kesempatan kali ini saya berpamitan dengan bapak
Sadjan beserta staff serta mengucapkan terimakasih
kepada bapak Sadjan beserta staff karena telah
membimbing saya selama menjalankan kerja praktek
di perusahaan ini.
Dumai, 21 Januari 2015
Disetujui,
Pembimbing Lapangan Mahasiswa Kerja Praktek

Marwan Syarif,S.H Azwan Arief Putra


NIK. 2007090054 No.Bp.1310931050
3. CAPAIAN KELUARAN (OUTCOMES) KEGIATAN KERJA
PRAKTEK DI PT. MERIDAN SEJATI SURYA
PLANTATION FIRST RESOURCES GROUP

3.1. Bagi Perusahaan


Capaian keluaran (outcomes) dari pelaksanaan kerja dari Tgl 21 Desember
2015 s/d 21 Januari 2016 bagi perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dengan pelaksanaan kerja praktek ini sebagai bahan masukkan untuk
perusahaan dalam mengevaluasi permasalahan kecelakaan kerja pada PT.
Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh.
2. Perusahaan dapat mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja
yang terjadi pada PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh.

3.2. Bagi Mahasiswa


Capaian keluaran (outcomes) dari pelaksanaan kerja dari Tgl 22 Desember
2015 s/d 21 Januari 2016 bagi perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui gambaran umum perusahaan
PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh.
2. Mahasiswa mengenal proses produksi kelapa sawit menjadi minyak makan
yang terdapat pada perusahaan PT. Meridan Sejati Surya Plantation
Bangsal Aceh.
3. Mahasiswa mampu meeenerapkan pengetahuan dalam bidang kesehatan
dan keselamatan kerja pada perusahaan PT. Meridan Sejati Surya
Plantation Bangsal Aceh.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Foto-foto kegiatan peninjauan area produksi PT. XYZ

Gambar 1.1 Foto bersama General Manager dan Pembimbing Lapangan PT.
Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh

Gambar 1.2 Foto bersama Supervisor Pabrik Kelapa Sawit PT. Meridan Sejati
Surya Plantation Bangsal Aceh
Gambar 1.3 Foto bersama Supervisor Refinery dan Fractination PT. Meridan
Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh

Gambar 1.4 Kunjunga ke Pelabuhan Pengiriman Minyak Makan ke Luar


Negeri PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh
Gambar 1.5 Bagian Produksi Refinery dan Fractination PT. Meridan Sejati
Surya Plantation Bangsal Aceh

Gambar 1.6 Bagian Produksi Pabrik Kelapa Sawit PT. Meridan Sejati Surya
Plantation Bangsal Aceh
Lampiran 2. Alur proses produksi

Tandan Buah
Segar (TBS)

Timbangan

Sortasi
Kondensat
Tank Kondensat Sterilizer

Brondolan
Janjangan
Kosong
Thresser

Janjangan
Kosong
Empty Bunch
Hopper Digester
Press

Minyak Press Cube


Lapangan Press

Sand Trap
Tank Depericarper

Crude Oil Polishing


Tank Drum

CPO
Vertical
Destoner
Sludge Clarifier Tank

Sludge Tank Pure Oil Tank


Nut Silo

Reclaimed
Tank Buffer Tank Vacum Dryer Bahan Bakar
Riple Mill Turbin Boiler
Minyak

Separator
Storage Tank
Cangkang
LTDS 1 Shell BIN

Crack Mixer
Fat Fit Cangkang
Pemasaran CPO LTDS 2

Recovery Cangkang
Claybath

Effluent
Silo Dryer
Limbah
Cair INTI

WWTP Kernel
Storage BIN

Pemasaran INTI

Gambar 2.1 Diagram Aliran Produksi TBS menjadi CPO pada PT. Meridan
Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh
Gambar 2.2 Diagram Alir Produksi CPO menjadi RBDPO, Olein dan Sterin pada
PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal Aceh
Tabel 1. Data Kecelakaan Kerja PT. Meridan Sejati Surya Plantation Bangsal
Aceh Tahun 2014-2015

Stasiun Tahun
Kerja Total
No Jenis Kecelakaan Total
Rawan 2014 2015 Keseluruhan
Kecelakaan

Luka terkena batu gerinda 2 - 2

Luka terkena besi 3 - 3

Luka terkena percikan api 1 - 1

Pabrik Luka terkena abu panas 1 - 1


1 12
Kelapa Sawit Terjatuh 1 1 2

Luka terkena selang elpiji - 1 1

Terjepit - 1 1

Luka terkena minyak - 1 1

Luka terkena besi 1 - 1


Kernel
2 Crushing Terjepit 1 - 1 3
Plant
Luka terkena percikan api - 1 1

Tejepit 1 - 1

Luka terkena besi 1 - 1


3 Power Plant 5
Tersengat listrik - 1 1

Terjatuh - 2 2

Refinery dan Luka ersiram air panas - 1 1


4 2
Fraksinasi Luka terkena bahan kimia - 1 1
Tabel B.1. Data Kecelakaan Kerja PT. MSSP-BA Tahun 2014-2015
Stasiun Tahun
Kerja Total
No Jenis Kecelakaan Total
Rawan 2014 2015 Keseluruhan
Kecelakaan
Luka terkena batu gerinda 2 - 2
Luka terkena besi 3 - 3
Luka terkena percikan api 1 - 1
Pabrik Luka terkena abu panas 1 - 1
1 12
Kelapa Sawit Terjatuh 1 1 2
Luka terkena selang elpiji - 1 1
Terjepit - 1 1
Luka terkena minyak - 1 1
Kernel Luka terkena besi 1 - 1
2 Crushing Terjepit 1 - 1 3
Plant Luka terkena percikan api - 1 1
Tejepit 1 - 1
Luka terkena besi 1 - 1
3 Power Plant 5
Tersengat listrik - 1 1
Terjatuh - 2 2
Refinery dan Luka ersiram air panas - 1 1
4 2
Fraksinasi Luka terkena bahan kimia - 1 1
ABSENSI SEMINAR KERJA PRAKTEK

Nama Mahasiswa : Azwan Arief Putra


No. BP : 1310931050
Judul : Analisis Resiko Kecelakaan Kerja Pada Bagian Produksi Di
PT. MERIDAN SEJATI SURYA BANGSAL ACEH Dengan
Pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
Dosen Pembimbing : Dicky Fatrias, Dr. Eng
Tanggal Seminar : Mei 2016

No Nama No BP Tanda Tangan


No Nama No BP Tanda Tangan

Padang, Mei 2016


Mengetahui,
Dosen Pembimbing

( Dicky Fatrias, Dr.Eng) )


Formulir Bimbingan Kerja Praktek

Nama Mahasiswa : Azwan Arief Putra

No. BP : 1310931050

No Tanggal Catatan Pembimbing Paraf


Pembimbing
No Tanggal Catatan Pembimbing Paraf
Pembimbing