Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian


1. Data geografis
Puskesmas Dr. Soetomo adalah terletak

2. Karakteristik responden
a. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan disajikan pada tabel
IV.2.1 berikut ini :
Tabel IV. 2.1
Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan
No Pendidikan Frekuensi Persentase
1 Tidak Sekolah 3 4,41
2 SD 11 16,17
3 SMP 12 17,64
4 SMA 42 61,76
Total 68 100 %

Berdasarkan tabel IV.2.1 distribusi frekuensi responden berdasarkan


pendidikan didapatkan hasil paling banyak pada pendidikan SMA ada 42
responden ( 61,76 % )

b. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan


Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan disajikan pada table IV.
2.2 berikut ini :

6
Tabel IV. 2.2
Distribusi frekuensi berdasarkan pekerjaan
No Pendidikan Frekuensi Persentase
1 Tidak bekerja 24 35,30
2 Wiraswasta 26 38,24
3 Karyawan swasta 18 26,50
Total 68 100 %

Berdasarkan tabel IV.2 distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan


didapatkan hasil paling banyak bekerja sebagai wiraswasta ada 26 responden
(38,24 %)

a. Karakteristik responden berdasarkan usia


Karakteristik responden berdasarkan usia disajikan pada tabel IV.2.3
berikut ini :
Tabel IV.2. 3
Distribusi frekuensi berdasarkan usia
No Usia Frekuensi Persentase
1 20- 40 28 41,17
2 41 - 60 33 48,52
3 ≥ 61 8 11,76
Total 68 100 %

Berdasarkan table IV.3 distribusi frekuensi responden berdasarkan usia


didapatkan hasil paling banyak usia antara 41 – 60 tahun yaitu ada 33 responden
( 48,52 % )

3. Hasil Penelitian
a. Hasil penilaian pengetahuan penderita TB Paru terhadap pencegahan
penularan TB Paru dapat dilihat pada table IV. 3.1 berikut :

7
Tabel IV.3.1
HASIL PENILAIAN PENGETAHUAN PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017

No Pengetahuan Tahu Tidak Tahu Total


Jml % Jml % Jml %
1 Apakah penyakit 62 91 % 6 8,8 % 68 100 %
TB paru itu
2 Apakah penyebab 32 47 % 36 52,9 % 68 100 %
penyakit TB paru
3 Apakah penyakit 53 77,9 % 15 22,05 % 68 100 %
TB paru adalah
penyakit yang
menular
4 Tujuan pengobatan 61 89,70 % 7 10,29 % 68 100 %
TBC yang saudara
ketahui adalah
5 Menurut saudara 54 79,41 % 14 20,58 % 68 100 %
kuman TB paru
dapat berada pada
6 Apakah orang yang 25 36,76 % 43 63,23 % 68 100 %
tinggal serumah
dengan penderita
TB paru bisa
tertular
7 Melalui apa yang 54 79,41 % 14 20,58 % 68 100 %
saudara ketahui
cara penularan
penyakit TB
8 Cara membuang 42 61,76 % 26 38,23 % 68 100 %
dahak yang benar,
kecuali
9 Kebiasaan 43 63,23 % 25 36,76 % 68 100 %
membuka jendela
yang dianjurkan
10 Gejala utama pada 51 75 % 17 25 % 68 100 %
tuberkulosis yang
saudara ketahui
adalah

8
Berdasarkan hasil penilaian pengetahuan tentang pencegahan penularan TB Paru
didapatkan hasil dari pengetahuan responden kriteria mengetahui yaitu pada
pertanyaan apakah penyakit TB Paru itu dengan nilai tertinggi yaitu 62 responden
( 91 %) sedangkan hasil dari pengetahuan responden kriteria tidak mengetahui
yaitu pada pertanyaan apakah orang yang tinggal serumah dengan penderita TB
paru bisa tertular dengan nilai tertinggi 43 responden (63,23 %).

b. Hasil penilaian sikap penderita TB terhadap pencegahan penularan TB Paru


dapat dilihat pada table IV.3.2 berikut :

Tabel IV.3.2
HASIL PENILAIAN SIKAP PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017
No Pernyataan Sikap Total
Sikap Sangat tidak Tidak Setuju Setuju Sangat
setuju Setuju
jml % Jml % jml % Jml % Jml %
1 Penyakit 0 0% 14 20,58 27 39,70 27 39,70 68 100
TBC % % % %
merupakan
penyakit
yang sangat
menular
2 Penderita TB 0 0% 2 2,94 43 63,23 23 33,82 68 100
Paru Positif % % % %
sebaiknya
tidak
membuang
dahak di
sembarang
tempat
3 Setiap orang 0 0% 3 4,41 33 48,52 32 47,05 68 100
batuk terus % % % %
menerus
lebih dari 2
minggu
sebaiknya
melakukan
pemeriksaan
dahak
4 Penderita TB 24 35,29 26 38,23 17 25 1 1,47 68 100
Paru Positif % % %
tidak

9
menularkan
penyakit TB
paru kepada
orang lain

5 Untuk 1 1,47 5 7,35 40 58,8 22 32,35 68 100


menghindari % % % % %
risiko
penularan,
saat batuk
sebaiknya
menutup
mulut
dengan
tissue, sapu
tangan
6 Agar orang 2 2,94 14 20,58 32 47,05 20 29,41 68 100
lain tidak % % % % %
tertular
penyakit TB
Paru,
penderita TB
Paru
sebaiknya
berbicara
tidak terlalu
dekat
7 Penderita TB 15 22,05 34 50 17 25 2 2,94 68 100
Paru tidak % % %
perlu
mempunyai
alat makan
sendiri
8 Pembuangan 0 0 14 20,58 38 55,88 16 23,52 68 100
dahak % % %
sebaiknya
dalam pot
khusus dan
diberi cairan
lisol
9 Penderita TB 11 16,17 26 38,23 30 44,11 1 1,47 68 100
Paru tidak % % % % %
perlu tidur
sendiri
diruang
khusus
hingga
pasien
sembuh
10 Setuju kalau 0 0% 0 0% 39 57,35 29 42,64 68 100
penderita % % %
TBC dapat

10
di
sembuhkan

Berdasarkan hasil penilaian terhadap sikap responden, didapatkan hasil bahwa


sikap penderita TB Paru terhadap pencegahan penularan TB Paru pada pernyataan
tidak setuju paling banyak pada pernyataan Penderita TB Paru tidak perlu
mempunyai alat makan sendiri yaitu 34 responden ( 50 % ).

c. Hasil penilaian perilaku penderita TB terhadap pencegahan penularan TB


Paru dapat dilihat pada table IV.3.3 berikut :

Tabel IV.3.3
HASIL PENILAIAN PERILAKU PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017

No Perilaku Tahu Tidak Tahu Total


Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Apakah saudara 61 89,70 7 10,29 68 100 %
ketika batuk % %
menutup mulut
2 Jika menutup 45 66,17 23 33,82 68 100 %
mulut, jenis % %
penutup mulut
yang digunakan
adalah
3 Apabila 62 91,17 6 8,82 68 100 %
menggunakan % %
penutup mulut
ketika batuk maka
4 Apabila 41 60,29 27 39,70 68 100 %
menggunakan % %
penutup mulut, apa
alasan saudara
5 Apakah saudara 31 45,58 37 54,41 68 100 %
membuang dahak % %
di wadah khusus
6 Bila dalam wadah 23 33,82 45 66,17 68 100 %
khusus, wadah % %
yang saudara
gunakan adalah

11
7 Apakah alat makan 47 69,11 21 30,88 68 100 %
saudara terpisah % %
dengan anggota

keluarga lainya
8 Apakah saudara 44 64,70 24 35,29 68 100 %
tidur terpisah % %
dengan anggota
keluarga lainya
9 Apakah saudara 42 61,76 26 38,23 68 100 %
membuka jendela % %
pada siang hari
setiap harinya
10 Apakah anda 58 85,29 10 14,70 68 100 %
patuh dalam % %
minum obat TBC

Berdasarkan hasil penilaian terhadap perilaku responden, didapatkan hasil bahwa


perilaku responden penderita TB Paru dalam melakukan pencegahan penularan
TB Paru yaitu perilaku Apabila menggunakan penutup mulut ketika batuk yaitu
sebanyak 62 responden ( 91,17 % ). Sedangkan pernyataan perilaku tidak
dilakukan yaitu Bila dalam wadah khusus, wadah yang saudara gunakan adalah
sebanyak 45 responden ( 66,17 % ) dalam hal ini yaitu wadah atau pot untuk
tempat membuang dahak.

4. Hasil Rekapitulasi rata – rata


a. Penilaian tingkat pengetahuan penderita penyakit TB Paru dalam pencegahan
penularan penyakit TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota
Surabaya.
Hasil penilaian pengetahuan penderita TB Paru dalam pencegahan penularan
penyakit TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota
Surabaya.disajikan pada table IV. 4.1 berikut ini

Tabel IV.4
HASIL PENILAIAN PENGETAHUAN PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017

12
.
No Pengetahuan Frekuensi Persentase
1 Baik 38 55,88 %
2 Sedang 23 33,82 %
3 Kurang 7 10,29 %
Total 68 100 %

Berdasarkan table IV.4.1 diperoleh hasil pengetahuan penderita TB Paru terhadap


pencegahan penularan penyakit TB Paru yaitu kategori Baik ada 38 responden (
55,88 %), pengetahuan Sedang ada 23 responden (33,82 %) dan pengetahuan
Kurang ada 7 responden (10,29 %).
b. Penilaian tentang sikap penderita penyakit TB Paru terhadap pencegahan
penularan penyakit TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota
Surabaya.
Hasil penilaian sikap penderita TB Paru terhadap pencegahan penularan penyakit
TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota Surabaya.disajikan pada
table IV. 4.b berikut ini
Tabel IV.4.b
HASIL PENILAIAN SIKAP PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017

No Sikap Frekuensi Persentase


1 Baik 27 39,70 %
2 Sedang 41 60,29 %
Total 68 100 %

Berdasarkan table IV.4.b diperoleh hasil penilaian sikap penderita TB Paru


terhadap pencegahan penularan penyakit TB Paru diperoleh sikap Baik ada 27
responden ( 39,70 %) dan sikap sedang ada 41 responden (60,29 %).
c. Penilaian tentang perilaku penderita penyakit TB Paru terhadap pencegahan
penularan penyakit TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota
Surabaya.

13
Hasil penilaian perilaku penderita TB Paru terhadap pencegahan penularan
penyakit TB paru di wilayah kerja puskesmas Dr. Soetomo Kota
Surabaya.disajikan pada table IV. 4.c berikut ini :
Tabel IV.4.c
HASIL PENILAIAN PERILAKU PENDERITA TB PARU TERHADAP
PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS Dr. SOETOMO KOTA SURABAYA TAHUN 2017

No Perilaku Frekuensi Persentase


1 Baik 24 35,29 %
2 Sedang 38 55,88 %
3 Kurang 6 8,82 %
Total 68 100 %

Berdasarkan table IV.4.c diperoleh hasil penilaian perilaku penderita TB Paru


terhadap pencegahan penularan penyakit TB Paru diperoleh perilaku baik ada 24
responden ( 35,29 %), perilaku sedang ada 38 responden (55,88 %) dan perilaku
kurang ada 6 responden (8,82 %).

14
15
Darmanto, Djojodibroto, 2007, Respirologi, Jakarta Penerbit Buku Kedokteran .
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Timur. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Surabaya.
Elizabeth J. Corwin. (2009). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta, Aditya Media
Hidayat,A 2010, MetodePenelitianKesehatanParadigmaKuantitatif,Health Books
Publishing, Surabaya.
Kemenkes RI, 2011, Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Tahun 2011,http://www.pppl.depkes.go.id/upt?id=85
KementrianKesehatan RI, 2017, Data Dan Infrmasi Prfil Kesehatan Indnesia
2016. Jakarta.
Laporan Program TB Paru , 2017 Puskesmas Dr. Soetomo
Mansjoer, Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta, Media Asculapius.
Notoatmodjo, S. 2010 Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S, 2007, Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni, Jakarta, Rineka
Cipta
Nursalam. 2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan: Pedoman, Skripsi, Tesis Dan Instrumen
Penelitiankeperawatan. Salemba Medika, Jakarta.
Somantri, Irman, 2007, Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan
Pernafasan, Salmeba Medika.
Tambayang, Jan, 2000, Patofisiologi Untuk Keperawatan, Penerbit Buku
Kedokteran Jakarta.
Smetzer, Suzzane C Dan Bare, Brenda G, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah Brunner Dan Suddarth(Ed. 8, Vol 1,2) Alih Bahasa
Oleh Agung Waluyo… (Dkk), Jakarta

16