Anda di halaman 1dari 3

Jurnal Biokimia Analisis Karbohidrat Vol 8 (2)

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA


ANALISIS KARBOHIDRAT DENGAN UJI IODIN DAN UJI BENNEDCT

Akbar Fathurahman, Nyimas rupiah, Supriyadi

Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Garut, Jalan
Raya Samarang Nomor 52A. Telp. Fax. (0262) 544214 Garut Kode Pos 44151 Email:
faperta@uniga.ac.id
15 April 2017

ABSTRAK
Karbohidrat merupakan salah satu makromolekul yang berperan penting bagi makhluk
hidup.Secara definisi, karbohidrat adalah polihidroksi aldehida,
polihidroksiketon,atauzat yang dapat menghasilkan senyawa itu jika
dihidrolisis.Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur karbon, oksigen, dan
hidrogen.Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat beberapa
sampel yang digunakan diantaranya larutan glukosa 1%, larutan fruktosa 1%, larutan
sukrosa 1%, larutan amilum/ kanji 1%, larutandekstrin 1%, larutantepung beras 1%, dan
larutan susu/ susu murni. Pengujian yang dilakukan diantaranya melalui uji iodin dan uji
Benedict. Hasil penitian dengan uji iodin menunjukkan warna menjadi biru apabila
adanya pati atau amilum, berubah menjadi warna merah bata menunjukan adanya
glikogen atau aminodekstrin dan warna coklat menunjukan adanya glikogen.
Sedangkan dengan uji bennedict reaksi dinyatakan positif apabila terbentuk endapan
berwarna biru kehijauan sampai merah bata.

Kata kunci: karbohidrat, uji iodin, uji bennedict

PENDAHULUAN

Karbohidrat merupakan salah satu makromolekul yang berperan penting bagi


makhluk hidup.Secara definisi, karbohidrat adalah polihidroksialdehida,
polihidroksiketon, atauzat yang dapat menghasilkan senyawa itu jika
dihidrolisis.Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur karbon, oksigen, dan hidrogen.
Karbohidrat memiliki fungsi sebagai sumber energi utama, cadangan makanan, dan zat
pembangun struktur jaringan tubuh. Karbohidrat dapat diubah menjadi ATP melalui
metabolisme dalam sel dan energi ATP tersebut digunakan untuk beraktivitas.
Beberapa jenis karbohidrat dijadikan sebagai cadangan makanan, seperti pati pada
tumbuhan dan glikogen pada hewan dan manusia. Selain itu, karbohidrat juga
digunakan sebagai zat penyusun struktur jaringan tertentu, seperti selulosa dan kitin
yang menyusun jaringantumbuhan (Purawisastra dan Sahara 2010).
Karbohidratmempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia, antara lain
adalah sebagai sumber tenaga dan penghasil panas tubuh. Adanya karbohidrat dapat
diidentifikasi dengan menggunakan berbagai macam metode. metode uji kualitatif
karbohidrat yang dilakukan pada pratikum kali ini diantaranya adalah uji iodin dan uji
benedict.
Percobaan uji iodin bertujuan untuk memisahkan antara polisakarida,
monosakarida dan disakarida. Iod memberikan warna kompleks dengan polisakarida.
Amilum memberikan warna biru pada iod, sedangkan glikogen dan tepung yang sudah
dihidrolisis sebagian (eritrodekstrin) memberikan warna merah sampai coklat dengan
iodium. Pada percobaan yang telah dilakukan, satu sampel amilum yang diujikan
menghasilkan warna iodium yaitu biru tua, sedangkan sampel glukosa dan akuades
menghasilkan warna kuning. percobaan ini membuktikan bahwa glukosa dan akuades
bukanlah polisakarida dan amilum termasuk pada polisakarida (Sumardjo, Damin.
2009: 237).
Uji benedict bertujuan untuk mengidentifikasi gula pereduksi. merupakan uji
umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas. Uji benedict
berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam
suasana alkalis biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk
mencegah terjadinya pengendapan, CuCO3 uji positif ditandai dengan terbentuknya
larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan. Pada percobaan
ini dengan menguji larutan karbohidrat (5 tetes) sampel ke dalam tabung reaksi dan
ditambahkan reagen benedict serta dipanaskan. Dimana dari ketiga larutan karbohidrat
(glukosa, arabinosa, dan akuades) ditambahkan larutan benedict, larutan karbohidrat
yang bereaksi adalah larutan glukosa dan arabinosa. Dan reaksi yang diberikan oleh
kedua larutan karbohidrat tersebut berupa hasil warna larutan yang berwarna coklat
dan terdapat endapan (Sumardjo, Damin. 2009: 237).

METODOLOGI

Penelitian dilakukan di labilatorium. Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu
plat tetes, pipet tetes, penjepit tabung, gelas kimia, tabung reaksi, rak tabung reaksi,
pipet ukur, dan mortar. Bahan yang digunakan yaitu larutan glukosa. Larutan sukrosa,
larutan amilum/ kanji, larutan dekstrin, larutan tepung beras, larutan susu/ susu murni,
larutan iodine, dan larutan bennedict.
Prosedur kerja untuk uji iodin, plat tetes yang bersih dan kering dimasukan 3
tetes larutan yang diperiksa,kemudian campur dengan menambahkan 2 tetes larutan
yodium, selanjutnya plat tetes digoyangkan kembali untuk mencampurkan larutan,
kemudian perhatikan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing lubang plat
tetes. Prosedur kerja untuk uji bennedict, masukan 2 ml pereaksi bennedict dan satu
jenis larutan karbohidrat sebanyak 1 ml kedalam masing-masing tabung reaksi,
kemudian larutan dicampur dengan cara menggoyangkan tabung reaksi, selanjutnya
dengan menggunakan penjepit tabung, panaskan tabung reaksi di atas pembakar
spirtus secara hati-hati sampai mendidih selama 5 menit, lalu amati perubahan warna
yang terjadi.