Anda di halaman 1dari 13

Laporan Ilmu Bedah dan Radiologi

COLOPEXY

Oleh:
Tatang Wirasman, S.K.H
(17830024)

PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2018
BAB III

MATERI DAN METODE

3.1 Materi

Kucing betina bernama Jelita dengan umur 8 bulan dilakukan colopexy

dengan menggunakan alat dan bahan sebagai betikut :

3.1.1 Alat dan Bahan

1) Alat :

a) Silet
b) Tali restrain
c) Scalpel
d) Blade
e) Gunting tajam-tumpul
f) Gunting tajam-tajam
g) Pinset anatomis
h) Pinset Chirurgis
i) Arteri klem
j) Needle holder
k) Needle
l) Towel klem
m) Drape

2) Bahan :

a) Benang Catgut chromic


b) Benang Silk
c) Alkohol 70%
d) Betadine (Povidone Iodine)
e) Larutan NS
f) Spuit 1 cc dan 3 cc
g) Tampon
h) Atropin (Atropine Sulfat 0,25 mg)
i) ACP (Acepromazine Maleate)
j) Ketamine
k) Vecilline
l) Betamox
m) Tolfedin

3.2 Metode

Persiapan Alat Dan Bahan

Sebelum melakukan operasi, alat-alat yang digunakan seperti blade dan

scalpel, arteri clamp, gunting tajam-tajam, jarum ujung segitga, pinset chirurgis dan

anatomis harus berada dalam keadaan steril agar tidak terjadi kontaminasi yang dapat

menghambat proses penyembuhan luka.

Persiapan Operator dan Co Operator

Operator maupun Co operator harus dalam keadaan yang steril dengan

memakai jas lab, glove steril dengan disemprot alkohol 70% terlebih dahulu dan

masker. Kondisi operator dan co operator harus dalam keadaan yang sehat fisik agar

pelaksanaan operasi berjalan lancar.

Persiapan Hewan

Kucing sebagai pasien operasi harus dalam kondisi yang sehat dan umur yang

cukup. Hal tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik berupa inspeksi ada

atau tidaknya keabnormalan bagian tubuh, pengukuran berat badan, pulsus,

temperature, penentuan umur dengan melihat gigi yang telah tanggal.

Kucing dipuasakan makan 8-12 jam sebalum pembedahan. Lalu premedikasi

golongan acepromazin dan atropine di berikan secara subkutan. Atropin merupakan

premedikasi golongan antikolinergik atau parasimpatik. Obat premedikasi bertujuan


untuk mencegah terjadinya muntah, dan mempercepat proses anastesi. Selanjutnya

ditunggu 10 menit yang kemudian diberikan anastesi ketamin secara intramuscular.

Setelah pasien teranastesi, hewan di posisikan rebah dorsal di atas meja

operasi dan difiksasi pada ke empat kaki lalu dilakukan pencukuran rambut pada

bagian yang akan dilakukan pembedahan selanjutnya didisenfeksi dengan povidone

iodine agar tidak terjadi kontaminasi.

Pelaksanaan Operasi

No Dokumentasi Operasi Ketengan


1 Insisi dilakukan pada bagian umbilikus
caudalis menggunakan scalpel.

2 Melakukan preparasi tumpul pada


bagian subkutan.
3 Membuka linea alba dengan
menggunakan pinset anatomis sebagai
penyanggah

4 Menarik kolon kearah cranial pada


posisi yang benar dan disesuai dengan
lokasi pertautan dinding abdomen

5 Kaitkan kolon dengan dinding abdomen


menggunakan pola jahitan terputus
sederhana minimal sebanyak 5 jahitan.
Kemudian reposisi kolon dengan benar
6 Jahit linea alba dengan pola jahitan
terputus sederhana. Pastikan peritoneum
ikut terjahit dengan benar

7 Jahit lapisan subkutan dengan pola


jahitan menerus sederhana

8 Terakhir, kulit dijahit dengan jahitan


subcutikulas.
Sayatan dimulai dari kulit dan lemak sub-kutan, bagian linea alba dijepit dan

ditarik dengan allis tissue forceps kemudian dilakukan penyayatan hingga bagian

peritoneum. Eksplorasi rongga abdomen dilakukan untuk menemukan letak kolon.

Kemudian secara hati hati dilakukan penarikan pada kolon descendens sehingga

bagian prolapse yang menjuntai keluar ikut tertarik masuk ke dalam melalui

orifisium. Colopexy dilakukan dengan melekatkan melalui penjahitan kolon pada

dinding abdomen sebelah kiri. Selanjutnya masing – masing tepi antemesenterik

kolon pada lapisan seromuskularis dan dinding abdomen dijahit menggunakan catgut

dengan metode jahitan terputus sederhana. Kemudian diberikan antibiotik penstrep

secara topical dan dipastikan tidak ada darah yang menggenang dari jahitan. Tahap

selanjutnya penutupan sayatan dengan penjahitan lapisan linea alba dengan

menggunakan catgut metode jahitan terputus sederhana dan subkutan menggunakn

benang catgut dengan metode menerus sederhana dan terakhir penjahitan kulit

menggunakan benang silk metode terputus sederhana. Jahitan di kulit diberikan salep

povidon iodine, ditutup dengan kasa steril dan plester. Hewan dipasangkan elisabeth

collar dan dipantau kondisinya pasca operasi.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pemeriksaan Hewan


Signalement
Nama : Jelita
Jenis hewan : Kucing kampung
Kelamin : Betina
Ras/Breed : Domestic cat
Warna bulu/kulit : Putih Kuning
Umur : 8 Bulan
Berat badan : 3 kg
Temp : 38,8 oC
Pulse : 120 kali/menit
Respirasi : 40 kali/menit
Jenis Tindakan : Colopexy
Tanggal Operasi : 30 Oktober 2018

Perhitungan Dosis Obat


Dosis
Nama Obat Perhitungan Dosis Waktu
Total
Atropin 0,16 ml/kg x 3 0,48 ml 08.30 WIB
Acepromacin 0,05 ml/kg x 3 0,15 ml 08.30 WIB
Ketamine 0,2 ml/kg x 3 0,6 ml 08.40 WIB
Betamox 0,1 ml/kg x 3 0,3 ml Post-operatif
Tolfedin 0,1 ml/kg x 3 0,3 ml Post-operatif
Amoxycillin 25 mg/kg x 3 x 10 750 mg Post-operatif
Asam mefenamat 15 mg/kg x 3 x 10 450 mg Post-operatif
Imboost 1/10 tab x 10 1 tab Post-operatif
Resep Obat
Obat Injeksi
Inj Betamox LA 100 ml 0,3 ml
Inj Tolfedine CS 100 ml 0,3 ml

S pro inj
#

Obat Oral
R/ Amoxycillin 75 mg
Asam mefenamat 45 mg
Imboost 1\10 Tab

m.f. pulv. da.in.caps. td. No. X


S.2.d.d Caps. I
#

Obat Luar
R/ Povidone Iodine 10% fl 10ml

No.I
S u.e
#

Form Rawat Inap Pasca Operasi

Tanggal Suhu Pulsus Respirasi Urinasi Defekasi Terapi


31-10- 36,8 100 36 Baik -
2018 Belum melakukan defekasi
1-11- 38,6 112 44 Baik Baik
2018
2-11- 38,1 116 36 Baik Baik *Obat Oral
2018 *Obat Luar
3-11- 37,7 120 36 Baik Baik
2018
4-11- 38,1 120 40 Baik Baik
2018
Data Kesembuhan Luka
No Tangal Dokumentasi Ketengan
1 31/10/18

2 1/11/18

3 2/11/18
4 3/11/18

5 4/11/18

Pembahasan

Pada saat perawatan, setelah operasi pasien ditempatkan pada kandang yang

bersih dan kering. Luka operasi secara rutin dikontrol kebersihannya dan

kesembuhannya. Terapi yang diberikan selama 5 hari berturut-turut adalah pada pagi

dan sore hari diberikan amoxicillin, asam mefenamat, vit-B secara peroral.

Perawatan luka dilakukan pada pagi dan sore hari dengan mengganti kasa serta

diberikan povidone iodin dan bioplacenton.

Pada awal setelah operasi, malamnya pasien tidak mau makan, tetapi besok

paginya pasien mau makan tetapi dalam jumlah sedikit. Pada hari selanjutnya, pasien
sudah mulai menunjukkan keadaan yang normal dengan hasil lokasi insisi sudah

mulai mengkerut. Pemeriksaan pada hari ketiga luka mulai terlihat menutup.

Begitupun pada hari keempat dilakukan uji lepas jahitan dan menunjukkan

permukaan kulit mulai sedikit menyatu. Hasil pada hri kelima juga menunjukkan

kulit pada bagian tengah insisi bekas jahitan sudah mulai menyatu.
KESIMPULAN

Colopexy merupakan tindakan operasi penempelan kolon terhadap dinding

abdomen dalam upaya mengatasi terjadinya prolapsus pada rektum. Colopexy

dilakukan untuk menciptakan perlekatan permanen antara serosa kolon dan dinding

perut yang bertujuan untuk mencegah pergerakan caudal kolon dan rektum. Terdapat

dua metode dalam pelaksanaan opersi colopexy yakni metode insisional dan metode

non-insisional. Pada kasus colopexy kucing Jelita, saya menggunakan metode non-

insisional dikarekan pertimbangan ketebalan lapisan kolon.