Anda di halaman 1dari 2

1.

Pendahuluan

Bahan tambahan makanan banyak digunakan dalam bahan makanan yang dapat
berguna untuk mencegahnya terjadinya pembusukan dan dapat memperbaiki penampakan
warna, rasa, dan tekstur makanan. Namun, penambahan aditif dalam makanan ini dapat
mempengaruhi sensitifitas individu dengan beberapa jenis alergi, asma, dan alergi rhinitis.
Oleh karena itu, pihak yang berwenang (permenkes) telah menetapkan asupan harian yang
dapat diterima (Acceptable Daily Intake).

Untuk memastikan keamanan bahan pangan dari pertanian lokal yang sudah
dikumpulkan, maka penting melakukan pengembangkan metode analisa yang efektif sehingga
dapat diandalkan untuk memantau banyaknya aditif dalam makanan [3]. Karena itu, berbagai
metode analisa telah dilakukan untuk menguji simultan penentuan aditif makanan sintetis,
seperti kromatografi lapis tipis [4], spektrofotometri UV-visible [5, 6], voltammetry [7, 8],
polarografi denyut diferensial [9], elektroforesis kapiler [10], HPLC-DAD [11–14], HPLCMS
[15], dan HPLC-MS-MS [16, 17]. Sampai saat ini, meskipun banyak teknik analisa telah
dikembangkan untuk menentukan berbagai bahan aditif makanan dalam makanan, tidak
terdapat laporan tentang penentuan simultan dari sampel makanan. Diantara metode analisa
ini, HPLC ditambah dengan UV / Vis atau diode array detector (DADs) merupakan metode
yang paling umum digunakan karena memiliki kepekaan, selektivitas, dan resolusi tinggi. Jadi,
pengujian yang efektif pada metode pemisahan kromatografi dengan cara memilih kondisi
eksperimental yang cocok untuk memisahkan komponen yang sesuai dengan resolusi.
Eksperimental desain adalah alat yang berguna untuk menyederhanakan pekerjaan sehingga
dapat mempersingkat waktu kerja dan dapat memperlihatkan interaksi antar variabel
[18,19,20]. Oleh karena itu, desain eksperimental semakin banyak digunakan untuk
menentukan kondisi optimum kromatografi pemisahan beberapa analit dalam makanan, obat,
dan cairan biologis sampel dengan jumlah percobaan minimum selama lebih dari itu satu [21-
28].

Pada Jurnal ini, metode RP-HPLC baru dikembangkan, menggunakan desain


eksperimental, untuk menentukan lima simultan aditif makanan sintetis dalam minuman
ringan, termasuk tiga pewarna sintetis (carmoisine, allura red, dan ponceau 4R), dua pengawet
(potasium sorbat dan natrium benzoat), dan kafein. Untuk prosedur pengoptimalan,
BoxBehnken desain (BBD) digunakan untuk menemukan model matematika yang
memprediksi bagaimana perubahan setelah diinput atau dikendalikan oleh variabel (pH, laju
aliran, dan rasio fase gerak) yang dipengaruhi resolusi luas eksperimental yang ditentukan.
Metode tersebut dioptimalkan dan divalidasi sehinga berhasil diterapkan beberapa minuman
ringan komersial yang mengandung potassium sorbate, natrium benzoat, carmoisine, allura
merah, ponceau 4R, dan kafein.

2. Percobaan
2.1. Alat
2.1.1. Analisis kromatografi dilakukan dengan menggunakan :
1. Sistem HPLC Shimadzu (Kyoto, Jepang) dari pompa model LC20 AT
2. Detektor UV-Vis SPD-20A,
3. Sampel injection 7725 20 𝜇L
4. Komputer
5. Inertsil OctaDecylSilane- (ODS-) 3V kolom (5 𝜇m, 250 mm ×4,6 mm;
GL sciences, Tokyo, Jepang).
2.1.2 Analisis statistika untuk respon analitis dan validasi data dievaluasi dengan:
1. Software Microsoft Excel 2000
2. Perangkat lunak statistik Statgraphics Centurion XV (StatPoint Inc., VA,
USA) yang digunakan untuk membuat grafik dan memperkirakan respon
variabel eksperimental.