Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM HIDROMETEOROLOGI

ACARA VI

PENGUKURAN EVAPORASI

Dosen Pengampu: Ferryati Masitoh, S.Si, M.Si

Disusun Oleh:

Nama : Diorahma Indra M.

NIM : 160722614626

Off/Th : G/2016

Asisten : Unsila Tammiya Artawan

PROGRAM STUDI S1 GEOGRAFI

JURUSAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2018
ACARA VI

PENGUKURAN EVAPORASI

I. Tujuan
1. Mahasiswa mampu menghitung nilai rata-rata evaporasi tahunan
menggunakan metode kesetimbangan air
2. Mahasiswa mampu menghitung nilai evaporasi menggunakan metode
panci evaporasi
3. Mahasiswa mampu menghitung nilai evaporasi menggunakan metode
aerodinamik, persamaan rohwer, orstom, dan danau hefner

II. Dasar Teori


Evaporasi adalah proses menguapnya air dari permukaan daratan dan
permukaan lautan menuju atmosfer bumi. Besar kecilnya evaporasi
dipengaruhi oleh faktor-faktor suhu air, suhu udara, kelembaban tanah,
kecepatan angin, tekanan udara dan sinar matahari. Suhu air, suhu udara dan
sinar matahari berbanding lurus dengan besarnya evaporasi. Sementara
kelembaban tanah, kecepatan angin dan tekanan udara berbanding terbalik
dengan besarnya evaporasi. Perhitungan besarnya evaporasi dinyatakan
dalam satuan mm/hari (Dumairy, 1992).
Hadisusanto (2010) juga menjelaskan bahwa evaporasi adalah proses
fisis yang merubah bentuk larutan atau cairan menjadi bentuk gas atau uap.
Istilah ini juga diartikan sebagai jumlah uap air yang diuapkan dari suatu
permukaan tanah ataupun air. Proses evaporasi dibedakan menjadi dua,
antara lain:
1. Evaporasi Aktual
Proses evaporasi yang bergantung pada kondisi alami di suatu
daerah. Perbedaan kondisi daerah akan mengakibatkan perbedaan
besarnya nilai evaporasi aktual.
2. Evaporasi Potensial
Proses evaporasi yang terjadi pada suatu permukaan penguapan
yang berbeda dalam kondisi kecukupan air. Evaporasi potensial sering
disebut sebagai kemampuan maksimal dari suatu permukaan dalam
penguapan air.

Terdapat berbagai factor klimatik yang dapat mempengaruhi


evaporasi. Menurut Chow et al. (1988), selain pasokan faktor energi panas
yang mengendalikan tingkat penguapan dari air terbuka adalah kemampuan
untuk mengangkut uap jauh dari permukaan yang diatur oleh gradien
kelembaban di udara dekat permukaan dan kecepatan angin di permukaan.
Sehingga bukan hanya transfer panas antara matahari terhadap air sebagai
factor utama saja, namun terdapat factor klimatik lainnya yang
memengaruhi besarnya evaporasi pada suatuwaktu. Dalam mengukur
evaporasi terdapat beberapa metode, yang akan digunakan dalam praktikum
ini antara lain Water Balance Method, Panci Evaporasi, Metode
Aerodinamik dan Persamaan Empirik.

III. Alat dan Bahan


Alat
 Alat tulis
 Laptop
 Kertas HVS
Bahan
 Data teknik Waduk PB. Soedirman
 Data Panci Evaporasi (mm/hari)
 Data evaporasi Aerodinamik, Rohwer, Orstom, Danau Hefner

IV. Langkah Kerja


Menyiapkan alat dan bahan
Melakukakn pehitungan nilai
evaporasi menggunakan
metode panci evaporasi

Melakukan perhitungan nilai evaporasi dengan metode


areodinamik dan menggunakan persamaan metode aerodinamik
yang meliputi persamaan Rohwer, Orstom, Danau Hefner

Melakukan perhitungan nilai


evaporasi menggunakan
metode kesetimbangan air

Menyusun laporan praktikum

V. Hasil
1. Tabel perhitungan nilai evaporasi metode Panci Evaporasi (terlampir)
2. Tabel perhitungan nilai evaporasi metode Aerodinamik dan Persamaan
Rohwer, Persamaan Orstom, Persamaan Danau Hefner (terlampir)
3. Perhitungan nilai evaporasi metode Kesetimbangan Air (terlampir)

VI. Pembahasan
Evaporasi adalah proses fisis yang merubah bentuk larutan atau cairan
menjadi bentuk gas atau uap. Istilah ini juga diartikan sebagai jumlah uap
air yang diuapkan dari suatu permukaan tanah ataupun air. Terdapat
perbedaan antara evaporasi dan penguapan dalam proses perubahan zat cair
ke gas (uap air). Dalam evaporasi, perubahan zat cair ke uap air tidak harus
melalui titik didih, sedangkan dalam penguapan melewati titik didih terlebih
dahulu.
Dalam praktikum kali ini akan dilakukan perhitungan nilai evaporasi
dengan beberapa metode. Metode yang digunakan dalam perhitungan nilai
evaporasi meliputi: Metode Panci Evaporasi, Metode Aerodinamik, dan
Metode Kesetimbangan air. Metode Aerodinamik didalam perhitungannya,
dapat menggunakan beberapa persamaan yaitu: Persamaan Rohwer,
Persamaan Orstom, dan Persamaan Danau Hefner.

Metode Panci Evaporasi

Berdasarkan perhitungan nilai evaporasi metode Panci Evaporasi,


dapat diketahui bahwa evaporasi yang paling besar terjadi pada tanggal 6
Juli dengan nilai evaporasi 3,50 mm/hari, sedangkan nilai evaporasi
terendah terjadi pada tanggal 7 maret dengan nilai evaporasi 0,03 mm/hari.
Besar kecilnya nilai evaporasi tersebut, kemungkinan disebabkan oleh
intensitas sinar matahri yang diterima oleh panci evaporasi. Dimana dapat
diasumsikan jika bulan Juli termasuk dalam musim kemarau, sehingga
intensitas sinar matahri tidak terhalang oleh awan/hujan.

Metode Aerodinamik

Berdasarkan hasil perhitungan nilai evaporasi metode Aerodinamik,


baik dengan Persamaan Rohwer, Persamaan Orstom, dan Persamaan Danau
Hefner, diketahui bahwa nilai evaporasi paling tinggi terjadi pada tanggal 13
Januari dengan nilai evaporasi 5,59 mm/hari. Besar kecillnya nilai evaporasi
metode Aerodinamik dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
kecepatan angin, kelembapan, suhu dan tekanan udara. Hal itu dapat dilihat
di tanggal 13 Januari dengan evaporasi paling tinggi memiliki nilai
kecepatan angin 6 km/ jam, kelembapan 68%, suhu udara 270C, tekanan uap
jenuh 35,65 milibar, dan tekanan uap air di udara 24,24 milibar sehingga
akan mempengaruhi besarnya nilai evaporasi.

Metode Kesetimbangan Air

Pada metode kesetimbangan air, data yang digunakan adalah data


teknik waduk PB. Soedirman, yang dimaksudkan untuk mengetahui nilai
evaporasi yang terjadi pada waduk tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan,
diketahui jika nilai evaporasi pada waduk PB Soedirman cukup besar yakni
mencapai 359,34 m/tahun. Dalam metode kesetimbangan air, terdapat
beberapa parameter yang digunakan yakni curah hujan, infiltrasi, aliran
masuk dan keluar, infiltrasi, dan perubahan volume waduk.

VII. Kesimpulan
 Evaporasi adalah proses fisis yang merubah bentuk larutan atau cairan
menjadi bentuk gas atau uap tanpa melalui titik didih.
 Berdasarkan perhitungan nilai evaporasi metode Panci Evaporasi, dapat
diketahui bahwa evaporasi yang paling besar terjadi pada tanggal 6 Juli
dengan nilai evaporasi 3,50 mm/hari
 Berdasarkan hasil perhitungan nilai evaporasi metode Aerodinamik, baik
dengan Persamaan Rohwer, Persamaan Orstom, dan Persamaan Danau
Hefner, diketahui bahwa nilai evaporasi paling tinggi terjadi pada tanggal
13 Januari dengan nilai evaporasi 5,59 mm/hari.
 Berdasarkan hasil perhitungan nilai evaporasi Metode Kesetimbangan
Air, diketahui jika nilai evaporasi pada waduk PB Soedirman cukup
besar yakni mencapai 359,34 m/tahun.

VIII. Daftar Pustaka


Chow, V.T., Maidment, D.R. and Mays, L.W. 1988. Applied Hydrology.
New York: McGraw Hill.
Dumairy. 1992. Ekonomika Sumberdaya Air. Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Hadisusanto, Nugroho. 2010. Aplikasi Hidrologi. Yogyakarta: Jogja Media
Utama.
LAMPIRAN

1. Tabel perhitungan nilai evaporasi metode Panci Evaporasi

Data Panci Evaporasi (mm/hari)


Tahun 1998
Elevasi: 137 m
Perhitungan Nilai Evaporasi Metode Panci Evaporasi (mm/hari)
Koefisien Panci 0,68
2. Tabel perhitungan nilai evaporasi metode Aerodinamik dan Persamaan Rohwer, Persamaan Orstom, Persamaan Danau Hefner
Bulan Januari 2004
3. Perhitungan nilai evaporasi metode Kesetimbangan Air

Diketahui:

P = 3500 mm/tahun

Q = 95 m3

O = 4,366 m3/detik

I = 0%

Lwaduk = 8 km2 (8.000.000 m2)

∆S = V efektif desain – V efektif aktual

= 32.000.000 – 20.500.000

= 11.500.000 m3

Ditanya: E ?

Jawab:

Q–O = 95 – 4,366

= 90,634 m3/detik x (31536000)


= 2.858.233.842 m3/tahun

(𝑸−𝑶)
Tebal Aliran = 𝑳𝐰𝐚𝐝𝐮𝐤

𝟐.𝟖𝟓𝟖.𝟐𝟑𝟑.𝟖𝟒𝟐
= 𝟖.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎

= 357, 28 m (357.280 mm)

∆𝑺
Penurunan Muka Aliran = 𝑳 𝒘𝒂𝒅𝒖𝒌

𝟏𝟏.𝟓𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎
= 𝟖.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎

= 1,4375 m (1437,5 mm)

E = P + Q – O – I - ∆S

= 3500+357280-0-1437,5

= 359342,5 mm/tahun (359,34 m/tahun)