Anda di halaman 1dari 39

CRITICAL BOOK REPORT

Perkembangan Belajar Gerak

Disusun oleh :

AIDILLA PRATIWI SIREGAR (6173111005)

AHMAD SYAHDANI PRATAMA SURBAKTI ( 6123311008)

ALDI OKTAVIANTO (6173111006)

DIMAS SATR9IO AJI (6172111016)

DANDI WALUYO SIMATUPANG ( 6173111020)

JENDA INGAN TARIGAN (6171111018)

RIZKY RAHAYU (6171111033)


PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan karena dengan rahmat-Nya, saya dapat
menyelesaikan kritikan book review dengan buku “ASUHAN TUMBUH KEMBANG
NEONATUS BAYI-BALITA DAN ANAK PRA-SEKOLAH ”ini dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Doris
Apriani Ritonga, S Psi , M A dan bapak Muhammad Chairad, S. Pd, M. Pd selaku dosen
pengampu mata kuliah Perkembangan dan Belajar Gerak yang memberikan tugas ini kepada
saya.Saya sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita. Sata juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan tugas yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga tugas yang sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya tugas yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

`
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik(anatomi) dan struktur tubuh dalam arti
sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak ) sel-sel tubuh dan
juga karena bertambah besarnya sel, jadi pertumbuhan lebih ditekankan pada pertambahan
ukuran fisik seseorang yaitu menjadi lebih besar atau lebih matang bentuknya, seperti
pertambahan ukuran beratbadan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Pertumbuhan adalah
bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran
fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan
panjang dan berat.Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dari struktur / fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirkan, dan diramalkan
sebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ – organ dan sistemnya yang
terorganisasi.Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialasi dan
kemandirian.

B. TUJUAN PENULISAN CBR

Mengkritik satu topik materi kuliah perkembangan belajar gerak di dalam satu buku.
Dan agar dapat memahami isi dari buku tersebut, dan dapat tahu pentingnya mempelajari
perkembangan belajar gerak

C. MANFAAT CBR
• Untuk menambah wawasan tentang perkembangan belajar gerak.
• Untuk mengetahui prinsip apa yang ditanam dalam perkembangan belajar gerak

BAB II

RINGKASAN

1. Identitas Buku

JUDUL BUKU :ASUHAN TUMBUH KEMBANG NEONATUS BAYI-


BALITA DAN ANAK PRA-SEKOLAH

NAMA PENGARANG : SRI YUNIARTI, S.PSI., S.KEP., S.ST., MKM.

TEBAL BUKU : 182 HALAMAN

TAHUN TERBIT : 2015

DITERBITKAN OLEH : PT REFIKA ADITAMA


2. ISI BUKU :

BAB I

KONSEP TUMBUH KEMBANG

A. LANDASAN PENTINGNYA PEMAHAMAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Negara yang baik adalah negara yang mengayomi dan melindungi semua anak yang
ada di negaranya. Oleh karena itu, hak anak yang merupakan bagian dari hak asasi manusia
wajib dimajukan, dilindungi, dipenuhi, dan dijamin oleh orangtua, keluarga, masyarakat,
pemerintah, dan negara.

1. Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Rights of Child).

Konvensi Hak-hak anak menekankan beberapa prinsip dasar dalam pemenuhan hak-
hak anak yaitu:

a. non-diskriminasi;

b. kepentingan yang terbaik bagi anak;

c. hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan

d. penghargaan terhadap pendapat anak.

2. Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1992 tentang Perlindungan Anak


(UUPA).

Pasal-pasal yang berhubungan dengan kesehatan dalam UUPA adalah:

a. pasal 4 tentang hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi serta
mendapat perlindungan.

b. pasal 8 tentang hak anak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan
sosial.
c. pasal 44 tentang kewajiban pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan upaya
kesehatan yang komprehensif bagi anak.

d. pasal 45 tentang tanggung jawab orangtua dalam menjaga kesehatan dan merawat
anak.

3. Millenium Development Goals (MDGs)

a. eradikasi kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan;

b. penurunan kematian anak;

c. peningkatan kesehatan ibu;

d. pemberantasan HIV/AIDS, malaria dan penyakit-penyakit lain;

e. pengembangan kemitraan global untuk pembangunan.

4. Deklarasi “A World Fit for Children” (WFC)

Dalam deklarasi WFC ditekankan 8 prinsip yang mendasari gerakan global untuk
menciptakan dunia yang cocok bagi anak.

5. Landasan agama (islam)

Anak merupakan amanah dan hadiah teristimewa dalam sebuah keluarga. Anak
merupakan kekayaan bagi keluarga dan bangsa, yang memiliki fungsi strategis sebagai
pemilik dan penerus generasi di masa mendatang.

B. KONSEP TUMBUH KEMBANG

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang sangat penting bagi makhluk
hidup yaitu sebagai upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan melestarikan
keturunan. Secara umum pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang sama
yaitu sama sama mengalami perubahan, namun secara khusus keduanya berbeda. Pelbagai
perubahan dan perkembangan bertujuan untuk memungkinkan orang dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga dapat
bertahan hidup.

TEORI TUMBUH KEMBANG


1. Beberapa teori yang menjelaskan perihal pertumbuhan:

a. teori deprivasi pertumbuhan (konvensional)

b. teori homeostatik pertumbuhan

c. teori potensi pertumbuhan optimal

2. Teori Perkembangan

a. Teori Empirisme

b. Teori Nativisme

c. Teori Konvergensi

d. Teori Rekapitulasi

e. Teori Psikodinamika

f. Teori Kemungkinan Berkembang

g. Teori Interaksionisme

C. PRINSIP TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang merupakan proses yang dinamis dan terus menerus. Prinsip tumbuh
kembang:

1. tumbuh kembang terus menerus dan komplek

2. tumbuh kembang merupakan proses yang teratur dan dapat diprediksi

3. tumbuh kembang berbeda dan terintegrasi

Terdapat 4 kategori perubahan sebagai ciri pertumbuhan yaitu :

1. perubahan ukuran

2. perubahan proporsi

3. hilangnya ciri-ciri lama


4. timbulnya ciri-ciri baru

Ciri perkembangan

1. perkembangan melibatkan perubahan

2. perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya

3. perkembangan yang memiliki tahap yang berurutan

4. perkembangan memiliki kecepatan yang berbeda

5. perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan

6. perkembangan dipengaruhi kematangan dan belajar

7. perkembangan mengikuti pola tertentu dan dapat diramalkan

8. semua individu berbeda

9. setiap tahap perkembangan mempunyai perilaku karakteristik

10. setiap tahap perkembangan mempunyai risiko

11. perkembangan dibantu dengan rangsangan

12. perkembangan di pengaruhi oleh perubahan budaya

13. harapan sosial pada setiap tahap perkembangan

14. keyakinan tradisional manusia pada semua tingkat usia

Tugas perkembangan

Tugas perkembangan pada masa anak-anak adalah sebagai berikut:

1. mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk pemainan-permainan yang umum.

2. membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh.
3. belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya.

4. mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat.

5. mengembangkan keterampilan-keterampilan dasarv untuk membaca, menulis dan


berhitung.

6. mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.

7. mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tata nilai.

8. mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.

9. mencapai kebebasan pribadi.

Aspek-aspek tugas perkembangan yang mencakup aspek kognitif, aspek fisik, aspek
bahasa, sosio-emosional, moral dan spiritual.

a. aspek kognitif

perkembangan kognitif mencakup

1) pengetahuan serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengatasi


masalah.

2) memory, konsentrasi, perhatian dan persepsi.

3) imajinasi dan kreativitas.

b. aspek perkembangan fisik (motorik)

Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah


melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi.

c. aspek bahasa dan komunikasi

Saat berkomunikasi akan mengaktifkan semua indera, meskipun terfokus pada bicara
dan bahasa. Seseorang berbicara ketika mampu mengontrol otot-otot mulut dan wajahnya.
Perkembangan bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan kognitif.

d. aspek personal, sosial dan emosional

Dalam menjalani kehidupan sosialnya seseorang dituntut untuk mengembangkan


kemampuan menyesuaikan diri dengan cara berhubungan, bergaul dengan lingkungan.
Pergaulan dengan lingkungan akan mengubah persepsi, sikap, dan perilaku seseorang, sebab
dengan pergaulan terjadi interaksi antar individu yang ditandai dengan pertukaran informasi
pengetahuan, adat istiadat, kebiasaan, budaya.

D.Periode dan ciri masing-masing tumbuh kembang

Menurut ppalia olds, &Feldman (1998;2004)perkembangan terdirir dari 9 tahap yaitu:

1. Masa prenatal , sejak konsomsi sampai kelahiran


2. Masa bayi dan anak tiga tahun pertama (balita)
3. Masa anak-anak awal dimuali dari 4-5 tahun 11 bulan
4. Masa anak tengah dimulai dari usia 6-9 tahun
5. Masa kanak-kanak akhir 9-12 tahun
6. Masa puber 12-15 tahun
7. Masa remaja 15-17 tahun
8. Masa dewasa awal 21-30 tahun
9. Masa dewasa madya 30-50 tahun

E.Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang

1. Faktor dalam
 Etnik atau bangsa
 Keluarga
 Umur
 Jenis kelamin
 Genetic
 Kelainan hormone
 Kelenjar
 Posisi anak dalam keluarga
2. Faktor luar
 Faktor prenatal
 Faktor persalinan
 Faktor pascasalin
 Hawa dan sinar
 Kultur(budaya)
 Psikologis
 Sosio-ekonomi
 Lingkungan pengasuhan
 Stimulusi dan rangsangan
 Obat-obatan
F. Penyimpangan Tumbuh Kembang dan penatalaksana

1) Gabgguan bicara dan bahasa


 Berikan stimulus melalui kegiatan alami sehari-hari secara verbal atau sering
di ajak bicara dengan nada yang baik
 Gunakan satu bahasa terlebih dahulu pada 2 tahun pertama anak serta
dahulukan kata-kata penting sesuai usia anak untuk komunitas anak
2) Cerebral palsy
 Terapi prilaku, yang dilakukan oleh seorang psikologi
 Terapi obat , biasaya diberikan pada kasus-kasus pc yang disertai dengan
kejang untuk mengontrol spastisitas atauuntuk mengontrol gerakan abnormal
 Terjadi akopsi atau operasi biasanya direkomendasikan bila terjadi
keterbatasan otot yang erat menyebabkan ganguan gerakan berjalan
3) Sindrom down
Adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang di
akbiatkan adanya abnormalitas perkembangan kromos

4) Perwakatan pendek
Adalah tinggi badan yang berada di bawah pesentil 3 atau 2 sd pada kurva
pertumbuhan yang berlaku pada populasi tersebut atau kurva NCHS

5) Gangguan autism
Adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang di alami sejak lahir
ataupun pada saat masa balita

6) Retandasi mental
Adalah keadaan dengan intelegensia yang kurang instrumental sejak masa
perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak )

7) Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)


Gpph mencakup gangguan pada aspek yaitu sulit memperlihatkan situasi hiperaktiv,
dan impusivitas
G. Peran Bidan Dalam Proses Tumbuh Kembang

1. Pemberian kewenangan lebih luas kepada bidan dimaksud untuk mendekatkan


pelayanan kepada setia ibu hamil
2. Melakukan kewenangan sesuai dengan standr profesi
3. Pelayanan kebidanan pada masa kehamilan berkaitan dengan kewenangan yang
diberikan kepada bidan
4. Pelayanan kesehatan pada anak diberikan pada bayi (khususnya pada masa bayi
belum lahir )balita dan pra sekolah
5. Pemberian obat yang bersifat sementara pada penyakit ringan , sepanjang sesuai obat-
obatan yang sudah ditetapkan

Ruang lingkup asuhan yang diberikan oleh seorang bidan (telah ditetapkan sebagai
wilayah kompetensi bidang di Indonesia)meliputi:

1. Pengetahuan umum
2. Ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik
3. Pra konsepsi
4. Asupan konseling selama kehamilan
5. Asuhan selama persalinan dan kelahiran
6. Asuhan pada ibu nifas dan menyusui
7. Asuhan pada bayi baru lahir
8. Asuhan pada bayi dan balita
9. Kebidanan komunitas
BAB II
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG NEONATUS BAYI , BALITA DAN ANAK
PRASEKOLAH

A. KONSEP DETEKSI TUMBUH BERKEMBANG


Deteksi dini tumbuh kembang anak / balita adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk
menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra
sekolah.
• Dengan ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh kembang anak,
maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
• Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik(anatomi) dan struktur tubuh dalam
arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak ) sel-sel tubuh
dan juga karena bertambah besarnya sel, jadi pertumbuhan lebih ditekankan pada
pertambahan ukuran fisik seseorang yaitu menjadi lebih besar atau lebih matang bentuknya,
seperti pertambahan ukuran beratbadan, tinggi badan, dan lingkar kepala.
• Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler
berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga
dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
• Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dari struktur / fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirkan, dan diramalkan sebagai hasil dari
proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ – organ dan sistemnya yang terorganisasi.
• Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialasi dan
kemandirian.

B. Cara deteksi tumbuh kembang anak


1. Mendeteksi tumbuh kembang pada anak diantaranya :
a. Pengukuran antropometri
Pengukuran antropometri ini dapat meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan , lingkar
kepala dan lingkar lengan atas.
b. Pengukuran berat badan
Pengukuran berat badan ini bagian dari antropometri yang digunakan untuk menilai hasil
peningkatan atau penurunan semua jaringan yg ada pada tubuh.
c. Pengukuran tinggi badan
Pengukuran ini merupakan bagian dari pengukuran antropometrik yang digunakan untuk
menilai status perbaikan gizi di samping factor genetic

2. Pertumbuhan dan perkembangan anak :


• Anak pada usia 3-6 bulan mengangkat kepala dengan tegak pada posisi telungkup.
• Anak pada usia 9-12 bulan berjalan dengan berpegangan.
• Anak pada usia 12-18 bulan minum sendiri dari gelas tanpa tumpah.
• Anak pada usia 18-24 bulan mencorat-coret dengan alat tulis.
• Anak pada usia 2-3 tahun berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan, melepas
pakaian sendiri.
• Anak pada usia 3-4 tahun mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.
• Anak pada usia 4-5 tahun mencuci dan mengeringkan tangan tanpa bantuan

C. Tujuan ilmu tumbuh kembang


1. Sebagai upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik,
mental dan sosial
2. Menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang
3. Kemungkinan penanganan yang efektif
4. Mencari penyebab dan mencegahnya

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita


1. Faktor Herediter
Faktor herediter merupakan factor yang dapat diturunkan sebagai dasar dalam mencapai
tumbuh kembang anak, factor herditer meliputi factor bawaan, jenis kelamin, ras, dan suku
bangsa. Pertumbuhan dan perkembangan anak dengan jenis kelamin laki-laki setelah lahir
akan cenderung cepat dibandingkan dengan anak perempuan serta akan bertahan sampai usia
tertentu. Baik anak laki-laki atau anak perempuan akan mengalami pertumbuhan yang lebih
cpat ketika mereka mencapai masa pubertas. (Alimul, 2008 : 11)
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan factor yang memegang peranan penting dalam menentukan
tercapai atau tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Faktor lingkungan ini dapat meliputi
lingkungan prenatal (yaitu lingkungan dalam kandungan) dan lingkungan postnatal (yaitu
lingkungan setelah bayi lahir)
Faktor lingkungan secara garis besar dibagi menjadi :
1) Faktor lingkungan prenatal
• Gizi pada waktu ibu hamil
• Zat kimia atau toksin
• Hormonal
2) Faktor lingkungan postnatal
• Budaya lingkungan
Dalam hal ini adalah budaya dalam masyrakat yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak, budaya lingkungan dapat menentukan bagaimana seseorang
mempersepsikan pola hidup sehat
• Status sosial ekonomi
Anak dengan keluaraga yang memiliki sosial ekonoi tinggi umumnya pemenuhan kebutuhan
gizinya cukup baik dibandingkan dengan anak dengan sosial ekonomi rendah
• Nutrisi
Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tunbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan, dalam
nutrisi terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air
• Iklim dan cuaca
Pada saat musim tertentu kebutuhan gizi dapat dengan mudah diperoleh namun pada saat
musim yang lain justru sebaliknya, sebagai contoh pada saat musim kemarau penyediaan air
bersih atau sumber makanan sangatlah sulit
• Olahraga atau latihan fisik
Dapat memacu perkembanagn anak karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga
suplai oksigen ke seluruh tubu dapat tertur serta dapatmeningkatkan stimulasi perkembangan
tulang, otot, dan pertumbuhan sel lainnya
• Posisi anak dalam keluarga
Secara umum anak pertama memiliki kemampuan intelektual lebih menonjol dan cepat
berkembang karena sering berinteraksi dengan orang dewasa namun dalam perkembangan
motoriknya kadang-kadang terlambat karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan
saudara kandungnya, sedangkan pada anak kedua atau tengah kecenderungan orang tua yang
sudah biasa dalam merawat anak lebih percaya diri sehingga kemamapuan anak untuk
berdaptasi lebih cepat dan mudah meski dalm perkembangan intelektual biasanya kurang
dibandingkan dengan ank pertamanya
• Status kesehatan
Apabila anak berada dalam kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan untuk tumbuh
kembang menjadi sangat mudah dan sebaliknya.contoh apabila anak mempunyai penyakit
kronis yang ada pada diri anak maka pencapaian kemampuan untuk maksimal dalam tumbuh
kembang akan terhambat karena anak memiliki masa kritis
3. Faktor hormonal
Faktor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang anakantara lain hormone
somatotropin, tiroid dan glukokortikoid. Hormone somatotropin (growth hormone) berperan
dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan dengan menstimulasi terjadinya proliferasi
sel kartilgo dan system skeletal, hormone tiroid berperan menstimulasi metabolism tubuh.
Hormone glukokortiroid mempunyai fungsi menstimulasi pertumbuhan sel intertisial dari
testis (untuk memproduksi testosteron) dan ovarium (untuk memproduksi estrogen),
selnjutnya hormone tesebut menstimulasi perkembangan seks, baik pada anak laki-laki
maupun perempua yang sesuai dengan peran hormonnya.

E. Tahap pencapaian tumbuh kembang anak


1. Masa prenatal
Masa prenatal terdiri atas dua fase, yaitu fase embrio dan fase fetus, pada fase embrio
pertumbuhan mulai dari konsepsi hingga 8 minggu pertama ,pada minggu kedua terjadi
pembelahan sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan ectoderm pda minggu
ketiga terbentuk lapisan mesoderm
2. Masa postnatal
Pertumbuhan atau perkembangan postnatal dikenal dengan pertumbuhan dan perkembangan
setelah lahir ini diawali dengan masa neonates (0-28hari) yang merupkan masa terjadi
kehidupan yang baru dalam ekstra uteri yaitu adanya proses adaptasi semua sistem organ
tubuh.
F. Ciri-ciri tumbuh kembang anak / balita
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan misal, perkembangan intelgensia pada
seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan
selanjutnya
Setiap anak tidak akan bis melewati tahapan sebelumnya misal, seorang anak tidak bias
berdiri jika pertumbuhan kaki dan tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak
terhambat karena perkembangan awal merupakn masa kritis untuk menentukan
perkembangan selanjutnya
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatn yng berbeda baik
perkembangan fisik maupun fungsi organ
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah
kepandaiannya.
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum:
1) Perkembangan terjadi dahulu di daerah kepala kemudian menuju arah anggota tubuh
2) Perkembang antropometri terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu
berkembng ke bagin distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola
proksimosdital)
6. Perkembangan memiliki tahap yan berurutan
Misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar
kotak anak mampu berdiri sebelum berjalan.

G. Aspek pertumbuhan dan perkembangan anak


Ada 4 aspek tumbuh kembang yang perlu dibina atau dipantau :
1. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan
anak melakukan pergerakan dengan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar sperti
duduk, berdiri, dsb
2. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan
anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh
otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat sperti mengamati sesuatu,
menjimpit, menulis, dsb
3. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan
untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dsb
4. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan
mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan
ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dsb

- Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan


A. Pertumbuhan Pengukuran antropometri , Pengukuran antropometrik meliputi :
- Berat badan, ntuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada
pada tubuh (tulang, otot, lemak, cairan tubuh) sehingga akan diketahui status gizi
anak atau tumbuh kembang anak. Berat Badan (BB) dapat juga dipakai dalam
perhitungan dosis obat.

Tabel 1.
Penilaian Status Gizi berdasarkan Indeks BB/U,TB/U, BB/TB Standart
Baku Antropometeri WHO-NCHS
No Indeks yang dipakai Batas Pengelompokan Sebutan Status Gizi
1 BB/U < -3 SD Gizi buruk
- 3 s/d <-2 SD Gizi kurang
- 2 s/d +2 SD Gizi baik
> +2 SD Gizi lebih
2 TB/U < -3 SD Sangat Pendek
- 3 s/d <-2 SD Pendek
- 2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Tinggi
3 BB/TB < -3 SD Sangat Kurus
- 3 s/d <-2 SD Kurus
- 2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Gemuk
Tabel 2.
Berat Badan Rata-rata Umur 0-5 Tahun :
Berat (Gram)
Umur
Standar 80% Standar
Lahir 3.400 2.700
0 – 1 Bulan 4.300 3.400
2 Bulan 5.000 4.000
3 Bulan 5.700 4.500
4 Bulan 6.300 5.000
5 Bulan 6.900 5.500
6 Bulan 7.400 5.900
7 Bulan 8.000 6.300
8 Bulan 8.400 6.000
9 Bulan 8.900 7.100
10 Bulan 9.300 7.400
11 Bulan 9.600 7.700
12 Bulan 9.900 7.900
1 tahun 3 Bulan 10.600 8.500
6 Bulan 11.300 9.000
9 Bulan 11.900 9.600
2 tahun 0 Bulan 12.400 9.900
3 Bulan 12.900 10.500
6 Bulan 13.500 10.800
9 Bulan 14.000 11.200
3 tahun 0 Bulan 14.500 11.600
3 Bulan 15.000 12.000
6 Bulan 13.500 12.400
9 Bulan 16.000 12.900
4 tahun 0 Bulan 16.500 13.200
3 Bulan 17.000 13.600
6 Bulan 17.400 14.000
9 Bulan 17.900 14.400
5 tahun 0 Bulan 18.400 14.700
Sumber : Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI
Kenaikan berat badan pada bayi cukup bulan kembali pada hari ke-10.
Umur 10 hari : BBL
Umur 5 balan : 2 x BBL
Umur 1 tahun : 3 x BBL
Umur 2 tahun : 4 x BBL
Pra sekolah : meningkat 2 kg/tahun
Adolecent : meningkat 3-3,5 kg/tahun
Kenaikan BB pada tahun pertama kehidupan
Trimester I : 700-1000 gram/bulan
Trimester II : 500-600 gram/bulan
Trimester III : 350-450 gram/bulan
Trimester IV : 250-350 gram/bulan
Perkiraan BB dalam kilogram
umur (bulan) + 9
Usia 3 - 12 bulan :
2
Usia 1 - 6 tahun : umur (tahun) x 2 + 8
umur (tahun) + 7- 5
Usia 6 - 12 tahun :
2
- Tinggi Badan , Pengukuran tinggi badan untuk menilai status perbaikan gizi
disamping faktor genetik. Penilaian TB dapat dilakukan dengan sangat mudah dalam
menilai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penilaian TB berdasarkan
umur menurut WHO dengan baku NCHS yaitu dengan cara presentase dari median
dengan penilaian ; ≥ 90% dikatakan normal, < 90% dikatakan malnutrisi kronis
(abnormal). TB meningkat sampai tinggi maksimal dicapai, meningkat pesat pada
usia bayi dan adolecent dan berhenti pada usia 18 – 20 tahun.
TB dapat diperkirakan sebagai berikut :
Umur 1 tahun = 1,5 x TB lahir
Umur 4 tahn = 2 x TB lahir
Umur 6 tahun = 1,5 x TB setahun
Umur 13 tahun = 3 x TB lahir
Dewasa = 3,5 x TB lahir atau (2 x TB umur 2 tahun)
Atau dengan rumus Behrman,
Lahir = 50 cm
Umur 1 tahun = 75 cm
Umur 2 – 12 tahun = umur (tahun) x 6 + 77
Atau berdasarkan potensi genetik TB akhir :
(TB ayah – 13 cm)+ (TB Ibu)
Wanita= ± 8,5 cm
2
(TB ibu + 13 cm) + (TB Ayah)
Pria= ± 8,5 cm
2
Tabel 3.
Tinggi Badan Rata-rata Umur 0-5 Tahun
Tinggi (Cm)
Umur
Standar 80% Standar
Lahir 50.5 40.5
0 – 1 Bulan 55.0 43.5
2 Bulan 58.0 46.0
3 Bulan 60.0 48.0
4 Bulan 62.5 49.5
5 Bulan 64.5 51.0
6 Bulan 66.0 52.5
7 Bulan 67.5 54.0
8 Bulan 69.0 55.5
9 Bulan 70.5 56.5
10 Bulan 72.0 57.5
11 Bulan 73.5 58.5
12 Bulan 74.5 60.0
1 tahun 3 Bulan 78.0 62.5
6 Bulan 81.5 65.0
9 Bulan 84.5 67.5
2 tahun 0 Bulan 87.0 69.5
3 Bulan 89.5 71.5
6 Bulan 92.0 73.5
9 Bulan 94.0 75.0
3 tahun 0 Bulan 96.0 77.0
3 Bulan 98.0 78.5
6 Bulan 99.5 79.5
9 Bulan 101.5 81.5
4 tahun 0 Bulan 103.5
3 Bulan 105.0 82.585.5
6 Bulan 107.0 86.5
9 Bulan 108.0
5 tahun 0 Bulan 109.0 87.0
Sumber : Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI
- Lingkar kepala , dapat digunakan untuk menilai pertumbuhan otak. Penilaian ini dapat
dilihat apabila pertumbuhan otak kecil (mikrosefali) maka menunjukkan adanya
retardasi mental, sebaliknya apabila otaknya besar (volume kepala meningkat) akibat
penyumbatan pada aliran cairan cerebrospinalis.
Peningkatan volume
6 – 9 bulan kehamilan = 3 gram/24 jam
Lahir – 6 bulan = 2 gram/24 jam
6 bulan – 3 tahun = 0,35 gram/24 jam
3 – 6 tahun = 0,15 gram/24 jam
- Pengukuran lingkar lengan atas , digunakan untuk menilai jaringan lemak dan otot,
tetapi penilaian ini banyak berpengaruh pada keadaan jaringan tubuh apabila
dibanding dengan BB. Penilaian ini juga dapat dipakai untuk menilai status gizi pada
anak usia pra sekolah.
1) Pemeriksaan fisik
Untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan dengan cara melakukan
pemeriksaan fisik, dengan melihat bentuk tubuh, perbandingan bagian tubuh
dan anggota gerak lainnya, menentukan jaringan otot dengan memeriksa
lengan atas, pantat dan paha, menentukan jaringan lemak dilakukan pada
triseps, rambut dan geligi.
2) Pemeriksaan Laboratorium
Dilakukan untuk menilai keadaan pertumbuhan dan perkembangan dengan
status keadaan penyakit, adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan ;
pemeriksaan Hb, serum protein (albumun, globulin), hormonal, dll.
3) Pemeriksaan radiologi
Dilakukan untuk menilai umur pertumbuhan dan perkembangan seperti tulang
(apabila dicurigai adanya gangguan pertumbuhan)
- Perkembangan :
1) Tujuan
a) Mengetahui kelainan perkembangan anak dan hal-hal lain yang
merupakan isiko terjadinya perkembangan tersebut
b) Mengetahui berbagai masalah perkembangan yang memerlukan
pengobatan atau konseling genetik
c) Mengetahui anak perlu dirujuk
2) Cara deteksi perkembangan
a) DDST (Denver Development Screnning Test)
DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan
perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. DDST
memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining
yang baik. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit), dapat diandalkan dan
menunjukkkan validitas yang tinggi.
Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab dengan ’ya’ atau ’tidak’ oleh
orang tua. Setelah semua pertanyaan dijawab, selanjutnya hasil KPSP
dinilai :
- Apabila jawaban ’ya’ berjumlah 9 – 10, berarti anak tersebut normal
(perkembangan baik)
- Apabila jawaban ’ya’ kurang dari 9, maka perlu diteliti lebih lanjut
mengenai; Apakah cara menghitung usia dan kelompok
pertanyaannya sudah sesuai.
- Kesesuaian jawaban orang tua dengan maksud pertanyaan. Apabila
ada kesalahan, maka pemeriksaan harus diulang :
- Apabila setelah diteliti jawaban ’ya’ berjumlah 7 – 8, berarti hasilnya
meragukan dan perlu diperiksa ulang1 minggu kemudian
- Apabila jawaban ’ya’ berjumlah 6 atau kurang, berarti hasilnya kurang
atau positif untuk perlu dirujuk guna pemeriksaan lebih lanjut
b) KPAP (Kuesioner Perilaku Anak Pra Sekolah)
KPAP adalah sekumpulan perilaku yang digunakan sebagai alat untuk
mendeteksi secara dini kelainan-kelainan perilaku pada anak prasekolah
(usia 3-6) tahun. Kuesioner ini berisi 30 perilaku yang perlu
ditanyakan satu per satu pada orang tua.
Setiap perilaku perlu ditanyakan apakah ‘sering terdapat’, ‘kadang-kadang
terdapat’, atau ‘tidak terdapat’. Apabila jawaban yang diperoleh adalah
‘sering terdapat’, maka jawaban tersebut dinilai 2, ‘kadang-kadang
terdapat’ diberi nilai 1 dan ‘tidak terdapat’ diberi nilai 0. Apabila jumlah
nilai keseluruhan kurang dari 11, maka anak perlu di rujuk, sedangkan
jika jumlah nilai 11 atau lebih maka anak tidak perlu dirujuk.
c) Tes Daya Lihat dan tes Kesehataan Mata Anak Pra Sekolah
Tes ini untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta kelainan mata pada
anak berusia 3- 6 tahun. Tes ini juga digunakan untuk mendeteksi adanya
kelainan daya lihat pada anak usia prasekolah secara dini, sehingga jika
ada penyimpangan dapat segera ditangani.
Untuk melakukan tes daya lihat diperlukan ruangan dengan penyinaran
yang baik dan alat ’kartu E’ yang digantungkan setinggi anak duduk.
Kartu E berisi 4 baris. Baris pertama huruf E berukuran paling besar
kemudian berasngsur-angsur mengecil pada baris keempat. Apabila pada
baris ketiga , anak tidak dapat melihat maka perlu di rujuk. Selain tes daya
lihat, anak juga perlu diperiksakan kesehatan matanya. Perlu ditanyakan ;
- Keluhan seperti mata gatal, panas, penglihatan kabur atau pusing
- Perilaku seperti sering menggosok mata, membaca terlalu dekat,
sering mengkedip-kedipkan mata
- Kelainan mata seperti bercak bitot, juling, mata merah dan keluar air
d) Tes Daya Dengar Anak (TDD)
Tes daya dengar berupa pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan denga
usia anak, yaitu kelompok 0 – 6 bulan, > 16 bulan, > 9 bulan, > 11 bulan,
> 12 bulan, > 24 bulan dan > 36 bulan. Setiap pertanyaan perlu
dijawab ’ya’ atau ’tidak’. Apabila jawabannya adalah tidak maka
pendengaran anak tidak normal sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

BAB III

STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK

A. Konsep stimulasi tumbuh kembang anak

Stimulasi adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi lahir bahkan sebainya sejak dalam
kndugan, dilakukan setiap hari untuk merangsang sistem indera. Anak yang mendapat
situmulasi terarah akan lebih cepat berkembang dibanding anak yang kurang bahkan tidak
mendapat stimulasi.

Orang tua harus memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu :

1. Kebutuhan asuh adalah kebutuhan akan nutrisi.

2. Kebutuhan asih yaitu pemberian kasih sayang

3. Kebutuhan asah atau stimulasi adalah kegiatan yang dilakukan merangsang


kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

B. Stimulasi janin dalam kandungan

Stimulasi janin dalam kandungan meliputi :

1. Stimulasi gizi. Penuhi semua kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan jani, seperti asam
folat, kalsium, dan zat besi. Lakukan sejak awal kehamilan.

2. Stimulasi suara. Ajak janin bicara. Bisa juga memperdengarkan musik, atau
membacakan kita suci dan doa-doa pada janin.
Lakukan stimulasi sejak kehamilan memasuki trusemester kedua.

a. Mengajak bicara

b. Membackan cerita

c. Memperdengarkan musik

3. Stimulasi sentuhan

a. Membelai

b. Mengusap

c. Menepuk

d. Menekan

e. Mengguncang

4. Stimulasi cahaya. Mulai usia 6 bulan sudah dapat meespon cahaya.

Manfaat stimulasi bagi janin

1. Sel-sel otak janin lebih aktif berkembang

2. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yangn kuat, memiliki kepercayaan diri dll

3. Stimulasi pralahir dapat mennagkan hati dan merangsang gr=erak dan denyut jantung
janin.
Manfaat stimulasi janin bagi orang tua

1. Bisa menajdi ajang latihan untuk mempersiapkan kehaddiran snag buah hati

2. Dapat mengembangkan ikatan cinta dan kasih sayang

3. Dapat mengembangkan ikatan emosional di antara kedua orang tua

C. Stimulasi anak sejak dini

Pemberian stimulasi pada anak mencakup :

1. Stimulus taktil (perabaan, belaian dans entuhan)

2. Stimulus visual

3. Stimulus auditori (pendengaran)

4. Stimulus vestibular (keseimbangan)

5. Stimulus olfaktori (penciuman)

6. Stimulus proprioseptof (otot, sendi, dan ligamen)

7. Stimulus gustatory (pengecap)

D. Jenis-jenis stimulasi yang dibutuhkan anak

1. Stimlasi aspek fisik

2. Stimulasi aspek emosi

3. Stimulasi aspek spiritual

4. Stimulasi aspek intelektual

5. Stimulasi aspek sosial


E. Tahapan stimulasi tumbuh kembang anak

1. Pada tahap perkembangan awal anak berada pada tahap sensori motorik.

2. Pada tahun-tahun pertama anak belajar mendengarkan.

3. Pada anak yang lebih besar sudah mampu berjalan dan berbicara.

4. Pada masa sekolah, perhatian anak mulai keluar dari lingkungan keluarganaya,
perhatian beralih ke teman sebayanya.

Stimulasi kecerdasan multiple pada anak

Keceerdasana multiple (multiple intelgence) adalah berbagai jenis kecerdasan yang


dikembangkan anak

1. Keceerdasan berbahasa verbal

2. Keceerdasan emosi interpersonal

3. Keceerdasan emosi interpersonal

4. Keceerdsan naturalis

5. Kecerdasan logika matematik

6. Kecerdasan visual-spatial

7. Kecerdasan gerak tibuh

8. Kecerdasan musical
BAB IV

BERMAIN

1.Perkembangan intelektual

Pada saat bermain anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang
ada di lingkungan sekitar nya terutama mengenai warna,bentuk,ukuran tekstur dan
membedakan objek pada saat bermain pula anak-anak melatih diri untuk memecahkan
masalah.

2.Penegembangan social

Perkembangan social di tandai dengan kemampua berinteraksi dengan lingkungan


nya.Melalui kegiatan bermain anak akan belajar memberi dan menerima.Meski demikian
anak border dan pra sekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk meluaskan aktivitas sosial
nya di lingkungan keluarga.

3.Perkembangan kreativitas

Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu untuk mewujudkan nya dalam
bentuk kegiatan.

4.Perkembangan Moral

Anak memepelajari nilai dasar dari lingkungan nya,terutama dari orangtua dan guru.Melalui
kegitan bermain anak juga akan belajar nilai moral dan etika,belajar membedakan mana yang
benar dan mana yang salah.Serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah
di lakukan nya.

5.Perkembangan kesadaran diri

Melalui bermain anak mengembangkan kemampuan nya dalam mengatur tingkah laku.Anak
juga akan belajar mengenal kemampaun nya dan membandingkan nya dengan yang lain serta
menguji kemampuan nya dengan mencioba peran-peran baru.

6.Bermain sebagai terapi


Pada saat di rumah sakit anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak
menyenangkan seperti marah,cemas,sedih,dan nyeri.Hal ini terjadi terutama pada anak yang
belum mampu mengekspresikan nya secara verbal.

Pendapat lain tentang fungsi bermain

a.Bermain merupakan hal yang penting bagi perkembangan kognitif dan sosio-emosi anak-
anak.

b.Menurut freud dan ericson Bermain membantu anak-anak untuk mengatasi kecemasan dan
konflik-konflik nya.

c.Piaget dan vygotsky menyimpulkan bahwa bermain adalah pekerjaan anak-anak bermain
pula membuat anak-anakmempraktikan kompetensi nyaserta memperoleh keterampilan
melalui cara yang menyenangkan.

d.Daniel Berlyne (1960) bermain sebagai aktivitas menggairahkan dan menyenangkan karena
bermain memuaskan dorongan eksplorasi anak.

C.Manfaat Bermain

Beberapa ahli mengatakan bahwa bermain memiliki beberapa manfaat yang besar dan positif
bagi perkembangan anak usia dini.Plato aristoteles,frobel menganggap bermain merupakan
sebagai kegiatan yang mempunyai nilai praktis.Pendapat yang sama di kemukakan oleh
isenberg dan jalongo.

a.Manfaat bagi kognitif

b.Manfaat bagi aspek fisik

c.Manfaat bagi sosio-emosional

Menurut Montolou bahwa bmanfaat bermain bagi anak-anak adalah

1.bermain memicu kreativitas anak

2.Bermain dapat mencerdaskan otak anak

3.bermain dapat menanggulangi konflik bagi anak

4.Bermain dapat melatih empati

5.Bermain dapat mengasasah panca indera

6.Bermain itu melakukan penemuan

Pengaruh bermai Terhadap tumbuh kembang anak


1.Perkembangan fisik

2.Dorongan komunikasi

3.Menyalurkan energi emosional yang terpendam

4.Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan

5.sumber belajar

6.rangsangan bagi kreativitas

7.perkembangan wawasan diri

8.Standar moral

9.Belajar bermain sesuai jenis kelamin

10.Perkembangan ciri kepribadian yang di inginkan

E.Faktor yang mempengaruhi Bermain pada anak

1.Faktor kesehatan

2.Faktor Intelegensi

3.Faktor lingkungan

4.Faktor jenis kelamin

5.Faktor Ekonomi

F.Klasifikasi Bermain

1.Menurut Piaget kegiatan bermain terdiri dari beberapa tahap

a.Permainan senso motorik(3/4-1/2 tahun)

b.Permainan simbolik(kira-kira 2-7 tahun)

c.Permainan sosial yang mempunyai aturan(kira-kira 8-11 tahun)

d.Permaianan yang memiliki aturan dan olahraga(11 tahun ke atas)

2.Tahap perkembangan Bermain menurut Harlock

a.tahap penjelasan

b.tahap bermain
c.tahap melamun

3.Di tinjau dari sumber kegembiraan nya bermain di kategorikan menjadi 2 :

a.Bermain aktif

1.Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi

2.Drama

3.bermain musik

4.mengumpulkan atau mengoleksi

5.Permainan olahraga

6.bermain konstruksi

7.Bermain drama

8.Bermain fisik

b.Bermain pasif

1.Mendengarkan radio

2.Menonton televisi

Berdasarkan Isi nya,Bermain di kategorikan menjadi :

a.social affective play

b.sense of pleasure play

c.Games atau permainan

d.skill play

e.Unoccopied behavior

f.dramatic play
5.Klasifikasi bermain berdasarkan karakter sosial

a.Onlooker play

pada jenis permaianan ini anak hanya mengamati teman nya bermain,tanpa ada inisiatif untuk
ikut berpartisipasi dalam permaian jadi anak tersebut bersifat pasif tetapi ada proses
pengamatan terhadap permainan yang sedang di lakukan teman nya.

b.Solitary play

Dalam kali ini anak tampak dalam kelompok permainan tetapi anak bermain sendiri dengan
alat permainan yang di miliki nya dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan
yang di gunakan teman nya.

c.Parallel play

Pada permainan ini anak dapat menggunakan permainan yang sama dengan anak yang lain
tapi antara anak satu dengan anak yang lain tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga tidak
terjadi soisialisasi

d.Asossiatif play

Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu dengan yang lain nya tetapi tidak
terorganisasi,tidak ada pemimpin yang meminpin permainan.

e.Cooperative play

Aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan pada jenis inijuga
tujua dan pemimpin.

6.Klasifikasi Bermain berdasarkan kelompok usia Anak

a.Usia o-1 tahun

b.Usia 1-2 tahun

c.Usia 3-6 tahun

G.Prinsip Dalam Activitas Bermain


1.Prinsip Ekstra energy

2.Waktu yang cukup

3.Alat permainan

4.Ruang untuk bermain

5.Pengetahuan cara bermain

6.Teman bermain

H.Peran Orangtua Saat bermain dengan anak

1.Peran Motivasi

2.Peran Mengawasi

3.Peran sebagai mitra bermain

I.Menciptakan suasana bermain yang menyenangkan

1.Tunjukan wajah yang ceria sebelum memulai bermain

2.Perbanyak komunikasi verbal dengan si kecil saat bermain

3.Sesekali tunjukan mimik-mimik lucu dari wajah bunda kepada bayi

4.jika bunda bermain dengan si kecil yang bersifat ketangkasan

5.Jangan lupa memberikan tepuk tangan dan sedikit sanjungan

6.setelah selesai bermain ajarkan si kecil untuk membereskan mainan nya dengan cara yang
menyenangkan.

 PRINSIP-PRINSIP PERMAINAN PADA ANAK DI RUMAH SAKIT

a.Permainantidak boleh bertentangan dengan terapidan perawatan yang sedang di


jalankan

b.tidak membutuhkan energy yang banyak singkat dan sederhana

c.Harus mempertimbangkan keamanan anak


d.di lakuakn pada kelompok umur anak yang sama

e.Melibatkan orangtua,orangtua mempunyai kewajiban untuk tetap melangsungkan upaya


stimulasi pada tumbuh kembang anak walupun sedang di rawat di rumah sakit.

f.Mempertimbangkan keamanan dari infeksi silang semua alat permainan dapat di cuci

g.permainan tidak bertentangan dengan pengobatan.

BAB III
PEMBAHASAN
A. KELEBIHAN BUKU

Kelebihan dari buku ini menurut saya adalah buku ini memiliki bahasa yang cukup jelas , jadi
para pembaca dapat lebih memahami materi yang ada..

B. KEKURANGAN BUKU

Tidak adanya contohnya pada buku tersebut jadi membingungkan para pembaca.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Didalam makalah ini saya dapat menyimpulkan masalah-masalah dan bisa
mengetahuai pengertian-pengertian, dan juga buku ini banyak materi dan bisa dipahami
walaupun tidak semuannya, hanya saja yang saya ketahui mebahas dan menggunakan bahasa
yang tidak sulit untuk dimengerti
B. SARAN
Saran saya di sini adalah, supaya membuat bab di buku ini dan menyederhanakan bahasa
di dalam buku ini menggunakan bahasa yang mudah di mengerti, dan juga sertakan gambar
di dalamnya . Biar dapat memahami pembaca buku tersebut.