Anda di halaman 1dari 3

LEGENDA :

Kawasan Rawan Bencana III : Bahaya dari landaan


awan panas, aliran lava, guguran batu, lontara batu pijar,
dan hujan abu.
Kawasan Rawan Bencana II : Bahaya dari awan panas,
aliran lava, lahar, lontaran material, dan batu pijar.
Kawasan Rawan Bencana I : Bahaya dari landaan lahar
dan kemungkinan perluasaan awan panas.
Zona KRB III dan II : Radius 9 km
Zona KRB I : Radius 12 km
SEJARAH LETUSAN
 1808 Gunung Agung melontarkan abu dan batu
apung dengan jumlah luar biasa.
 1821 Gunung Agung meletus lagi. Letusannya
disebut normal tetapi tak ada keterangan
terperinci. Letusannya juga dinilai tak sedahsyat
letusan di tahun 1808
 1843 Gunung Agung meletus lagi pada tahun
1843, didahului sejumlah gempa bumi, kemudian
memuntahkan abu vulkanik, pasir, dan batu
apung.
 1963 suara letusan keras dan melihat asap tebal
keluar secara vertikal dari puncak Gunung Agung.
Letusan ini mengeluarkan abu panas dan gas
setinggi hampir 20.000 meter.
 September 2017, peningkatan aktivitas gemuruh
dan seismik di sekitar gunung berapi menaikkan
status normal menjadi waspada dan sekitar
122.500 orang dievakuasi. Pada bulan yang sama
18 September 2017 status Gunung Agung
dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga. 22
September 2017, status Gunung Agung dinaikkan
dari Siaga menjadi Awas. Pada akhir Oktober
2017, status diturunkan dari Awas menjadi Siaga.
Aktivitas gunung berapi tersebut menurun secara
signifikan
 21 November 2017 Ada letusan freatik kecil
 25 November 2017 erupsi magmatik dimulai pada
hari Sabtu, Letusan dahsyat yang dihasilkan
dilaporkan meningkat sekitar 1,5-4 km di atas
kawah puncak.