Anda di halaman 1dari 21

CONTOH MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik
itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup
usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan
perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan
pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya
dengan pasar. Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku
bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian
penuh pada strategi pemasaran yang dijalankannya . Produk – produk yang dipasarkan dibuat
melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu
meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian
pelanggan mau dan rela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan
menjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan
kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses
pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh dari manajemen
pemasaran paling atas hingga karyawan level bawah .

Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan
didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lain. Hal tersebut
merupakan tanggung jawab besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin
tetap eksis didalam persaingan bisnis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-
perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar
dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa
sekarang dan akan datang.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang ada dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa definisi dari pemasaran itu sendiri ?
2. Konsep pemasaran
3. Strategi pemasaran
4. Rencana-rencana pemasaran
C. Tujuan
Beberapa rumusan masalah yang didapat terdapat beberapa tujuan yang dicapai yaitu bagi :
1. Diri sendiri
Tujuan bagi diri sendiri adalah untuk dijadikan sebagai acuan atau pembelajaran dalam
memahami pemasaran
2. Pembaca
Pembaca diharapkan dapat memberikan kritik dan saran yang membangun setelah membaca
makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI PEMASARAN
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu
perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup
usahanya, untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena
pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan
dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang
berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
Selain itu ada pula tiga pendapat tentang pemasaran (marketing) yaitu:
1. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan
untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan
jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
(William j.Stanton, 1978 )
2. Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang
dan jasa dari para produsen ke para konsumen. ( The Amirican Marketing Association )
3. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok
mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan
bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. ( Philip Kotler, 1995 )
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang
menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi
fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut
perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek nonfisik
dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan
pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual.

B. KONSEP PEMASARAN
Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (1979:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang
menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi
kelangsungan hidup perusahaan”.

Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari
pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan
pemasarannya yaitu:
1. Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah
harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas
cakupan distribusi.
2. Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja
terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang
lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3. Konsep berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan
membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu, perusahaan harus melakukan
usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara
lebih efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi
utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta
keuntungan.
5. Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan
serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada
saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.

C. STRATEGI PEMASARAN
Perencanaan sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi persaingan
yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi mungkin
akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Perencanaan dapat mencakup suatu periode waktu yang panjang atau
pendek. Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya
melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus. Masalah yang
dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas, seperti masalah perluasan pabrik,
pasar, atau produk.
Perencanaan jangka pendek ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh manajemen
menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat dimasukkan
dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan untuk periode yang
akan datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari
tenaga pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu
sebagai berikut :
1. Perencanaan perusahaan secara keseluruhan.
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan
pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan straregi
jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk mengembangkan rencana
yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada dalam perencanaan perusahaan ini adalah
masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research
and development ),serta penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan
pemasaran ini cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek
maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan
pemasaran sering dijadikan satu.

2. Perencanaan pemasaran
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah-masalah yang luas
dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk ( product), harga ( price), tempat
( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus
dikoordinasikan dan ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling
berinteraksi dengan variabel lainnya.
3. Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk satu periode waktu. Dalam
hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang mencakup kegiatan
pemasaran setiap tahunnya. Contoh : perencanaan pemasaran jangka panjang
menentukantujuan untuk memperkenalkan produk baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya,
bagaimana pun harus dapat membuat keseimbangan dalam persediaan dengan cara
mempromosikan jenis produk yang sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan
produk ( product life cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut
sehingga persediaan berkurang.

D. RENCANA-RENCANA PEMASARAN
DEFINISI PERENCANAAN
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana suatu organisasi dapat mencapai
tujuannya melalui serangkaian aktivitas yang ditujukan pada proses analisa, evaluasi, seleksi
diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Proses awal perencanaan
dimulai dari penetapan tujuan kemudian merinci berbagai cara, teknik dan prosedur guna
mencapai tujuan tersebut. Perencanaan dikatakan efektif jika tujuan yang telah dirumuskan
dapat dicapai sepenuhnya.

DEFINISI RENCANA PEMASARAN


Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam
merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci
keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi
sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan
dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering
kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk
yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Rencana pemasaran adalah
bagaimana sebuah organisasi bisnis dapat mencapai tujuan pemasarannya melalui sistem
pemasaran yang dibentuk oleh komponen eksternal, internal, umpan balik dan wirausahawan
(pelaku bisnis)

ANALISA LINGKUNGAN
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Kondisi perekonomian negara dan didunia, kebudayaan, teknologi, permintaan produk,
permasalahan hukum, persaingan bisnis, pasokan bahan baku dan lain-lain

Lingkungan Internal
Lingkungan yang dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Sumber daya keuangan, manajemen, pemasok/supplier, serta sasaran dan tujuan organisasi
BAURAN PEMASARAN
Interaksi dari keempat variabel utama dalam sistem pemasaran, yaitu : produk dan jasa,
Penetapan harga, saluran distribusi dan aktivitas promosi
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat,
dipegang, dibeli atau dikonsumsi.
2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau
mengganti hal milik produk.
3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain
channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan
memperkenalkan produk pada pasar sasaran.
Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa
oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
pembelian produk dan jasa.
c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan
dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan
melakukan penjualan.
e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk
mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan
menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]


Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring
perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah
mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen
dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan
bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan
menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:
product elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other user
outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi
perusahaan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan
bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk
membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang
perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan
korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan
atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan
untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan
ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan,
sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena
dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk
dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara
nyata kualitas produk dan layanan.

BATASAN RENCANA PEMASARAN


Urgensi Rencana Pemasaran :
• Kita telah berada dimana (where do we now)?
• Kemana kita akan pergi (where do we go)?
• Bagaimana cara mencapainya (how do we go)?

Masalah dan kendala dalam perencanaan pasar :


• Kemampuan peramalan
Kemampuan untuk mengantisipasi kejadian yang akan datang dalam dunia bisnis.
• Akses kepada sumber informasi
Terbatasnya sumber informasi yang diterima, jadi kita tidak mengetahui informasi-informasi yang
dibutuhkan.
• Waktu yang terbatas
Waktu yang terbatas dalam membuat rencana, jadi perencanaan yang dibuat tidak matang.
• Koordinasi proses perencanaan
Tidak adanya koordinasi dalam membuat perencanaan
• Implementasi perencanaan pasar

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN RENCANA


• Mendefinisikan situasi bisnis
• Mendefinisikan segmen pasar (peluang dan ancaman)
• Mendefinisikan kekuatan dan kelemahan
• Penetapan tujuan dan pasar
• Mendefinisikan strategi pemasaran dan usaha yang dilakukan
• Perancangan tanggung jawab implementasi
• Penganggaran strategi pemasaran
• Monitor kemajuan usaha pemasaran

Perencanaan Kontingensi
Perencanaan yang baik harus dapat mempertimbangkan sebanyak mungkin alternatif dan
memiliki fleksibilitas yang tinggi bila diperlukan penyesuaian-penyesuaian
Penyebab kegagalan dalam perencanaan :
• Minimnya rencana nyata
• Minimnya analisa situasi yang memadai
• Tujuan dan sasaran yang tidak realistis
• Kurangnya antisipasi terhadap pesaing dan pasokan

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk dapat
memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran harus
mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa
yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.

B. Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan
hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas
yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam
perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
“Manajemen Pemasaran”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas
yang diberikan dalam mata kuliah Manajemen di Universitas Negeri Makassar.

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik
pada tekFnis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Makassar, Desember 2013

Tim Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
B. Perkembangan dan Sajarah Pemikiran Tentang Pemasaran
C. Fungsi Universal dan Tantangan Pemasaran

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemasaran ada di mana-mana. Orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah
besar aktivitas yang dapat kita sebut pemasaran. Pemasaran yang baik telah
menjadi elemen yang semakin vital untuk kesuksesan bisnis. Pemasaran
sangat mempengaruhi kebutuhan kita setiap hari dan setiap hal yang kita
lakukan, dari pakaian yang kita pakai, situs internet yang kita klik, sampai
iklan yang kita lihat.

Sebagai pemasaran yang baik bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari
perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Pemasaran adalah seni sekaligus
ilmu. Ada ketegangan yang terus menerus antara sisi terformulasikan dan sisi
kreatif.

B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi fokus permasalahan yang akan dibahas dalam makalah
ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran?
2. Apa perkembangan dan sajarah pemikiran tentang pemasaran?
3. Apa fungsi universal dan tantangan pemasaran?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran
2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan pemikiran pemasaran
3. Untuk mengetahui apa fungsi dan tantangan pemasaran

BAB II
PEMBAHASAAN
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan
pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran
dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Istilah pemasaran
berasal dari bahasa Inggris Marketing yang diartikan dengan istilah
pemasaran dengan asal kata pasar (Market).

1. Pengertian Pemasaran menurut para ahli :


a. Philip Kotler (1997:8) menyatakan bahwaPemasaran adalah suatu proses
sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan
apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan,
dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

b. Charles F. Philip, Ph.D & Delbert J. Duncan dalam Buku “Marketing


Principles and Methods”: Marketing oleh para pengusaha diartikan sama
dengan distribusi yang dimaksuskan segala kegiatan untuk menyampaikan
barang-barang ketangan konsumen rumah tangga dan ke konsumen industry.

c. Maynard & Beckman dalam bukuPrincipes of marketing


mendefinisikanMarketing berarti segala usaha yang meliputi penyaluran
barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumsi.

d. William J. Stanton (1993:7) Pemasaran adalah suatu sistem total dari


kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan
keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen
potensial.

e. Hermawan Kartajaya (2002), pemasaran diartikan sebagai :


a). Menghubungankan penjual dan pembeli potensial.
b). Menjual barang dan barang tersebut tidak kembali ke orang yang
menjualnya.
c). Memberikan standar kehidupan.
d). Sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan,
penawaran dan perubahan values dari inisiator kepada stakeholder.

f. Peter Drucker (1954): Penjulaan bukan sekedar perluasan penjualan,


pemasaran meliput keseluruhan bisnis dan harus dilihat dari sudut pelanggan.
Hanya pemasaran dan inovasilah yang bisa menghasilkan uang, kegiatan
lainnya merupakan pos biaya saja.

g. The American Marketing Asociation (AMA) : Pemasaran adalah proses


perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi dan
pendistribusian barang, jasa dan ide dan dapat memuaskan pelanggan
individu atau organisasi secara menguntungkan.

2. Yang Dipasarkan
Dalam pemasaran ada 10 tipe entitas yaitu barang, jasa, acara, pengalaman,
orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide.
a). Barang
Barang fisik memang memiliki bagian terbesar dalam proses produksi maupun
pemasaran. Perusahaan bisa memasarkan mobil, lemari es, handphone,
laptop, jam tangan, dan lain sebagainya. Peluang pasar pada komoditas
barang sangat besar. Semakin banyak inovasi tentunya akan semakin
menggairahkan pasar.

b). Jasa
Perkembangan jaman memang melahirkan berbagai ide-ide bisnis tentang apa
saja yang bisa dipasarkan. Bisnis pelayanan jasa semakin menjamur dan
memiliki prospek bisnis yang sangat bagus. Dunia bisnis saling
ketergantungan dengan berbagai pihak yang lainnya. Untuk menjembatani
peluang itu, muncullah industri jasa yang memberikan pelayanan jasa.
Contohnya saja, industri perbankan, transportasi meliputi darat, laut, udara,
asuransi, bahkan laundry dan warung internet, dan lainnya.

c). Acara
Ide bisnis juga bisa diperoleh dari mengadakan berbagai acara atau event.
Memang bisnis di bidang ini sangat tergantung dari regulasi waktu. Misalnya
saja ada event olah raga piala dunia 4 tahunan sekali, acara pentas seni saat
berbagai seniman berkumpul memamerkan karyanya setiap 6 bulanan, bahkan
acara musik yang saat ini sedang populer diadakan setiap hari.

d). Pengalaman
Saat ini, salah satu aspek penting bagi marketer adalah bagaimana
menciptakan suatu pengalaman yang akan tertanam di dalam benak
pelanggan. Contohnya, produk-produk Apple yang menawarkan pengalaman
bagi penggunanya tentang keindahan, kemudahan, eksklusivitas, serta
kecanggihan. Contoh lainnya, Walt Disney World’s Magic Kingdom, ada kapal
bajak laut, dunia peri, rumah hantu, dan wahana lainnya.

e). Orang
Sumber daya manusia juga merupakan pasar yang besar. Melihat
perkembangan penduduk secara statistik maupun kompetensi (keahlian),
maka manusia adalah potensi pasar yang menjanjikan. Baik pemasaran orang
dalam jumlah besar untuk menjadi tenaga kerja, maupun pemasaran orang
secara individual. Berkaitan dengan pemasaran orang secara individual, yang
disebut “personal branding”. Saat ini, sudah saatnya Anda menjual diri Anda
sendiri. Tom Peters, pencetus istilah ini menyampaikan “the brand called
YOU”. Sebenarnya, hal ini sudah diterapkan oleh orang-orang yang sudah tak
asing lagi bagi kita. Sebut saja, David Beckham, Oprah Winfrey, bahkan di
dalam negeri seperti Mario Teguh, Olga Syahputra, dan lainnya.

f). Tempat
Suatu tempat yang memiliki daya tarik keindahan, unik, bernilai jual, pasti
mendatangkan keuntungan. Marketer harus melihat potensi ini, dengan
mengelolah tempat itu sebaik mungkin, membentuk manajemen yang solid,
lalu memasarkannya secara luas. Selain tempat wisata, juga ada potensi di
perkotaan, seperti tempat perkantoran, mall, food court, dan lainnya.

g). Properti
Peluang pasar di bidang properti juga sangat besar. Properti itu adalah hak
kepemilikan tak berwujud atas properti yang sebenarnya (real estate) maupun
properti finansial (dalam bentuk saham dan obligasi). Properti
diperjualbelikan, jadi hal itu membutuhkan pemasaran. Pihak yang
memasarkan biasanya disebut agen properti. Agen ini bekerja untuk pemilik
atau penjual properti, lalu agen bisa memasarkan properti untuk pemukiman
maupun perdagangan. Untuk properti finansial, perusahaan investasi atau pun
bank memasarkan sekuritas dan sejumlah aset kepada investor institusional
maupun individual. Aset properti terbukti menghasilkan profit yang tinggi
asalkan dikelolah dengan baik.

h). Organisasi
Ide bisnis dari kumpulan beberapa orang untuk menawarkan jasa, sehingga
membentuk organisasi, baik profit maupun non-profit, besar maupun kecil,
berlandaskan hukum maupun tidak. Organisasi menawarkan pada pasar
sasarannya beragam pelayanan jasa. Organisasi bisa menjual keahliannya dan
keunikannya. Contohnya, organisasi yang membangun brand mereka sebagai
organisasi non-profit seperti wikipedia. Organisasi yang menawarkan jasa,
seperti agensi pemasaran, event organizer, dan lainnya.

i). Informasi
Era informasi yang begitu pesat berkat dukungan teknologi informasi saat ini
menjadikan bisnis ini peluang pasar yang menggiurkan saat ini. Informasi-
informasi yang ditawarkan juga sangat bermacam-macam. Marketer dapat
mengambil peluang ini dengan membangun brand yang unik, berbeda dari
yang lainnya, dan bernilai jual. Era informasi saat ini sangat dipengaruhi
pesatnya perkembangan internet. Contoh peluang yang bisa diambil seperti
websites, toko online, pemasaran online, maupun blogging yang menawarkan
informasi Sip! seperti blog tugasku4u.com yang saya lakukan ini.

j).Ide
Produk yang paling orisinil dan sangat aman dari penjiplakan adalah ide. Ide
bisa sangat bervariasi dan berbeda-beda setiap orang. Dan tahu kah Mark?,
salah satu sebab lahirnya berbagai produk yang mengesankan adalah dari
benih yang disebut ide.

3. Konsep Pemasaran
Ada beberapa konsep dalam pemasaran, yaitu konsep produksi, konsep
produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep kesejahteran.
a. Konsep Produksi :
Pemasar berkonsentrasi pada proses produksi, produsen beramai-ramai
membuat produk dalam jumlah besar untuk di jual ke konsumen. Model ini
hidup pada masa awal industrialisasi. Contoh Ford dengan mobil model ‘T’
yang diproduksi secara masal.

b. Konsep Produk :
Pemasar tidak hanya sekedar melempar produk ke pasar dalam jumlah besar
akan tetapi mulai berkonsentrasi pada kualitas. Kualitas produk menjadi
senjata utama untuk bersaing di pasar. Contoh Ford meluncurkan produk
inovasinya yaitu mobil bermesin V.8.

c. Konsep Penjualan :
Orientasi pasar tidak lagi pada jumlah produk yang banyak atau
pengembangan kualitas produk, namun bagaimana cara menjual produk
tersebut. Mulai saat itu para pemasar memperkenalkan produk ke
konsumenya melalui distribusi, promosi, periklanan, dan public relations.
Contoh Ford, General Motor, Chysler tidak hanya memproduksi mobil dalam
jumlah banyak dengan berbagai macam tipe dan keunggulannya, namun
berkonsentrasi pada penjualan.

d. Konsep Pemasaran :
Konsep pemasaran lebih luas ketimbang konsep penjualan. Pemasar tidak
hanya sekedar bermain pada distribusi, promosi, periklanan, dan public
relations. Konsentrasi pemasar diarahkan kepada konsumen. Membangun
kepuasan konsumen menjadi tujuan utama melalui kualitas, pelayanan, dan
nilai. Contoh Ford, General Motor, Chysler memproduksi mobil dengan kualitas
prima ditambah pelayanan istimewa yang memunculkan istilah baru seperti
pelayanan purna jual, 24 jam service, saluran hotline atau gratis spare part
yang kesemuanya demi kepuasan konsumen.

e. Konsep Pemasaran Kesejahteraan :


Konsep ini di ilhami oleh teori perilaku (behavior theory)-nya Abraham Maslow.
Pada tingkat kelima dikenal dengan istilah aktualisasi diri, lalu memunculkan
konsep pemasaran kesejahteraan. Pada konsep pemasaran ini perusahaan
mulai memperhatikan masyarakat yang telah turut membesarkan
perusahannya. Perusahaan merasa perlu membalas jerih payah masyarakat.
Contoh Ford meluncurkan program Ford Foundation yang memberikan bantuan
beasiswa bagi para mahasiswa dari dunia ketiga untuk belajar di negara maju.
General Motor dengan progam AIDS, MC Donald dengan program
penggalangan dana olah raga di tanah air, dimana MC Donald akan
menyisihkan Rp.100 dari setiap produk yang disantap oleh konsumennya, dll.

B. Perkembangan Dan Sejarah Tentang


pemikiran Pemasaran
Sejarah teori dan konsep marketing selalu mengikuti perubahan struktur
sosial dan ekonomi masyarakat. Kemunculan ide-ide baru yang memperkaya
ilmu marketing terus berkembang seiring revolusi besar peradaban manusia.

Peradaban bisnis modern berkembang sejak adanya revolusi industri di tahun


1900. Revolusi ini benar-benar mengubah tatanan struktur dan perilaku
masyarakat pada saat itu. Bisnis yang tadinya berciri merkantilis (berdagang)
kemudian berubah menjadi kapitalis. Kekuatan modal dipergunakan untuk
membangun pabrik dan organisasi perusahaan, memproduksi barang, dan
memperdagangkannya. Pada proses ini munculah pandangan-pandangan baru
tentang bagaimana perilaku pasar terjadi dan bagaimana sebuah lembaga
menjalankan kegiatan operasional untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal-hal
inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya ilmu praktik manajemen
bisnis, termasuk marketing.

Ilmu marketing ketika itu memang menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan
yang tidak bisa diakomodasi oleh ilmu ekonomi yang telah berkembang
terlebih dahulu. Marketing awalnya tak lebih dari aktivitas bisnis yang
sederhana. Para ekonom pun hanya memasukkannya sebagai salah satu
bentuk aktivitas ekonomi. Namun, pendekatan yang lebih berciri sosiologis
kemudian menunjukkan adanya pengembangan dari institusi (lembaga) yang
disebut sebagai “market” dalam bahasa ekonomi. Pendekatan sosiologis
melihat institusi market bisa dilihat sebagai institusi sosial dibandingkan
ekonomi. Artinya, di market bukan hanya tempat bertemunya supply dan
demand. Market merupakan sebuah sistem sosial di mana kebutuhan setiap
pihak akan materi tertentu akan bertemu. Pada waktu itu, konsumsi dianggap
sebagai akhir dari kegiatan produksi di dunia ekonomi.

Padahal perilaku konsumsi sendiri sebenarnya merupakan ilmu yang bisa


dieksplorasi lebih dalam. Demikian halnya dengan istilah “value”. Ilmu
ekonomi meletakkan value berhubungan dengan penambahan input dari
faktor-faktor produksi. Padahal di dunia bisnis, value juga mencakup sesuatu
yang intangible seperti pelayanan. Pendekatan marketing juga
mempertanyakan apakah market dipengaruhi hanya oleh purchasing power
(daya beli) masyarakat?Lebih jauh dari itu, para praktisi bisnis melihat bahwa
market bukan sekadar dipengaruhi oleh daya beli, tetapi juga keinginan
membeli yang dipengaruhi oleh iklan dan tenaga penjual. Advertising Muncul
Lebih Dulu

Kabarnya kelas pertama dari pelajaran marketing diberikan oleh ED Jones


pada tahun 1902 di University of Michigan dan kemudian oleh Simon Litman di
University of California pada tahun yang sama. Saat itu, pemikiran marketing
masih berfokus pada masalah distribusi. Ini sesuai dengan ciri industri tahap
awal yang berfokus pada distribusi massal.

Sebenarnya, walaupun belum dimasukkan dalam disiplin ilmu marketing,


pemikiran tentang dunia iklan (advertising) sudah lebih dulu ada. Buku History
of Advertising sudah muncul pada tahun 1875. Demikian pula halnya dengan
selling sudah mendahului pengembangan ilmu marketing itu sendiri. Selling
awalnya hanya sekadar sebuah seni menjual, tetapi kemudian dijadikan
sebuah formula untuk dipelajari dan dianalisis.

Mulanya pendekatan marketing memang menyangkut tiga elemen: advertising,


selling dan distribusi. Namun, banyak pemikiran yang kemudian
menambahkan elemen-elemen dalam marketing. Seperti Ralph Butler dan
Arch Shaw, dua ahli ini menambahkan elemen lain dalam marketing, yakni:
komoditas, institusi, dan fungsional. Artinya marketing menyangkut pula soal
produk, organisasi pemasaran dan juga proses serta kegiatan.

Untuk elemen distribusi, berkembang pula pemikiran baru yang disebut


retailing sejak tahun 1914. Nystrom pada waktu itu menulis literatur ritel
bukan saja dari sisi proses distribusi, tapi juga manajemen ritel. Dengan
banyaknya tambahan elemen-elemen baru dalam marketing, maka ilmu
marketing kemudian masuk ke dalam tahapan integrasi. Pada tahap ini para
pemikir dan ilmuwan mencoba menggabungkan berbagai ilmu, literatur serta
elemen yang berdiri sendiri menjadi sebuah konsep yang terintegrasi.

Buku Principles of Marketingpertama muncul lewat tangan Paul Ivey pada


tahun 1920-an. Buku ini menggabungkan semua teori dan pemikiran yang
berkembang di dunia marketing. Tetapi, yang lebih mengemuka kemudian
adalah buku Principles of Marketingkarangan Maynard, Weidler dan Beckman.
Berbeda dibandingkan Ivey yang berfokus pada sisi pengusaha, buku ini lebih
berfokus pada sudut pandang konsumen.

Teori marketing belum berakhir dengan dimunculkannya buku-buku tadi. Pada


dekade-dekade berikutnya masuklah berbagai unsur yang memperkaya
marketing. Ilmu-ilmu psikologi dan sosial mulai masuk. Demikian pula dengan
konsep seperti segmentasi baru hadir belakangan setelah muncul konsep-
konsep lain seperti marketing mix (4P).

Pada tahun 1960-an. Pada tahun 1960-an dan 1970-an ilmu marketing justru
memecahkan diri ke dalam berbagai diferensiasi (kekhususan) seperti
international marketing, social marketing, marketing for non-profit
organization dan lain-lain. Konsep social responsibility juga menjadi salah
satu konsep yang sudah mulai terbentuk pada tahun 1970.

1. Peran Kotler
Kejayaan Kotler sebagai “bapak marketing” sendiri dimulai pada periode 1970-
an. Peran Kotler dalam dunia marketing memang pada kemampuannya
menerjemahkan konsep marketing ke terminologi yang mudah dipahami oleh
banyak orang. Kotler-lah yang mengubah konsep marketing ke bentuk-bentuk
aplikasi tertentu seperti marketing untuk health service, public service,
educational service, politik, dan lain-lain.

Tahun 1967, misalnya, Kotler sudah memperkenalkan konsep manajemen


marketing modern yang meliputi analisis marketing opportunities,
mengorganisasikan aktivitas marketing, kegiatan perencanaan marketing
serta kontrol. Buku-buku Kotler kemudian menginspirasi banyak para pengajar
dan praktisi di dunia marketing seluruh dunia. Bahkan, tak ada kuliah
marketing yang tak lepas dari karya-karya Kotler. Buku Principles of
Marketing dan Marketing Management dari Kotler membentuk pemikiran-
pemikiran dasar dan fundamental yang mempengaruhi berbagai pemikiran
baru lainnya di dunia marketing.

Pada dekade 1980-an, pemikiran baru di dunia marketing seperti positioning


yang dipopulerkan oleh Jack Trout dan Al Ries serta brand equity yang
dipopulerkan oleh David Aaker semakin menguat. Era kemajuan bisnis di
banyak negara pada dekade tersebut menciptakan kompetisi bisnis yang
semakin ketat. Karenanya, peran dari sebuah merek dan upaya untuk
mendiferensiasikan diri juga mengemuka. Dekade 1980 dan 1990-an adalah
dekade menguatnya unsur service dan kepuasan pelanggan di dalam
marketing. Konsep seperti Servqual, Service profit chain dan juga services
marketing mulai bermunculan.

2. Gelombang Baru
Ketika dunia memasuki gelombang revolusi berikutnya, yakni revolusi
teknologi informasi, maka pemikiran-pemikiran marketing baru pun
bermunculan mengikuti gelombang revolusi tersebut. Salah satunya konsep
experiential marketing. Dengan adanya teknologi informasi, internet dan
multimedia membuat experiential marketing lebih bisa berkembang. Demikian
pula di dunia service, peran IT membuat konsep CRM (Customer Relationship
Management) juga ikut berkembang. Belum lagi jargon-jargon baru seperti
buzz marketing, viral marketing dan lain-lain.

Revolusi baru juga berimbas pada perkembangan media periklanan. Semakin


berkembang dan kompleksnya media untuk berpromosi membuat marketer
semakin berhati-hati menginvestasikan dananya. Oleh karena itu muncul
pemikiran-pemikiran baru yang menggugah. Orang marketing untuk
menghitung return on investment dari aktivitas marketing yang dilakukannya.
Marketing dihadapkan pada kenyataan bahwa kegiatan mereka harus mampu
dijelaskan dengan bahasa-bahasa finansial. Marketing ROI, CLV (Customer
Lifetime Value), dan lain-lain adalah pemikiran-pemikiran yang kemudian mulai
muncul.

Dari berbagai pergolakan pemikiran marketing tadi kita bisa menyimpulkan


bahwa pemikiran marketing, mau tidak mau, harus terus berubah dan
berkembang sesuai dengan perubahan struktural yang terjadi dalam tatanan
sosial ekonomi masyarakat, bentuk dan tingkat kompetisi yang ada serta
perkembangan teknologi. Setelah revolusi industri dan IT, dunia diramalkan
akan masuk ke revolusi bioteknologi.

C. Fungsi Universal dan Tantangan


Pemasaran
Fungsi-fungsi pemasaran meliputi penanggungan resiko, pendanaan,
pengendalian informasi pemasaran pembelian, penjualan, pengiriman,
penyimpanan, standarisasi dan klasifikasi, dan pembungkusan.
1.Tantangan Pemasaran
Informasi memang akan menjadi soko guru pemasaran pada abad 21. Namun
informasi tidak berdiri tunggal, informasi akan banyak ditunjang oleh hal-hal
lain di luar wilayah kajian informasi. Dengan demikian pemasaran disamping
akan banyak dipengaruhi oleh informasi, dalam diri pemasaran akan
mengalami pergeseran-pergeseran baru yang sifatnya strategis. Dalam abad
21 ini ada beberapa tantangan bagi profesi pemasaran.

2. Tantangan Visi
Sering kali pengambilan keputusan pemasaran lebih didasarkan pada
pemenuhan tuntutan masa sekarang. Dalam konteks global dimana
keunggulan kompetitif produk dan jasa memiliki usia yang semakin pendek,
hal demikian tidak dapat dipertahankan lagi. Tanggung jawab untuk melihat
masa depan menjadi beban para eksekutif pemasaran. Dengan demikian tidak
berlebihan bila dikatakan pemasar dituntut untuk menjadi visionary marketer
yang strategis dan holistik dalam berpikir serta dapat menghidupkan fungsi
marketing intelligence dan corporate intelligence secara nyata.

Pengembangan diri menjadi visionary marketer secara ideal perlu mengadopsi


faham kewirausahaan yang mengutamakan proaktivitas dan menerima
tanggung jawab utama sebagai innovator dan risk taker. Pemasar harus
mempunyai keberanian untuk mendobrak kemapanan dan kreatif dalam
menentukan strategi pemasaran. Orang muda macam Richard Kartawijaya
(Microsoft Indonesia), Barry G Lesmana (Citibank), Betty Alisyahbana (USI
IBM), Mulia Tambunan (Telkomsel), merupakan pemasar visioner yang akan
banyak mewarnai dunia pemasaran Indonesia abad 21.

3. Tantangan pada Power Marketing


Landasan utama power marketing adalah memanusiakan pelanggan yang
terangkum dalam konsep customer centered marketing. Dengan demikian
konsumen merupakan subyek, bukan obyek dari pemasaran. Power marketing
akan bertumpu pada tiga kata kunci; moving, caring dan inovating. Moving
merupakan tumpuan untuk menjawab gelora persaingan dan dinamika
permintaan yang selalu bergejolak karena ekspektasi pelanggan yang
semakin tinggi. Dalam perwujudannya, moving musti disertai kepedulian
kepada pelanggan (caring) melalui langkah-langkah inovasi (inovating) di
bidang strategi, manajerial, maupun produk/jasa.

Inovasi merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi pelanggan.


Kepuasan pelanggan akan menelurkan kepercayaan dan hubungan jangka
panjang yang berkelanjutan, yang artinya tercipta loyalitas pelanggan.
Hubungan pelanggan tidak sekedar hubungan pada dataran rasional belaka,
tetapi sudah jauh merasuk ke dalam ranah emosi pelanggan. Sehingga pangsa
pasar yang digenggam bukan hanya mind share, namun sudah masuk ke
wilayah heart share.

4. Tantangan pada Transferable Marketing


Biaya pemasaran untuk memasuki arena global, secara logis akan meningkat
pula. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan efisiensi biaya adalah
dengan memanfaatkan transferable marketing. Arti dari tranferable marketing
adalah penyusunan pola pemasaran yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa
lokasi atau pasar sasaran dengan derajat universalitas yang ditingkatkan.
Contoh yang bagus adalah konsep pemasaran dari DeBeers berlian. DeBeers
dibuat di London dan Hongkong, sedang pemanfaatannya disebar ke berbagai
lokasi, termasuk Indonesia. Penyebaran ini (termasuk manfaat dan modelnya)
di sesuaikan dengan situasi negara setempat.

5. Tantangan pada Manajemen Merek


Dalam upaya meningkatkan kiprah di dunia global, para pemasar ditantang
untuk meningkatkan reputasi merek. Peran reputasi merek menjadi lebih
penting untuk konteks abad 21 lantaran banyaknya jumlah merek yang
beredar di pasar. Oleh karena itu di dalam perusahaan perlu ditumbuhkan
adanya iklim kerja yang diwarnai dengan kebanggaan merek (brand minded
culture). Harus pula diperhatikan pelaksanaan analisis realitas merek ke
benak konsumen dalam rangka menentukan strategi peningkatan identitas
merek.

Pada abad 21 house brand atau private label akan banyak diproduksi oleh
perusahaan. Di Indonesia house brand banyak dilakukan oleh usaha eceran
seperti; Matahari, Hero dan Makro. Untuk Matahari house brand produk
pakaiannya diberi merek Stanley Adams dan M-2000. Sementara Hero pasar
swalayan banyak bermain dalam house brand, semisal; Innosence untuk
produk perlengkapan bayi, Hero Selection untuk soft drink, dan Hero untuk
produk-produk industri rumah tangga. Untuk Makro, perusahaan ini menamai
produk house brand-nya dengan sebutan Aro.

6. Tantangan pada Etika Pemasaran


Masyarakat dan konsumen saat sekarang, terlebih lagi pada masa depan,
akan peduli terhadap kualitas dan mulai memperhatikan sisi moralitas dan
tanggung jawab sosial perusahaan. Termasuk dalam konteks ini adalah
tingkat moralitas dari setiap keputusan pemasaran dan dampaknya bagi stake
holder secara keseluruhan. Hal ini semakin dipertajam dengan adanya
berbagai pendapat miring yang berkaitan dengan pemasaran, seperti rekayasa
produk, penyalahgunaan label dan iklan, serta predatory pricing. Dalam
situasi dimana persaingan menjadi lebih ketat dan reputasi perusahaan
menjadi modal penting, maka mau tidak mau setiap kebijakan dan keputusan
haruslah didasarkan pada kode etik yang berlaku dan ditetapkan oleh
perusahaan maupun asosiasi profesional. Kode etik utama yang harus
diperhatikan oleh para pemasar adalah; kejujuran dan keadilan dalam proses
pemasaran, kode etik dalam bidang promosi, kebijakan harga dan distribusi,
kode etik dalam riset pemasaran dan komitmen dalam memajukan peradaban
manusia.

Tantangan pemasaran abad 21 seperti disebut diatas merupakan hal yang


tidak bisa dihindari oleh para pemasar apabila ingin memenangkan
persaingan. Pemasar sejak dini harus mampu mengantisipasi perubahan
substansial dari pemasaran ini. Antisipasinya tidak terlalu sulit. Hanya
dibutuhkan dua cara; mengoptimalkan kecerdasan dan bersahabat dengan
perubahan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemasaran adalah
sebagai kegiatan yang direncanakan dan di organisasikan yang meliputi
pendistribusian barang, penetapan harga, dan dilakukan pengawasan
terhadap kebijakan-kebijakan yang telah di buat yang tujuannya untuk
mendapatkan tempat di pasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat
tercapai. Dalam pemasaran ada 10 tipe entitas yaitu barang, jasa, acara,
pengalaman, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Dan juga
ada beberapa konsep dalam pemasaran, yaitu konsep produksi, konsep
produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep kesejahteran.

Teori konsep marketing berkembang sejak adanya revolusi industri di tahun


1900. Pada proses ini muncul pandangan-pandangan baru tentang bagaimana
perilaku pasar terjadi dan bagaimana sebuah lembaga menjalankan kegiatan
operasional untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Dalam pemasaran terdapat juga fungsi universal dan tantangan pemasaran.


Fungsi universal yang meliputi penanggungan resikopendanaan, pengendalian
informasi pemasaran pembelian, penjualan, pengiriman, penyimpanan,
standarisasi, klasifikasi, dan pembungkusan. Sedangkan tantangan
pemasarannya yaitu tantangan visi, tantangan power marketing, tantangan
transferable marketing, tantangan pada manajemen merek, dan tantangan
pada etika pemasaran.

B. Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran
sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang
professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah
manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi
mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi
DAFTAR PUSTAKA
http://www.tugasku4u.com/2014/01/makalah-manajemen-pemasaran.html
Kotler Phillip, Keller Kevin Lane. “Manajemen Pemasaran” Jilid 1, Edisi 13,
Erlangga.
Baso Swasta DH.SE.MBA, Ibnu Sukotco(1988) Pengantar bisnis modern;
Liberty Yogyakarta
Charles W Lambert,Carl Mc Daniel,Joseph W Hair jr(2001). Pemasaran.
Jakarta: Salemba empat
Meredith et.al, Geoffrey. (1996). Kewirausahaan (Teori dan Praktik) Seri
Manajemen No. 97. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Longenecker, J.G. et.al. (2001). Kewirausahaan (Manajemen Usaha Kecil)
Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.