Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia yang memiliki peran sangat penting.
Sehingga ada istilah ‘Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi’. Pentingnya komunikasi juga
tercermin dari tumbuh pesatnya ilmu komunikasi itu sendiri dan juga aplikasinya. Seringkali
permasalahan timbul karena komunikasi yang kurang baik. Kalau kita berkomunikasi dengan
baik, sesuatu akan menjadi lancar, efektif dan efisien”,

Saat ini perkembangan Komunikasi di Indonesia telah mengalami perubahan yang


sangat pesat menuju perkembangan yang lebih baik. Proses ini merupakan perubahan yang
sangat mendasar dan konsepsional, yang mencakup seluruh aspek baik aspek pendidikan,
keperawatan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
kehidupan keprofesian lainnya.
Secara terminologi, komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian suatu
pernyataan (pesan) oleh sumber kepada penerima baik secara verbal maupun non-verbal yang
menimbulkan makna tertentu yang dapat dipahami baik sumber maupun penerima (feedback)
melalui saluran tertentu. Adapun pengertian pembangunan itu sendiri adalah suatu proses
perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang bertujuan untuk
kemajuan sosial dan material. Termasuk didalamnya bertambah besarnya keadilan,
kebebasan, kualitas lainnya yang dihargai untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih
besar yang diperoleh dari lingkungan mereka (Rogers, 1983 dalam Nasution, 1996)
Komunikasi dan pembangunan ini merupakan dua hal yang saling berhubungan.
Adapun kedudukan komunikasi dalam konteks pembangunan adalah as an integral part of
development, and communication as a set of variables instrumental in bringing about
development (Jayaweera dan Anumagama,1987 dalam Nasution, 1996). Dalam arti luas,
komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas
pertukaran pesan secara timbal-balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha
pembangunan, terutama antara masyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses
perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan. Dalam arti
sempitnya, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik
penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak
yang memprakasai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas.

1
Komunikasi berperan penting dalam pembangunan. Apabila kita menengok ke
belakang, sarana komunikasi di negara-negara berkembang yang dulunya masih terbatas pada
media cetak, semuanya kini telah berubah. Teknologi komunikasi mulai berkembang pesat,
terutama dengan adanya televisi, internet, dan telepon. Namun di sebagian negara sedang
berkembang, masih terdapat ketimpangan informasi dalam sistem komunikasi mereka.
Ketimpangan komunikasi tersebut melatarbelakangani perlunya pemahaman tentang peran
dari komunikasi dalam pembangunan.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah yang di ambil adalah:
 Bagaimanakah peran komunikasi dalam pembangunan?

C. TUJUAN
 Untuk mengetahui peran komunikasi dalam pembangunan

D. MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dalam ilmu
komunikasi khususnya peran-peran komunikasi dalam pembangunan.

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Dalam arti luas komunikasi adalah sebagai suatu aktifis pertukaran peran secara timbal balik
diantara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan; teutama antara masyarakat
dengan pemerintah sejak dari proses perencanaan, kemudian pelaksanaan dan penilaian
terhadap pembangunan.

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau berita, gagasan, harapan, perasaan
dari seseorang (Komunikator) ke orang lain atau Pihak Lain (Kominikan). Dalam
penyampaian pesan/gagasan perlu dipahami siapa yang diajak berkomunikasi, hal itu
meliputi pendidikan umur, status sosial, kebiasaan, dan lain-lain.

Secara terminologi, komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian suatu pernyataan
(pesan) oleh sumber kepada penerima baik secara verbal maupun non-verbal yang
menimbulkan makna tertentu yang dapat dipahami baik sumber maupun (feedback) melalui
saluran tertentu. Komunikasi yang salah sering menimbulkan sesuatu yang salah kaprah
dalam masyarakat, contohnya masyarakat selalu beranggapan bahwa lulusan STM mengerti
tentang seluk beluk alat elektonika dan mesin, untuk itu perlu komunikasi dengan masyarakat
tentang bidang keilmuan dari lulusan STM.

B. PENGERTIAN PEMBANGUNAN

Adapun pengertian pembangunan itu sendiri adalah suatu proses perubahan sosial dengan
partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang bertujuan untuk kemajuan sosial dan
material. Termasuk didalamnya bertambah besarnya keadilan, kebebasan, kualitas lainnya
yang dihargai untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang diperoleh dari
lingkungan mereka.

3
Everret M. Roger menyatakan, secara sederhana Pembangunan adalah perubahan yang
berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari
suatu bangsa (Rogers, 1985:2).

suatu jenis perubahan sosial dimana ide-ide baru diperkenalkan kepada suatu sistem sosial
untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi
melalui metode produksi yang lebih baik. Sedangkan menurut Kleijans (1975) pembangunan
merupakan pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, perluasan wawasan manusia,
meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntukan kepercayaan diri, sedangkan Pengertian
pembangunan secara sederhana yaitu perubahan, perbaikan menuju kearah yang lebih baik.

C. Pegertian Komunikasi Pembangunan


Menurut Nasution (1996:92), konsep komunikasi bisa dilihat dalam arti luas dan arti sempit.
Dalam arti luas , komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi komunikasi (misalnya
kegiatan pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam
usaha pembangunan; terutama antara masyarakat dengan pemerintah, sejak proses
perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan kondisi pembangunan. Dalam arti sempit ,
komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, dan teknik penyampaian
gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang
memprakarsai pembangunan dan menyebar ke masyarakat luas. Kegiatan tersebut bertujuan
agar masyarakat yang dituju dapat memahami, menerima, dan mengangkat dalam
keselamatan-gagasan yang disampaikan.

Secara khusus Komunikasi pembangunan adalah segala upaya dan cara, serta teknik
penyampaian pesan atau gagasan dan keterampilan keterampilan pembangunan yang berasal
dari pihak yang memprakarsai pembangunan yang ditujukan kepada masyarakat luas.
Menurut Rogers (1983) dalam Nasution (1996) Komunikasi dan pembangunan ini
merupakan dua hal yang saling berhubungan. Adapun kedudukan komunikasi dalam konteks
pembangunan adalah as an integral part of development, and communication as a set of
variables instrumental in bringing about development. (Jayaweera dan Anumagama,1987
dalam Nasution, 1996).

Saat ini pembangunan yang telah dilakukan pemerintah masih menggunakan sistem top-
down yang berarti arah komunikasinya masih searah berupa strategi dari atas ke bawah,

4
seperti instruksi. Sistem top-down ini cenderung memaksakan kehendak pemerintah kepada
masyarakat yang mana pemerintah menganggap paling mengetahui apa yang diinginkan oleh
masyarakat. Dalam praktiknya, pemerintah belum memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk memutuskan apa yang diinginkan masyarakat dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan
masyarakat masih merupakan wacana pemerintah semata.

5
BAB III

PEMBAHASAN

I. PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBANGUNAN

Pembangunan merupakan suatu proses, yang penekanannya pada keselarasan antara aspek
kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Jika dilihat dari segi ilmu komunikasi yang juga
mempelajari masalah proses, yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain
untuk merubah sikap, pendapat dan prilakunya. Dengan demikian pembangunan pada
dasarnya melibatkan 3 (tiga) komponen, yaitu komunikator pembangunan, bisa aparat
pemerintah ataupun masyarakat, pesan pembangunan yang berisi ide-ide ataupun program-
program pembangunan, dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas, baik penduduk
desa atau kota yang menjadi sasaran pembangunan.

Seperti halnya yang dinyatakan oleh Nora C. Quebral dalam Harun dan Ardianto (2011:162)
Tujuan komunikasi pembangunan adalah mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Pembangunan menginginkan bahwa sekelompok massa orang- orang dengan tingkat literasi
(melek huruf) dan penghasilan rendah, dan atribut-atribut sosio-ekonomi bahwa mereka harus
berubah, pertama-tama semua menjadi terbuka tentang informasi dan dimotivasi untuk
menerima dan menggunakan secara besar-besaran ide-ide dan keterampilan- keterampilan
yang tidak familiar dalam waktu yang singkat dibanding proses yang diambil dalam keadaan
normal.

Dilla (2007: 116) mengatakan bahwa pembangunan dapat dilihat arti luas dan sempit. Dalam
arti luas, komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi komunikasi sebagai suatu
aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik di antara masyarakat dengan pemerintah,
dimulai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Komunikasi
pembangunan dalam arti sempit adalah segala upaya, cara dan teknik penyampaian gagasan
dan ketrampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai kepada
masyarakat yang menjadi sasaran, agar dapat memaham, menerima dan berpartisipasi dalam
pembangunan.

6
Hedebro (1979) dalam Nasution (1996: 79) mengidentifikasi 3 (tiga) aspek komunikasi dan
pembangunan yang berkaitan dengan tingkat analisanya, yaitu :
a. Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa, dan bagaimana media massa
dapat menyumbang dalam upaya tersebut. Disini, politik dan fungsi-fungsi media massa
dalam pengertian yang umum merupakan objek studi, sekaligus masalah-masalah yang
menyangkut struktur organisasional dan kepemilikan, serta kontrol terhadap media untuk
studi-studi jelas ini, sekarang digunakan istilah kebijakan komunikasi dan merupakan
pendekatan yang paling luas dan bersifat umum.
b. Pendekatan yang juga dimaksudkan untuk memahami peranan media massa dalam
pembangunan nasional, namun jauh lebih spesifik. Menurut pendekatan ini, media dilihat
sebagai pendidik atau guru dan idenya adalah bagaimana media massa dapat
dimanfaatkan untuk mengajarkan kepada masyarakat bermacam keterampilan, dan dalam
kondisi tertentu mempengaruhi sikap mental dan prilaku mereka. Persoalan utama dalam
jenis studi ini adalah, bagaimana media dapat dipakai secara paling efisien untuk
mengajarkan pengetahuan tertentu bagi masyarakat suatu bangsa.
c. Pendekatan yang berorientasi kepada perubahan yang terjadi pada suatu komunitas lokal
dan desa. Konsentrasinya adalah pada memperkenalkan ide-ide baru, produk dan cara-
cara baru, dan penyebarannya di suatu desa atau wilayah. Studi jenis ini mendalami
bagaimana aktivitas komunikasi dapat dipakai untuk mempromosikan penerimaan yang
luas akan ide-ide dan produk baru.

Dalam pembangunan, komunikasi berperan penting, tidak hanya menginformasikan


pembangunan saja, melainkan komunikasi memiliki 12 (dua belas) peranan dalam
pembangunan, seperti halnya disampaikan oleh Hedebro dalam Daryanto (2014:365-366),
antara lain :
1. Komunikasi dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai-nilai,
sikap mental, dan bentuk perilaku yang menunjang modernisasi.
2. Komunikasi dapat mengajarkan keterampilan-keterampilan baru, mulai dari baca-tulis
ke pertanian, hingga ke keberhasilan lingkungan, hingga reparasi mobil.
3. Media massa dapat bertindak sebagai pengganda sumber-sumber daya pengetahuan.
4. Media massa dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman yang seolah-olah dialami
sendiri, sehingga mengurangi biaya psikis dan ekonomis untuk menciptakan
kepribadian yang mobile.

7
5. Komunikasi dapat meningkatkan aspirasi yang merupakan perangsang untuk bertindak
nyata.
6. Komunikasi dapat membantu masyarakat menemukan norma-norma baru dan
keharmonisan dari masa transisi.
7. Komunikasi dapat membuat orang lebih condong untuk berpartisipasi dalam
pembuatan keputusan di tengah kehidupan masyarakat.
8. Komunikasi dapat mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat yang bercirikan
tradisional, dengan membawa pengetahuan kepada massa. Mereka yang beroleh
informasi akan menjadi orang yang berarti, dan para pemimpin tradisional akan
tertantang oleh kenyataan bahwa ada orang-orang lain yang juga mempunyai kelebihan
dalam hal memiliki informasi.
9. Komunikasi dapat menciptakan rasa kebangsaan sebagai sesuatu yang mengatasi
kesetiaan-kesetiaan lokal.
10. Komunikasi dapat membantu mayoritas populasi menyadari pentingnya arti mereka
sebagai warga negara, sehingga dapat membantu meningkatkan aktivitas politik.
11. Komunikasi memudahkan perencanaan dan implementasi program-program
pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penduduk
12. Komunikasi dapat membuat pembangunan ekonomi, sosial, dan politik menjadi suatu
proses yang berlangsung sendiri.

Schramm (1964) dalam Kamaruddin (2014:6-7) merumuskan tugas pokok komunikasi di


dalamnya sosial dalam rangka pembangunan nasional, yaitu:
1. Menyampaikan kepada masyarakat, informasi tentang pembangunan nasional, agar
mereka memusatkan perhatian pada tawaran lebih banyak lagi, kesempatan dan cara
penugasan, penugasan-penatua, dan semangat aspirasi nasional.
2. memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara langsung
aktif dalam proses pembuatan keputusan, expand dialog agarampuran semua pihak yang
membuat reka ulang, memberi kesempatan untuk para pemimpin masyarakat untuk
memimpin dan mendengarkan informasi orang yang kecil, dan menciptakan arus
informasi yang berjalan dari bawah ke atas.
3. Mendidik tenaga kerja yang dibutuhkan pembangunan, sejak orang dewasa, hingga anak-
anak, sejak Belajar baca tulis, hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup
masyarakat.

8
Wilbur Schramm melalui studinya yang ditugaskan oleh UNESCO mengkaji peranan
komunikasi dalam pembangunan nasional. Dalam laporannya yang berjudul Mass Media and
Development : The Role of Information in Developing Countries, tahun 1964 pada pokoknya
Schramm mengemukakan banhwa media massa dapat berperan dalam beberapa hal. Yang
paling pokok adalah dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang pembangunan,
dapat mengajarkan melek huruf serta keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan untuk
membangun masyarakat dan dapat menjadi penyalur suara masyrakat agar mereka turut
ambil bagian dalam pembuatan keputusan di negaranya (Nasution, 2004:116).

Media massa menurut Schramm dalam Daryanto (2014:364-367) secara mandiri atau
bersama lembaga lain dapat melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Sebagai informasi pemberi. Tanpa media massa sulit untuk menyampaikan informasi
secara cepat dan tepat waktu seperti yang diharapkan oleh fakta bahwa sedang sedang
membangun.
2. Membuat keputusan. Dalam hal ini media massa sebagai penunjang karena fungsi ini
menuntut adanya kelompok-kelompok diskusi yang akan membuat keputusan, dan media
massa menyampaikan bahan untuk melakukan diskusi dan memperjelas masalah yang
sedang diperbincangkan.
3. Sebagai Pendidik. Sebagian dapat dilaksanakan sendiri oleh media massa, sementara
bagian yang lainnya dikombinasikan dengan komunikasi antarpribadi. Misalkan program-
program pendidikan luar sekolah, atau siaran pendidikan.

Peran lain media massa menurut Schramm, antara lain:


1. Meluaskan wawasan masyarakat
2. Memfokuskan perhatian masyarakat kepada pembangunan
3. Meningkatkan aspirasi
4. Membantu mengubah sikap dan praktik yang dianut
5. Memberi masukan untuk saluran komunikasi antar pribadi
6. Memperlebar dialog kebijakan
7. Menegakkan norma-norma soaial
8. Membantu menu selera
9. Mempengaruhi nilai-nilai yang kurang teguh dianut dan menyalurkan sikap yang lebih
kuat.

9
II. Komunikasi Sebagai Proses Sosial

Dalam hubungannnya dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara dalam
melakukan perubahan sosial (Social Change). Komunikasi berperan menjembatani perbedaan
dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam
usahanya melakukan perubahan. Namun, komunikasi tidak terlepas dari konteks sosialnya
yaitu diwarnai oleh prilaku, sikap, norma, pola , dan pranata masyarakat. Little Jhon (1999)
menjelaskan dalam genre interactionist theories bahwa memahami kehidupan sosial sebagai
proses interaksi. Komunikasi (interaksi) merupakan sarana kita belajar berprilaku.
Komunikasi merupakan perekat masyarakat. masyarakat tidak akan ada tanpa komunikasi.
Struktur sosial diciptakan dan ditopang melalui interaksi. Bahasa yang dipakai dalam
komunikasi adalah menciptakan struktur-struktur sosial.

Hubungan antara perubahan sosial dengan komunikasi (atau media komunikasi) pernah
diamati oleh Goran Hedebro dalam Nurudin, 2004, yaitu :

1. Teori Komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Tidak ada perubahan dalam
masyarakat tanpa peran komunikasi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahka komunikasi
hadir pada semua upaya tujuan membawa ke arah perubahan.
2. Komunikasi bukan satu-satunya alat membawa perubahan sosial. Komunikasi hanya
salah satu dari banyak faktor yang menimbulkan perubahan masyarakat.
3. Media yang digunakan dalam komunikasi berperan melegitimasi bangunan sosial yang
ada. Ia adalah pembentuk kesadaran yang pada akhirnya menentukan persepsi orang
terhadap dunia dan masyarakat tempat mereka hidup.
4. Komunikasi adalah alat yang luar biasa guna mengawasi salah satu kekuatan penting
masyarakat; konsepsi mental yang membentuk wawasan orang mengenai kehidupan.
Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi mengawasi media, dapat
menggerakkan pengaruh yang menentukan ke arah perubahan sosial.

III. Fungsi Komunikasi Baru - Partisipasi Media

Pembangunan yang lain mempertimbangkan peran sertanya sendiri sebagai pusat dari proses
pembangunan. Partisipasi yang meningkat dari masyarakat terbuka hubungan pribadi dan
komunikasi kelompok. Jacobson (1989) dalam Daryanto (2014:368) menyatakan bahwa
saluran komunikasi media massa bersinonim dengan perkembangan sosial dan

10
individu. Semua yang ditandai dengan fungsi baru untuk komunikasi di dalam
pembangunan. Mengutip Diaz-Bordenave (1989,11) dalam Daryanto (2014:368), sebagian
dari fungsi yang baru untuk media komunikasi yang lebih signifikan pada badan masyarakat:
1. Membantu dalam pembangunan-bangunan yang mencerminkan budaya masyarakat
2. Sebuah sarana untuk menyatakan diri warga negara
3. Memfasilitasi penyelesaian masalah
4. Sebagai alat untuk mendiagnosis masalah-masalah masyarakat.

Hingga sekarang, media massa sebagian besar sebagai sarana untuk melayani persuasi dari
atas ke bawah (top-down) atau sebagai saluran untuk menyampaikan informasi dari pemilik
otoritas kepada masyarakat. Wang dan Dissanayake, 1984b dalam Daryanto (2014:368)
menyatakan bahwa untuk perbaikan ini, banyak pemerintah di Asia, Afrika, dan Amerika
Latin sudah menyatukan media komunikasi berasal dari pribumi (yaitu. media rakyat) untuk
meningkatkan komunikasi dan untuk menyempurnakan keikutsertaan yang lebih besar dari
kaum miskin di dalam proses pengembangan.

Daryanto (2014:369) menyatakan bahwa ketika penggunaan Mass Media maupun media
rakyat untuk pembangunan, masalah-masalah yang harus mendapat perhatian kritis adalah:
Komunikasi dilakukan untuk tujuan apa? Seperti di media massa, saluran komunikasi
tradisional mungkin juga untuk mendikte preskripsi dan pandangan dari kelas dominan,
mengesahkan sistem sosial-ekonomi yang tidak adil, dan menjaga keadaan tetap (status quo)
pada saat tertentu di dalam ruangan masyarakat sama. Atau, media rakyat bisa dipekerjakan
ke hatiwan rakyat jelata; orang banyak pada struktur yang tidak adil dalam masyarakat
mereka dan mendorong mereka untuk membentuk sosial. Begitu, dengan mengabaikan media
strategi akantersalingkan pada sebaliknya.

11
BAB IV
PENUTUP

Ilmu komunikasi yang mempelajari dan meneliti proses, yakni proses penyampaian suatu
proses oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah sikap, pendapat dan perilakunya,
maka pembangunan melibatkan dua komponen kedua-duanya merupakan manusia. Yang
Pertama adalah komunikator pembangunan yang harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam menyebarluaskan pesan. Yang kedua adalah komunikan pembangunan,
baik penduduk kota maupun penduduk desa, yang harus diubah sikap , pendapat, dan
perilakunya.

Peran komunikasi dalam rangka pembangunan nasional, yaitu:


1. Menyampaikan kepada masyarakat, informasi tentang pembangunan nasional, agar
mereka memusatkan perhatian pada tawaran lebih banyak lagi, kesempatan dan cara
penugasan, penugasan-penatua, dan semangat aspirasi nasional.
2. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara langsung
aktif dalam proses pembuatan keputusan, expand dialog agarampuran semua pihak yang
membuat reka ulang, memberi kesempatan untuk para pemimpin masyarakat untuk
memimpin dan mendengarkan informasi orang yang kecil, dan menciptakan arus
informasi yang berjalan dari bawah ke atas.
3. Mendidik tenaga kerja yang dibutuhkan pembangunan, sejak orang dewasa, hingga anak-
anak, sejak Belajar baca tulis, hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup
masyarakat.

12
REFERENSI

Dilla, Sumadi. 2007. Komunikasi Pembangunan: Pendekatan Terpadu. Badung: Simbiosa


Rekatama Media
Daryanto. 2014. Teori Komunikasi. Malang: Gunung Samudra.
Harun, Rochajat dan Ardianto, 2011. Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Kamaruddin. 2014. Modul Komunikasi Sosial dan Pembangunan, Aceh : Fakultas Nasution,
Nasution, Zulkarimein. 1996. Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori dan
Penerapannya. Jakarta: Raja Grafika Persada.
Nasution, Zulkarimein. 2002. Komunikasi Pembangunan: Pengenalan teori dan
Penerapannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Nasution, Zulkarimein. 2004. Komunikasi Pembangunan: Pengenalan teori dan
Penerapannya. Jakarta: Rajawali Pers.

13
PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBANGUNAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Komunikasi Pembangunan dan Penyuluhan

Dosen Pengasuh :
Mazdalifah, M.Si, Ph. D

Oleh :
Jefri Monang P. Pandiangan
Fazrin Syahputra

PROGRAM MAGISTER ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

14