Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH METODE SEISMIK

“Migration (migrasi)”
Diajukan sebagai salah satu tugas kuliah Metode Seismik
Dosen Pengampuh : M. Faizal Zakaria, M.T

Disusun Oleh :

1. Najila Tihurua (13620034)


2. Sujadi (14620004)
3. Nurcahyo Widjanarko (14620008)
4. Thava Yuniantari (14620010)

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016
BAB I
PENDHULUAN

1.1 Latar Belakang


Semakin pesatnya kemajuan teknologi pada saat ini,
mempengaruhi kemajuan pengolahan data khususnya di bidang geofisika.
Sebagai contoh adalah dalam pengolahan data seismik. Tujuan dari pengolahan
data seismik adalah untuk menghasilkan penampang seismik yang
mencerminkan geologi bawah permukaan, sehingga memungkinkan interpreter
untuk lebih mudah mendefinisikan prospek. (Avila, 2010).
Pengolahan data seismik mempunyai Peranan penting untuk
menghasilkan data yang baik dan benar sehingga dapat di interpretasi pada
tahap selanjutnya. Diharapkan dengan pengolahan yang benar maka hasil yang
diperoleh menjadi lebih baik dalam menggambarkan kondisi bawah
permukaan. Pemilihan tahapan pengolahan dan parameter - parameter dalam
suatu rangkaian pengolahan memegang peranan penting untuk mencapai hasil
tersebut. Pengolahan data seismik dapat menggambarkan hasil yang baik
dengan dilakukan beberapa proses, salah satunya adalah migrasi. Salah satu
tujuan dari proses migrasi adalah mengembalikan posisi reflektor (bidang
pantul) pada kondisi sebenarnya di bawah permukaan. Posisi reflektor sangat
mungkin untuk tidak berada pada kondisi sesungguhnya saat terbaca pada
penampang seismik. Faktor penyebab kesalahan penentuan reflektor
diantaranya adalah perbedaan asumsi-asumsi yang dipakai saat pengambilan
dan pengolahan data, ketidakaturan penjalaran gelombang dibawah permukaan,
serta adanya struktur rumit seperti sesar atau patahan. Tujuan berikutnya
dilakukan migrasi adalah untuk menghilangkan difraksi yang ditampilkan
sebagai kurva hiperbolik. Difraksi itu sendiri disebabkan oleh adanya
pembauran gelombang yang berasal dari sumber dan pantulannya mengenai
bidang yang tidak continu seperti patahan atau gap yang berupa celah-celah.
Pembauran akibat uncontinuity reflektor akan membentuk muka gelombang
baru yang nantinya terekam oleh receiver di permukaan.
2.1 Rumusan Masalah
2.1.1. Apa yang di maksud dengan migrasi ?
2.1.2. Bagaimana klasifikasi dari migrasi ?
2.1.3. Bagaiman metode yang digunakan dalam migrasi ?
3.1 Tujuan
3.1.1. Mengetahui pengertian Migrasi
3.1.2. Mengetahui klasifikasi dari migrasi
3.1.3. Mengatahui metode yang digunakan dalam migrasi
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Migrasi
Migrasi merupakan tahapan alternatif yang penting dalam pengolahan data
seismik, dan bertujuan memindahkan reflektor miring ke posisi yang sebenarnya
pada penampang seismik. Migrasi juga mampu menghilangkan efek difraksi,
sehingga dapat memperjelas gambaran struktur detail bawah permukaan. Migrasi
dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan resolusi
spasial penampang seismik.

2. Klasifikasi Migrasi
Migrasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori antara lain berdasarkan
kawasan dimana migrasi bekerja, berdasarkan urutan tipe, dan berdasarkan
algoritma yang digunakan.
 Migrasi berdasarkan kawasan dimana migrasi bekerja dibedakan menjadi
dua macam yaitu :
a. Migrasi Waktu
b. Migrasi Kedalaman
 Migrasi berdasarkan urutan tipe dapat dibedakan menjadi dua macam :
a. Migrasi sebelum penumpukan
b. Migrasi setelah penumpukan
 Migrasi berdasarkan algoritma dibedakan mejadi empat macam yaitu :
a. Metode Kirchhoff
b. Metode Beda-Hingga
c. Metode Frekuensi-Bilangan Gelombang
d. Metode Frekuensi-Ruang
BAB III
PENUTUP