Anda di halaman 1dari 5

BAB I

1.1 PENDAHULUAN

Feldspar berasal dari bahasa jerman yaitu “field” dan “spath”. Field berarti bidang dan
spath yang berarti suatu batu karang yang tidak berisi. Fieldspathic mengacu pada material
yang berisi feldspar. Feldspar adalah nama kelompok mineral yang terdiri atas Kalium
(potasium:K), Natrium(sodium:Na), dan kalsium alumino silikat. Pada umumnya kelompok
mineral ini terbentuk oleh proses pneumatolistis dan hydrothermal yang membentuk urat
pegmatite. Pegmatit hanya tersusun oleh alkali feldspar dan kuarsa. Feldspar (KAISi3O8 –
NaAlSi3O8 – CaAl2Si2O8 - BaAl2Si2O8) : Kalium, Natrium, Kalsium, dan Barium.
Termasuk mineral Tektosilikat. Umumnya, terbentuk oleh proses kristalisasi batuan beku oleh
pneumatolitik dan hidrotermal dalam urat pegmatik. Feldspar mengkristal dari magma pada
batuan beku dalam intrusif/ekstrusif. Banyak mengandung tufa dengan komposisi batuan
laterik, disebut tufa laterik yang kaya mineral ortoklas dan silika.

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya kakaayan feldspar.
Feldspar di Indonesia terdapat hampir diseluruh daerah dengan bentuk endapan berbeda dari satu daerah
dengan daerah yang lain tergantung jenis endapan, primer atau sekunder.

Feldspar tergolong dalam bahan galian non logam.Aktifitas penambangan feldspar diIndonesia
dari tahun ke tahun cenderung meningkat meskipun belum mencukupi kebutuhan industri dalam negeri
sehingga masih diperlukan impor feldspar dari Cina, India, Thailand dan Turki. Semakin
berkembangnya industri, terutama industri keramik halus dan kaca atau gelas yang memerlukan bahan
baku feldspar membuka peluang untuk pengembangan usaha pertambangan feldspar di indonesia.
Sudah saatnya pemerintah, Departmen Pertambangan dan Energi melakukan peningkatan penelitian
mengenai industri pengolahan feldspar di Indonesia yang dapat menghasilkan feldspar dengan kualitas
bersaing dengan produk feldspar imporatau produk feldspar dengan standar industri pemakai (SNI).

1.2 MANFAAT

Keberadaan feldspar dalam kerak bumi cukup melimpah. Walaupun demikian untuk keperluan
komersial dibutuhkan feldspar yang memiliki kandungan (K2O + Na2O) lebih dari 10%. Selain itu,
material pengotor oksida besi, kuarsa, oksida titanium dan pengotor lain yang berasosiasi dengan
feldspar diusahakan sedikit mungkin.

feldspar dari alam setelah diolah dapat dimanfaatkan untuk batu gurinda dan feldspar olahan
untuk keperluan industri tertentu. Mineral ikutannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri lain
sesuai spesifikasi yang ditentukan. Industri keramik halus dan kaca/gelas merupakan dua industri yang
paling banyak mengkonsumsi feldspar olahan, terutama yang memiliki kandungan K2O tinggi dan CaO
rendah.
Sebagai industri yang banyak mengkonsumsi feldspar, industri keramik mensyaratkan
beberapa hal untuk feldspar olahan agar bisa digunakan. Untuk pembuatan glasir dengan bahan
feldspar, tergantung kelasnya yang mengharuskan memiliki kandungan oksida natrium dan besi dalam
jumlah tertentu. Industri kaca/gelas, gelas amber dan kaca lembaran mempunyai spesifikasi tertentu
pula yang harus dipenuhi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pasar.

Sebagai komponen batuan granit bersama kuarsa, mika dan mineral aksesori, keindahan
mineral feldspar dimanfaatkan untuk batu hias (ornament stone). Keindahan ini akan terlihat bila
batuan granit tersebut telah dipotong dalam bentuk lembaran (slab) dan dipoles. Istilah bahwa feldspar
adalah batuan adalah sesuatu yang salah kaprah. feldspar berdiri sendiri dan material lain penyusun
granit tetap berperan sebagai mineral, bukannya batuan. Masyarakat awam banyak yang tidak mengerti
tentang ini.

1.3 Genesa Feldspar

A. Genesa Terbentuknya Feldspar

Feldspar terdiri atas Kalium (potasium, K), Natrium(sodium, Na), dan kalsium alumino silikat.
Pada umumnya kelompok mineral ini terbentuk oleh proses pneumatolistis dan hydrothermal yang
membentuk urat pegmatite. Fase pneumatolityc adalah proses reaksi kimia dari gas dan cairan dari
magma dalam lingkungan yang dekat dengan magma. Dari sudut geologi, ini disebut kontak
metamorfisme,karena adanya gejala kontak antara batuan yang lebih tua dengan magma
yang lebih muda.Feldspar ditemukan pada batuanbeku,batuan erupsi,dan batuan metamorfosa,baik
yang bersifat asam maupun basa.Batuan granit mengandung 60% feldpar yang berasosiasi dengan
kuarsa,mikaklorit,neryl, dan rutil,sedangkan pada batuan pegmatit berasosiasi dengan kuarsa,mika, dan
topaz. Berdasarkan keterdapatannya endapan feldspar dapat dikelompokkan menjadi:

1. Feldspar Primer, terdapat dalam batuan granitis.

2 .Feldspar Diagenetik,terdapat dalam batuan sedimen piroklastik.

3. Feldspar Alluvial,terdapat dalam batuan yang telah mengalami metamorfosa.

B. Sifat Fisik feldspar

Feldspar adalah mineral alumina anhidrat silikat yang berasosiasi dengan unsur kalium (K),natrium
(Na), dan kalsium (Ca) dalam perbandingan yang beragam. Berdasarkan kandungan unsur-unsur
tersebut, secara mineralogi feldspar dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok mineral, yaitu :

1. Alkali Feldspar
Kelompok alkali feldspar adalah sanidin sebagai kalium-natrium feldspar dan ortokhlas sebagai
natrium-kalium feldspar. Sedangkan ortokhlas dan mikrolin keduanya termasuk sanidin, namun
masing-masing mempunyai sistem kristal monoklin dan sistem kristal triklin.

2. Plagioklas

Kelompok feldspar plagioklas terklasifikasikan mulai dari albit (natrium feldspar) dengan
komposisi Na : Ca sekitar 9:1 hingga anortit (kalsium feldspar) dengan komposisi Na : Ca sekitar 1:9
.Kombinasi unsur K dengan Ca tidak pernah terjadi.

Seluruh jenis feldspar umumnya mempunyai sifat fisik yang hampir sama, yaitu:

• Kekerasan : 6 - 6,5 skala mohs

• Berat jenis : 2,4 - 2,6 gram/ml

• Warna : Putih keabu-abuan, merah jambu, coklat, kuning dan hijau.

C. Sifat Kimia Feldspar

Di alam sulit ditemukan feldspar ideal. Hampir semua kalium feldspar mengandung unsur
natrium baik terinklusi atau interlock dengan albit yang disebut feldspar partitik. Demikian pula albit
selalu mengandung sejumlah kecil campuran unsur kalium dan unsur kalsium. Sebaliknya anortit (Ca-
feldspar) tidak pernah berasosiasi dengan unsur kalium. Feldspar partitik dan feldspar albit adalah
feldspar komersial.Untuk membedakan alkali feldspar dari feldspar plagioklas dapat dilakukan dengan
menggunakan asam fluorida serta larutan natrium kobalt nitrit dan dengan bantuan mikroskop akan
terlihat permukaan kalium feldspar berwarna kuning cerah dan permukaan feldspar plagioklas berwarna
merah. Cara ini sering disebut dengan teknik staining (pewarnaan). Kemudian cara fisika biasanya
dilakukan dengan menggunakan difraksisinar-x. Berdasarkan komposisi kimia, feldspar memiliki
rumus umum MZ4O8. M adalah kation K+, Na+,atau Ca+, kadang-kadang ada juga Ba2+ dan NH4+.
Komponen Z adalah kation-kation Al3+ dan Si4+ tetapi sebagian digantikan oleh fe3+.

1.4 Pemanfaatan Feldspar

Industri Keramik

Jenis feldspar yang digunakan dalam industri keramik adalah orthoklas/mikrolin dan
albit/plagioklas asam (natrium feldspar ). feldspar dalam bentuk plagioklas basa dengan kadar kalium
tinggi tidak dipakai. Persyaratan untuk industri keramik berdasarkan standar nasional indonesia
SNINO. 1145 –1984
1.5. Penyebaran feldspar di indonesia

Sebaran feldspar di Indonesia, sebaran batuan ini hampir terdapat di seluruh negara Indonesia
dengan bentuk endapan berbeda dari satu daerah dengan daerah lain tergantung jenis endapan. Menurut
data dari Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral menunjukkan cadangan terukur (proved), tereka
(probable) dan terindikasi (possible) masing-masing sebesar 271.693, 11.728 dan 56.561 ribu ton.

Sebaran feldspar Nusa Tenggara Timur antara lain:

Terdapat didaerah Wolosoko, Kecamatan Wolowaru, Maubasa, Kecamatan Ndori. Dengan


jumlah deposit sumber daya hipotetik dari masing masing kecamatan adalah:

- Kecamatan Wolowaru sebesar 2.000.000 ton

- Kecamatan Lio Timur 500 ton

Terdapat didaerah Paga, Sikka dengan jumlah sumber daya hipotetik 2.100.000

Terdapat didaerah Desa Tawui, Sumba Timur dengan jumah sumber daya tereka 13.884.000.

Jawa timur, terdapat di kabupaten Blitar, Trenggalek, Ponorogo

Sumatra, terdapat di Tanjung Pandan dan Lampung

1.6. Tehnik penambangan feldspar

Penambangan bahan galian feldspar dilakukan dengan cara tambang terbuka. Penambangan
didahului dengan tahap persiapan Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan dalam tahap
penambangan. Kegiatan ini bertujuan mendukung kelancaran kegiatan penambangan. Pada tahap ini
akan dibangun jalan tambang (acces road), stockpile, dll. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan
pembersian lahan yaitu kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan daerah yang akan ditambang
mulai dari semak belukar hingga pepohonan yang berukuran besar. Alat yang biasa digunakan
adalah buldozer ripper dan dengan menggunakan bantuan mesin potong chainsaw untuk menebang
pohon dengan diameter lebih besar dari 30 cm. Selanjutnya dilakukan pengupasan lapisan top soil akan
dilakukan penambangan secara selektif.

Penambangan selanjutnya dilakukan dengan system teras (bench system) seperti pada gambar 1,
dengan ketinggian dan lebar teras 3 x 5m. Sistem penambangan ini dapat menghasilkan suatu front
penambangan yang aman dan memudahkan pekerjaan penambangan selanjutnya. Lapisan tanah
penutup atau endapan feldspar yang berkualitas rendah dibuang/dipindahkan ke suatu tempat yang tidak
mengganggu jalannya penambangan.
Endapan feldspar yang baik dan halus, digali kemudian disortir langsung di tempat penggalian.
Setelah disortir, kemudian diangkut ke tempat penimbunan (gudang). Pengangkutan dari tempat
penambangan ke gudang penimbunan biasa dilakukan deng ntenag manusia dengan menggunakan
peralatan pengki (untuk local).

Dari gudang, bahan galian diangkut ke konsumen dengan menggunakan truk. Penjualan
dilakukan dengan harga loko gudang, dengan demikian pengangkutan ketempat pabrik/industri
dilakukan oleh pembeli. Sebelum dipasarkan, dilakukan pemeriksaan laboraturium atas beberapa
contoh yang diambil dari stock yang ada digudang.