Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM VIROLOGI

PEMERIKSAAN HIV METODE IMUNOKROMATOGRAFI RAPID TEST


Annisa Aulia (P1337434116052)
Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Semarang
2018

Abstrak
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya antibodi HIV tipe 1 dan HIV tipe
2 dalam sampel. AIDS (Aquired Immuno Deviciency Syindrom) adalah suatu keadaan akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap disebabkan oleh virus yang dikenal
sebagai HIV (Human Immunodeviciency Virus). Pemeriksaan menujukkan hasil negatif . HIV
positif (+) ditunjukkan dengan terbentuknya dua atau tiga garis berwarna, satu pada zona garis
test 1 atau 2 dan satu pada zona garis kontrol, sedangkan HIV negative (-) terbentuk satu garis
warna pada zona garis kontrol saja.
Kata kunci: HIV, AIDS, rapid test

Latar belakang darah. Infeksi HIV dapat ditularkan melalui


HIV adalah virus jenis retrovirus 3 cara utama yaitu hubungan seksual,
yang memiliki asam nukleat berupa RNA paparan produk darah yang terinfeksi virus
dan memiliki enzim RNA-directed DNA HIV dan penularan selama masa perinatal
polymerase (Reverse Trancriptase) untuk termasuk pada saat menyusui
memproduksi hibrid DNA di dalam sel Berdasarkan pemeriksaan
inang yang menyebabkan penyakit AIDS. laboratorium, penderita yang telah
HIV juga memiliki protein inner core terinfeksi HIV, akan terinfeksi lebih lanjut
dengan dua rantai RNA yang identik, dengan bakteri, virus, atau protozoa yang
dikelilingi oleh selubung protein atau menyebabkan multiplikasi AIDS virus
kapsid dan sebuah envelope yang terdiri pada penderita tersebut. Adapun macam
dari glikoprotein.3 Virus ini menyerang cara pemeriksaan yang dapat digunakan
sistem kekebalan tubuh manusia sehingga untuk mendeteksi antibodi yang spesifik
virus, jamur, bakteri dan parasit mudah terhadap HIV yakni secara kualitatif dan
masuk dan menginfeksi tubuh. HIV pada kuantitatif. Salah satu metode pemeriksaan
umumnya menyerang sel CD4+ yang yang digunakan sebagai screening test
menjadi faktor pengikat dengan sel inang diagnosa AIDS adalah Imunokromatografi
yang terinfeksi. Selain itu, HIV juga Rapid Test (cara kualitatif).
menyerang sel dendritik dan makrofag
untuk memperbanyak reservoirnya. Metode
AIDS adalah suatu keadaan akibat Metode yang digunakan yaitu
menurunnya sistem kekebalan tubuh secara immunnokromatografi rapid test.
bertahap disebabkan oleh virus yang Ultra rapid test device (serum dan plasma)
dikenal sebagai HIV (Human bersifat kualitatif selaputnya memiliki
Immunodeficiency Virus) atau lebih tepat kekebalan dengan sistem antigen ganda
yaitu Human T-Cell Lymphdenopathy untuk mendeteksi antibodi terhadap
Associated Virus (LAV) (Shahlan, 1997). antibodi HIV dalam serum atau plasma.
Infeksi HIV bisa terjadi bila virus tersebut
atau sel-sel yang terinfeksi virus masuk ke
dalam aliran
Hasil dan Pembahasan negatif ditunjukkan dengan terbentuknya
satu garis warna pada zona garis control
saja.

Interpretasi hasil yang lain yaitu positif (+)


ditunjukkan dengan terbentuknya dua atau
tiga garis berwarna, satu pada zona garis
test 1 atau 2 dan satu pada zona garis
control, dan invalid / test gagal jika tidak
timbul garis warna pada zona control.
Rapid test adalah tes yang
digunakan untuk mengetahui secara cepat
ada atau tidaknya HIV di dalam tubuh
kurang lebih dalam waktu 20 menit dan Hasil positif
digunakan sebagai tes skrining. Rapid test
membutuhkan sampel darah atau cairan Invalid
mulut untuk mendeteksi adanya antibodi
dan HIV. Tes ini dapat memberikan hasil
yang salah jika immunoassay berada dalam Kesimpulan
window period (waktu setelah exposure
tetapi sebelum tes menemukan antibodi). Berdasarkan praktikum yang dilakukan,
Tes immunoassays yang memberikan hasil dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan
positif akan menjalani follow up test. HIV metode imunokromatografi rapid test
Test ini meliputi deteksi antibodi menunjukkan hasil negatif.
HIV1, HIV-2 dan subtipe O dalam darah,
serum, plasma oleh protein
immunodominant pada virus HIV yang Daftar Pustaka
sudah dilumpuhkan dalam membran. T1 Harti, Agnes Sri dkk. 2014. Pemeriksaan
test line telah dicoated dengan HIV-1 dan Hiv 1 Dan 2 Metode Imunokromatografi
subtipe O antigen sedangkan T2 test line Rapid Test Sebagai Screening Test Deteksi
dicoated dengan HIV-2 antigen. Antigen Aids. Poltekkes Kemenkes Surakarta.
pengikatnya adalah protein rekombinan
Suseno, Crisdina dkk. 2015. Diagnosa Dini
dari HIV-1 pada region gp-120, gp-41, p24.
Pada Infeksi Hiv Tipe 1 Dengan
Sedangkan untuk HIV-2 juga termasuk
Menggunakan Tes Double-Detect Protein.
rekombinan gp-36. Adanya antibodi positif Jurnal MKA, Volume 38, Nomor 1, Jan-
dapat dibaca dengan terbentuknya garis Apr 2015
kemerahan pada membrane (region T).
Garis kontrol tambahan diletakkan pada
membran (region C) untuk memeriksa
reaktivitas kit. HIV 1 / 2 Antibodi Rapid
Test mempunyai sensitiÞ tas > 99,9% dan
spesifisitas > 99,9%. Pemeriksaan HIV
metode imunokromatografi rapid test kali
ini menunjukkan hasil negatif (-). Hasil