Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM VIROLOGI

PEMERIKSAAN HIV METODE IMUNOKROMATOGRAFI RAPID TEST


Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Semarang
2018

Abstrak
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya antibodi HIV tipe 1 dan HIV tipe
2 dalam sampel. AIDS (Aquired Immuno Deviciency Syindrom) adalah suatu keadaan akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap disebabkan oleh virus yang dikenal
sebagai HIV (Human Immunodeviciency Virus). Pemeriksaan menujukkan hasil negatif . HIV
positif (+) ditunjukkan dengan terbentuknya dua atau tiga garis berwarna, satu pada zona garis
test 1 atau 2 dan satu pada zona garis kontrol, sedangkan HIV negative (-) terbentuk satu garis
warna pada zona garis kontrol saja.
Kata kunci: HIV, AIDS, rapid test
darah. Infeksi HIV dapat ditularkan melalui
Latar belakang 3 cara utama yaitu hubungan seksual,
HIV adalah virus jenis retrovirus paparan produk darah yang terinfeksi virus
yang memiliki asam nukleat berupa RNA HIV dan penularan selama masa perinatal
dan memiliki enzim RNA-directed DNA termasuk pada saat menyusui
polymerase (Reverse Trancriptase) untuk Berdasarkan pemeriksaan
memproduksi hibrid DNA di dalam sel laboratorium, penderita yang telah
inang yang menyebabkan penyakit AIDS. terinfeksi HIV, akan terinfeksi lebih lanjut
HIV juga memiliki protein inner core dengan bakteri, virus, atau protozoa yang
dengan dua rantai RNA yang identik, menyebabkan multiplikasi AIDS virus
dikelilingi oleh selubung protein atau pada penderita tersebut. Adapun macam
kapsid dan sebuah envelope yang terdiri cara pemeriksaan yang dapat digunakan
dari glikoprotein.3 Virus ini menyerang untuk mendeteksi antibodi yang spesifik
sistem kekebalan tubuh manusia sehingga terhadap HIV yakni secara kualitatif dan
virus, jamur, bakteri dan parasit mudah kuantitatif. Salah satu metode pemeriksaan
masuk dan menginfeksi tubuh. HIV pada yang digunakan sebagai screening test
umumnya menyerang sel CD4+ yang diagnosa AIDS adalah Imunokromatografi
menjadi faktor pengikat dengan sel inang Rapid Test (cara kualitatif).
yang terinfeksi. Selain itu, HIV juga
menyerang sel dendritik dan makrofag Metode
untuk memperbanyak reservoirnya. Metode yang digunakan yaitu
AIDS adalah suatu keadaan akibat immunnokromatografi rapid test.
menurunnya sistem kekebalan tubuh secara Ultra rapid test device (serum dan plasma)
bertahap disebabkan oleh virus yang bersifat kualitatif selaputnya memiliki
dikenal sebagai HIV (Human kekebalan dengan sistem antigen ganda
Immunodeficiency Virus) atau lebih tepat untuk mendeteksi antibodi terhadap
yaitu Human T-Cell Lymphdenopathy antibodi HIV dalam serum atau plasma.
Associated Virus (LAV) (Shahlan, 1997).
Infeksi HIV bisa terjadi bila virus tersebut
atau sel-sel yang terinfeksi virus masuk ke
dalam aliran
Hasil dan Pembahasan negatif ditunjukkan dengan terbentuknya
satu garis warna pada zona garis control
saja.

Interpretasi hasil yang lain yaitu positif (+)


ditunjukkan dengan terbentuknya dua atau
tiga garis berwarna, satu pada zona garis
test 1 atau 2 dan satu pada zona garis
control, dan invalid / test gagal jika tidak
timbul garis warna pada zona control.
Rapid test adalah tes yang
digunakan untuk mengetahui secara cepat
ada atau tidaknya HIV di dalam tubuh
kurang lebih dalam waktu 20 menit dan Hasil positif
digunakan sebagai tes skrining. Rapid test
membutuhkan sampel darah atau cairan Invalid
mulut untuk mendeteksi adanya antibodi
dan HIV. Tes ini dapat memberikan hasil
yang salah jika immunoassay berada dalam Kesimpulan
window period (waktu setelah exposure
tetapi sebelum tes menemukan antibodi). Berdasarkan praktikum yang dilakukan,
Tes immunoassays yang memberikan hasil dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan
positif akan menjalani follow up test. HIV metode imunokromatografi rapid test
Test ini meliputi deteksi antibodi menunjukkan hasil negatif.
HIV1, HIV-2 dan subtipe O dalam darah,
serum, plasma oleh protein
immunodominant pada virus HIV yang Daftar Pustaka
sudah dilumpuhkan dalam membran. T1 Harti, Agnes Sri dkk. 2014. Pemeriksaan
test line telah dicoated dengan HIV-1 dan Hiv 1 Dan 2 Metode Imunokromatografi
subtipe O antigen sedangkan T2 test line Rapid Test Sebagai Screening Test Deteksi
dicoated dengan HIV-2 antigen. Antigen Aids. Poltekkes Kemenkes Surakarta.
pengikatnya adalah protein rekombinan
Suseno, Crisdina dkk. 2015. Diagnosa Dini
dari HIV-1 pada region gp-120, gp-41, p24.
Pada Infeksi Hiv Tipe 1 Dengan
Sedangkan untuk HIV-2 juga termasuk
Menggunakan Tes Double-Detect Protein.
rekombinan gp-36. Adanya antibodi positif Jurnal MKA, Volume 38, Nomor 1, Jan-
dapat dibaca dengan terbentuknya garis Apr 2015
kemerahan pada membrane (region T).
Garis kontrol tambahan diletakkan pada
membran (region C) untuk memeriksa
reaktivitas kit. HIV 1 / 2 Antibodi Rapid
Test mempunyai sensitiÞ tas > 99,9% dan
spesifisitas > 99,9%. Pemeriksaan HIV
metode imunokromatografi rapid test kali
ini menunjukkan hasil negatif (-). Hasil