Anda di halaman 1dari 7

Nama : Siti Syahada

NIM : 12030118410032
Soal-Soal Akuntansi Sektor Publik Analisis Investasi Sektor Publik

1. Mengapa aspek teknis penting sebagai salah satu aspek kelayakan investasi?
Karena dalam aspek teknis mengandung banyak pertimbangan yang dilakukan suatu entitas publik
dalam membangun sebuah konstruksi proyek bangunan atau program kerja yang salah satunya
berkaitan dengan manajemen risiko pembangunan dan berhubungan dengan AMDAL. Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan adalah kajian mengenai dampak besar dan penting dari suatu
usaha atau rencana kegiatan yang disusun terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. Amdal
berguna untuk perencanaan dan pemberian izin bangunan kepada suatu wilayah oleh entitas
publik. Dokumen dokumen Amdal meliputi :
 Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
 Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
 Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
 Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Prosedur Amdal Terdiri dari :
 Proses Penapisan (pmeriksaan menyeluruh), atau kerap juga disebut proses seleksi
kegiatan wajib Amdal , yaitu menetukan apakah suatu kegiatan wajib menyusun Amdal
atau tidak
 Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan keputusan kepala
BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya
selama waktu yang ditentukan untuk berjalannya pembangunan suatu proyek atau progran,
menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada
masyarakat terlebih dahulu sebelum menyusun KA-ANDAL.
 Proses penyusunan lingkup pengkajian permasalahan yang akan dikaji dalam studi suatu
ANDAL dan selanjutnya proses penilaian KA_ANDAL oleh komisi penilai ANDAL.
 Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Proses penyusunan ketiga dokumen
dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL hasil kesepakatan dari penilaian komisi
ANDAL.

2. Mengapa Social Discount Rate diperlukan juga dalam faktor-faktor yang mempengaruhi
investasi publik?
Karena memperhitungkan tingkat aspek sosial sangat penitng untuk merefleksikan respon atau
preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini atas manfaat yang akan diterima di masa
mendatang atau disebut social time preference rate (STPR). Asumsi dalam pendekatan sosial
ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. Oleh karena itu
dilakukan pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia dengan menggunakan
anggaran berbasis kinerja agar dapat melakukan pemilihan terhadap mana pembangunan yang
perlu dilakukan dengan mana yang tidak perlu. Keuntungan dari kebutuhan yang tersedia untuk
diperlukan, didasarkan pada seberapa efektif penekanan biaya opportunity entitas sektor publik
terhadap sumber daya (anggaran belanja yang digunakan) apabila nanti belanja sumber daya
yang sama digunakan dalam entitas swasta. Atau dapat juga diasumsikan bahwa jika investasi
yang sama disektor swasta tidak dilakukan, maka tingkat kembalian investasi yang dapat
dihasilkan disektor swasta merefleksikan keuntungan opportunity cost investasi sektor publik.
Dengan kata lain dapat juga dikatakan bahwa sektor publik dapat juga dapat membuat
perbandingan efektivitas suatu program pembangunan apabila dilakukan oleh sektor swasta
atau minimal memperoleh keuntungan yang sama dengan sektor swasta dan mengkaji juga
manfaat pembangunan suatu infrastruktur terhadap kebutuhan masyarakat. Social Discount
Rate pada entitas pemerintah didasarkan pada tingkat pengembalian (Rate of Return) pada
hutang pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Biaya dan manfaat atau hasil diharapkan
berubah pada tingkat kembalian investasi yang sama sebagai perubahan dalam kebutuhan
tingkat harga-harga umum dan perubahan kebutuhan dalam masyarakat setiap tahunnya.

3. Mengapa terdapat perbedaan antara analisis biaya dengan analisis efektivitas biaya?
Karena berbeda pendekatan. Metode cost benefit analysis (CBA) merupakan cara
mengevaluasi/tinjauan suatu rencana/proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present
value) dari seluruh manfaat keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruh biaya
proyek tersebut. Berdasarkan CBA persyaratan keputusan pengambilan proyek didasarkan pada
proyek-proyek yang memberikan nilai keuntungan yang lebih besar dari biayanya. Keuntungan
dalam suatu analisis biaya manfaat harus pula memasukkan keuntungan sosial dan biaya sosial.
Proyek yang diterima adalah proyek yang memiliki keuntungan sosial yang didiskontokan yang
lebih besar dari nilai biaya sosial yang didiskontokan. Analisis biaya manfaat dikembangkan
sebagai alat untuk membangun kriteria-kriteria terhadap penilaian investasi sektor publik,
termasuk disini manfaat sosial bersih yang diperoleh dari investasi. Manfaat sosial bersih adalah
dengan membandingkan antara hubungan sosial dan privat benefit dikurangi dengan biaya
sosial dan biaya privat benefit ditambah faktor eksternal. Sedangkan analisis efektivitas biaya
adalah analisis yang dilakukan karena terdapat kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat
sosial secara kuantitatif. Analisis cost efektivitas meliputi penilaian terhadap biaya dan manfaat
yang dapat dikuantifikasikan, namun tidak dinilai. Dengan kata lain, analisa cost effectiveness
memusatkan pada pengukuran suatu rencana proyek yang dapat diukur. Jadi perbedaan
keduanya adalah pada perbedaan analisis, cost benefit analysis membandingkan antara cost dan
benefit yang ada dengan memasukkan unsur sosial ke dalam analisisnya. Sementara analisis
efektivitas biaya memusatkan pengukuran kuantitatif seperti estimasi biaya, estimasi waktu,
dan estimasi output.

4. Mengapa untuk mengkomunikasikan strategi yang lebih baik diperlukan secara top-down dan
bottom up?
Karena keduanya -baik dari atas-bawah maupun bawah atas- sama-sama penting untuk proses
manajemen mulai dari perumusan strategi, perencanaan strategik, penganggaran, operasional
(pelaksanaan anggaran suatu program), dan evaluasi kinerja atau program. Selain efektif dan
berguna untuk manajemen sektor publik. Pengkomunikasian strategi baik secara atas-bawah
maupun bawah keatas sangat bermanfaat bagi pengorganisasian dan pendelegasian wewenang
dalam entitas sekkor publik. Dengan terciptanya suatu pengorganisasian dan pendelegasian
wewenang yang baik maka tidak akan ada kegagalan dalam suatu komunikasi dan tidak terjadi
suatu tumpang tindih arahan atau pedelegasian tugas. Dengan telah terciptanya suatu
manajemen yang baik maka akan terciptanya anggaran berbasis efektivitas kinerja dan sistim
pencatatan akuntansi sektor publik yang berbasis akrual maka akan tercipta suatu arahan
pengambilan keputusan investasi publik yang baik, apakah keputusan investasi itu investasi
penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat atau umur ekonomis barang modal,
investasi penambahan kapasitas barang modal bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan
pelayanan guna meningkatkan produktivitas barang modal yang masih ada dan masih layak,
atau investasi baru berupa penambahan barang modal baru yang belum ada sebelumnya. Untuk
jenis investasi baru, maka pertimbangan mengenai aspek teknis, ekonomi, sosial-budaya, dan
aspek distribusi harus mendapat perhatian lebih besar. Dengan pemilihan jenis investasi yang
tepat maka akan menciptakan pencapaian.

5. Mengapa analisis Balanced Scorecard menjadi analisis yang paling efektif dalam pengukuran
kinerja?
Karena Balanced Score merupakan sistim pengukuran manajemen kinerja perusahaan secara
komprehensif yang meliputi aspek finansial dan non-finansial atau berdasarkan dari empat
perspektif, yaitu : perspektif keuangan, perspektif pelanggan (kepuasan pelanggan, retensi
pelanggan, pangsa pasar, dan pelanggan yang menciptakan keuntungan secara dua belah pihak),
pespektif proses usaha internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan entitas. Langkah
langkah dari Balanced Scorecard adalah :
 Menerjemahkan visi, misi, dan strategi perusahaan.
 Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis entitas
dengan empat aspek Balanced Scorecard.
 Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif rencana
bisnis.
 Meningkatkan umpan balik dari pembelajaran strategis.
 Mengevaluasi hasil analisis Balanced Scorecard dengan rencana strategis yang telah
dirancang.
Penerapan Balanced Scorecard dalam implementasi sektor publik atau organisasi pemerintah
memerlukan beberapa penyesuaian (Gazperz 2006) karena hal-hal berikut:
 Fokus utama sektor publik adalah masyarakat (publik) dan kelompok-kelompok tertentu
(interest groups), sedangkan fokus utama sektor swasta adalah pelanggan dan pemegang
saham.
 Tujuan utama organisasi sektor publik adalah bukan hasil maksimalisasi dari hasil
finansial, tetapi keseimbangan pertanggungjawaban finansial (anggaran) melalui
pelayanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) sesuai dengan visi
misi organisasi pemerintahan.
 Mendefinisikan ukuran dan target dalam perspektif konsumen atau pemegang saham
membutuhkan pandangan dan kepedulian yang tinggi, sebagai konsekuensi dari peran
kepengurusan organisasi pemerintahan, dan membutuhkan definisi yang jelas serta
strategis.
Jadi Balanced Scorecard dapat memberikan analisis investasi yang baik.
6. Mengapa peninjauan kembali dari pengukuran kinerja sangat penting bagi pemerintah
daerah?
Karena dalam pengukuran kinerja yang terdiri dari 4 tahap yaitu :
 Menetapkan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi.
 Merumuskan indikator dan ukuran kinerja.
 Mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan sasaran-sasaran organisasi.
 Evaluasi kinerja.
Ada evaluasi kinerja yang terdiri dari Feedback dan Reward-Punishment atau
pengevaluasian penghargaan dan hukuman yang telah diberikan, penilaian kemajuan kinerja
organisasi, dan dasar peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan demi akuntanbilitas
publik. Ketiga eveluasi kinerja tersebut perlu ditinjau kembali untuk menciptakan konsep
calue for money- ekonomi, efisiensi, dan efektifitas- demi agar terwujudnya analisis
investasi yang baik. Selain karena adanya evaluasi kinerja, peninjauan kembali dari
pengukuran kinerja sangat penting karena ada lima faktor yang saling silang berkaitan
(Ghobadian dan Ashworth, 1994) :
 Tekanan dari pemerintah pusat dan komite audit.
 Harapan publik dan belanja yang semakin tinggi.
 Tender secara kompetitif positif yang diwajibkan.
 Perubahan budaya dan perilaku antar pengelola otoritas lokal.
 Kehilangan kepercayaan diri antar kelompok instansi.
Sistim pengukuran kinerja yang terintegrasi dan holistik akan menjadi sistim manajemen
kinerja. Manajemen kinerja yang baik juga akan menunjukkan kecenderungan hubungan
antara rencana strategis dan pengukuran kinerja manajemen sektor publik, khususnya pada
pemerintah daerah yang terkadang masih terlalu berfokus pada pengukuran hasil atau pada
tujuan utama organisasi sektor publik, sehingga mengabaikan faktor-faktor pengukuran
kinerja lainnya, atau tujuan-tujuan sekunder organisasi tersebut. Jika pengukuran kinerja
sudah baik maka akan mendapatkan hasil analisis investasi yang baik.
7. Mengapa organisasi masih kurang memperhatikan faktor penentu atau saran perbaikan
organisasi jangka panjang yang berkelanjutan?
Karena pemerintah daerah atau organisasi sektor publik masih terlalu berfokus kepada
pengukuran kinerja daripada manajemen kinerja dimasa yang akan datang, terutama dalam
proses bisnis internal, dan inovasi (pembelajaran). Ini menunjukkan bagaimana fokus atau
tujuan dalam sistim pemerintahan lokal atau organisasi publik adalah pada hasil kerja dewan,
yaitu kinerja keuangan (hanya sekadar bagaimana anggaran telah dibelanjakan dan
kewajiban selesai) dan pada tahap lebih rendah adalah hanya sekadar masyarakat atau publik
tahu bahwa telah ada rencana program yang telah terealisasi (hanya untuk sekadar
transparansi) tanpa memikirkan inovasi dan pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini
disarankan untuk melakukan pengukuran kinerja pemerintah lokal yang strategis dan
seimbang. Penyeimbangan dilakukan dengan cara membedakan antara tujuan utama (dan
hasil) yang berorientasi eksternal dan berkaitan dengan hasil yang dapat diukur, dan tujuan
sekunder yang berorientasi internal dan yang berkaitan dengan bagaimana layanan akan
disampaikan dan bagaimana kelanjutannya dimasa depan, baik dari sisi konsumen dan
organisasi sektor publik. Hal selanjutnya adalah penggunaan analisis Balanced Scorecard-
keuangan, kepuasan pelanggan, proses bisnis internal, dan inovasi (pembelajaran) yang
efektif dan efisien. Misalkan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan
pemerintah daerah jangan hanya sekadar membangun wujud fisiknya tetapi juga perlu
memperhitungkan keterjangkauannya dengan pemukiman warga dan akses jalan yang
mudah dilalui oleh kebanyakan siswa-siswi dan tenaga pengajar disekolah itu dan
melengkapi fasilitas yang ada didalam gedung sekolah serta memperhatikan perawatan
gedungnya apabila sudah saatnya memerlukan renovasi.

8. Mengapa penggunaan ukuran non-keuangan selain ukuran kinerja keuangan telah semakin
banyak disebut dalam sektor ekonomi dan non-profit?
Karena ukuran finansial saja tidak akan cukup untuk mengukur kinerja organisasi sektor
publik lalu membuat analisis manajemen kinerja yang diperoleh. Selain itu, ada hasil dua
dimensi kerja adalah hasil dari strategi : daya saing dan kesuksesan finansial organisasi
(anggaran) dan hal-hal yang bersifat manajerial. dan menurut Emmanuel dkk. (1990)
berpendapat bahwa keberhasilan suatu organisasi adalah konsep modifikasi multi-dimensi
yang berubah baik dari waktu ke waktu dan antara pemangku kepentingan entitas publik.
Fitzgerald et al. (1991) menyarankan model kinerja lebih dari enam dimesi yaitu : daya saing
entitas, kesuksesan finansial, kualitas, fleksibilitas, dan pemanfaatan sumber daya dan
informasi. Sementara itu, Kaplan dan Norton secara efektif mempertimbangkan tiga dimensi
yaitu kualitas, fleksibilitas, dan pemanfaatan sumber daya dalam model Fitzgerald et.al 1991
untuk menjadi dimensi tunggal proses bisnis internal. Dimensi dari Kaplin dan Norton juga
dapat diklasifikasikan sebagai hasil (keuangan,pelanggan) dan determinan (proses bisnis
internal dan inovasi dan pembelajaran). Maksud dari adanya modifikasi multi-dimensi dari
Balanced Scorecard adalah untuk menyesuaikan antara program yang dilaksanakan dengan
sarana yang cocok untuk digunakan. Misalnya dalam anggaran berbasis kinerja pemerintah
akan mengalokasikan belanja daerah kepada program yang belum atau sedikit alokasinya di
tahun lalu dan membuat inovasi baru terhadap pelaksanaan suatu program.

9. Mengapa akuntabilitas berperan penting dalam manajemen kinerja keuangan?


Karena akuntabilitas menyediakan konsep value for money- ekonomi, efektifitas, dan
efisiensi- terhadap para pemnagku kepentingannya dengan mempertahankan tingkat layanan
yang diberikan dank arena akuntabilitas merupakan etika terhadap suatu
pertanggungjawaban dan pertanggugjelasan kinerja suatu entitas organisasi publik.
Akuntabilitas dapat digunakan dalam mendorong kinerja keuangan. Akuntabilitas terdiri
dari akuntabilitas eksplisit kepada komunitas dan akuntabilitas implisit kepada manajerial.
Driver akuntabilitas eksplisit yang dilaporkan oleh responden adalah :
 Bukti transparansi dalam transaksi keuangan atau finansial
 Menunjukkan akuntabilitas dan tanggungjawab kepada pemangku kepentingan
dewan
 Penataan layanan yang tepat dan kejujuran dalam transaksi harus jelas
 Kesetaraan dalam penyediaan layanan di seluruh wilayah geografis dan lintas kelas
sosial
Penggerak manajerial adalah :
 Strategi pengurangan hutang untuk menunjukkan manajemen pengelolaan
keuangan yang bertanggungjawab “tidak oernah berada dalam kondisi merah”
 Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur
 Pengelolaan manajemen asset yang baik
 Keberlanjutan ekonomi dan sosial jangka panjang
Selain akuntabilitas hal yang paling penting dalam manajemen kinerja keuangan adalah
kecocokan antara strategi yang diterapkan dengan pertimbangan strategis dalam memandu
manajemen kinerja keuangan. Dewan-dewan mengembangkan rencana keuangan jangka
panjang (tiga sampai lima tahun) dalam kerangka strategis mereka (pada organisasi sektor
publik) yang mengjangkar anggaran tahunan. Anggaran bergulir tiga tahun membantu dalam
manajemen keuangan. Anggota dewan umumnya menerima laporan keuangan triwulan
tentang pengeluaran tentang pengeluaran terhadap anggaran dari tahun ke tanggal, sementara
manajer menerima setidaknya laporan bulanan dan umumnya memiliki akses ke laporan
online sebagai bagian dari proses manajemen kinerja.
10. Mengapa harga transfer unit bisnis yang bermasalah dapat menjadi contoh informasi buruk
yang berdampak negatif pada manajemen kinerja?
Karena harga transfer berkaitan dengan mekanisme nilai produk barang atau jasa yang
dipertukarkan (diperjualbelikan) antar pusat pertanggungjawaban didalam suatu entitas
termasuk sektor publik. Masalah utama dalam penetuan harga transfer dijumpai dalam
perusahaan atau entitas sektor publik yang disusun menurut pusat-pusat laba, dan antar pusat
laba yang dibentuk terjadi transfer barang atau jasa. Latar belakang timbulnya masalah harga
transfer dapat dihubungkan dengan proses diferensiasi bisnis dan perlunya integrasi dalam
organisasi yang telah melakukan diferensiasi bisnis. Diferensiasi bisnis adalah proses
pembagian pekerjaan menjadi tugas-tugas yang diperlukan untuk mencapai sasaran
organisasi (Mulyadi, 2001;376). Diferensiasi dapat dilaksanakan sebagai proses pelaksanaan
strategi diversifikasi. Diversifikasi merupakan proses pembentukan unit-unit organisasi
untuk menghadapi berbagai lingkungan industri. Dalam strategi diversifikasi, biasanya
diversifikasi ditempuh melalui proses divisionalisasi, yang merupakan suatu pembentukan
divisi-divisi yang diberi peran sebagai pusat laba. Dalam sektor publik terkadang peran pusat
laba masih kurang efektif dalam mengukur selisih pendapatan dan beban yang diperoleh atau
realisasi belanja dengan rencana anggaran yang telah dibuat dan manajemen sektor publik
masih kurang dapat membelanjakan secara intensif investasi dan belanja yang telah terdapat
dalam rencana strategis sektor publik untuk menciptakan value for money-ekonomi, efisiensi
, dan efektifitas-kinerja.

Anda mungkin juga menyukai