Anda di halaman 1dari 58

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II PENJAGA TAHANAN

OPTIMALISASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN BAGI WARGA


BINAAN YANG MELANGGAR ATURAN HUKUM SESUAI DENGAN
PERMENKUMHAM NO.6 TAHUN 2013
DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA
PALEMBANG

Oleh :
Nur Apriani
NIP. 199904292017122001

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Penjaga Tahanan Angkatan X


NDH: 02 (Dua)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
FORMASI UMUM GOLONGAN II ANGKATAN x
PALEMBANG
2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

OPTIMALISASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN BAGI WARGA


BINAAN YANG MELANGGAR ATURAN HUKUM SESUAI DENGAN
PERMENKUMHAM NO.6 TAHUN 2013
DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA
PALEMBANG

Disusun Oleh :

Nama : Nur Apriani


NDH : 02

Telah diseminarkan dan disetujui


Hari/ Tanggal : Selasa, 31 Juli 2018
Tempat : Hotel Majestic Palembang

COACH, MENTOR,

Drs. Nursiwan, MM Desi Andriyani, A.Md.IP.,SH.,MH


Widyaiswara Ahli Muda
NIP. 19670923 199203 1005 NIP. 19751211 199803 2001

Disetujui,
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Palembang

Dra. Siti Zahro, Bc.IP,MM


NIP. 19600824 198403 2001

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI HABITUASI

OPTIMALISASI PENEGAKAN DISIPLIN BAGI WARGA BINAAN YANG


MELANGGAR ATURAN HUKUM SESUAI DENGAN PERMENKUMHAM
NO.6 TAHUN 2013
DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA
PALEMBANG

Disusun Oleh :

Nama : Nur Apriani


NDH : 02

Telah diseminarkan dan disetujui


Hari/ Tanggal : Selasa, 31 Juli 2018
Tempat : Hotel Majestic

COACH, MENTOR,

Drs. Nursiwan, MM Desi Andriyani, A.Md.,IP.,SH.,M.H


NIP.196709231992031005 NIP. 19751211 199803 2001

Disahkan,
an.Kepala BPSDMD Provinsi Sumsel
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial

Hj. Holijah.,S.H.,M.H
Pembina Tingkat I /IVb
NIP. 196909071996032004

iii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur tidak terhingga penulis


persembahkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang
telah memberikan kekuatan jasmani, rohani, serta kesabaran kepada
penulis untuk menyelesaikan Laporan Aktualisasi (Habituasi) yang
berjudul “Optimalisasi Ketertiban dan Kenyamanan Blok Hunian Warga
Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang”.
Terwujudnya rancangan aktualisasi ini tentu tidak terlepas dari
beberapa pihak yang banyak berjasa dalam pembuatan Laporan
Aktualisasi (Habituasi). Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis
ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Ibu Dra.Siti Zahro Bc.IP,MM selaku Kepala Lapas Perempuan
Kelas IIA yang telah memberikan waktu dan tempat kepada penulis
untuk menyelesaikan proses aktualiasasi (habituasi) ketika kembali
ke institusi.
2. Bapak Drs. Nursiwan, MM selaku coach penulis yang telah
menyediakan waktu dan tenaga untuk memberi saran dan motivasi
dengan cara yang menyenangkan kepada penulis dalam proses
penyelesaian laporan aktualisasi.
3. Ibu Desi Andriyani, A.Md.,IP.,SH.,M.H selaku mentor penulis yang
telah dengan sabar membimbing kami selama melaksanakan masa
off campus pada pelatihan dasar CPNS.
Akhir kata, Penulis yakin bahwa laporan penulisan ini semoga
dapat memberikan motivasi serta inspirasi bagi kita dalam membuat dan
merancang laporan Aktualisasi (habituasi) untuk bisa dipergunakan
nantinya.

Palembang, Juli 2018


Penulis,

Nur Apriani
NIP. 199904292017122001

iv
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL .................................................................................................. ….. i
LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................................... ….. ii
KATA PENGANTAR .............................................................................................. …. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. …. Iv
DAFTAR TABEL ...................................................................................................... …. V
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. …. vi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………………… 1
C. Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………… 2
D. Ruang Lingkup …………………………………………………………... 4
BAB II. RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)
A. Deskripsi Organisasi ……………………………………………………. 5
1. Profil Organisasi ……………………………………………………… 5
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi …………………………………….. 8
B. Deskripsi Isu/ Situasi Problematik ………………………………………. 10
C. Analisis Isu .....……………………….………………………………….. 15
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ……………………………... 18
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS .....………………………………………… 20
F. Matrik Rancangan ……………………………………………………….. 21
G. Jadwal Kegiatan …………………………………………………………. 34
H. Kendala dan Antisipasi ………………………………………………….. 35
BAB III. PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Pendalaman Core Isu Terpilih …………………………………………...
B. Capaian Kegiatan Habituasi ……………………………………………..
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………………..
B. Saran .....…………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………….
DAFTAR REFERENSI ……………………………………………………………..
LAMPIRAN ………………………………………………………………………….

v
DAFTAR TABEL

1. Tabel Deskripsi Jumlah Narapidana …….………………………………… 5


2. Tabel Identifikasi Isu ………………………………………………………… 12
3. Tabel Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AKPK dan USG ………….. 16
4. Tabel Analisis Isi Menggunakan AKPK ……………………………………. 17
5. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG …..……………………………….. 19
6. Tabel Rancangan Aktualisasi (Habituasi) ………………………………….. 22
7. Tabel Jadwal Rancangan Kegiatan Aktualisasi .………………………….. 38
8. Tabel Kendala dan Antisipasi ………….. ………………………………….. 39

vi
DAFTAR GAMBAR

I. Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA


Palembang ………………………………………………………………………….... 6

vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-undang No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
mengamanatkan instansi pemerintah untun wajib memberikan pendidikan
dan pelatihan terintegrasi bagi calon pegawai negeri sipil selama 1 tahun
masa percobaan, dengan mengedepankan penguatan nilai-nilai dan
pembangunan karakter dalam mencetak PNS.
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri
dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah.Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, memberikan pelayan publik yang
professional dan berkualitas guna mempererat persatuan dan kesatuan
NKRI.
Setelah disahkannya undang-undang ASN, aparatur Negara
memiliki kekuatan dan kemampuan profesional kelas dunia, berintegritas
tinggi non persial dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja tinggi non
parsial dan kesejahteraan tinggi, serta dipercaya publik dengan dukungan
SDM.Peraturan baru tentang ASN sudah secara implisit menghendaki
bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan sekedar merujuk
kepada jenis pekerjaan tetapi lebih menuju kepada sebuah profesi
pelayanan publik.
Sesuai peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI
nomor 38 dan 39 tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan
prajabatan golongan I dan II dan golongan III maka penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) prajabatan dilaksanakan dengan pola
baru. Adanya DIKLAT prajabatan dengan pola baru ini juga diharapkan
dapat membentuk kader ASN yang berkualitas berlandaskan pada nilai-
nilai dasar yang meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti korupsi yang dapat diakronimkan menjadi

1
ANEKA. Dengan demikian pesarta diklat prajabatan dapat menjadi
Aparatur Sipil Negara yang profesional sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayanan publik, dan perekat pemersatu bangsa.
Sistem pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan pola baru
menuntut setiap peserta diklat prajabatan untuk mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar profesi. Melalui proses pembelajaran aktualisasi ini, seluruh
atau beberapa nilai dasar akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan
diklat prajabatan, setiap peserta harus menemukan dan mengungkapkan
makna dibalik penerapan nilai-nilai dasar tersebut pada setiap
pelaksanaan kegiatan yang telah dirancang oleh peserta diklat prajabatan
di tempat tugas.
Disini saya mengangkat judul aktualisasi di Lapas Perempuan Kelas IIA
Palembang yaitu “Optimalisasi Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi WBP
yang Melanggar Aturan Permenkumham No.6 tahun 2013”
Mengapa saya mengangkat judul ini karena di sini saya melihat bahwa
kurangnya penegakan hukuman disiplin bagi warga binaan yang
melanggar hukum sesuai dengan Permenkumham No.6 Tahun 2013
terkedang mereka masih diberi kelonggaran atau tidak ada penindakan
tegas dari petugas untuk yang melanggar aturan tersebut, oleh karena itu,
saya berniat untuk menertibkan hukuman bagi WBP yang melanggar
hukum tersebut guna menimbulkan efek jera bagi WBP untuk melanggar
aturan Permenkumham No. 6 Tahun 2013 guna terciptanya ketertiban di
Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang..

B. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan
Tujuan umum dari aktualisasi pelatihan dasar CPNS kemenkumham
RI ini yaitu:
a. .Menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam diri setiap
peserta demi terbentuknya jajaran PNS yang professional.

2
b. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam bentuk
kegiatan kerja di tempat tugas untukmenyelesaikan permasalahan
yang muncul dari isu di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang
Tujuan khusus dari aktualisasi pelatihan dasar CPNS kemenkumham
RI ini yaitu :
a. Mampu menerapkan nilai-nilai AKUNTABILITAS sehingga memiliki
tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan.
b. Mampu menerapkan nilai-nilai NASIONALISME sehingga bekerja atas
dasar semangat nilai-nilai pancasila
c. Mampu menerapkan nilai-nilai ETIKA PUBLIK sehingga menciptakan
lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif.
d. Mampu menerapkan nilai-nilai KOMITMEN MUTU sehimgga dapat
mewujudkan pelayanan yang prima terhadap masyuarakat.
e. Mampu menerapkan nilai-nilai ANTI KORUPSI sehingga dapat
mewujudkan sikap jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan
kepentingan piuhak tertentu.

2. Manfaat
Adapun manfaat dari aktualisasi pelatihan dasar CPNS
kemenkumham RI yaitu :
a) Manfaat kegiatan aktualisasi ini bagi penulis yaitu memberikan
kemampuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS
(ANEKA) di dalam setiap kegiatan kerja sehingga penulis
diharapkan dapat menjadi PNS profesional yang mampu
menjalankan fungsi dan peranannya didalam menyelenggarakan
pelayanan publik yang prima dan bertanggungjawab.
b) Manfaat kegiatan aktualisasi bagi organisasi yaitu menguatkan
nilai-nilai dasar organisasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan
misi organisasi guna tercapainya visi organisasi di masa yang akan
datang.

3
c) Manfaat kegiatan aktualisasi bagi bangsa dan negara adalah
berkontribusi dalam membentuk pelayanan publik yang baik dan
percepatan pemberantasan korupsi dengan melahirkan PNS baru
yang didalam dirinya terinternalisasi nilai-nilai ANEKA.
d) Manfaat kegiatan aktualisasi ini bagi Unit Pelaksana Teknis adalah
terciptanya ketertiban sehingga tidak ada lagi warga binaan yang
melanggar aturan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan aktualisasi ini peserta di minta mampu


mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil, yang
terdiri dari lima nilai dasar, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta Peran dan Kedudukan PNS dalam
NKRI dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di instansi masing-
masing.
Aktualisasi nilai-niai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan
pada saat off campus selama tanggal 2 Agustus 2018 sampai dengan 6
November 2018. Aktualisasi dilakukan di tempat kerja penulis yaitu pada
Bagian Regu Pengamanan Pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Palembang. Dalam ruang lingkup ini kegiatan dibatasi pada
kegiatan yang diambil dari Penjaga Keamanan pada Lapas Perempuan
Kelas IIA Palembang beserta inovasi kegiatan dan tugas tambahan dari
atasan.

4
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II.A Palembang
yang dipimpin oleh Kepala Lapas yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia di bawah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lembaga
Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Palembang disahkan pendiriannya
melalui Keputusan berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum
dan HAM RI Nomor: M.03.PR.07.03 Tahun 2007 Tanggal 23 Februari
2007.
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang
terletak di jantung ibu kota Palembang, Sumatera Selatan. Kota
Palembang yang sejatinya berada di pulau Sumatera yang budaya
masyarakatnya relatif “keras” berpengaruh pada tingkat kriminalitas yang
terjadi di kota Palembang.
Sejalan dengan perkembangan kota Palembang yang semakin maju
yang dibuktikan dengan penataan ruang bangunan gedung kantor dan
venue-venue olahraga yang dipusatkan di daerah Jakabaring. Dengan
demikian, berdampak pada perilaku dan budaya masyarakat yang ada di
kota Palembang sehingga tingkat kriminal yang terjadi sekarang ini
cenderung menurun.
Gedung Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Palembang merupakan gedung peninggalan pada jaman penjajahan
Belanda yang didirikan pada tahun 1917 yang sebelumnya merupakan
gedung Rumah Tahanan Kelas I Palembang yang terletak di jalan
Inspektur Marzuki Km. 4,5 Kel. Siring Agung Palembang. Pada tanggal 01
Juni 2009 Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Palembang mulai

5
beroperasi sendiri tetapi bangunannya masih merupakan bagian gedung
Lembaga.
Alih fungsi bangunan dari Gedung Rumah Tahanan Klas I
Palembang menjadi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Palembang sejak tanggal 16 Mei 2011 dengan surat keputusan Kepala
Kantor Wilayah Sumatera Selatan Nomor : W5.Ew5.PL.04.01-473. Letak
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang sangat
strategis yaitu di Jln. Merdeka No. 12 Palembang sebelah timur Masjid
Agung SMB II Palembang dan Jembatan Ampera sehingga sangat mudah
dikenali dan saat ini jumlah penghuni di Lembaga Permasyarakatan
Wanita Kelas II.A Palembang mencapai ± 474 orang.

TABEL 1

JUMLAH SELURUH WARGA BINAAN


LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA PALEMBANG

No. Kasus Jumlah


1. Narapidana 439 Orang
2. Tahanan 61 Orang
3. Bayi 2 Orang
Total 500 Orang + 2 Bayi
Sumber Data: Dokumentasi Lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas II.A
Palembang 2018

Sedangkan luas bangunan :


 Bangunan Kantor (623 M²)

 Kamar Hunian (4.439 M²)

Jumlah (5.062 M²)

6
Terdiri dari :
 Ruang Perkantoran (Ruang Tata Usaha, Umum, Kepegawaian &
Keuangan, Pertemuan, Kalapas, Adm. Kamtib, Keamanan, Portatib
Kegiatan Kerja, Bimker& Lolahasker, Ruang Besukan, Warung
Informasi, KPLP, P2U, Binadik, Register, Bimaswat, Komandan dan
Dapur).
 Blok Hunian (Narapidana dan Tahanan sebanyak 4 Blok) 40.
 Ruang Ibadah, Ruang Pertemuan, Koperasi, Bimker,
Perpustakaan, Wartel, Ruang Poliklinik dan Gudang.

Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang

Gambar 1. Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang

7
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi

Adapun Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA


Palembang adalah :
1.1 Visi
“Menjadi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang
yang terdepan dalam Pelayanan, Professional. Religious, Bersih dan
Produktif”.
1.2 Misi
Misi untuk mewujudkan Visi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas
IIA Palembang meliputi:

 Melaksanakan pelayanan pembinaan kepribadian dan


kemandirian warga binaan pemasyarakatan.
 Melaksanakan registrasi, klasifikasi dan sistem keamanan sesuai
ketentuan yang berlaku.
 Melaksanakan perawatan bagi warga binaan pemasyarakatan.
 Melaksanakan bengkel kerja produktif.

1.3 Nilai-Nilai Organisasi

Untuk membentuk dan merubah perilaku dan pola pikir perlu ditetapkan
nilai-nilai yang menjadi Budaya Kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
yang berkinerja produktif melalui “PASTI” yang mempunyai makna :

 Profesional:
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja keras
untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya,
menjunjung tinggi etika dan integritas profesional.

 Akuntabel:
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan
atau peraturan yang berlaku.

8
 Sinergis:
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang
produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik,
bermanfaat dan berkualitas.

 Transparan:
Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan
pelaksanaanya, serta hasil-hasil yang dicapai.

 Inovatif:
Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaran tugas dan fungsinyapenyelenggaraan pemerintahan
dapat dipertanggung jawabkana kepada masyarakat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.

9
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik

Munculnya isu dalam sebuah organisasi akan selalu dihadapi oleh


organisasi tersebut demi perubahan kearah yang lebih baik, oleh
sebab itu organisasi diminta untuk selalu siap mengatasi isu-isu yang
memungkinkan dapat membuat organisasi tersebut menjadi krisis.
Penanganan isu organisasi ini beragam, hal ini sangat berkaitan
seberapa besar potensi isu yang muncul tersebut mempengaruhi
organisasi tersebut.
Isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap
diambil keputusannya. Isu dapat mempresentasikan suatu
kesenjangan antara praktik organisasi tersebut dengan harapan-
harapan para stakeholder. Berdasarkan definisi tersebut, isu
merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar
organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik dan tepat maka
akan memberikan efek negatif terhadap organisasi tersebut, bahkan
dapat berlanjut pada tahap krisis. Berkaitan dengan rancangan
aktualisasi ini, isu dianggap sebagai kejadian-kejadian nyata atau
tersamar di lingkungan kerja yang merupakan masalah yang sedang
diperdebatkan, dibahas, dan atau fenomena yang tidak sesuai harapan
sehingga perlu untuk diselesaikan.
Terdapat tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam
menunjukkan kemampuan menetapkan isu yaitu:
a. Environmental Scanning yaitu peduli terhadap masalah dalam
suatu organisasi dan mampu memetakan hubungan kausalitas.
b. Problem Solving yaitu mampu mengembangkan dan memilih
alternatif dan mampu memetakan aktor terkait dan perannya
masing-masing.
c. Analysis yaitu mampu berfikir konseptual, mampu mengidentifikasi
implikasi / dampak / manfaat / dari sebuah pilihan kebijakan /
program / kegiatan / dan tahapan kegiatan.

10
Dalam kaitannya terhadap isu aktual yang terjadi di Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang khususnya Penjaga
Tahanan, rancangan aktualisasi ini akan didasarkan pada beberapa
identifikasi isu atau masalah yang penulis temukan pada instansi tempat
penulis ditugaskan yaitu Pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Palembang khusus Penjaga Tahanan.
Penulis mengidentifikasi beberapa isu terkait di Penjaga Tahanan
di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA sebagai berikut:

1. Kurangnya Ketertiban dan Kenyamanan Blok Hunian Warga


Binaan
Banyaknya warga binaan di Lapas Perempuan Klas II A Palembang,
membuat situasi kurang kondusif yang terkadang menimbulkan
keributan kecil. Adanya keributan tersebut, juga menimbulkan rasa
tidak nyaman bagi WBP maupun Pegawai. Kenyamanan juga masih
kurang dikarenakan adanya sampah yang berserakan. Oleh karena
hal-hal tersebutlah diperlukan pengoptimalan ketertiban dan
kenyamanan blok hunian warga binaan.
2. Kurang Optimalnya Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi Warga
Binaan yang Melanggar Aturan Permenkumham No.6 Tahun
2013
Pada Permenkumham N0. 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib
Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara disebutkan
jenis jenis pelanggaran hukuman disiplin dan pelanggaran disipiln
warga binaan. Akan tetapi, di Lapas Perempuan Kelas IIA
Palembang hal tersebut belum terlaksana dengan maksimal.
3. Kurangnya rasa peduli dan tanggung jawab pada barang
inventaris
Seorang pegawai diberikan sebuah tanggung jawab dalam
perawatan barang inventaris yang nantinya dipergunakan dalam
menjalankan pekerjaannya. Kadang ditemukan barang inventaris

11
tersebut malah rusak tanpa ada perduli ataupun melaporkan kepada
atasannya untuk tindak lanjut.

4. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang Kurang Memadai


Pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat
dan tata cara pelaksanaan hak WBP disebutkan bahwa salah satu
hak warga binaan pemasyarakatan adalah memperoleh kesehatan di
Lapas. Akan tetapi, akibat fasilitas klinik pengobatan yang kurang
memadai, para WBP yang sakit tidak bisa diobati secara maksimal di
Klinik Lapas dan terpaksa dirujuk ke rumah sakit
5. Masih rendahnya minat membaca buku
Minat membaca buku dikalangan narapidana masih sangat rendah
sekali dikarenakan faktor kurang updatenya buku-buku yang ada di
dalam perpustakaan serta mungkin kurangnya kesadaran dari
narapidana bahwa buku merupakan sumber dari segala ilmu yang
ada dan bisa mereka pergunakan dalam mengisi waktu luang jika
tidak ada kegiatan lain.
6. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung pelayanan
kunjungan.
Salah satu penyebab utama terjadinya keluhan yang kadang dialami
pengunjung narapidana maupun tamu yang akan mengunjungi
Lapas yakni kurang ketersediaan lahan parkir yang bisa menampung
kendaraan. Saat padatnya kunjungan, banyak kendaraan yang
masuk halaman Lapas. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan
kendaraan yang dan terkadang kendaraan pengunjung diparkiran di
depan gerbang Lapas yang sewaktu waktu bisa ditilang oleh petugas
Dinas Perhubungan.
7. Kurangnya pemanfaatan barang inventaris untuk penunjang
layanan kunjungan.

12
Terkadang ada barang inventaris yang ada di dalam Lapas yang
tidak dipergunakan dengan semestinya. Maka dari pada itu hal ini
terlihat mubazir mengingat jika tidak dikelola dengan baik.

Berdasarkan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan


proses identifikasi isu untuk menentukan isu mana yang merupakan
prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses identifikasi isu
tersebut menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu.
Kriteria pertama adalah AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Probematik, dan
Kelayakan). Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat. Kekhalayakan artinya isu yang
menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik artinya isu yang
memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan
solusinya. Sedangkan Kelayakan artinya isu yang masuk akal dan realistis
serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Adapun ketujuh permasalahan tersebut secara ringkas dijelaskan pada


tabel di bawah ini :
Keterkaitan
Identifikasi Isu/ Identifikasi Akar
No Kondisi Ideal dengan Materi
Kondisi Sekarang Permasalah
1. Kurangnya Ketertiban Situasi di Blok Manajemen ASN 1. Kurangnya
hunian menjadi ketertiban warga
dan Kenyamanan Blok
kondusif Pelayanan Publik binaan saat
Hunian Warga Binaan melakukan apel
2. Kurangnya
ketertiban warga
binaan saat
melakukan senam
pagi
3. Kurangnya
kebersihan di area
sekitar blok
2. Belum optimalnya Adanya tindakan Manajemen ASN 1. Masih adanya
penjatuhan hukuman tegas dari kelonggaran dari
disiplin bagi warga petugas untuk petugas kepada
binaan yang melanggar WBP yang WBP yang
aturan Permenkumham melanggar aturan melanggar aturan
no.6 tahun 2013 Permenkumham 2. Kurang fahamnya
no.6 tahun 2013 petugas akan

13
aturan
Permenkumham
no.6 tahun 2013
3. Kurangnya rasa peduli Barang inventaris Manajemen ASN 1. Tidak ada
dan tanggung jawab di Lapas harus pengecekan
pada barang inventaris. dipergunakan kelengkapan barang
dan dirawat per inventaris saat serah
masing masing terima saat apel
bagian dari regu.
pegawai yang
menerima 2. Kurang disiplinnya
amanah untuk dalam menjaga
menjaga dan barang inventaris
menggunakannya tersebut.
sesuai dengan
peruntukannya. 3. kurang nya
kepedulian dan
kesadaran dari
dalam diri pegawai
tersebut dalam
menjaga dan
merawat barang
inventaris yang ada.

4. Fasilitas Pelayanan Fasilitas Pelayanan Publik Kurang lengkapnya


pelayanan fasilitas kesehatan di
Kesehatan yang kesehatan di lapas perempuan
Kurang Memadai lapas perempuan
palembang yang
lengkap
5. Masih rendahnya Pemanfaatan Pelayanan Publik 1. Kurangnya sumber
minat membaca buku. buku sebagai daya manusia dalam
sarana pengurusan dan
pembelajaran pengelolaan buku
disamping yang ada.
kegiatan yang
telah ada 2. kurang koordinasi
dalam update koleksi
buku yang ada.

3. Kurangnya alokasi
dana untuk
penambahan
beberapa alat
penunjang yang ada.

6. Kurangnya sarana dan Perbaikan sarana Whole of 1. Sempitnya lahan


prasarana pendukung yang memadai Government parkir yang ada saat
pelayanan kunjungan. agar tercipta ini.
lingkungan yang Pelayanan Publik
nyaman bagi 2. Sulitnya mencari
pengunjung lahan parkir yang
Lapas. bisa dipergunakan.

Penambahan 3. Ketidaknyamanan

14
atau membuat pengunjung untuk
kantong parkir memarkirkan
yang nyaman kendaraan nya di
bagi pengunjung tempat yang jauh
maupun tamu dari Lapas
yang akan mengingat tingginya
berkunjung ke tingkat kriminalitas.
Lapas. 4. Kurang disiplinnya
pengunjung dalam
parkir.

7. Kurangnya Perbaikan barang Whole of 1. Kurang peduli


pemanfaatan barang inventaris yang Government dengan barang
inventaris untuk peruntukannya inventaris yang
penunjang layanan untuk pelayanan Pelayanan Publik seharusnya
kunjungan
kunjungan bermanfaat bagi
kelangsungan
pelayanan
kunjungan.

2. Sosialisasi kepada
pegawai untuk
memanfaatkan
barang inventaris
tersebut.

Tabel 2. Deskripsi Isu/ Kondisi Unit Kerja Saat Ini

C. Analisis Isu

Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, maka diperlukan


analisis lanjutan dari isu-isu tersebut. Analisis isu dilakukan bertujuan
untuk menetapkan kriteria kualitas isu. Penetapan kriteria isu tulisan ini
dilakukan dengan menggunakan Metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan,
Probelmatika, Kelayakan).
Analisis isu yang dilakukan akan menghasilkan penetapan isu yang
memiliki kualitas isu tertinggi untuk dilakukan dalam proses habituasi
peserta di tempat kerja, dimana penetapan isu tersebut didukung
berdasarkan data dan fakta relevan.
Pada tahapan analisis isu, penulis menggunakan metode / alat
bantu AKPK dalam proses penetapan kriteria kualitas isu. Dalam
pembelajaran isu aktual sesuai tema ini, tidak semua isu dapat
dikategorikan sebagai isu aktual. Isu aktual yang dibahas adalah isu yang

15
memenuhi kriteria berdasarkan metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan,
Problematika, Kekhalayakan), yaitu isu yang mengandung kriteria sebagai
berikut:
1. Aktual (Terjadi/akan Terjadi). Isu yang sedang terjadi atau dalam
proses kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat,
atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. Bukan isu
yang sudah lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah
basi.
2. Kekhalayakan. Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup
orang banyak banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan
bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil
orang tertentu saja.
3. Problematik. Isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentutan
yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab
dan pemecahannya.
4. Kelayakan. Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.

Disamping pemenuhan kriteria, penggalian isu juga dapat diperoleh


melalui berbagai aspek antara lain: Manajemen ASN, Pelayanan Publik,
dan Whole of Governement (WOG). Namun tidak semua isu yang
berhubungan dengan ketiga aspek tersebut di atas perlu dibicarakan dan
dipecahkan melainkan harus disesuaikan dengan organisasi atau unit
kerja. Penentuan kualiatas kriteria isu dengan metode AKPK dilakukan
dengan pembobotan 1 sampai dengan 5 untuk setiap kriterianya, adapun
keterangan dari setiap bobot, yaitu pada Tabel 2:

16
Tabel 2.

Bobot Keterangan

5 Sangat kuat pengaruhnya

4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya

1 Sangat kurang pengaruhnya


Tabel 3. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

Isu yang ada di unit kerja ini kemudian dianalisis dengan


menggunakan metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan
Kelayakan), maka analisis dari isu tersebut dapat dilihat pada tabel
berikut:
No ISU A K P K Jml Peringkat
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
1. Kurangnya Ketertiban dan 4 4 4 5 17 2
kenyamanan blok hunian
warga binaan
2. Kurang Optimalnya 5 4 5 4 18 1
Penjatuhan Hukuman disiplin
bagi WBP yang melanggar
Aturan Permenkumham No. 6
tahun 2013
3. Kurangnya rasa peduli dan 3 3 2 2 10 7
tanggung jawab pada barang
inventaris
4. Fasilitas pelayanan 3 4 3 4 14 4
kesehatan yang kurang
memadai
5. Masih rendahnya minat 2 3 3 4 12 6
membaca buku
6. Kurangnya sarana dan 4 4 4 4 16 3
prasarana pendukung
pelayanan kunjungan.
7. Belum optimalnya 3 3 3 4 13 5
Pemanfaatan barang
inventaris untuk penunjang
layanan kunjungan.

17
Analisis Isu dengan menggunakan alat ukur AKPK, merupakan
analisis final dari Isu yang ditentukan. Berdasarkan analisis di atas maka
ditemukan isu yang paling tinggi urgensinya untuk dicarikan solusi yaitu
“OPTIMALISASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN BAGI WBP
YANG MELANGGAR ATURAN PERMENKUMHAM NO.6 TAHUN 2013”.

D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih


Berdasarkan hasil penetapan kriteria kualitas dan urgensi isu
dengan metode AKPK, maka Core issue yang telah terpilih untuk
dicarikan solusi pemecahan masalahnya secara kreatif, dan direncakan
aktivitas dalam memberikan kontribusinya dalam pencapaian visi, misi,
dan tujuan organisasi.Dalam Hal ini “Mengoptimalkan Penjatuhan
Hukuman Disiplin bagi WBP yang Melanggar Aturan Permenkumham
No.6 Tahun 2013 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang”.
Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No.6 tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga
Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara disebutkan jenis jenis
hukuman disiplin dan pelanggaran disiplin warga binaan. Narapidana yang
melanggar hukum akan dijatuhi hukuman disiplin. Ada 3 jenis hukuman
disiplin, yaitu hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang dan
hukuman disiplin berat.
Petugas wajib menjatuhi hukuman sesuai dengan Permenkumham
No.6 Tahun 2013 sesuai dengan jenis hukuman yang dilakukan oleh
warga binaan yang bersangkutan. Penjatuhan hukuman disiplin
sebenarnya sudah cukup baik dilakukan di Lapas Perempuan Kelas IIA
Palembang. Akan tetapi,terkadang terdapat kelonggaran hukuman
terhadap WBP yang melanggar hukuman tersebut. Oleh karena itu, isu ini
dianggap penting guna menimbulkan efek jera kepada WBP untuk
melakukan pelanggaran aturan dan tidak ada lagi WBP di Lapas
Perempuan Kelas IIA Palembang yang melakukan pelanggaran.
.

18
E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Pemecahan core issue pada rancangan aktualisasi (habituasi)
dilakukan dalam bentuk kegiatan. Setiap kegiatan yang dilakukan
dijabarkan menjadi tahapan-tahapan kegiatan. Kegiatan-kegiatan
pemecahan core issue hendaklah mengandung nilai-nilai dasar mata
pelatihan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi). Serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan
pada tahap habituasi diharapkan menghasilkan sebuah capaian dan dapat
memberikan kontribusi terhadap visi, misi, tujuan organisasi, dan
penguatan nilai-nilai unit kerja di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Palembang tempat penulis berkarya.
Kegiatan aktualisasi yang dilakukan diharapkan akan memberikan
kontribusi serta manfaat dan bisa menjadi acuan daar terhadap
lingkungan di tempat kerja penulis yaitu Penjaga Tahanan Pada Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang.
Sebagai proses penerapan yang akan dilaksanakan di Lapas
Perempuan Kelas IIA Palembang selama program habituasi nanti, maka
penulis diharapkan bisa menyusun matrik rancangan aktualisasi dan
jadwal rancangan aktualisasi yang dapat menjelaskan penerapan nilai-
nilai ANEKA dan dihubungkan dengan visi, misi serta nilai yang ada di
Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang selama Pelatihan berlangsung
yang akan dituangkan dalam matrik rancangan aktualisasi berikut ini ;

19
MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI

FORMULIR 1. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas


IIA Palembang
Identifikasi Isu :
a) Kurangnya Ketertiban dan Kenyamanan Blok Hunian Warga
Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang
b) Belum Optimalnya Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi Warga
Binaan yang Melanggar Aturan Permenkumham No.6 Tahun
2013
c) Kurangnya Rasa Peduli Pegawai Terhadap barang Inventaris
d) Belum Optimalnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan
e) Kurangnya Minat Baca WBP
f) Belum Optimalnya Sarana dan Prasarana Pendukung Kunjungan
g) Belum Optimalnya Pemanfaatan Barang Inventaris untuk
Penunjang Layanan Kunjungan
h) Kurangnya Kesadaran Pengunjung akan Peraturan yang Harus
Ditaati saat Kunjungan

Isu yang Diangkat : “Optimalisasi Penjatuhan Hukuman Disiplin


bagi WBP yang Melanggar Aturan
Permenkumham No.6 Tahun 2013
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Palembang”

20
Gagasan pemecahan Isu :
1. Melakukan konsultasi dengan Ka, KPLP terkait rancangan kegiatan aktualisasi
yang akan dilakukan
2. Mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan WBP berdasarkan
aturan Permenkumham No.6 Tahun 2013
3. Menyusun hukuman yang akan diberikan berdasarkan pelanggaran yang
dilakukan WBP
4. Menyampaikan kepada WBP tentang hukuman disiplin yang akan diberikan
berdasarkan Permenkumham No.6 tahun 2013
5. Mengaplikasikan aturan Permenkumham no.6 tahun 2013 dalam bentuk banner
6. Membuat buku catatan WBP yang melakukan pelanggaran
7. Bekerja sama dengan rekan kerja dalam menyampaikan peraturan penjatuhan
hukuman kepada WBP

21
Tabel 4 rancangan aktualisasi habituasi

No. Kegiatan Tahapan Output/ Keterkaitan substansi Kontribusi Kegiatan Kontribusi


Hasil Mata Pelatihan(nilai2 Pencapaian Visi dan Pencapaian
Aneka) Misi Organisasi Penguatan Nilai-
Nilai Organisasi
2 3 4 5 6 7
1 Melakukan 1. Melakukan konsultasi Adanya  Akuntabilitas Melakukan Melakukan
konsultasi dengan kepada atasan persetujuan ka. Tanggungjawab, koordinasi koordinasi
ka. KPLP terkait langsung tentang KPLP untuk integritas, dan dengan Kepala dengan Kepala
rancangan rancangan aktualisasi menjatuhkan kepercayaan dalam KPLP adalah KPLP adalah
aktualisasi yang “Penjatuhan hukuman melakukan bentuk bentuk
Hukuman Disiplin koordinasi dengan
akan dilakukan disiplin bagi perwujudan dari pencerminan
bagi WBP yang Kepala KPLP
melanggar aturan” WBP yang visi dan misi nilai-nilai
melanggar Nasionalisme Lembaga organisasi
Rela berkorban dan
aturan Pemasyarakatan Kemenkumham
integritas dalam
Perempuan Kelas yaitu: Sinergi
melakukan koordinasi
Bukti : IIA Palembang
dengan Kepala KPLP
Foto yang terdepan
 Etika Publik dalam pelayanan,
Memelihara dan
professional,
menjunjung tinggi
religious, bersih
standar etika yang
luhur dan menghargai
dan produktif
komunikasi, tercapai
konsultasi, dan kerja
sama
 Komitmen Mutu

22
Efektif atau berhasil
guna dalam
melakukan koordinasi
dengan Kepala KPLP
 Anti Korupsi
Jujur, bertanggung
jawab, dan berani
dalam melakukan
koordinasi dengan
Kepala KPLP
2 Mengelompokkan 1. Mencari referensi Adanya  Akuntabilitas Mengelompokkan Mengelompokkan
tentang pengelompokan Tanggung jawab dan jenis-jenis jenis-jenis
jenis-jenis kejelasan dalam
Permenkumham no.6 jenis-jenis pelanggaran yang pelanggaran yang
pelanggaran yang tahun 2013 pelanggaran mengelompokkan dilakukan WBP dilakukan WBP
2. Mempelajari dan hukuman jenis-jenis berdasarkan berdasarkan
dilakukan WBP pelanggaran yang
memahani aturan disiplin yang aturan aturan
dilakukan WBP
berdasarkan aturan hukuman displin dilakukan WBP Permenkumham Permenkumham
berdasarkan aturan
yang dilakukan WBP no.6 tahun 2013 no.6 tahun 2013
Permenkumham  Nasionalisme
sesuai aturan merukan adalah bentuk
Dibutuhkan
No.6 tahun 2013 permenkumham no.6 Bukti : disiplin, kerja
perwujudan dari pencerminan
tahun 2013 Foto keras, dan rela visi dan misi nilai-nilai
3. Mengelompokkan berkorban dalam Lapas Perempuan organisasi
jenis-jenis mengelompokkan Kelas IIA Kemenkumham
pelanggaran yang jenis-jenis Palembang yaitu yaitu Profesional
dilakukan WBP pelanggaran yang melaksanakan dan akuntabel
dilakukan WBP registrasi,
sesuai aturan klasifikasi dan
 Etika Publik sistem keamanan
Memiliki sesuai ketentuan

23
kemampuan dalam yang berlaku
melaksanakan
kebijakan dan
program pemerintah
dan memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur
 Komitmen Mutu
Menjaga kualitas
mutu dengan
menegakkan jenis-
jenis pelanggaran
yang dilakukan
WBP sesuai aturan
 Anti Korupsi
Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
dalam
mengelompokkan
jenis-jenis
pelanggaran yang
dilakukan WBP
sesuai aturan

3 Menyusun 1. Membuat buku Adanya  Akuntabilitas Menyusun Menyusun


Hukuman yang rangkuman susunan Tanggung jawab dan hukuman yang Hukuman yang
akan diberikan hukuman yang akan hukuman yang kejelasan dalam akan diberikan akan diberikan
kepada WBP diberikan kepada akan diberikan menyusun hukuman kepada WBP kepada WBP
berdasarkan WBP kepada WBP yang akan diberikan berdasarkan berdasarkan

24
pelanggaran kepada WBP pelanggaran pelanggaran
permenkumham berdasarkan aturan Permenkumham permenkumham
no.6 tahun 2013 Bukti:  Nasionalisme no.6 tahun 2013 no.6 tahun 2013
Buku Dibutuhkan merukan adalah bentuk
disiplin, kerja perwujudan dari pencerminan
keras, dan rela visi dan misi nilai-nilai
berkorban dalam Lapas Perempuan organisasi
menyusun
Kelas IIA Kemenkumham
hukuman yang
akan diberikan Palembang yaitu yaitu profesional,
kepada WBP melaksanakan akuntabel dan
sesuai dengan registrasi, sinergi
aturan klasifikasi dan
 Etika Publik sistem keamanan
Memiliki sesuai ketentuan
kemampuan dalam yang berlaku
melaksanakan
kebijakan dan
program pemerintah
dan memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur
 Komitmen Mutu
Menjaga kualitas
mutu dengan
menegakkan
hukuman yang akan
diberikan kepada
WBP yang

25
melanggar aturan
 Anti Korupsi
Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
dalam menyusun
hukuman yang akan
diberikan kepada
WBP sesuai aturan

4 Menyampaikan 1. Melakukan WBP  Akuntabilitas Menyampaikan Menyampaikan


kepada WBP pengarahan kepada mengetahui Bersikap dengan kepada WBP kepada WBP
tentang aturan WBP tantang aturan jenis-jenis penuh tentang aturan tentang aturan
yang terdapat di Permenkumham pelanggaran tanggungjawab, yang terdapat di yang terdapat di
Permenkumham no.6 tahun 2013 dan hukuman konsisten, Permenkumham Permenkumham
no.6 tahun 2013 disiplin berintegritas dala no.6 tahun 2013 no.6 tahun 2013
menyampaikan
berdasarkan merupakaan adalah bentuk
kepada WBP tentang
Permenkumham aturan yang terdapat
perwujudan dari pencerminan
no.6 tahun 2013 di Permenkumham visi dan misi nilai-nilai
no.6 tahun 2013 Lapas Perempuan organisasi
 Nasionalisme Kelas IIA Kemenkumham
Bukti : Menjaga disiplin, Palembang yaitu yaitu profesional
Foto kerja keras, dan rela melaksanakan dan akuntabel
berkorban dalam registrasi,
menyampakian klasifikasi dan
aturan yang terdapat sistem keamanan
di Permenkumham sesuai ketentuan
no.6 tahun 2013 yang berlaku
kepada WBP
 Etika Publik

26
Menjaga kualitas
mutu dengan
menegakkan
hukuman yang akan
diberikan kepada
WBP yang
melanggar aturan
 Komitmen Mutu
Kerjasama,
profesional, tepat
waktu, melakukan
yang terbaik, cermat,
dalam
menyampaikan
aturan
Permenkumham no.6
tahun 2013
 Anti Korupsi
Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
dalam
menyampaikan
aturan
permenkumham no.6
tahun 2013

5 Mengaplikasikan 1. Membuat banner Banner yang  Akuntabilitas Mengaplikasikan Mengaplikasikan


aturan tentang tertempel di Bersikap dengan aturan aturan
Permenkumham permenkumham no.6 setiap kamar penuh Permenkumham Permenkumham
no.6 tahun 2013 tahun 2013 WBP tanggungjawab, no.6 tahun 2013 no.6 tahun 2013

27
dalam bentuk 2. Menempelkan konsisten, dalam bentuk dalam bentuk
banner banner tersebut di Bukti: berintegritas dalam banner banner adalah
setiap blok WBP Banner mengaplikasikan merupakaan bentuk
aturan perwujudan dari pencerminan
Permenkumham no.6 visi dan misi nilai-nilai
tahun 2013
Lapas Perempuan organisasi
 Nasionalisme Kelas IIA Kemenkumham
Menjaga disiplin,
kerja keras, dan rela
Palembang yaitu yaitu profesional,
berkorban dalam melaksanakan akuntabel dan
mengaplikasikan registrasi, sinergi
Permenkumham no.6 klasifikasi dan
tahun 2013 kepada sistem keamanan
WBP sesuai ketentuan
 Etika Publik yang berlaku
Memiliki
kemampuan dalam
melaksanakan
kebijakan dan
program pemerintah
dan memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur
Komitmen Mutu
Menjaga kualitas
mutu dengan
menegakkan
hukuman yang akan
diberikan kepada

28
WBP yang
melanggar aturan
 Anti Korupsi
Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
dalam
mengaplikasikan
aturan
permenkumham no.6
tahun 2013
6 Membuat buku 1. Menyiapkan buku Tersedianya  Akuntabilitas Membuat buku Membuat buku
yang akan digunakan buku catatan Bersikap dengan catatan WBP catatan WBP yang
catatan WBP yang penuh melakukan
untuk menjadi buku WBP yang yang melakukan
melakukan melakukan tanggungjawab, pelanggaran pelanggaran
catatan
pelanggaran konsisten, merupakaan adalah bentuk
pelanggaran 2. Mencatat WBP yang
berintegritas dalam perwujudan dari pencerminan
melakukan membuat buku
Bukti : visi dan misi nilai-nilai
pelanggaran catatan WBP yang
Buku Lapas Perempuan organisasi
melakukan Kemenkumham
pelanggaran Kelas IIA
Palembang yaitu yaitu profesional,
 Nasionalisme akuntabel dan
Menjaga disiplin, melaksanakan
registrasi, sinergi
kerja keras, dan rela
berkorban dalam klasifikasi dan
membuat buku sistem keamanan
catatan WBP yang sesuai ketentuan
melakukan yang berlaku
pelanggaran
 Etika Publik
Memiliki

29
kemampuan dalam
melaksanakan
kebijakan dan
program pemerintah
dan memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur
 Komitmen Mutu
Meningkatkan mutu
dengan adanya buku
catatan WBP yang
melakukan
pelanggaran
 Anti Korupsi
Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
dalam membuat buku
catatan WBP yang
melakukan
pelanggaran

7 Bekerja sama 1. Mengajak rekan Terjalinkan Akuntabilitas Bekerja sama Bekerja sama
dengan petugas sejawat untuk kerja sama Bersikap dengan dengan petugas dengan petugas
untuk berkontribusi dalam untuk penuh untuk untuk
menyampaikan menegakkan aturan menegakkan tanggungjawab, menyampaikan menyampaikan
peraturan hukuman konsisten, peraturan peraturan
penjatuhan berintegritas untuk penjatuhan penjatuhan
bekerja sama dengan
hukuman kepada Bukti: hukuman kepada hukuman kepada
rekan sejawat dalam
WBP Foto WBP WBP adalah

30
menyampaikan merupakaan bentuk
aturan perwujudan dari pencerminan
Nasionalisme visi dan misi nilai-nilai
Menjaga disiplin, Lapas Perempuan organisasi
kerja keras, dan rela Kelas IIA Kemenkumham
berkorban untuk Palembang yaitu yaitu Profesional
bekerja sama dengan
melaksanakan dan sinergi
petugas dalam
menyampaikan registrasi,
aturan klasifikasi dan
 Etika Publik sistem keamanan
Memiliki sesuai ketentuan
kemampuan dalam yang berlaku
melaksanakan
kebijakan dan
program pemerintah
dan memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur
 Komitmen Mutu
Meningkatkan mutu
dengan bekerja sama
bersama rekan kerja
untuk menyampakian
aturan
 Anti Korupsi
 Mandiri, bertanggung
jawab, dan berani
untuk bekerja sama

31
dengan petugas
dalam menegakkan
aturan

32
Jadwal Kegiatan

Bulan/Minggu
No. Kegiatan
Agustus September Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1
1. Melakukan konsultasi dengan ka. KPLP terkait
rancangan aktualisasi yang akan dilakukan

2. Mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran yang


dilakukan WBP berdasarkan aturan Permenkumham
No.6 tahun 2013
3. Menyusun Hukuman yang akan diberikan kepada
WBP berdasarkan pelanggaran permenkumham no.6
tahun 2013

4. Menyampaikan kepada WBP tentang aturan yang


terdapat di Permenkumham no.6 tahun 2013

5. Mengaplikasikan aturan Permenkumham no.6 tahun


2013 dalam bentuk banner

6. Membuat buku catatan WBP yang melakukan


pelanggaran
7. Bekerja sama dengan petugas untuk menyampaikan
peraturan penjatuhan hukuman kepada WBP

33
A. Kendala dan Antisipasi

No. Kendala Antisipasi


1. Masih rendahnya kesadaran WBP untuk Dengan melakukan pendekatan
menaati aturaran Permenkumham no 6 persuasif kepada warga binaan
tahun 2013
Memberi hukuman tegas sesuai
dengan aturan WBP yang
melanggar aturan

2. Kurangnya konsistensi pegawai dalam Berkordinasi dengan rekan


menegakkan aturan sejawat untuk berkomitmen
menjaga ketertiban di lapas

Tabel 2.6 Kendala dan Antisipasi Aktualisasi Peningkatan Prosedur Pelayanan Kunjungan

34
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III. Jakarta : Lembaga
Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Whole of Government. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan

Permenkumham No 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan pada Lembaga


Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara

Kemenkumham.“Sejarah singkat”.12 Mei 2018.


https://kemenkumham.go.id/profil/sejarah?view=article

35
BAB III

PELAKSANAAN HABITUASI

I. Pendalaman core issue dan analisis dampak


Pelaksanaan habituasi ini dilakukan pada saat off campus yaitu
mulai tanggal 02 Agustus 2018 – 06 November 2018. Implementasi
habituasi ini dilkasanakan di Lapas Perempuan Klas IIA dan berlansung
sekitar 90 hari. Beberapa tahapan kegiatan disusun sedemikian rupa
yang ditujukan sebagai solusi terhadap isu yang dituju yaitu Optimalisasi
Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi Warga Binaan yang Melanggar
Permenkumham No.6 Tahun 2013 di Lapas Perempuan Klas IIA
Palembang. Adapun 7 Kegiatan yang disusun dan diuraikan secara
umum, Keterkaitan dengan nilai - nilai dasar ANEKA, analisis dampak,
deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan, serta manfaat kegiatan
terhadap pencapaian visi/ misi organisasi.

Adapun pedalaman core issue dan analisis dampak dari setiap


kegiatan yaitu sebagai berikut:
A. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Melakukan
konsultasi dengan Ka.KPLP terkait rancangan aktualisasi yang
akan dilakukan
Kegiatan Melakukan Konsultasi dengan Ka.
KPLP terkait rancangan aktualisasi
yang akan dilakukan
Tanggal 05 – 07 Agustus 2018
Lampiran 1. Tahapan kegiatan yang sudah
di-print.
2. Surat Perintah Tugas
Aktualisasi.
3. Dokumentasi Kegiatan.

36
1. Pemahaman nilai dasar ASN
a. Akuntabilitas
Transparan dan Tanggung Jawab
Dalam mengajukan rancangan kegiatan kepada atasan terkait,
diperlukan ide-ide yang harus dipertanggung jawabkan. Adapun
ide- ide tersebut diketik sedemikian rupa sehingga atasan lebih
mengerti dan adanya keterbukaan pada saat pengajuan terhadap
atasan.
b. Nasionalisme
Adanya diskusi antar pegawai bersama atasan
Mengajukan dan mendiskusikan ide rancangan terhadap atasan
merupakan salah satu nilai nasionalisme yang dapat dipetik,
Kegiatan musyawarah untuk mencapai mufakat pun terjadi pada
tahap ini.
c. Etika Publik
Bekerja sesuai keahlian, tanggung jawab, berkomunikasi antar
pegawai.
Adapun ide- ide yang telah dirancang dibuat bedasarkan tupoksi
yang berlaku, dilaksanakan secara bertanggung jawab dan harus
dilakukan komunikasi antar pegawai demi kelancaran kegiatan.
d. Komitmen Mutu
Keterbukaan terhadap pimpinan
Diskusi yang dilakukan menunjukan adanya keterbukaan penulis
dengan atasan, sehingga taasan dapat mengetahui segala
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh penulis.
e. Anti korupsi
Jujur, transparan dan tepat waktu pelaksanaan
Adanya sikap kejujuran dan transparan yang didapat secara
bersamaan dalm mendiskusikan dan mengajukan ide rancangan

37
kepada atasan. Pelaksanaan pun dilaksanakan secepat mungkin
mengingat aktualisasi ini harus segera dilaksanakan.
2. Deskeripsi proses dan kualitas produk kegiatan
Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
a. Mengetik ide- ide yang akan diajukan kepada atasan.
b. Menemui Ka.KPLP sebagai atasan langsung
c. Mengajukan ide dan mendiskusikan kepada atasan
Kualitas produk kegiatan
Setelah tahapan kegiatan dilakukan maka diperoleh persetujuan
atasan beserta surat perintah untuk melaksanakan habituasi.
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai Lapas yang terdepan dalam
pelayanan, professional. Religious, bersih dan produktif. Misi
melaksanakan pelayanan pembinaan kepribadian dan kemandirian
terhadapa WBP ataupun pegawai.
4. Analisis dampak
Dampak dari kegiatan ini dilaksanakan dapat menumbuhkan rasa
bertanggung jawab, jujur, nasionalisme dan keterbukaan terhadap
pimpinan ataupun orang lain

B. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Mengelompokkan


jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan WBP berdasarkan
Permenkumham no.6 Tahun 2013
Kegiatan Mengelompokkan jenis-jenis
pelanggaran yang dilakukan WBP
berdasarkan aturan
Permenkukham no.6 tahun 2013
Tanggal 12 - 25 Agustus 2018

38
Lampiran 1.Lembar pengelompokan jenis-
jenis pelanggaran hukuman disiplin

2.Dokumentasi kegiatan
.

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab dan Kejelasan
Dalam mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan
WBP diperlukan ide-ide yang harus dipertanggung jawabkan.

b. Nasionalisme
Rela Berkorban, Adil
Dalam mengelompokkan jenis- jenis pelanggaran petugas harus
adil dan rela berkorban

c. Etika Publik
Jujur, Bertanggungjawab, Taat pada Peraturan
Dalam mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran, petugas harus
jujur, bertanggung jawab dan taat pada peraturan
Permenkumham no.6 tahun 2013
.
d. Komitmen Mutu
Keterbukaan dan Cermat
Dalam mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran, petugas
wajibkan untuk cermat

39
e. Anti korupsi
Tanggung jawab, mandiri, berani
Dalam mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran warga binaan,
petugas wajib bertanggung jawab, mandiri, dan berani dalam
mengambil keputusan

2. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan


Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
a. Mencari referensi tentang Permenkumham No.6 tahun 2013
b. Mempelajari dan memahami aturan hukuman disiplin yang
dilakukan WBP sesuai aturan Permenkumham no.6 tahun 2013
c. Mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan WBP

Kualitas produk kegiatan


Kegiatan ini menghasilkan daftar jenis-jenis pelanggaran yang
dilakukan WBP berdasarkan aturan Permenkumham No.6 Tahun
2013
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya
pengelompokkan jenis-jenis pelanggaran warga binaan. Sehingga
diharapkan dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan
keluar dari kamar sehingga meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

C. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Menyusun


Hukuman yang akan Diberikan Kepada WBP berdasarkan
Permenkumham no.6 Tahun 2013

40
Kegiatan Menyusun Hukuman yang akan
Diberikan Kepada WBP
berdasarkan aturan
Permenkukham no.6 tahun 2013
Tanggal 26 Agustus – 01 September 2018
Lampiran 1.Lembar Hukuman yang akan
diberikan kepada WBP

2.Dokumentasi kegiatan
.

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab dan Kejelasan
Tanggung jawab dan kejelasan dalam menyusun hukuman yang
akan diberikan kepada WBP berdasarkan aturan.

b. Nasionalisme
Rela Berkorban, Adil
Dalam menyusun hukuman yang akan diberikan kepada warga
binaan petugas harus rela berkorban dan adil dalam
pelaksanaannya.

c. Etika Publik
Jujur, Bertanggungjawab, Taat pada Peraturan
Dalam menyusun hukuman yang akan diberikan kepada warga
binaan, petugas harus jujur, bertanggung jawab dan taat pada
peraturan Permenkumham no.6 tahun 2013

41
d. Komitmen Mutu
Keterbukaan dan Cermat
Dalam menyusun hukuman yang akan diberikan kepada warga
binaan, petugas wajibkan untuk cermat

e. Anti korupsi
Tanggung jawab, mandiri, berani
Dalam mengelompokkan jenis-jenis pelanggaran warga binaan,
petugas wajib bertanggung jawab, mandiri, dan berani dalam
mengambil keputusan

2. Deskeripsi proses dan kualitas produk kegiatan


Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
a. Melakukan konsultasi kepada Ka. KPLP tentang penyusunan
hukuman yang akan diberikan kepada WBP
b. Membuat buku rangkuman yang akan diberikan kepada WBP
Kualitas produk kegiatan
Kegiatan ini menghasilkan lembar rangkuman hukuman yang akan
diberikan kepada WBP
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya daftar
rangkuman hukuman yang akan diberikan kepada WBP. Sehingga
dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan keluar dari
kamar dan meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

42
D. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Menyampaikan
Kepada WBP tentang Aturan yang Terdapat di Permenkumham no.6
Tahun 2013
Kegiatan Menyampaikan kepada WBP
tentang Aturan yang Terdapat di
Permenkukham no.6 tahun 2013
Tanggal 09 – 22 September 2018
Lampiran Surat Tugas

Dokumentasi Kegiatan

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Transparan, kepercayaan, dan amanat yang telah diberikan.
Adanya transparasi terhadap Warga Binaan terhadap rancangan
yang akan dilaksanakan, melalui kegiatan ini seluruh rancangan
dapat disosialisasikan sehingga Warga Binaan dapat mengerti
Sebelum mensosialisasikan maka diperlukan kepercayaan dan
amanat yang telah diberikan oleh atasan.

b. Nasionalisme
Musyawarah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.
Mensosialisasikan adalah bentuk perwujudan nasionalisme yang
ada pada masyarakat Indonesia.

c. Etika Publik
Memiliki kemampuan untuk melaksanakan kemampuan dari atasan
dan berkomunikasi dengan baik untuk khalayak banyak.
Memberikan pengarahan tentang aktualisasi yang akan

43
dilaksanakan tentunya mendapat perintah dan amanat dari atasan
terlebih dahulu, dan berkomunikasi yang baik diperlukan untuk
membuat Warga Binaan lebih mengerti.
.
d. Komitmen Mutu
Keadilan dan Keterbukaan terhadap publik
Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud keadilan terhadap Warga
Binaan Pemasyarakatan tentang terbuka nya pegawai tentang idE
yang akan dilaksanakan.

e. Anti korupsi
Disiplin, tanggung jawab dan Peduli.
Tahapan kegiatan ini secara tidak lansung menunjukan rasa
disiplin, tanggung jawab dan peduli antar Warga Binaan
Pemasyarakatan maupun pegawai karena secara tidak lansung
melalui sosialisasi iniI, maka akan dibuat tata tertib yang harus
mereka taati.

2. Deskeripsi proses dan kualitas produk kegiatan


Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
a. Melakukan konsultasi dengan Ka. KPLP
b. Mengumpulkan warga binaan yang akan diberikan pengarahan
c. Melakukan pengarahan kepada warga binaan tentang aturan
permenkumham no.6 tahun 2013 dengan bahasa yang mudah
dimengerti
Kualitas produk kegiatan
Warga binaan mengetahui jenis-jenis pelanggaran dan hukuman
yang akan diberikan apabila mereka melanggar aturan
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,

44
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya daftar
rangkuman hukuman yang akan diberikan kepada WBP. Sehingga
dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan keluar dari
kamar dan meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

E. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Membuat Banner


terkait Aturan Permenkumham no.6 Tahun 2013
Kegiatan Membuat Banner Terkait
Permenkukham no.6 tahun 2013
Tanggal 01 – 13 Oktober 2018
Lampiran Desain Banner
Foto
Dokumentasi Kegiatan

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab dan Kejelasan
Dalam membuat banner terkait permenkumham no.6 tahun 2013
petugas harus bertanggung jawab

b. Nasionalisme
Diperlukan disiplin, kerja keras dan rela berkorban petugas dalam
mengaplikasikan Permenkumham no.6 tahun 2013 kepada warga
binaan

c. Etika Publik
Memiliki kemampuan dalan melaksanakan kebijakan pemerintah

45
dan program pemerintah dan memelihara serta menjunjung tinggi
standar etika yang luhur dalam mengaplikasikan aturan kepada
warga binaan
.
d. Komitmen Mutu
Menjaga kualitas mutu dengan menegakkan hukuman yang akan
diberikan kepada warga binaan

e. Anti korupsi
Mandiri, bertanggung jawab dan berani dalam mengaplikasikan
aturan permenkumham no.6 tahun 2013 kepada warga binaan

2. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan


Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
1. Membuat desain banner terkait aturan Permenkumham No.6
tahun 2013
2. Meminta persetujuan desain banner kepada atasan
3. Mencetak banner
4. Memasang banner di blok hunian WBP
Kualitas produk kegiatan
Kegiatan ini menghasilkan banner yang tertempel di blok hunian
warga binaan tentang Kewajiban dan larangan warga binaan
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya daftar
rangkuman hukuman yang akan diberikan kepada WBP. Sehingga
dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan keluar dari
kamar dan meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

46
F. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Membuat Buku
Catatan WBP yang Melakukan Pelanggaran
Kegiatan Membuat Buku Catatan WBP yang
Melakukan Pelanggaran
Tanggal 14 – 27 Oktober 2018
Lampiran Buku Catatan Nama WBP yang
Melanggar Hukuman Disiplin

Dokumentasi Kegiatan

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab dan Konsisten
Bersikap dengan penuh tanggung jawab, konsisten dan
berintegritas dalam membuat buku catatan WBP yang melakukan
pelanggaran

b. Nasionalisme
Disiplin, kerja keras dan rela berkorban dalam membuat buku
catatan warga binaan yang melakukan pelanggaran

c. Etika Publik
Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah dan memelihara serta menjunjung tinggi
standar etika yang luhur
.
d. Komitmen Mutu
Meningkatkan mutu dengan adanya buku catatan warga binaan

47
yang melakukan pelanggaran

e. Anti korupsi
Mandir, bertanggung jawab dan berani dalam membuat buku
catatan warga binaan yang melakukan pelanggaran

2.Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan


Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
1. Melakukan Konsultasi dengan Ka. KPLP
2. Membuat Format buku
3. Mencatat nama-nama warga binaan yang melakukan
pelanggaran
Kualitas produk kegiatan
Dari kegiatan ini, dihasilkan buku rekapan nama-nama warga binaan
yang melanggar aturan sehingga petugas mengetahui rekapan data
petugas tersebut.
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya daftar
rangkuman hukuman yang akan diberikan kepada WBP. Sehingga
dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan keluar dari
kamar dan meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

G. Pendalaman core issue dan Analisis dampak Bekerja Sama


dengan Rekan Kerja dalam Menyampaikan Peraturan
Kegiatan Bekerja Sama dengan Rekan
Kerja dalam Menyampaikan

48
Peraturan
Tanggal 28 Oktober – 3 November 2018
Lampiran .Dokumentasi kegiatan

1. Pemahaman nilai dasar ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab dan Kejelasan
Bersikap dengan penuh tanggung jawab, konsisten, berintegritas
untuk bekerja sama dengan rekan sejawat dalam menyampaikan
aturan

b. Nasionalisme
menjaga disiplin, kerja keras, dan rela berkorban untuk bekerja
sama dengan petugas lain dalam menyampaikan aturan

c. Etika Publik
memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah dan memelihara serta menjunjung tinggi
standar etika yang luhur
.
d. Komitmen Mutu
meningkatkan mutu dengan bekerja sama dengan rekan kerja
untuk menyampaikan aturan

e. Anti korupsi
Mandiri dan bertanggung jawab dan berani untuk bekerja
samadengan petugas lain dalam menegakkan aturan

2. Deskripsi proses dan kualitas produk kegiatan

49
Deskripsi proses.
Tahapan yang dilakukan untuk mencapai kegiatan ini.
1. Mengajak rekan sejawat untuk berkontribusi dalam menegakkan
aturan
2. Memberikan buku laporan pelanggaran kepada petugas.
Kualitas produk kegiatan
3. Kontribusi kegiatan terhadap pencapain visi misi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini untuk Lapas Perempuan Klas IIa Palembang
yaitu untuk mencapai visi sebagai melaksanakan registrasi,
klasifikasi dan sistem keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Analisis dampak
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya daftar
rangkuman hukuman yang akan diberikan kepada WBP. Sehingga
dapat menghasilkan ketertiban Warga Binaan yang akan keluar dari
kamar dan meminimalisir hal- hal yang tak diinginkan

50

Anda mungkin juga menyukai