Anda di halaman 1dari 30

# UNIVERSITAS MURIA

KUDUS MATEMATIKA
TEKNIK II
TEKNIK ELEKTRO

SEMESTER 4

## NAMA : RIZKI SAPUTRA SEMBIRING

NIM : 201652026

2018
DAFTAR ISI
BAB I BILANGAN HIPERBOLIK .......................................... 1
1.1 Pendahuluan .......................................... 1
1.1.1 Deskripsi .......................................... 1
1.1.2 Manfaat dan Relevansi .......................................... 1
1.1.3 Standart Kompetensi .......................................... 1
1.1.4 Kompetensi Dasar .......................................... 1
1.2 Bilangan Hiperbolik .......................................... 1
1.3 Hiperbolik dalam Grafik .......................................... 2
1.4 Perhitungan Fungsi Hiperbolik .......................................... 3
1.5 Invers Hiperbolik .......................................... 3
1.6 Latihan Soal .......................................... 4
1.7 Daftar Pustaka .......................................... 5
BAB II APLIKASI BILANGAN HIPERBOLIK DALAM
TEKNIK ELEKTRO .......................................... 6
2.1 Pendahuluan .......................................... 6
2.1.1 Deskripsi .......................................... 6
2.1.2 Manfaat dan Relevansi .......................................... 6
2.1.3 Standart Kompetensi .......................................... 6
2.1.4 Kompetensi Dasar .......................................... 6
2.2 Identitas - identitas .......................................... 7
2.3 Pers. Bil. Kompleks dan Hiperbolik .......................................... 8
2.4 Latihan Soal .......................................... 9
2.5 Daftar Pustaka .......................................... 9
BAB III INTEGRAL LANJUT .......................................... 10
3.1 Pendahuluan .......................................... 10
3.1.1 Deskripsi .......................................... 10
3.1.2 Manfaat dan Relevansi .......................................... 10
3.1.3 Standart Kompetensi .......................................... 10
3.1.4 Kompetensi Dasar .......................................... 10
3.2 Integral Baku .......................................... 11
3.3 Pembahasan Integral Baku .......................................... 12
3.4 Integral dalam Trigonometri .......................................... 17
3.5 Latihan Soal .......................................... 20
3.6 Daftar Pustaka .......................................... 20
BAB IV TRANSFORMASI LAPLACE .......................................... 21
4.1 Pendahuluan .......................................... 21
4.1.1 Deskripsi .......................................... 21
4.1.2 Manfaat dan Relevansi .......................................... 21
4.1.3 Standart Kompetensi .......................................... 21
4.1.4 Kompetensi Dasar .......................................... 21
4.2 Transformasi Laplace .......................................... 22
4.3 Transformasi Laplace Invers .......................................... 23
4.4 Transformasi Laplace Turunan .......................................... 25
4.5 Latihan Soal .......................................... 28
4.9 Daftar Pustaka .......................................... 28

## Buku Ajar Matematika Teknik II -2-

BAB I
BILANGAN HIPERBOLIK

1.1 Pendahuluan
Persamaan hiperbolik memiliki kemiripan dengan trigonometri, yang
sifatnya merupakan fungsi sirkular. Lebih sederhana lagi merupakan fungsi lingkaran.
Letak perbedaan fungsi trigonometri bersifat periodik, selalu berubah-rubah dan
membentuk pola yang sama.

1.1.1 Deskripsi
Pada materi bilangan hiperbolik ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan
perhitungan teknik elektro, antara lain; dasar bilangan hiperbolik, hiperbolik dalam grafik
fungsi, perhitungan fungsi hiperbolik, dan invers hiperbolik.

## 1.1.2 Manfaat dan Relevansi

Matematika teknik bukan sekedar belajar matematika saja, kemudian selesai
tanpa bekas apa-apa. Matematika teknik merupakan sarana terpenting dalam
membekali para mahasiswa dalam memahami persoalan-persoalan keteknikan yang
berkaitan dengan bilangan hiperbolik.

## 1.1.3 Standart Kompetensi

Pemahaman yang mendalam mengenai teknik elektro tidak lepas dari konsep
matematika. Jadi matematika merupakan langkah awal atau dasar pijakan untuk
membuka cakrawala dalam memahami materi bilangan hiperbolik.

## 1.1.4 Dasar Kompetensi

1. Mahasiswa dapat mengenal bilangan hiperbolik
2. Mahasiswa mengenal fungsi grafik bilangan hiperbolik
3. Mahasiswa bisa mengunakan kalkulator mendapatkan bilangan hiperbolik
4. Mahasiswa dapat menghitung invers hiperbolik

## 1.2 Bilangan Hiperbolik

Exponensial merupakan bilangan dasar pembentukan fungsi hiperbolik, Apa itu
exponensial ? Exponensial adalah bilangan berpangkat dengan bilangan dasar merupakan

## Buku Ajar Matematika Teknik II -3-

hasil dari penjumlahan sebuah deret.
x2 x3
ex  1 x    .......
2! 3!

## untuk pangkat 1 nilai dari e x = e ≅ 2, 718281828 . Jadi exponensial memiliki bilangan

dasar 2,718281828……..
Bilangan hiperbolik dapat didefinisikan sebagai berikut;
e x  e x
sinh x 
2
e x  e x
cosh x 
2
Dari komponen dasar fungsi hiperbolik dapat diturunkan fungsi-fungsi turunan yang lain
sepeti,
sinh x
tgnh x 
cosh x

## 1.3 Hiperbolik dalam Grafik

Seperti yang dijelaskan diatas fungsi hiperbolik merupakan fungsi lingkaran, dengan
membentuk kurva-kurva yang menyerupai lingkaran. Dapat dilakukan percobaan untuk
membentuk grafik dari fungsi hiperbolik.
e x  e x
sinh x 
2
apabila nilai x disusun berdasarkan beberapa nilai maka diperoleh nilai dari sinh x.
X -3 -2 -1 0 1 2 3
ex 0,05 0,135 0,36 1 2,7 7,4 20
e-x 20 7,4 2,7 1 0,36 0,135 0,05
Sinh x -10 -3,63 -1,17 0 1,17 3,63 10

Lanjutkanlah hasil dari nilai x, untuk nilai selanjutnya diatas, dan buatkanlah garis bilangan
dengan sumbu x dan y.
Sumbu ini diolah dengan menentukan bahwa nilai x adalah nilai yang telah diketahui seperti
pada tabel. Untuk sumbu y dibagi atas beberapa bagian yaitu,
y  ex
y  e x
y  sinh x
Buku Ajar Matematika Teknik II -4-
Tugas.
1). Dengan cara yang sama hitunglah fungsi cosh x, dan buatkanlah garis bilangan dengan
sumbu x dan y.
2). Selanjutnya lakukan juga untuk fungsi turunan dibawah ini, dan buatkanlah garis
bilangan dengan sumbu x dan y.
sinh x
tgnh x 
cosh x

## 1.4 Perhitungan Fungsi Hiperbolik

Untuk menghitung nilai fungsi hiperbolik dapat dilakukan dengan berbagai cara :
1. Dengan menggunakan persamaan deret exponensial.
2. Dengan tabel hiperbolik.
3. Dengan kalkulator.
cara,
1. Dengan mengunakan rumus.
Contoh; hitunglah sinh 4.
Jawab.
e 4  e 4
sinh 4 
2
4 shift e x  (4 shift e x )

2
54, 6  0, 02

2
 27, 29
2. Dengan cara langsung.
Contoh; hitunglah sinh 4.
Jawab.
sinh 4  4 hyp sin
 27, 29

## 1.5 Invers Hiperbolik

hiperbolik berarti memperoleh nilai pada sumbu y. Invers berarti kebalikanya
yaitu yang diketahui sumbu y , yang akan dicari adalah sumbu x.

## Buku Ajar Matematika Teknik II -5-

Notasi invers hiperbolik,
sinh 1 x  y
maka x  sinh y
cosh 1 y  x
maka y  cosh x

Contoh.
1). Hitunglah sinh 1 2,111
Jawab.
Dengan rumus,
sinh 1 2,111  x
sinh x  2,111
e x  e x
 2,111
2
e x  e  x  4, 222
1
e x  x  4, 222
e
e 
2
x
 1  4, 222.e x

e 
2
x
 4, 222.e x  1  0

## 4, 222  4, 2222  4.1.  1

ex 
2
e  4, 446 atau e x  0, 224
x

Dari hasil diatas x positif pada kurva y positif pula, maka jawaban yang tepat adalah,

e x  4, 446
x  ln 4, 446
x  1, 492
Cara langsung,
x  2,111 hyp shift sin  1, 492

## 1.6 Latihan Soal

1. Gunakan cara rumus,
a. sinh 3,12 g. sinh 12,34
b. cosh 5,32 h. sinh -12,34

## Buku Ajar Matematika Teknik II -6-

c. tgh 0,123 i. Cosh 1
d. sinh -2,134 j. cosh 1000
e. cosh 3,123 k. tgh 5
f. tgh -0,432 l. tgh 0,99999
2. Gunakan cara langsung,
a. sinh 13,12 g. sinh 122,34
b. cosh 15,32 h. sinh -122,34
c. tgh 0,12334 i. Cosh 11
d. sinh -12,254 j. cosh 10001
e. cosh 13,1213 k. tgh 15
f. tgh -101,41132 l. tgh 0,99999
3. Gunakan cara rumus,

## f. tgh-1 -0,432 l. tgh-1 0,99999

4. Gunakan cara langsung,

## 1.7 Daftar Pustaka

K.A. Stroud, Erwin Sucipto, Matematika Untuk Teknik, Edisi ketiga, Erlangga, Jakarta.
K.A. Stroud, D.J. Booth, Matematika Untuk Teknik, Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.

## Buku Ajar Matematika Teknik II -7-

BAB II
APLIKASI BILANGAN HIPERBOLIK

2.1 Pendahuluan
Pemanfaatan persamaan hiperbolik dibidang teknik elektro sangat banyak
sekali, namun pada pertemuan ini diambil pada saluran panjang transmisi tenaga listrik.
Kemampuan menyelesaikan persoalan saluran panjang, ditunjang oleh pemakaian bilangan
kompleks pada persamaan hiperbolik. Bekal yang diberikan akan bermanfaat untuk
penerapan- penerapan yang lain di bidang intra teknik elektro maupun antar bidang.

2.1.1 Deskripsi
Aplikasi bilangan hiperbolik pada teknik elektro ini akan membahas hal-hal yang
berkaitan dengan perhitungan teknik elektro, antara lain; identitas dengan menggunakan
bentuk lain untuk mempermudah penyelesaian, persamaan bilangan kompleks dengan
bilangan hiperbolik.

## 2.1.2 Manfaat dan Relevansi

Matematika teknik bukan sekedar belajar matematika saja, kemudian selesai
tanpa bekas apa-apa. Matematika teknik merupakan sarana terpenting dalam
membekali para mahasiswa dalam memahami persoalan-persoalan keteknikan yang
berkaitan dengan aplikasi bilangan hiperbolik pada teknik elektro.

## 2.1.3 Standart Kompetensi

Pemahaman yang mendalam mengenai teknik elektro tidak lepas dari konsep
matematika teknik. Sehingga matematika merupakan langkah awal atau dasar pijakan
untuk membuka cakrawala dalam memahami materi aplikasi bilangan hiperbolik pada
teknik elektro.

## 2.1.4 Dasar Kompetensi

1. Mahasiswa dapat membedakan identitas hiperbolik dan trigonometri.
2. Mahasiswa menyelesaikan persoalan hiperbolik dengan bilangan kompleks.

## Buku Ajar Matematika Teknik II -8-

2.2 Identitas-identitas
Identitas adalah persamaan dengan menggunakan bentuk bentuk lain atau boleh
juga disebut dengan persamaan turunan. Gunaya adalah untuk mempermudah
menyelesaikan atau menganalisa persamaan.
Bila diperhatikan identitas persamaan hiperbolik mirip dengan
1. bentuk-bentuk turunan dasar adalah sama.
contoh :
1
cot th x 
tgh x

1
sec h x 
cosh x

2. Perbedaan tanda mutlak terjadi pada sinh2 x baik langsung ataupun tidak langsung.
Langsung
Contoh :
Cosh 2 x – sinh 2 x = 1
Cos 2 x – sin 2 x = 1
Tidak langsung,
Contoh:
2 tgh x
tgh 2 x 
1  tgh2 x
2 tg x
tg 2 x 
1  tg 2 x
Kenapa demikian ?
 sinh 2 x
Karena; tgh2 x 
cosh 2 x
Dengan mengunakan identitas penganalisaan akan lebih mudah.
Ada beberapa identitas yang dibutuhkan untuk pembahasan berikutnya,
sinh(a + b) = sinh a.cosh b + cosh a.sinh b
sinh(a − b) = sinh a. cosh b − cosh a.sinh b
cosh(a + b) = cosh a. cosh b + sinh a.sinh b

## Buku Ajar Matematika Teknik II -9-

cosh(a - b) = cosh a. cosh b − sinh a.sinh b

## 2.3 Persamaan Bilangan Kompleks dan Hiperbolik

Bentuk terakhir dalam persamaan bilangan komplek adalah exponensial, yaitu;
x  r.e j atau x  r.e j
Apa titik temu kedua persamaan ini adalah exponensial.
Persamaan bilangan kompleks;
e j  cos   j sin 
atau
e j  cos  j sin 
Bila dijumlahkan;
e j  e j  2.cos
Maka;
e j  e j
cosh j 
2
2.cos 
cosh j 
2
cosh j  cos
Sedangkan sinh j  j sin 
Misalkan θ = jx
cosθ = cosh jθ
2
cos jx = cosh( j x)
= cosh(− x)
cos jx = cosh x
j sin θ = sinh jθ
j sin jx = sinh j( jx)
2
j sin jx = sinh j x
j sin jx = sinh(− x)
2
j sin jx = − j sinh x
− sin jx = − j sinh x
sin jx = j sinh x

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 10 -

Dengan mengunakan identitas, persolan dibawah ini dapat diselesaikan,
Contoh.
1). Selesaikanlah sinh (3+j3)…….!
Jawab.
sinh  3  j3  sinh 3.cosh j3  cosh 3.sinh j3
 10.cos 3  10. j sin 3
 10.0,998  10. j 0, 052
 9,998  j 0,52
2). Selesaikanlah sin (4+j2)…….!
Jawab.
sin  4  j 2   sin 4.cos j 2  cos 4.sin j 2
 0, 069.cosh 2  0,997. j sinh 2
 0, 069.3, 762  0,997. j3, 626
 0, 259  j 3, 615

## 2.4 Latihan Soal

1. Selesaikanlah
a. sinh (3+j5)
b. cosh (2,1-j4,2)
c. sinh (-2-j3)
d. cosh (-4,21-j1,11)
2. selesaikanlah
a. sin (1 - j2)
b. cos (4 + j4)
c. sin (2,22 + j3)
d. cos (1,23 - j2)

## 2.5 Daftar Pustaka

K.A. Stroud, Erwin Sucipto, Matematika Untuk Teknik, Edisi ketiga, Erlangga, Jakarta.
K.A. Stroud, D.J. Booth, Matematika Untuk Teknik, Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 11 -

BAB III
INTEGRAL LANJUT

3.1 Pendahuluan
Pemanfaatan integral lanjut dibidang teknik elektro sangat banyak sekali,
namun pada pertemuan ini dari pembahasan kita tentang program integrasi/integral, kita
ketahui bahwa penyebutnya dapat difaktorkan dan karena itu fungsi tersebut dapat
dinyatakan dalam pecahan parsialnya.

3.1.1 Deskripsi
Pada bab ini akan membahas integral lanjut dengan beberapa materi sebagai
berikut; menghitung integral berbentuk  1/(Z2 – A2), integral berbentuk 1/(Z2 + A2),

## integral berbentuk 1 , integral berbentuk 1 , integral berbentuk

A2  Z 2 Z 2  A2
1 , integral berbentuk A2  Z 2 , Z 2  A2 , Z 2  A2 , integral berbentuk
Z A
2 2

1 1
 a  b sin   a  b sin x  c cos x 
,
2
x  c cos 2 x

## 3.1.2 Manfaat dan Relevansi

Matematika teknik bukan sekedar belajar matematika saja, kemudian selesai
tanpa bekas apa-apa. Matematika teknik merupakan sarana terpenting dalam
membekali para mahasiswa dalam memahami persoalan-persoalan keteknikan yang
berkaitan dengan integrasi lanjut.

## 3.1.3 Standart Kompetensi

Pemahaman konsep dalam menghitung integral dari suatu integran beberapa
bentuk dari matematika teknik merupakan langkah awal atau dasar pijakan untuk
memahami manfaat integral di bidang teknik.

## 3.1.4 Dasar Kompetensi

1. Mahasiswa dapat menghitung integral berbentuk  1/(Z2 – A2).
2. Mahasiswa mampu menyelesaikan integral berbentuk 1/(Z2 + A2).

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 12 -

3. Mahasiswa dapat menghitung integral berbentuk 1 .
A2  Z 2

Z 2  A2

## 5. Mahasiswa dapat menghitung integral berbentuk 1

Z 2  A2
6. Mahasiswa dapat menghitung integral berbentuk

A2  Z 2 , Z 2  A2 , Z 2  A2
7. Mahasiswa dapat menghitung integral berbentuk
1 1
 a  b sin   a  b sin x  c cos x 
,
2
x  c cos 2 x

## 3.2 Integral Baku

Inilah bentuk-bentuk baku dari integral lanjut yang diperoleh untuk masing-masing
jenis dicantumkan perolehannya.
dZ 1 Z  A
a. Z 2
A2
 ln  C
2A  Z  A

dZ 1  A Z 
b. A 2
Z 2
 ln  C
2A  A  Z 
dZ 1 Z 
c. Z 2
A2
 tan 1    C
A  A
dZ Z 
d.  ( A2  Z 2 )
 sin 1    C
 A

dZ Z 
e.  ( Z 2  A2 )
 sinh 1    C
 A

dZ Z 
f.  (Z  A )
2
 cosh 1    C
2
 A

A2

 1  Z  Z A 2
 Z2 
 
 A Z  dZ  sin    C
2 2
g.
 A
2
2  A 
 

A2  1  Z 
Z Z  A2 
2
 
 Z A  dZ  sinh    C
2 2
h.
 A
2
2  A 
 

A2
Z
 Z 2
 A2   cosh 
 Z 
 Z  1
i. 2
A 2
dZ      C
2  A2  A 
 

## 3.3 Pembahasan Integral Baku

a. Pecahan parsial
dZ 1 Z  A
Z 2
A2
 ln  C
2A  Z  A
contoh.
dZ
1). Hitunglah Z 2
 25
Jawab.
dZ dZ 1 Z 5
Z 2
 25
  2 2  .ln  C
Z  5 10  Z  5 
1
2). Hitunglah x 2
 4x  2
dx

Jawab.
1 1
x dx   dx
 4x  2  x  2   
2 2 2
2

1  x  2  2 
 ln  C
2 2  x  2  2 

b. Pecahan parsial
dZ 1  A Z 
A 2
Z 2
 ln  C
2A  A  Z 
contoh.
1
1). Hitunglah  5 x 2
dx

Jawab.
1 1
 5 x dx   dx
 
2 2
5  x2

1  5  x 
 ln  C
2 5  5  x 

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 14 -

1
2). Hitunglah  3  6x  x 2

Jawab.
1 1
 3  6x  x 2
dx  
3  ( x  6 x  32 )  9
2
dx

1
 dx
12  ( x  3) 2
1
 dx
 
2
2 3  ( x  3) 2

1  2 3  x  3 
 ln  C
4 3  2 3  x  3 

c. Substitusikan Z = A tan 
dZ 1 Z 
Z 2
A2
 tan 1    C
A  A
contoh.
1
1). Hitunglah x 2
 16
dx

Jawab.
1 1
x 2
 16
dx   2
x  42
dx

1 x
 tan 1    C
4 4
1
2). Hitunglah x 2
 10 x  30
dx

Jawab.
1 1
x 2
 10 x  30
dx  
 x  5  5
2
dx

1
 dx
 
2
( x  5) 2  5
1  x  5
 tan 1  C
5  5 

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 15 -

d. Substitusikan Z = A sin 
dZ Z 
 ( A2  Z 2 )
 sin 1    C
 A

contoh.
1
1). Hitunglah  dx
 25  x 2 
Jawab.
1 1
 dx   dx
 25  x  2
5 2
 x2 
x
 sin 1    C
5
1
2). Hitunglah  dx
3  2x  x  2

Jawab.
1 1
 dx   dx
 3  2 x  x2  4   x  1
2

1
 dx
2   x  1
2 2

 x  1
 sin 1  C
 2 

e. Substitusikan Z = A sinh 
dZ Z 
 ( Z 2  A2 )
 sinh 1    C
 A

contoh.
1
1). Hitunglah  dx
 x2  4 
Jawab.
1 1
 dx   dx
x 2
 4 x 2
2 2

x
 sinh 1    C
2

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 16 -

1
2). Hitunglah  dx
x 2
 5 x  12 
Jawab.
1 1
 dx   dx
x 2
 5 x  12   5  23
x  
2

 2 4
1
 dx
2
5   23 
2

x   
 2  2 
 5
 x 
 2 C
 sinh 1  
 23 
 2 
 x  5
 sinh 1  C
 23 

f. Substitusikan Z = A cosh 
dZ Z 
 (Z  A )
2
 cosh 1    C
2
 A

contoh.
1
1). Hitunglah  dx
x 2
9 
Jawab.
1 1
 dx   dx
 x2  9  x2  32 
x
 cosh 1    C
3
1
2). Hitunglah  dx
 x 2  6 x  13 
Jawab.

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 17 -

1 1
 dx   dx
x 2
 6x  5   x  3
2
4
1
 dx
 x  3   2 
2 2

 x  3
 cosh 1  C
 2 

g. Substitusikan Z = A sin 

A2

 1  Z  Z A
2
 Z2 

 A Z  dZ  sin    C
2 2

 A
2
2  A 
 
contoh.

 3  2x  x 
2
1). Hitunglah

Jawab.

 (3  2 x  x) 2 dx   4  ( x  1) 2 dx

  22  ( x  1) 2 dx

4  1  x  1  x  1 22  ( x  1) 2 
 sin   C
2
  2  4 

h. Substitusikan Z = A sinh 

A2

 1  Z 
Z Z  A2 
2
 
 Z A  dZ   C
2 2
sinh  
 A
2
2  A 
 
contoh.

 x  5 x  12 dx 
2
1). Hitunglah

Jawab.

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 18 -

2
 5  23
 x 
 5 x  12 dx   x  
2
dx
 2 4
2
5   23 
2

  x      dx
 2   2 
 2 
5   23  
2
 5 
23   x5  x x    
   2  2   2  
 4 sinh 1  2 
 C
2   23  23 4 
  2  
 
 2 
5   23  
2
 
x  10  x     
23  1  x  5 
 2   2  
 sinh   C
2   23  23 
 
 

i. Substitusikan Z = A cosh 

A2
Z
 Z 2
 A2   cosh 
 Z 
 Z  1
2
A
2
dZ      C
2  A2  A 
 
contoh.

 x  6 x  13 dx 
2
1). Hitunglah

Jawab.

 x 
 6 x  13 dx    x  3
2
2
 4 dx

  x  3   2 
2 2
dx
 
 x  3   2 
2 2
4 x 3  x  3 
1
   cosh    C
2 4  2 
 

## 3.4 Integral dalam Trigonometri

Integral dalam bentuk ini berbeda dari semua integral yang telah kita bahas
sebelumnya. Jelas integral ini tidak termasuk kedalam salah satu bentuk baku yang sudah
kita kenal. Kunci untuk bentuk ini adalah mensubstitusikan t = tan x ke dalam integralnya,
kita segera dapat mencari pernyataan untuk sin x dan cos x.
Buku Ajar Matematika Teknik II - 19 -
1
a. Integral dalam bentuk  a  b sin 2
x  c cos2 x
dx

1 t2 t

x
1
t dx 1
Dari gambar di dapat; sin x  
1 t 2 dt 1  t 2

1 dt
cos x  dx 
1 t2 1 t2

dt
tan x  t , maka  sec 2 x  1  tan 2 x  1  t 2
dx
dx 1 dt
sehingga   dx 
dt 1  t 2
1 t2

contoh.
1
1). Hitunglah  3  cos 2
x
dx

Jawab.
1 3  3t 2  1 4  3t 2
3  cos 2 x  3   
1 t2 1 t2 1 t2
1 1  t 2 dt
3  cos 2 x 4  3t 2 1  t 2
1
 dt
4  3t 2
1 1
  dt
3 4  t2
3
 
1 3 1  t 
 . tan  C
3 2  2
 3 
3  t 3 
 tan 1  C
6  2 

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 20 -

1
2). Hitunglah  2sin 2
x  4cos 2 x
dx

Jawab.
2t 2 4 4  2t 2
2sin x  4 cos x 
2 2
 
1 t2 1 t2 1 t2
1 1  t 2 dt
Jadi  dx   4  2t 2 1  t 2
2sin 2 x  4 cos 2 x
1
 dt
4  2t 2
1 1
  dt
2 2  t2
1 1  t 
 . tan 1    C
2 2  2
1  t 
 tan 1    C
2 2  2

1
b. Integral dalam bentuk  a  b sin x  c cos x dx

1 t2 t

x/2

1
x x t t 2t
Dari gambar di dapat; sin x  2sin cos  2. . 
1 t2 1 t 2 1 t
2
2 2

x x 1 t2 1 t2
cos x  cos 2  sin 2   
2 2 1 t2 1 t2 1 t2
x dt 1 2 x 1  x  1 t2
tan  t , maka  sec  1  tan 2  
2 dx 2 2 2 2 2
dx 2 2dt
sehingga   dx 
dt 1  t 2
1 t2

contoh.
1
1). Hitunglah  5  4cos x dx
Jawab.
Buku Ajar Matematika Teknik II - 21 -
1  t 2 5  5t 2  4  4t 2 9  t 2
5  4 cos x  5  4  
1 t2 1 t2 1 t2
1 1  t 2 2dt
Jadi  dx   9  t2 1 t2
3  cos 2 x
1
 2 dt
9  t2
2 t
 tan 1    C
3 3

## 3.5 Latihan Soal

Tentukanlah integral-integral berikut;
dx dx
1. x 2
 12 x  15
2. x 2
 6x  4
dx dx
3.  8  12 x  x 2
4.  9  4x  x 2

dx dx
5. x 2
 4 x  16
6.  2x 2
 12 x  32
1 1
7.  dx 8.  dx
5  4x  x  2
 2x 2
 8 x  15 
 5x 
1
  2x  4
2
9. dx 10.
x 2
 6x 1 

## 3.6 Daftar Pustaka

K.A. Stroud, Erwin Sucipto, Matematika Untuk Teknik, Edisi ketiga, Erlangga, Jakarta.
K.A. Stroud, D.J. Booth, Matematika Untuk Teknik, Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 22 -

BAB IV
TRANSFORMASI LAPLACE

4.1 Pendahuluan
Transformasi laplace adalah suatu pernyataan dalam variabel s yang dinotasikan
dengan F(s). Dikatakan bahwa f(x) dan F(s) = L{f(x)} membentuk suatu pasangan
transformasi (transform pair). Ini berarti bahwa jika F(s) adalah transformasi laplace dari
f(x) maka f(x) adalah transformasi laplace invers dari F(s). Kemampuan untuk mencari
transformasi laplace dari suatu pernyataan dan kemudian menginverskannya inilah yang
membuat transformasi laplace sangat berguna untuk menyelesaikan persamaan diferensial.

4.1.1 Deskripsi
Transformasi laplace pada teknik elektro ini akan membahas hal-hal yang berkaitan
dengan perhitungan matematika teknik yang berkaitan dengan teknik elektro, antara lain;
menentukan transformasi laplace invers dengan bantuan tabel transformasi laplace,
mencari transformasi laplace dari suatu turunan fungsi, menggunakan transformasi laplace
untuk menyelesaikan persamaan diferensial.

## 4.1.2 Manfaat dan Relevansi

Matematika teknik merupakan sarana terpenting dalam membekali para
mahasiswa dalam memahami persoalan-persoalan keteknikan yang berkaitan antara
materi yang satu dengan yang lainnya, sehingga dalam penyelesaiannya dapat dilakukan
dengan cara yang lain.

## 4.1.3 Standart Kompetensi

Pemahaman yang mendalam mengenai teknik elektro tidak lepas dari konsep
matematika teknik. Sehingga matematika merupakan langkah awal atau dasar pijakan
untuk membuka cakrawala dalam memahami materi transformasi laplace.

## 4.1.4 Dasar Kompetensi

1. Mahasiswa dapat mencari transformasi laplace dari suatu pernyataan dengan
menggunakan definisi integral.
2. Mahasiswa mampu menentukan transformasi laplace invers dengan bantuan
tabel transformasi laplace.
Buku Ajar Matematika Teknik II - 23 -
3. Mahasiswa dapat mencari transformasi laplace dari suatu turunan fungsi.
4. Mahasiswa dapat menggunakan transformasi laplace untuk menyelesaikan
persamaan diferensial.

## 4.2 Transformasi Laplace

Metodenya bergantung dari apa yang kita sebut sebagai transformasi laplace
(laplace transform). Jika f(x) adalah suatu pernyataan dalam x yang terdefinisi untuk
x  0, maka transformasi laplace dari f(x), dinotasikan dengan L{f(x)}, didefinisikan
sebagai;

L  f ( x)   e sx f ( x) dx
x 0

di mana x adalah suatu variable yang nilai-nilainya dipilih sedemikian rupa agar integral
semi-infinitnya selalu konvergen. Sekarang apa yang akan anda katakana tentang
transformasi laplace dari f(x) = 2 untuk x  0 ?
2
L 2  asalkan s  0
s
Karena:

L  f ( x)   e sx f ( x) dx
x 0

Maka:

L 2   e  sx 2 dx
x 0

 e  sx 
 2 
  s  x 0
 2  0  (1/ s) 
2

s
Perhatikan bahwa s > 0 disyaratkan karena jika s < 0 maka e sx   ketika x   dan
jika s = 0 maka L (2) tidak terdefinisi (pada kedua kasus ini integralnya divergen),
sehingga;
2
L 2  asalkan s  0
s
Dengan alasan yang sama, jika k adalah sembarang konstanta maka,
k
L k   asalkan s  0
s
Transformasi laplace dari f ( x)  e kx , x  0 dimana k adalah konstanta, adalah sebagai
Buku Ajar Matematika Teknik II - 24 -
berikut;

 
L e kx 
1
sk
asalkan s  k

Karena;

 

L e  kx   e  sx 2 dx
x 0

 e  ( s  k ) x dx
x 0

 e( s  k ) x 
 
 ( s  k )  x  0
  1  harus dipenuhi untuk menja min
 0  s  k  0
  (s  k )   int egra ln ya konvergen dikedua lim it
1
 asalkan s  k  0, yaitu asalkan s  k
(s  k )

## 4.3 Transformasi Laplace Invers

Jika F(s) adalah transformasi laplace dari f(x) maka f(x) adalah transformasi laplace
invers dari F(s), sehingga;
f ( x)  L1{F (s)}
Tidak ada definisi integral yang sederhana dari transformasi invers jadi anda harus
mencarinya dengan cara bekerja dari belakang ke depan.
Contoh.
4
Jika f(x) = 4 maka transformasi laplacenya L{ f ( x)}  f ( s) 
s
4
Jika f(s) = maka transformasi laplace inversnya L1{ f (s)}  f ( x)  4
s
1
Untuk transformasi laplace invers dari F ( s)  , adalah;
s 1
L1{ f (s)}  f ( x)  e x
Karena,
 1   kx
 
L e kx 
1
sk
anda dapat mengatakan bahwa L1  e
s  k 
 1   ( 1) x
Maka ketika k  1, L1  e  ex
 s  1
Untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk transformasi laplace beserta inversnya
Buku Ajar Matematika Teknik II - 25 -
yaitu dengan membaca tabel dari kiri ke kanan akan didapatkan transformasi laplace dan
dengan membaca tabel dari kanan ke kiri akan di dapatkan transformasi laplace invers, dan

## f ( x)  L1 F (s) F (s)  L  f ( x)

k
k s0
s
1
e kx s  k
sk
1
xe kx s  k
( s  k )2

Contoh.
1. Tentukan transformasi laplace dari soal berikut untuk x  0;
a. f ( x)  3
k 3
Karena L(k )  asalkan s  0, L(3)   asalkan s  0.
s s
b. f ( x)  e
k e
Karena L(k )  asalkan s  0, L(e)  asalkan s  0.
s s
c. f ( x)  e 2 x
1 1
Karena L(e kx )  asalkan s  k , L(e2 x )  asalkan s  2.
sk s2
d. f ( x)  5e3 x

 
 
L(5e3 x )   e sx (5e3 x ) dx  5 e sx e3 x dx  5 L e3 x
x 0 x 0

L 5e3 x    5
s3
asalkan s  3

e. f ( x)  2e7 x2

 
 
L(2e7 x 2 )   e sx (2e7 x 2 ) dx  2e2  e sx e7 x dx  2e2 L e7 x
x 0 x 0

2e2

L 2e 7 x2
 
s7
asalkan s  7

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 26 -

1
a. F ( s)  
s
k   1  1
Karena L1    k , L1    L1    1
s  s s 
1
b. F ( s) 
s 5
 1   kx 1  1  ( 5) x
Karena L1  e , L  e  e5 x
 s  k   s  5 
3
c. F ( s) 
s2
 1  2 x
Karena L1    e dan L 3e
s  2
2 x
 3L e2 x 
3
s2

maka   
 3  2 x
L   3e
 s  2 
3
d. F ( s)  
4s

3
F ( s)   
3
4    3  3 4 
sehingga L1    L1    3 4
4s s  4s   s 
1
e. F ( s) 
2x  3
1  1 
F ( s) 
1
 2 sehingga f ( x)  L5  1   L1  2   1 e 3 2 x
   3 
2x  3 s  3  2s  3   s  2
2  2

## 4.4 Transformasi Laplace dari Suatu Turunan

Jika diketahui bahwa suatu pernyataan f ( x) memiliki transformasi laplace

## L  f ( x)  F (s) , transformasi laplace dari turunannya f ' ( x) adalah;

L  f '( x)   e sx f '( x) dx
x 0

## Ini dapat diselesaikan dengan integrasi per bagian;

L  f '( x)   e  sx f '( x) dx
x 0

 u ( x) dv( x)
x 0

  u ( x )v ( x )  x  0  

v( x) du ( x)
x 0

dimana u(x) = e-sx maka d u(x) = -se-sx dx dan dimana dv(x) = f1(x) dx maka v(x) = f(x),
Buku Ajar Matematika Teknik II - 27 -
sehingga akan menghasilkan;
L  f ' ( x)  s F (s)  f (0)

Jadi transformasi laplace untuk turunan dari f(x) diberikan dalam bentuk transformasi
laplace dari f(x) itu sendiri dan nilai dari f(x) untuk x = 0.
Untuk mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan adalah;
f ' ( x)  f ( x)  1dim ana f (0)  0
Pernyataan transformasi laplacenya F(s) adalah sebagai berikut;
1
F ( s) 
s  s  1

## Transformasi laplace dari f ( x) dan turunannya f ' ( x) , ini akan menghasilkan;

1
 S  1 F (s)  f (0)  dengan syarat f (0)  0, maka
s
1 1
 S  1 F (s)  , sehingga F (s) 
s s  s  1

Misalkan;
1 A B
  maka, 1  A( s  1)  Bs sehingga didapat;
s  s  1 s S  1
1 1
A  1 dan B  1 sehingga F ( s)  
s s 1
Transformasi laplace inversnya dari persamaan diferensial adalah sebagai berikut;
f ( x)  1  e  x
Karena,
f ( x)  L1 F ( s )
1 1 
 L1   
 s s  1
1   1 
 L1    L1  
s  s  1
 1  e x

Contoh.
Selesaikan setiap persamaan diferensial berikut ini;
a). f ' ( x)  f ( x)  2 dim ana f (0)  0
mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan;

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 28 -

2 2 2 2
sF ( s)  f (0)  F ( s)  sehingga F ( s)   
s s  s  1 s s 1

## Transformasi laplace inversnya menghasilkan penyelesaian;

f ( x)  2  2e x  2  e x  1

## b). f ' ( x)  f ( x)  e x dim ana f (0)  0

mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan;
1 1
sF ( s)  f (0)  F ( s)  sehingga F (s) 
s 1  s  1
2

f ( x)  xe x

## c). f ' ( x)  f ( x)  3 dim ana f (0)  2

mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan;
3 2 3 3  2s 3 5
sF ( s)  f (0)  F ( s)  sehingga F ( s)      
s s  1 s  s  1 s(s  1) s s  1

## Transformasi laplace inversnya menghasilkan penyelesaian;

f ( x)  3  5e x

## d). f ' ( x)  f ( x)  e2 x dim ana f (0)  1

mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan;
1 1
sF ( s)  f (0)  F ( s)  atau  s  1 F ( s)  1 
s2 s2
1 3 1
sehingga F ( s )   
s  1  s  1 s  2  s  2

f ( x)  e 2 x

## e). 3 f ' ( x)  2 f ( x)  4e x  2 dim ana f (0)  0

mencari transformasi laplace dari kedua sisi persamaan;
4 2 6s  2
3 s F ( s)  f  0    2 F ( s)   
s  1 s s  s  1
6s  2 27  1  1 4  1 
sehingga F ( s )       
s  s  1 3s  2  5  3s  2  s 5  s  1 

27  1  1 4  1 
    
15  s  2  s 5  s  1 
 3

## Buku Ajar Matematika Teknik II - 29 -

Transformasi laplace inversnya menghasilkan penyelesaian;
9 4
f ( x)  e 2 x / 3  e  x  1
5 5

## 4.5 Latihan Soal

1. Hitunglah transformasi laplace dari fungsi-fungsi berikut;
a. f ( x)  8

b. f ( x)  e5 x

c. f ( x)  4e2 x 3
2. Gunakan tabel transformasi laplace untuk mencari dari fungsi-fungsi berikut;
5
a. F ( s)  
 s  2
2

2e3
b. F ( s)  3
s
3
c. F ( s) 
s 9
2

2s  5
d. F ( s)  
s2  3
3. Gunakan transformasi laplace untuk mencari dari persamaan berikut;
a. f ' ( x)  2 f ( x)  x dim ana f (0)  0

## 4.6 Daftar Pustaka

K.A. Stroud, Erwin Sucipto, Matematika Untuk Teknik, Edisi ketiga, Erlangga, Jakarta.
K.A. Stroud, D.J. Booth, Matematika Untuk Teknik, Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.