Anda di halaman 1dari 21

HISTORIOGRAFI UMUM

“HISTORIOGRAFI CINA”

Disusun oleh
Kelompok 6
Noves Setya 1720402023
Annisa Meidonia 1730402034

Dosen Pembimbing :
Endang Rochimatun, S.Ag., M.Hum

SEJARAH PERADABAN ISLAM


FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2018
A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Historiografi adalah kajian mengenai metode sejarawan dalam


pengembangan sejarah sebagai disiplin akademis, dan secara luas merupakan
setiap karya sejarah mengenai topik tertentu. Historiografi tentang topik khusus
melingkupi tentang bagaimana sejarawan mengkaji topik tersebut dengan
menggunakan sumber, teknik, dan pendekatan teoretis tertentu.

China merupakan salah satu sejarah tertua di dunia. Dalam sejarah Cina
terdapat dinasti-dinasti yang pernah berkuasa. Seperti dinasti Chou, dinasti Ch’in,
dan dinasti Han. Sudah sejak lama Cina dikenal sebagai negeri yang memiliki
kebiasaan mendokumenkan sejarah. Banyak pula catatan perjalanan bangsa Cina
yang kemudian menjadi acuan untuk menyibak cerita sejarah bangsa Indonesia,
itu membuktikan bahwa Cina tak melulu berkonsentrasi terhadap sejarah negeri
sendiri (walaupun mungkin memang catatan perjalanan milik Cina tersebut pada
awalnya bertujuan untuk dokumen pribadi dari para penjajah).

Cina merupakan sebuah negara yang berhasil menemukan kertas, tinta,


dan sistem percetakan, hal-hal itulah yang membuat masalah penulisan sejarah
berkembang di Cina. Berdasarkan pembabakan sejarah Cina yang terbagi tiga
yaitu masa dongeng (prasejarah), masa klasik (masa dinasti), dan masa modern
(masa republik) maka penulisan sejarahnya pun memilki perbedaan satu sama lain
tetapi masih bersifat constituinitas sebagai kesatuan sejarah Cina, khusus untuk
masa dongeng sebelum mengenal tulisan, jadi belum ada historiografi dan hanya
berupa oral history (sejarah narasi)

Runtuhnya kekaisaran Han diikuti oleh suatu zaman perpecahan yang


berlangsung lama, dari tahun 220 sampai dengan tahun 589 M. Dalam masa ini
Cina Utara, pusat kebudayaan Cina, berada di bawah dominasi para penyerbu
yang terdiri dari bangsa-bangsa “bar-bar”. Dalam masa budhisme menjadi
kekuatan yang secara perlahan merembas kedalam pemikiran dan hidup bangsa
Cina. Masa awal zaman ini merupakan zaman besar kedua pemikiran kreatif Cina.

2
Pemikiran saat itu tersebar secara mendalam dan imajinatif di sekitar pesoalan
manusia, masyarakat dan kosmos. Hal ini tercermin dalam berbagai tulisan
sejarah yang lebih sadar diri dan kritis. Liu Hsieh (465-522 M) menulis sebuah
buku besar kesustraan. Sebagian dari buku itu membahas pula berbagai masalah
historiografi yaitu, pentingnya prinsip-prinsip umum, batasan-batasan untuk
memilih hal-hal yang khusus, ukuran yang mempercayai materi, serta persoalan
mengenai keobyektifan prasangka. Dalam masa dominasi Budhisme ini, tradisi
kesejarahan Cina sangatlah kuat. Budhisme hanya berpengaruh sangatlah kecil
dalam kesejarahan Cina. Para sejarawan menulis karya-karya mereka setelah
melihat kepada model sekuler.

Cina bersatu lagi dibawah dinasti besar T’ang (618-906), zaman ini
terkenal sebagai masa keemasan kesenian dan kesustraan. Untuk pertama kalinya
sejarah bahan baku dalam kurikulum ujian negara. Seorang pejabat negara
terkenal bernama Tu Yu (735-812 M) berusaha membebaskan dari catatan-catatan
dinasti dan menulis T’ung Tien. Karya ini berbentuk ensiklopedia dan bisa
dianggap sebagai sejarah institutional Cina yang pertama. Pada masa awal T’ang
diadakan perluasan atas aparat-aparat birokrasi yang bertugas untuk mencatat
peristiwa-peristiwa, memproses dokumen, memelihara arsip dan menulis sejarah.
Dalam menyusun sejarah dinasti, komisi-komisi kekaisaran mengaktifkan para
pengarang perseorangan.

Pada abad-abad selanjutnya, hal ini membantu perkembang suatu tradisi


kuat impirisme sejarah dan kesarjanaan yang kritis. Penulisan-penulisan sejarah
para neoconfucianis pada masa Sung (990- 1279 M) memperlihatkan suatu
kecermatan baru dalam menulis sejarah, kecendrungan untuk menggunakan
sumber-sumber tak resmi dan usaha keras untuk menerangkan secara rasional
yang dikombinasikan dengan kepercayaan tebal akan kekuatan moral. Barangkali
sejarawan besar pada masa ini adalah Ssu Ma- Kuang (1019- 1086 M). Karyanya
yang berjudul Tzu-Ching T’ung Chien nerupakan sejarah Cina dari tahun 4003
SM-959 M diatur dalam bentuk tahunan. Pengarah mengetengahkan suatu karya

3
besar dan bervariasi, melampirkan hal-hal yang diragukan dan menjadikannya
jelas.

2. Rumuusan masalah

- Bagaimana perkembagan historiografi di Cina

- Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi historiografi Cina

- Bagaimana periodesasi historiografi Cina

4
B. PEMBAHASAN

1. Periodisasi Historiografi Cina

a. Masa Dongeng (Pra Sejarah)

Pada masa ini, karena muncul pada zaman pra sejarah atau masa
sebelum mengenal tulisan maka belum ada hasil historiografi di Cina hanya
berupa oral history1.

b. Masa Dinasti

1) DinastiShang(1751-1111SM)

Mengenai Dinasti Shang (1751-1111 SM), arkeologi modern


membuktikan bahwa peramal istana dinasti Shang, telah menyimpan “arsip-arsip”
ramalan mereka yang dituliskan pada tulang dan batok kura-kura. Masa awal
Dinasti Chuo (1111-221 SM). Catatan terpisah-pisah, terutama bab tertentu dari
Shu Ching atau “Sejarah Klasik” mencerminkan suatu minat yang terus-menerus
pada sejarah keturunan pararaja, tatacara dan legitimasi politik. Zaman negara-
negara berperang (Chan Kuo, 481-221 SM), untuk pertama kalinya muncul
pemikiran-pemikiran Cina yang sistematis. Kebiasaan yang selalu mengambil
tokoh-tokoh sejarah merupakan faktor penting dalam pemikiran Cina.

2) Dinasti Han (Ch’ien Han, 206 SM - 9 SM)

Masa Dinasti Han awal (Ch’ien Han, 206 SM – 9 SM). Sejarawan


agung Ma-ch’ien menulis Shih Chi, kitab sejarah pertama yang memuat sejarah
Cina dari zaman yang samar-samar sampai pada kira-kira tahun 100 SM. Masa
dinasti Han Kemudian (Hou Han, 25-220M). Pan Ku, sejarawan istana, menulis
kitab sejarah yang merupakan buku pertama dari rangkaian “sejarah dinasti”
(tuan-taishih). Buku ini diberi nama Sejarah Dinasti Han Awal (Ch’ien Han Shu).

1
"pendidikan sejarah", http://sejarah4all.blogspot.com/2012/04/historiografi-
cina.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 14-10-2018, jam 22.53 WIB.

5
Buku Shih Chi dan Ch’ien Han Shu menjadi model yang ditiru para sejarawan
lainnya untuk penulisan buku-buku sejarah dinasti pada masa kemudian.

Zaman Perpecahan (220-589 SM), dominasi bangsa ‘barbar’.


Budhisme perlahan merembes kedalam pemikiran bangsa Cina, namun demikian
Budhisme hanya berpengaruh sangat kecil terhadap pemikiran kesejarahan Cina.
Masa awal zaman ini merupakan zaman besar kedua pemikiran kreatif Cina. Liu
Hsieh (9465-522 SM), menulis sebuah buku besar mengenai kesusasteraan.
Sebagian buku ini membahas pula berbagai masalah historiografi yaitu
pentingnya prinsip-prinsip umum, batasan-batasan untuk memilih hal-hal khusus,
ukuran untuk mempercayai materi, serta persoalan keobyektifan dan prasangka.

3) Dinasti Tang ( 618-906 M)

Dinasti Tang (618-906) Zaman keemasan kesenian dan


kesusasteraan. Untuk pertamakalinya sejarah menjadi bahan baku dalam
kurikulum ujian negara. Seorang pejabat negara Tu Yu (735-812) berusaha
membebaskan diri dari tradisi-tradisi catatan dinasti dan menulis T’ung Tien
berbentuk ensiklopedia dan dianggap sebagai sejarah institusional Cina yang
pertama. Pada masa awal Tang diadakan perluasan atas aparat birokrasi yang
bertugas mencatat peristiwa-peristiwa, memproses dokumen, memelihara arsip
dan menulis sejarah. Dalam menyusun sejarah dinasti, komisi-komisi kekaisaran
telah menggantikan pengarang perseorangan. Gejala ini mengawali adanya
pembagian historiografi resmi dan tidak resmi yang terus berlangsung sampai
berakhirnya sistem kekaisaran.

4) Dinasti Sung ( 960-1279 M )

Penulisan sejarah para neo-Confusianisme memperlihatkan suatu


kecermatan baru dalam menulis sejarah, kecenderungan untuk menggunakan
sumber-sumber tak resmi dan usaha keras untuk menerangkan secara rasional
yang dikombinasikan dengan kepercayaan kuat akan kekuatan moral. Seorang
sejarawan besar pada masa ini adalah Su Ma-kuang (1019-1089), karyanya yang
terkenal Tzu-chiht’ung-

6
chienmerupakansejarahCinadaritahun403sMhinggatahun959Mdiaturberdasarkant
ahun,dandisajikandenganjelas.

5) Dinasti Ming ( 1368-1644 M )

Pada masa Dinasti Ming, Cina mengalami masa kejayaan yang


dibawah pimpinan kaisar Yen Wang ( 1403-1424 ) yang lebih dikenal dengan
nama Yung Lo, seorang diplomat ulung, pada masa pemerintahannya
dikirimkanlah ekspedisi-ekspedi siangkatan laut ke Kamboja, Cochin Cina,
Thailand, Sumatera, Jawa, India, dan Sailan. Daerah-daerah yang dikunjungi ini
dibujuk untuk mengakui Cina sebagai yang dipertuan. Tokoh ekspedisi yang
terkenal adalah Laksamana Cheng Ho, dengan dibantu sekretarisnya, Ma Huan.
Kebesaran Yung Lo yang lain adalah, ia memerintahkan 2000 orang penulis untuk
menyusun suatu kamus. Ensiklipedia ini terdiri dari 11.000 jilid, dengan judul
Yung Lo Ta Tien. Selain itu, semasa DinastiMing, pelayaran-pelayaran yang
dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho dicatat dalam sebuah buku Ma Huan
dengan judul Ying Yai Shen Lan dan buku Fei Hsin dengan judul Hsing Cha Shen
Lan.

6) Dinasti Manchu ( Ching, 1644-1911 M )

Pada masa ini muncul perasaan yang tidak puas atas kekolotan neo-
Confusianisme, yang menyebabkan timbulnya suatu gerakan kritik yang sangat
penting, yaitu empirisme-rasional menjadi inspirasi lahirnya prinsip dan metode
baru dalam geografis-historis, epigrafi, ilmu purbakala dan bidang-bidang lain.
Ketika system kekaisaran runtuh, metode dan semangat keraguan sejarawan pun
tergambar secara luas dalam modernisasi historiografi Cina2.

c. Masa Modern

Pada tahun 1905, sistem ujian negara dihapuskan, diiringi dengan


reformasi cepat dibidang pendidikan, dengan meniru seperti apa yang telah

2
"historiografi asia timur" https://rezkidesmita.blogspot.com/2014/09/historiografi-asia-
timur-cina-dan-jepang.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 12-10-2018, jam 02.25 WIB

7
dikerjakan tokoh-tokoh modernisasi Jepang. Hal itu membuka jalan kearah
perubahan yang sangat cepat dalam perorganisasian ilmu pengetahuan.
Historiografi tradisional China terhenti karena adanya beberapa hal yang
mempengaruhi perkembangan historiografi yaitu.

-Terjadinya fase-fase runtuhnya sistem kekaisaran.

-Masuknya pengaruh barat.

Mula-mula ditolak namun kemudian menjadi kompromistis dana


komodatif ( periode 1860-1905 ) dan pada akhirnya makin besar
penerimaan terhadap pemikiran dan pranata Barat ( mulai 1905 ).

Perguruan tinggi merupakan lembaga baru pertama untuk mengadakan studi


sejarah. Universitas-universitas terkenal pada tahun 1930-1931 menyediakan
beberapa kedudukan bagi sejarawan. Gerakan pembaruan sejarah sangat menonjol
dalam gerakan 4 Mei 1919. Gerakan ini pada dasarnya mencari suatu kebudayaan
baru yang bebas di China yang biasa diterapkan pada kepentingan masyarakat
modern. Sejarah analisis telah menggantikan cara-cara komplikasi dalam
historiografi China.

Tahun 1930-1945 menjadi masa suram karena adanya penyerangan


Jepang. 1945-1949 pemerintahan nasionalis tidak bersikap toleran terhadap
pendapat berbeda, sehingga keadaan menjadi tegang dan penindasan menjadi
makin banyak terjadi. Pada tahun 1949 sejarawan harus memilih tetap tinggal di
China atau pindah ke Taiwan. Setelah tahun 1949 ada dua pusat penelitian yaitu
RRC di China dan RRC di Taiwan.

Sejak 1949 sejarawan RRC selalu dipaksa untuk menyempurnakan


penguasaan atas maxisme dan penggunaan teori-teori marxis untuk memunculkan
sejarah baru dengan segera, yang cocok dengan pemerintahan baru. Di Taiwan
Academia Sinica dihidupkan kembali univesrsitas Taiwan mempunyai fakultas
sejarah. Hampir semua tulisan yang bersifat pribadi dan merangsang perasaan
dimasukkan dalam kategori sejarah tak resmi, misalnya novel, cerita-cerita lucu,

8
dan lain sebagainya. Hal ini merendahkan tradisi historiografi yang hidup dan
berwarna-warni yang diciptakan pada catatan yang lebih tua3.

2. Karakteristik Historiagrafi Cina

a. menggunakan konteks Cina (internal) untuk menjelaskan berbagai


macam hal yang terjadi dalam sejarah Cina daripada konteks eksternal (Barat).
Misalnya tentang kasus pemberontakan Taiping. Sebelum pendekatan ini
diterapkan, secara turun-temurun dipercaya pemberontakan Taiping ini bias
terjadi karena persinggungan antara Cina dengan Barat. Hal ini menempatkan
Cina seolah-olah memliki pola piker yang kolot dan tidak mau berkembang.
Padahal setelah pendekatan kecinaan diterapkan maka dapat disimpulkan bahwa
pemberontakan ini terjadi karena keterkaitan antara berbagai hal dalam intern
Cina, contoh membludaknya jumlah penduduk Cina sehingga menimbulkan
pengangguran dan membutuhkan paragentry yang lebih banyak juga. Contoh
lainnya adalah penempatan Sun Yat-sen sebagai figure sentral revolusi 1911,
setelah ditelaah muncul pemikiran barubah wada intrik dalam pengangkatan Sun
Yat Sen sebagai orang yang mencolok mampu membebaskan Cina dari era
kedinastian selama hamper 2000 tahun. Sejarah Cina yang ditulis oleh sejarawan
Barat pada masa itu karena ada pengaruh faham nasionalisme yang dianut oleh
Kuomintang, faham yang sama dengan faham Amerika.

b. Kedua adalah pendekatan kewilayahan yang membagi Cina secara


horizontal sehingga sejarah regional dapat dijelaskan dengan lebih rinci.
Pembagian wilayah Cina menjadi dua zona yaitu zona pesisir (littoral) dan zona
pedalaman (hinterland). Contoh lainnya adalah pendekatan kedaerahan yang
diperkenal kanoleh G.William Skinner. Pendekatan ini dipergunakan untuk
menganalisis arus urbanisasi di Cina pada abad ke-19. Skinner membagi Cina
menjadi 9 daerah. Menurut Cohen kelebihan pendekatan model Skinner ini
terletak pada penekanan terhadap ruang dan waktu, antara pusat dan dan daerah
penunjang (peripheral).

3
"perkembangan historiografi" http://fauzihistory.blogspot.com/2009/06/perkembangan-
historiografi-cina-cina_03.html?m=1, Dikutip dan diakses tgl 15-10-2018, jam 21.10 WIB

9
c. Yang ketiga adalah pembagian secara vertical masyarakat Cina
sesuai dengan statusnya. Dengan pendekatan ini, sejarah rakyat yang awalnya
tidak dipandang menjadi lebih banyak dibahas, sehingga kaum petani yang
awalnya dianggap sebelah mata dalam sejarah, dikembalikan sesuai dengan
peranannya dalam sejarah Sejarah local dan tokoh-tokoh menjadi lebih banyak
diangkat. Penggunaan berbagai macam teori, metodologi, dan teknik dari berbagai
macam disiplin ilmu untuk dipadukan kedalam analisis sejarah.

d. Teori dan metodologi dari ilmu-ilmu social lain diterapkan dalam


historiografi supaya historiografi menjadi lebih berimbang dan berkembang.
Misalnya, Buku Elizabeth Perry yang menggunakan metodologi antropologi
dalam penulisan sejarah pemberontak petani dibukunya Rebelsand
Revolutionariesin North China,1845-19454.

Upaya menghasilkan karya sejarah yang tulen dengan mengurangi sebanyak


mungkin unsur-unsur fiksional baru tampak pada Shiji (CatatanSejarah), sebuah
karya besar sejarah yang disusuno leh Sima Qian (145-90S M). Shiji adalah karya
pertama dari 26 Sejarah Standar atau Sejarah Dinasti (Zhengshi). Shiji
sesungguhnya adalah himpunan dari bahan-bahan yang sudah ada sebelumnya
yang disusun menjadi sebuah tulisan sejarah Cina dalam rentang periode
sepanjang kurang-lebih 2000 tahun, dari masa awal yang legendaries sampai
zamannya Sima Qian (Dinasti Han). Kitan Shiji dibagi dalam lima bagian, yang
kemudian menjadi bentuk pembagian yang baku dari Sejarah-Sejarah Dinasti:

1) Benji (Anal Dasar), yang menelusuri urutan kejadian-kejadian


politik yang bersumber pada kehidupan kaisar-kaisar.

2) Shijia (Keluarga-Keluarga Turunan), memuat catatan silsilah


keluarga-keluarga istana, keluarga-keluarga bangsawan dan
penguasa.

4
"historiografi cina" http://sejarah4all.blogspot.com/2012/04/historiografi-cina.html?m=1,
Dikutip dan diakses tgl 17-10-2018, jam 04.15

10
3) Biao (Tabel), memuat tabel-tabel kronologis data sejarah yang
fungsinya mengetengahkan hal-hal penting dalam bentuk
ikhtisarnya.

4) Shu, atau kemudian Zhi (Risalah atau Monograf), memuat


risalah-risalah tentang hal-hal dan institusi-institusi yang dianggap
penting untuk pengfungsian negara, seperti kalender, musik, ritus-
ritus, astronomi, sungai-sungai dan kanal-kanal, ekonomi politik
dan perdagangan, hokum dan undang-undang, kesusastraan dan
filsafat, kemiliteran, hubungan luar negeri, dan momunikasi.

5) Liezhuan (Biografi), memuat riwayat hidup figur-figur terkenal


dari setiap zaman, mencakup antara lain cendikiawan, pejabat,
filsuf, seniman dan perempuan-perempuan terkemuka, dengan
berbagai catatan kegiatan, karier dan prestasi-prestasi mereka.

Sumber-sumber fiksional masih digunakan oleh Sima Qian dalam Shiji, tapi
catatan-catatan yang kurang historis ditempatkannya pada bagian terpisah, yaitu
dalam liezhuan (Kumpulan Biografi). Banyak bahan diambil oleh Sima Qian dari
Shujing (Klasika Sejarah), Zuozhuan (Komentar Zuo), dan Zhanguoce (Strategi
Negara-Negara Berperang), dengan hanya sedikit perubahan.

Uraian-uraian diatas menunjukkan bahwa biografi (liezhuan)


merupakan salah satu dari dua unsure utama penulisan sejarah dalam Sejarah
Standar. Unsur yang lain adalah annal (biannianti:ji). Bentuk ini dikenal sebagai
jizhuanti (Bentuk Annal-Biografi). Karya-karya biografis, terutama yang ditulis
sejak seribu tahun terakhir, masih tersimpan diberbagai perpustakaan Cina dalam
jumlah yang luarbiasa banyak. Dalam tradisi Cina, istilah juan (gulungan) dipakai
sebagai satuan ukuran buku (jilid;volume). Dua Puluh Enam Sejarah Dinasti,
misalnya, terdiri atas 4052 juan. Dari 4052 juan, 62,3 persen atau 2522 juan
memuat biografi. Bagian selebihnya terdiri atas Annal Dasar (459juan), Keluarga-
Keluarga Turunan (70juan), Tabel (161 juan) dan Risalah (840 juan). Dalam
Sejarah Standar, penulisan biografi terdiri atas tiga bentuk utama, yaitu:

11
1) Zhuanzhuan (biografi tunggal)

2) Hezhuan (biografi parallel atau gabungan), yang memuat


riwayat dua orang secara berdampingan

3) Fuzhuan (biografi cantelan), yang menyertakan juga riwayat


orang-orang kurang penting sebagai pelengkap figure utama

Selain liezhuan yang ada dalam Sejarah Standar, klasifikasi tradisional juga
menempatkan zhuanji (Memoar Biografis) sebagai salah satu kategori sejarah
yang utama. Pengelompokkan biografi dalam zhuanji terbagi dalam lima macam,
yaitu:

1) Biografi Peringatan (muzhi;xing zhuang), yang sebagian besar


berfungsi ritual atau sosial. Termasuk didalam bentuk ini adalah
muberi (inskripsi kuburan), jiwenataudiaowen (pidato
penguburan), aicu (syair ratapan), dll.

2) Biografi Sejarah (liezhuan), jenis tulisan yang juga terdapat


dalam Sejarah Standar. Tulisan-tulisan ini cenderung
memberikan gambaran mengenai pola moral dan karena itu
biasanya dirangkai dalam kelompok-kelompok dengan tema
yang serupa.

3) Biografi Kronologis (nianpu). Bentuk penulisan ini merupakan


aplikasi gaya annal pada bahan-bahan biografis sehingga
menghasilkan tulisan-tulisan biografi yang lebih rinci,
kehidupan seseorang dicatat dengan cermat, tahun pertahun.

4) Silsilah (zongpu, zupu, jiapu), yang memuat catatan-catatan


tentang garis keturunan keluarga-keluarga kerajaan dan kaum
bangsawan, dan juga kumpulan silsilah keluarga dan klan.

12
5) Instruksi Keluarga (jiaxun, jiagui, jiayue), yang memuat sumber-
sumber penting tentang pendidikan dan organisasi keluarga dan
klan.

Di Cina biografi telah menjad iragam sejarah yang penting. Penekanan pada
penulisan biografi menunjukkan adanya keyakinan yang kuat atas kemampuan
individu dalam menentukan nasibnya sendiri dan dalam mengontrol proses
sejarah. Peran penyebab dan tenaga penggerak yang dimainkan individu tertentu
dalam sejarah amat ditekankan. Tokoh dan penokohan dengan demikian menjadi
sangat lazim dipakai sebagai muslihat naratif, baik dalam historiografi maupun
fiksi. Dan satu hal yang penting adalah bahwa melalui bentuk-bentuk naratif
biografis inilah dapat ditelusuri keterkaitan sifat-sifat structural dari penulisan
sejarah dan fiksi5.

3. Pandangan Orang China Terhadap Sejarah

Istilah Sih (sejarah) dalam terminologi China memiliki macam-macam


arti, menulis tentang masa lalu atau seseorang yang mencatat berbagai macam
peristiwa yang terjadi. Konsepsi tiongkok mengenai sejarah ditentukan oleh
unsur-unsur tertentu dalam pandangan orang tionghoa mengenai dunia.

Etnosentirsme, berasal dari isolasi kebudayaan tiongkok. Sejarah terutama


berhubungan dengan “kerajaan ditangah” adalah bangsa “bar-bar”. Mereka adalah
manusia yang harus dipencilkan, “disucikan” atau dibudidayakan menurut
kebudaayaan tiongkok.

Holisme, atau pandangan bahwa manusia dan kejadian-kejadian alam


saling berkaitan secara menyeluruh. Seperti dalam buku-buku yang ditulis sekitar
1000 tahun, perhatian utama dicurahkan pada bencana alam, isyarat bahwa suatu
yang besar atau penting akan terjadi. Walaupun demikian, kekuatan untuk
terjadinya bencana alam tersebut bersumber pada tindakan-tindakan manusia.

5
"historiografi "http://kisah-grup.blogspot.com/2011/06/historiografi-china.html?m=1,
Dikutip dan diakses tgl 16-10-2018, jam 17.05

13
Pandangan para raja bijaksana dizaman dahulu telah menyusun dan
memimpin sistem yang ideal. Pada masa-masa berikutnya orang makin jauh dari
sistem tersebut. Perubahan akan disambut apabila ia menjanjikan untuk kembali
kepada yang kuno danidealg tersebut. Mini memberikan kesan pada sejarah
tiongkok, dalam masa timbulnya berbagai penemuan baru.

Konsep siklus dalam sejarah politik. Pemerintah, seperti halnya manusia


punya masa-masa dilahirkan, muda, dewasa, tua, dan kematian. Kebiasaan
berpikir yang menghubungkan manusia dengan gejala-gejala alam (holisme)
membawa para sejarawan untuk melihat gejala sama dari tahap siklus semua
dalam lingkungan kebudayaan, misalnya kesustraa, kesenian ethos desa dan adat
kebiasaan golongan elit. Kebiasaan untuk memberi tanggal pada peristiwa-
peristwa menurut dinasti dan nama zaman (nienhao) memperkua tkonsep
perubahan politik sebagai sesuatu kekuatan yang dominan dalam siklus
perubahan.

Pandangan bahwa ada suatu dinamika moral dalam berbagai kegiatan


manusia. Prinsip ini telah diletakan secara khusus oleh orang-orang bijaksana
Confisianis. Meletakkan prinsip pada rangkaian kejadian dan pada hidup pribadi
seseorang. Keyakinan ini membawa kecendrungan untuk memberi warna moral
kepada semua pernyataan sebab akibat dan mengurangi biografi hanya sampai
pada teladan ataucontoh-contoh peringatan yang stereotip (berbentuk tetap).

4. Ruang Lingkup Penulisan Sejarah China:

Pemusatan perhatian sangat besar terhadap sejarah politik dan pelajaran


mengenai stabilitas dan perubahan yang dapat ditarik dari situasi.

Sejarah pranata dilihat dari ibukota dan kacamata resmi. Bagian ekonomi
dipusatkan pada fungsi regular pemerintahan. Bagian geografi berkaitan dengan
geografi administrasi. Biografi banyak menceritakan pos-pos kepegawaian dan
peranan sosialnya seperti menteri yang setia, ahli kesustraan, pejabat yang tegas.

14
Sedikit perhatian kepada kelompok-kelompok yang berlawanan dengan
golongan literati, seperti tokoh-tokoh militer, pedagang, dan lain-lain. Terutama
apabila dinggap sebagai penyebab kelemahan atau keruntuhan suatu dinasti.
Sedikit tentang agama-agama yang dianggap murtad. Ada satu bagian dalam
sejarah resmi yang membahas Budhisme dan taoisme.

5. Metode Sejarah Modernisasi Historiografi

Metode yang digunakan sejarawan China ada 2 yaitu:

a. Metode pencatatan kejadian-kejadian kontemporer. Para


sejarawan istana bertugas untuk mencatat setiap hari segala peristiwa istana
seperti, audiensi, upacara, asal-usul kaisar, keputusan, dan lain-lain. Sejarawan tak
resmi, mencatat peristiwa-peristiwa yang dialaminya, perjalanan, kehidupan
keluarga ataupun kawan-kawan dekatnya.

b. Metode komplikasi berdasarkan urutan waktu dari catatan-


catatan diatas. Dari masa kemasa sejarawan istana mengedit dan mengambil
intisari catatan sehari-hari serta menyusunya berdasarkan urutan waktu. Hal
serupa juga dilakukan oleh sejarawan takresmi. Misalnya, menciptakan suatu
tiepe baru biografi tak resmi, juga berkembang sejarah lokal.

6. Sejarawan Ssu-ma Chien dan Karyanya

Historiografi tradisional negara China dalam zaman dinasti yang


memerinyah ditandai oleh beberapa orang tokoh yang menonjol. Salah satu nama
yang tidak asing ialah Ssu-ma Chien, yaitu anak dari Ssu-ma Tan ssu-ma Chien
dilahirkan diwilayah lung-men pada kira-kira 145 SM. Ayahnya merupakan
seorang sejarawan resmi negara China. Ssu-ma Chien merupakan sejarawan yang
pencetus historiografi China.

Sebagai sebuah karya historiografi, Shih Chi merupakan sebuah hasil


penulisan yang sungguh mengagumkan. Menurut catatan beliau sendiri, karya
historiografinya itu terdiri atas 130 bab dan mengandung sebanyak 526.600 kata.
Ia telah menggunakan sebanyak 700.000 huruf tulisan China yang dianggarkan

15
bersamaan dengan 4000 halaman buku biasa dalam tulisan rumi. Ssu-ma Chien
membagikan karyanya kedalam lima bab.

Pada dasarnya penulisan shih Chi itu adalah suatu karya prasejarahan yang
telah dirancangkan oleh ayahnya, yaitu Ssu-ma Tan. Ssu-ma Chien hanya
meneruskan kesinambungan cita-cita dan hasrat ayahnya, malah Ssu-ma Tan pada
saat-saat beliau menghembuskan nafas terakhir, telah mewasiatkan kepada
anaknya agar meneruskan cita-citanya sebagai tanda ketaatanya kepada kedua
orang tuanya.

Kedudukan Ssu-ma Chien sebagai seorang sejarah, memang dipandang


tinggi oleh sejarawan di seluruh dunia. Karya Shih Chi yang diasakan Ssu-ma
Chien telah membuka lembaran baru kepada sejarwan-sejarawan China yang lain.
Melalui pengaplikasian penulisan karya historiografi, beliau telah mendorong
kelahiran sejarawan yang agung,

7. Hasil Karya Historiografi

(sumber http://m.id.aliexpress.com)

Penulis Sima Qian (Xi Han)

Pada historiografi dinasti Han

16
(sumber https://m.id.aliexpress.com)

Penulis Feng Shui

(sumber https://m.id.aliexpress.com)

Historiografi modern, penulis Frederick Wells W.

17
(sumber https://m.id.aliexpress.com)

Penulis Gavin Manzies

(sumber https://en.m.wikipedia.org)

Penulis Wolfram Eberhard

18
C. PENUTUP

Simpulan

Dalam historiografi cina telah berkembang seiring dengan dinasti-dinasti


yang pernah berkuasa, antara lain historiografi zaman dinasti sang, yang mana
pada zaman ini para peramal istana telah mencatat ramalan-ramalannya mengenai
istana dalam sebuah batok kura-kura dan tulang. Sedangkan metode historiografi,
sejak zaman dahulu pemeliharaan catatan dan penulisan sejarah merupakan fungsi
resmi. Penyusunan peristiwa sejarah khusus secara kronologis berasal dari sistem
yang dipergunakan di istana dalam memelihara catatan. Jadi, sejak zaman dinasti
sudah ada metode kronologi yang dipakai dalam menulis catatan di cina.

19
D. DAFTAR PUSTAKA

A History Of China, https://en.m.wikipedia.org, dikutip dan diakses tgl


17-10-2018, jam 20.45 WIB
Buku China, https://m.id.aliexpress.com, dikutip dan diakses tgl 17-10-
2018, jam 20.25 WIB
Historiografi, http://kisah-grup.blogspot.com/2011/06/historiografi-
china.html?m=1, Dikutip dan diakses tgl 16-10-2018, jam 17.05
Historiografi asia timur,
https://rezkidesmita.blogspot.com/2014/09/historiografi-asia-timur-cina-dan-
jepang.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 12-10-2018, jam 02.25 WIB
Historiografi cina, http://sejarah4all.blogspot.com/2012/04/historiografi-
cina.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 17-10-2018, jam 04.15
Perkembangan historiografi,
http://fauzihistory.blogspot.com/2009/06/perkembangan-historiografi-cina-
cina_03.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 15-10-2018, jam 21.10 WIB
Pendidikan sejarah, http://sejarah4all.blogspot.com/2012/04/historiografi-
cina.html?m=1, dikutip dan diakses tgl 14-10-2018, jam 22.53 WIB.

20
Hasil karya historiografi cina

21

Anda mungkin juga menyukai