Anda di halaman 1dari 8

ASKEP ASMA

Data Fokus

Data Subjektif Data Objektif


1. Klien mengatakan sesak napas 1. Klien diberi label merah dan
berat dimasukkan ke ruang resusitasi
2. Klien mengatakan memiliki 2. Klien terlihat sadar namun gelisah
riwayat asma dengan pemakaian 3. Klien tidak mampu untuk
bronkodilator yang jarang berbaring
4. Klien menunujukkan tanda-tanda
distress pernapasan dengan
bernafas menggunakan otot bantu
napas
5. Klien tidak mampu berbicara
hanya mampu mengeluarkan satu
kata setiap bicara
6. Hasil auskultasi : bunyi napas
menurun dan bilateral wheezing
pada kedua lapang paru
7. Hasil TTV :
- S : 36°C
- N : 140 x/mnt
- TD : 145/80 mmHg
- RR: 40 x/mnt
- SpO2 : 70%
8. Hasil AGD :
- pH : 7,14
- pCO2 : 77 mmHg
- HCO3 : 28,4 mEq/L
- pO2 : 44,2 mmHg
- lactat : 2,8 mg/dl

Analisis Data

N Data Fokus Problem Etiologi


o
1 DS : Ketidakefektifan Fisiologis : Asma
1. Klien mengatakan sesak bersihan jalan
napas berat napas
2. Klien mengatakan
memiliki riwayat asma
dengan pemakaian
bronkodilator yang jarang

DO :
1. Hasil auskultasi : bunyi
napas menurun dan
bilateral wheezing pada
kedua lapang paru
2. Hasil TTV :
- S : 36°C
- N : 140 x/mnt
- TD : 145/80 mmHg
- RR: 40 x/mnt
- SpO2 : 70%
3. Klien diberi label merah
dan dimasukkan ke ruang
resusitasi

2 DS : Kerusakan Ketidakseimbangan
1. Klien mengatakan sesak Pertukaran Gas ventilasi perfusi
napas berat
2. Klien mengatakan
memiliki riwayat asma
dengan pemakaian
bronkodilator yang jarang

DO :
1. Hasil auskultasi : bunyi
napas menurun dan
bilateral wheezing pada
kedua lapang paru
2. Hasil TTV :
- S : 36°C
- N : 140 x/mnt
- TD : 145/80
mmHg
- RR: 40 x/mnt
- SpO2 : 70%
3. Hasil AGD :
- pH : 7,14
- pCO2 : 77 mmHg
- HCO3 : 28,4
mEq/L
- pO2 : 44,2
mmHg
- lactat : 2,8 mg/dl

3 DS : Ketidakefektivan Hiperventilasi
1. Klien mengatakan sesak pola napas
napas berat
2. Klien mengatakan memiliki
riwayat asma dengan
pemakaian bronkodilator
yang jarang

DO :
1. Klien menunujukkan tanda-
tanda distress pernapasan
dengan bernafas
menggunakan otot bantu
napas
2. Hasil TTV :
- S : 36°C
- N : 140 x/mnt
- TD : 145/80 mmHg
- RR: 40 x/mnt
- SpO2 : 70%
4 DS : Intoleran Ketidakseimbangan
1. Klien mengatakan sesak Aktivitas antara suplai dan
napas berat kebutuhan oksigen
2. Klien mengatakan memiliki
riwayat asma dengan
pemakaian bronkodilator
yang jarang

DO :
1. Klien terlihat sadar namun
gelisah
2. Klien tidak mampu untuk
berbaring
3. Hasil TTV :
- S : 36°C
- N : 140 x/mnt
- TD : 145/80
mmHg
- RR: 40 x/mnt
- SpO2 : 70%

Diagnosa Keperawatan

No. Diagnosa
1 Ketidakefektivan bersihan jalan napas b.d Fisiologis : Asma (00031)
2 Gangguan Pertukaran Gas b.d Ketidakseimbangan ventilasi perfusi (00030)
3 Ketidakefektivan pola napas b.d hiperventilasi (00032)
4 Intoleran Aktivitas b.d Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen (00092)

Intervensi

Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi


Hasil
Ketidakefektivan Setelah dilakukan tindakan Manajemen jalan napas (3140):
bersihan jalan keperawatan setelah 2 x 24 1. Buka jalan napas dengan
napas b.d jam, ketidakefektivan teknik chin lip sebagaimana
Fisiologis : bersihan jalan napas dapat mestinya
Asma teratasi. Dengan Kriteria 2. Posisikan pasien untuk
hasil : memaksimalkan ventilasi
1. Ansietas teratasi 3. Motivasi pasien untuk
(041002) bernapas pelan, dalam,
2. Frekuensi berputar dan batuk
pernapasan normal 4. Intruksikan bagaimana agar
(041004) bisa melakukan batuk efektif
3. Irama pernapasan 5. Auskultasi suara napas
normal (041005)
4. Tidak terjadi suara Manajemen asma (3210) :
napas tambahan 1. Bandingkan status saat ini
(041007) dengan status sebelumnya
5. Batuk teratasi untuk mendeteksi perubahan
(041019) dalam status pernapasan
6. Orthopnea teratasi 2. Dapatkan pengukuran
(040315) spirometri (FEV1, FVC,
7. Tes faal paru normal FEV1/FVC) sebelum dan
(040327) sesudah penggunaan
8. Gangguan ekspirasi bronkodilator dengan efek
teratasi (040332) yang cepat
3. Monitor reaksi asma

Monitor pernafasan (3350) :


1. Monitor nilai fungsi paru,
terutama kapasitas vital paru,
volume inspirasi maksimal,
volume ekspirasi maksimal
selama 1 detik (FEV1), dan
FEV1/FVC sesuaidata yang
tersedia
2. Monitor kemampuan batuk
efektif pasien
3. Monitor keluhan sesak nafas
pasien, termasuk kegiatan
yang meningkatkan sesak
nafas

Kolaborasi :
1. Kolaborasikan dengan dokter
untuk pemberian terapi
oksigen
2. Kolaborasikan dengan dokter
untuk pemberian terapi
nebulizer
Kerusakan Setelah dilakukan tindakan Manajemen asam basa : asidosis
Pertukaran Gas keperawatan selama 2 x 24 respiratorik (1913) :
b.d jam, gangguan pertukaran 1. Pertahankan kepatenan jalan
Ketidakseimban gas dapat teratasi. Dengan napas
gan ventilasi kriteria hasil : 2. Monitor pola pernapasan
perfusi 1. Tekanan parsial 3. Monitor kemungkinan
karbondioksida di penyebab terjadinya asidosis
darah arteri (PaCO2) respiratorik (mis. Obstruksi
normal (040209) jalan napas,depresi ventilasi)
2. pH arteri normal 4. Monitor tanda dan gejala
(040210) kelebihan asidosis metabolic
3. dispnea saat istirahat (mis. pH kurang dari 7.35,
teratasi (040203) PaCO2 lebih besar dari 45
4. sianosis teratasi mmHg )
(040206) 5. monitor tanda-tanda gagal
5. irama pernapasan napas
normal (041102)
6. kegelisahan teratasi Kolaborasi :
(041125) 1. kolaborasikan dengan dokter
untuk pemberian terapi
oksigen
2. kolaborasikan dengan dokter
untuk pemberian terapi
bronkodilator
3. kolaborasikan dengan ahli
gizi mengenai diet rendah
karbohidrat dan tinggi lemak
(untuk mengurangi produksi
CO2)
Ketidakefektivan Setelahg dilakukan Mandiri:
pola napas b.d tindakan keperawatan 2 x 1. Kaji dan pantau TTV
hiperventilasi 24 jam, ketidakefektivan 2. Kaji frekuensi, kedalaman
pola napas dapat teratasi. pernafasan dan ekspansi
Dengan criteria hasil : dada.
1. pola nafas kembali 3. Catat upaya pernafasan
efektif dengan termasuk penggunaan otot
frekuensi dan bantu nafas
kedalaman dalam 4. Aukskultasi bunyi nafas dan
batas normal catat adanya bunyi nafas
2. RR normal : 16-20 tambahan seperti mengi
x/menit 5. Atur posisi kepala klien lebih
tinggi

Kolaborasi:
1. Kolaborasidengandokterdala
mpemberianterapioksigen
Intoleran Setelah dilakukan tindakan Manajemen energy (0180) :
Aktivitas b.d keperawatan 2 x 24 jam, 1. kaji status fisiologis pasien
Ketidakseimban intoleran aktivitas dapat yang menyebabkan kelelahan
gan antara suplai teratasi. Dengan kriteria sesuai dengan konteks usia
dan kebutuhan hasil : dan prembangan
oksigen 1. saturasi oksigen 2. tentukan jenis dan banyaknya
ketika beraktivitas aktivitas yang dibutuhkan
normal (000501) untuk menjaga ketahanan
2. frekuensi pernapasan 3. monitor intake / asupan
ketika beraktivitas nutrisi untuk mengetahui
normal (000508) sumber energy yang adekuat
3. menunjukan tingkat 4. monitor system
energy yang stabil kardiorespirasi pasien selama
(000608) kegiatan (mis. Takikardia,
distritmia, dyspnea, frekuensi
pernapasan)
5. bantu pasien untuk
menjadwalkan periode
istirahat
6. anjurkan tidur siang jika
diperlukan

Terapi aktivitas (4310):


1. bantu klien memperoleh
transportasi untuk [dapat
mengikuti] aktivitas jika
memang diperlukan

Kolaborasi :
1. kolaborasikan dengan ahli
gizi mengenai cara
meningkatkan asupan energy
dari makanan