Anda di halaman 1dari 11

PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN WARGA

NEGARA GLOBAL

SUTRISNO
Staf Pengajar Prodi PPKn FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Email: sutrisno@umpo.ac.id

Naskah diterima: 07/12/2017 revisi: 03/01/2018 disetujui: 23/04/2018

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagasan pendidikan kewarganegaraan global serta
peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun warga negara global. Penelitian ini merupakan
penelitian studi literatur yang menganalisis berbagai teori tentang kewarganegaraan global dan
pendidikan kewarganegaraan yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasi penelitian menunjukkan bahwa
Warga negara global merupakan bentuk pelaksanaan sistem kewarganegaraan yang mencangkup
beberapa hak dan kewajiban dasar warga negara secara global. Warga negara global tentu harus
disiapkan secara langsung khusunya pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah bahkan
sampai perguruan tinggi. Melalui proses pendidikan kewarganegaraan yang diajarkan diharapkan
mampu menyampaikan nilai-nilai dasar warga negara global dalam berkehidupan bermasyarakat dan
bernegara. Sehingga akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan maupuan konflik serta isu-
isu yang terjadi secara global.

Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Warga Negara Global

THE RULE OF CIVIC EDUCATION IN BUILDING GLOBAL CITIZENS

Abstract
The purpose of this study is to to find out the idea of global civic education as well as the role of civic
education in building global citizenshi. This study is a study of literature that analyze various theories
about global citizenship and civic education in Indonesia. Based on the results of research indicates
that global citizen is a form of implementation of citizenship system that covers some basic rights and
obligations of citizens global. Global citizens should be prepared directly at primary and secondary
school levels. Through the process of citizenship education is expected to be able to convey the basic
values of global citizens in berkehidupan social and state, So that will be able to solve various
problems and conflicts and global issues.

Keywords: Civic Education, Global Citizens

Copyright © 2018, Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan


Avaliable online at : http://e-journal.unipms.ac.id/index.php/citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

PENDAHULUAN bentuk pengembangan hak dan kewajiban warga


negara untuk menjalankan tugas dan
Perubahan yang terjadi di dunia saat ini
kewajibannya secara global. Pembentukan
sangatlah cepat, baik dari aspek teknologi,
warga global tentu membutuhkan proses yang
pendidikan, politik, hukum, maupaun ekonomi.
berkesinambungan dalam setiap jenjang
Tentu hal ini akan berakibat pada perubahan
pendidikan. Tentu hal ini harus dimulai dari
tatanan dunia. Disisi lain tatanan-tatanan baru
jenjang sekolah dasar, sampai sekolah
yang menjadi alternatif dalam menciptakan
menengah bakan juga sampai pada perguruan
sistem global yang lebih baik belum terbentuk.
tinggi.
Seperti halnya dampak dan pengaruh yang
Salah satu bentuk pengembangan muatan
disebabkan oleh globalisasi. Hal tersebut tentu
materi warga global dapat diajarkan atau
akan mengakibatkan lemahnya nilai-nilai sosial
disampaikan pada mata pelajaran Pendidikan
kemasyarakatan. Lemahnya nilai-nilai sosial
Kewarganegaraan. Hal ini tentu mengingat
kemasyarakatan akan menimbulkan krisis
bahwa materi Pendidikan Kewarganegaraan
moneter yang dampaknya tentu akan terasa
memiliki tujuan.
dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus juga
1)Menampilkan karakter yang
akan mempengarui karakter moral dan sikap
mencerminkan penghayatan, pemahaman, dan
perilaku manusia diberbagai belahan dunia
pengamalan nilai dan moral Pancasila secara
seperti halnya negara berkembang yakni
personal dan sosial; 2)Memiliki komitmen
Indonesia (Syarbaini, 2006: 1).
konstitusional yang ditopang oleh sikap positif
Seiring dengan perkembangan teknologi
dan pemahaman utuh tentang Undang-Undang
dan informasi menjadikan masyarakat dunia
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
menjadi lebih instan dan prakmatis yang
3)Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif
kemudian menjadi sebuah kebudayaan yang
serta memiliki semangat kebangsaan serta cinta
sulit untuk dihilangkan. Pengaruh globalisasi
tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila,
akan berdampak secara luas bagi perkembangan
Undang Undang Dasar Negara Republik
warga negara secara global baik dari aspek
Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka
keyakinan, norma-norma, prilaku, nilai-nilai
Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan
bahkan aspek ekonomi dan perdangangan warga
Republik Indonesia, dan 4)Berpartisipasi secara
negara (Banks, 2008:132). Adanya krisis yang
aktif, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai
dialami negara tentu akan berdampak juga pada
anggota masyarakat, tunas bangsa, dan warga
generasi muda. Muhammad Syaifudin & Agus
negara sesuai dengan harkat dan martabatnya
Satmoko (2014: 670) menyampaikan bahwa
sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
“Generasi muda tentu akan menjadi generasi
yang hidup bersama dalam berbagai tatanan
penurus bangsa untuk memimpin dan
sosial Budaya. (PP Nomor 32 Tahun 2013)
membawa perubahan bagi bangsanya ke arah
Pendidikan Pancasila dan
yang lebih baik”. Perkembangan globalisasi
Kewarganegaraan memilik peran dan fungsi
yang bedampak pada perkembangan warga
yang sangat penting dalam menanamkan nilai-
negara global tentu harus di selesaikan secara
nilai Ideologi Pancasila, yang didalamnya
langsung baik dari peraturan pemerintah
terdapat nilai-nilai dasar berprikemanusiaan dan
maupun sistem pendidikan yang dijalankan
berprikeadilan yang tentu menjadi dasar konsep
untuk menyiapkan warga negara global yang
warga global, hal tersebut tentu sebagaimana
profesioanl dalam bermasyarakat dan bernegara.
yang tercantu dalam tujuan pendidikan
Pendidikan di Indonesia sedang
kewarganegaraan.
menghadapi masalah besar terkait dengan
Pendidikan kewarganegaraan merupakan
tantangan globalisasi yang semakin meluas di
mata pelajaran wajib yang disiapkan untuk
segala aspek kehidupan, termasuk dalam dunia
mencipatakan para warga negara yang aktif
pendidikan (Sutrisno & Murdiono: 2017: 56).
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
Oleh karena itu diperlukan adanya rekontruksi
sebagai warga negara yang baik. Oleh karena
dalam dunia pendidikan untuk menyiapkan
intu Cogan 1999: 5) menyatakan bahwa
calon warga global. warga global merupakan
pendidikan kewarganegaraan merupakan
bentuk pengembangan nilai-nilai dasar
“education for citizenship is the large
kemusiaan yang di jalankan secara global dalam

Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...| 42


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

overarching concept here while civic education global haruslah di ajarkan secara langsung pada
is but one part, albeit a very important part, of jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah
one’s developmen as citizen” Pendidikan bahkan juga peruguran tinggi. Pendidikan
kewarganegaraan memiliki peran yang penting kewarganegaraan global merupakan salah satu
dalam membentuk watak dan karakter warga bentuk penanaman peran generasi muda agar
negara agar mampu bersaing di era global. bisa berwawasan global dalam upaya
Pendidikan kewarganearaan senantiasa menjadi membangun kehidupan manusia yang lebih
pengembang utama dalam meningkatkan sistem beradab. Melalui pendidikan kewarganegaraan
pendidikan nasional agar siap berpartisipasi yang berwawasan global akan menjadikan
menjadi warga negara global. generasai muda mampu berfikir bagaimana bisa
Adanya globalisasi tentu berdampak pada menjadi salah satu bagian dari warga negara
berbagai aspek kehidupan warga negara. Konsep global yang didalamya akan diberikan
warga negara global tentu menjadi isu yang pengetahuan, ketrampilan serta karakter warga
terus berkembang bagi seluruh masyarakat di negara global yang bertanggung jawab. Hal ini
dunia. Warga negara global menutup setiap sebagaimana dijelaskan oleh Osler dan Starkey
warga masyarkat memiliki peran yang sama (dalam Bourke et al., 2012: 163) bahwa
dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai pendidikan kewarganegaraan mencerminkan
warga negara gelobal. Perkembangan pendekatan maksimal yang bertujuan untuk
kewarganegaraan yang diakibatkan adanya memastikan peserta didik siap untuk mengambil
globalisasi tentu akan menjadi tuntutan bersama peran sebagai warga global dewasa dan
danya kesetaraan antar warga negara global bertanggung jawab. Sekaitan dengan hal
dimana kebebasan dan kesetaraan menjadi tersebut Dill, Jeffrey S (2012) juga menjelaskan
tujuan utama. Konsep warga negara global bahwa Pendidikan Kewarganegaraan Global
menjadi hal utama yang diprioritaskan oleh (Global Civic Education) merupakan bentuk
negara-negara di penjuru dunia. reformasi pendidikan yang paling cepat di era
Secara umum masing-masing negara saat ini. Pendidikan Kewarganegaraan global
memiliki perbedaan dalam mengembangkan dan dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang
menjalankan tugas sebagai warga negara di dapat menyiapkan warga negara global untuk
masing-masing negara. Warga negara memiliki bisa memahami berbagai permasalahan global.
tugas dan tanggung jawab untuk bisa Melalui Pendidikan Kewarganegaraan
menjalankan tugasnya sebagai warga negara diharapkan dapat membutuk kepribadian utama
dengan baik. Namun demikin peran dari warga warga negara muda yang cerdas, baik dan dapat
negara akan mengalami pergeseran secara diadalkan. Untuk bisa membentuk warga negara
mendasar oleh adanya pengembangan sistem global yang cerdas, baik dan dapat diandalkan
globalisasi di setiap aspek kehidupan. Maka dari maka harus memiliki dua sifat yakni sikap yang
itu perlu disiapkan adanya calon warga negara peduli terhadap kondisi masyarakat dan sikap
yang siap menghadapai pergeseran tatanan untuk bisa melakukan perubahan yang lebih
kehidupan bernegara. Dengan demikian baik. Sikap peduli yang dimaksud ini adalah
pendidikan dianggap menjadi lembaga yang bagaimana bisa mengembagkan kemampuan
penting untuk memahamkan konsep-konsep kepedulian tidak hanya pada lingkungan
warga negara global melalu pendidikan masyarakat akan tetapi lebih di tekankan pada
kewarganegaraan di dalam kelas maupaun di konteks masyarakat global. Sedangkan sikap
luar kelas. untuk bisa melakukan perubahan ini merupakan
Melalui konsep Pendidikan hal yang harus dilakukan dalam menuju
Kewarganegaraan global diharapkan warga kebaikan baik di dalam lingkungan masyarkaat
negara mampu belajar secara luas tentang peran bagsa maupun masyarakat secara global karena
warga negara dunia untuk saling bekerjasama melalui perubahan ini akam mejadikan tolak
dan membangun kehidupan dunia bersama-sama ukur majunya perkembangan bangsa dan negara
dalam menyelesaikan berbagai konflik, isu, dan di dunia (Lickona, 2002)
permasalahan lingkungaan atau perubahan iklim Untuk menyiapkan warga negara yang
yang mengancam dunia. Pembelajaran siap menjadi salah satu bagian dari warga negara
Pendidikan Kewarganegaraan berwawasan global tentu diperlukan upaya dan langkah-

43 | Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

langkah strategis agar tercapi target tujuan kemudian di aktualisasikan dalam bentuk kajian
pendidikan global yang berorienasi pada adanya teori baru yang membahas tentang peran
kesamaan dalam menjalankan tugas, hak dan pendidikan kewarganegaraan dalam membangun
kewajiban warga negara secara global. Sehingga warga negara global.
sangat diperlukan adanya pemahaman secara
Data, Intrumen, dan Teknik
mendasar akan pentingnya gagasan pendidikan
Pengumpulan Data
kewarganegaraan global dan peran pendidikan
kewarganegaraan dalam membagun warga Instrumen penelitian yang digunakan
negara global yang memiliki kemampuan untuk dalam penelitian ini adalah observasi, studi
saling menghormati dan menjunjung tinggi literatur dan dokumentasi sedangkan bentuk
nilai-nilai dasar berkehidupan berbangsa dan pengumpulan data dari penelitian ini dengan
benegara scara global.. menganalisis hasil data dari observasi di sekolah
menengah atas khusunya pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraann
METODE serta pendidik. Adapun hasil instrumen dari
studi literarut dan domunetasi di analisis dalam
Jenis Penelitian
bentuk kajian secara teoritis untuk diambil
Penelitian ini termasuk penelitian studi kesimpulan secara umum dan diaktualisasikan
literatur dengan mencari referensi teori yang dalam bentuk konsep pembelajaran.
relefan dengan khasus atau permasalahan yang
Teknik Analisis Data
ditemukan. Referensi teori yang diperoleh
dengan jalan penelitian tudi literatur dijadikan Teknik analisis data yang digunakan
sebagai acuan untuk mengembangakan teori dengan metode analisis diskiptif yakni dengan
konsep baru ketika praktek penelitian di menggambarkan atau menganalisis suatu hasil
lapangan penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat
kesimpulan akan tetapi diaktualisasikan dalam
Waktu dan Tempat Penelitian
bentuk pengembangan teori, implikasi, dan
Penelitian ini dilakukan pada sekolah saran.
menengah atas di Kabupaten Ponorogo di
semester Ganjil pada tahun ajaran 2018/2019.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Subjek Penelitian
Hakikat Warga Negara Global (Global
Subjek penelitian ini terdiri dari Guru
Citizenry)
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan di sekolah menengah atas, Globalisasi di era saat ini tentu membawa
buku referensi tentang Global Civic Education, perkembangan yang sangat signifikan dalam
serta hasil penelitian tentang warga negara berbagai bidang kehidupan manusia. Globalisasi
global dan pendidikan kewarganegaraan global. dapat dimaknai dengan berbagai pemahaman
sedangkan objek dalam penelitian ini adalah tergantung dari sudat mana memahami makna
mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan globalisasi. Banyak perdebatan yang membahas
yang di terapkan di jenjang sekolah menegah tentang adanya dampak globalisasi khusunya
atas. pada negara berkembang. Adanya globalisasi
akan menjadikan negara tersebut justru akan
Prosedur
menjadi negara yang kaya semakin kaya, atau
Prosedur dalam penelitian ini dengan justur menjadikan negara yang miskan akan
menganalisis hasil penelitian tentang pendidikan semakian miskin dalam menghadapi era
kewarganegaraan global dan warga negara globalisasi.
global secera teori kemudian direkontruksikan
Adanya globalisasi juga berdampak pada
dengan berbagai teori pembelajaran pada
kondisi sosial kemasyarakatan warga negara.
Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di
kondisi sosial kemasarakatan dalam globalisasi
Sekolah Menengah Atas. Setelah terbentuk
terikat oleh tiga dimensi dalam globalisasi yakni
hipotesis dari rekontruksi pertanyaan penelitian,

Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...| 44


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

ekonomi, politik dan kultural. Globaliasi (dalam Zahabioum, Yousefy,


ekonomi berdampak pada adanya perkembangan Yarmohammadian, Keshtiaray, 2012)
pada berbagai kondisi pasar-pasar ekonomi menyatakan bahwa, “global citizenship is A way
global, perdagangan bebas, dan pertukaran of understanding - how the world works, links
barang dan jasa. Globalisasi politik memiliki between our own lives and those of people
peran pada globaliasi dunia yakni terjadinya throughout the world”. Kewarganegaraan global
dominasi peran organisasi internasional dalam membahas tentang peran dan tanggung jawab
mengatur negara di bawah kendali PBB dan Uni manusi dalam memahami, melihat dan bertindak
Eropa yang mengakibatkan munculnya politik dalam kondisi dunia kerja, serta hubungan antar
Global. Globalisasi kultural merupakan kehidupan manusia secara individu dan warga
perkembangan kondisi sosial masyarakat pada negara di seluruh dunia.
ranah teknologi dan informasi secara global,
Perkembangan warga negara global
model globalisasi ini menjadi konsep
terdapat berbagai kritikan dari beberapa pihak
pemahaman tentang warga negara global
selain adanya yang mendukung tentang konsep
(Melcom waters: 1995).
warga negara global. Dalam hal ini Michael
Konsep warga negara global ini tentu Walzer menjelaskan bahwa dalam memahami
bukan menjadi hal baru. munculnya pemahaman makna warga negara global harus memahami
tentang warga negara global sudah mucul sejak tentang apa warga negera bangsa dan warga
zaman yunani kuno tepatnya pada abad ke 4 negara global. Seorang warga negara global
SM. Munculnya konsepsi akan warga negara tidak bisa diartikan sebagai warga negara global
dunia ini berawa dari ketidak terimaan akan lantaran ada kebutuhan hak dan kewajiban yang
kesetian publik warga negara yang dikemukakan harus dipenui dari warga negara bangsa. Oleh
oleh salah satu filsuf Diogenes. Kemudian karena konsepsi tentang warga negara dunia
Linklater (2002) menyatakan adanya gogasan hurus diperhitungkan secara matang kalau tidak
tersubut menjadi rujukan untuk mengkritisi hal ini justru malah akan menjadi alat politik
negara terkait adanya bentuk kedaulatan secara yang dibalut dalam makna secara unviersal. Hal
universal. Dengan tujuan dapat mewujudkan ini harus bisa disikapi dengan bijak bahwa
kehidupan warga negara dunia yang adil, konsepsi warga negara dunia akan dijadikan
makmur dan damai. sebagai alat kepentingan politik untuk
imprealisme budaya bangsa lain atau malah
Secara umum warga negara global dapat
justur bisa digunakan sebagai tren gerakan
diartikan sebagai pemahaman akan tanggung
secara universal bangsa-bangsa untuk
jawab warga negara untuk memenuhi
mengembankan bentuk solidaritas sosial antar
persyaratan institusional dan kultural demi
umut manusia dalam menyelesaikan
kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat
permasalahan-permasalahan dunia di era
dunia. Menurut Beth salah seorang guru studi
globalisasi demi terwujudnya kehidupan dunia
sosial di Hickory High School (dalam Dill,
yang adil dan damai.
Jeffrey S, 2012) mengungkapkan bahwa warga
negara global adalah seseorang yang berakar Sebagai salah satu komponen dari warga
dalam identitas kebangsaannya, tatapi mereka negara bangsa maka secara umum manusia
memiliki kesadaran yang lebih besar dari pada harus bisa menempatkan posisinya pada tataran
itu yakni menghargai berbagai keberagaman kapan menjadi warga negara bangsa dan kapan
budaya-budaya, sikap toleransi terhadap menjadi warga negara global. Tentu hal ini tidak
keyakinan dan kepercayaan lain serta melihat semata-mata sebagai perwujudan dari paham
berbagai isu-isu global sebagai kajian utama dari tentang warga negara global akan tetapi satu hal
pada batasa-batasan bangsanya sendiri. yang lebih penting yakni bisa menjadi warga
negara yang memiliki perspektif global untuk
Warga negara global menitik beratkan
bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan
pada peran warga negara global dalam
isu-usu global seta konflik-konflik yang terjadi
menjalankan hak dan kewajiban secara global.
(Wahab AA & sapriya, 2011). Dengan demikian
Konsep warga negara global cenderung
perlu adanya persiapan sejak dini agar persepsi
megembangkan istilah dalam kewarganegaraan
ini bisa ditransformasikan melalui pendidikan
global yang dalam hal ini menurut Bringham

45 | Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

yang berkelanjutan di jenjang sekolah baik pendidikan kewarganegaraan merupakan salah


formal maupun non formal. Hal ini bisa satu bidang ke ilmuan yang bersifat
dilakukan pada peserta didik dalam setiap proses multidimensional, hal ini ditinjau dari tinjauan
pembelajaran di dalam kelas maupun di luar pedagogik, menyatakan bahwa pendidikan
kelas. Adapun mata pelajaran yang bisa kewarganegaraan meliputi program kurikuler
menumbuhkan pemahaman dan kemampuan dan aktivitas sosial kultural. Dengan demikian
untuk bisa berpartisipasi dalam permasalahan maka sifat multidimensionalnya dari pendidikan
global yakni Pendidikan Kewarganegaraan kewarganegaraan dapat disikapi sebagai
(Civic Education). pendidikan nilai dan moral, pendidikan
kemasyarakatan, pendidikan kebangsaaan,
Gagasan Pendidikan Kewarganegaraan
pendidikan politik, pendidikan hukum, dan
Global
pendidikan demokrasi.
Pendidikan kewarganegaraan tentu
Konsep warga negara gelobal tentu tidak
menjadi tujuan utama dalam mengembangkan
bisa dilepaskan dari pendidikan
sikap dan keterampilan warga negara dalam
kewarganegaraan hal ini mengingat bahwa
menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga
muatan nilai-nilai dasar warga negara global ada
negara. Warga negara yang memiliki karakter
dan dikembangkan dalam pendidikan
cerdas, terampil dan berkarakter, tentu hal ini
kewarganegaraan. Dengan demikian gagasan
berkaitan dengan amanat pancasila dan Undang-
warga negara gelobal menjadi tujuan utama
undang Dasar 1945. Dalam hal ini Sumantri
dalam pendidikan kewarganegaraan untuk
(2001: 59) menjelaskan bahwa Pendidikan
menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai
Kewarganegaraan dirumuskan sebagai suatu
dasar warga negara dunia yang dijalankan
seleksi dan adaptasi dari lintas disiplin ilmu-
melalu peran akan pelaksanaan akan hak dan
ilmu sosil, ilmu kewarganegaraan, humniora,
kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap
dan kegiatan dasar manusia yang
warga negara dunia.
diorganisasikan dan disajikan secara psikologis
dan ilmuah untuk ikut mencapai salah atau Adanya konsep warga negara global tentu
tujuan pendidikan. Sependapat dengan tidak bisa dipisahkan dengan adanya arus
pendapatnya Sutrisno (2017: 168) bahwa globalisasi yang berkembang saat ini.
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan Persamaan hak dan kewajiban warga negara
pendidikan yang berfungsi untuk membangun dalam mejalankan tugas dan kewajiban sebagai
kesadaran warga negara dalam menjalankan hak warga negara yang tidak di batasi oleh wilayah
dan kewajiban sebagai warga negara dalam teritorial negara merupakan konsep dasar warga
upaya membentuk identitas terhadap warga negara global (Gerzon, 2010: 78). Berbagai
negara bagi suatu bangsa. fonomena permasalahan global tentang warga
negara menuntut adanya penyelesaian secara
Pendidikan kewarganegaraan berupaya
bersama yang diataru dalam peraturan hukum
membentuk warga negara yang cerdas dan baik
secara jelas atas dasar persamamaan sebagai
sebagai warga negara hal ini sebagimana di
salah satu warga dunia. Bentuk kerjasa sama
jelaskan David Kerr dalam Winarno Citizenship
dalam berpartisipasi warga negara global
education dalam arti luas ialah “proces to
merupakan contoh positif warga negara dalam
encompass the preparation of young people for
upaya membangun tatanan dunia Internasional
their roles and responibilities as citizen and in
yang baik. Warga negara dalam prespekif global
particular, the role of education (through
akan selalu menjunjung nilai-nilai dasar
schooling, teaching, and learning) in that
keadilan, kemanusian, kepedulian dalam bentuk
prepatory process.” Dalam pengertian tersebut
satu kesatuan masyarakat global.
dikatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan
memiliki arti khusus sebagai proses pendidikan Warga negara global memiliki peran
yang diwujudkan guna menyiapkan generasi penting dalam mejadikan seluruh bangsa-bangsa
mudanya akan hak-hak, peran maupun di berbagai negara memiliki rasa persatuan dan
tanggungjawabnya sebagai warga negara kesatuan dalam membangun dunia yang lebih
(Winarno, 2013: 5). Dalam kajian sosial baik. Rasa persatuan dan kesatuan akan muncul

Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...| 46


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

dengan adanya permasalahan-permasalahan menjadi acuan setiap warga negara agar mampu
global. Hater (2004) menyatakan bahwa tingkat berkontribusi dalam mejunjung tinggi nilai
persatuan dan kesatuan berbagai bangsa akan persatuan dan kesatuan yang diatur dalam
terbentuk manakala ada permasalahan yang konsep berperikemusian yang adil dan beradab.
mencakup kepentingan umum yang
Persepsi akan waraga negara global dalam
berhubungan dengan hak dan kewajiban warga
pendidikan kewarganegaraan akan menjadi
negara globel yang pada akhirnya akan
pedoman warga negara untuk bisa berpartisipasi
mempengarui orang-orang untuk
menyelesaiakan permasalahan-permasalahan
mendeklarasikan diri sebagai salah satu bagian
global yang terjadi. Bentuk partisipasi seperti ini
dari warga negara global sebagai kekuatan untuk
yang akan dijadikan acuan dalam pendidikan
menigkatkan kepentingan secara global.
kewarganegaraan di setiap negara. Melalu
Pendidikan kewarganegaraan global pada pendidikan kewarganegaraan secara global
dasarnya memiliki tujuan yang sangat baik diharapkan mampu menjadikan warga negara
untuk menciptakan adanya persamaan persepsi menyiapkan diri untuk bisa berpartisipasi aktif
akan adanya tugas, hak dan kewajiban warga dan berkerjasama dalam membangun tata
negara dalam menjalankan tugas menjadi warga kehidupan dunia Internasional yang selalu
negara yang baik dan tidak mebedakan adanya berlandaskan akan nilai-nilai nasionalisme. Hal
persamaan ras, suku, budaya, agama maupun tersebut tentu sebagimana dijelaskan oleh Cogen
kelompok yang sama-sama memiliki hak asasi. (1998:2-3) bahwa Pendidikan kewarganegaraan
Dengan demikian tidak adanya perbedaan antara global memiliki beberapa komponen pokok
warga negara satu dengan warga negara yang yaitu “the enjoyment of certains rights: the
lain. Pembedanya hanya terletak pada hak dasar fulfilment of corresponding obligations: a
yang melekat pada negara dimana dia tinggal. degree of interst and involvement in public
Hal ini inilah yang secara umum disebut dengan affairs and an acceptance of basic societal
kesamaan hak diantar seluruh umat manusia. values”. Komponen ini akan menjadi dasar
Sebagaiman dijelaskan oleh Linklater, A (2002: kepribadian bangsa dalam membentuk warga
325) bahwa pendidikan kewarganegaraan global negara global yang tetap berlandaskan akan
akan menjadi lebih bermakna apabila hak dan nilai-nilai nasionalisme negara dan menjunjung
kewajiban warga negara secara global dapat tinggi adanya rasa persatuan dan kesatuan warga
disatukan dalam bentuk hukum yang diatur negara secara gelobal untuk membagun
secara Internasioal. Dengan catatan setiap warga kehidupan internasional yang berkemajuan.
negara mampu memiliki persamaan rasa
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam
persatuan dan kesatuan dalam menyelesaiakan
Membangun Warga Negara Global
dan menjaga kestabilan internasional secara
bersama-sama dan tidak membedakan adanya Pendidikan Kewarganegaraan secara
perbedaan yang ada. umum memberi kontribusi yang sangat besar
untuk menyelesaikan berbagai permasalah
Gagasan akan kewarganegaraan global
global. Pada dasarnya manusia akan selalu
tentu menjadi satu alternatif untuk menyatukan
berhubungan satu sama lain, karena pada
persepsi akan penyelesaian setiap permasalahan
hakikatnya manusia bisa diartikan sebagai
Internasional baik dari aspek bindang ekonomi,
makhluk sosial yang selalu membutuhkan
politik, kesehatan, bahkan lingkunga hidup yang
bantuan orang lain. Begitupun konsep warga
pada faktanya secara terus menurus mengancam
negara bangsa, setiap negara memiliki
adanya kestabilan internasional di berbagai
permasalahan secara universal tentang negara
negara. Dengan demikian warga negara global
dan bansa, yang tentu dalam hal ini
harus dituntut untuk bisa berpartisipasi secara
membutuhkan bantuan dan kerjasama dari
aktif. Konsep nilai-nilai dasar dalam
bangsa dan negara lain di dunia. maka dari itu
perkembangan sosial kebudayaan suatu negara
konsepsi Pendidikan Kewarganegaraan muncul
tidak bisa hilang karena adanya bentuk
untuk memberikan pengalaman dan pendidikan
persamaan persepsi sebagai salah satu bagian
bagi warga negara muda di berbagai negara
dari warga negara global. Akan tetapi persepsi
untuk bisa menyelesaikan permasalahan-
akan persamaan warga negara global akan
permasalahan global dan bisa bekerjama untuk

47 | Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

membangun warga negara global melalu proses Melalui Pendidikan Kewarganegaraan


pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan diharapkan dapat membutuk kepribadian utama
Kewarganegaraan baik di lingkup pendidikan warga negara muda yang cerdas, baik dan dapat
formal, nonformal maupun informal diadalkan. Untuk bisa membentuk warga negara
global yang cerdas, baik dan dapat diandalkan
Pendidikan Kewarganegaraan secara
maka harus memiliki dua sifat yakni sikap yang
umum memberikan kontribusi untuk membina
peduli terhadap kondisi masyarakat dan sikap
dan mengembangkan karakter warga negara
untuk bisa melakukan perubahan yang lebih
yang cerdas dan baik. Hal tersebut tentu sudah
baik. Sikap peduli yang dimaksud ini adalah
menjadi bagian dari ide, instrumentasi dan
bagaimana bisa mengembagkan kemampuan
praksis dalam pendidikan nasional di Indonesia,
kepedulian tidak hanya pada lingkungan
sebagaimana dijelaskan oleh Winataputra (2015)
masyarakat akan tetapi lebih di tekankan pada
bahwa keberadaannya sudah terwujud dalam
konteks masyarakat global. Sedangkan sikap
lima status yakni pertama, sebagai mata
untuk bisa melakukan perubahan ini merupakan
pelajaran yang di kembangkan dan ada pada
hal yang harus dilakukan dalam menuju
kurikulum sekolah. Kedua, masuk pada ranah
kebaikan baik di dalam lingkungan masyarkaat
program mata kuliah wajib (MKU) di kurikulum
bagsa maupun masyarakat secara global karena
perguruan tinggi. Ketiga, masuk pada ranah
melalui perubahan ini akam mejadikan tolak
cabang pendidikan disiplin ilmu sosial dalam
ukur majunya perkembangan bangsa dan negara
kerangka program pendidikan guru yang dibina
di dunia (Lickona, 2013). Tentu sikap seperti ini
dan dikembangkan oleh lembaga program studi
dapat dibentuk dengan proses pendidikan dan
Pendidikan Kewarganegaraan pada lembaga
pembelajaran khususnya pada mata pelajaran
pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
Pendidikan Kewaarganegaraan. Proses
Keempat, masuk pada ranah program
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bisa
pendidikan politik yang dikemas dalam
menggunakan berbagai pendekatan, strategi,
penataran P4 di era tahun 1970-1990-an atau
model, media, dan sumber belajar yang mampu
bentuk sejenisnya yang dikelola dan di
mengajarkan pada peserta didik, khusunya pada
kembangkan serta di atur oleh Pemerintah.
tarap kemampuan pengembangan sikap,
Kelima, sebagai kerangka konseptual, dalam
pengetahuan dan keterampilan tentang rasa
bentuk pemikiran individual atau kelompok
kepedulian antar umat manusia di dunia sebagai
pakar terkait yang di kembangkan sebagai
salah satu bagian dari warga negara global.
landasan dan kerangka berfikir tentang
pendidikan kewarganegaraan. Agar Pendidikan Kewarganegaraan ini
mampu membangun warga negara global yang
Pendidikan kewarganegaraan merupakan
memiliki kemamuan untuk dapat berpartisipasi
pendidikan yang bisa mengarahkan
dalam masyarakat global maka ada beberapa
pembentukan watak dan peserta didik untuk
peran yang bisa dilakukan. Pertama. Pendidik
memiliki kesadaran sebagai salah satu warga
harus bisa meningkatkan kemampuan sikap,
negara global. Pendidikan Kewaarganegaraan
pengetahuan dan keterampilan peserta didik
tentu menjadi pilihan untuk melatih sikap,
secara universal. Sebagaimana dijelaskan oleh
pengetahuan dan keterampilan warga negara
Dill, Jeffery (2012) bahwa pendidik/guru di
untuk bisa berpartisipasa dalam menyelesaiakn
abad ke-21 sedang berusaha untuk membuat
permasalahan, konflik, dan isu-isu global yang
peserta didiknya masuk dalam warga negara
terjadi melalui pola pembelajaran yang
global. Adapun kemampuan tersebut di bisa
diterapkan. Sekait dengan hal tersebut Dill,
diterapkan melalui pengembangan kompetensi
Jeffrey S (2012) menjelaskan bahwa Pendidikan
peserta didik tentang kesadaran hidup dalam
Kewarganegaraan Global (Global Civic
dunia yang lebih adil, toleran dan damai.
Education) merupakan bentuk reformasi
Kompetensi ini menurut Richard Remy (dikutip
pendidikan yang paling cepat di era saat ini.
dalam Wahab AA dan Sapriya, 2011) dapat
Pendidikan Kewarganegaraan global dianggap
dikembangkan melalui beberapa prosedur yang
sebagai salah satu mata pelajaran yang dapat
meliputi, “1) Acquiring and Using Information,
menyiapkan warga negara global untuk bisa
2) Assessing Involvement, 3) Making Decision,
memahami berbagai permasalahan global.

Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...| 48


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

4) Making Judgement, 5) Communication 6) Pendidikan Kewarganegaraan tentu


Cooperating 7) Promoting Interest”. menjadi poros utama dalam menyiapkan warga
negara global di era globalisasi yang terus
Sedangkan peran kedua yakni penguatan
berkembang. Warga negara global memiliki
nilai-nilai komitmen moral serta empati diluar
beberapa karakteristik yang harus nampak, dan
kepentingan individu dan kelompok. Penguatan
hal ini harus disapkan pada setiap proses
nilai moral dan empati diluar kepentingan
pembelajaran pada Pendidikan
individu dan kelompok ini merupakan kunci
Kewarganegaraan. Karakteristik tersebut
utama dalam padangan konsep warga negara
menurut John C. Cogan, (1999) terdiri dari
global. artinya warga negara dituntut untuk
beberapa kemampuan yakni 1) Kemampuan
meminimalisir adanya kepentingan pribadi atau
mengenal dan mendekati masalah sebagai warga
kelompok di atas kepentingan secara umum.
masyarakat global, 2) Kemampuan bekerjasama
Maka dari itu sangat dipelukan adanya
dengan orang lain dan memikul tanggung jawab
pemahamn secara umum bagi warga negara
atas peran atau kewajibannya dalammasyarakat,
muda khususnya pada jenjang pendidikan
3) Kemampuan untuk memahami, menerima,
kewarganegaraan untuk bisa meingkatkan
dan menghormati perbedaan-perbedaan budaya,
kemampuan sikap, pengetahuan dan
4) Kemampuan berpikir kritis dan sistematism
keterampilan warga negara yang menurut
5) Kemampuan menyelesaikan konflik dengan
Merryfield (dikutif dalam Surya Dharma, 2016)
cara damai tanpa kekerasan, 6) Kemampuan
meliputi 1) menjunjung tinggi nilai
mengubah gaya hidup dan pola makanan pokok
keberegaman dalam setiap proses pembelajaran,
yang sudah biasa guna melindungi lingkungan,
2) menumbuhkan persepsi akan pentingnya
7) Kemampuan untuk memiliki kepekaan
ikatan sosial antar masyarakat yakni dunia
terhadap dan mempertahankan hak asasi
merupakan satu kesatuan yang saling
manusia (seperti hak kaum wanita, minoritas
ketergantungan dan terikat satu sama lain, 3)
etnis, dsb), 8) Kemapuan dan kemampuan
hubungan antar manusia yang selalu di
berpartisipasi dalam kehidupan politik pada
pengaruhi adanya hubungan dan organisasi
tingkatan pemerintahan lokal, nasional, dan
global di berbagai dunia.
internasional.
Peran tersebut tentu harus di dukung
Karakterisitk warga negara global inilah
dengan mekanisme dan proses pembelajaran
yang harus terus dikembangkan dan
yang terintegrasi. Integrasi ini bisa diterapkan
ditingkatkan pada setiap proses pembelajaran
melalui konsep pendekatan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di berbagai
(learing approach) strategi (teaching strategy)
jenjang pendidikan, sehingga akan mempu
dan model pembelajaran (model of teaching).
menyiapkan calon warga negara global yang
Ketiga konsep integrasi pembelajaran dapat
dapat berpartisipasi secara global dalam
dikembangkan dalam bentuk pendidikan otentik.
menyelesaikan berbagai permasalahan, konflik
Pendidikan otentik merupakan bentuk
dan isu-isu global secara bersama sabagai salah
pendidikan yang menerapkan psikologi
satu kewajiban warga negara global. Maka akan
humanistik yang menekankan pada pendidikan
terciptanya tatanan kehidupan kemanusiaan
untuk membangun manusia seutuhnya.
yang beradab adil dan makmur dalam lingkup
Pendidikan otentik menurut Gulikers, Bastiaen
masyarakat global.
dan kirchner (dikutip dalam Winataputra, 2015:
395) menjelaskan bahwa “authentic education
dengan menempatkan konsep authentic learing,
authentic instruction, and authentic assessment
dalam paradikma authentic education”. SIMPULAN DAN SARAN
Pendidikan otentik menekankan pada proses
Simpulan
pengajaran yang menitik beratkan pada
keterhubungan antara pembelajaran, proses Pendidikan Kewarganegaraan dapat
belajar dan penilaian hasil belajar secara membangun konsep warga negara global apabila
keseluruhan. proses pembelajaran yang dilakukan perorientasi
pada pengembangan kemampuan sikap,
pengetahuan dan keterampilan dalam

49 | Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

menyelesaikan berbagai permasalah, konflik dan Dill Jefferey, S. (2012). The Moral
isu-isu global berbasis pendidikan otentik Education of Global Citizenship.
dengan penerapan strategi, pendekatan dan Global Sociaty. pp. 541-456. DOI:
model pembelajaran yang terintegrasi. Hal 10.1007/s12115-012-9599-8.
tersebut merupakan salah satu bentuk
pengamalan nilai-nilai dasar proses
Gerzon, M. (2010). American Citizen,
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
untuk membagun karakter warga negara global Global Citizen: How Expanding Our
yang baik cerdas dan dapat diandalkan.. Identities Makes Us Safer, Stronger,
Wiser, And Builds a Batter World.
Saran United State of America: Library of
Pembentukan pendidikan Congres Cataloging.
kewarganegaraan global tentu harus dilakukan Book@SpiritScoper.com
sejak dini namun demikian pada jenjang sekolah
menengah atas merupakan bentuk proses Hater. (2004). A. Brief History of
pembelajaran ideal untuk menerapkan porses Citizenship. Pp. 105-113. Word
pembelajaran pendidikan kewarganegaraan
Citizenship. Edinburgh University
global karena pada jenjang sekolah menengah
atas peserta didik mampu mengapresiasikan
Press
tingkat kemampuan kongnitif, efektif dan
psikomotorik secara maksimal. Agar Pendidikan Lickona T. (2002). Education For
Kewarganegaraan ini mampu membangun Character: Mendidikkn untuk
warga negara global yang dapat berpartisipasi Membentuk Karakter: Bagaimana
dalam masyarakat global dalam menyelesaikan Sekolah dapat Mengajarkan Sikap
berbagai permasalahan lingkungan global maka Hormat dan Tanggung Jawab.
Pendidik harus bisa meningkatkan kemampuan Jakarta: Bumi Aksara.
sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta
didik secara universal. Adapun kemampuan Linkalter, A. (2002). “Cosmopolitin
tersebut bisa diterapkan melalui pengembangan
Citizenship” pp. 317-331 in Isin, F. E
kompetensi peserta didik tentang kesadaran
hidup dalam dunia yang lebih adil, toleran dan
and B.S. Turner. Handbook of
damai Ctitizenship. London: SAGE
Publication

DAFTAR PUSTAKA Muhammad Syaifudin & Agus Satmoko.


(2014). Kontribusi Pendidikan
Banks, J. A. 2008. “Diversity, Group
Pancasila dan Kewarganegaraan
Identity, and Citizenship Education in
A Global Age”, dalam Educational (PPKn) dalam Pembentukan Perilaku
Researcher, 37 (3), hlm. 129-139 siswa SMA Negari 19 Surabaya.
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Volume 2 Nomor 2.
Bourke, L., Bamber, P., dan Lyons, M.
2012. “Global Citizens: Who Are
Republik Indonesia. (2013). Peraturan
They?”, dalam Education, Citizenship
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013
and Social Justice, 7 (2), hlm. 161-174
Tentang Tujuan Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan.
Cogan, I. J, (1999). Developing the Civil
Society: The Role of Civic Education.
Shahla Zahabioun, Alireza Yousefy,
Bandung: CICED
Mohammad H Yarmohammadian &
Narges Keshtiaray. (2013). Global

Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...| 50


Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 1 April 2018, hal 41-51
Avaliable online at : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/Citizenship
Print ISSN: 2302-433X Online ISSN : 2579-5740

Citizenship Education and Its Sekolah Menengah Atas. Harmoni


Implications for Curriculum Goals at Sosial: Jurnal Pendidikan IPS. 4(1),
the Age of Globalization. pp. 55-66. DOI:
International Education Studies. 10.21831/hsjpi.v4i1.9789
pp.195-206. DOI:
10.5539/ies.v6n1p195 Syarbaini, Syahrial, dkk. 2006. Membangun
Karakter dan Kepribadian melalui
Suemantri. 2001. Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan.
Kewarganegaraan. Jakarta: PT. Bumi Jakarta : UIEU – University Press
Aksara.
Udin S. Winataputra. (2015). Pendidikan
Sutrisno. (2017). Implementasi pendidikan Kewarganegaraan Refleksi Historis
antikorupsi pada mata pelajaran PPKn Epistimologi dan Rekonstruksi untuk
berbasis project citizen di Sekolah Masa Depan. Banten: Universitas
Menengah Atas. Jurnal Civics, 14 (2), Terbuka.
pp. 166-175. DOI: Wahab, AA dan Sapriya. (2011). Teori dan
10.21831/civics.v14i2.15664 Landasan Pendidikan
Kewarganegaraan. Bandung:
Surya Dharma. (2016). Teori Sosial dan Alfabeta.
Kewarganegaraan. Bandung: Widya
Aksara Press Waters, Malcolm. (1995). Globalization.
London: Routladge
Sutrisno & Murdiono. (2017).
Pengembangan Modul Pendidikan Winarno. (2013). Pembelajaran Pendidikan
Anti Korupsi Pada Mata Pelajaran Kewarganegaraan: Isi, Strategi, dan
Pendidikan Pancasila Dan Penilaian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kewarganegaraan Untuk Kelas X

51 | Sutrisno, Peran Pendidikan Kewarganegaraan ...