Anda di halaman 1dari 4

BIBLICAL FAMILY DISCIPLESHIP

=M O T I V A T E=

“As the family goes, so goes the nation and so goes the whole world in which we live. “
(Sebagaimana keluarga hidup, demikian halnya Bangsa dan seluruh dunia juga hidup.) – Pope John Paul II /
Zig Ziglar.

Pemuridan pertama kali seharusnya berlangsung dalam sebuah lembaga pertama yang dimiliki oleh
manusia yaitu Keluarga. Dan dari lingkup yang kecil inilah kita dapat merubah lingkup yang lebih besar
seperti kota dan bangsa. Bagaimanapun sebuah perubahan haruslah diawali dari diri sendiri, apabila kita
ingin merubah keluarga maka terlebih dahulu kita juga harus merubah diri kita sendiri.

Hakim-hakim 2:7-10 menceritakan tentang bagaimana generasi baru itu tumbuh, ketika tidak ada orang
yang “mewariskan” sesuatu yang baik maka akan tumbuh juga generasi yang tidak baik. Demikianlah
pengenalan akan Allah, harus diwariskan dari generasi kepada generasi.
Seorang anak tidak akan secara “otomatis” mengenal Tuhan dengan sendirinya, melainkan harus ada
“orang yang membangun dan mendelegasikan” kepada anak tersebut.

8 rahasia Pemuridan dalam Keluarga yang Alkitabiah : M O T I V A T E


M - Modelling / Teladan
O - Open Communication / Komunikasi yang Terbuka
T - Time / Waktu
I - Intimacy / Keintiman
V - Vision / Visi
A - Affirmation / Penegasan
T - Training / Pelatihan
E - Entrust / Mempercayakan

M - Modelling
Bagaimana mempengaruhi orang lain untuk menjadi sama seperti Kristus ? salah satu caranya adalah
dengan menjadi teladan bagi mereka.
Modelling bukanlah mengenai kesempurnaan (perfection) tapi lebih tentang keaslian (authenticity). Jadilah
100% atau sepenuhnya atau seutuhnya diri kita, karna itulah yang Tuhan minta. Menjadi teladan yang baik
sekalipun terkadang masih melakukan kesalahan tapi tidak berhenti untuk belajar dan berubah kea rah
yang baik seperti yang Tuhan minta (Christlikeness). Demikianlah pemuridanitu seharusnya berjalan antara
murid dengan pemurid dalam proses pemuridan.

Seorang anak akan meniru kita apa adanya, entah itu hal baik ataupun hal buruk, dan mereka memiliki
kecenderungan untuk meniru (copy) daripada mendengarkan (listen); jadi memuridkan yang baik adalah
dengan memberi mereka teladan bukan hanya sekedar ajaran dan perintah. Values are cought not tought
(Nilai itu ditangkap bukan diajarkan).

O – Open Communication
“The more you communicate, the more you can understand and influence others.”
Yakobus 1:19-20. Dibutuhkan rasa aman dan bebas untuk dapat berkomunikasi dengan hati. Mari belajar
untuk mendengar terlebih dahulu supaya mengerti sebelum kita menyampaikan untuk dimengerti.
Mendengar adalah salah satu kunci dalam open communication, dan kurangilah reaksi yang berlebihan
terhadap apa yang kita dengar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi pendengar yang
baik :
- Berikan perhatian penuh
- Tanyakan apabila ada yang kurang jelas dari apa yang didengar
- Dengarkan seruan hati mereka
- Janganlah bereaksi ataupun berteriak
- Bagikan pengalaman pribadimu dan perjuanganmu terhadap masalah yang sama yang sedang
mereka hadapi
Jadilah pendengar yang baik dan mampu mengerti sampai kedalaman hati untuk dapat menyampaikan apa
yang Tuhan ingin sampaikan.

T – Time
Banyak orang salah dalam memaknai Pelayanan, mereka berpikir bahwa pelayanan adalah sesuatu yang di
luar rumah, sebenarnya pelayanan pertama yang harus kita lakukan adalah dalam keluarga kita. Dan
pelayanan dalam keluarga adalah dengan memberikan prioritas waktu kita kepada keluarga. Semakin
banyak waktu yang kita habiskan bersama keluarga maka semakin besar jugalah kita dapat mempengaruhi
keluarga kita.

Anak-anak mengenali KASIH dengan WAKTU (Love = Time). Berikan waktu kepada anak-anak kita, muridkan
mereka sesuai dengan Firman Tuhan supaya mereka tidak dimuridkan dunia, karna dengan demikian kita
dapat melayani Tuhan dalam keluarga kita.

Waktu adalah investasi. Jadilah orang yang selalu hadir bagi mereka. Dan temukan momen yang ajaib
(magic moment) itu. Momen ajaib adalah waktu-waktu saat mereka terbuka kepada Anda; waktu-waktu
saat mereka mengundang Anda ke dalam hidup batiniah mereka.
Aplikas praktis yang dapat kita terapkan antara lain :
- Carilah cara untuk menyingkirkan “jadwal yang tidak perlu”
- Sentuh hati mereka setiap hari
- Libatkan mereka dalam jadwal Anda
- Punyailah waktu makan bersama
- Punyailah waktu bersenang-senang bersama keluarga

Mari kita tangkap magic moment itu! Karna magic momen tidak dapat dibuat atau direncanakan, dapat
terjadi kapan saja dan dimana saja, dan hanya dengan menghabiskan semakin banyak waktu bersama akan
memperbesar peluang kita untuk dapat menangkap magic moment.

I – Intimacy
Hukum dari Keintiman adalah Kesebandingan (Proportionate); semakin dekat sebuah relasi/hubungan
maka semakin besar pengaruh. Hubungan biologis tidak dapat menjamin hubungan yang baik. Semakin
anak-anak dekat denga orang tuanya, semakin kurang mereka dipengaruhi oleh teman-teman mereka.
1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Ada satu prinsip tentang pemulihan hubungan dan ini dapat disebut sebagai bagaimana mengatasi konflik :
- Rendahkan diri untuk memperbaiki hubungan
- Mengambil inisiatif
- Memaafkan
- Meminta pengampunan
- Tanyakan bagaimana untuk memperbaiki diri

Tanyakan tiga pertanyaan berikut kepada orang dekat untuk memulihkan konflik dengan mereka:
1. bagaimana saya bisa memperbaiki diri?
2. Bagaimana saya sudah melukai kamu?
3. Maukah kau memaafkan aku?
Dengarkan apapun yang mereka sampaikan dan jangan pernah defence ataupun memaksa sebuah
jawaban! Ulangi sesering mungkin dengan orang-orang yang ingin anda bangun keintimannya dengan anda.

V – Vision
Hubungan dengan Bapak itu PENTING !
Amsal 29:18, Efesus 2:10. Sebagi seorang pemimpin kita harus berani mengambil tanggung jawab, jangan
kita menyalahkan orang lain untuk sesuatu yang harusnya kita kerjakan.
Visi memberikan ARAH, tanpa visi maka binasalah sebuah bangsa. Visi adalah gambaran atas apa yang kita
inginkan kelak, dan penting bagi kita sebagai pemimpin untuk membagikan visi kepada anak kita ataupun
kepada orang yang kita pimpin.

Tuhan menciptakan kita sebagai karya tanganNya, sebuah Maha Karya dari Allah dan sebuah masterpiece
itu tidak memiliki tiruan/duplikasinya; demikian jugalah dengan anak-anak kita. Tuhan punya rencana atas
setiap maha karyaNya dan itu sangat special.

Semakin jelas dan luar biasanya sebuah visi maka semakin luar biasa pulalah motivasinya. Visi itu
menginspirasi. Dan karna visilah dimungkinkan evaluasi hati dan hidup untuk membantu kita mengadakan
pengembangan. Dan visi jugalah yang memberikan pengaruh pada pilihan-pilihan yang kita buat saat ini.
Semua pilihan tentunya memiliki sebuah konsekuensi; mereka bebas untuk memilih tetapi tidak terbebas
lari dari konsekuensi yang ditimbulkan dari pilihan yang mereka buat.

Bagaimana kita memilih hidup kita hari ini akan mempengaruhi masa depan, hal ini harus kita ajarkan juga
kepada anak-anak kita bahwa setiap pilihan yang kita buat memiliki konsekuensinya. Jadi visi itu penting
karna mampu menginspirasi untuk membuat pilihan yang benar.