Anda di halaman 1dari 1

PENGOLAHAN DATA MAGNETIK REDUKSI-PEMODELAN

REDUKSI

Untuk reduksi data magnetic, mula-mula kita mereduksi data ke pole karena data yang kita miliki pada
survey pada daerah dekat dengan khatulistiwa akan menghasilkan data yang bersifat dipole. Maka, kita
reduksi ke kutub (pole) supaya data yang kita miliki menjadi monopole dan lebih mudah untuk
diinterpretasi.

Untuk mereduksi data ke pole, harus diketahui sudut deklinasi dan inklinasi dari daerah penelitian
sebagai input parameter. Kemudian menggunakan software Magpick bisa kita reduksi ke pole untuk
kemudian dimodelkan.

PEMODELAN

Sebelum melakukan pemodelan, kita harus mereduksi data untuk memisahkan antara anomaly local
dengan anomaly regional. Caranya dengan mengkontinuasi data, yaitu seperti melihat data dari tempat
yang lebih tinggi agar terlihat hanya anomaly regionalnya saja. Ketinggian kontinuasi bisa berapa saja
seperti variasi tiap 50meter sampai dirasa anomaly regional yang didapat sudah cukup baik dimana
anomaly local sudah tidak masuk di anomaly regional. Setelah mendapatkan anomaly regional, maka
untuk mendapatkan anomaly local maka dilakukan pengurangan antara anomaly total dengan anomaly
regional yang kemudian akan menghasilkan anomaly local.

Kemudian untuk memodelkan mineralisasi, maka yang dimodelkan adalah hasil slice dari anomaly local,
sedangkan untuk memodelkan struktur besar seperti sesar dominan maka yang idmodelkan adalah hasil
slice dari anomaly regional.

Untuk pemodelan sendiri maka kita cukup membuat atau mengutak-atik sampai grafik antara grafik
calculated pada program Mag2dc dengan grafik anomaly yang ada match/cocok/pas. Perlu diingat, yang
terpenting bukanlah error dan grafik yang pas saja tetapi juga model yang bisa diinterpretasi sesuai
dengan kondisi geologi yang ada. Dan pada pemodelan magnetic, setiap satu body akan manghasilkan
grafik yang seperti dipole pada grafik calculated, tidak seperti pada Grav2dc, jadi perlu diperhatikan
dalam pembuatan grafik agar tidak kesulitan.