Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

Proses Pembuatan Keramik

Dosen Pengampu : Mahmud Basuki, S.T., M.T

Disusun Oleh :

Dyvia Rosa A (1802240001.P )

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

TAHUN 2018
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii


DAFTAR TABEL............................................................................................................. iii
I. Profil Perusahaan ....................................................................................................... 4
II. Bahan Baku dan bahan tambahan ............................................................................... 5
III. Proses Produksi dan Peralatan .................................................................................... 7
IV. Daftar Pustaka ............................................................................................................ 12

ii
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Bahan baku dan bahan tambahan proses pembuatan keramik....................... 5

Tabel 2. Proses Produksi dan Peralatan .......................................................................... 7

iii
I. Profil Perusahaan

PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana) merupakan perusahaan publik yang


didedikasikan untuk memproduksi ubin keramik dengan biaya rendah untuk
melayani segmen pasar menengah-ke bawah secara nasional. Perusahaan yang
mulai beroperasi sejak tahun 1995 ini, berkantor pusat di Jakarta. Produk yang
dijual di bawah merek "Arwana Ceramic Tiles" memiliki produk berkualitas
dengan harga yang kompetitif. Pada tahun 2011 merek ubin keramik baru dengan
kualitas yang lebih baik, yaitu "UNO," diperkenalkan untuk menangkap segmen
pasar menengah-ke atas.

Arwana Citramulia Tbk (ARNA) didirikan dengan nama PT Arwana Citra Mulia
tanggal 22 Februari 1993 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Juli
1995. Kantor pusat ARNA terletak di Sentra Niaga Puri Indah Blok T2 No. 24,
Kembangan, Jakarta Barat 11610, dan pabriknya berlokasi di Jatiuwung,
Tangerang, Banten. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Arwana
Citramulia Tbk, antara lain: PT Suprakreasi Eradinamika (pengendali) (13,97%),
Credit Suisse AG Singapore Trust Account Client Monotena (24,52%) dan Credit
Suisse AG Singapore Trust A/C Client – 2023904000 (9,60%). (Ariffadholi, 2009)

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ARNA


terutama bergerak dalam bidang industri keramik dan menjual hasil produksinya
di dalam negeri. Saat ini, ARNA memiliki 4 anak usaha, 3 diantaranya bergerak di
industri keramik, yakni PT Arwana Nuansakeramik, PT Sinar Karya Duta Abadi
dan PT Arwana Anugerah serta satu lagi bergerak di bidang pemasaran dan
distribusi yaitu PT Primagraha Keramindo. Merek keramik yang dipasarkan
ARNA adalah Arwana Ceramic Tiles, UNO dan UNO DIGI.

Pada tanggal 28 Juni 2001, ARNA memperoleh Pernyataan efektif BAPEPAM-


LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ARNA (IPO) kepada
masyarakat sebanyak 125.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- setiap
saham dengan harga penawaran Rp120,- setiap saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Juli 2001.

4
II. Bahan baku dan bahan tambahan
Bahan baku utama yang digunakan untuk proses pembuatan keramik adalah
sebagai berikut:
Tabel 1. Bahan baku dan bahan tambahan proses pembuatan keramik

No Nama Bahan

Material Plastis (Clay)


1.
Silica Sand
2.
Dolomit
3.
Water glass (Na2SO3)
4.
Air
5.
Pigmen
6.

1. Material Plastis (Clay)


Material Plastis berupa clay terdiri dari dua macam yaitu BJ2 dan MG2. Clay
merupakan suatu tanah yang berbentuk tanah liat dengan struktur kimia
Al2O3.2SiO3. Clay digunakan untuk pembuatan keramik yaitu terdiri dari
beberapa macam, berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi:
a. Plasticity
Sifat semacam ini muncul karena adanya perbedaan dasar atau besar dan
kecilnya molekul penyusun clay itu sendiri. Sifat ini terdiri dari tiga
bagian antara lain:
 Plastis
 SemiPlastis
 Non Plastis
b. Warna Clay
Adanya warna clay ini disebabkan karena adanya perbedaan unsur logam
yang terkandung di dalamnya, antara lain:
 Merah
 Putih

5
 Abu-abu
2. Silica Sand
Silica Sand atau pasir silica sering disebut juga dengan pasir kuarsa yang
merupakan bagian untuk penguat keramik agar keramik lebih keras dan kuat.
Silica Sand juga berfungsi untuk mengurangi susut dan menurunkan
plastisitas. Silica Sand mempunyai komposisi yang cukup besar dalam
pembuatan sebuah badan keramik karena pada pembakaran Silica Sand
dengan kapur akan menghasilkan suatu kerangka atau badan yang
mempunyai titk lebur yang tinggi. Silica Sand mempunyai struktur kimia
SiO2. (Surdia, 2005)
3. Dolomit
Dolomit merupakan suatu batu-batuan dari pegunungan kapur yang telah
mengalami metamorfosis dari segi morfologinya. Dolomit mempunyai struktur
kimia CaCo3.MgCo3.
Selain dari bahan-bahan yang disebutkan diatas, terdapat juga bahan baku
pembantu yang digunakan dalam pembuatan keramik, antara lain:
 Water glass (Na2SiO3)
Water glass merupakan bahan pengencer yang berfungsi untuk
mengencerkan clay.
 Air
 Pigmen/ Stain

6
III. Proses Produksi dan Peralatan
Proses pembuatan keramik terdiri dari dua macam yaitu proses untuk
keramik Single Firing dan Double Firing. Untuk proses produksi Double Firing
terdiri dari tujuh proses yaitu: Body Preparation, Pressing, Biscuit Firing, Glaze
Preparation, Glaze Application, Glost Firing, Sorting & Packing.
Tabel 2. Proses Produksi dan Peralatan
No Proses Alat

1. Body Preparation Turbo Blunger, MTC, Spray Drier

2. Pressing Fiter Press

3. Proses Finishing Kompensator, Kiln

4. Pembakaran Tungku/ furnace

A. Body Preparation
Body Preparation adalah proses paling awal dari proses pembuatan
keramik. Dalam proses ini terjadi beberapa proses lagi yang mengolah bahan
baku mentah menjadi powder yang merupakan bahan baku dari keramik.
Bahan baku mentah disini berupa beberapa material yang kemudian diolah
menjadi adonan seperti bubur yang disebut sebagai slip. Dalam proses body
preparation ini juga dipakai sejumlah mesin untuk pembuatannya yaitu mesin
grinding, miling, dan drier.
 Turbo Blunger
Turbo Blunger adalah suatu mesin untuk mencampurkan material plastis
(Clay) dengan bahan baku pembantunya adalah Water Glass dan air. Water
Glass berfungsi untuk mengencerkan clay. Pada mesin ini material diaduk
dan dicampur rata selama ±2jam. Water Glass yang digunakan hanya
sekitar 2,23% dari total volume 14-20 gram/liter. Hasil dari campuran ini
adalah berupa suatu adonan yang disebut clay slip dengan kandungan air
+35%. Clay slip ini disaring terlebih dahulu, dengan saringan MESH 16,
sebelum ditampung di Clay SlipTank yan gada di bawah tanah (kapasitas
18.000 liter). Setelah ditampung di Clay Slip Tank, Clay Slip ini dialirkan
melalui pipa dibantu oleh pompa wellden menuju Miling Time Continous,

7
untuk diolah lagi dan menjadi homogen bersama dengan hard material
yang sudah dihaluskan.
 Miling Time Continous (MTC)
Miling Time Continous adalah suatu alat untuk mencampurkan clay
slip dengan material hard. MTC terdiri dari tiga ruangan dengan dibatasi
oleh ruang diafragma. Tiap-tiap ruangan berisi batu-batu (ballstone)
dengan berbagai ukuran, yang digunakan untuk menghancurkan dan
mengaduk material dan clay slip dengan air. Ruangan pertama terdapat
batu dengan ukuran terbesar dengan diameter 10cm–12 cm. Fungsi dari
batu-batuan ini adalah untuk menghancurkan material yang lebih besar
karena material ini yang masuk pertama. Ruangan yang kedua terdapat
batu-batuan dengan ukuran diameter 4cm–6 cm, memiliki fungsi yang
sama yaitu menghancurkan material-material yang tidak dapat hancur pada
ruangan pertama. Kemudian yang terakhir adalah ruangan yang ketiga
terdapat batu-batuan dengan diameter 2cm–4cm. Pada ruangan ketiga ini
fungsi hanya sebagai penghalus sisa-sisa material yang tidak dapat
seluruhnya hancur diruangan pertama dan kedua. MTC bekerja selama
±2jam untuk sekali proses dengan kapasitas maksimum 20 ton/jam. Hasil
dari proses ini kemudian disebut dengan bodyslip. Body slip ini kemudian
disaring terlebih dahulu dengan saringan pertama 18MESH dan saringan
yang kedua 80 MESH. Setelah itu hasil saringan ini ditampung kedalam
body tank. Untuk saringan 80 MESH terdapat sebanyak 5 buah. Untuk
saringan 18 MESH, residu yang ada dibuang, sedangkan untuk saringan 80
MESH, residu yang ada dimasukkan ke MTC untuk diolah kembali. Body
Slip yang telah disaring dan ditampung kemudian ditransfer dengan
hydraulic pump untuk ditampung di service tank. Sebelum ditampung,
body slip tersebut disaring kembali dengan saringan MESH 80. Body Slip
yang telah ditampung diservice tank dipompa ke atas dengan hydraulic
pump untuk diolah di Spray Drier.
 Spray Drier
Spray Drier adalah alat yang digunakan untuk mengubah body slip
menjadi powder dengan menggunakan proses pengeringan dan

8
pemanasan. Body slip yang telah masuk di spray drier di semprotkan oleh
nozzle yang ada didalam spray drier dengan tekanan 20–30 Bar. Body
slip tadi kemudian dikeringkan dengan suhu 400–600o C dan dengan
panas yang merata. Udara panas yang dihasilkan spray drier adalah ±120
C dan dibuang keatas melalui sebuah cerobong. Setelah keluar dari spray
drier maka body slip tersebut akan berupa powder. Powder yang
dihasilkan ada dua macam yaitu powder satuan besar dan powder satuan
kecil. Sebelum sampai kekonveyor belt, keduanya telah tercampur.
Powder tersebut akan disaring sebanyak tiga kali melalui konveyorbelt
lalu ditampung disilo dan siap untuk proses selanjutnya yaitu proses
Pressing. Silo yang ada di Body Preparation ini untuk silo powdernya ada
10 buah. Stok maksimum dalam1 silo adalah 190.000 m2.
B. Pressing
Proses Pressing merupakan proses yang dilakukan setelah Body
Preparation. Pada dasarnya proses Pressing ini adalah proses yang membuat
biscuittile dari powder yang dihasilkan dari body preparation. Output yang
dihasilkan dari proses ini adalah suatu biscuittile yang disebut greentile.
Green Tileini merupakan bentukan dari suatu powder sehingga kekuatannya
pun masih belum sempurna dikarenakan masih banyak nya kadar air yang
tersimpan didalam tile. Ada dua tahap dalam Proses Pressing, yaitu :
 Proses transfer powder (dari Body Preparation ke Pressing)
Powder ditransfer dari silo powder yang terdapat pada Body Preparation
dengan menggunakan konveyor, menuju proses silo press. Sebelum
ditampung dilakukan penyaringan sebanyak satu kali yaitu saringan 50
Mesh. Setelah itu powder akan ditransfer keplottinggrid dan filler box.
Plottinggrid dan filler box akan bergerak maju mundur untuk mengisi
lowerdie box dengan powder sampai cetakan penuh.
 Proses pressing pada mesin press.
Proses Pressing pada FT4 dilakukan 2 kali yaitu:
 Press untuk membentuk kepadatan dan mengeluarkan udara dalam
lowerdie box pada saat punch turun. Besarnya tekanan yang
diberikan + 30 Bar.

9
 Press 2 merupakan press yang sebenarnya, yaitu dilakukan untuk
memadatkan greentile yang terbentuk sehingga akan lebih kuat.
Tekanan yang diberikan lebih besar dari yang pertama, yaitu sebesar
+280Bar. Besarnya tekanan yang diberikan pada press tergantung
pada besar nya ukuran tile yang akan dibuat. Cetakan biscuit yang
akan digunakan tidak sama dengan ukuran tile yang sebenarnya. Ini
dimaksudkan karena akan terjadi shringkage pada proses
pembakaran. Toleransi yang diberlakukan adalah sebesar 2–3 cm dari
ukuran tile yang sebenarnya.
C. Proses finishing tile
Setelah pada proses pressing dihasilkan greentile yang kemudian akan
dimasukkan ke kompensator, yaitu tempat penampungan sementara sebelum
greentile masuk ke kiln. Dalam perjalanan menujukompensator, greentile
mengalami proses scrapper, yaitu untuk membersihkan sisi-sisi dari green tile
yang masih tajam. Kemudian brushing untuk bagian atas dan bawah juga
untuk membersihkan dari kotoran. Setelah ketiga proses tersebut dilakukan,
kemudian green tile akan di cek terlebih dahulu sebelum masuk ke proses
pembakaran. Pengecekan tersebut dilakukan secara visual yaitu dengan cara
melihat secara kasat mata apakah green tile tersebut cacat atau tidak. Jenis
cacat yang dilihat adalah cacat yang terjadi pada fisik tile dan sudah
mempengaruhi bentuk tile. Pengecekan ini dilakukan setiap 2 jam sekali dan
dilakukan juga pengecekan terhadap ukuran masing-masing sisi dan
ketebalannya. Apabila terjadi penyimpangan yang cukup signifikan dan
terjadi terus-menerus maka Supervisor Pressing berhak untuk menghentikan
proses sementara untuk mengkonfirmasikan ke pihak Body Preparation.
Untuk green tile yang dianggap cacat tidak langsung dibuang tetapi akan
digunakan lagi sebagai powder untuk dipakai pada Body Preparation.
D. Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini
mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat.
Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi.

10
Pada proses pembakaran ini juga terdapat proses pembakaran biskuit.
Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui
pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque)
merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar
pada kisaran suhu 700 – 1000 oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat
suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda keramik
berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan
diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://ariffadholi.blogspot.com/2009/10/industri-keramik.html
https://www.merdeka.com/arwana-citramulia/profil/
http://www.scribd.com/doc/24973211/SIFAT-%E2%80%93-SIFAT-BAHAN-
KERAMIK-ILMU-BAHAN
http://www.scribd.com/doc/32927716/Bab-8-Keramik-Grafit-Dani-Prabowo-
5315077640
Surdia Tata ; Saito Shinroku, Pengetahuan Bahan Teknik, Pradnya Paramita,
Jakarta,
2005.
Van Vlack Lawrence H, Elemen-elemen Ilmu Dan Rekayasa Material, Erlangga,
Jakarta, 2004
Van Vlack Lawrence H, Ilmu Dan Teknologi Bahan, Erlangga, Jakarta, 1995

12