Anda di halaman 1dari 4

Fraktur neck femur adalah salah satu jenis fraktur yang sangat mempengaruhi kualitas

hidup manusia. Pada usia muda sering kali terjadi karena trauma yang cukup besar, dan saat
ini angkanya meningkat dengan pesat karena tingginya angka trauma yang disebabkan oleh
kecelakaan lalu lintas Fraktur leher femur juga dilaporkan sebagai salah satu jenis fraktur
dengan prognosis yang tidak terlalu baik, disebabkan oleh anatomi neck femur itu sendiri,
vaskularisasinya yang cenderung ikut mengalami cedera pada cedera neck femur, serta
letaknya yang intrakapsuler menyebabkan gangguan pada proses penyembuhan tulang
(Sutanto Iwan, 2015).
Pembahasan literatur review lebih menekankan pada intervensi pasca terjadinya fraktur
leher femur . Dalam jurnal ini didapatkan beberapa intervensi atau penanganan untuk
mengatasi fraktur leher femur, Fiksasi eksternal fraktur poros femur adalah
metode yang ideal untuk stabilisasi fraktur , metode ini sangat memuaskan dengan tingkat
komplikasi yang minimal Gianluca Testa , et al (2017) . Tromboprofilaksis dengan
rivaroxaban sebelum operasi juga secara efektif dapat mengurangi risiko DVT pra operasi
untuk pasien dengan fraktur leher femoralis tanpa meningkatkan risiko pendarahan
Qiangqiang L , et al (2017) .
Namun pada penelitian Nicole M Elsey Et al (2017) yang melakukan studi untuk
menilai dampak blokade saraf femoralis dengan blok saraf kutaneus lateral femoralis .
penelitian ini gagal menunjukkan manfaat nyata dari anestesi regional terhadap opioid
intravena secara intraoperatif dan pasca operasi selama perbaikan fraktur poros femur pada
anak anak berbeda dengan intervensi yang dilakukan Qiangqiang L , et al (2017) , populasi
yang relatif heterogen dengan variasi umur, mekanisme cedera, perawatan pasca cedera, dan
lokasi fraktur femoral (proksimal, mid-shaft, atau distal) yang membuat penelitian
bermasalah. Dalam penelitian Shukla R, et al (2017) yang melakukan penelitian
membandingkan penggantian panggul total semen (THR) dengan prostesis bipolar semen
pada fraktur leher femur pada lansia , Semen THR adalah pilihan yang lebih baik
dibandingkan dengan prostesis bipolar semen berdasarkan hasil fungsional jangka pendek
untuk pengelolaan fraktur leher femur pada pasien lanjut usia.
Jui-Jung Yang, et al 2013 melakukan peneltian faktor risiko nonunion pada pasien
dengan fraktur leher femur intrakapsular yang terlantar dan tidak pada tempatnya yang
diobati dengan tiga sekrup bervalensi 7 mm yang dipasang dengan baik, ditempatkan dalam
segitiga atau konfigurasi segitiga terbalik, dengan menggunakan kegagalan fiksasi sebagai
hasil utama Fiksasi sekrup dengan konfigurasi segitiga, fraktur, dan reduksi yang buruk
merupakan faktor risiko nonunion pada fraktur leher femur intracapsular yang diobati dengan
fiksasi dengan beberapa sekrup. Penelitian ini berbanding lurus dengan Chao Chen, et al
(2017) yang memperoleh hasil DHS-BLADE dan sekrup mungkin sama efektifnya dalam hal
patah tulang pasca operasi. Namun, DHS-BLADE memiliki kelebihan dibandingkan sekrup
kompresi cannulated untuk mencegah pemendekan leher femur, migrasi sekrup, dan cut-out.
Mobilisasi dini setelah fraktur leher sangatlah penting untuk menurunkan angka kematian
dan morbiditas.. Laporan menunjukkan teknik ini adalah pilihan tepat untuk mengobati pasca
fraktur Andrew W ,et al (2016).
ANALISIS JURNAL
“TRAUMA MUSKULOSKELETAL (FRAKTUR NECK FEMUR)”
Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Blok 4.1
Critical and Emergency Nursing

Disusun oleh :
Seto Adi Nugroho
4002140074

PROGRAM STUDI STRATA-1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
DHARMA HUSADA BANDUNG
2017