Anda di halaman 1dari 11

PROSEDUR OPERAN SERAH TERIMA SIFT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

356/SPO/PAP/D/AM/I/2018 00 1/1
RSU ALLAM MEDICA
BUMIAYU
Ditetapkan,
Tanggal terbit Direktur,
STANDAR PROSEDUR
14 Januari 2018
OPERASIONAL

dr. H.M. Fatulloh Imammuddin


PENGERTIAN Adalah penerimaan dan penyerahan tanggung jawab kegiatan
yang sudah ada kepada petugas selanjutnya.
TUJUAN Untuk memudahkan kegiatan/ tindakan yang akan dilanjutkan
dari kegiatan sebelumnya.
KEBIJAKAN Rumah Sakit mempunyai kebijakan tentang serah terima setiap
sift mengenai 6 parameter
PROSEDUR 1. Operan dilakukan setiap pergantian sift
2. Operan dilakukan dengan posisi memutar dengan tujuan
semua petugas mengetahu apa saja yang dioperkan dari
kegiatan sebelumnya.
3. Operan- operan yang harus disampaikan :
a. Berdoa diawali dengan basmallah
b. Pelayanan (jumlah pasien, asuhan pasien, komplain
yang ada)
c. Sumber Daya Manusia (kelengkapan petugas saat sift,
mengenai ijin dll)
d. Sarana dan prasarana (kamar, alat-alat yang rusak dan
yang bisa digunakan)
e. Logistik (bahan-bahan habis pakai (kertas-kertas
DRM, lembar resep, lembar penunjang dll)
f. Administrasi (kelengkapan DRM pasien baru,
kelengkapan sensus dan register)
g. Lingkungan (lingkungan aman/ tidak seperti : bocor
dll)
h. Operan terapi, instruksi dokter dan keluhan pasien
secara singkat.
i. Melakukan 6 langkah cuci tangan dan 5 moment cuci
tangan
j. Berdoa diakhiri dengan hamdallah
k. Dilanjutkan dengan keliling ke pasien, meliputi :
a) Setelah masuk ke kamar pasien :
Memperkenalkan yg akan jaga selanjutnya
b) Tindakan-tindakan yang sudah dilakukan (singkat)
c) Tindakan-tindakan yang akan dilakukan / sesuai
program dan intruksi dokter.(singkat)
4. Pada saat operan serah terima pasien berlangsung, maka
yang bertugas memberikan pelayanan kepasien jika ada
bel ataukah ada keluarga pasien yang memerlukan bantuan
adalah perawat pelaksana sebelumnya.
5. Jika pada saat operan berlangsung dan terjadi code blue
maka diserahkan sepenuhnya kepada kepala unit/
penanggung jawab sift untuk menindak lanjuti
6. Jika waktu operan sudah terlewati ada tindakan (rujuk,
mengantar USG, rontgen dll) maka yang melakukan
tindakan tersebut adalah sift selanjutnya.
7. Pada saat operan berlangsung dan dokter visite maka yang
mengikuti visite adalah PJ sift sebelum dan Pelaksana sift
selanjutnya.
Yang melanjutkan operan adalah pelaksana 1 sift
sebelumnya dengan PJ sift selanjutnya.
8. Pada saat operan minimal seminggu 1 kali untuk
mengulang visi, misi, motto dan budaya RS Allam Medica
Bumiayu
9. Pada saat operan minimal seminggu 1 kali untuk mereviuw
spo yang sudah ada (membaca spo-spo yang ada
dikumpulan spo) atau memberikan spo terbaru sesuai
kebijakan Rumah Sakit
10. Sebelum petugas sift sebelumnya pulang, maka kepala unit
wajib mengontrol sampah medis dan non medis terlebih
dahulu, jika ada jenis sampah yang tidak sesuai maka
petugas sift sebelumnya membuang sesuai jenis sampah
masing-masing.
11. Setelah operan serah terima pasien maka kepala unit
masing-masing setiap pagi bertanggungjawab atas
kebersihan (alat-alat kesehatan), keindahan dan
kenyamanan konter keperawatan, tidak ada lagi makanan,
minuman yang ada di area konter keperawatan.
UNIT TERKAIT Semua Unit Keperawatan