Anda di halaman 1dari 3

Sinta Anjelina

161402100
Arsitektur Data

I. Latar Belakang Masalah


Proses laundry secara manual sangat bergantung pada pekerjanya terutama pada penandaan
pakaian customer secara manual, pemisahan / pengelompokan pakaian, penghitungan,
pencarian ratusan pakaian, pelacakan pencucian masih menggunakan catatan tulisan tangan
dan memasukkan data ke dalam computer secara manual. Hal ini sangat kurang efisien dan
efektif. Singkatnya, setiap langkah dari proses pencucian mulai dari memberi label pada
pakaian, mendata pakaian, mengelompokkan pakaian, dan melacak pakaian sampai pakaian
selesai dicuci dan diberikan pada pelanggan masih proses manual. Belum lagi proses ini rentan
terhadap kesalahan (HUMAN ERROR) staff laundry seperti hilang atau tertukarnya pakaian
satu customer dengan customer lain, kesulitan staff mencari pakaian customer yang sesuai dari
sekian banyak pakaian yang ada, satu-satu secara manual, dll.
Oleh karena itu, dengan adanya teknologi IoT yaitu RFID yang mampu mengidentifikasi dan
melacak pakaian secara massal dan real-time melalui jarak sekian meter akan memudahkan,
mempercepat proses laundry dan mengurangi error yang terjadi.

II. Tujuan RFID


- Menghilangkan proses pengecekan pakaian secara manual
- Menghilangkan proses pencarian pakaian secara manual
- Menghilangkan kesalahan peletakan pakaian / kesalahan pengelompokan jenis pakaian
- Mengecek pakaian yang hilang atau terlambat.
- Memberikan visibilitas ke inventori dengan cepat dan mudah
- Mengurangi kerugian
- Memberikan informasi pelanggan detail
- Melacak aktivitas laundry dan siklus cuci

III. Aliran Data dan Arsitektur Data


Gambaran dari Sistem Pengolahan Pencucian Otomatis dengan RFID ini terdiri dari proses
pengambilan, pengantaran, dan pembersihan pakaian yang sama, tetapi tanpa menggunakan
kertas kwitansi ataupun scan barcode pakaian satu per satu. Proses normal mengambil dan
memberikan pakaian tetap sama tetapi ketika memproses pakaian dengan RFID, bukannya
kertas yang di tempelkan ke pakaiannya, tapi tag RFID di lekatkan ke potongan cucian, yang
akan dipindai dan dimasukkan (dilink) ke dalam sistem sesuai dengan informasi pribadi
pelanggan. Pelanggan diberi ID unik untuk mengambil pakaian miliknya nantinya. Tag ini
memakai sistem ID untuk melacak pakaian dari pencucian untuk diambil.
Proses RFID dimulai dengan penandaan pakaian. Tag RFID yang ada di setiap pakaian
menyimpan informasi terkait pakaian itu (seperti: informasi pemilik baju, informasi baju,
informasi transaksi). Pakaian pelanggan yang telah dipasangi tag RFID akan diidentifikasi
menggunakan pembaca RFID yang sama-sama bekerja pada frekuensi 13.56MHz.
Selanjutnya ID yang terdapat di tag tersebut diproses oleh mikrokontroler untuk dikirimkan
ke PC dan disimpan pada database pelanggan dengan tampilan berbasis web ataupun android.
Pada database tersebut, tersimpan beberapa informasi pelanggan. Diantaranya, nama pelanggan,
nomor mobile phone pelanggan, jumlah pakaian pelanggan, dan jenis TAG RFID yang digunakan oleh
pelanggan. Setelah proses pencucian dan pengeringan selesai, pakaian diidentifikasi ulang agar
tidak tertukar dengan pakaian dari pelanggan lainnya serta dibandingkan jumlahnya agar
sesuai dengan identifikasi awal. Setelah dipastikan jumlahnya sesuai sistem akan
mengirimkan notifikasi SMS ke pelanggan untuk menginformasikan bahwa pakaiannya telah
siap diambil. Sistem ini dapat mengidentifikasi pakaian dengan prosentase keberhasilan
pembacaan ID 100%. Waktu yang dibutuhkan sistem dalam mengirimkan notifikasi SMS ke
pelanggan secara rata-rata adalah 30 detik.
IV. Kebutuhan Data

1. Data Customer :
a. Id customer
b. Nama customer
c. No_Hape

2. Data Baju :
a. Id baju
b. Jenis baju
c. Jenis bahan
d. Warna
e. Ukuran

3. Data Transaksi Penyucian


a. Id Transaksi_Pencucian
b. Id tag RFID
c. Id baju
d. Id customer
e. Berat cucian
f. Harga

4. Data RFID :
a. Id tag RFID
b. Jumlah siklus pencucian
c. Jenis noda
d. Instruksi Pencucian
e. Tanggal penerimaan
f. Tanggal pengambilan
g. Jumlah baju