Anda di halaman 1dari 149

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP

PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI


WILAYAH KERJA PUSKEMAS GLUGUR DARAT
MEDAN TAHUN 2017

SKRIPSI

Oleh :
ILHAM DERMAWAN G
NIM. 131000260

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUGUR DARAT
MEDAN TAHUN 2017

Skripsi ini diajukan sebagai


salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh :
ILHAM DERMAWAN G
NIM. 131000260

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “FAKTOR-

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMANFAATAN

PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

GLUGUR DARAT TAHUN 2017” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil

karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau mengutip dengan

cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat

keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko atau sanksi yang

dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap

etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klaim dari pihak lain terhadap keaslian

karya saya ini.

Medan, April 2018


Yang Membuat Pernyataan

Ilham Dermawan G

i
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK

Menurut profil kesehatan kota Medan tahun 2015, hanya 9% lansia yang
mendapatkan pelayanan kesehatan dari jumlah sasaran sebanyak 6.747 jiwa yang
ada di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat dan merupakan yang terendah di
Kota Medan. Jumlah kunjungan pra lansia dan lansia pada posyandu lansia pada
tahun 2016 di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat adalah 16,51% dari 13.256
jumlah sasaran, dan angka tersebut masih jauh dari Standar Pelayanan Minimal
(SPM) nasional sampai dengan tahun 2017 yaitu 100%.
Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi
penelitian ini sebanyak 10.761 lansia dan sampel sebanyak 100 lansia. Jenis data
yang dikumpulkan di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat yang dianalisis
dengan uji chi-square dan regresi logistik ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap lansia dan peran kader
berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di
wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat dan jenis kelamin, pendidikan,
pengetahuan, dukungan keluarga, akses dan kebutuhan akan pelayanan tidak
berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja
Puskesmas Glugur Darat.
Disarankan kepada Dinas Kesehatan agar melibatkan peran aktif
perguruan tinggi setempat dalam upaya optimalisasi kegiatan pembinaan dan
penyuluhan kepada lansia. Disarankan kepada petugas kesehatan/kader hendaknya
meningkatkan kualitas pelayanan dan penyuluhan tentang manfaat posyandu
lansia, melakukan pendekatan kepada lansia dan keluarga lansia agar memotivasi
lansia serta mengantarkan lansia ke posyandu.

Kata Kunci: Pemanfaatan Pelayanan, Poslansia, Lanjut Usia

iii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRACT

According to the health profile of the city of Medan in 2015, only 9% of


elderly people get health care from the target number of 6,747 people in the work
area of Puskesmas Glugur Darat and is the lowest in Medan. The number of pre-
elderly and elderly visits at the elderly posyandu in 2016 in the working area of
the Glugur Darat Puskesmas is 16.51% of the 13,256 target number, and the
figure is still far from the national minimum service standard target until 2017,
which is 100%.
This research is analytic with cross sectional design. The population of
this study as many as 10,761 elderly and a sample of 100 elderly. The type of data
collected was secondary data analyzed by chi-square test and multiple logistic
regression.
The results showed that the attitude of elderly and the role of cadre have a
significant effect on the utilization of elderly posyandu service in the work area of
Puskesmas Glugur Darat and gender, education, knowledge, family support,
access and service need not affect the utilization of elderly posyandu service in the
work area of Puskesmas Glugur Darat.
It is suggested to the health department to involve the active role of local
universities in the effort to optimize the activities of coaching and counseling to
the elderly. Suggested to health officer / cadre should improve service quality and
counseling about posyandu benefit of elderly, approach to elderly and elderly
family to motivate elderly and deliver elderly to posyandu.

Keywords: Service Utilization, Poslansia, Elderly

iv
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT

yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh

Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan Tahun 2017”. Skripsi ini adalah salah satu

syarat yang ditetapkan untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di

fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara khususnya

Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK).

Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai

pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada kesempatan ini penulis

menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada:

1. Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera

Utara.

2. Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si selaku Dekan Fakultas Kesehatan

Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

3. Dr. Drs. Zulfendri, M.Kes selaku Ketua Departemen Administrasi dan

Kebijakan Kesehatan.

4. dr. Rusmalawaty, M.Kes selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

membimbing, memberikan saran, serta arahan dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Puteri Citra Cinta Asyura Nasution, SKM, MPH selaku Dosen Penguji I yang

telah meluangkan waktu dan pemikiran.

v
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
6. dr. Fauzi, SKM selaku Dosen Penguji II yang telah meluangkan waktu dan

pemikiran.

7. Prof. dr. Sorimuda Sarumpaet, MPH selaku dosen penasehat akademik yang

telah memberikan bimbing dan motivasi kepada penulis selama mengikuti

pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarkat Universitas Sumatera Utara.

8. Seluruh Dosen dan Staf Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan ilmu dan bantuan

selama masa perkuliahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

9. dr. Rosita Nurjannah yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian

ini.

10. Orang tua tersayang Ayahanda Alm. Atim Ginting dan Ibunda Rolimah yang

telah membesarkan, mendidik, dan memberikan kasih sayang yang begitu

berharga serta memberi dukungan dan doa bagi penulis dalam menyelesaikan

pendidikan dan penulisan skripsi ini.

11. Sahabat dan saudara penulis yaitu Bella Rida Safira, Imamdwiputra Risanti,

Irma Yulita Siregar SKM., Lana Annisa Sinaga, Muhammad Agus Jauhari

SKM, Nila Tuti Safrianti SKM., Widya Amal Riana Putri dan Zul Fadli

Hasian Harahap atas doa dan dukungan selama ini.

12. Teman-teman seperjuangan CAP, Kelas D FKM USU, PBL Desa Mangga

Dua Kecamatan Tanjung Beringin, teman-teman LKP Puskesmas Plus

Perbaungan dan teman-teman peminatan Administrasi dan Kebijakan

Kesehatan serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu

vi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
yang banyak memberi semangat, dukungan, doa dan berbagi ilmu kepada

penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini kemungkinan masih banyak

kekurangan, baik dari penulisan, pemahaman materi, pemakaian bahasa,

penyampaian materi, dan lain-lain. Oleh sebab itu penulis mengharapkan saran

dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan skripsi ini.

Medan, April 2018


Penulis

Ilham Dermawan G

vii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ......................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
ABSTRAK ............................................................................................................. iii
ABSTRACT ............................................................................................................ iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xiv
RIWAYAT HIDUP .............................................................................................. xv

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 7
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................... 7
1.3.1 Tujuan Umum .......................................................................................... 7
1.3.2 Tujuan Khusus ......................................................................................... 7
1.4 Hipotesis Penelitian ........................................................................................... 8
1.5 Manfaat Penelitian ............................................................................................. 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 10


2.1 Lansia ............................................................................................................... 10
2.1.1 Definisi Lansia ....................................................................................... 10
2.1.2 Klasifikasi Lansia .................................................................................. 10
2.2 Posyandu Lansia .............................................................................................. 11
2.2.1 Definisi Posyandu Lansia ...................................................................... 11
2.2.2 Tujuan Dan Manfaat Posyandu Lansia .................................................. 12
2.2.3 Sasaran Dan Jenis Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia ................... 12
2.2.4 Sumbe Daya Manusia (SDM) Posyandu Lansia ................................... 15
2.2.5 Syarat Lokasi Posyandu Lansia ............................................................. 15
2.3 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ...................................................... 16
2.3.1 Definisi Puskesmas ................................................................................ 16
2.3.2 Fungsi Puskesmas .................................................................................. 16
2.4 Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan.................................................................. 18
2.5 Perilaku kesehatan ........................................................................................... 20
2.6 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia ..................................................................................................................... 24
2.7 Kerangka Konsep............................................................................................. 26

BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 27


3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 27
3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian ......................................................................... 27

viii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


3.2.1 Lokasi Penelitian ................................................................................. 27
3.2.2 Waktu Penelitian ................................................................................. 27
3.3 Populasi Dan Sampel.................................................................................... 28
3.3.1 Populasi ............................................................................................... 28
3.3.2 Sampel ................................................................................................. 28
3.3.3 Cara Penarikan Sampel ....................................................................... 29
3.4 Metode Pengumpulan Data .......................................................................... 30
3.4.1 Data Primer ......................................................................................... 30
3.4.2 Data Sekunder ..................................................................................... 30
3.5 Instrumen Penelitian ..................................................................................... 30
3.6 Variabel Dan Definisi Opersional ................................................................ 30
3.6.1 Variabel ............................................................................................... 30
3.6.2 Definisi Operasional ............................................................................ 31
3.7 Aspek Pengukuran ........................................................................................ 32
3.8 Analisis Data ................................................................................................ 33

BAB IV HASIL PENELITIAN ....................................................................... 34


4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ............................................................. 34
4.1.1 Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat ............................................. 34
4.1.2 Keadaan Demografi............................................................................. 35
4.2 Analisis Univariat ......................................................................................... 35
4.2.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............. 36
4.2.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan.................. 36
4.2.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan ............... 36
4.2.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap .......................... 39
4.2.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Akses .......................... 41
4.2.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga ... 42
4.2.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader ................ 44
4.2.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kebutuhan Akan
Pelayanan ............................................................................................ 45
4.2.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia ................................................................ 47
4.3 Analisis Bivariat ........................................................................................... 49
4.3.1 Hubungan Jenis Kelamin Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat ................................... 49
4.3.2 Hubungan Pendidikan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia Di Puskesmas Glugur Darat .................................................... 50
4.3.3 Hubungan Penegatahuan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia Di Puskesmas Glugur Darat .................................................... 50
4.3.4 Hubungan Sikap Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia
Di Puskesmas Glugur Darat ................................................................ 52
4.3.5 Hubungan Akses Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia
Di Puskesmas Glugur Darat ................................................................ 53
4.3.6 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat ................................... 54

ix UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


4.3.7 Hubungan Peran Kader Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia Di Puskesmas Glugur Darat ................................................... 54
4.3.8 Hubungan Kebutuhan Akan Pelayanan Dengan Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat ................. 55
4.4 Analisis Multivariat ....................................................................................... 57

BAB V PEMBAHASAN ..................................................................................... 60


5.1 Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas
Glugur Darat Medan ............................................................................................. 60
5.2 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Medan ................. 62
5.2.1 Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia ................................................................................................... 62
5.2.2 Pengaruh Pendidikan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia ................................................................................................... 64
5.2.3 Pengaruh Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia ................................................................................................... 66
5.2.4 Pengaruh Sikap Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia .. 68
5.2.5 Pengaruh Akses Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia . 69
5.2.6 Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia................................................................................... 71
5.2.7 Pengaruh Kader Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia . 72
5.2.8 Pengaruh Kebutuhan Akan Pelayanan Terhadap Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia ................................................................. 73

BAB VI KESIMPULAN..................................................................................... 75
6.1 Kesimpulan .................................................................................................... 75
6.2 Saran .............................................................................................................. 75

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 76


LAMPIRAN ....................................................................................................... 77

x
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Distribusi Sampel Penelitian Masing-Masing Kelurahan ...................... 29


Tabel 4.1 Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat
Kecamatan Medan Timur ..................................................................... 35
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................ 36
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan ..................... 36
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Berdasarkan Setiap
Indikator Dalam Mengukur Pengetahuan Tentang Posyandu Lansia .. 38
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan .................. 39
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Berdasarkan Setiap
Indikator Dalam mengukur Sikap Posyandu Lansia ............................ 40
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap.............................. 41
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jarak Dari Tempat
Tinggal Lansia Ke Tempat posyandu Lansia ....................................... 41
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Akses ............................. 42
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Yang Menjadi
Hambatan Lansia Dari Tempat Tinggal Lansia Ke Tempat Posyandu
Lansia ................................................................................................... 42
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga .... 43
Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Siapa Yang
Mendukung Lansia Untuk Hadir Ke Tempat Posyandu Lansia .......... 43
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Apa Yang Diberikan
Kepada Lansia Untuk Hadir Ke Tempat Posyandu Lansia .................. 44
Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader lansia
Pada posyandu Lansia .......................................................................... 44
Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader ................. 45
Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kebutuhan Akan
Pelayanan ............................................................................................. 46
Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Yang
Menyebabkan Lansia Membutuhkan Pelayanan Posyandu Lansia ..... 46
Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia ................................................................. 47
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jumlah Kehadiran
Lansia ................................................................................................... 47
Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Lansia Tidak
Memanfaatkan Pelayanan Posyandu Lansia ........................................ 48
Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Memanfaatkan
Posyandu Lansia................................................................................... 48
Tabel 4.22 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Lansia Dengan Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia Glugur Darat ........................................... 49
Tabel 4.23 Tabulasi Silang Pendidikan Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Glugur Darat ............................................................ 50

xi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tabel 4.24 Tabulasi Silang Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Glugur Darat .......................................................... 51
Tabel 4.25 Tabulasi Silang Pengetahuan1 Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Glugur Darat .......................................................... 52
Tabel 4.26 Tabulasi Silang Jenis Sikap Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu
Lansia Glugur Darat........................................................................... 53
Tabel 4.27 Tabulasi Silang Akses Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Glugur Darat .......................................................... 53
Tabel 4.28 Tabulasi Silang Dukungan Keluarga Lansia Dengan Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia Glugur Darat ......................................... 54
Tabel 4.29 Tabulasi Silang Peran Kader Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan
Posyandu Lansia Glugur Darat .......................................................... 55
Tabel 4.30 Tabulasi Silang Kebutuhan Akan Pelayanan Lansia Dengan
Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Glugur Darat ................... 56
Tabel 4.31 Hasil Uji Chi-square .......................................................................... 56
Tabel 4.32 Hasil Analisis Multivariat Uji Regresi Logistik Ganda ..................... 58

xii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konsep .......................................................................................... 26

xiii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kuesioner ....................................................................................................... 77


Lampiran 2. Master Data ................................................................................................... 85
Lampiran 3. Output ........................................................................................................... 101
Lampiran 4. Surat Izin Penelitian .................................................................................. 125
Lampiran 5. Surat Selesai Penelitian ............................................................................ 126

xiv
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Ilham Dermawan G yang dilahirkan pada tanggal 6

Maret Tahun 1995 di Medan, beragama Islam, tinggal di Jl. Tuamang Gg.

Kemuning No 14 Kota Medan. Penulis merupakan anak tunggal dari pasangan

Ayahanda Alm. Atim Ginting dan Ibunda Rolimah.

Pendidikan formal penulis dimulai di Sekolah Dasar Pertiwi Medan pada

tahun 2001 dan selesai tahun 2007, Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Medan

pada tahun 2007 dan selesai tahun 2010, Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Medan

pada tahun 2010 dan selesai tahun 2013, pada tahun 2013 melanjutkan pendidikan

S1 di Universitas Sumatera Utara Fakultas Kesehatan Masyarakat Program

StudiAdministrasi dan Kebijakan Kesehatan dan selesai di tahun 2018.

xv
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Umur Harapan Hidup (UHH) merupakan salah satu indikator dalam

kesehatan masyarakat. Meningkatnya UHH menunjukkan tingginya derajat

kesehatan masyarakat. UHH dijadikan indikator keberhasilan pembangunan

sekaligus sebagai tantangan dalam pembangunan, selain itu menjadi alat untuk

mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk

secara umum dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Semakin

meningkatnya UHH maka jumlah lanjut usia (Lansia) juga semakin bertambah

(Kemenkes, 2015).

Di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142

juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat

dari tahun 2013. Pada tahun 2000 jumlah Lansia sekitar 5,300,000 (7,4%) dari

total populasi, sedangkan pada tahun 2010 jumlah Lansia 24,000,000 (9,77%) dari

total populasi, dan tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 28,800,000

(11,34%) dari total populasi. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2020

diperkirakan jumlah Lansia sekitar 80.000.000 (Kemenkes, 2013).

Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lansia adalah masalah

kesehatan sehingga diperlukan pembinaan kesehatan pada kelompok pra lansia

dan lansia, bahkan sejak usia dini. Masalah kesehatan yang dialami oleh lansia

adalah munculnya penyakit degeneratif akibat proses penuaan, gangguan gizi

1
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2

(malnutrisi), penyakit infeksi serta masalah kesehatan gigi dan mulut (Kemenkes,

2015).

Tantangan khusus bidang kesehatan dari terus meningkatnya jumlah

Lansia yaitu timbulnya masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM)

seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan-gangguan kesehatan jiwa yaitu depresi,

demensia, gangguan cemas, sulit tidur. Penyakit-penyakit tersebut, akan

menimbulkan permasalahan jika tidak diatasi atau tidak dilakukan pencegahan,

karena ini akan menjadi penyakit yang bersifat kronis dan multi patologis. Oleh

karena itu perhatian semua negara terhadap masalah kelanjut usiaan ini harus terus

diantisipasi, karena akan ada ketergantungan biaya yang sangat besar, biasanya

Lansia itu penyakitnya lebih dari 10 seperti gangguan penglihatan, gangguan

pendengeran, nafsu makan, dan sulit tidur (Kemenkes, 2013).

Di Indonesia, apabila permasalahan Lansia ini tidak ada aksi atau

kesadaran semua stakeholder termasuk layanan sosial dan sebagainya, maka akan

menimbulkan ancaman triple burden, yaitu jumlah kelahiran bayi yang masih

tinggi, masih dominannya penduduk muda, dan jumlah Lansia yang terus

meningkat. Bila permasalahan tersebut tidak diantisipasi maka tidak menutup

kemungkinan akan terjadi faktor penghambat dalam proses pembangunan bangsa

(Kemenkes, 2013).

Permasalahan lansia harus mendapat perhatian yang serius dari berbagai

pihak seperti pemerintah, lembaga masyarakat maupun masyarakat itu sendiri.

Salah satu bentuk perhatian pemerintah akan permasalahan lansia yaitu dengan

adanya Peraturan Pemerintah No.43 tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


3

Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia. Pelayanan tersebut mencakup pelayanan

keagamaan, mental, spiritual, pelayanan kesehatan dan pelayanan umum,

kemudahan dalam pengguanaan fasilitas umum bagi lansia (Kemenkes, 2012).

Salah satu bentuk perhatian yang serius terhadap lanjut usia adalah

terlaksananya pelayanan pada lansia melalui kelompok Posyandu Lansia. Oleh

karena pemerintah berkewajiban untuk menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan

kesehatan dan memfasilitasi pengembangan kelompok lansia (Permenkes No. 25,

2016).

Puskesmas sebagai unit terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat

maupun perorangan telah tersedia di semua kecamatan. Sehubungan dengan hal

tersebut puskesmas diharapkan mampu melakukan upaya promotif, preventif,

kuratif dan rehabilitatif tingkat dasar bagi lansia. Pelayanan kesehatan lansia di

puskesmas harus dilakukan secara professional dan berkualitas, paripurna, terpadu

dan terintegrasi dengan memperhatikan aspek geriarti pada lansia (Kemenkes,

2015).

Posyandu Lansia merupakan program puskesmas dengan sasarannya

adalah lansia dengan tujuan agar lansia siap mengahadapi usia lanjut dengan

mandiri dan sehat. Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan pada

lansia merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan

kelompok lansia, walaupun tidak sedang sakit ataupun memiliki keluhan,

kelompok lansia perlu untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala, karena

keadaan penyakit yang ada dapat dideteksi lebih dini dan faktor yang berisiko

dapat segera dicegah.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


4

Pelayanan kesehatan di posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan

kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu

Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita atau

ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. KMS lansia adalah sebuah kartu

catatan tentang perkembangan status kesehatan yang dipantau setiap kunjungan ke

posyandu lansia. Jenis pelayanan kesehatan yang diberikan di posyandu lansia

antara lain pemeriksaan status gizi, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan

hemoglobin, kadar gula dan protein dalam urin, pelayanan rujukan ke Puskesmas

dan penyuluhan kesehatan. Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan

dan kondisi setempat seperti Pemberian Makan Tambahan (PMT) dengan

memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan olah raga seperti senam

lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran (Ismawati et al.,

2010). Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan,

sarana dan prasarana penunjang, yaitu: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau

tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan

dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan

laboratorium sederhana, termometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk pra

lansia dan lansia di Sumatera Utara pada tahun 2014 adalah 20,49% dari jumlah

penduduk Sumatera Utara, di mana total penduduk Sumatera Utara sebanyak

13.766.851 jiwa. Di kota Medan pada tahun 2014 dari 2.191.140 jiwa, 447.830

jiwa merupakan pra lansia dan lansia (BPS, 2016). Menurut profil kesehatan Kota

Medan tahun 2015, hanya 9% lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


5

jumlah sasaran sebanyak 6.747 jiwa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat dan merupakan yang terendah di kota Medan. Jumlah penduduk wilayah

kerja Puskesmas Glugur Darat sebanyak 112.366 jiwa, di mana 13.256 jiwa adalah

penduduk pra lansia dan lansia. Jumlah kunjungan pra lansia dan lansia pada

posyandu lansia pada tahun 2016 di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat adalah

16,51% dari 13.256 jumlah sasaran, dan angka tersebut masih jauh dari target

Standar Pelayanan Minimal (SPM) nasional sampai dengan tahun 2017 yaitu

100%. SPM tersbut ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia No. 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang

Kesehatan (Permenkes No. 43, 2016)

Rendahnya cakupan pemanfaatan pelayanan Posyandu Lansia berdampak

pada lansia itu sendiri, masyarakat, dan pemerintah. Pada lansia itu sendiri,

mereka akan mengalami suatu kemunduran fisik dan mental, ekonomi, sosial, dan

salah satu masalah yang sangat penting adalah masalah kesehatan sehingga

diperlukan pendekatan dan pembinaan kesehatan yang optimal. Dan juga akan

berakibat kepada pembangunan nasional yang telah direncanakan dan hasilnya

tidak sesuai dengan harapan pembangunan itu sendiri.

Anderson (1974) dalam Notoatmodjo (2012), terdapat tiga karakteristik

yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan, yakni: karakteristik

predisposisi (Predisposing charactertistics) yang digolongkan ke dalam tiga

kelompok yaitu ciri-ciri demografi, struktur sosial dan manfaat-manfaat

kesehatan, karakteristik pendukung (Enabling charactertistics) yaitu sumber

keluarga dan sumber daya masyarakat dan karakteristik kebutuhan (Need

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


6

charactertistics) merupakan faktor yang mendasari dan merupakan stimulus

langsung bagi individu untuk menggunakan pelayanan kesehatan apabila faktor-

faktor predisposing dan enabling itu ada.

Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti pada 7 Agustus

2017 di posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darurat, ditemukan

cakupan pelayanan Posyandu Lansia di wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat

masih rendah, diketahui juga bahwa dengan keadaannya sebagai lansia membuat

daya ingatnya semakin berkurang sehingga sering lupa dengan jadwal kegiatan di

posyandu. Selain itu, alasan tidak sakit dan tidak sempat merupakan alasan tidak

memanfaatkan. Selain itu juga, jarak juga menjadi alasan mereka tidak rutin

datang ke posyandu lansia. Berdasarkan wawancara peneliti dengan pemegang

program posyandu lansia, upaya dengan mendatangi rumah lansia sangat sulit

dilakukan karena terkendala SDM dan keuangan dan pihak terkait juga bingung

kenapa masih rendahnya daya tarik masyarakat untuk datang ke posyandu lansia.

Peneliti juga mengamati bahwasanya kebanyakan lansia datang ke posyandu

lansia dengan temannya sesama lansia dari pada diantar oleh keluarga.

Berbagai penilitian yang menunjukkan karakteristik tersebut dapat

memepengaruhi seseorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan dalam hal

ini posyandu lansia. Menurut penelitian Henniwati (2008) menunjukkan adanya

pengaruh jarak terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Menurut

penelitian Nasution (2013), pengetahuan berpengaruh secara signifikan terhadap

pemanfaatan posyandu. Menurut penelitian Sihombing (2012), sikap berpengaruh

terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Menurut penelitian Widya (2015),

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


7

dukungan keluarga dan kader berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia.

Menurut penelitian Fuadi (2008), kader berpengaruh terhadap pemanfaatan

posyandu lansia. Menurut penelitian Erliawati (2006), bahwa pendidikan

berpengaruh terhadap tingkat kunjungan ke posyandu lansia.

Menyadari pentingnya pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan

derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan negara ini, maka penulis tertarik

untuk melakukan penelitian tentang “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap

Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur

Darat Tahun 2017”. Dan tidak lupa pula kita harus menghormati, memuliakan dan

memperhatikan kesehatannya karena kebaikan orang tua yaitu para pra lansia dan

lansia tidak ada bandingannya, jadi ia harus diberikan keistimewaan, dan itu

merupakan alasan lain penulis tertarik untuk melakukan penelitian tersebut.

1.2 Rumusan masalah

Rendahnya pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat.

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat tahun 2017.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui pengaruh karakteristik jenis kelamin, pendidikan,

pengetahuan, serta sikap terhadap pemanfaatan pelayanan Posyandu

Lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


8

2. Mengetahui pengaruh akses, dukungan keluarga dan kader terhadap

pemanfaatan pelayanan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas

Glugur Darat

3. Mengetahui pengaruh kondisi kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan

Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat.

1.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka konsep, landasan teoritis dan tujuan penelitian serta

latar belakang, maka hipotesis penelitian ini adalah :

1. Ada pengaruh faktor predisposisi (jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan

dan sikap) terhadap pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat

2. Ada pengaruh faktor pemungkin (akses, dukungan keluarga dan kader)

terhadap pemanfaatan posyandu lansia di wilayah Kerja Puskesmas

Glugur Darat

3. Ada pengaruh faktor kebutuhan lansia (kebutuhan akan pelayanan)

terhadap pemanfaatan posyandu lansia di wilayah Kerja Puskesmas

Glugur Darat.

1.5 Manfaat Penelitian

a. Penelitian ini merupakan proses pembelajaran dalam melakukan sebuah

penelitian yang akan menambah pengetahuan dan pengalaman penulis

dalam bidang peningkatan manajemen pelayanan khususnya manajemen

program kesehatan di puskesmas.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


9

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan pertimbangan

dalam pembuatan kebijakan program kesehatan khususnya Posyandu

Lansia dan rencana tindak lanjutnya bagi Dinas Kesehatan Kota Medan.

c. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pustaka untuk memahami

keadaan pemanfaatan pelayanan kesehatan khususnya puskesmas oleh

masyarakat di wilayah Medan.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Lansia

2.1.1 Definisi Lansia

Usia lanjut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tahap masa tua

dalam perkembangan individu dengan batas usia 60 tahun ke atas. Menurut

Notoatmadjo (2011) usia lanjut adalah kelompok orang yang sedang mengalami

proses perubahan bertahap dalam jangka waktu dekade. Seseorang dikatakan

sebagai lanjut usia atau lansia menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998

jika sudah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Sedangkan yang dimaksud dengan

penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan terus

menerus, dan berkesinambungan yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan

anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh sehingga mempengaruhi fungsi dan

kemampuan tubuh secara keseluruhan (Kemenkes, 2010).

2.1.2 Klasifikasi Lansia

Kementerian Kesehatan mengklasifikasikan Lansia menjadi empat

klasifikasi (Kemenkes, 2010) sebagai berikut :

1. Pralansia

Seseorang yang berusia 45-59 tahun

2. Lansia

Seseorang yang berusia 60 – 69 tahun

3. Lansia resiko tinggi

Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/dengan masalah kesehatan

10
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
11

4. Lansia potensial

Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan kegiatan yang dapat

menghasilkan barang dan jasa.

2.2 Posyandu Lansia

2.2.1 Definisi Posyandu Lansia

Menurut Kemenkes (2013), Posyandu Lansia adalah suatu wadah

pelayanan UKBM untuk melayani penduduk lansia, yang proses pembentukan

dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta,

organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitik beratkan pelayanan kesehatan pada

upaya promotif dan preventif. Disamping pelayanan kesehatan, Posyandu Lansia

juga memberikan pelayanan pendidikan, keterampilan, olah raga, seni budaya dan

pelayanan lain yang dibutuhkan para lansia dengan tujuan untuk meningkatkan

kualitas hidup melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Selain itu

Posyandu Lansia membantu memacu lansia agar dapat beraktifitas dan

mengembangkan potensi diri. Posyandu Lansia merupakan wahana pelayanan

bagi kaum lansia, yang dilakukan dari, oleh dan untuk kaum lansia yang menitik

beratkan pada pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif

dan rehabilitatif (Notoatmodjo, 2011).

Pelayanan kesehatan di kelompok lansia meliputi pemeriksaan kesehatan

fisik dan mental emosional. Kartu Menuju Sehat (KMS) Usia Lanjut sebagai alat

pencatat dan pemantau untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita

(deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi dan mencatat

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


12

perkembangannya dalam Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK) Usia

Lanjut atau catatan kondisi kesehatan yang lazim digunakan di Puskesmas

(Kemenkes, 2010).

2.2.2 Tujuan dan Manfaat Posyandu Lansia

Secara garis besar, menurut Kemenkes (2010) tujuan pembentukan

Posyandu Lansia sebagai berikut :

1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat,

sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan

lansia

2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan

swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi

antara masyarakat usia lanjut.

Manfaat dari posyandu lansia adalah :

1. Kesehatan fisik dan emosional usia lanjut dapat dipertahankan

2. Kesehatan rekreasi tetap terpelihara

3. Dapat menyalurkan minat dan bakat untuk mengisi waktu luang

(Kemenkes, 2010).

2.2.3 Sasaran dan Jenis Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia

Menurut Pedoman Pembinaan Kesehatan Lanjut Usia Bagi Petugas

Kesehatan, Kebijaksanaan Program (Kemenkes, 2010), sasaran pelaksanaan

pembinaan kelompok usia lanjut dibagi menjadi dua antara lain :

1. Sasaran Langsung, meliputi Pra lansia (usia 45-59 tahun), Lansia (usia 60-

69 tahun) dan Lansia risiko tinggi (usia ≥ 70 tahun)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


13

2. Sasaran Tidak Langsung, antara lain

a. Keluarga lansia

b. Masyarakat lingkungan lansia

c. Organisasi sosial yang peduli terhadap pembinaan kesehatan lansia

d. Petugas kesehatan yang melayani kesehatan lansia

e. Petugas lain yang menangani kelompok lansia dan

f. Masyarakat luas

Jenis pelayanan kesehatan pada Posyandu Lansia sebagaimana tertulis

dalam Kemenkes RI (2010), dikelompokkan sebagai berikut :

1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari (activity of daily living) meliputi

kegiatan dasar dalam kehidupan seperti makan atau minum, berjalan,

mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar atau kecil dan

sebagainya

2. Pemeriksaan status mental, pemeriksaan ini berhubungan dengan mental

emosional, dengan mengunakan pedoman metode 2 menit. Pemeriksaan

status mental dilakukan karena proses mental lansia sudah mulai dan

sedang menurun. Misalnya mereka mengeluh sangat pelupa, kesulitan

dalam menerima hal baru, juga merasa tidak tahan dengan tekanan,

perasaan seperti ini membentuk mental mereka seolah tertidur dengan

keyakinan bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk mengerjakan hal tertentu

sehingga mereka menarik diri dari semua bentuk kegiatan

3. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran

tinggi badan dan dicatat pada grafik Indeks Massa Tubuh (IMT)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


14

4. Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop

serta perhitungan denyut nadi selama satu menit

5. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan Talquist, Sahil atau Cuprisulfat

6. Pemeriksaan adanya gula darah dalam air seni sebagai deteksi awal adanya

penyakit ggula (diabetes mellitus)

7. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi

awal adanya penyakit ginjal

8. Pelaksanaan rujukan ke puskesmas bilamana ada keluhan atau ditemukan

kelainan pada pemeriksaan butir a sampai g

9. Penyuluhan bila dilakukan di dalam dan di luar kelompok dalam rangka

kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah

kesehatan yang dihadapi oleh individu dan atau kelompok lansia

10. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi anggota kelompok

lansia yang tidak dating, dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan

masyarakat (Public Health Nursing).

Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat yaitu :

1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan sebagai contoh menu

makanan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lansia serta

menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut

2. Kegiatan olahraga antara lain senam lansia, gerak jalan santai dan lain

sebagainya untuk meningkatkan kebugaran (Kemenkes, 2010).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


15

2.2.4 Sumber Daya Manusia (SDM) Posyandu Lansia

Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan lansia yang berkualitas dan

paripurna di puskesmas perlu didukung oleh ketersediaan sumberdaya manusia.

SDM yang dibutuhkan minimal :

1. Dokter

2. Dokter gigi

3. Perawat

4. Tenaga gizi

5. Tenaga kesehatan masyarakat, diutamakan tenaga promosi kesehatan

dan ilmu perilaku

SDM lain yang dibutuhkan adalah :

1. Tenaga keterampilan fisik

2. Kader

3. Pekerja sosial yang sudah dilatih gerontology

4. Psikolog

2.2.5 Syarat Lokasi Posyandu Lansia

Berdasarkan aspek lokasi menurut Effendi (1998), syarat lokasi yang harus

dipenuhi meliputi antara lain :

1. Berada di tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat

2. Ditentukan oleh masyarakat itu sendiri

3. Dapat merupakan lokasi tersendiri/khusus

4. Bila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan di rumah penduduk, balai

rakyat, pos RT/RW atau pos lainnya.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


16

2.3 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

2.3.1 Definisi Puskesmas

Menurut Permenkes 75 Tahun 2014, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan

kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya

kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya

promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang

setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Pembangunan kesehatan yang

diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang:

1. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemamauan dan

kemampuan hidup sehat

2. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu

3. Hidup dalam lingkungan yang sehat

4. Memiliki derajat kesehatan yang optimal baik individu, keluarga,

kelompok dan masyarakat

2.3.2 Fungsi Puskesmas

Menurut Permenkes 75 Tahun 2014, fungsi Puskesmas ada dua yaitu:

1. Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM) tingkat pertama di

wilayah kerjanya

2. Penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan (UKP) tingkat pertama di

wilayah kerjanya.

Selain itu Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan tenaga

kesehatan.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


17

Kewenangan Puskesmas terkait fungsi penyelenggaraan UKM tingkat

pertama di wilayah kerjanya yaitu:

1. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan

masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan

2. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan

3. Melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang

kesehatan

4. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan

masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang

bekerjasama dengan sektor lain

5. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan

UKBM

6. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia

Puskesmas

7. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan

8. Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap akses,

mutu dan cakupan pelayanan kesehatan

9. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,

termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon

penanggulangan penyakit

Kewenangan Puskesmas terkait fungsi penyelenggaraan UKM tingkat

pertama di wilayah kerjanya yaitu:

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


18

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komperhensif,

berkesinambungan dan bermutu

2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya

promotif dan preventif

3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada

individu, keluarga, kelompok dan masyarakat

4. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan

keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung

5. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif

dan kerjasama inter dan antar profesi

6. Melaksanakan rekam medis

7. Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu dan

akses yankes

8. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan

9. Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di wilayah

kerjanya

10. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan

sistem rujukan.

2.4 Pemanfaatn Pelayanan Kesehatan

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan proses pendaya-fungsian

layanan kesehatan oleh masyarakat. Menurut Levey Loomba (1973) dalam Azwar

(2010), yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang

dilaksanakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


19

memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, mengobati penyakit serta

memulihkan kesehatan sesorang, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Anderson (1974) dalam Notoatmodjo (2012) mengelompokkan faktor

determinan dalam upaya pemanfaatn pelayanan kesehatan ke dalam tiga kategori

utama, yaitu:

a. Komponen predisposisi, menggambarkan kecenderungan individu yang berbeda-

beda dalam menggunakan pelayanan kesehatan seseorang. Komponen terdiri dari:

a) Faktor-faktor demografi (umur, jenis kelamin, status perkawinan,

besarkeluarga dan lain-lain)

b) Faktor struktural sosial (suku bangsa, pendidikan dan pekerjaan)

c) Faktor keyakinan/kepercayaan (pengetahuan, sikap dan persepsi)

b. Komponen enabling (pemungkin/pendorong), menunjukkan kemampuan

individual untuk menggunakan pelayanan kesehatan. Di dalam komponen

initermasuk faktor-faktor yang berpengaruh dengan perilaku pencarian :

a) Sumber keluarga (pendapatan/penghasilan, kemampuan membayar

pelayanan,keikutsertaan dalam asuransi, dukungan suami,

informasi pelayanan kesehatanyang dibutuhkan).

b) Sumber daya masyarakat (suatu pelayanan, jarak/lokasi transportasi

dan sebagainya)

c. Komponen need (kebutuhan), merupakan faktor yang mendasari dan

merupakan stimulus langsung bagi individu untuk menggunakan pelayanan

kesehatan apabila faktor-faktor predisposing dan enabling itu ada.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


20

2.5 Perilaku Kesehatan

Robert Kwick (1974) dalam Notoatmodjo (2012) menyatakan bahwa

perilaku adalah tindakan atau perbuatan seseorang/organism yang dapat diamati

dan bahkan dapat dipelajari. Selanjutnya dinyatakan bahwa perilaku kesehatan

adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan

penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan. Respon atau

reaksi manusia baik bersifat pasif (pengetahuan, persepsi dan sikap) maupun

bersifat aktif (tindakan yang nyata atau practice).

Salah satunya adalah perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit yaitu

perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan, misalnya usaha-usaha

mengobati sendiri penyakitnya atau mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas

kesehatan seperti puskesmas, klinik mantri, dokter praktek dan sebagainya

maupun ke fasilitas kesehatan tradisional.

Beeker (1979) dalam Notoatmodjo (2012) membuat klasifikasi perilaku

yang berhubungan dengan kesehatan (Health related behavior) sebagai berikut :

a. Perilaku hidup sehat (healthy life style) yaitu hal-hal yang berkaitan

dengan upaya atau tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara

dan meningkatkan kesehatannya atau pola gaya hidup sehat, termasuk juga

tindakan-tindakan untuk mencegah penyakit, makan dengan menu

seimbang, olahraga secara teratur, kebersihan perorangan, gaya hidup

sehat dengan tidak merokok, minuman keras, istirahat cukup, tidak stress

dan perilaku atau gaya hidup yang positif bagi kesehatan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


21

b. Perilaku sakit (illness behavior) yaitu segala tindakan atau kegiatan yang

dilakukan oleh seseorang individu yang merasa sakit untuk merasakan dan

mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit. Termasuk juga disini

kemampuan atau pengetahuan individu untuk mengidentifikasi penyakit,

penyebab penyakit serta usaha-usaha untuk mencegah penyakit tersebut

c. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) yakni segala tindakan atau

kegiatan yang dilakukan oleh seseorang individu yang sedang sakit untuk

memperoleh kesembuhan. Perilaku ini selain berpengaruh terhadap

kesehatan/kesakitannya sendiri juga berpengaruh terhadap orang lain,

keluarga terutama anak-anak yang belum mempunyai kesadaran dan

tanggungjawab terhadap kesehatannya.

Benyamin Bloom (1908) dalam Notoatmodjo (2012), seseorang ahli

psikologi pendidikan membagi perilaku manusia ke dalam tiga domain sesuai

dengan tujuan pendidikan, dimana Bloom menyebutnya ranah atau kawasan

yakni:

a. Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang

terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Dalam penelitian ini

pengetahuan responden mengenai hal apa yang diketahuinya terkait

dengan pelayanan posyandu lansia

b. Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek

tertentu. Dalam penelitian ini sikap responden adalah bagaimana pendapat

dan penilaian responden terhadap pemanfaatan posyandu lansia terkait

status sehat-sakit yang menggambarkan adanya kecenderungan untuk

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


22

bertindak tetapi belum terwujud dalam tindakan, sebab untuk mewujudkan

tindakan diperlukan faktor lain seperti fasilitas, sarana dan prasarana

c. Praktek (tindakan) adalah hal yang dilakukan untuk memanfaatkan atau

tidak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia (Notoatmodjo, 2012).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan (Notoatmodjo, 2012) adalah:

a. Tingkat pendidikan

Pendidikan adalah upaya yang memberikan pengetahuan sehingga terjadi

perubahan perilaku yang meningkat

b. Informasi

Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan

memberikan pengetahuan yang lebih jelas

c. Budaya

Tingkah laku manusia atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan yang

memiliki sikap dan kepercayaan

d. Pengalaman

Sesuatu yang dialami seseorang akan menambah pengetahuan tentang

sesuatu yang bersifat non formal

e. Sosial ekonomi

Tingkat kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut Notoatmodjo (2012), perilaku pencarian pengobatan adalah

perilaku individu maupun kelompok atau penduduk untuk melakukan atau

mencari pengobatan, menurutnya respons seseorang apabila sakit adalah sebagai

berikut:

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


23

a. Tidak bertindak atau tidak melakukan kegiatan apa-apa (no-action).

Dengan alasan antara lain:

a) Bahwa kondisi yang demikian tidak akan mengganggu kegiatan

atau kerja mereka sehari-hari

b) Bahwa tanpa bertindak apapun symptom atau gejala yang

dideritanya akan lenyap dengan sendirinya. Hal ini menunjukkan

bahwa kesehatan belum merupakan prioritas di dalam hidup dan

kehidupannya

c) Fasilitas kesehatan yang dibutuhkan tempatnya sangat jauh,

petugasnya tidak simpatik, judes dan tidak ramah

d) Takut dokter, takut disuntik jarum dank arena biaya mahal

b. Tindakan mengobati sendiri (self treatment), dengan alasan yang sama

seperti telah diuraikan. Alasan tambahan dari tindakan ini adalah karena

orang atau masyarakat tersebut sudah percaya dengan diri sendiri, dan

merasa bahwa berdasarkan pengalaman yang lalu

c. Mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas pengobatan tradisional

(traditional remedy), seperti dukun

d. Mencari pengobatan dengan membeli obat-obat ke warung-warung obat

(chemist shop) dan sejenisnya, termasuk tukang-tukang jamu

e. Mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas moderen yang diadakan oleh

pemerintah atau lembaga-lembaga kesehatan swasta

f. Mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan moderen yang

diselenggarakan oleh dokter praktek (private medicine).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


24

2.6 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dengan Pemanfaatan Pelayanan

Posyandu Lansia

a. Jenis kelamin: Menurut Anderson (1968) dalam Notoadmodjo (2012) jenis

kelamin merupakan faktor predisposing dalam pemanfaatan pelayanan

kesehatan.

b. Pendidikan: Anderson (1968) dalam Notoadmdjo (2012) menyatakan

bahwa struktur sosial seperti pendidikan merupakan salah satu determinan

pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh anggota keluarga.

c. Pengetahuan: pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah

melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Pengetahuan merupakan

suatu domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang,

pengetahuan tersebut bisa didapat dari pengalaman sendiri ataupun dari

pengalaman orang lain (Notoadmdjo, 2012).

d. Sikap: merupakan reaksi atau proses seseorang yang masih tertutup

terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap tidak dapat dilihat langsung

tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup.

Sikap secara nyata menunjukkan konotsi adanya kesesuaian reaksi

terhadap stimulus tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan

reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus emosional

(Notoadmodjo, 2012).

e. Akses: konsep jarak tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan suatu kegiatan.

Semakin jauh jarak antara tempat tinggal dengan tempat kegiatan semakin

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


25

menurunkan motivasi seseorang dalam melakukan aktivitas. Sebaliknya

semakin dekat jarak tempat tinggal dengan tempat kegiatan dapat

meningkatkan usaha. Pengaruh jarak tempat tinggal dengan tempat

kegiatan tidak terlepas dari adanya besarnya biaya yang digunakan dan

waktu yang lama. Kaitannya dengan kesadaran masyarakat akan

pentingnya kesehatan masih rendah, sehingga jarak antara rumah tinggal

dan tempat pelayanan kesehatan mempengaruhi perilaku mereka (Azwar,

2010).

f. Dukungan keluarga: sebuah proses yang terjadi sepanjang masa

kehidupan. Sifat dan jenis dukungan sosial berbeda-beda dalam berbagai

tahapan siklus kehidupan. Dukungan keluarga membuat keluarga mampu

berfungsi dengan berbagai kepandaian dan akal sebagai akibatnya. Hal ini

meningkatkan kesehatan dan adaptasi keluarga (Friedman, 2010).

g. Kader: seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk

masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan rutin di

posyandu. Sehingga seorang kader posyandu harus mau bekerja secara

sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu,

serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan

dan mengikuti kegiatan posyandu (Ismawati et al, 2010).

h. Faktor kebutuhan: Anderson (1968) dalam Notoatmodjo (2012)

menyatakan bahwa jumlah penggunaan pelayanan kesehatan oleh suatu

keluarga merupakan karakteristik disposisi, kemampuan serta kebutuhan

keluarga itu atas pelayanan medis, semua komponen tersebut dianggap

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


26

mempunyai peranan tersendiri dalam memahami perbedaan pemanfaatan

pelayanan kesehatan, sedangkn kebutuhan merupakan faktor yang lebih

penting dibandingkan faktor predisposisi dan kemampuan.

2.7 Kerangka Konsep

Berdasarkan landasan teoritis yang telah dipaparkan, survei pendahuluan

yang telah dilakukan dan hasil penelitian sebelumnya, maka didapat kerangka

konsep penelitian sebagai berikut:

Variabel Independen Variabel Dependen


Faktor Predisposisi
Variabel Dependen
1. Jenis Kelamin
2. Pendidikan
3. Pengetahuan
4. Sikap

Faktor Pemungkin

1. Akses Pemanfaatan
2. Dukungan keluarga Pelayanan
3. Kader Posyandu Lansia

Faktor Kebutuhan

1. Kebutuhan
akan pelayanan

Gambar 2.1 Kerangkap konsep

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan studi

observasional non eksperimental dengan desain penelitian cross sectional yang

bersifat analitik, dimana data variabel dependen dan independen didapat pada

waktu sesaat dan bersamaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan

menggunakan uji hipotesis dalam rangka mengetahui pengaruh masing-masing

variabel dependen dan independen.

3.2 Lokasi Penelitian Dan Waktu Penelitian

3.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Glugur Darat dengan

pertimbangan bahwa berdasarkan data Puskesmas Glugur Darat Tahun 2016

diketahui kunjungan pra lansia dan lansia pada posyandu lansia 16,51% dari

13.256 jumlah sasaran. Sementara menurut Standar Pelayanan Minimal (SPM)

nasional yaitu 100%. SPM tersbut ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan

Republik Indonesia No. 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal

Bidang Kesehatan.

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu Juni 2017 sampai dengan

penyusunan laporan akhir. Penelitian ini dimulai dari pengusulan judul penelitian,

penelusuran daftar pustaka, persiapan proposal penelitian, merancang kuesioner,

27
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
28

konsultasi dengan dosen pembimbing, pelaksanaan penelitian sampai dengan

penyususnan laporan akhir.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua para lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat baik yang memanfaatkan pelayanan di posyandu lansia

ataupun tidak.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil di seluruh objek yang diteliti dan

dianggap mewakili seluruh populasi. Besar sampel digunakan dengan

menggunakan rumus besar sampel untuk uji hipotesis satu proporsi dari rumus

Slovin, yaitu (Notoatmodjo, 2012) :


n =
1+ ( )2

Keterangan :

n = Besar sampel minimum

e = Kesalahan (absolute) yang dapat ditolerir, pada penelitian ini dipakai e = 0,1

N = Jumlah populasi

Setelah dilakukan perhitungan dengan diketahui jumlah populasi lansia di

Puskesmas Glugur Darat berjumlah 10.761 orang, maka didapati besar sampel

sebanyak 99 orang dan digenapkan menjadi 100 orang.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


29

3.3.3 Cara Penarikan Sampel

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive

sampling sampai jumlah sampel tercapai dengan kriteria inklusi yang telah

ditetapkan. Kriteria inklusi adalah sebagai berikut:

a. Masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

b. Bersedia di wawancarai

c. Berusia ≥ 60 tahun

Melakukan perhitungan untuk menndapatkan jumlah sampel dari masing-

masing kelurahan dengan menggunakan rumus :


ℎ=

Keterangan :
ℎ : besar sampel di masing-masing kelurahan
ℎ : jumlah populasi lansia di masing-masing kelurahan

: besar sampel untuk keseluruhan (100 orang)

: populasi lansia (10.761 orang)

Tabel 3.1 Distribusi Sampel Penelitian Masing-Masing Kelurahan


No Nama Posyandu Jumlah Lansia Jumlah Sampel
1 Glugur Darat I 1.090 10
2 Glugur Darat II 1.095 10
3 P. Brayan Darat I 2.025 19
4 P. Brayan darat II 1.352 13
5 P. Brayan Bengkel 1.315 12
6 P. Brayan Bengkel Baru 1.001 9
7 Durian 836 8
8 Gaharu 779 7
9 Sidodadi 556 5
10 Perintis 366 4
11 Gang Buntu 343 3
Jumlah 10.761 100

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


30

3.4 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan

data primer dan sekunder.

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung

pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer dapat dilakukan dengan cara

wawancara langsung dengan responden dengan berpedoman dengan kuesioner

penelitian yang telah disiapkan sebelumnya. Kuesioner diperoleh dari penelitian

sebelumnya yang dilakukan Liansyah (2014) yang berjudul Faktor-Faktor Yang

Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posbindu Lansia Di Wilayah Kerja

Puskesmas Beji Tahun 2014.

3.4.2 Data Sekunder

Data ini diperoleh dari posyandu lansia yaitu data pada register/pencatatan

kegiatan posyandu lansia dan puskesmas yang dapat mendukung data primer.

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.

Kuesioner digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

tahun 2017.

3.6 Variabel dan Definisi Operasional

3.6.1 Variabel

Variabel independen dalam penelitian ini adalah jenis kelamin,

pendidikan, pengetahuan, sikap, akses, dukungan keluarga, kader dan kebutuhan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


31

akan pelayanan sedangkan variabel dependennya adalah pemanfaatan pelayanan

posyandu lansia.

3.6.2 Definisi Operasional

1. Pemanfaatan pelayanan posyandu lansia adalah pernyataan responden

mengenai penggunaan fasilitas layanan dalam kegiatan posyandu lansia.

2. Jenis kelamin adalah keadaan responden dibedakan menurut status

seksual.

3. Pendidikan adalah sekolah formal tertinggi yang diselesaikan responden.

4. Pengetahuan adalah pernyataan responden mengenai pemahaman terhadap

kegiatan posyandu lansia.

5. Sikap adalah penilaian responden terhadap kegiatan dan manfaat yang

didapatkan dari pelayanan kesehatan di posyandu.

6. Akses adalah persepsi responden mengenai jarak yang ditempuh

responden dari rumah menuju posyandu lansia.

7. Dukungan keluarga adalah sikap dan tindakan anggota keluarga yang

bersifat mendukung, selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika

diperlukan.

8. Peran kader adalah orang yang diharapkan akan memegang peran sesuai

dengan fungsinya.

9. Kebutuhan akan pelayanan adalah rasa membutuhkan pelaynan posyandu

lansia yang mendorong terhadap penggunaan pelayanan.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


32

3.7 Aspek Pengukuran

No Variabel Jumlah Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur


Indikator
1 Jenis 1 Kuesioner Nominal 1. Perempuan
kelamin pertanyaan A5 2. Laki-laki
2 Pendidikan 1 Kuesioner Ordinal 1. Rendah (< SLTP)
pertanyaan B1 2. Tinggi (≥ SLTP)
3 Pengetahuan 10 Kuesioner Ordinal 1. Kurang ( jawaban
pertanyaan benar ≤ 55% atau skor
D1-D10 ≤ 5)
2. Cukup (jawaban benar
56% - 75% atau skor 6
- 7)
3. Baik (jawaban benar
76% - 100% atau skor
8 - 10)
4 Sikap 10 Kuesioner Ordinal 1. Kurang ( jawaban
pertanyaan benar ≤ 55% atau skor
E1-E10 ≤ 22)
2. Cukup (jawaban benar
56% - 75% atau skor
23 - 30)
3. Baik (jawaban benar
76% - 100% atau skor
31 - 40)
5 Akses 1 Kuesioner Ordinal 1. Sulit
pertanyaan F2 2. Mudah
6 Dukungan 1 Kuesioner Ordinal 1. Tidak ada dukungan
keluarga pertanyaan G1 2. Ada dukungan
7 Peran kader 4 Kuesioner Ordinal 1. Kurang ( jawaban
pertanyaan benar ≤ 55% atau skor
H1-H4 ≤ 2)
2. Cukup (jawaban benar
56% - 75% atau skor
3)
3. Baik (jawaban benar
76% - 100% atau skor
4)
8 Kebutuhan 1 Kuesioner Ordinal 1. Tidak membutuhkan
akan pertanyaan I1 2. Membutuhkan
pelayanan
9 Pemanfaatan 1 Kuesioner Ordinal 1. Tidak memanfaatkan
pelayanan pertanyaan C1 2. Memanfaatkan
posyandu
lansia

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


33

3.8 Analisis Data

Data diolah memakai komputer dengan memakai program formula statistik

dan menggunakan empat tahapan yaitu editing, coding, entry data dan cleaning.

Analisis data dalam penelitian ini mencakup:

1. Analisis Univariat

Adalah untuk mengetahui distribusi dan presentase dari tiap

variabel yang meliputi variabel jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan,

pekerjaan, sikap petugas kesehatan serta pemanfaatan pelayanan posyandu

lansia.

2. Analisis Bivariat

Analisis ini untuk mengetahui hubungan antar variabel-variabel

independen terhadap variabel dependen sedangkan uji yang digunakan

adalah uji Chi Square. Hasil uji statistik dinyatakan mempunyai hubungan

yang bermakna jika nilai p lebih kecil dari alpha (p value < 0,05),

sebaliknya dinyatakan hubungan tidak bermakna jika hasil uji statistik

menunjukkan nilai p lebih besar dari alpha (p value > 0,05).

3. Analisis Multivariat

Analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel

bebas dengan Pemanfaatan pelayanan di Posyandu Lansia dan dilakukan

pengujian sekaligus variabel yang mempunyai kemaknaan statistik pada

analisis bivariat, dengan menggunakan uji regresi logistik berganda

dengan ketentuan jika variabel mempunyai nilai p<0,25 pada analisis

bivariat (Elfindri et al., 2011).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1 Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat

Puskesmas Glugur Darat terletak di Jalan Glugur Darat No. 22 Kecamatan

Medan Timur. Puskesmas Glugur Darat mempunyai wilayah kerja seluas 776 Ha.

Wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat terdiri atas 11 kelurahan dan 128

lingkungan, yaitu:

a. Kelurahan Glugur Darat I : 13 lingkungan

b. Kelurahan Glugur Darat II : 12 lingkungan

c. Kelurahan P. Brayan Darat I : 14 lingkungan

d. Kelurahan P. Brayan Darat II : 15 lingkungan

e. Kelurahan P. Brayan Bengkel : 11 lingkungan

f. Kelurahan P. Brayan Bengkel Baru : 12 lingkungan

g. Kelurahan Durian : 12 lingkungan

h. Keurahan Gaharu : 12 lingkungan

i. Kelurahan Sidodadi : 11 lingkungan

j. Kelurahan Perintis : 5 lingkungan

k. Kelurahan Gang Buntu : 11 lingkungan

Batas wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat adalah sebagai berikut:

a. Sebelah Utara: Kecamatan Medan Deli

b. Sebelah Selatan: Kecamatan Medan Kota

c. Sebelah Barat: Kecamatan Medan Barat

34
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
35

d. Sebelah Timur: Kecamatan Medan Perjuangan dan Kecamatan Medan Timur

4.1.2 Keadaan Demografi

Jumlah penduduk Kecamatan Medan Timur tahun 2016 adalah 112.366

jiwa. Berikut adalah distribusi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat.

Tabel 4.1 Distribusi Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat


Kecamatan Medan Timur
No Kelurahan Jumlah Jumlah Penduduk Jumlah
Lingkungan Penduduk
Laki-laki Perempuan
1 Glugur Darat I 13 5.796 5.595 11.391
2 Glugur Darat II 12 5.326 5.326 11.435
3 P. Brayan Darat I 14 10.379 10.379 21.154
4 P. Brayan Darat II 15 6.996 6.996 14.118
5 P. Brayan Bengkel 11 7.032 6.704 13.736
6 P. Brayan Bengkel Baru 12 5.205 5.249 10.454
7 Durian 12 4.331 4.403 8.734
8 Gaharu 12 4.027 4.104 8.131
9 Sidodadi 11 2.818 2.986 5.804
10 Perintis 5 1.864 1.960 3.824
11 Gang Buntu 11 1.720 1.865 3.585
Jumlah 128 55.494 56.872 112.366
Sumber: Profil Puskesmas Glugur Darat 2016

4.2 Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dari

masing-masing variabel independen yaitu jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan,

sikap, akses, dukungan keluarga, kader, kebutuhan akan pelayanan dan variabel

dependen yaitu pemanfaatan pelayanan posyandu lansia pada posyandu lansia di

wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


36

4.2.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan jenis kelamin pada tabel 4.2 di bawah ini dapat diketahui

bahwa paling banyak responden berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan adalah perempuan sebanyak 69 responden (69%)

dan laki-laki sebanyak 31 responden (31%).

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


No Jenis kelamin n %
1 Perempuan 69 69
2 Laki-laki 31 31
Jumlah 100 100

4.2.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan pendidikan pada tabel 4.3 di bawah ini dapat diketahui

bahwa paling banyak responden berdasarkan pendidikan di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan adalah rendah (< Perguruan Tinggi) sebanyak 66

responden (66%) dan tinggi (≥ Perguruan Tinggi) sebanyak 34 responden (34%).

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan


No Pendidikan n %
1 Rendah (< Perguruan Tinggi) 93 93
2 Tinggi (≥ Perguruan Tinggi) 7 7
Jumlah 100 100

4.2.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur pengetahuan lansia tentang posyandu lansia dapat dilihat pada tabel 4.4

di bawah ini. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengetahuan tentang

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


37

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan

diketahui bahwa sebanyak 53 responden (53%) mengetahui bahwa posyandu

lansia bukan tempat pemeriksaan kesehatan bagi para lansia yang sakit saja.

Sebanyak 73 responden (73%) mengetahui bahwa pelayanan kesehatan di

posyandu lansia di tujukan buat orang yang berusia 45-59 tahun (pra lansia) dan

lebih dari atau sama dengan 60 tahun (lansia). Sebanyak 51 responden (51%)

mengetahui bahwa kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu lansia diadakan 1

kali dalam sebulan. Sebanyak 56 responden (56%) tidak mengetahui bahwa

meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatan adalah

salah satu tujuan diadakannya posyandu lansia. Sebanyak 56 responden (56%)

mengetahui bahwa penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan

tujuannya adalah untuk mengukur status gizi.

Sebanyak 54 responden (54%) mengetahui bahwa meningkatkan

kemudahan bagi lansia untuk mengakses berbagai layanan baik kesehatan maupun

layanan lainnya bukan merupakan tujuan posyandu lansia. Sebanyak 65

responden (65%) mengetahui bahwa pelaksana kegiatan di posyandu bukan hanya

petugas kesehatan (petugas puskesmas) saja. Sebanyak 92 reponden (92%)

mengetahui bahwa kegiatan posyandu lansia bermanfaat bagi lansia dan keluarga.

Sebanyak 53 responden (53%) mengetahui bahwa Pemberian Makanan Tambahan

merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia. Dan sebanyak 53 responden

(53%) mengetahui bahwa posyandu lansia bukan tempat pelayanan pengobatan

secara lengkap untuk segala macam penyakit.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


38

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Berdasarkan Setiap


Indikator Dalam Mengukur Pengetahuan Tentang Posyandu
Lansia
No Pernyataan Salah Benar
n % n %
1 Posyandu lansia adalah tempat pemeriksaan 47 47 53 53
kesehatan bagi para lansia yang sakit saja
2 Pelayanan kesehatan di posyandu lansia di 27 27 73 73
tujukan buat orang yang brusia 45-59 tahun (pra
lansia) dan lebih dari atau sama dengan 60 tahun
(lansia)
3 Kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu 49 49 51 51
lansia diadakan 1 kali dalam sebulan
4 Meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk 56 56 44 44
membina sendiri kesehatan adalah salah satu
tujuan diadakannya posyandu lansia
5 Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi 44 44 56 56
badan tujuannya adalah untuk mengukur status
gizi
6 Meningkatkan kemudahan bagi lansia untuk 46 46 54 54
mengakses berbagai layanan baik kesehatan
maupun layanan lainnya bukan merupakan
tujuan posyandu lansia
7 Pelaksana kegiatan di posyandu hanya petugas 35 35 65 65
kesehatan (petugas puskesmas) saja
8 Kegiatan posyandu lansia bermanfaat bagi lansia 8 8 92 92
dan keluarga
9 Pemberian Makanan Tambahan bukan 47 47 53 53
merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia
10 Posyandu lansia adalah tempat pelayanan 47 47 53 53
pengobatan secara lengkap untuk segala macam
penyakit

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan pengetahuan pada tabel 4.5 di bawah ini dapat diketahui

bahwa paling banyak responden berdasarkan pengetahuan di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan adalah kurang sebanyak 45 responden (45%),

baik sebanyak 44 responden (44%) dan cukup sebanyak 11 responden (11%).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


39

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan


No Pengetahuan n %
1 Kurang 45 45
2 Cukup 11 11
3 Baik 44 44
Jumlah 100 100

4.2.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur sikap lansia tentang posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.6 di

bawah ini, diketahui sebanyak 100 responden (100%) setuju untuk pernyataan

bahwa pemeriksaan di posyandu lansia berguna untuk memantau kesehatan saya.

Sebanyak 57 responden (57%) tidak setuju untuk pernyataan bahwa pengobatan

yang dilakukan di posyandu ini dapat menyembuhkan/mengurangi keluhan yang

saya rasakan. Sebanyak 58 responden (58%) tidak setuju untuk pernyataan bahwa

kegiatan di posyandu penting bagi saya. Sebanyak 44 responden (44%) tidak

setuju untuk pernyataan bahwa meskipun sehat, saya akan tetap datang ke

posyandu lansia. Sebanyak 55 responden tidak setuju untuk pernyataan bahwa

kegiatan di posyandu penting bagi saya dan banyak memberi manfaat.

Sebanyak 52 responden (52%) setuju untuk pernyataan bahwa posyandu

bermanfaat juga untuk kehidupan sosial saya. Sebanyak 58 responden (58%)

setuju untuk pernyataan bahwa saya akan datang ke posyandu lansia jika

mempunyai keluhan kesehatan saja. Sebanyak 53 responden (53%) tidak setuju

untuk pernyataan bahwa nasehat yang diberikan petugas kepada saya jarang sekali

dapat membantu mengurangi keluhan penyakit yang dirasakan. Sebanyak 43

responden (43%) sangat tidak setuju untuk pernyataan bahwa kegiatan posyandu

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


40

lansia tidak dapat dirasakan manfaatnya sehingga tidak perlu terus dilaksanakan.

Dan sebanyak 58 responden (58%) setuju untuk pernyataan bahwa kegiatan

pemeriksaan di posyandu lansia ini kurang bermanfaat untuk memantau kondisi

kesehatan saya.

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Berdasarkan Setiap


Indikator Dalam Mengukur Sikap Tentang Posyandu Lansia
No Pernyataan SS S TS STS
N % n % n % n %
1 Pemeriksaan di posyandu lansia 0 0 100 100 0 0 0 0
berguna untuk memantau
kesehatan saya
2 Pengobatan yang dilakukan di 0 0 43 43 57 57 0 0
posyandu ini dapat
menyembuhkan/mengurangi
keluhan yang saya rasakan
3 Kegiatan di posyandu penting 0 0 42 42 58 58 0 0
bagi saya
4 Meskipun sehat, saya akan tetap 10 10 32 32 44 44 14 14
datang ke posyandu lansia
5 Kegiatan di posyandu penting 18 18 24 24 55 55 3 3
bagi saya dan banyak memberi
manfaat
6 Posyandu bermanfaat juga untuk 0 0 52 52 48 48 0 0
kehidupan sosial saya
7 Saya akan datang ke posyandu 0 0 58 58 42 42 0 0
lansia jika mempunyai keluhan
kesehatan saja
8 Nasehat yang diberikan petugas 0 0 0 0 53 53 47 47
kepada saya jarang sekali dapat
membantu mengurangi keluhan
penyakit yang dirasakan
9 Kegiatan posyandu lansia tidak 0 0 30 30 27 27 43 43
dapat dirasakan manfaatnya
sehingga tidak perlu terus
dilaksanakan
10 Kegiatan pemeriksaan di 0 0 58 58 10 10 32 32
posyandu lansia ini kurang
bermanfaat untuk memantau
kondisi kesehatan saya

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


41

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan sikap pada tabel 4.7 di bawah ini dapat diketahui bahwa

paling banyak responden berdasarkan sikap di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat Medan adalah baik sebanyak 42 responden (42%), cukup sebanyak 33

responden (33%) dan kurang sebanyak 25 responden (25%).

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap


No Sikap N %
1 Kurang 25 25
2 Cukup 33 33
3 Baik 42 42
Jumlah 100 100

4.2.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Akses

Berdasarkan pada tabel 4.8 di bawah ini dapat diketahui bahwa paling

banyak responden berdasarkan jarak dari tempat tinggal lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan adalah jauh sebanyak 64 responden (64%) dan

dekat sebanyak 36 responden (36%).

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jarak Dari Tempat


Tinggal Lansia Ke Tempat Posyandu Lansia
No Jarak N %
1 Jauh 64 64
2 Dekat 36 36
Jumlah 100 100

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan akses pada tabel 4.8 di bawah ini dapat diketahui bahwa

paling banyak responden berdasarkan akses dari tempat tinggal lansia di wilayah

kerja Puskesmas Glugur Darat Medan adalah sulit sebanyak 58 responden (58%)

dan dekat sebanyak 42 responden (42%).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


42

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Akses


No Akses N %
1 Sulit 58 58
2 Mudah 42 42
Jumlah 100 100

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur alasan yang menjadi hambatan lansia dari tempat tinggalnya ke tempat

posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.10 di bawah. Berdasarkan hasil

penelitian, alasan yang menjadi hambatan lansia dari tempat tinggalnya ke tempat

posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan diketahui

sebanyak 32 responden (32%) menjawab tidak ada yang mengantar yang menjadi

jawaban terbanyak.

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Yang


Menjadi Hambatan Lansia Dari Tempat Tinggal Lansia Ke
Tempat Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
n % N %
1 Mudah lelah 58 58 0 0
2 Perlu biaya 57 57 1 1
3 Tidak ada yang mengantar 26 26 32 32
4 Keterbatasan gerak 58 58 0 0
5 Kendaraan yang sulit 58 58 0 0
6 Lain-lain (sibuk) 27 27 31 31

4.2.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan dukungan keluarga pada tabel 4.11 di bawah ini dapat

diketahui bahwa paling banyak responden berdasarkan dukungan keluarga yang

diberikan kepada lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan adalah

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


43

tidak ada dukungan sebanyak 60 responden (60%) dan ada dukungan sebanyak 40

responden (40%).

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan


Keluarga
No Dukungan Keluarga N %
1 Tidak ada dukungan 60 60
2 Ada dukungan 40 40
Jumlah 100 100

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur siapa yang memberikan dukungan kepada lansia untuk hadir ke tempat

posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.12 di bawah ini. Berdasarkan hasil

penelitian, diketahui bahwa sebanyak 39 responden (39%) menjawab didukung

oleh anak/menantu yang menjadi jawaban terbanyak.

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Siapa Yang


Mendukung Lansia Untuk Hadir Ke Tempat Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
n % N %
1 Pasangan suami/istri 32 32 8 8
2 Anak/menantu 1 1 39 39
3 Cucu 29 29 11 11

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur dukungan apa yang diberikan kepada lansia untuk hadir ke tempat

posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.13 di bawah ini. Berdasarkan hasil

penelitian, diketahui bahwa sebanyak 24 responden (24%) menjawab bahwasanya

dukungan berupa mengingatkan jadwal kegiatan yang menjadi jawaban terbanyak.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


44

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tindakan Apa


Yang Diberikan Kepada Lansia Untuk Hadir Ke Tempat
Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
N % N %
1 Menganjurkan datang ke posyandu 17 17 23 23
2 Mengingatkan jadwal kegiatan 16 16 24 24
3 Mengantar dan menjeput ke posyandu lansia 25 25 15 15
4 Menemani di tempat kegiatan 40 40 0 0
5 Lain-lain, ..... 40 40 0 0

4.2.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader

Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 100 responden (100%)

menyaatakan kader pernah memberikan informasi tentang adanya kegiatan

posyandu lansia. Sebanyak 66 responden (66%) menyatakan mendapatkan

motifasi dan saran dari kader untuk selalu mengikuti kegiatan di posyandu.

Sebanyak 56 responden (56%) menyatakan kader pernah memberikan informasi

terkait manfaat dari kegiatan posyandu lansia. Dan sebanyak 53 responden (53%)

menyatakan tidak selalu ada kader dalam kegiatan posyandu dan membantu

kegiatan di posyandu lansia dengan baik.

Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader


Lansia Pada Posyandu Lansia Dapat
No Pertanyaan Tidak Ya
n % n %
1 Apakah kader pernah memberikan informasi 0 0 100 100
tentang adanya kegiatan posyandu lansia pada
bapak/ibu?
2 Apakah bapak/ibu mendapatkan motifasi dan 33 33 66 66
saran dari kader untuk selalu mengikuti kegiatan
di posyandu?
3 Apakah kader pernah memberikan informasi 44 44 56 56
terkait manfaat dari kegiatan posyandu lansia?
4 Apakah selalu ada kader dalam kegiatan posyandu 53 53 47 47
dan membantu kegiatan di posyandu lansia dengan
baik?

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


45

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur kader lansia pada posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.15 di atas.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 100 responden (100%)

menyaatakan kader pernah memberikan informasi tentang adanya kegiatan

posyandu lansia. Sebanyak 66 responden (66%) menyatakan mendapatkan

motifasi dan saran dari kader untuk selalu mengikuti kegiatan di posyandu.

Sebanyak 56 responden (56%) menyatakan kader pernah memberikan informasi

terkait manfaat dari kegiatan posyandu lansia. Dan sebanyak 53 responden (53%)

menyatakan tidak selalu ada kader dalam kegiatan posyandu dan membantu

kegiatan di posyandu lansia dengan baik.

Berdasarkan pada tabel 4.15 di bawah ini dapat diketahui bahwa paling

banyak responden berdasarkan kader posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas

Glugur Darat Medan adalah kurang sebanyak 48 responden (48%), baik sebanyak

37 responden (37%) dan cukup sebanyak 15 responden (15%).

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Kader


No Kader N %
1 Kurang 48 48
2 Cukup 15 15
3 Baik 37 37
Jumlah 100 100

4.2.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kebutuhan Akan


Pelayanan

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan diperoleh hasil distribusi

responden berdasarkan kebutuhan akan pelayanan pada tabel 4.16 di bawah ini

dapat diketahui bahwa paling banyak responden berdasarkan kebutuhan akan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


46

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan

adalah membutuhkan sebanyak 80 responden (80%) dan tidak membutuhkan

sebanyak 20 responden (20%).

Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kebutuhan Akan


Pelayanan
No Kebutuhan akan pelayanan N %
1 Tidak membutuhkan 20 20
2 Membutuhkan 80 80
Jumlah 100 100

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur alasan yang menyebabkan lansia membutuhkan pelayanan posyandu

lansia dapat dilihat pada Tabel 4.17 di bawah ini. Berdasarkan hasil penelitian

diketahui alasan yang menyebabkan lansia membutuhkan pelayanan sebanyak 80

responden (80%) menjawab memeriksakan dan memantau kesehatan saya yang

menjadi jawaban terbanyak.

Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Yang


Menyebabkan Lansia Membutuhkan Pelayanan Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
n % N %
1 Memperoleh pelayanan kesehatan lebih mudah 8 8 72 72
2 Memeriksakan dan memantau kesehatan saya 0 0 80 80
3 Mendapatkan peningkatan pengetahuan dan 12 12 68 68
informasi kesehatan
4 Mengikuti kegiatan yang bermanfaat seperti 34 34 46 46
senam dan penyuluhan
5 Menjalin komunikasi sesama lansia 1 1 79 79

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


47

4.2.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia
Berdasarkan pada tabel 4.18 di bawah ini dapat diketahui bahwa paling

banyak responden berdasarkan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di

wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan adalah tidak memanfaatkan

sebanyak 61 responden (61%) dan memanfaatkan sebanyak 39 responden (39%).

Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia
No Pemanfaatan pelayanan N %
posyandu lansia
1 Tidak memanfaatkan 61 61
2 Memanfaatkan 39 39
Jumlah 100 100

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur jumlah kehadiran lansia pada posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel

4.19 di bawah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 61 responden

(61%) tidak penah mengahadiri posyandu lansia. Sebanyak 15 responden (15%)

mengahadiri sebanyak 1 – 3 kali. Sebanyak 10 responden (10%) mengahadiri 4 –

6 kali. Sebanyak 10 responden (10%) mengahadiri sebanyak 7 – 9 kali. Dan

sebanyak 4 responden (4%) mengahadiri sebanyak 10 – 12 kali. Dan semua pada

tahun 2017.

Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jumlah Kehadiran


Lansia Dalam Setahun
No Jumlah kehadiran lansia N %
1 0 kali 61 61
2 1 – 3 kali 15 15
3 4 – 6 kali 10 10
4 7 – 9 kali 10 10
5 10 – 12 kali 4 4
Jumlah 100 100

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


48

Rincian jawaban pertanyaan untuk masing-masing indikator dalam

mengukur alasan lansia tidak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dapat

dilihat pada Tabel 4.20 di bawah ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui alasan

lansia tidak memanfaatkan sebanyak 31 responden (31%) menjawab tidak ada

yang mengantar dan menjadi jawaban terbanyak.

Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan Lansia


Tidak Memanfaatkan Pelayanan Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
n % N %
1 Malas 61 61 0 0
2 Tidak ada yang mengantar 30 30 31 31
3 Sudah ada tempat berobat sendiri/swasta/dokter 61 61 0 0
praktek
4 Tidak tahu ada pelayanan posyandu lansia 61 61 0 0
5 Tidak sempat/sibuk 34 34 27 27
6 Lupa 57 57 4 4

Rincian jawaban pertanyaan dalam mengukur alasan lansia memanfaatkan

pelayanan posyandu lansia dapat dilihat pada Tabel 4.21 di bawah, diketahui

alasan lansia memanfaatkan sebanyak 37 responden (37%) menjawab mengetahui

kondisi kesehatan dan pencegahan penyakit dan menjadi jawaban terbanyak.

Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Alasan


Memanfaatkan Pelayanan Posyandu Lansia
No Pertanyaan Tidak Ya
n % N %
1 Periksa tekanan darah dan berat badan 12 12 27 27
2 Mengetahui kondisi kesehatan dan pencegahan 2 2 37 37
penyakit
3 Mendapatkan PMT 39 39 0 0
4 Memperoleh obat/vitamin 19 19 20 20
5 Arisan, bertemu sesama lansia lainnya 11 11 28 28
6 Ada kegiatan lain yang bermanfaat di posyandu 7 7 32 32
seperti senam dan penyuluhan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


49

4.3 Analisis Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara

variabel dependen yaitu pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dan beberapa

variabel independen yaitu jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sikap, akses,

dukungan keluarga dan kebutuhan akan pelayanan dengan menggunakan uji Chi-

square dengan tingkat kemaknaan nilai p<0,05.

4.3.1 Hubungan Jenis Kelamin Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan jenis kelamin dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 69 responden yang berjenis

kelamin perempuan sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak 44 responden

(44%), sedangkan dari 31 responden yang berjenis kelamin laki-laki sebagian

besar tidak memanfaatkan sebanyak 17 responden (17%). Hasil uji statistik chi

square dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia diperoleh nilai p > 0,05 (p=0,397). Hal ini

menunjukkan secara statistik bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara

jenis kelamin dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Hal ini dapat

dilihat pada tabel 4.22 di bawah ini.

Tabel 4.22 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
Jenis P
No Tidak Memanfaatkan n %
kelamin Value
memanfaatkan
N % n %
1 Perempuan 44 44 25 25 69 69
0,397
2 Laki-laki 17 17 14 14 31 31
Jumlah 61 61 39 39 100 100

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


50

4.3.2 Hubungan Pendidikan Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pendidikan dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 66 responden yang

mempunyai tingkat pendidikan rendah (< SLTP) sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 39 responden (39%), sedangkan dari 34 responden yang

mempunyai tingkat pendidikan tinggi (≥ SLTP) sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 22 responden (22%). Hasil uji statistik chi square

dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia diperoleh nilai p > 0,05 (p=0,586). Hal ini

menunjukkan secara statistik bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara

pendidikan dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Hal ini dapat dilihat

pada tabel 4.23 di bawah ini.

Tabel 4.23 Tabulasi Silang Pendidikan Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
P
No Pendidikan Tidak Memanfaatkan n %
Value
memanfaatkan
n % n %
1 Rendah (< 55 55 38 38 66 66
Perguruan
Tinggi)
0,164
2 Tinggi (≥ 6 6 1 1 34 34
Perguruan
Tinggi)
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.3 Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 45 responden yang

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


51

mempunyai pengetahuan kurang mengenai posyandu lansia sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 42 responden (42%), sedangkan dari 11 responden yang

mempunyai pengetahuan cukup mengenai posyandu lansia sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 7 responden (7%), sedangkan dari 44 responden yang

mempunyai pengetahuan baik mengenai posyandu lansia sebagian besar

memanfaatkan sebanyak 32 responden (32%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.24

di bawah ini.

Tabel 4.24 Tabulasi Silang Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
P
No Pengetahuan Tidak Memanfaatkan n %
Value
memanfaatkan
n % n %
1 Kurang 42 42 3 3 45 45
2 Cukup 7 7 4 4 11 11 0,000
3 Baik 12 12 32 32 44 44
Jumlah 61 61 39 39 10 10
0 0

Analisis uji statistik dengan Chi- square tidak memenuhi syarat untuk

dilakukan karena terdapat 1 sel (16,7%) expected count yang besarnya kurang dari

5, sehingga dilakukan penggabungan sel seperti berikut pada tabel 4.25. Pada

tabel 4.25, berdasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan dengan

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 45 responden

yang mempunyai pengetahuan kurang mengenai posyandu lansia sebagian besar

tidak memanfaatkan sebanyak 42 responden (42%), sedangkan dari 55 responden

yang mempunyai pengetahuan baik mengenai posyandu lansia sebagian besar

memanfaatkan sebanyak 36 responden (36%) . Hasil uji statistik chi square

dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


52

pelayanan posyandu lansia diperoleh nilai p < 0,05 (p=0,000). Hal ini

menunjukkan secara statistik bahwa ada hubungan yang bermakna antara

pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia pada tabel 4.25 di

bawah ini.

Tabel 4.25 Tabulasi Silang Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
P
No Pengetahuan Tidak Memanfaatkan n %
Value
memanfaatkan
n % n %
1 Kurang 42 42 3 3 45 45
0,000
2 Baik 19 19 36 36 55 55
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.4 Hubungan Sikap Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan sikap dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 25 responden yang

mempunyai sikap yang kurang semuanya tidak memanfaatkan sebanyak 25

responden (25%), sedangkan dari 33 responden yang mempunyai sikap cukup

sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak 29 responden (29%), sedangkan

dari 42 responden yang mempunyai sikap baik sebagian besar memanfaatkan

sebanyak 35 responden (35%). Hasil uji statistik chi square dilakukan untuk

mengetahui hubungan sikap dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia

diperoleh nilai p < 0,05 (p=0,000). Hal ini menunjukkan secara statistik bahwa

ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pemanfaatan pelayanan

posyandu lansia. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.26 di bawah ini.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


53

Tabel 4.26 Tabulasi Silang Sikap Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
P
No Sikap Tidak Memanfaatkan N %
Value
memanfaatkan
n % n %
1 Kurang 25 25 0 0 25 25
2 Cukup 29 29 4 4 33 33 0,000
3 Baik 7 7 35 35 42 42
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.5 Hubungan Akses Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan akses dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 58 responden yang

mempunyai akses yang sulit sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak 54

responden (54%), sedangkan dari 42 responden yang mempunyai akses yang

mudah sebagian besar memanfaatkan sebanyak 35 responden (35%). Hasil uji

statistik chi square dilakukan untuk mengetahui hubungan akses dengan

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia diperoleh nilai p < 0,05 (p=0,000). Hal

ini menunjukkan secara statistik bahwa ada hubungan yang bermakna antara akses

dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia pada tabel 4.27.

Tabel 4.27 Tabulasi Silang Akses Lansia Dengan Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan Total
posyandu lansia
P
No Akses Tidak Memanfaatkan N %
Value
memanfaatkan
n % n %
1 Sulit 54 54 4 4 58 58
0,000
2 Mudah 7 7 35 35 42 42
Jumlah 61 61 39 39 100 100

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


54

4.3.6 Hubungan Dukungan Keluarga Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan dukungan keluarga dengan

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 60 responden

yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 54 responden (54%), sedangkan dari 40 responden yang

mendapatkan dukungan dari keluarga sebagian besar memanfaatkan sebanyak 39

responden (39%). Hasil uji statistik chi square dilakukan untuk mengetahui

hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia

diperoleh nilai p < 0,05 (p=0,000). Hal ini menunjukkan secara statistik bahwa

ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.28 di bawah ini.

Tabel 4.28 Tabulasi Silang Dukungan Keluarga Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan posyandu Total
lansia
Dukungan P
No Tidak Memanfaatkan n %
keluarga Value
memanfaatkan
n % n %
1 Tidak ada 54 54 6 6 60 60
dukungan
0,000
2 Ada 7 7 33 33 40 40
dukungan
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.7 Hubungan Peran Kader Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan kader dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 48 responden yang

mempunyai penilaian kader kurang sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak

46 responden (46%), sedangkan dari 15 responden yang mempunyai penilaian

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


55

kader cukup sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak 10 responden (10%),

sedangkan dari 37 responden yang memilik penilaian kader baik sebagian besar

memanfaatkan sebanyak 32 responden (32%). Hasil uji statistik chi square

dilakukan untuk mengetahui hubungan kader dengan pemanfaatan pelayanan

posyandu lansia diperoleh nilai p < 0,05 (p=0,000). Hal ini menunjukkan secara

statistik bahwa ada hubungan yang bermakna antara kader dengan pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia.

Tabel 4.29 Tabulasi Silang Kader Dengan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia Di Puskesmas Glugur Darat
Pemanfaatan pelayanan posyandu Total
lansia
P
No Kader Tidak Memanfaatkan n %
Value
memanfaatkan
N % n %
1 Kurang 46 46 2 2 48 48
2 Cukup 10 10 5 5 15 15 0,000
3 Baik 5 5 32 32 37 37
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.8 Hubungan Kebutuhan Akan Pelayanan Lansia Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur Darat

Berdasarkan hasil penelitian hubungan kebutuhan akan pelayanan dengan

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia menunjukkan bahwa dari 20 responden

yang mempunyai tidak memilik kebutuhan akan pelayanan sebagian besar tidak

memanfaatkan sebanyak 12 responden (12%), sedangkan dari 80 responden yang

memilik kebutuhan akan pelayanan sebagian besar tidak memanfaatkan sebanyak

49 responden (49%). Hasil uji statistik chi square dilakukan untuk mengetahui

hubungan kebutuhan akan pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan posyandu

lansia diperoleh nilai p > 0,05 (p=0,918). Hal ini menunjukkan secara statistik

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


56

bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebutuhan akan pelayanan

dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia.

Tabel 4.30 Tabulasi Silang Kebutuhan Akan Pelayanan Lansia Dengan


Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Puskesmas Glugur
Darat

Pemanfaatan pelayanan posyandu Total


Kebutuhan lansia
P
No akan Tidak Memanfaatkan n %
Value
pelayanan memanfaatkan
N % n %
1 Tidak 12 12 8 8 20 20
membutuhk
an 0,918
2 Membutuhk 49 49 31 31 80 80
an
Jumlah 61 61 39 39 100 100

4.3.9 Kesimpulan Hasil Uji Chi-square

Berdsarakan hasil penelitian diketahui bahwa faktor pengetahuan


(p=0,000), sikap (p=0,000), akses (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000) dan
peran kader (p=0,000) mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan
pelayanan posyandu lansia sedangkan jenis kelamin (p=0,397), pendidikan
(p=0,586) dan kebutuhan akan pelayanan (p=0,918) tidak berhubungan dengan
pemanfataan pelaynan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat,
dapat dilihat pada tabel 4.31 di bawah ini.
Tabel 4.31 Hasil Uji Chi-square
No Variabel P value Keterangan
1 Jenis kelamin 0,397 Tidak berhubungan
2 Pendidikan 0,586 Tidak berhubungan
3 Pengetahuan 0,000 Berhubungan
4 Sikap 0,000 Berhubungan
5 Akses 0,000 Berhubungan
6 Dukungan keluarga 0,000 Berhubungan
7 Peran kader 0,000 Berhubungan
8 Kebutuhan akan pelayanan 0,918 Tidak berhubungan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


57

4.4 Analisis Multivariat

Analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel

independen (jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sikap, akses, deukungan

keluarga, kader dan kebutuhan akan pelayanan) terhadap variabel dependen

(pemanfaatan pelayanan posyandu lansia) secara bersamaan dengan menggunakan

uji regresi logistik ganda. Beberapa langkah yang dilakukan adalah sebagai

berikut:

1. Melakukan pemilihan variabel yang potensial dimasukkan dalam model.

Variabel yang dipilih sebagai kandidat atau yang dianggap signifikan

berdasarkan hasil uji bivariat (uji Chi-square).

2. Pada uji regresi logistik berganda dipilih nilai signifikan (p) kurang dari

0,25 (p<0,25)pada uji bivariat (uji Chi-Square). Penggunaan kemaknaan

statistik 0,25 untuk memungkinkan variabel-variabel yang secara

terselubung sesungguhnya penting dimasukkan ke dalam model

multivariat.

3. Selanjutnya dilakukan pengujian secara bersamaan dengan metode

forward stepwise (conditional) untuk mengidentifikasi faktor paling

berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia.

Dalam penelitian ini berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi-square

bahwa variabel independen yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan

posyandu lansia terdapat lima variabel yaitu pengetahuan, sikap, akses, dukungan

keluarga dan kader dengan nilai p < 0,05, sedangkan tiga variabel yaitu jenis

kelamin, pendidikan dan kebutuhan akan pelayanan tidak berhubungan karena

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


58

mempunyai nilai signifikan (p > 0,05). Selanjutnya variabel yang signifikan

dimasukkan sebagai kandidat model untuk dilakukan analisis multivariat dengan

uji regresi logistik berganda.

Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil

bahwa hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia yaitu variabel sikap dengan peran kader. Variabel

sikap dengan koefisien regresi= 3,114, sig.=0,000, dan nilai Exp(β)=22,515.

Variabel kader dengan koefisien regresi=2,424, sig.=0,000, dan nilai

Exp(β)=11,288. Nilai konstanta sebesar -13,089. Selengkapnya dapat dilihat pada

tabel berikut.

Tabel 4.32 Hasil Analisis Multivariat Uji Regresi Logistik Ganda


Variabel B Sig. Exp(β) OR (95%CI)
Sikap 3,114 0,000 22,515 4,448-113,959
Peran kader 2,424 0,000 11,288 3,446-36,974
Constant -13,089 0,000
Dari hasil uji regresi logistik ganda di atas dari dua variabel yang paling

dominan atau besar pengaruhnya secara signifikan terhadap pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat adalah sikap

dengan nilai OR (odds rate) 22,515 (95%CI: 4,448-113,959) artinya responden

dengan sikap yang baik berpeluang 22,5 kali untuk memanfaatkan pelayanan

posyandu lansia dibandingkan dengan responden dengan sikap yang kurang baik.

Variabel kedua yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia yaitu

kader dengan nilai OR (odds rate) 11,288 (95%CI: 3,446-36,974) artinya

responden yang mempunyai kader lansia dengan baik berpeluang 11 kali untuk

memanfaatkan posyandu lansia dibandingkan dengan responden yang mempunyai

kader kurang baik.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


59

Berdasarkan hasil analisis regresi logistik ganda tersebut dapat ditentukan

model persamaan regresi logistik ganda yang dapat menafsirkan faktor sikap dan

kader yang memengaruhi variabel dependen (pemanfaatan pelayanan posyandu

lansia) di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan adalah sebagai berikut:
1
= 1 + e– (−13,089 + 3,114 (X1) + 2,424 (X2)

f(Z) = Probabilitas pemanfaatan pelayanan posyandu lansia

α= Konstanta

ß1- ß4 = Koefisien regresi

X1 = Sikap

X2 = Kader

E = Error (tingkat kesalahan)

Nilai Percentage Correct diperoleh sebesar 93% yang artinya variabel

sikap dan kader lansia bisa menjelaskan pengaruhnya terhadap pemanfaatan

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan

sebesar 93%, sedangkan sisanya sebesar 7% dipengaruhi oleh faktor lain.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja


Puskesmas Glugur Darat Medan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas

Glugur Darat Medan diketahui bahwa pemanfaatan pelayanan posyandu lansia

masih sangat rendah. Jumlah kunjungan yang dilakukan lansia masih belum sesuai

dengan standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui

bahwa ada beberapa faktor yang secara signifikan mempengaruhi lansia terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia yaitu sikap dan peran kader. Hasil

analisis terhadap pemanfaatan pelyanan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat diketahui bahwa lansia yang paling aktif berkisar dari

umur 60 tahun sampai dengan 67 tahun, dengan tingkat kehadiran sebanyak tujuh

sampai dengan dua belas kali dalam setahun.

Alasan lansia tidak memanfaatkan bukan karena mereka malas,

mempunyai tempat berobat sendiri ataupun karena para lansia tidak mengetahui

bahwasanya ada kegiatan posyandu lansia di wilayahnya, melainkan tidak ada

yang mengantar yang menjadi alasan terbanyak para lansia untuk tidak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dan tidak sempat/sibuk. Kesibukan

lansia ini beberapa diantaranya disebabkan karena lansia tersebut masih ada yang

bekerja, sedangkan yang tidak bekerja diantaranya karena menjaga cucu yang

ditinggal bekerja oleh orangtuannya. Kemungkinan waktu juga menjadi

permasalahan ketidakaktifan lansia memanfaatkan pelayanan posyandu lansia.

Masalah lupa juga merupakan alasan lansia tidak memanfaatkan pelayanan

60
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
61

posyandu lansia. Masalah tersebut merupakan masalah yang harus dimaklumi

karena semakin lanjut usia seseorang semakin berkurang daya fungsi tubuhnya.

Semestinya orang yang berada di sekitar lansia terutama keluarga dapat

mengingatkan jadwal yang telah ditentukan, sehingga kunjungan lansia dapat

meningkat dan mencapai standar yang telah ditentukan.

Pada alasan lansia yang memanfaatkan pelayanan posyandu lansia

sebagian besar menjawab untuk mengetahui kondisi kesehatan dan pencegahan

penyakit. Sesuai dengan fungsinya posyandu lansia sebagai tempat pelayanan

kesehatan promtif dan preventif tanpa mengurangi upaya kuratif dan rehabilitatif,

tetapi jika ada lansia yang mengatakan karena tidak sakit mereka tidak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia, hal tersebut merupakan

kesalahpahaman mengenai fungsi dari posyandu lansia itu sendiri, karena

posyandu lansia diperuntukkan bagi semua lansia baik yang mengalami masalah

kesehatan ataupun tidak.

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan proses pendaya-fungsian

layanan kesehatan oleh masyarakat. Menurut Levey Loomba (1973) dalam Azwar

(2010), yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang

dilaksanakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk

memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, mengobati penyakit serta

memulihkan kesehatan sesorang, keluarga, kelompok dan masyarakat. Puskesmas

sebagai unit terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat maupun perorangan

telah tersedia di semua kecamatan. Sehubungan dengan hal tersebut puskesmas

diharapkan mampu melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


62

tingkat dasar bagi lansia. Pelayanan kesehatan lansia di puskesmas harus

dilakukan secara professional dan berkualitas, paripurna, terpadu dan terintegrasi

dengan memperhatikan aspek geriarti pada lansia (Kemenkes, 2015).

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan pelayanan

posyandu lanisa antara lain dengan mensosialisasikan kegiatan serta manfaat

posyandu lansia, bukan hanya kepada lansia itu sendiri, pihak keluarga,

masyarakat dan LSM juga perlu mengetahui hal tersebut agar dapat mendukung

lansia untuk hadir dan ikut serta dalam kegiatan posyandu lansia. Membuat

perencanaan program lansia sesuai dengan kebutuhan masyarakat lansia perlu

diadakan untuk mengetahui kebutuhan dari lansia itu sendiri dan dapat

mengoptimalkan program yang telah dibuat.

5.2 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Medan

5.2.1 Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia

Berdasarkan analisis multivariat jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

Medan, dan hal itu senada dengan hasil penelitian Henniwati (2008) yang

menyatakan bahwa jenis kelamin tidak mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dan hasil penelitian Erliawati

(2006) jenis kelamin tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kunjungan pada

posyandu lansia. Berdasarkan hasil penelitian jenis kelamin perempuan lebih

banyak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia daripada laki-laki. Menurut

Bastable (2002), secara keseluruhan perempuan cenderung lebih banyak mencari

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


63

perawatan kesehatan daripada laki-laki. Menurut perkiraan, salah satu penyebab

mengapa perempuan lebih banyak berhubungan dengan sistem perawatan

kesehatan adalah karena mereka cenderung menjadi pengurus utama kesehatan

anak-anak mereka yang memerlukan perawatan pediatrik. Sedangkan laki-laki

cenderung tidak bergantung pada perawatan kesehatan daripada perempuan adalah

karena harapan masyarakat tentang peran yang dipikul kaum laki-laki yaitu laki-

laki harus lebih kuat.

Pemahaman seperti itu seharusnya dapat diubah. Dalam hal memanfaatkan

pelayanan kesehatan seharusnya tidak ada pemahaman bahwasanya karena laki-

laki lebih kuat sehingga tidak perlu memanfaatkan pelayanan posyandu lansia.

Semua lansia baik laki-laki maupun perempuan harus memanfaatkan pelayanan

posyandu lansia, karena manfaatnya bukan hanya bagi lansia saja tetapi keluarga

juga dapat manfaat dari pelayanan posyandu lansia. Laki-laki yang seharusnya

menjadi tulang punggung keluarga, seandainya ketika laki-laki tidak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dan pada akhirnya diketahui bahwa ia

mempunyai penyakit yang statusnya sudah sulit disembuhkan, maka keluarga juga

akan mengalami permasalahan ekonomi. Begitu juga ketika perempuan tidak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dan pada akhirnya diketahui bahwa ia

mempunyai penyakit yang statusnya sudah sulit disembuhkan dapat berakibat

terganggunya konsentrasi suaminya ataupun keluarga lainnya dalam bekerja

sehingga produktivitas suami atau keluarganya terganggu.

Dalam hal perbedaan jenis kelamin dan penuaan, fisik laki-laki cenderung

lebih lemah dari pada perempuan, seperti yang diperlihatkan melalui angka

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


64

kematian. Berdasarkan survei BPS juga diketahui bahwa umur harapan hidup laki-

laki lebih rendah dari pada perempuan. Pada 2010-2014, harapan hidup laki-laki

ada di angka 68 tahun, sedangkan angka harapan hidup perempuan 72 tahun.

Sementara tahun 2015, baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan

angka harapan hidup satu tahun.

5.2.2 Pengaruh Pendidikan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia

Berdasarkan analisis multivariat pendidikan tidak berpengaruh terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

Medan, dan hal itu senada dengan hasil penelitian Henniwati (2008) yang

menyatakan bahwa tingkat pendidikan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Berdasarkan hasil penelitian

tingkat pendidikan lebih kecil dari perguruan tinggi lebih banyak memanfaatkan

pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan.

Biasanya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan meningkatkan pula

ilmu pengetahuan, informasi yang didapat. Hal ini menunjukkan semakin tinggi

pendidikan maka kebutuhan dan tuntutan terhadap pelayanan kesehatan semakin

meningkat pula, semakin rendah tingkat pendidikan ini akan mengakibatkan

mereka sulit menerima penyuluhan yang diberikan oleh tenaga penyuluh

(Hardywinoto, 2007).

Pendidikan merupakan hal terpenting pada setiap orang karena dengan

pendidikan orang bisa mencapai kualitas dalam hidupnya dan dengan pendidikan

pula kita bisa menciptakan manusia manusia yang berakhlak baik dan cerdas. Kini

pendidikan dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Banyak perubahan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


65

dari zaman dahulu hinga zaman sekarang dan sebagai contohnya, tujuan utama

dari pendidikan sekarang bukanlah demi orang tua, nilai yang tinggi , diri sendiri

ataupun guru namun saat ini yang ingin dicapai dari sekolah ialah mendapat

manfaat yang bisa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Zaman dahulu, orientasi pendidikan dimaksudkan untuk mendidik manusia

agar tumbuh mempunyai akhlak yang baik, mengajarkan nilai kehidupan, dan

mengajarkan budi pekerti, etika, mendahulukan kepentingan umum di atas

kepentingan pribadi. Setelah itu institusi dan tenaga pendidik baru akan

mengajarkan keterampilan yang membuat siswa mampu menyokong hidupnya

sendiri di masa depan. Namun sekarang ini pendidikan lebih berorientasi kepada

bagaimana meningkatkan kecerdasan, prestasi, keterampilan, dan bagaimana

menghadapi persaingan. Pendidikan saat ini cenderung kehilangan misi utamanya

untuk investasi karakter manusia. Pendidikan moral dan karakter bukan lagi

merupakan faktor utama seorang anak menjalani pendidikan. Kedua hal ini

dianggap menjadi tugas para tokoh agama, tugas orang tua atau wali di rumah.

Sekolah sekarang ini berlomba menonjolkan kurikulum yang dipercaya bisa

menciptakan generasi muda baik dari usia sedini mungkin.

Selain itu menurut sejarah, pada zaman dahulu hanya kaum bangsawan

yang dapat menikmati pendidikan tinggi, sehingga rakyat biasa hanya bisa sekolah

di sekolah rakyat saja. Alasan tersebut yang memperkuat kebanyakan responden

memiliki pendidikan lebih kecil dari perguruan tinggi. Ekonomi dan kemauan

juga dapat mempengaruhi tingkat pendidikan seseorang, dan dukungan keluarga

juga dapat mempengaruhi juga tingkat pendidikan seseorang.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


66

5.2.3 Pengaruh Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia

Berdasarkan analisis multivariat pengetahuan tidak berpengaruh terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

Medan Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan baik lebih banyak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat Medan. Sebagian besar lansia mengetahui bahwa kegiatan posyandu lansia

bermanfaat bukan hanya bagi dirinya tetapi juga keluarganya dan yang

mengetahui bukan hanya yang memanfaatkan tetapi juga yang tidak

memanfaatkan. Jika dilihat dari tingkat pendidikan yang memanfaatkan,

pendidikan yang rendah yang lebih banyak memanfaatkan pelayanan posyandu

lansia, tetapi pengetahuan yang baik yang lebih banyak memanfaatkan pelayanan

posyandu lansia. Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh

dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri

kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara

hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat

pada mereka. Hal ini selaras dengan pendapat Notoatmojo (2012) yang

menyatakan bahwa pengetahuan adalah hasil tahu yang sesuai setelah seseorang

melakukan panca inderanya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar seseorang

maka semakin tinggi pengetahuannya.

Lansia umumnya mempunyai kemampuan daya ingat yang menurun,

sehingga mudah melupakan apa yang baru disampaikan dan ini berdampak pada

tingkat pengetahuan para lansia yang masih kurang terutama mengenai manfaat

dan tujuan dari adanya posyandu lansia. Menurut Bandiyah (2009),

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


67

mengemukakan bahwa lansia memiliki kemunduran kemampuan kognitif, seperti

ingatan pada hal-hal dari masa muda lebih baik daripada hal-hal yang baru terjadi.

Dari hasil wawancara dengan lansia sebagian besar lansia mengetahui

bahwasanya manfaat dari pemanfaatan pelayanan posyandu lansia bukan hanya

untuk dirinya tetapi juga keluarga mendapatkan manfaat juga. Sebagian besar

lansia juga mengetahui bahwasanya meningkatkan kesadaran para usia lanjut

untuk membina sendiri kesehatan adalah salah satu tujuan diadakannya posyandu

lansia Dengan mengetahui hal tersebut seharusnya pemanfaatan pelayanan

posyandu lansia tidak seperti yang terjadi di lapangan, yaitu masih kecilnya

jumlah pemanfaatan lansia ke posyandu lansia. Kemungkinan karena masih ada

lansia yang tidak mengetahui bahwasanya kegiatan pelayanan kesehatan di

posyandu lansia diadakan satu kali dalam sebulan yang menjadi penyebab jumlah

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia masih tidak sesuai dengan standar yang

telah ditetapkan.

Pernyataan bahwa posyandu lansia adalah tempat pemeriksaan kesehatan

bagi para lansia yang sakit saja merupakan suatu kesalahpemahaman mengenai

tujuan dari posyandu lansia itu sendiri. Posyandu lansia merupakan tempat untuk

melakukan upaya promotif dan preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan

rehabilitatif, sehingga posyandu lansia bukan hanya tempat pemeriksaan bagi para

lansia yang sakit saja. Melakukan sosialisasi mengenai manfaaat dan tujuan

posyandu lansia dengan baik dapat merubah pemahaman dan meningkatkan

pengetahuan lansia itu sendiri sehingga pemahaman dan pengetahuan lansia

mengenai manfaat dan tujuan posyandu lansia menjadi baik.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


68

5.2.4 Pengaruh Sikap Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia

Berdasarkan analisis multivariat sikap berpengaruh signifikan terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

Medan. Berdasarkan hasil wawancara diketahui hanya sebagian kecil yang sangat

setuju tehadap pernyataan bahwa meskipun sehat lansia akan tetap datang ke

posyandu lansia, seharusnya semua lansia sangat setuju dengan pernyataan ini

agar standar yang telah ditetapkan mengenai pemanfaatan pelayanan posyandu

lansia dapat tercapai.

Pernyataan mengenai pemeriksaan di posyandu lansia berguna untuk

memantau kesehatan lansia, semua lansia menjawab setuju dengan pernyataan

tersubut dan juga menjawab kegiatan yang terdapat di posyandu penting bagi

lansia. Pada kuesioner terdapat pernyataan negatif yaitu nasehat yang diberikan

petugas kepada lansia jarang sekali dapat membantu mengurangi keluhan penyakit

yang dirasakan. Dari hasil analisis diketahui hampir semua menjawab tidak setuju

dan sangat tidak setuju. Tetapi jika dilihat dari pernyataan yang diberikan lansia

yaitu bahwa posyandu lansia penting bagi lansia, pernyataan tersebut tidak sesuai

dengan perilaku lansia itu sendiri. Lansia menjawab bahwa posyandu lansia itu

berguna dan penting bagi lansia tetapi lansia itu sendiri tidak memanfaatkan

pelayanan posyandu lansia yang ada, yang sudah disiapkan untuk para lansia.

Sikap merupakan perilaku tertutup yang tidak dapat langsung dilihat dan

merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, sikap belum merupakan

suatu tindakan atau aktifitas tetapi merupakan predisposisi tindakan atau perilaku

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


69

(Notoatmojo, 2012). Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas

merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan

posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir

atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami

karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap

suatu obyek.

Notoatmodjo (2012), berpendapat bahwa sikap tumbuh karena adanya

suatu kecenderungan untuk merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek,

orang lembaga, atau peristiwa tertentu. Menurut Berkowitz dalam Notoatmodjo

(2012), “sikap seseorang terhadap objek adalah perasaan mendukung atau

memihak (favorabel) ataupun perasaan tidak mendukung (tak-favorabel) terhadap

objek, dengan kata lain, sikap dapat bersifat positif dan negatif. Sikap ditunjukkan

oleh luasnya rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu.

5.2.5 Pengaruh Akses Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia

Berdasarkan analisis multivariat akses tidak berpengaruh terhadap

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

Medan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat akses mudah lebih banyak

memanfaatkan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat Medan.

Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa hanya satu lansia yang

menyatakan bahwa hambatan pemanfaatan pelayanan posyadu lansia adalah biaya

dan tidak ada yang mengatakan bahwa hambatan pemanfaan pelayanan posyandu

lansia adalah mudah lelah. Sebagaimana yang diketahui apabila semakin lanjut

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


70

usia seseorang akan semakin berkurang daya fungsi tubuhnya. Ketika alasan

mudah lelah menjadi alasan tidak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia, hal

tersebut merupakan hal yang sesuai dengan pernyataan mengenai semakin

berkurangnya daya fungsi tubuh lansia, maka sudah seharusnya dukungan

keluarga ditingkatkan. Karena kita ketahui manfaat yang dirasakan bukan hanya

bagi lansia saja tetapi keluarga juga mandapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.

Tetapi berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa

yang menjadi hambatan terbesar adalah karena ketidakadaan orang yang

mengantar terutama dari pihak keluarga. Dari hasil wawancara diketahui

bahwasanya ketidakadaan yang mengantar ke tempat posyandu lansia disebabkan

sebagian besar keluarga lansia bekerja sehingga tidak sempat mengantar dan

menjeput lansia ke posyandu lansia, bukan karena tidak ingin mengantar dan

menjeput lansia itu sendiri ke posyandu lansia.

Selain itu alasan adanya kesibukan juga menjadi hambatan yang ada dalam

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Lansia menyatakan kesibukannya berupa

menjaga cucu. Lansia itu sendiri menjaga cucunya dikarenakan anak dari lansia

tersebut bekerja. Seandainya menjaga cucu bukan menjadi tugas lansia,

kemungkinan besar lansia dapat hadir untuk memanfaatkan pelayanan posyandu

lansia. Kegiatan menjaga cucu bukan hal yang terpaksa bagi lansia tetapi

keinginan lansia itu sendiri dan dapat membuatnya senang.

Selain itu juga, masih terdapat lansia yang bekerja untuk memenuhi

kebutuhannya sehari-hari. Pekerjaan tersebut seperti menarik becak ataupun

berjualan. Sebagian lansia berpendapat seandainya kegiatan dilakukan pada sore

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


71

hari kemungkinan akan lebih banyak yang hadir mengikuti kegiatan tersebut

ataupun hari libur. Tetapi harus juga memprtimbangkan petugas kesehatan dan

kader lansia. Dengan pernyataan tersebut seharusnya menjadi pertimbangan juga

dalam menetapkan waktu pelaksanaan kegiatan posyandu lansia.

5.2.6 Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lansia

Berdasarkan analisis multivariat dukungan keluarga tidak berpengaruh

terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas

Glugur Darat Medan. Berdasarkan hasil penelitian adanya dukungan keluarga

lebih banyak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan.

Sebagian besar lansia didukung oleh anak/menantu mereka. Dukungan

yang diberikan berupa menganjurkan untuk datang dan mengingatkan jadwal

posyandu lansia, hanya sebagian kecil yang ikut serta mengantar dan menjeput

lansia ke tempat kegiatan posyandu lansia. Seperti yang diketahui alasan tidak ada

yang mengantar dan menjeput bukan karena keluarga tidak ingin melihat lansia

tersebut kondisi kesehatannya terjaga tetapi karena bekerja sehingga keluarga

lansia tidak sempat untuk mengantarkan ke posyandu lansia.

Andersen dalam Notoatmodjo (2012), yang menyebutkan bahwa dukungan

keluarga pada pasien sangat memberikan pengaruh yang positif, artinya kebiasaan

pasien yang melakukan kunjungan ulang ke pelayanan kesehatan sangat

ditentukan oleh dukungan anggota keluarganya. Dukungan keluarga sangat

berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan

posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


72

menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu,

mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu dan berusaha membantu

mengatasi segala permasalahan bersama lansia. Pemberian informasi tentang

kegiatan posyandu lansia dari keluarga sangat diharapkan, hal ini dikarenakan

lansia yang belum secara teratur aktif memanfaatkan posyandu lansia disebabkan

menurunnya daya ingat sehingga sering lupa jadwal kegiatan posyandu. Hal ini

menggambarkan kurangnya dukungan anggota keluarga terhadap lansia untuk

berkunjung ke posyandu lansia.

Ketika kerjasama kader yang telah memberikan informasi seharusnya

keluarga juga membantu mengingatkan jadwal dan menganjurkan datang ke

posyandu lansia. Dengan cara tersebut standar yang telah ditetapkan mengenai

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dapat tercapai sesuai target.

5.2.7 Pengaruh Peran Kader Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu


Lansia

Berdasarkan analisis multivariat peran kader berpengaruh signifikan

terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas

Glugur Darat Medan. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa semua lansia

menyatakan bahwa kader pernah memberikan informaasi tetntang adanya

kegiatan posyandu lansia, tetapi masih ada juga yang tidak memanfaatkan

pelayanan posyandu lansia. Seandainya semua yang mendapatkan informasi ini

memanfaatkan pelaynana posyandu lansia, maka standar yang telah ditetapkan

mengenai pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dapat tercapai.

Kegiatan di posyandu lansia tergolong masih kurang aktif, hal ini

dikarenakan para peserta atau peminat untuk mengikuti posyandu lansia kurang.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


73

Kader posyandu lansia mempunyai peran yang besar dalam upaya meningkatkan

kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai derajat kesehatan yang

optimal serta ikut membina masyarakat dalam bidang kesehatan dengan melalui

kegiatan yang dilakukan di posyandu. Partisipasi kader merupakan salah satu

kunci keberhasilan sistem pelayanan di posyandu. Jika partisispasi kader dalam

pelayanannya di posyandu kurang aktif, maka tidak akan mendapat respon positif

dari para lansia untuk berkunjung ke posyandu lansia. Jika kader juga

mendapatkan pelatihan komunikasi, maka kemungkinan besar lansia akan tertarik

akan kegiatan posyandu lansia.

Akan tetapi tidak sepenuhnya kader yang bersalah karena tidak sesuai

standar yang telah ditetapkan dalam hal pemanfaatan pelayanan posyandu lansia,

melainkan harus adanya kerjasama antara keluarga, tokoh masyarakat dan pihak-

pihak yang dapat membantu hal tersebut sehingga dengan luasnya jumla lansia

dan banyaknya jumlah lansia yang ada maka dari pada itu kerjasama tersebut

perlu dilakukan.

5.2.8 Pengaruh Kebutuhan Akan Pelayanan Terhadap Pemanfaatan


Pelayanan Posyandu Lansia

Berdasarkan analisis multivariat keburuhan akan pelayanan tidak

berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan. Berdasarkan hasil penelitian masih ada yang

membutuhkan tetapi tidak hadir dalam kegiatan posyandu lansia di wilayah kerja

Puskesmas Glugur Darat Medan. Sebagian besar lansia menyatkan bahwa

memeriksakan dan memantau kesehatan saya alasan lansia membutuhkan

pelayanan posyandu lansia. Ketika semua lansia berpersepsi seperti maka

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


74

pemanfaatan pelayanan posyandu lansia akan meningkat dan mencapai standar

yang telah ditetapkan.

Tetapi masih ada lansia yang tidak memanfaatkan pelayanan posyandu

lansia menyatakan membutuhkan pelayanan posyandu lansia. Ketika kita

menyatakan membutuhkan seharusnya kita ikut dalam kegiatan tersebut, tetapi

kenyataannya tidak. Berarti pernyataan mereka tidak sesuai dengan perilakunya.

Menurut pendapat H.L. Bloom dalam Notoatmodjo (2012), bahwa perilaku

mempunyai peranan yang besar terhadap derajat kesehatan setelah pengaruh

lingkungan, sedangkan faktor adanya pelayanan kesehatan mempunyai pengaruh

lebih kecil daripada faktor perilaku.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


BAB VI
KESIMPULAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa :

1. Variabel jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, akses, dukungan

keluarga dan kebutuhan akan pelayanan tidak berpengaruh terhadap

pemanfaatan peayanan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Glugur

Darat

2. Variabel sikap dan peran kader berpengaruh terhadap pemanfaatan

pelayanan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat

6.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang

telah dibuat, maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Dinas Kesehatan diharapkan agar melibatkan peran aktif perguruan

tinggi setempat dalam upaya optimalisasi kegiatan pembinaan dan

penyuluhan kepada lansia.

2. Bagi Puskesmas diharapkan memperkuat kerja sama lintas sektor dan

membuat perencanaan program kegiatan lain seperti posyandu gabungan

satu kali dalam satu tahun dan membuat jadwal ulang sesuai dengan

kebutuhan lansia tanpa mengabaikan waktu kerja tenaga kesehatan.

3. Bagi keluarga diharapkan lebih meningkatkan perhatian kepada lansia

dengan ikut serta menemani lansia ke posyandu lansia.

75
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, A. 2010. Pengantar Adminstrasi Kesehatan. Jakarta : Binarupa Aksara.

Bandiyah, S. 2009. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta. Nulia


Medika.

Bastable, S,B. 2002. Perawat Sebagai Pendidik: Prinsip-Prinsip Pengajaran


dan Pembelejaran. EGC. Jakarta.

BPS. 2016. Statistik Penduduk Lanjut Usia Sumatera Utara 2015.


http://www.sumut.bps.go.id/frontend/linkTableDinamis/view/id/61
Diakses 19 September 2017

Effendi, N. 1998. Dasar-Dasar Perawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta.


EGC.

Elfindri, Hasnita, E. Abidin, Z. Machmud, R. Elmiyasna. 2011. Metodologi


Penelitian Kesehatan. Jakarta. Baduose Media.

Erliawati. 2006. Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Pemanfaatan


Posyandu Lansia Di Puskesmas Tegal Sari Kota Medan Tahun 2005.
Skripsi. Medan. FKM USU.

Fuadi, H. (2008). Studi Fenomonologi Motivasi Lansia Dalam Memanfaatkan


Posyandu Lansia Di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Matesih
Kabupaten Karanganyar. Tesis. Universitar Diponegoro.

Friedman, M, M. 2010. Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori dan


Praktik. Jakarta. EGC.

Hardywinoto, S. 2007. Panduan Gerontologi. Jakarta. Pustaka Utama.

Henniwati. 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan


Posyandu Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh
Timur. Tesis. Medan. FKM USU.

Ismawati, C.S. Pebriayati, S. Proverawati, A. 2010. Posyandu Dan Desa Siaga


Panduan Untuk Bidan & Kader. Yogyakarta. Nuha Medika

Kemenkes RI. 2010. Pedoman Pembinaan Kesehatan Lanjut Usia Bagi


Petugas Kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Komunitas, Jakarta.

. 2012. Penuaan Dan Kesehatan. 9 April 2012, Press Realese


Jakarta.

76
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
77

. 2013. Populasi Lansia Diperkirakan Terus Meningkat Hingga


Tahun 2020. 9 Oktober 2013, Press Realese Jakarta.

. 2013. Pusat Data dan Informasi: Gambaran Kesehatan


Lanjut Usia di Indonesia.Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

. 2015. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-


2019. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Liansyah, W. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Posbindu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Beji Tahun
2014. Skripsi. FKM UI, Depok.

Nasution, Z. 2013. Pengaruh Pengatahuan, Sikap, Dukungan Keluarga Dan


Kader Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lanjut Usia Di Wilayah
Kerja Puskesmas Bandar Dolok Kecamatan Pagar Merbau
Kabupaten Deli Serdang. Tesis. Medan. FKM USU.

Notoatmodjo, S. 2011.Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka


Cipta.

. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka


Cipta.

___________ . 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:


PT Rineka Cipta.

Peraturan Pemerintah RI No.43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya


Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia, Jakarta.

Permenkes RI No.75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Jakarta.

. No.43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang


Kesehatan, Jakarta..

Puskesmas Glugur Darat. 2016. Profil Kesehatan Puskesmas Glugur Darat


2016. Medan.

Sihombing, L.H. 2012. Pengaruh Ketersediaan Saran, Pengetahuan Dan


Sikap Lanjut Usia (Lansia) Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia
Di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Kota Medan. Tesis. Medan.
FKM USU.

Widya, A. 2015. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan


Posyandu Lansia Di Kecamatan Kolang Kabupatn Tapanuli Tengah
Tahun 2015. Tesis. Medan. FKM USU.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


78

Lampiran 1
KUESIONER

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN


PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUGUR DARAT TAHUN
2017

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Ilham Dermawan G
NIM : 131000260
Mahasiswa : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Sumatera Utara
Sedang melakukan penelitian untuk kepentingan menyelesaikan skripsi
dengan judul :
“FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN
PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
GLUGUR DARAT TAHUN 2017”
Dalam lampiran terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan
penelitian. Untuk itu saya memohon dengan segala kerendahan hati agar kiranya
Bapak/Saudara bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi pertanyaan berikut.
Kejujuran Bapak/Saudara dalam menjawab pertanyaan sangat saya hargai.
Jawaban yang Bapak/Saudara berikan akan saya jamin kerahasiaannya.
Ucapan terimakasih yang sebesarnya saya ucapkan atas bantuan dan
partisipasi Bapak/Saudara dalam mengisi kuesioner ini.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


79

Petunjuk Pengisian :
1. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih
2. Pastikan semua pertanyaan dijawab dengan lengkap
3. Hanya satu jawaban yang dipilih yang dianggap paling sesuai dengan
keadaan responden, --Kecuali adanya petunjuk lain.

Nomor Responden : ....................... (diisi oleh peneliti)


Tanggal wawancara :........................ (diisi oleh peneliti)

A. IDENTITAS RESPONDEN :
1. Nama :
2. Alamat: Kelurahan...................RT/RW:.........
3. Tanggal Lahir : ......./....../........ (.......tahun)
4. Agama :
5. Jenis Kelamin :
1. Laki-laki
2. Perempuan

B. PENDIDIKAN :
1. Apa pendidikan terakhir bapak/ibu ?
1. < SMP
2. ≥ SMP

C. PEMANFAATAN LAYANAN POSYANDU LANSIA :


1. Apakah bapak/ibu memanfaatkan pelayanan di posyandu lansia pada tahun
2017 ?
1. Ya
2. Tidak →langsung ke pertanyaan C nomor 3

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


80

2. Berapa kali bapak/ibu memanfaatkan pelayanan di posyandu lansia pada


tahun 2017?
............
3. Apa alasan bapak/ibu tidak memanfaatkan posyandu lansia yang di adakan
setiap bulan? (jawaban boleh lebih dari satu)
1. Malas
2. Tidak ada yang mengantar
3. Sudah ada tempat berobat sendiri/swasta/dokter praktek
4. Tidak tahu ada pelayanan posyandu lansia
5. Tidak sempat/sibuk
6. Lain-lain, sebutkan....
4. Jika Ya, apa yang membuat ibu memanfaatkan posyandu lansia ? (jawaban
boleh lebih dari satu)
1. Periksa tekanan darah dan berat badan
2. Mengetahui kondisi kesehatan dan pencegahan penyakit
3. Mendapatkan PMT
4. Memperoleh obat/vitamin
5. Arisan, bertemu sesama lansia lainnya
6. Ada kegiatan lain yang bermanfaat di posyandu, seperti senam dan
penyuluhan
7. Lain-lain, sebutkan....

D. PENGETAHUAN TERHADAP POSYANDU LANSIA

No. Pertanyaan Benar Salah


1. Posyandu lansia adalah tempat pemeriksaan kesehatan
bagi para lansia yang sakit saja
2. Pelayanan kesehatan di posyandu lansia di tujukan buat
orang yang berusia 45 – 59 tahun (pra lansia) dan lebih
dari atau sama dengan 60 tahun (lansia)
3. Kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu lansia

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


81

diadakan 1 kali dalam sebulan


4. Meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk
membina sendiri kesehatan adalah salah satu tujuan
diadakannya posyandu lansia
5. Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan
tujuannya adalah untuk mengukur status gizi
6. Meningkatkan kemudahan bagi lansia untuk mengakses
berbagai layanan baik kesehatan maupun layanan
lainnya bukan merupakan tujuan posyandu lansia
7. Pelaksana kegiatan di posyandu hanya petugas
kesehatan (petugas puskesmas) saja
8. Kegiatan posyandu lansia bermanfaat bagi lansia dan
keluarga
9. Pemberian Makanan Tambahan bukan merupakan salah
satu kegiatan posyandu lansia
10. Posyandu lansia adalah tempat pelayanan pengobatan
secara lengkap untuk segala macam penyakit

E. SIKAP

No. Pertanyaan STS TS S SS


1. Pemeriksaan di posyandu lansia berguna untuk
memantau kesehatan saya
2. Pengobatan yang dilakukan di di posyandu ini
dapat menyembuhkan/mengurangi keluhan
yang saya rasakan
3. Kegiatan di posyandu penting bagi saya
4. Meskipun sehat, saya akan tetap datang ke
posyandu lansia
5. Kegiatan di posyandu penting bagi saya dan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


82

banyak memberi manfaat


6. Posyandu bermanfaat juga untuk kehidupan
sosial saya
7. Saya akan datang ke posyandu lansia jika
mempunyai keluhan kesehatan saja
8. Nasehat yang diberikan petugas kepada saya
jarang sekali dapat membantu mengurangi
keluhan penyakit yang dirasakan
9. Kegiatan posyandu lansia tidak dapat dirasakan
manfaatnya sehingga tidak perlu terus
dilaksanakan
10. Kegiatan pemeriksaan di posyandu lansia ini
kurang bermanfaat untuk memantau kondisi
kesehatan saya

F. AKSES / JARAK :
1. Bagaimana pendapat bapak/ibu terhadap jarak tersebut
1. Jauh 2. Dekat
2. Dengan jarak yang demikian apakah menjadi hambatan bapak/ibu hadir di
posyandu pada setiap kegiatan pelayanan pada setiap bulannya ?
1. Ya 2. Tidak →langsung ke pertanyaan G
3. Jika Ya,menjadi hambatan, apa alasannya? (jawaban boleh lebih dari,
jawaban jangan dibacakan tapi tanyakan apa lagi )
1. Mudah lelah
2. Perlu biaya
3. Tidak ada yang mengantar
4. Keterbatasan gerak
5. Kendaraan yang sulit
6. lain-lain, sebutkan...

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


83

G. DUKUNGAN KELUARGA
1. Adakah pihak keluarga yang mendukung bapak ibu untuk datang ke
posyandu lansia
1. Ada 2. Tidak ada →langsung ke pertanyaan H
2. Jika ada siapa? (jawaban boleh lebih dari satu )
1. Pasangan suami/istri
2. Anak / Menantu
3. Cucu
4. Lain-lain, sebutkan...
3. Dukungan berupa apa? (jawaban boleh lebih dari satu)
1. Menganjurkan datang ke posyandu
2. Mengingatkan jadwal kegiatan
3. Mengantar dan menjemput ke posyandu lansia
4. Menemani di tempat kegiatan 5. Lain-lain, sebutkan...

H. KADER :
1. Apakah kader pernah memberikan informasi tentang adanya kegiatan
posyandu lansia pada bapak/ibu ?
1. Ya, 2. Tidak
2. Apakah bapak/ibu mendapatkan motifasi dan saran dari kader untuk selalu
mengikuti kegiatan di posyandu ?

3. Apakah kader pernah memberikan informasi terkait manfaat dari kegiatan


posyandu lansia

4. Apakah selalu ada kader dalam kegiatan posyandu dan membantu kegiatan
di posyandu lansia dengan baik ?
1. Ya 2. Tidak

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


84

I. FAKTOR KEBUTUHAN :
1. Apakah bapak/ibu membutuhkan pelayanan di posyandu lansia
1. Ya 2. Tidak
2. Apa yang menyebabkan bapak/ ibu membutuhkan pelayanan posyandu
lansia ? (Jawaban boleh lebih dari satu)
1. Memperoleh pelayanan kesehatan lebih mudah
2. Memeriksakan dan memantau kesehatan saya
3. Mendapatkan peningkatan pengetahuan dan informasi kesehatan
4. Mengikuti kegiatan yang bermanfaat seperti senam dan penyuluhan
5. Menjalin komunikasi sesama lansia
6. Lain-lain, sebutkan.........

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


85

Lampiran 2

Master Data

No A5 B1 C1 C2 C3.1 C3.2 C3.3 C3.4 C3.5 C3.6


1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1
2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
3 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
4 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1
5 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
8 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
9 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1
10 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
11 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
12 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
13 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
14 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
15 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
16 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
17 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
18 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
19 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
20 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
21 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
22 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
23 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1
24 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1
25 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
27 2 1 2 4 1 1 1 1 1 1
28 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
29 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
30 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
31 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1
32 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1
33 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
34 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1
35 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
36 2 2 2 4 1 1 1 1 1 1
37 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1
38 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
39 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


86

40 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1
41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
42 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
43 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
44 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
45 1 2 2 4 1 1 1 1 1 1
46 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
47 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1
48 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
49 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
50 2 1 2 5 1 1 1 1 1 1
51 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
52 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
53 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
54 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
55 1 2 2 5 1 1 1 1 1 1
56 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
57 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
58 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
59 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1
60 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
61 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1
62 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
63 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
64 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
65 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1
66 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1
67 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
68 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
69 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1
70 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
71 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1
72 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
73 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
74 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1
75 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1
76 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
77 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
78 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1
79 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1
80 2 1 2 4 1 1 1 1 1 1
81 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1
82 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


87

83 2 1 2 4 1 1 1 1 1 1
84 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2
85 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
86 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
87 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
88 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
89 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1
90 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1
91 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1
92 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1
93 1 2 2 4 1 1 1 1 1 1
94 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2
95 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
96 2 1 2 5 1 1 1 1 1 1
97 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
98 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1
99 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
100 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


88

No C4.1 C4.2 C4.3 C4.4 C4.5 C4.6 C4.7


1 1 1 1 1 1 1 1
2 1 1 1 1 1 1 1
3 1 1 1 1 1 1 1
4 1 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 1 1 1
6 1 1 1 1 1 1 1
7 1 1 1 1 1 1 1
8 1 2 1 1 2 2 1
9 1 1 1 1 1 1 1
10 2 2 1 1 1 2 1
11 1 1 1 1 1 1 1
12 1 1 1 1 1 1 1
13 1 1 1 1 1 1 1
14 1 1 1 1 1 1 1
15 1 1 1 1 1 1 1
16 1 1 1 1 1 1 1
17 1 1 1 1 1 1 1
18 1 1 1 1 1 1 1
19 1 1 1 1 1 1 1
20 1 1 1 1 1 1 1
21 1 1 1 1 1 1 1
22 1 1 1 1 1 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1
24 1 2 1 2 2 2 1
25 1 2 1 2 1 2 1
26 1 1 1 1 1 1 1
27 1 2 1 1 2 1 1
28 2 1 1 1 2 2 1
29 2 2 1 2 2 1 1
30 2 2 1 2 1 1 1
31 1 2 1 2 1 1 1
32 1 1 1 1 2 1 1
33 1 1 1 1 1 1 1
34 1 2 1 1 1 2 1
35 1 1 1 1 1 1 1
36 1 2 1 1 2 2 1
37 1 2 1 1 2 2 1
38 1 1 1 1 1 1 1
39 1 1 1 1 1 1 1
40 1 2 1 2 1 2 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


89

41 1 1 1 1 1 1 1
42 1 1 1 1 1 1 1
43 1 1 1 1 1 1 1
44 1 1 1 1 1 1 1
45 2 2 1 2 2 2 1
46 1 2 1 2 2 1 1
47 1 2 1 1 2 2 1
48 1 1 1 1 1 1 1
49 1 1 1 1 1 1 1
50 2 2 1 1 2 2 1
51 1 1 1 1 1 1 1
52 1 1 1 1 1 1 1
53 1 1 1 1 1 1 1
54 1 1 1 1 1 1 1
55 2 2 1 1 2 1 1
56 1 1 1 1 1 1 1
57 1 1 1 1 1 1 1
58 1 1 1 1 1 1 1
59 2 2 1 1 2 2 1
60 1 1 1 1 1 1 1
61 2 2 1 2 2 2 1
62 1 1 1 1 1 1 1
63 1 1 1 1 1 1 1
64 1 1 1 1 1 1 1
65 2 2 1 2 2 2 1
66 2 2 1 2 2 2 1
67 1 1 1 1 1 1 1
68 1 1 1 1 1 1 1
69 2 2 1 1 2 2 1
70 1 1 1 1 1 1 1
71 2 2 1 1 2 2 1
72 1 1 1 1 1 1 1
73 1 1 1 1 1 1 1
74 2 2 1 1 2 2 1
75 1 1 1 1 1 1 1
76 1 1 1 1 1 1 1
77 1 1 1 1 1 1 1
78 2 2 1 2 2 2 1
79 2 2 1 2 2 2 1
80 2 2 1 2 2 2 1
81 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


90

82 2 2 1 1 2 2 1
83 2 2 1 2 2 2 1
84 1 1 1 1 1 1 1
85 1 1 1 1 1 1 1
86 1 1 1 1 1 1 1
87 1 1 1 1 1 1 1
88 2 2 1 2 2 2 1
89 2 2 1 1 2 2 1
90 2 2 1 1 2 2 1
91 2 2 1 1 1 2 1
92 2 2 1 2 1 2 1
93 2 2 1 2 1 2 1
94 1 1 1 1 1 1 1
95 1 1 1 1 1 1 1
96 2 2 1 2 1 2 1
97 1 1 1 1 1 1 1
98 2 2 1 2 1 2 1
99 1 1 1 1 1 1 1
100 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


91

No D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 D10 D
1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 2
2 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 3
3 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
4 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1
5 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1
6 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1
7 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
9 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 3
10 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
11 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 3
12 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1
13 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
15 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 2
16 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 3
17 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1
18 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 2
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
20 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 2
21 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1
22 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 2
23 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
25 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3
26 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
27 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
28 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1
29 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3
30 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 2
31 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 2
32 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 3
33 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1
34 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
35 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1
36 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 2
37 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3
38 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1
39 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
40 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


92

41 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1
42 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
43 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
44 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1
45 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
46 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
47 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
48 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
49 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
50 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
51 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
52 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
53 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
54 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
55 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1
56 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1
57 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
58 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1
59 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3
60 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1
61 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
62 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
63 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
64 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
65 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
66 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
67 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1
68 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
69 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
70 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
71 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3
72 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
73 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1
74 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1
75 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
76 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
77 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
78 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
79 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
80 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
81 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 3

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


93

82 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 3
83 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
84 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1
85 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
86 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
87 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
88 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
89 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
90 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
91 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
92 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
93 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
94 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
95 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 3
96 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3
97 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1
98 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
99 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 2
100 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


94

No E1 E2 E3 E4 E5 E6 E7 E8 E9 E10 E
1 3 2 2 2 2 3 2 4 4 2 2
2 3 2 2 1 2 3 2 3 2 2 1
3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3
4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3
5 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
6 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
7 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2
8 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
9 3 2 2 1 2 2 2 4 2 2 1
10 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3
11 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3
12 3 2 2 1 2 2 2 4 2 2 1
13 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2
14 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3
15 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2
16 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2
17 3 2 2 1 1 2 2 3 2 2 1
18 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
19 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
20 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3
21 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
22 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
23 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
24 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3
25 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3
26 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
27 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
28 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
29 3 2 2 2 2 3 2 4 2 2 2
30 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3
31 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3
32 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3
33 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
34 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3
35 3 2 2 2 2 3 2 4 2 2 2
36 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
37 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
38 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2
39 3 2 2 1 1 2 2 3 2 2 1
40 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


95

41 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2
42 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
43 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
44 3 2 2 1 2 2 2 4 2 2 1
45 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
46 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
47 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
48 3 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1
49 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
50 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
51 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
52 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
53 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
54 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
55 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
56 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
57 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
58 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
59 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
60 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
61 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
62 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
63 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
64 3 2 2 2 1 2 2 3 3 2 1
65 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3
66 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3
67 3 2 2 1 2 2 2 3 3 2 1
68 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
69 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
70 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
71 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
72 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
73 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
74 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
75 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
76 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
77 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
78 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
79 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
80 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
81 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


96

82 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
83 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
84 3 2 2 1 2 2 2 3 3 2 1
85 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
86 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
87 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1
88 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
89 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
90 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
91 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3
92 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3
93 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
94 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
95 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
96 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
97 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
98 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3
99 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2
100 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


97

No F1 F2 F3.1 F3.2 F3.3 F3.4 F3.5 F3.6


1 1 1 1 1 1 1 1 2
2 1 1 1 1 1 1 1 2
3 1 2 1 1 1 1 1 1
4 1 2 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 1 1 1 2
6 1 1 1 1 1 1 1 2
7 1 1 1 1 1 1 1 2
8 2 2 1 1 1 1 1 1
9 2 1 1 1 1 1 1 2
10 2 1 1 1 1 1 1 2
11 2 2 1 2 2 1 1 1
12 2 1 1 1 1 1 1 2
13 1 1 1 1 1 1 1 2
14 1 1 1 1 1 1 1 2
15 1 1 1 1 1 1 1 2
16 1 1 1 1 1 1 1 2
17 1 1 1 1 1 1 1 2
18 1 1 1 1 1 1 1 2
19 2 2 1 1 2 1 1 1
20 2 2 1 1 2 1 1 1
21 1 1 1 1 1 1 1 2
22 1 1 1 1 1 1 1 2
23 1 1 1 1 1 1 1 2
24 1 2 1 1 1 1 1 1
25 2 2 1 1 1 1 1 1
26 1 1 1 1 1 1 1 2
27 2 2 1 1 1 1 1 1
28 2 2 1 1 1 1 1 1
29 2 1 1 1 2 1 1 1
30 2 1 1 1 2 1 1 1
31 2 2 1 1 1 1 1 1
32 2 2 1 1 1 1 1 1
33 1 1 1 1 1 1 1 2
34 2 2 1 1 1 1 1 1
35 1 1 1 1 2 1 1 1
36 1 2 1 1 1 1 1 1
37 1 2 1 1 1 1 1 1
38 1 1 1 1 1 1 1 2
39 1 1 1 1 1 1 1 2
40 1 2 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


98

41 1 1 1 1 1 1 1 2
42 1 1 1 1 1 1 1 2
43 1 1 1 1 1 1 1 2
44 1 1 1 1 1 1 1 2
45 2 2 1 1 1 1 1 1
46 2 2 1 1 1 1 1 1
47 1 2 1 1 1 1 1 1
48 1 1 1 1 1 1 1 2
49 1 1 1 1 1 1 1 2
50 1 2 1 1 1 1 1 1
51 1 1 1 1 1 1 1 2
52 1 1 1 1 1 1 1 2
53 1 1 1 1 1 1 1 2
54 1 1 1 1 1 1 1 2
55 2 2 1 1 1 1 1 1
56 2 2 1 1 2 1 1 1
57 1 1 1 1 1 1 1 2
58 1 1 1 1 1 1 1 2
59 2 2 1 1 1 1 1 1
60 1 1 1 1 1 1 1 2
61 2 2 1 1 1 1 1 1
62 1 1 1 1 1 1 1 2
63 1 1 1 1 1 1 1 2
64 1 1 1 1 1 1 1 2
65 2 2 1 1 1 1 1 1
66 1 2 1 1 1 1 1 1
67 1 1 1 1 1 1 1 2
68 1 1 1 1 1 1 1 2
69 2 2 1 1 1 1 1 1
70 1 1 1 1 1 1 1 2
71 2 2 1 1 1 1 1 1
72 1 1 1 1 1 1 1 2
73 1 1 1 1 1 1 1 2
74 1 2 1 1 1 1 1 1
75 1 2 1 1 2 1 1 1
76 1 1 1 1 1 1 1 2
77 1 1 1 1 1 1 1 2
78 2 2 1 1 1 1 1 1
79 2 2 1 1 1 1 1 1
80 2 2 1 1 1 1 1 1
81 1 1 1 1 1 1 1 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


99

82 2 1 1 1 2 1 1 1
83 2 2 1 1 1 1 1 1
84 1 1 1 1 1 1 1 2
85 1 1 1 1 1 1 1 2
86 1 1 1 1 1 1 1 2
87 1 1 1 1 1 1 1 2
88 2 2 1 1 1 1 1 1
89 2 2 1 1 1 1 1 1
90 2 2 1 1 1 1 1 1
91 2 2 1 1 1 1 1 1
92 2 2 1 1 1 1 1 1
93 2 2 1 1 1 1 1 1
94 1 1 1 1 1 1 1 2
95 1 1 1 1 1 1 1 2
96 1 2 1 1 1 1 1 1
97 1 1 1 1 1 1 1 2
98 2 2 1 1 1 1 1 1
99 1 1 1 1 1 1 1 2
100 1 1 1 1 1 1 1 2

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


100

No G1 G2.1 G2.2 G2.3 G2.4 G3.1 G3.2 G3.3 G3.4 G3.5


1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
3 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
8 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1
9 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
10 2 2 2 1 1 2 1 2 1 1
11 2 1 2 1 1 2 2 2 1 1
12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
14 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
19 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1
20 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
24 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
29 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
30 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1
31 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
34 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1
35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
36 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1
37 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1
38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
39 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
40 1 2 2 1 1 2 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


101

41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
42 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
43 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
44 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
45 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
46 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1
47 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1
48 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
49 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
50 2 1 2 2 1 1 2 1 1 1
51 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
52 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
53 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
54 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
55 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1
56 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1
57 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
58 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
59 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
60 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
61 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
62 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
63 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
64 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
65 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
66 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1
67 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
68 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
69 2 1 2 2 1 1 1 2 1 1
70 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
71 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
72 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
73 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
74 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
75 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
76 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
77 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
78 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1
79 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1
80 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1
81 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


102

82 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1
83 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
84 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
85 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
86 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
87 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
88 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1
89 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1
90 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1
91 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1
92 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
93 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
94 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
95 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
96 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1
97 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
98 2 1 2 1 1 2 2 2 1 1
99 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


103

No H1 H2 H3 H4 H I1 I2.1 I2.2 I2.3 I2.4 I2.5 I2.6


1 1 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
2 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
3 1 1 1 0 2 2 1 2 1 1 2 1
4 1 2 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
5 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
6 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
7 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 1 1
8 1 1 0 1 2 2 2 2 1 2 2 1
9 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
10 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
11 1 1 1 0 1 2 2 2 2 1 2 1
12 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
13 0 0 0 0 1 2 1 2 1 1 2 1
14 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
15 1 1 1 0 2 2 2 2 2 1 2 1
16 1 0 0 0 1 2 1 2 1 1 2 1
17 1 1 1 0 2 2 2 2 1 2 2 1
18 1 1 1 1 3 2 1 2 1 1 2 1
19 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
20 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
21 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
22 1 1 1 0 2 2 2 2 2 2 2 1
23 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
24 1 1 1 1 3 2 1 2 1 1 2 1
25 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
26 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
27 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
28 1 1 0 1 2 2 2 2 2 1 2 1
29 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
30 1 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1
31 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
32 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
33 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
34 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
35 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
36 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
37 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
38 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


104

39 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
40 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
41 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
42 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
43 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
44 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
45 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
46 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
47 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
48 0 0 0 0 1 2 1 2 1 1 2 1
49 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
50 1 1 1 1 3 2 1 2 1 1 2 1
51 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
52 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
53 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
54 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
55 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
56 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
57 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
58 0 0 0 0 1 2 2 2 1 2 2 1
59 1 1 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
60 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
61 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
62 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
63 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
64 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
65 1 1 0 1 2 1 1 1 1 1 1 1
66 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
67 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
68 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
69 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
70 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
71 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
72 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
73 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
74 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
75 1 1 0 0 2 2 2 2 2 2 2 1
76 0 0 0 0 1 2 1 2 1 1 2 1
77 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
78 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1
79 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


105

80 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
81 1 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
82 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
83 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
84 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
85 1 0 0 0 1 2 2 2 1 2 2 1
86 1 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
87 0 0 0 0 1 2 2 2 2 1 2 1
88 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
89 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
90 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
91 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
92 1 1 0 1 2 2 2 2 2 1 2 1
93 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
94 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
95 1 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
96 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1
97 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
98 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1
99 1 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1
100 1 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


106

Lampiran 3

Output
Analisis Univariat

jenis kelamin

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid perempuan 69 69,0 69,0 69,0
laki-laki 31 31,0 31,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

pendidikan

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid rendah 66 66,0 66,0 66,0
tinggi 34 34,0 34,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

pemanfaatan

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak memanf aatkan 61 61,0 61,0 61,0
memanf aatkan 39 39,0 39,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

jumlah memanfaatkan

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 0 61 61,0 61,0 61,0
1-3 15 15,0 15,0 76,0
4-6 10 10,0 10,0 86,0
7-9 10 10,0 10,0 96,0
10 - 12 4 4,0 4,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan tidak memanfaatkan 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


107

alasan tidak memanfaatkan 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 69 69,0 69,0 69,0
ya 31 31,0 31,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan tidak memanfaatkan 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

alasan tidak memanfaatkan 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

alasan tidak memanfaatkan 5

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 73 73,0 73,0 73,0
ya 27 27,0 27,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan tidak memanfaatkan 6

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 96 96,0 96,0 96,0
ya 4 4,0 4,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 75 75,0 75,0 75,0
ya 25 25,0 25,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 63 63,0 63,0 63,0
ya 37 37,0 37,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


108

alasan memanfaatkan 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 80 80,0 80,0 80,0
ya 20 20,0 20,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 5

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 72 72,0 72,0 72,0
ya 28 28,0 28,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 6

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 68 68,0 68,0 68,0
ya 32 32,0 32,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan memanfaatkan 7

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

posyandu lansia adalah tempat pemeriksaan kesehatan bagi para


lansia yang sakit saja

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 47 47,0 47,0 47,0
benar 53 53,0 53,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


109

pelayanan kesehatan di posyandu lansia di tujukan buat orang yang


berusia 45 - 59 tahun (pra lansia) dan lebih dari 60 tahun (lansia)

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 27 27,0 27,0 27,0
benar 73 73,0 73,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu lansia diadakan 1 kali dalam


sebulan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 49 49,0 49,0 49,0
benar 51 51,0 51,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri


kesehatan adalah salah satu tujuan diadakannya posyandu lansia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 56 56,0 56,0 56,0
benar 44 44,0 44,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan


tujuannya adalah untuk mengukur status gizi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 44 44,0 44,0 44,0
benar 56 56,0 56,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

meningkatkan kemudahan bagi lansia untuk mengakses berbagai


layanan baik kesehatan maupun layanan lainnya bukan merupakan
tujuan posyandu lansia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 46 46,0 46,0 46,0
benar 54 54,0 54,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


110

pelaksanaan kegiatan di posyandu hanya petugas kesehatan (petugas


puskesmas) saja

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 35 35,0 35,0 35,0
benar 65 65,0 65,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan posyandu lansia bermanfaat bagi lansia dan keluarga

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 8 8,0 8,0 8,0
benar 92 92,0 92,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

pemberian makanan tambahan bukan merupakan salah satu kegiatan


posyandu lansia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 47 47,0 47,0 47,0
benar 53 53,0 53,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

posyandu lansia adalah tempat pelayanan pengobatan secara lengkap


untuk segala macam penyakit

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid salah 47 47,0 47,0 47,0
benar 53 53,0 53,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

pengetahuan

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid kurang 45 45,0 45,0 45,0
cukup 11 11,0 11,0 56,0
baik 44 44,0 44,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

pemeriksaan di posyandu lansia berguna untuk memantau kesehatan


saya

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid s 100 100,0 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


111

pengobatan yang dilakukan di posyandu ini dapat


menyembuhkan/mengurangi keluhan yang saya rasakan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid ts 57 57,0 57,0 57,0
s 43 43,0 43,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan di posyandu penting bagi saya

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid ts 58 58,0 58,0 58,0
s 42 42,0 42,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

meskipun sehat, saya akan tetap datang ke posyandu lansia

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sts 14 14,0 14,0 14,0
ts 44 44,0 44,0 58,0
s 32 32,0 32,0 90,0
ss 10 10,0 10,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan di posyandu penting bagi saya dan banyak memberi manfaat

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sts 3 3,0 3,0 3,0
ts 55 55,0 55,0 58,0
s 24 24,0 24,0 82,0
ss 18 18,0 18,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

posyandu bermanfaat juga untuk kehidupan sosial saya

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid ts 48 48,0 48,0 48,0
s 52 52,0 52,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


112

saya akan datang ke posyandu lansia jika mempunyai


keluhan kesehatan saja

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid s 58 58,0 58,0 58,0
ts 42 42,0 42,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

nasehat yang diberikan pettugas kepada saya jarang sekali


dapat membantu mengurangi keluhan penyakit yang di
rasakan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid ts 53 53,0 53,0 53,0
sts 47 47,0 47,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan posyandu lansia tidak dapat dirasakan manfaatnya sehingga


tidak perlu dilaksanakan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid s 30 30,0 30,0 30,0
ts 27 27,0 27,0 57,0
sts 43 43,0 43,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kegiatan pemeriksaan di posyandu lansia ini kurang bermanfaat


untuk memantau kondisi kesehatan saya

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid s 58 58,0 58,0 58,0
ts 10 10,0 10,0 68,0
ts 32 32,0 32,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

sikap

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid kurang 25 25,0 25,0 25,0
cukup 33 33,0 33,0 58,0
baik 42 42,0 42,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


113

jarak

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid jauh 64 64,0 64,0 64,0
dekat 36 36,0 36,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

hambatan jarak

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid sulit 58 58,0 58,0 58,0
mudah 42 42,0 42,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan menjadi hambatan 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

alasan menjadi hambatan 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 99 99,0 99,0 99,0
ya 1 1,0 1,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan menjadi hambatan 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 68 68,0 68,0 68,0
ya 32 32,0 32,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan menjadi hambatan 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

alasan menjadi hambatan 5

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


114

alasan menjadi hambatan 6

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 69 69,0 69,0 69,0
ya 31 31,0 31,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

dukungan keluarga

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak ada dukungan 60 60,0 60,0 60,0
ada dukungan 40 40,0 40,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

siapa yang mendukung 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 92 92,0 92,0 92,0
ya 8 8,0 8,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

siapa yang mendukung 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 61 61,0 61,0 61,0
ya 39 39,0 39,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

siapa yang mendukung 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 89 89,0 89,0 89,0
ya 11 11,0 11,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

siapa yang mendukung 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


115

dukungan berupa apa 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 77 77,0 77,0 77,0
ya 23 23,0 23,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

dukungan berupa apa 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 76 76,0 76,0 76,0
ya 24 24,0 24,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

dukungan berupa apa 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 85 85,0 85,0 85,0
ya 15 15,0 15,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

dukungan berupa apa 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

apakah kader pernah memberikan informasi tentang adanya kegiatan


posyandu lansia pada bapak/ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid ya 100 100,0 100,0 100,0

apakah bapak/ibu mendapatkan motifasi dan saran dari kader


untuk selalu mengikuti kegiatan di posyandu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 34 34,0 34,0 34,0
ya 66 66,0 66,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


116

apakah kader pernah membrikan informasi terkait manfaat dari


kegiatan posyandu lansia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 44 44,0 44,0 44,0
ya 56 56,0 56,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

apakah selalu ada kader dalam kegiatan posyandu dan membentu


kegiatan di posyandu lansia dengan baik

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 53 53,0 53,0 53,0
ya 47 47,0 47,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kader

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid kurang 48 48,0 48,0 48,0
cukup 15 15,0 15,0 63,0
baik 37 37,0 37,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

kebutuhan akan pelayanan

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak membutuhkan 20 20,0 20,0 20,0
membutuhkan 80 80,0 80,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan membutuhkan 1

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 28 28,0 28,0 28,0
ya 72 72,0 72,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan membutuhkan 2

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 20 20,0 20,0 20,0
ya 80 80,0 80,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


117

alasan membutuhkan 3

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 32 32,0 32,0 32,0
ya 68 68,0 68,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan membutuhkan 4

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 54 54,0 54,0 54,0
ya 46 46,0 46,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan membutuhkan 5

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 21 21,0 21,0 21,0
ya 79 79,0 79,0 100,0
Total 100 100,0 100,0

alasan membutuhkan 6

Cumulativ e
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 100 100,0 100,0 100,0

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


118

Analisis Bivariat
jenis kelamin * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
jenis kelaminperempuan Count 44 25 69
Expected Count 42,1 26,9 69,0
% within jenis kelamin 63,8% 36,2% 100,0%
% within pemanf aatan 72,1% 64,1% 69,0%
% of Total 44,0% 25,0% 69,0%
laki-laki Count 17 14 31
Expected Count 18,9 12,1 31,0
% within jenis kelamin 54,8% 45,2% 100,0%
% within pemanf aatan 27,9% 35,9% 31,0%
% of Total 17,0% 14,0% 31,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within jenis kelamin 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square ,717 1 ,397
a
Continuity Correction ,391 1 ,532
Likelihood Ratio ,711 1 ,399
Fisher's Exact Test ,507 ,265
Linear-by -Linear
,710 1 ,400
Association
N of Valid Cases 100
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count
is 12,09.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


119

pendidikan * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
pendidikan rendah Count 39 27 66
Expected Count 40,3 25,7 66,0
% within pendidikan 59,1% 40,9% 100,0%
% within pemanf aatan 63,9% 69,2% 66,0%
% of Total 39,0% 27,0% 66,0%
tinggi Count 22 12 34
Expected Count 20,7 13,3 34,0
% within pendidikan 64,7% 35,3% 100,0%
% within pemanf aatan 36,1% 30,8% 34,0%
% of Total 22,0% 12,0% 34,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within pendidikan 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square ,297 1 ,586
a
Continuity Correction ,108 1 ,742
Likelihood Ratio ,299 1 ,584
Fisher's Exact Test ,668 ,373
Linear-by -Linear
,294 1 ,587
Association
N of Valid Cases 100
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count
is 13,26.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


120

pengetahuan * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
pengetahuankurang Count 42 3 45
Expected Count 27,5 17,6 45,0
% within pengetahuan 93,3% 6,7% 100,0%
% within pemanf aatan 68,9% 7,7% 45,0%
% of Total 42,0% 3,0% 45,0%
cukup Count 7 4 11
Expected Count 6,7 4,3 11,0
% within pengetahuan 63,6% 36,4% 100,0%
% within pemanf aatan 11,5% 10,3% 11,0%
% of Total 7,0% 4,0% 11,0%
baik Count 12 32 44
Expected Count 26,8 17,2 44,0
% within pengetahuan 27,3% 72,7% 100,0%
% within pemanf aatan 19,7% 82,1% 44,0%
% of Total 12,0% 32,0% 44,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within pengetahuan 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig.


Value df (2-sided)
a
Pearson Chi-Square 40,846 2 ,000
Likelihood Ratio 45,721 2 ,000
Linear-by -Linear
40,392 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a. 1 cells (16,7%) hav e expected count less than 5. The
minimum expected count is 4,29.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


121

pengetahuan 1 * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
pengetahuan kurang Count 42 3 45
1 Expected Count 27,5 17,6 45,0
% within pengetahuan 1 93,3% 6,7% 100,0%
% within pemanf aatan 68,9% 7,7% 45,0%
% of Total 42,0% 3,0% 45,0%
baik Count 19 36 55
Expected Count 33,6 21,5 55,0
% within pengetahuan 1 34,5% 65,5% 100,0%
% within pemanf aatan 31,1% 92,3% 55,0%
% of Total 19,0% 36,0% 55,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within pengetahuan 1 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square 35,955 1 ,000
a
Continuity Correction 33,526 1 ,000
Likelihood Ratio 40,801 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by -Linear
35,595 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count
is 17,55.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


122

sikap * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
sikap kurang Count 25 0 25
Expected Count 15,3 9,8 25,0
% within sikap 100,0% ,0% 100,0%
% within pemanf aatan 41,0% ,0% 25,0%
% of Total 25,0% ,0% 25,0%
cukup Count 29 4 33
Expected Count 20,1 12,9 33,0
% within sikap 87,9% 12,1% 100,0%
% within pemanf aatan 47,5% 10,3% 33,0%
% of Total 29,0% 4,0% 33,0%
baik Count 7 35 42
Expected Count 25,6 16,4 42,0
% within sikap 16,7% 83,3% 100,0%
% within pemanf aatan 11,5% 89,7% 42,0%
% of Total 7,0% 35,0% 42,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within sikap 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig.


Value df (2-sided)
a
Pearson Chi-Square 60,704 2 ,000
Likelihood Ratio 71,526 2 ,000
Linear-by -Linear
52,244 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The
minimum expected count is 9,75.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


123

hambatan jarak * pemanfaatan


Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
hambatan sulit Count 54 4 58
jarak Expected Count 35,4 22,6 58,0
% within hambatan jarak 93,1% 6,9% 100,0%
% within pemanf aatan 88,5% 10,3% 58,0%
% of Total 54,0% 4,0% 58,0%
mudah Count 7 35 42
Expected Count 25,6 16,4 42,0
% within hambatan jarak 16,7% 83,3% 100,0%
% within pemanf aatan 11,5% 89,7% 42,0%
% of Total 7,0% 35,0% 42,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within hambatan jarak 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square 59,826 1 ,000
a
Continuity Correction 56,656 1 ,000
Likelihood Ratio 66,792 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by -Linear
59,227 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a.
Computed only for a 2x2 table
b.
0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count is 16,38.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


124

dukungan keluarga * pemanfaatan


Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
dukungan tidak ada dukungan Count 54 6 60
keluarga Expected Count 36,6 23,4 60,0
% within dukungan
90,0% 10,0% 100,0%
keluarga
% within pemanf aatan 88,5% 15,4% 60,0%
% of Total 54,0% 6,0% 60,0%
ada dukungan Count 7 33 40
Expected Count 24,4 15,6 40,0
% within dukungan
17,5% 82,5% 100,0%
keluarga
% within pemanf aatan 11,5% 84,6% 40,0%
% of Total 7,0% 33,0% 40,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within dukungan
61,0% 39,0% 100,0%
keluarga
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square 53,026 1 ,000
a
Continuity Correction 50,023 1 ,000
Likelihood Ratio 57,642 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by -Linear
52,496 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count
is 15,60.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


125

kader * pemanfaatan
Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
kader kurang Count 46 2 48
Expected Count 29,3 18,7 48,0
% within kader 95,8% 4,2% 100,0%
% within pemanf aatan 75,4% 5,1% 48,0%
% of Total 46,0% 2,0% 48,0%
cukup Count 10 5 15
Expected Count 9,2 5,9 15,0
% within kader 66,7% 33,3% 100,0%
% within pemanf aatan 16,4% 12,8% 15,0%
% of Total 10,0% 5,0% 15,0%
baik Count 5 32 37
Expected Count 22,6 14,4 37,0
% within kader 13,5% 86,5% 100,0%
% within pemanf aatan 8,2% 82,1% 37,0%
% of Total 5,0% 32,0% 37,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within kader 61,0% 39,0% 100,0%
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig.


Value df (2-sided)
a
Pearson Chi-Square 59,755 2 ,000
Likelihood Ratio 68,720 2 ,000
Linear-by -Linear
58,396 1 ,000
Association
N of Valid Cases 100
a. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The
minimum expected count is 5,85.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


126

kebutuhan akan pelayanan * pemanfaatan


Crosstab

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a
atkan atkan Total
kebutuhan akantidak membutuhkan Count 12 8 20
pelay anan Expected Count 12,2 7,8 20,0
% within kebutuhan
60,0% 40,0% 100,0%
akan pelay anan
% within pemanf aatan 19,7% 20,5% 20,0%
% of Total 12,0% 8,0% 20,0%
membutuhkan Count 49 31 80
Expected Count 48,8 31,2 80,0
% within kebutuhan
61,3% 38,8% 100,0%
akan pelay anan
% within pemanf aatan 80,3% 79,5% 80,0%
% of Total 49,0% 31,0% 80,0%
Total Count 61 39 100
Expected Count 61,0 39,0 100,0
% within kebutuhan
61,0% 39,0% 100,0%
akan pelay anan
% within pemanf aatan 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 61,0% 39,0% 100,0%

Chi-Square Tests

Asy mp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
b
Pearson Chi-Square ,011 1 ,918
a
Continuity Correction ,000 1 1,000
Likelihood Ratio ,010 1 ,918
Fisher's Exact Test 1,000 ,556
Linear-by -Linear
,010 1 ,919
Association
N of Valid Cases 100
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count
is 7,80.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


127

Analisis Multivariat
Case Processing Summary
a
Unweighted Cases N Percent
Selected Cases Included in Analy sis 100 100,0
Missing Cases 0 ,0
Total 100 100,0
Unselected Cases 0 ,0
Total 100 100,0
a.
If weight is in eff ect, see classification table for the total
number of cases.

Dependent Variable Encoding

Original Value Internal Value


tidak memanf aatkan 0
memanf aatkan 1

Block 0: Beginning Block


a,b
Classification Table
Predicted

pemanfaatan
tidak
memanf a memanf a Percentage
Observ ed atkan atkan Correct
Step 0 pemanfaatan tidak memanfaatkan 61 0 100,0
memanf aatkan 39 0 ,0
Ov erall Percentage 61,0
a. Constant is included in the model.
b. The cut v alue is ,500

Variables in the Equation

B S. E. Wald df Sig. Exp(B)


Step 0 Constant -,447 ,205 4,760 1 ,029 ,639

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


128

Variables not in the Equation

Score df Sig.
Step Variables d 40,800 1 ,000
0 e 52,771 1 ,000
f2 59,826 1 ,000
g1 53,026 1 ,000
h 58,986 1 ,000
Overall Statistics 75,488 5 ,000

Block 1: Method = Forward Stepwise (Conditional)


Omnibus Tests of Model Coefficients

Chi-square df Sig.
Step 1 Step 66,792 1 ,000
Block 66,792 1 ,000
Model 66,792 1 ,000
Step 2 Step 23,763 1 ,000
Block 90,555 2 ,000
Model 90,555 2 ,000
Step 3 Step 10,113 1 ,001
Block 100,668 3 ,000
Model 100,668 3 ,000
a
Step 4 Step -1,992 1 ,158
Block 98,676 2 ,000
Model 98,676 2 ,000
a. A negativ e Chi-squares v alue indicates that the
Chi-squares v alue has decreased from the
prev ious step.

Model Summary

-2 Log Cox & Snell Nagelkerke


Step likelihood R Square R Square
a
1 66,958 ,487 ,661
b
2 43,194 ,596 ,808
c
3 33,081 ,635 ,860
b
4 35,074 ,627 ,850
a. Estimation terminated at iteration number 5 because
parameter estimates changed by less than ,001.
b. Estimation terminated at iteration number 7 because
parameter estimates changed by less than ,001.
c. Estimation terminated at iteration number 8 because
parameter estimates changed by less than ,001.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


129

a
Classification Table
Predicted

pemanfaatan
tidak
memanfa memanfa Percentage
Observ ed atkan atkan Correct
Step 1 pemanfaatan tidak memanfaatkan 54 7 88,5
memanfaatkan 4 35 89,7
Ov erall Percentage 89,0
Step 2 pemanfaatan tidak memanfaatkan 57 4 93,4
memanfaatkan 6 33 84,6
Ov erall Percentage 90,0
Step 3 pemanfaatan tidak memanfaatkan 58 3 95,1
memanfaatkan 4 35 89,7
Ov erall Percentage 93,0
Step 4 pemanfaatan tidak memanfaatkan 56 5 91,8
memanfaatkan 2 37 94,9
Ov erall Percentage 93,0
a. The cut v alue is ,500

Variables in the Equation

95,0% C.I.f or EXP(B)


B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Lower Upper
Step f2 4,212 ,663 40,328 1 ,000 67,500 18,396 247,681
a
1 Constant -6,815 1,116 37,288 1 ,000 ,001
Step f2 3,431 ,830 17,083 1 ,000 30,916 6,075 157,345
b
2 h 2,126 ,523 16,539 1 ,000 8,378 3,008 23,336
Constant
-10,137 1,991 25,917 1 ,000 ,000
Step e 2,546 ,948 7,211 1 ,007 12,759 1,989 81,832
3 c f2 1,505 1,060 2,014 1 ,156 4,504 ,564 35,995
h 2,382 ,635 14,053 1 ,000 10,830 3,117 37,631
Constant -14,056 3,339 17,721 1 ,000 ,000
Step e 3,114 ,827 14,167 1 ,000 22,515 4,448 113,959
4c h 2,424 ,605 16,029 1 ,000 11,288 3,446 36,974
Constant -13,089 2,918 20,115 1 ,000 ,000
a. Variable(s) entered on step 1: f2.
b. Variable(s) entered on step 2: h.
c. Variable(s) entered on step 3: e.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


130

a
Model if Term Removed
Change in
Model Log -2 Log Sig. of the
Variable Likelihood Likelihood df Change
Step 1 f 2 -68,977 70,996 1 ,000
Step 2 f 2 -35,460 27,726 1 ,000
h
-37,496 31,797 1 ,000

Step 3 e -22,626 12,171 1 ,000


f2 -17,555 2,030 1 ,154
h -32,764 32,446 1 ,000
Step 4 e -36,675 38,275 1 ,000
h -36,362 37,651 1 ,000
a. Based on conditional parameter estimates

Variables not in the Equation

Score df Sig.
Step Variables d 11,688 1 ,001
1 e 12,184 1 ,000
g1 14,529 1 ,000
h 29,695 1 ,000
Ov erall Statistics 43,194 4 ,000
Step Variables d 1,915 1 ,166
2 e 9,609 1 ,002
g1 4,246 1 ,039
Ov erall Statistics 10,378 3 ,016
Step Variables d ,044 1 ,834
3 g1 ,873 1 ,350
Ov erall Statistics ,988 2 ,610
Step Variables d ,087 1 ,768
a
4 f2 2,153 1 ,142
g1 1,232 1 ,267
Ov erall Statistics 2,939 3 ,401
a. Variable(s) remov ed on step 4: f 2.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


131

Lampiran 4

Surat Izin Penelitian

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


132

Lampiran 5

Surat Selesai Penelitian

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA