Anda di halaman 1dari 8

94

Jurnal Pharmascience, Vol. 04 , No.01, Februari 2017, hal: 94 - 101


ISSN-Print. 2355 – 5386
ISSN-Online. 2460-9560
http://jps.unlam.ac.id/
Research Article

Studi Farmakognostik dan Uji Parameter


Nonspesifik Ekstrak Metanol Kulit Batang Kasturi
(Mangifera casturi Kosterm.)
1,2 1 1,2 1
*Sutomo , Nadya Agustina , Arnida , Fadilaturrahmah
1 2
Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Pusat Studi Obat
Berbasis Bahan Alam Universitas Lambung Mangkurat *E-mail : sutomo01@unlam.ac.id

ABSTRAK

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan salah satu tumbuhan endemik


Kalimantan Selatan. Kulit batang M. casturi mengandung beberapa golongan senyawa
yang berpotensi sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data hasil
analisis farmakognostik, batas-batas maksimal kandungan senyawa tertentu dan profil
kromatogram kandungan kimia ekstrak metanol kulit batang M. casturi. Analisis
farmakognostik terhadap tumbuhan meliputi morfologi, anatomi, dan identifikasi
kandungan kimia. Batasan maksimal kandungan senyawa tertentu berdasarkan
parameter non spesifik meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam,
total bakteri dan kapang, dan kadar Pb dalam ekstrak. Karakteristik tumbuhan M.
casturi yaitu memiliki batang berwarna coklat tua dengan permukaan kasar dan
bergetah, daun berwarna hijau, berbentuk lancet, kulit buah matang berwarna coklat
keunguan, daging buah berwarna kuning terang hingga jingga, berbau khas, berasa
manis agak asam dan banyak mengandung serabut. M. casturi mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenol dan saponin yang dibuktikan berdasarkan uji
identifikasi kimia dan analisis secara KLT. Pengujian parameter non spesifik ekstrak
metanol kulit batang M. casturi secara berturut-turut yaitu, kadar air 12,5±0,7%; kadar
abu total 1,0±0,5%; kadar abu tidak larut asam 0,67±0,28%; tidak terdeteksi adanya
pertumbuhan bakteri pada ekstrak kulit batang M. casturi; sedangkan total kapang
yaitu 250 koloni/g; dan kadar Pb yaitu 3 mg/kg.

Kata Kunci: Kasturi, analisis, farmakognostik, Mangifera casturi, parameter non


spesifik

ABSTRACT

Kasturi (Mangefera casturi Kosterm.) is one of the endemic plants of South


Kalimantan. M. casturi bark contain several group of compounds potential to the
treatment. This research aims to provide data analysis results pharmacognostic, maximum
limits of certain compounds and profile chromatogram of chemical content of methanol

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


95

extract from M. casturi bark. Pharmacognostic analysis of the plant include morphology,
anatomy, and the identification of compounds. The maximum limits of certain
coumpounds by non-specific parameters include water content, total ash, ash content
insoluble in acid, total bacteria and fungi, and Pb content in the extract. M. casturi
characteristic is having dark-brown stems with roughly surface and sticky, green leaves,
lancet-shapes, fruit skin has a purplish brown colour, flesh of fruit has a bright yellow till
orange colour, distinctive smell, slightly sour sweet taste, and contains lots of fiber. M.
casturi bark contains alkaloids, flavonoids, terpenoids, phenols, and saponins that has
been proved by chemical identification test and analysis of TLC. Non-specific parameter
testing about methanol extract of M. casturi bark consecutively given, water content
12,5±0,7%; total ash 1,0±0,5%; ash content insoluble in acid 0,67±0,28%; undetected any
bacterial contamination in the extract of M. casturi bark; while the total mold
contamination is 250 colonies/g; and Pb contents is 3 mg/kg.

Key words: Kasturi, pharmacognostic analysis, Mangifera casturi, non-specific parameter

I. PENDAHULUAN ekstrak dalam menentukan kandungan


Tumbuhan kasturi (Mangifera senyawa aktif. Parameter non spesifik juga
casturi Kosterm) mengandung senyawa diperlukan untuk mengevaluasi mutu
yang dapat dimanfatkan dalam ekstrak. Parameter non spesifik berperan
pengobatan. Aktivitas tumbuhan M. dalam penentuan jaminan terhadap batas-
casturi diantaranya, ekstrak metanol daun batas kandungan tertentu yang masih
berkhasiat sebagai anti inflamasi diperbolehkan. Menurut Saifudin et al.
(Syanjaya, 2009) dan mampu menghambat (2011), tujuan penentuan parameter non
pertumbuhan bakteri Vibrio cholera dan E. spesifik adalah untuk menjaga kandungan
coli (Oktafia, 2009). Kulit batang senyawa, keamanan dan stabilitas ekstrak
mammpu menghambat pertumbuhan agar memiliki konsistensi keamanan dan
bakteri S. aureus dan E. coli (Rosyidah et efikasi pada konsumen.
al., 2010; Mulyani, 2015). Pada buah M.
casturi memiliki aktifitas antioksidan II. METODE PENELITIAN
(Sutomo et al., 2014) dan antiinflamasi A. Alat dan Bahan
(Fakhrudin et al., 2013). Alat-alat yang digunakan dalam
Aktivitas simplisia ditentukan oleh penelitian ini adalah alat semprot,
kesesuaian karakteristik tumbuhan dan aluminium foil, autoklaf (All American),
jumlah kandungan senyawa yang terdapat ayakan, batang pengaduk, blender
didalamnya. Penelusuran kandungan (Kessler), beaker glass, bunsen, cawan
senyawa pada simplisia berkaitan erat petri, cawan porselin, chamber KLT,
dengan pengujian parameter spesifik pada cawan petri, corong pisah, desikator,

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


96

furnace (Ney-Vulcan D-550), gelas ukur, cara diangin-anginkan dan terlindung dari
grinder (MKOM-200 Agrowindo), pipa cahaya matahari. Simplisia kering
kapiler, kondensor, hotplate stirrer diserbukkan (sebagian disimpan untuk
(Stuart), heater mantle (Glass Cool), pipet, analisis) dan sebagian diekstraksi.
Inductively Coupled Plasma Atomic 1. Analisis farmakognostik M. casturi
Emission Spectroscopy (Horiba), inkubator Dilakukan pemeriksaan meliputi
(Memmert), kaca arloji, krus porselin, labu morfologi, anatomi dan organoleptik.
destilasi, labu ukur, lampu UV 254 dan Analisis mikroskopik dilakukan terhadap
366 nm, lemari asaam (Lokal), maserator, irisan membujur dan melintang kulit
oven (Vinco), rotary evaporator (Heidolf), batang M. casturi. Pengamatan dilakukan
plat silika gel GF254, pipet tetes, tabung terhadap bagian sel yang muncul
reaksi, timbangan analitik (Pioner), vial menggunakan mikroskop cahaya dengan
dan vortex (Jeio Tech). perbesaran 40x.
Bahan-bahan yang digunakan 2. Pembuatan ekstrak
adalah kulit batang M. casturi, ammonia Ekstraksi dilakukan dengan metode
(teknis), asam asetat (teknis), asam formiat maserasi. Sebanyak 250 g serbuk kering
(teknis), asam klorida (teknis), asam sulfat direndam dengan pelarut metanol dalam
(teknis), akuades, brom (teknis), etanol bejana maserasi. Perbandingan antara
(teknis), etanol (pa), etil asetat (pa), FeCl3 jumlah serbuk dan pelarut yang digunakan
(teknis), fehling (teknis), fluoroglusin yaitu 1:5. Ekstraksi dilakukan 3×24 jam
(teknis), iodium (teknis), kalium iodida dengan pergantian pelarut setiap 1×24
(teknis), kapas, kertas saring Whatman, jam. 3. Uji parameter non spesifik
media Nutrient Agar (NA) dan Potato Uji parameter non spesifik meliputi
Dextrose Agar (PDA), kloroform (pa), n- kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak
heksan (pa), natrium klorida, natrium larut asam, total cemaran bakteri dan
hidroksida, metanol (teknis), metanol (pa), kapang, kadar logam timbal (Pb) pada
reagen Dragendorff, Mayer, Wagner, ekstrak metanol kulit batang M. casturi.
serbuk magnesium dan toluen (teknis). Metode penetapan didasarkan pada
Parameter Standar Umum Ekstrak
B. Pengolahan Sampel Tumbuhan Obat (Depkes RI, 2000).
Kulit batang M. casturi (2 kg) 4. Identifikasi kandungan kimia
dibersihkan dengan air mengalir. Kulit Identifikasi kandungan kimia
batang bersih dirajang menjadi bagian dilakukan dua tahap, yaitu identifikasi
lebih kecil selanjutnya dikeringkan dengan kandungan kimia pada serbuk simplisia

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


97

dan ekstrak dengan uji reaksi; dan yang rapat, sklerenkim berbentuk kubus
identifikasi kandungan kimia ekstrak dengan dinding sel yang tebal. Jari-jari
secara KLT. empulur berbentuk balok, pada penampang
membujur juga terdapat trikoma berupa
III. HASIL DAN PEMBAHASAN rambut-rambut halus pada permukaan
Tumbuhan M. casturi memiliki tumbuhan (gambar 1).
perakaran tunggang yang berwarna coklat
keabu-abuan. Batang berbentuk silindris,
batang utama memiliki ketinggian
mencapai 25 m, diameter batang mencapai
1 m. Permukaan batang kasar, lembab dan
bergetah. Lapisan luar kulit batang
berwarna coklat tua dengan retakan keabu-
Gambar 1. Hasil pemeriksaan anatomi sel kulit
abuan dari kulit yang telah mati, lapisan
batang M.casturi: (a) penampang
dalam berwarna coklat muda. Daun melintang, (b) penampang membujur
(Perbesaran 40x).
berwarna hijau muda sampai hijau tua
dengan ukuran panjang ± 20 - 27 cm dan Pemeriksaan organoleptik dapat
lebar ± 5,5 - 8,5 cm. Tulang daun menyirip memberikan pengenalan awal secara
dengan jumlah 17-23 pasang. Daun objektif sebagai dasar untuk menguji
berbentuk lancet dengan ujung runcing, simplisia secara fisik selama penyimpanan
tepi daun rata, dan permukaan daun kasar. yang dapat mempengaruhi khasiatnya dan
Buah berwarna coklat keunguan dengan menunjang identifikasi ekstrak selanjutnya
dengan bintik-bintik bulat kecil kehijauan (Harborne, 1996). Hasil pemeriksaan
saat matang. Permukaan kulit licin dan organolpetik simplisia menunjukkan
bergetah. Buah memiliki panjang ± 6-8 cm karakteristik yaitu kulit batang berwarna
dan diameter ±4-5 cm. Daging buah tipis coklat, berbau khas lemah, dan tidak
dan berair, berwarna kuning terang hingga berasa.
jingga, memiliki rasa yang manis dan Metode ekstraksi secara maserasi
banyak mengandung serabut. (cara dingin) dipilih untuk meminimalisir
Pada pemeriksaan anatomi kulit rusaknya kandungan senyawa karena
batang M. casturi terdapat sel epidermis, karena pemanasan. Hasil ekstraksi didapat
korteks, trikoma, sklerenkim, berkas rendemen ekstrak kulit batang sebanyak
pembuluh dan jari-jari empulur. Pada 12,78%. Dari hasil analisis terhadap
epidermis kulit batang terdapat kutikula parameter non spesifik didapatkan nilai

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


98

kadar air 12,5%; kadar abu total 1,0%; tidak larut asam menunjukkan keberadaan
kadar abu tidak larut asam 0,67%; serta pengotor seperti pasir atau silikat yang
analisis cemaran seperti yang disajikan berasal dari tanah (Sudarmadji, 1989).
pada tabel I. Penentuan kadar air dikaitkan Hasil penentuan kadar abu total dan abu
dengan kemurnian ekstrak, dimana tidak larut asam ekstrak metanol kulit
semakin sedikit kadar air pada ekstrak batang, M. casturi telah memenuhi
maka semakin sedikit kemungkinan persyaratan Farmakope Herbal Indonesia.
ekstrak terkontaminasi oleh pertumbuhan Uji total bakteri dan total kapang
jamur (Saifudin et al., 2011). dilakukan untuk mengetahui jumlah
Tabel I. Parameter non spesifik ekstrak metanol mikroba yang dapat mengkontaminasi
kulit batang M. casturi
ekstrak. Keberadaan cemaran mikroba
dapat mempengaruhi stabilitas ekstrak dan
dapat membahayakan kesehatan (BPOM,
2008). Terdapat pertumbuhan kapang pada
ekstrak dapat disebabkan oleh adanya
kandungan air dalam ekstrak. Menurut
Fardiaz et al. (1992), kandungan air dalam
ekstrak merupakan salah satu faktor
Hasil penentuan kadar air ekstrak
pendukung pertumbuhan kapang.
kulit batang M. casturi melebihi batas
Penentuan kadar logam pada ekstrak
kadar air yang diperbolehkan oleh BPOM
berguna menjamin bahwa ekstrak tidak
(2014). Tingginya kadar air dapat
mengandung logam melebihi batas yang
disebabkan oleh proses pengeringan yang
ditetapkan karena bersifat toksik terhadap
kurang optimal (Prasetyo & Inoriah, 2013)
kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan
serta absorbsi air ke dalam ekstrak saat
kadar Pb telah memenuhi persyaratan
proses penyimpanan akibat lingkungan
BPOM (2014).
yang lembab (Saifudin et al., 2011).
Hasil identifikasi kimia
Penentuan kadar abu bertujuan untuk
menunjukkan adanya kesamaan
mengukur jumlah komponen anorganik
kandungan senyawa pada serbuk dan
atau mineral yang tersisa setelah proses
ekstrak (tabel II). Hal ini menjelaskan
pengabuan (Sudarmadji, 1989). Kadar
bahwa penggunaan simplisia M. casturi
seyawa anorganik atau mineral dalam
dalam bentuk simplisia dan ekatrak
jumlah tertentu dapat mempengaruhi sifat
memiliki konsistensi setelah mengalami
fisik bahan (Winarno, 1987). Abu yang
pengolahan. Diferensiasi metabolit

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


99

sekunder dalam suatu tumbuhan dapat flavonoid dilakukan menggunakan


dipengaruhi oleh perbedaan proses sintesis pereaksi uap amonia dimana hasil positif
sel pada tahap tertentu sehingga terjadi ditandai dengan terbentuknya bercak
suatu proses produksi yang kompleks warna kuning. Identifikasi senyawa
(Gutzeit, & Muller, 2014). triterpenoid menggunakan pereaksi
Tabel II. Identifikasi kandungan kimia simplisia semprot larutan Liebermann Burchard
dan ekstrak metanol kulit batang M.
casturi menunjukkan bercak berwarna ungu atau
merah jingga. Hal tersebut memberikan
informasi bahwa ekstrak metanol kulit
batang M. casturi yang diuji teridentifikasi
adanya triterpenoid. Hal tersebut juga
sesuai dengan hasil reaksi identifikasi
golongan senyawa sebelumnya terhadap
serbuk dan ekstrak metanol kulit batang
M. casturi.

Identifikasi senyawa kimia terhadap


ekstrak dengan metode KLT bertujuan
memberikan gambaran adanya kandungan
senyawa yang telah diidentifikasi
sebelumnya mencegah pemalsuan terhadap
Gambar 2. Kromatogram.identifikasi senyawa
zat aktif. Identifikasi secara KLT meliputi
ekstrak metanol kulit batang M. casturi.
identifikasi senyawa golongan alkaloid,
flavonoid, fenol, steroid dan terpenoid.
Identifikasi senyawa secara KLT disajikan IV. KESIMPULAN
pada gambar 2. Reagen spesifik untuk Kulit batang Mangifera casturi
senyawa alkaloid adalah wagner, mayer Kosterm. berwarna hijau, berbau khas
dan dragendorf. Identifikasi senyawa lemah, dan tidak berasa. Terdapat fragmen
alkaloid pada ekstrak metanol kulit batang pengenal seperti stomata tipe parasitik,
M. casturi menunjukkan hasil positif sklerenkim memanjang, dan dalam ekstrak
dengan ditandainya bercak warna jingga metanol mengandung senyawa flavonoid,
pada kromatogram. Identifikasi senyawa alkaloid, fenol, serta steroid. Kadar air dan

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


100

kadar abu dalam ekstrak metanol adalah Gutzeit, H.O. & J.L. Muller. 2014. Plant
Natural Products: Synthesis,
15,5 dan 3,67% sedangkan cemaran
Biological Functions and Practical
bakteri, kapang, dan timbal secara Applications, First Edition.
Wiley
berturut-turut adalah <1,10; <1,10; dan 3
Blackwell, Jerman
mg/kg. Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia
Penuntun Cara Modern
Menganalisis Tumbuhan, Terbitan
UCAPAN TERIMA KASIH Kedua. Institut Teknologi Bandung,
Bandung.
Ucapan terimakasih kepada
Mulyani, R. 2015. Karakterisasi Sediaan
Kementrian Ristek Dikti melalui dana Edible Film Ekstrak Etanol Kulit
Batang Kasturi (Mangifera casturi
PUPT dan semua pihak yang berperan atas
Kosterm) dengan Variasi
terselesaikannya penelitian ini. Konsentrasi Gelatin Sebagai
Polimer. Skripsi. Universitas
Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
DAFTAR PUSTAKA Oktafia, S. 2009. Uji Aktifitas Antibakteri
Ekstrak Metanol Kulit batang
BPOM RI. 2008. Pengujian Mikrobiologi Kasturi (Mangifera casturi Kosterm)
Pangan. Pusat Pengujian Obat dan Terhadap Bakteri Vibrio cholera dan
Makanan Badan Pengawasan Obat Escherichia coli secara In Vitro.
dan Makanan Republik Indonesia. Skripsi. Universitas Lambung
Jakarta. Mangkurat, Banjarbaru.
BPOM RI. 2014. Peraturan Kepala Badan Prasetyo, M.S. & E. Inoriah. 2013.
Pengawas Obat dan Makanan Pengelolaan Budidaya Tanaman
Republik Indonesia No. 12 Tahun Obat-Obatan (Bahan Simplisia).
2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Badan Penelitian Fakultas UNIB,
Tradisional. Bengkulu.
Depkes, RI. 1995. Materia Medika Rosyidah, K., S.A Nurhumainina, N.
Indonesia, Jilid 6. Departemen Komari & M.D. Astuti. 2010.
Kesehatan Republik Indonesia, Aktifitas Antibakteri Fraksi Saponin
Jakarta. dari Kulit Batang Tumbuhan Kasturi
(Mangifera casturi). Alchemy. 1(2):
Depkes, RI. 2000. Parameter Standar 65-69.
Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Saifudin, A., V. Rahayu, & H.Y. Teruna,
Direktorat Jenderal Pengawasan 2011. Standarisasi Bahan Obat
Obat dan Makanan Direktorat Alam Edisi Pertama. Graha Ilmu,
Pengawasan Obat Tradisional, Yogyakarta.
Jakarta. Sudarmaji, S. 1989. Analisa Bahan
Fakhrudin, N., P.P. Susilowati, Sutomo & Makanan dan Pertanian. Penerbit
S. Wahyono. 2013. Antiinflamatory Liberty, Yogyakarta.
Activity of Methanolic Extract of Sutomo., S. Wahyuono, E.P. Setyowati, S.
Mangifera casturi in Thioglycollate- Rianto, A. Yuswanto. 2014.
Induced Leukocyte Migration in Antioxidant Activity Assay of
Mice. Traditional Medicine Journal. Extracts and Active Fractions of
18(3): 151-156. Kasturi fruit (Mangifera casturi
Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. Kosterm.) Using 1, 1-diphenyl-2-
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. picrylhydrazyl Method. Journal of
Natural Products. 7: 124-130.

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


101

Syanjaya, L. 2009. Uji Aktivitas


Antiinflamasi Ekstrak Metanol Daun
Kasturi (Mangifera casturi)
Terhadap Mencit (Mus musculus)
yang Diinduksi Karagenin. Skripsi.
Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarbaru.
Winarno. F.G. 1987. Kimia Pangan dan
Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience