Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai


respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen,
menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema,
papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal. Tanda polimorfik
tidak selalu timbul bersamaan, bahkan mungkin hanya beberapa
(oligomorfik). Dermatitis cenderung residif dan menjadi kronis.1
Dermatitis numularis adalah dermatitis berupa lesi berbentuk mata uang
(coin) atau agak lonjong, berbatas tegas dengan efloresensi berupa
papulovesikel, biasanya mudah pecah sehingga basah (oozing).1
Dermatitis numularis pada orang dewasa terjadi lebih sering pada pria
daripada wanita. Usia puncak awitan pada kedua jenis kelamin antara 55 dan
65 tahun. Pada wanita usia puncak terjadi juga pada usia 15 sampai 25 tahun.
Umumnya kejadian meningkat seiring dengan meningkatnya usia.1
Dermatitis numularis umumnya menimbulkan rasa yang sangat gatal,
cenderung hilang timbul, dan ada pula yang terus menerus.1
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan membahas tentang
dermatitis numularis sebagai laporan kasus di bagian ilmu kulit dan kelamin
RSUD Palembang BARI.