Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun


anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan,
pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan,
terletak di bagian sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola. Dalam sel benda
ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan gluten), lipid
(lilin, kutin, dan suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan silika). Seperti
dijelaskan sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak fungsi untuk sel,
misalnya penyimpanan cadangan makanan, contohnya amilum; pemeliharaan
struktur (lilin); dan perlindungan, misalnya adanya Kristal ca oksalat dalam suatu
jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi alergi bagi hewan yang
memakannya, sehingga hewan tersebut tidak akan bernafsu menyentuhnya untuk
yang kedua kali (azidin,1996).
Karbohidrat dapat berupa selulosa dan pati. Kedua jenis karbohidrat ini
merupakan benda ergastis yang paling umum ditemukan pada sel tumbuhan.
Selulosa merupakan
komponen utama dinding sel. Sedangkan pati umumnya terdapat di protoplasma.
Jumlah sangat banyak di plastida, terutama leukoplas dan amiloplas. Protein
adalah komponen utama protoplasma organisme. Protoplasma seringkali terdapat
di dalam sel sebagai benda yang tak aktif-sebagai benda ergastis, atau dalam
bentuk kristaloid. Salah satu benda ergastis berupa protein yang umum terdapat
dalam sel tumbuhan adalah gluten. Lemak (lipid) dan minyak biasanya tersebar
pada bagian-bagian sel di berbagai jaringan tumbuhan. Beberapa senyawa yang
juga berhubungan erat dengan lemak dan minyak adalah lilin, suberin dan kutin,
biasanya senyawa-senyawa ini terdapat pada sel atau jaringan dengan fungsi
sebagai lapisan pelindung pada dinding sel. Tanin (zat samak) merupakan zat cair
campurandari beberapa macam zat, terutama asam gallus dan glukosit. Fungsi
tanin utamanya adalah mencegah infeksi atau pembusukan pada sel dan jaringan
tanaman, disamping sebagai pelindung dari gangguan hewan herbivora. Tanin
biasanya terdapat pada batang, akar, yang tua sehingga menjadikan organ ini
berwarna lebih gelap dibanding bagian yang lebih muda. Selain itu tanin juga
dapat ditemukan pada di dalam sel-sel khusus yang mempunyai tempat
penyimpanan khusus yang disebut tanin sac (kantong tanin). Jika berada di dalam
protoplasma, zat tanin terdapat dalam vakoula berbentuk tetesan-tetesan kecil
sehingga lazim disebut vakoula tanin. telang (Clitoria ternatea), dan warna ungu
daun Coleus. Alkaloid adalah senyawa basa organik yang mengandung nitrogen.
Alkaloid biasanya terdapat pada tanaman-tanaman tertentu. Banyak alkaloid yang
dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Tempat penimbunan alkaloid pada
tumbuhan bervariasi tergantung jenisnya. Ada yang menimbunnya di daun, akar,
kulit batang, buah, atau biji (Firman,2007).
Benda ergastik yang bersifat cari akan meliputi cairan sel,minyak dan
lemak,minyak yang mudah menguap dalam sel tumbuh-tumbuhan,yang dikenal
dengan nama minyak etheris.benda ergastik yang bersifat padat adalah benda –
benda non protoplasma(mati) dal msel yang besifat pada tentunya berwujud nyata
dari pada yang bersifat cair, karena yang bersifat padat lazimnya berbentuk
butiran atau Kristal.butiran atau Kristal ini terbentuk sebagai hasil akhir
metabolism(pertukaran zat) dalam tumbuh-tumbuhan.ada pula yang berbentuk
karena terjadinya pengendapan pada zat-zat cair makanan cadangan,sehingga
berbentuk butiran. Dibawah ini hanya akan dikemukakan tentang Kristal Ca-
oksalat,Kristal anorganik,butiran amilum dan aleuron (Suryadi,2013).
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel hanya
berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel menjadi
mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun faktor
lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam praktikum ini adalah sel mati
karena faktor genetik, maksudnya sel tersebut mati karena telah mencapai umur
yang memang telah ditentukan secara genetik. Sel-sel tersebut memang dalam
perkembangannya terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki
fungsi tertentu dalam bagi tumbuhan. Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan
bersifat mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam
tanah ke daun. Benda ergastis adalah benda-benda mati (bersifat mati) yang
terdapat di dalam sel tumbuhan.gastis dapat bersifat sebagai cairan sel (cell sap)
dan dapat pula bersifat padat.di dalam sel tumbuhan, benda-benda ergastis
sebenarnya adalah senyawa-senyawa yang dapat dibedakan dari protoplasma sel
hidup yang biasa disebut bioplasma. Saat ini, banyak ahli lebih suka menyebut
benda-benda ergastis ini sebagai senyawa organik dan senyawa anorganik, karena
sejatinya memang demikian. Senyawa-senyawa tersebut muncul sebagai produk
metabolisme sel-sel tumbuhan yang bersangkutan (Hasan,2013).

I.2 Maksud Dan Tujuan


1.2.1 Maksud Percobaan
Adapun maksud dari pecobaan ini yaitu :
1.Mengetahui benda-benda ergastik yang terdapat pada sel tumbuhan.
2.Mengetahui cara mengiris sampel dengan irisan melintang dan membujur
setipis mungkin yang dapat di lihat dengan mikroskop.
1.2.2 Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu, Untuk mengetahui dan memahami
jenis-jenis benda ergastik pada tumbuhan dan pada sel tumbuhan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Umum

Benda-benda ergastik mempunyai beberapa bagian yang terdapat pada


sel tumbuhan yaitu :
1. Amilum/Pati
Pati memiliki nama lain yang cukup umum digunakan dan
disebut, yaitu amilum. Pati sendiri masih termasuk di dalam
jenis karbohidrat kompleks yang tak dapat larut di dalam air. Dengan
rupa bubuk putih dan tidak berbau, pati mempunyai rasa tawar.
Tumbuhanlah yang menghasilkan pati sebagai bahan utama untuk
penyimpanan glukosa yang berlebih yang dimanfaatkan sebagai
produk fotosintesis untuk waktu yang lama (Bresnick,1996).
2. Aleuron
Pada tumbuh-tumbuhan biasanyaterdapat protein aktif dan protein
pasif. Yang dimaksud protein aktif adalah protein-protein yang
membentuk protoplasma, sedangkan protein pasif adalah protein
dalam bentuk makanan cadangan. Pada hakikatnya protein pasif
adalah benda nonprotoplasmik (substansi ergastis atau benda mati)
yang terdapat di dalam vakoula-vakoula sebagai protein amorf atau
sebagai kristal. Kedua bentuk tersebut,sebagai protein amorf atau
sebagai kristal, lazim dikenal dengan nama butir aleuron. Butir-butir
aleuron banyak ditemukan pada endosperm biji, perisperm biji, atau
embrio. Proses pembentukan butir aleuron adalah sebagai berikut. Bila
di dalam sel terdapat protein yang tidak bersifat aktif (Pasif), maka
akan ditransportasikan ke dalam vakoula dan disimpan bersama-sama
sebagai cairan di dalam vakoula. Oleh suatu proses yang terjadi di
dalam vakoula, protein terlarut tadi mengalami pengendapan. Salah
satu penyebab terjadinya pengendapan ini adalah karena proses
pematangan buah/biji, sehingga terbentuklah butir-butir
aleuron.Aleuron merupakan protein yang termasuk globulin, butir-
butirannya yang sangat besar dapat kita temukan pada biji jarak
(Ricinus communis). Pada butir besar aleuron ini lazim terdiri dari: (1)
protein amorf; (2) protein kristal; dan (3) protein globoid. Protein
amorf adalah protein yang tidak berbentuk. Protein kristal adalah
protein yang memiliki bentuk beraturan, biasanya persegi lima atau
persegi enam. Sedangkan protein globoid adalah protein yang banyak
mengandung zat phytin, yaitu garam yang mengandung kalsium dan
magnesium (Ca dan Mg) dengan suatu asam berupa mesoinosith atau
heksafosfor. Butir aleuron adalah protein. Hal ini dapat dibuktikan
dengan mengujinya menggunakan reaksi-reaksi penguji protein.
Misalnya, apabila dibubuhkan larutan iodin, dapat beralih menjadi
warna coklat ungu. Bila direaksikan dengan Milon dapat memberikan
warna merah. Pada butir aleuron terdapat lapisan aleuron dan gluten.
Lapisan aleuron adalah lapisan sel yang berada di bawah kulit buah
yang mengandung butir-butir protein kecil tersebut. Sedangkan gluten
adalah proteinnya itu sendiri yang menyusun butir aleuron. Lapisan
aleuron dapat kita temukan pada bulir-bulir gandum, padi, dan
sebagainya. Selain terdapat pada vakoula, butir aleuron dapat pula
terdapat di dalam sitoplasma yang terletak di bagian tepi, misalnya
pada sel-sel umbi kentang. Selain itu butir aleuron dapat ditemukan di
dalam plastida, bahkan di dalam inti sel (nukleus) dari tumbuh-
tumbuhan golongan Scrophulariaceae (Bresnik,1996).
3. Kristal
Kristal bervariasi bentuk dan ukurannya. Biasanya kristal tersusun
dari kalsium karbonat dan kalsium oksalat atau silika. Kristal kalsium
karbonat bias anya disebut sistolit. Biasanya terdapat pada sel
epidermis daun banyak tumbuhan bunga,misalnya yang termasuk
family Moraceae, Urticaceae, Acanthaceae dan Cucurbitaceae. Kristal
kalsium oksalat, merupakan hasil akhir atau hasil rekresi darisuatu
pertukaran zat yang terjadi dalam sitoplasma. Kristal kalsium oksalat
initerdapat dalam plasma sel atau dalam vakuola, tidak larut dalam
asam lemah (seperti asam cuka) tetapi larut dalam asam kuat (seperti
asam klorida). Ada yang menduga bahwa asam oksalat bebas
merupakan racun bagi tumbuhan karena itu
diendapkan berupa garam kalsium oksalat.

Macam-macam bagian Kristal :


a. Kristal pasir
berbentuk piramida kecil, misalnya terdapat pada tangkai daun
bayam (Amaranthus sp) tangkai daun tembakau (Nicotiana
tobacum) dan Begonia sp.
b. Kristal tunggal besar
berbentuk prisma seperti belah ketupat, segi empat, pyramid atau
poliedris, misalnya terdapat pada daun jeruk (citrus sp) dan korteks
Gnetum indicum.
c. Rafida
berbentuk seperti jarum atau sapu lidi, biasanya tersusun
membentuk berkas, Misalnya terdapat pada Colocasia, daun
Mirabilis jalapa, batang dan akar aloe vera, daun Ananas comosus.
rafida tertentu dapat menimbulkan rasa gatal sehingga dapat
melindungi tumbuhan dari hewan.
d. Kristal Sferit
tersusun atas bagian-bagian yang teratur secara radier, misalnya
pada batang Phyllocactus sp.
e. Kristal majemuk atau drussen.
berbentuk seperti bintang atau roset, misalnya terdapat pada
Eucalyptus, nerium, Ixora, korteks batang Gnetum gnemon, daun
Datura metel (kecubung), korteks batang Punica
granatum(delima), batang Ricinus communis (jarak).
4. Sistolit
Pada jaringan daun tua jaringan epidermis berlapis tiga, disini
terdapat sel-sel berisi sistolit yang terdiri dari atas kerangka selulosa
dimana terhablur kalsium karbonat dalam bentuk spherokristal halus.
seperti pada sekelompok buah anggur. (Bresnick,1996).
5. Minyak Etheris
Minyak etheris merupakan jenis benda ergastik yang berbentuk
cair,badan ergastik ini tersebar pada seluruh tubuh tumbuhan dan
setiap tanaman jumlahnya bervariasi.minyak etheris merupakan
senyawa yang mempunyai bias cahaya yang kuat,sehingga bagian
yang mengandung minyak etheris tampak lengkap (Brensnick,1996).

2.2 Uraian Tanaman


1. Umbi Kentang (Solanum tuberosum)

A. Klasifikasi (Hidayat,1995)
Divisio : Spermatophyta
Sub division : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Species : Solanum tuberosum
B.Morfologi
Tanaman kentang merupakan salah satu tanaman umbi – umbian
yang termasuk kedalam tanaman berumur pendek. Tanaman kentang ini
tumbuh dengan menjalar dan memiliki batang berbentuk segi empat.
Kentang ini pertama kalinya berasal dari Eropa yang menyebar luas
keberbagai negara dan wilayah terutamanya di Indonesia sekitar abad ke
17 atau 18. Tanaman ini juga merupakan tanaman yang hanya panen
dalam semusim sekitar 80-90 hari.
a. Daun
Daun-daun pertama tanaman kentang berupa daun tunggal sedangkan
daun-daun berikutnya berupa daun majemuk impartipinnate.
b. Batang
Batang di atas tanah berdiri tegak, awalnya halus dan akhirnya menjadi
persegi serta bercabang jika pertumbuhannya sudah berlanjut. Bentuk
pertumbuhan tanaman berkisar dari kompak hingga menyebar. Batang di
bawah permukaan tanah (rhizoma), umunya disebut stolon, menimbun dan
menyimpan produk fotosintesis dalam umbi yang membengkak pada
bagian ujung. Karbohidrat ditranslokasikan sebagai sukrosa ke dalam
stolon, yangpembelahan dan pembesaran selnya menyebabkan
pertumbuhan umbi. Sukrosa yang ditransportasikan dikonversi dan
disimpan dalam bentuk butiran pati.

c. Bunga
Warna bunga tanaman ini bermacam-macam, seperti putih, biru, ungu,
terdapat pada tukal-tukal dengan percabangan dikotomik dengan ibu
tangkai yang panjang. Buahnya buah buni yang bulat dengan kelopak
yang tetap.
d.Umbi
Bentuk umbi, mata tunas, warna kulit dan warna daging umbi bervariasi
menurut varietas kentang. Umbi kentang berbetuk bulat, lonjong,
meruncing atau mirip ginjal, dengan ukuran kecil hingga besar. Pada waktu
masi muda, umbi kentang di lapisi ± 1 cm dan menghasilkan periderm,
sehingga pada umbi kentang yang sudah tua tersusun enam lapis periderm.
Kulit umbi kentang sangat tipis, berwarna putih, kuning, merah, atau ungu.
Ketebalan kulit dipengaruhi oleh varietas dan keadaan lingkungan. Pada
umbi yang masih muda, sel-sel kulit membelah dengan cepat, ditandai
dengan kulit yang mudah terkelupas. Pada umbi yang sudah tua, sel-sel
kulit sudah tidak membelah dan kulit melekat erat sehingga tidak mudah
terkelupas. Daging umbi kentang berwarna putih, kuning, atau kemerahan
(Hidayat,1995).
C. Khasiat Tanaman(Hidayat,1995).
Banyak Orang yang memanfaatkan kentang sebagai makanan
alternative untuk membantu program dietnya. hal ini dikarenakan kentang
kaya akan karbohidrat seperti halnya nasi atau gandum,namun dengan
jumlah kalori yang lebih sedikit. Selain itu,kentang mengandung vitamin dan
mineral yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan bagi tubuh.
2. Beras(Oryza sativa)

A. Klasifikasi (Purwoko,2006)
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Graminae
Genus : Oryza
Species : Oryza sativa
B. Morfologi
1. Akar
akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan
dari dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar tanaman
padi dapat dibedakan atas :
a.Radikula
akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang
berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami
pertumbuhan ke arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan
calon batang akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
b.Akar serabut (akaradventif)
setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh.
c.Akar rambut
merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut.
Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini
penting dalam pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut
biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan
akar serabut.
d.Akar tajuk (crown roots)
adalah akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini
dibedakan lagi berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang
dangkal dan akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah
rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang.

2.Batang
Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun
dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung
bubung kosong itu bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama.
Ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang
ketiga, dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya.
Pada buku bagian bawah dari ruas tumbuh daun pelepah yangmembalut ruas
sampai buku bagian atas.Tepat pada buku bagian atas ujumg dari daun pelepah
memperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi ligula
(lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang dan terbesar menjadi daun kelopak
yang memiliki bagian auricle pada sebelah kiri dan kanan. Daun kelopak yang
terpanjang dan membalut ruas yang paling atas dari batang disebut daunbendera.
Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi ligula dan daun bendera, di situlah
timbul ruas yang menjadi bulir padi.
3.Daun
Padi termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang
berbeda-beda, baik bentuk, susunan, atau bagian bagiannya. Ciri khas daun padi
adalah adanya sisik dan telinga daun.Daun y ang muncul pada saat terjadi
perkecambahan dinamakan coleoptile. Koleopti lkeluar dari benih yang disebar
dan akan memanjang terus sampai permukaan air. koleoptil baru membuka,
kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan seterusnya hingga
mencapai puncak yang disebut daun bendera, sedangkan daun terpanjang
biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan daun yang lebih pendek
daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya.
Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi mula-mula berupa
tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama pada batang
keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya. Pertumbuhan
daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7
hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.
C. Khasiat (Purwoko,2006)
Sebutir beras atau padi sebagaimana kita ketahui selain digunakan sebagai
makanan pokok sehari-hari,beras juga bisa digunakan untuk kesegaran kulit yaitu
dengan mengambil air cucian dari beras tersebut.
3. Biji Jarak(Ricinus comunis semen)
A. Klasifikasi(Ratan,2008)
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus Comunis
B. Morfologi(Ratan,2008)
Jarak pagar berbentuk pohon kecil atau belukat besar dengan tinggi tanaman
mencapai 5 meter dan bercabang tidak teratur. Batang berkayu, berbentuk silindris,
dan bergetah. Daun jarak pagar berupa daun tunggal, berwarna hijau mudah
sampai hijau tua, permukaa bawah lebih pucat daripada bagian atasnya. Bunga
berwarna kuning kehijauan , berupa bunga majemuk berbentuk malai.buah
berbentuk bunga kendaga, oval, berupa buah kotak, berdiameter 2-4 cm. berwarna
hijau ketika masih muda dan kuning jika sudah matang. Biji berbentuk bulat
lonjong, berwarna coklat kehitaman dengan ukuran panjang 2 cm, tebal 1 cm, dan
berat 0,4-0,6 gram/biji. Tanaman jarak bisa diperbanyak dengan biji atau setek
batang. Karakteristik tanaman jarak yang berasal dari biji dan setek batang
berbeda. Selain kedua cara tersebut, tanaman jarak juga dapat diperbanyak melalui
kultur jaringan (in-vitro).
Dengan cara ini kita dapat memperoleh bibit jarak dengan jumlah yang banyak
pada waktu yang bersamaan. Jarak pagar akan tumbuh dan berproduksi optimal
jika ditanam di lahan kering dataran rendah yang beriklim kering, dengan
ketinggian 0-500 meter dpl, curah hujan 300-1000 mm per tahun, dan temperature
lebih dari 200°c. jarak pagar dapat tumbuh di lahan marginal yang miskin hara,
tetapi berdreinase dan aerasi baik. Produksi optimal akan diperoleh dari tanaman
yang ditanam di lahan subur. Jenis tanah yang baik untuk tanamn jarak pagar
adalah yang mengandung pasir 60-90 % dan pH tanah 5,5-6,5. Produksi optimal
juga bisa tercapai jika tanaman dipupuk dengan dosis yang sesuai dan tersedia air
pada musim kemarau.

C. Khasiat (Ratan,2008)
Getah tanaman jarak pagar mengandung flavonoid dan saponin serta
kandungan jatrophie yang bersifat antijamur. pada bagian daun jarak pagar
ditemukan senyawa kaemfesterol, sitosterol, stigmasterol, amirin, dan teraksol.
sedangkan biji tanaman jarak(Ricinus Communis) telah ditemukan kandungan
glukanase yang memiliki aktivitas antifungi, toksalbumin dan cucin yang tidak
hanya memiliki aktivitas sebagai antifungi, tetapi kandungan kimia ini juga
bermanfaat sebagai antikanker. Ampas dari biji jarak yang sudah diperas
minyaknya mengandung nitrogen,fosfat dan kalium. kulit batang jarak pagar
mengandung tannin, malam, resin dan saponin.
4.Daun Papaya(Carica Papaya Folium)
A.Klasifikasi (Ratan,2008)
Divisio : Spermathophyta
Subdivision : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
SubClass : Sympetalae
Ordo : Cystales/Parietales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya
B. Morfologi
Carica papaya L. adalah semak berbentuk pohon dengan batang yang lurus
dan bulat. Bagian atas bercabang atau tidak, sebelah dalam berupa spons dan
berongga, sebelah luar banyak tanda bekas daun. Tinggi pohon 2,5-10 m, tangkai
daun bulat berongga, panjang 2,5-10 m, daun bulat atau bulat telur, bertulang
daun menjari, tepi bercangap, berbagi menjari, ujung runcing garis tengah 25-75
cm, sebelah atas berwarna hijau tua, sebelah bawah hijau agak muda daun licin
dan suram, pada tiap tiga lingkaran batang terdapat 8 daun. Bunga hampir selalu
berkelamin satu atau berumah dua, tetapi kebanyakan dengan beberapa bunga
berkelamin dua pada karangan bunga yang jantan. Bunga jantan pada tandan yang
serupa malai dan bertangkai panjang, berkelopak sangat kecil mahkota berbentuk
terompet berwarna putih kekuningan, dengan tepi yang bertaju lima, dan tabung
yang panjang, langsing, taju berputar dalam kuncup, kepala sari bertangkai
pendek, dan duduk bunga betina kebanyakan berdiri sendiri, daun mahkota lepas
dan hampir lepas, putih kekuningan, bakal buah beruncing satu, kepala putik
lima duduk. Buah buni bu lat telur memanjang, biji banyak, dibungkus oleh
selaput yang berisi cairan, di dalamnya berduri. Berasal dari Amerika, ditanam
sebagai pohon buah Tanaman ini dapat dijumpai hampir di seluruh kepulauan
Indonesia. Di Jawa tengah dikenal dengan nama kates, di Sunda dinamakan
gedang, orang sulawesi menyebutnya kapaya dan di Ambon dikenal dengan nama
papas(Ratan,2008).
C. Khasiat (Ratan,2008)
Tanaman papaya ini mempunyai banyak sekali manfaat dan kegunaan dan
telah digunakan secara tradisional untuk: arthiris dan reumatik di Indonesia dan
Haiti; asma dan infeksi pernapasan di Mauritius, Meksiko dan Filipina; kanker di
Australia dan Meksiko; konstipasi dan laksatif di Honduras, Panama dan
Trinidad; meningkatkan produksi susu di Indonesia dan Malaysia; tumor (Uterus)
di Ghana, Indochina, dan Nigeria; dan sifilis di Afrika.
Papain adalah enzim yang terkandung dalam papaya dan telah banyak diteliti
manfaatnya. Dalam industri, papain mempunyai banyak kegunaan antara lain
dalam proses penggumpalan susu (rennet), proses penguraian protein, pembuatan
bir, mengempukkan daging, proses ekstraksi minyak hati ikan tuna, dan
membersihkan sutra dan wool sebelum pewarnaan.
5. Daun Bayam(Amarathus sp. Folium)
A. Klasifikasi(Arif,1990)
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Sub Divisi : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliophyta
Sub Classis : Caryophyllidae
Famili : Amaranthacea
Genus : Amaranthus
Species : Amaranthus sp

B. Morfologi
a. Akar
Tanaman bayam memiliki akar perdu ( terma ), akar tanaman bayam ini akan
menembus tanah hingga kedalaman 20-40 cm bahkan lebih. Akar tanaman
bayam ini tergolong akar tunggang dan memiliki serabutan di bagian atasnya.
b.Batang
Tanaman bayam memiliki batang tumbuh dengan tegak, tebal dan banyak
mengandung air. Batang pada tanaman ini memiliki panjang hingga 0.5-1 meter
dan memiliki cabang monodial. Batang bayam berwarna kecoklatan, abu-abu
dan juga memiliki duri halus di bagian pangkal ujung batang tanaman bayam.
c.Daun
Tanaman ini memiliki daun tunggal, berwarna hijau muda dan tua, berbentuk
bulat memanjang serta oval. Panjang daun pada bayam 1,5-6,0 cm bahkan lebih,
dengan lebar 0,5 – 3,2 cm dan memiliki pangkal ujung daun runcing serta
obtusus. Batang bayam di sertai dengan tangkai yang berbentuk bulat dan
memiliki permukaan opacus. Panjang tangkai ini mencapai 9.0 cm dan memiliki
bagian tepi atau permukaan repandus.

d. Bunga
Bunga tanaman bayam ini memiliki kelamin tunggal, berwarna hijau tua, dan
juga memiliki mahkota terdiri dari daun bunga 4-5 buah, benang sari 1-5, dan
bakal buah 2-3 buah serta lainnya yang membantu dalam penyerbukan. Bunga
tanaman bayam ini berukuran kecil dan memiliki panjang mencapai 1,5-2,5 cm,
serta tumbuh di ketiak daun yang tersusun tegak. Namun, penyerbukan bunga
ini biasanya di bantu juga dengan binatang sekitar dan angin.
e. Biji

Tanaman bayam memiliki biji berukuran kecil, dan halus, memiliki bentuk
bulat serta memiliki warna kecoklatan hingga kehitaman. Namun, ada beberapa
jenis bayam yang terdapat biji berwarna putih dan merah, contohnya bayam
maksi(Arif,1990).
C .Khasiat
Tanaman bayam berkhasiat sebagai obat beri-beri dan akarnya sebagai obat
kencing nanah. Untuk obat beri-beri dipakai + 20 gram daun segar daun
bayam,dicuci,direbus dengan 1 gelas diminum sekaligus (Arif,1990).
6.Daun Beringin(Ficus Benyamina Folium)
A. Klasifikasi(Osmina,1990)
Divisi :Spermatophyta
Subdivisi :Angiospermae
Kelas :Dicotyledoneae
Bangsa :Urticales
Suku :Moraceae
Marga :Ficus
Genus :Ficus benjamina
B. Morfologi(Osmina,1990)
Pohon besar, tinggi 20-25 m, berakar tunggang. Batang tegak, bulat,
permukaan kasar, coklat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar
akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang
berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang
3-6 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari
ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah
buni, bulat, panjang, 0,5-1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat,
keras, putih.
C. Khasiat
Akar udara mengandung asam amino, fenol, gula. Penyakit yang dapat diobati
: pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, luka
terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan
(pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis), disentri, dan kejang panas
pada anak (Osmina,1990).
7. Jahe(Zingiberis Officinale)
A. Klasifikasi(Soepono,1990)
Divisi :Spermatophyta
Sub divisi :angiospermae
Kelas :monocotyledoneae
Ordo :Zingiberles
Famili :Zingiberaceae
Genus : Zingiber Officinale

B.Morfologi
a.Akar
Tanaman ini memiliki akar tunggal yang semakin membesar sesuai dengan
pertumbuhannya atau umurnya, hingga membentuk rimpang serta tunas yang akan
tumbuh menjadi tanaman baru. Akar tanaman tumbuh dari bagian rimpang
sedangkan tunas tumbu dari bagian atas rimpang. Akar tanaman ini memiliki warna
kecoklatan jika sudah menjadi rimpang menjadi kemerahan atau sesuai dengan
variaetes.
b. Batang
Tanaman jahe memiliki batang semu yang tumbuh tegak, berbentuk bulat pipih,
tidak memiliki cabang terseusun ruas, dan pelapah daun saling menutup sehingga
membentuk seperti batang. Bagian luar batang licin dan mengkilap, serta banyak
mengandung air, berwrna hijau pucatm bagian pangkal berwarna kemarahan.
Batang bagian bawah tanah berdagingm bernas , berbuku-buku, dan memilki
struktur yang bercabang.
c. Rimpang jahe
Tanaman jahe memiliki rimpang jahe yang tidak beraturan, bagian luar di tutupi
dengan daun yang terbentuk sisik tipis, tersusun melingkar. Rimpang merupakan
bagian tanaman jaeh yang memiliki manfaat yang besar dan memiliki nilai
ekonomis yang tinggi. Rimpang tanaman jahe memiliki warna yang sangat
bervariasi dan beragam berupa warna putih, kemerahan dan kekuningan.
Tergantung dengan varietes.
d. Bunga
Tanaman jahe memiliki bunga yang terletak di bagian ketiak daun pelindung.
Bentuk bungan jahe sangat bervariasi : panjang, bulat telur, lonjong, runcing atau
tumpul dan lainnya. Bunga ini memiliki ukuran 2-2.5 cm dan lebar 1-1.5 cm. Bunga
tanaman jaeh memiliki panjang 30 cm berbentuk spika, bungan berwrna putih
kekuningan dengan bercak ungu merah(Sopepono,1990).
C.Khasiat
a. Pusing.
Kondisi ini membuat Anda merasa seperti berputar (vertigo) atau kepala terasa
ringan (lightheadedness). Dapat juga terasa seperti kehilangan keseimbangan atau
terasa melayang. Jahe diduga dapat meringankan pusing dengan cara merangsang
aliran darah ke otak. Selain itu jahe dipercaya dapat meringankan mual.
b. Nyeri menstruasi.
Bagi para wanita yang sering merasa nyeri saat menstruasi, bisa coba
mengonsumsi ekstrak jahe dengan dosis empat kali sehari selama tiga hari di awal
menstruasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe bisa
membantu mengurangi gejala nyeri menstruasi. Khasiat jahe sepertinya dapat
disamakan dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.
c. Mencegah morning sickness.
Kondisi mual dan muntah ini kerap dialami oleh beberapa wanita di awal masa
kehamilan. Sepertinya kondisi tersebut dapat diminimalisasi dengan mengonsumsi
jahe. Namun ingat, ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi asupan
tertentu, khususnya obat-obatan tradisional. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih
dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi jahe.
d.Osteoarthritis.
Menurut sejumlah penelitian, rasa sakit akibat kondisi ini dapat diatasi dengan
mengonsumsi ekstrak jahe. Senyawa kimia pada jahe dapat mengurangi zat kimia
yang memicu peradangan sendi. Selain itu, jahe juga bisa merangsang tubuh
memproduksi asam salisilat, yaitu sebuah zat yang bisa meringankan rasa sakit dan
ketidak nyamanan.
e.Mual dan muntah usai operasi.
Mengonsumsi jahe sebelum operasi sepertinya bisa mengurangi rasa mual dan
muntah setelah operasi. Selain dikonsumsi melalui mulut, mengoleskan minyak
jahe pada pergelangan tangan juga sepertinya bisa mencegah mual.
8.Lidah Buaya(Aloe Vera)
A.Klasifikasi(Sopepono,1990)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asphodelaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe vera
B.Morfologi(Sopepono,1990)
a. Batang
Batang tanaman lidah buaya berserat atau berkayu. Pada umumnya sanagt pendek
dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam
dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan
ketinggian 3-5m. Species ini dapat dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika.
Melalui batang iniakan tumbuh tunas yang akan menjadi anakan.
b. Daun
Seperti halnya tanaman berkeping satu lainya, daun lidah buaya berbentuk
tombak dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang,
berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat
sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian
atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda
dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan
hilang saat lidah buaya dewasa. Namuntidak demikian halnya dengan tanaman lidah
buaya jenis kecil atau lokal. Hal ini kemungkinan disebabkan faktor genetiknya.
Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna.
C.Bunga
Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3cm,
berwarna kuning sampai orange, tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai
yang menjulang keatas sepanjang sekitar 50-100cm.
d. Akar
Lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar
serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40cm.
C.Khasiat(Sopepono,1990).
Khasiat tanaman lidah buaya telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Secara historis,
tanaman yang dikenal juga dengan nama aloe vera ini dianggap dapat menyembuhkan
berbagai penyakit kulit dan efektif sebagai obat pencahar.

9. Daun Nanas(Ananas Commusus Folium)


A.Klasifikasi(Osmina,1990)
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Farinosae
Famili : Bromiliaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas commusus
B.Morfologi
Tanaman nanas berbentuk semak dan hidupnya bersifat tahunan (perennial).
Tanaman nanas terdiri dari akar, batang, daun, batang, bunga, buah dan tunas-tunas.
Akar nanas dapat dibedakan menjadi akar tanah dan akar samping, dengan sistem
perakaran yang terbatas Akar-akar melekat pada pangkal batang dan termasuk berakar
serabut (monocotyledonae). Kedalaman perakaran pada media tumbuh yang baik tidak
lebih dari 50 cm, sedangkan di tanah biasa jarang mencapai kedalaman 30 cm . Batang
tanaman nanas berukuran cukup panjang 20-25 cm atau lebih, tebal dengan diameter
2,0 -3,5 cm, beruas-ruas (buku-buku) pendek. Batang sebagai tempat melekat akar,
daun bunga, tunas dan buah, sehingga secara visual batang tersebut tidak nampak
karena disekelilingnya tertutup oleh daun. Tangkai bunga atau buah merupakan
perpanjangan batang.
Daun nanas panjang, liat dan tidak mempunyai tulang daun utama. Pada daunnya ada
yang tumbuh dari duri tajam dan ada yang tidak berduri. Tetapi ada pula yang durinya
hanya ada di ujung daun. Duri nanas tersusun rapi menuju ke satu arah menghadap
ujung daun. Daun nanas tumbuh memanjang sekitar 130-150 cm, lebar antara 3-5 cm
atau lebih, permukaan daun sebelah atas halus mengkilap berwarna hijau tua atau
merah tua bergaris atau coklat kemerah-merahan. Sedangkan permukaan daun bagian
bawah berwarna keputih-putihan atau keperak-perakan. Jumlah daun tiap batang
tanaman sangat bervariasi antara 70-80 helai yang tata letaknya seperti spiral, yaitu
mengelilingi batang mulai dari bawah sampai ke atas arah kanan dan kiri . Nanas
mempunyai rangkaian bunga majemuk pada ujung batangnya. Bunga bersifat
hermaprodit dan berjumlah antara 100-200, masing-masing berkedudukan di ketiak
daun pelindung. Jumlah bunga membuka setiap hari, berjumlah sekitar 5-10 kuntum.
Pertumbuhan bunga dimulai dari bagian dasar menuju bagian atas memakan waktu 10-
20 hari. Waktu dari menanam sampai terbentuk bunga sekitar 6-16 bulan. Pada
umumnya pada sebuah tanaman atau sebuah tangkai buah hanya tumbuh satu buah saja.
Akan tetapi, karena pengaruh lingkungan dapat pula membentuk lebih dari satu buah
pada satu tangkai yang disebutmultiple fruit ( buah ganda). Pada ujung buah biasanya
tumbuh tunas mahkota tunggal, tetapi ada pula tunas yang tumbuh lebih dari satu yang
biasa disebut multiple crown (mahkota ganda) (Osmina,1990).
C.Khasiat(Osmina,1990)
Nanas mempunyai khasiat yaitu bisa mengobati, Kolestrol, memer akibat terpukul, luka
bakar, gatal, bisul, obat beri-beri, mengatasi sembelit flu, demam, dan masih banyak
lagi.

10.Kulit buah Jeruk(Cyrtus Sp Cortex)

A. Klasifikasi (Purwoko,2006)
Kingdom :Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Super Divisi :Spermatophyta
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Magnoliopsida
Sub Kelas :Rosidae
Ordo :Sapindales
Famili :Rutaceae
Genus :Citrus
Spesies :Citrus Sp
B.Morfologi
a.Akar
Ujung akar selalu terdiri dari sel-sel muda yang senantiasa membelah dan
merupakan titik tumbuh akar jeruk. Keadaan sel akar ini sangat lembut, sehingga
mudah sekali rusak jika menembus tanah yang keras dan padat. Ujung akar terlindungi
oleh tudung akar (calyptra), yang bagian luarnya berlendir, sehingga ujung akar mudah
menembus tanah. Bagian luar ujung akar ini mudah rusak, tetapi didalamnya selalu
ditumbuhi sel-sel baru lagi. Di belakang titik tumbuh, sel terbagi-bagi dibagian luarnya
yang akan menjadi kulit luar. Tepat di bawah kulit luar ada kulit pertama dan ditengah-
tengahnya merupakan pusat yang disebut empulur. Epidermis (kulit luar) terdiri dari
susunan sel-sel dan di antara sel-sel itu tidak terdapat celah-celah, sebab sel-
sel ini saling berhimpit.
b.Batang
Bentuk fisik keadaan jeruk sangat dipengaruhi oleh keadaan batang jika dibiarkan
tumbuh terus tanpa perlakuan pemangkasan. Tanaman jeruk yang tidak dipangkas
akan dapat tumbuh lurus mencapai ketinggian 15 meter atau lebih. Warna kulit batang
berbeda-beda, misalnya untuk jeruk besar berwarna hitam kecoklatan, tetapi ada pula
percabangan dan anting yang bewarna putih kehijauan. Batang jeruk jenis ini pada
permukaan kulit kelihatan kasar, sebab dekat mata tunasnya merupakan tempat
tumbuhnya duri-duri yang panjang dan besar. Duri jeruk jika masih muda berwarna
hijau, tetapi jika sudah tua berwarna coklat yang lama-kelamaan akan lapuk dan
akhirnya mati. Batangjeruk jenis keprok dan nipis dari batang pokok sampai bagian
cabang, permukaan kulitnya halus. Semua jenis jeruk, batangnya selalu banyak
ditumbuhi mata tunas.
c.Daun
Daun jeruk berwarna hijau tua dan terkesan tebal. Jika daun itu diremas akan berbau
aroma sesuai dengan jenis jeruknya. Tulang daun berbentuk menyirip beraturan, tetapi
ada juga yang berselang-seling. Tepian daun ada yang bergerigi dan ada yang tidak.
Bentuk fisik daun oval, merucing, tetapi ada juga yang oval tumpul. Daun jeruk terdiri
dari dua bagian, yaitu lembaran daun besar dan kecil. Lembaran daun kecil letaknya
dekat dengan tangkai daun. Tetapi ada juga daun yang tidak memiliki lembaran kecil.
Permukaan daun sekilas kelihatan mengkilap, karena selalu
dilapisi oleh lapisan lilin yang padat dan mengandung sedikit pectin sehingga tetesan air
hujan
cepat meluncur.
d. Bunga
Tanaman jeruk di Indonesia pada umumnya dapat berbunga setiap waktu, hal ini
disebabkan oleh keadaan tanah dan iklim yang cocok. Tanaman jeruk biasanya berbunga
lebat pada bulan Oktober dan November. Frekuensi pembungaan jeruk pada setiap
tahunnya dapat mencapai 3-4 kali. Bunga jeruk memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
kebanyakan bunga berbentuk majemuk dalam satu tangkai, tiap kuntum bunga
berkelamin ganda, bunga-bunga tersebut muncul dari ketiak daun atau pucuk-pucuk
ranting yang masih muda, bunga jeruk kebun akan berwarna putih, kecuali warna
bunga jeruk nipis dan jeruk purut agak kemeraha hingga keunguan, berbau harum karen
a banyak
mengandung nectar (madu) (Purwoko,2006).
C. Khasiat(Purwoko,2006)
Bermanfaat sebagai obat disentri,sembelit, ambein,haid tidak teratur, difetri, jerawat,
kepala pusing, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, menghilangkan
kebiasaan merokok, amandel, mimisan, radang hidung.
11.Ubi Jalar(Ipomea Batatas)
A.Klasifikasi (Tiana 2010)

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Tubiflorae
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas
B.Morfologi (Tiana 2010)
Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambutnya.cara
menanamnya cukup mudah,ubi jalar mengandung jumlah maknesium yang tinggi dan
vitamin B.
C.Khasiat (Tiana 2010)
Ubi jalar mempunyai manfaat baik untuk kesehatan mata,menjaga kesehatan gigi
dan gusi,menguatkan tulang,dan mengatur kadar kolestrol.
12.Daun kecubung(Datura metel)
A. Klasifikasi (Tiana 2010)
Kingdom : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Familia : Solanaceae
Genus : Datura
Spesies : Datura metel
B. Marfologi tanaman (Tiana 2010)
Kecubung (Daura Metel) termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai
pokok batang kayu dan tebal. Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan dan ke
kiri sehingga membentuk ruang yang lebar. Namun demikian, tinggi dari tumbuhan
kecubung ini kurang dari 2 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan pada bagian
tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bunga kecubung
menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung. Buahnya hampir bulat
yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan
kuat. Buah kecubung, bagian luarnya, dihiasi duri duri dan dalamnya berisi biji biji k
ecil
berwarna kuning kecoklatan.
C. Khasiat (Tiana 2010)
a.Obat bisul
b. Mengatasi asma
c. Menyembuhkan rematik
d. Mengatsasi sembelit

13.Batang suji( Caulis Pleumele angustifolia)


A.Klasifikasi(Arif,1990)
Kindom : plantae
Sub kindom : viripdiplantae
Infra kindom :sterpotpitha
Super divisi : embrypytha
Sup divisi : spermathopytha
Kelas : magnolopsida
Superordo : liliane
Ordo :asparagales
Family :aparagaceae
Genus :dracaena
Spesies :dracaena angustifolia
B.Marfologi tanaman(Arif,1990)
Tanaman suji adalah sejenis tanaman perdu yang berumur tahunan. Tanaman ini di
kenal karena daunnya yang sering di manfattkan sebagai pewarna hijau lebih pekat
dari padad aun panda wangi.

D.Khasiat(Arif,1990)
a.Mengobati batuk
b.Mengobati kangker darah
c.Mengobati penyakit sipilis
d.Mengobati beri-beri
e.Mengobati di sentry
f.Mengobati sakit saat haid

14.Daun kayu putih ( Folium Melaleuce leucodendrun)


A. Klasifikasi (Sukardjo.1997)
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceaae
Genus : Melaleuca
Spesies : Meleleuca leucodendru
B. Morfologi (Sukardjo.1997)
Nama kayu putih di ambil dari warna batangnya yang berwarna putih, pohon
ini merupakan pohon yang anggota suku jambu-jambuan yang dimanfaatkan
sebagai sumber minyak kayu putih, minyak diekstrak di suling dengan uap
terutama dari daun dan rantingnya. Tumbuhan kayu putih dapat tumbuh di tanah
tandus, tanah panas dan bertunas kembali setelah terjadi kebakaran.
C. Khasiat (Sukardjo.1997)
Khasiat dari kayu putih yaitu: untuk insomnia, untuk mengobati demam, flu,
batuk, untuk radang kulit, untik sakit rematik, nyeri tulang, dan untuk luka yang
bernana.

BAB III

PROSEDUR KERJA
3.1 Alat dan bahan
3.1.2 Alat
Adapun alat-alat yang di gunakan dalam pratikum kali ini adalah
mikroskop,pinset,objek gelas, pipet tetes,cutter dan cover gelas.
3.1.3 Bahan
dan adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini Aquades,
biji jarak (Ricinus cimmunis), daun papaya (Caricca papaya), daun
kecubung (Datura
metel), daun bayam(Amarathus sp), batang suji(Pleumele angustifolia), daun
nanas
(Ananas commosus), beringin (Ficus beyamina), jeruk (Citrus sp),
jahe (Zingiber oficinale).
3.1.4 Cara Kerja
Disipkan alat dan bahan , diletakkan irisan diatas objek glass lalu ditetesi
dengan 1-2 tetes air kemudian ditutup dengan cover glass. Kemudian diamati
objek dibawah mikroskop elektron dengan perbesaran 40/10.
1. Membuat Preparat Untuk Melihat Pati
a)Umbi kentang(solanum tuberusum)
Siapkan mikrsoskop sesuai prosedur kerjanya,kemudian kerok bagian
dalam umbi kentang dengan pinset atau jarum pentul, selanjudnya
pindahkan cairan tersebut di dalam objek gelas dan tetesi air lalu tutup.
Amati di baah mikroskop dengan pembesaran objektif lemah dan
kuat,kemudian gambarkan bentik amilum kentang tersebut.
b.Padi(Oryza sativa)
Siapkan mikroskop sesuai prosedur penggunaanya, kemudian butir beras
di haluskan menggunakan limping, pindahkan cairan tersebut di atas perm
ukaan
objek
gelas dan tetesi air lalu tutup, kemudian amati di bawah mikroskop dengan
pembesar
objek lemah dan kuat, gambarlah bentuk butiran tersebut amilum pada sa
mpel
tersebut, dan buatlah kempulan dari pengamatan preparat tersebut.

2.Membuat Preparat Untuk Melihat Aleuron


c.Biji jarak(Ricinus communis)
Siapkan mikroskop sesuai prosedur penggunaanya,kemudian ambil biji jarak
yang belum terlalu tua lalu lepaskan kulit bijinya dengan pisau dan ambil end
ospermanya,iris endosperem tersebut setipis mungkin lalu pindahkan ke atas o
bjek gelas lalu tetesi dengan air lalututup. Amatih di bawah mikroskop dengan
pembesaran lemah dan kuat. Gambarlah
beberapa sel endosperem yang mengandung butiran aleuron tersebut lalu
tentukan di mana letak butiran aleuron dalam sel tersebut.
3.Membuat Preparat Untuk Melihat Kristal
d.Daun papaya(Carica papaya)
Siapkan mikroskop sesuai dengan prosedur penggunaanya Ambilah daun
Papaya dan daun kecubung lalu iris setipis mungkin dan pindahkan keatas ob
jek
gelas beri air dan tutup amati dibawah mikrosop dengan pembesar lemah dan
kuat
gambar beberapa buah sel yang berisi Kristal kalsium oksalat, bentuk apakah
Kristal masing-masing tersebut.
4. Membuat Preparat Untuk Melihat Sistolit
e. Daun Beringin(Ficus Benyamina)
Siapkan mikroskop sesui dengan prosedur pengunaannya,ambil daun
bayam lalu iris setipis mungkin dan pindahkan ke atas objek gelas, beri air
dan tutup kemudian amati di bawah mikroskop dengan pembesar lemah
dan kuat. Gambar beberapa Kristal kalsium oksalat, dan berikan kesimpilan
dari hasil pengamatn anda.
5.Membaut Preparat Untuk Melihat Minyak Etheris
f.Jahe(Zingiberis Officinale)
sampel diiris setipis mungkin secara melintang dan diletakan diatas kaca
objek dan ditetesi sedikit air dan kemudian ditutupi dengan cover gelas
diamati minyak etheris yang ada pada sampel.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
NO Nama Sampel Hasil Pengamatan Keterangan
1 Umbi Pada kerokan umbi
Kentang kentang maka terlihat
(Solanum adanya Amilum/Pati
tuberosum)

2 Beras (Oryza Dari hasil pengamatan


sativa) gerusan beras tersebut,
maka terlihat adanya
Pati

3 Ubi Jalar Pada kerokan ubi jalar


(Ipomea maka terlihat adanya
batatas) Amilum/Pati

4 Biji Jarak Dari hasil irisan kulit


(Ricinus biji jarak tersebut,
communis) maka terlihat adanya
Aleuron

5 Daun Papaya Dari hasil irisan tipis


(Carica tangkai daun papaya
papaya) tersebut, maka terlihat
adanya Kristal
6 Batang Dari hasil irisan tipis
Melinjo batang melinjo, maka
(Gnetum terlihat adanya Kristal
gnemon)

7 Daun Bayam Pada hasil pengamatan


(Amaranthus irisan daun bayam
sp.) terdapat sKristal

8 Daun Begonia Pada hasil pengamatan


(Begonia sp.) irisan daun bayam
terdapat Kristal

9 Batang Suji Dari hasil irisan tipis


(Pleumele batang suji, maka
angustifolia) terlihat adanya Kristal
10 Lidah Buaya Dari hasil irisan tipis
(Aloe vera) lidah buaya, maka
terlihat adanya Kristal/
Kalsium Oksalat

11 Daun Nanas Dari hasil irisan tipis


(Ananas daun nanas maka
comosus) terlihat adanya Kristal/
Kalsium Oksalat

12 Daun Dari hasil pengamatan


Beringin irisan melintang maka
(Ficus terlihat adanya Sistolit
benyamina)

13 Kulit Buah Pada hasil pengamatan


Jeruk (Cytrus mikroskop dari irisan
sp.) kulit buah jeruk terlihat
adanya Minyak Etheris
14 Jahe (Zingiber Pada hasil pengamatan
officinale) mikroskop dari irisan
rimpang jahe terlihat
adanya Minyak Etheris

15 Kayu Putih Pada hasil pengamatan


(Melaleuce mikrosskop dari irisan
leucodendrum) daun kayu putih
terlihat adanya Minyak
Etheris

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini akan mengidentifikasi benda benda ergastik pada
tumbuhan. Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik
maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk
pertahanan, pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan
cadangan makanan, terletak di bagian sitoplasama, dinding sel, maupun di
vakuola (azidin,1996). Adapun alat yang digunakan kali ini adalah
mikroskop, pinset, objek gelas, pipet tetes, cutter dan cover gelas dan bahan
Aquades, biji jarak (Ricinus cimmunis), daun papaya (Caricca papaya), daun
kecubung (Datura
metel), daun bayam(Amarathus sp), batang suji(Pleumele angustifolia), daun
nanas
(Ananas commosus), beringin (Ficus beyamina), jeruk (Citrus sp),
jahe (Zingiber oficinale). pengamatan pertama ubi jalar (Ipomea Batatas),
Beras (Oryza Sativa), Umbi kentang (Solanum Tuberosum) akan dilihat pati
yaitu dengan cara sampel beras digerus dan diletakan pada kaca objek
kemudian ditetesi dengan aquadest dan ditutupi dengan cover glass,setelah
jadi preparat diamati dibawah mikroskop dan setelah diamati terlihat ada
beberapa hilus dan amilum tunggal,apabila sebutir amilum terdapat satu
hilus,dan masing–masing dikelilingi lamella,sehingga terbentuk lamella yang
mengelilingi selurunya,pada hasil pengamatan beras terlihat adanya ergastik
yang terlihat bersifat padat,yaitu mempunyai zat berupa pati.
Selanjutnya, pada hasil pengamatan daun Kecubung (Datura Metel),
daun papaya (Carica Pepaya Folium), lidah buaya (aloe vera),daun nanas
(Ananas Commusus Folium) akan dilihat Kristal yaitu dengan mengiris pada
sampel-sampel yang kemudian diletakkan pada kaca objek dan ditetesi
dengan aquadest kemudian ditutupi dengan cover glass, setelah jadi preparat
diamati dibawah mikroskop.pada hasil pengamatan terlihat Kristal pasir
berbentuk pyramid kecil yang terdapat pada daun merupakan hasil
metabolism, umumnya terbentuk dari Kristal Ca oksalat. Kristal merupakan
benda ergastik yang terdapat dalam sel berbagai tumbuhan.biasanya terdapat
dalam sel korteks, akan tetapi terkadang juga dapat ditemukan pada sel-sel
parenkim floem dan parenkim xylem.
Kemudian, pada hasil pengamatan Daun Bayam (Amaranthus sp),
Batang Suji (Pleumele Angustifolia) Daun Bayam(Ficus Benyamina) yaitu
sampel daun bayam yang diiris secara melintang dan diletakkan pada kaca
objek ditetesi dengan aquadest dan selanjutnya ditutupi dengan cover
glass,preparat melintang bayam diamati dibawah mikroskop, pada hasil
pengamatan terdapat adanya benda ergastik didalam sel daun bayam yaitu
berupa Kristal Ca oksilat. Kristal pada bayam berupa jarum dengan bentuk
rapida. Rapida adalah Kristal Ca Oksilat yang berbentuk jarum dan letaknya
sejajar satu sama lain dibandingkan dengan literaturnya, Kristal yang
terdapat pada daun bayam yang diamati lebih banyak disbanding literature
hal ini disebabkan karena sampel daun bayam yang dipakai masih muda.
Selanjutnya, pada hasil pengamatan biji Jarak (Ricinus Commusus
Semen) dengan mengiris sampel dengan irisan melintang dan diletakan pada
objek glass yang
ditetesi dengan aquadest agar tampak jelas pada saat mengamati menggunaka
n
mikroskop, kemudian ditutupi dengan cover glass, preparat melintang biji
jarak diamati di mikroskop. pada hasil pengamatan tampak tersebar aleuron
dengan ukuran besar, tapi hanya terdapat sedikit aleuron dibandingkan
dengan literaturnya, hal ini dikarenakan pengirisan yang tidak terlalu bagus
dan sedikit tebal sehingga hanya tampak sedkit aleuron.
Selanjutnya pada pengamatan Jahe (Zingiberis Officinale), kulit buah
jeruk (Corteks Cytrus sp ), dengan mengiris sampel yang melintang dan
diletakan pada objek glass yang di tetesi aquadest agar tampak jelas
pengamatan pada mikroskop, setelah diamati terlihat jelas minyak etheris
yang berupa butiran-butiran minyak yang terdapat diatas dinding sel,pada
gambar tampak terdapat banyak butiran minyak etheris disbanding
literaturnya, hal ini dikarenakan pengirisan sampel kulit jeruk
tepat pada bagian yang sesuai sehingga sangat tampak minyak etheris. Pada p
raktikum
kali ini kini menggunakan Aqudest karena Menurut (Hedrisasrawan,2014) pe
namabahan aquadest untuk mendapatkan hasil yang bersih tanpa ada bakteri
yang menempel pada sampel sehingga mempermudah pengamatan dari
bawah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan
kita dapat mengamati obyek yang berukuran
sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang orga
nisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada
kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop
cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan
berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop
cahaya dan mikroskop elektron. pada praktikum kali ini kita menggunakan
mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) saat melakukan pengamatan
pada mikroskop kita memakai pembesaran 40/10 karena menurut
(nadiana,2016) dengan menggunakan pembesaran 40/10 benda yang diamati
akan terlihat secara dua dimensi,karena ruang ketajaman lensa lebih tinggi
sehingga sampel dapat dilihat secara dua dimensi. Preparat adalah objek yang
diamati dengan mikroskop.preparat dapat berupa preparat kering atau basah
yang berupa sayatan atau tanpa sayatan. preparat awetan/kering merupakan
objek yang sudah diawet kan.preparat awetan dapat digunakan berkali-
kali.menurut (Sandrawati,2008) preparat melintang digunakan pada bagian
batang atau pada bagian tumbuhan yang tebal agar tidak merusak sel pada
tumbuhan ketika akan mengamati dan preparat membujur digunakan pada
sampel yang tipis seperti daun agar tidak akan merusak bagian atau sel pada
objek yang akan diamati pada mikroskop.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa,ergastik dapat
bersifat sebagai cairan sel yang dapat pula bersifat padat.dengan demikian
maka benda- benda ergastik dalam sel nonprotplasmik berarti benda-benda
yang tanpa zat-zat kehidupan,yang artinya pula benda mati.
5.2 Saran
-Untuk asisten dalam labolatorium sebaiknya lebih memperhatikan lagi
mahasiswa dalam melaksanakan praktek,karena banyak mahasiswa hanya
lebih banyak bercerita pada saat praktek berlangsung.
-sebaiknya didalam pelaksanaan praktikum waktu yang telah ditentukan
digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan
dengan lancer.
-dan diharapkan alat-alat didalam labolatorium lebih diperbanyak agar para
mahasiswa bisa dimengerti dan mengetahui bagaimana cara menggunakan
mikroskop dan alat-alat lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arif,1990.bilogi umum.Erlangga,Jakarta.
Azidin,1996.Ringkasan Biologi.Ganesa Exact,bandung.
Bresnick,1996,Intisari Botani Umum.Erlangga,Jakarta
Firman H.2007.Penelitian Pendidikan Botani.Farmasi UPI,Bandung.
Hasan H,2013. Bilogi Umum.Universitas Makassar,Makassar.
Osmina,1990.Botani Farmasi,Mataram University Press,Surabaya.
Ratan,2008.Morfologi Tumbuhan,Erlangga,Jakarta.
Sukardjo.1997.Botani Farmasi.Rineka Cipta,Yogyakarta.
Suryadi,2013.Ergastik.Erlangga,Malang.
Soepono,1990.Penelitian Tumbuhan,Farmasi UPI,Bandung.
Purwoko,2006.Botani Biologi,Mataram University,Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai