Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb,

Puji serta syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa
yang telah memberikan berkat Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nyalah Sehingga
saya dapat membuat laporan tentang “Pemetaan Bahan Galian dan Teknik
Pemerconto”
Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Instruktur
Laboratorium Eksplorasi karena berkat saran dan bimbingan merekalah laporan
ini dapat terselesaikan dan jadi lebih baik.
Saya berharap Laporan Awal ini dapat dipahami, diterima dan dapat
menambah wawasan serta pengetahuan tentang bagaimana cara pemetan dan
teknik pengambilan sampel bahan galian yang baik dan benar serta hal apa saja
yang harus dilakukan ketika pemetaan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa
didalam laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, saya berharap adanya kritik dan saran untuk perbaikan laporan
selanjutnya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Bandung, 06 Maret 2018


Penyusun,

Hafizh Nurul Fauzi

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Maksud dan Tujuan..................................................................... 1
1.2.1 Maksud............................................................................. 1
1.2.2 Tujuan .............................................................................. 1

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 2


2.1 Definisi ........................................................................................ 2
2.2 Teknik Pemerconto ..................................................................... 3
2.2.1 Metode Sampling ............................................................. 3
2.2.2 Pola Sampling .................................................................. 5
2.3 Pemetaan Singkapan dan Bongkah ............................................ 5

BAB III KESIMPULAN ................................................................................. 7


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertambangan merupakan suatu kegiatan yang pada dasarnya mencari
bahan galian yang berharga dan memiliki nilai jual yang menguntungkan.
Sebelum dilakukannya penambangan terdapat kegiatan pencarian bahan galian
atau eksplorasi.
Eksplorasi tambang merupakan penyelidikan lapangan untuk
mengumpulkan data dan infromasi tentang keberadaan sumber bahan galian.
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan
galian tambang dilakukan mengingat bahwa keberadaan bahan galian
penyebarannya tidak merata.
Pelaksanaan kegiatan eksplorasi sangat memerlukan suatu keterampilan
dan pengalaman yang didasari oleh pengetahuan yang cukup, kemampuan
menyusun dan melaksanakan rencana eksplorasi yang sistematis. Kegiatan
eksplorasi harus dapat menganalisis daerah-daerah yang menunjukan tanda
bahan galian yang bernilai ekonomis, maka dibutuhkan pengamatan-
pengamatan yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan
pemetaan agar mendapatkan gambaran tentang jenis, bentuk dan dimensi
bahan galiannya.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Untuk memahami tentang cara pemetaan bahan galian dan teknik
pengambilan conto atau sampel yang baik agar dapat mewakili dari keterdapatan
bahan galian tersebut.
1.2.2 Tujuan
1. Memahami definisi dari pemetaan dan teknik pemercontoan bahan galian
2. Mengetahui metode pengambilan sampel yang baik
3. Mengetahui gambaran bentuk bahan galian dari peta

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi
Pemetaan bahan galian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
dengan melalui tahapan-tahapan eksplorasi. Pemetaan bahan galian diawali
dengan pemetaan secara citra satelit atau foto udara, kemudian pemetaan
dilakukan dipermukaan dengan cara mengamati singkapan dan bongkah pada
sepanjang lintasan pada pemetaan bahan galiannya.
Untuk pengambilan bahan galian terdapat beberapa tahapan yang harus
dilakukan salah satunya adalah pengambilan sampel. Pengambilan sampel yaitu
dengan teori teknik pemerconto. Dengan mempelajari materi tersebut maka
dapat diketahui jenis batuam, formasi, ataupun badan bijih.
Metode dilakukan pemetaan geologi terdiri dari kegiatan penjejakan
dengan menelusuri sungai dengan dilakukan kegiatan pengamatan lapangan
mengenai dimensi singkapan, kedudukan dan unsur-unsur yang berpengaruh
pada geologi struktur bahan galian tersebut.

Sumber : evangeodata.blogspot.co.id
Foto 2.1
Pemetaan Singkapan

2
3

2.2 Teknik Pemerconto


Teknik pemercoto adalah kegiatan untuk pengambilan sampel yang
representatif dan dapat mewakili suatu lokasi penyelidikan. Tipe-tipe sampling
yaitu point, linier, bidang dan ruah. Untuk metode sampling terbagi menjadi 4
cara yaitu chip sampling, channel sampling, grab sampling dan bulk sampling,
Terdapat beberapa metode teknik pengambilan sampel diantaranya adalah :
2.2.1 Metode Sampling
1. Chips sampling
Chips sampling merupakan suatu metode dalam pengambilan conto
batuan dengan cara mengumpulkan batuan pecahan yang memotong
dari jalur mineralisasinya dengan menggunakan peralatan yang
sederhana yaitu palu geologi atau pahat. Biasanya metode ini digunakan
pada jalur sampling dengan arah bidang yang horizontal dan kemudian
batuan tersebut dikumpulkan dalam kantong sampel.

Sumber : Dokumentasi Hasil Eksplorasi Pendahuluan, 2018.


Foto 2.2
Pengambilan Sampel Chip sampling

2. Channel Sampling
Channel sampling merupakan pengambilan sampel dengan membuat
jalur atau channel disepanjang permukaan yang dapat memperlihatkan
suatu jejak adanya endapan bahan galian. Alur dari pembuatan jalur
channel sampling ini dibuat dengan teratur dan sama dari segala arah
(horizontal, vertikal atau tegak lurus dengan kemiringan dari lapisannya).
4

Sumber : Bahan Ajar Mata Kuliah Pemerconto, 2017.


Gambar 2.1
Channel Sampling

3. Grab Sampling
Grab sampling merupakan pengambilan sampel dengan mengambil
sampel yang berukuran besar baik itu pengambilan dialam ataupun dalam
suatu tumpukan dengan pengambilan secara acak.

Sumber : Dokumentasi Eskursi Praktikum Peledakan PT. MSS, 2018.


Foto 2.3
Tumpukan Fragmentasi Hasil Peledakan

4. Bulk Sampling
Bulk sampling merupakan suatu metode pengambilan sampel dengan
mengambil batuan atau material dengan volumenya banyak dan pada
umumnya dilakukan pada semua kegiatan pertambangan mulai dari
eksplorasi sampai dengan pengolahan.
Sedangkan untuk informasi yang harus dicatat dalam pengambilan
sampel yaitu :
1. Jika terdapat singkapan atau batuan yang dideskripsi ambil sampelnya
2. Lakukan penaksiran zona mineralisasi
5

3. Pengamatan terhadap kemiringan bahan galian baik itu kemiringan semu


ataupun sebenarnya.
4. Deskripsi batuan yang korelasikan dengan peta geologi.
2.2.2 Pola Sampling
Pola sampling merupakan suatu pengambilan conto pada daerah-daerah
tertentu asalkan mewakili secara keseluruhan dan penggunaan pola ini
tergantung dari endapan bahan galiannya. Berikut adalah beberapa jenis pola
sampling yaitu :
1. Random, pola yang tidak teratur dan dapat mewakili dari volume tertentu
2. Random Statified, pola yang teratur dan dapat mewakili blok-blok kecil
dari daerah tertentu
3. Regular, pola yang teratur dengan jarak pengambilan sampelnya sama
dan dapat mewakili volume tertentu
4. Irregular, pola acak yang tidak mewakili volume bahan galiannya.

Sumber : Bahan Ajar Mata Kuliah Pemerconto, 2017.


Gambar 2.2
Pola Sampling

2.3 Pemetaan Singkapan dan Bongkah


Pemetaan ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk dan gambaran dari
jenis bahan galian, tipe dan sebaran, bentuk serta dimensi bahan galiannya.
Berikut adalah langkah dalam pemetaan singkapan dan bongkah :
1. Pengukuran Peta Lintasan’
Berikut adalah tahapan dari pengukuran peta lintasan yaitu :
a. Menentukan titik awal hingga menuju ke daerah penyelidikan
b. Menentukan lintasan
6

c. Melakukan pemboran pada setiap titik yang ditentukan


2. Pemerian Singkapan
a. Penentuan lokasi titik pengamatan
b. Pengamatan singkapan dan catat secara detail
c. Pemerian batuan dan struktur
3. Pemetaan Metode Penjejakan
4. Pemetaan dengan Metode Satu Titik
a. Plot kedudukan singkapan
b. Panjangkan strike hingga ujung pada peta
c. Buat garis equipotensial dengan rumus

Spacing = tan dip x beda tinggi

d. Tandai garis equipotesialnya


e. Tandai perpotongan garis equipotensual dan kontur yang sama
5. Pemetaan dengan Metode Dua Titik
6. Pemetaan dengan Metode Tiga Titik
BAB III
KESIMPULAN

Pemetaan geologi dan endapan bahan galian merupakan hal yang


penting pada tahapan eksplorasi, karena tujuan dari pemetaan itu sendiri adalah
mengetahui gambaran dari jenis, bentuk, sebaran dari bahan galiannya. Dalam
pengambilan sampel terdapat cara yang baik untuk dapat mewakili keberadaaan
bahan galian tersebut dengan mempelajari teknik pemerconto. Teknik
pemerconto merupakan cara dari pengambilan sampling dilapangan dengan baik
agar sampel tersebut dapat benar-benar menggambarkan dari bahan galian
tersebut.
Dalam pengambilan sampel terdapat beberapa macam metode dan pola
sampling yang dianjurkan. Metode dalam teknik pemercoto adalah chip sampling,
channel sampling, grab sampling dan bulk sampling. Sedangkan untuk pola
dalam pengambilan sampel terdapat 4 pola yaitu pola random,random statified,
regular dan irregular. Pola pengambilan tersebut tergantung dari bahan galian
apa yang dicari. Misalkan untuk mencari batubara menggunakan pola yang
renggang atau jarak antar bor satu dengan lainnya jaraknya jauh karena
batubara identik dengan pola bahan galian yang menerus sehingga dalam
pengambilan sampel tidak harus rapat akan tetapi sejajar dengan arah strikenya.
Pemetaan yang dilakukan adalah secara bertahap mulai dari pengukuran
peta lintasan hingga pemetaan dengan menggunakan metode tiga titik. Setelah
dilakukannya pengamatan, pendeskripsian terhadap batuan dan singkapan
kemudian lakukan penggambaran dengan peta lintasan geologinya. Setelah
merasa cukup, lalu menghitung dengan metode satu titik, metode dua titik
ataupun metode tiga titik.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Balfas, Muhammad Dahlan. 2015. Geologi untuk Pertambangan Umum.


Yogyakarta : Graha Ilmu.

2. Staff Instruktur Lab. Eksplorasi. 2018. Diktat Penuntun Praktikum


Teknik Eksplorasi. Bandung : Universitas Islam Bandung

3. Guntoro, Dono. 2017. Bahan Ajar Mata Kuliah Pemerconto. Bandung :


Universitas Islam Bandung.
LAMPIRAN