Anda di halaman 1dari 5

NATIONAL ESSAY COMPETITION 2018

Pendidikan

(pendidikan sebagai solusi pemenang persaingan)

Oleh:

Putra Septiana 1710631010159 ilmu hukum/2017

Rendi Ardiansyah 1710631010163 ilmu hukum/2017

Universitas Singaperbangsa Karawang

Kabupaten Karawang

2018
PENDIDIKAN SEBAGAI SOLUSI PEMENANG PERSAINGAN

Usia indonesia akan menginjak 100 tahun pada tahun 2045, ini tidak bisa dibilang
masih lama terutama jika menyangkut sumber daya manusia. Berbagai tantangan
sekarang hingga tahun 2045 paska 100 tahun indonesia merdeka sangat dinamis,
terutama terkait ancaman nasional, regional serta universal. Generasi muda
sebagai kunci kekuatan negara harus dipersiapkan sejak dini sehingga mampu
bersama-sama dengan negara untuk mendeteksi diri, mencegah dini, menghadapi
tantangan dan ancaman negara.

Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia indonesia adalah
lewat dunia pendidikan, sebagaimana yang sudah tercantum dalam pembukaan
undang-undang dasar 1945. Bahwasanya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai
salah satu tujuan bangsa indonesia. Oleh karena itu perlunya peran besar dari
negara untuk mewujudkan tujuan tersebut. Namun untuk menyiapkan generasi
muda membutuhkan perencanaan yang matang jika bangsa indonesia tidak bisa
menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada bidang
pendidikan akan menjadi bumerang bagi bangsa indonesia.

Dalam hal ini bentuk dukungan negara yang diperlukan adalah dalam bentuk
peningkatan mutu pendidikan yang memadai. Ini sejalan dengan program
pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia saat ini bapak Ir.
Joko Widodo dalam mempersiapkan generasi emas 2045 yaitu dengan
membangun insfrastruktur terlebih dahulu. Infrastruktur yang memadai dianggap
akan meningkatkan daya saing. Sebab biaya transportasi akan lebih murah
lantaran konektivitas tinggi. Ini diharapkan demi tercapainya pendidikan yang
merata di seluruh daerah di Indonesia. Sehingga dapat menekan angka
kesenjangan anak yang dapat menempuh pendidikan di negeri ini.

Menyiapkan sumber daya manusi yang kompetitif memang bukan pekerjaan


mudah yang dilakukan secara instan. Akan tetapi, apabila pendidikan di Indonesia
mampu membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan yang memadai,
maka lulusan pendidikan Indonesia akan memiliki rasa percaya diri serta motivasi
yang tinggi untuk mengembangkan diri secara optimal, sehingga mampu bersaing
secara global. Akan tetapi, dunia pendidikan Indonesia masih mempunyai sekian
banyak rintangan terkait dengan kwalitas pendidikan diantaranya, keterbatasan
akses kepada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, juga mutu guru itu
sendiri yang dinilai masih kurang.

Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih di daerah, berujung pada


meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik
diperkotaan. Sehingga pembangunan pendidikan didaerahnya cenderung lebih
lambat daripada di perkotaan. Di sudut lain, kasus putus putus sekolah anak-anak
umur sekolah di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data kemendikbud
tahun 2010, Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak tiap tahunnya tidak mampu
menyambung pendidikan. Perihal ini disebabkan terutama karena aspek ekonomi.
Karena aspek ekonomi tersebut terpaksa anak-anak harus bekerja untuk
mendukung ekonomi keluarganya. Serta fenomena pernikahan umur dini yang
kian popular di Indonesia.

Menurut sekretaris dirjen perguruan tinggi Dr. Ir. Patdono suwignjo, Eng ,Sc di
Jakarta. Dalam laporan paling baru acara pembangunan PBB tahun 2013,
Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam indeks pembangunan
manusia (IPM) dengan angka 0,629. Di tingkat ASEAN Indonesia tertinggal dari
dua negeri tetangga yakni negeri jiran (peringkat 64) dan negeri singa (peringkat
18), sedangkan IPM Indonesia di kawasan asia pasifik menempati angka 0,683.

Keterbatasan akses pendidikan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar


pendidikan yang layak dapat dinikmati di seluruh pelosok negeri ini. Oleh karena
itu, dirasa sangat penting untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di
daerah-daerah. Terutama daerah terluar negeri ini.

Selain infrastruktur yang harus mendapatkan perhatian lebih juga ketersediaan


dan keadaan guru-guru yang masih belum merata. Bagaimana bisa disatu sekolah
yang terdapat didaerah pelosok hanya terdapat 1 guru saja yang melakukan
kegiatan belajar mengajar. Tentu, hal tersebut akan menjadikan kegiatan belajar
mengajar tidak akan berjalan secara efektif. Kalau melihat dari segi kualitas juga
memang sangat perlu. Tapi, pemerataan jumlah gurulah yang harus menjadi salah
satu prioritas departemen pendidikan. Soal mutu bisa dilakukan ketika proses
kegiatan belajar mengajar di kelas itu dilakukan dengan efektif serta didukung
oleh jumlah guru yang memadai. Semakin efektifnya proses belajar mengajar
tentu mutu pendidikan pun akan dapat diwujudkan.

Selain penyediaan infrastruktur dan pemerataan guru. Salah satu hal yang dapat
membangun dunia pendidikan suatu bangsa adalah keadaan perekonomian
penduduknya. Jika masyarakat mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih baik,
maka pendidikan pun akan semakin baik. Karena dengan kemampuan ekonomi
orang tua yang lebih baik, orang tua dapat lebih memaksimalkan pendidikan bagi
anaknya. Karena kemampuan ekonomi suatu keluarga sangat mempengaruhi
pendidikan yang kelak akan didapatkan seorang anak.

Dengan kemampuan ekonomi yang terbatas, terkadang seorang anak terpaksa


tidak dapat mengenyam pendidikan. Karena ia bekerja membantu orang tuannya
untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun pemerintah menjamin
pendidikan gratis tapi hal-hal seperti kebutuhan peralatan sekolah, buku-buku
penunjang kegiatan belajar dan lainnya dirasa memerlukan cukup biaya. Oleh
karena itu perlu juga program khusus untuk mendukung hal tersebut, terutama
juga program dalam rangka meningkatkan kemampuan perekonomian rakyatnya.

Apalagi di era modern ini, dimana orang-orang dapat dengan leluasa untuk
menembus batas-batas negara-negara lain terutama untuk bekerja. Salah satunya
yaitu masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Dunia pendidikan Indonesia harus
berbenah agar menghasilkan lulusan yang berdaya saing secara global terutama
dengan negara ASEAN yang memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik dari
Indonesia.

System pendidikan Indonesia harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat


memenuhi kebutuhan sesuai dengan zaman. Dunia pendidikan Indonesia tidak
hanya harus memberikan pengetahuan saja, tetapi juga keterampilan juga harus
didapatkan ketika masa pendidikan dan juga disertai legalitas dari penguasaan
keterampilan yang telah didapatkan. Diharapkan dengan hal itu kualitas dunia
pendidikan Indonesia dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki
daya saing dalam menghadapi perekonomian global.
DAFTAR PUSTAKA

Narwanti, sri. 2012. Pendidikan karakter. Jakarta: Relasi Inti Media Group

Abdulhak, Ishak, dan Deni Darmawan. 2018. Teknologi pendidikan. Jakarta:


Remaja Rosdakarya PT

Laman internet:

www.kompasiana.com/cendikiacianjur/menuju-indonesia-emas-tahun-2045-
bagaimana-peran-pemuda_5805f030c223bd321a8b4568

(diakses pada 02 maret 2018 19:48 WIB)

www.blog.unnes.ac.id/wildaasy/2015/11/19/peranan-mahasiswa-dalam-
menyiapkan-indonesia-emas/

(diakses pada 02 maret 2018 22:03 WIB)

www.ppibelanda.org/lingkar-inspirasi-sumpah-pemuda-apa-peran-pemuda/
(diakses pada 7 maret 2018 20:17 WIB)

www.jurnalintelijen.net/2017/09/03/generasi-muda-menyambut-indonesia-emas/
(diakses pada 8 maret 2018 16:05 WIB)

www.kabartangsel.com/pendidikan-karakter-untuk-indonesia-emas-2045/
(diakses pada 11 maret 2018 00:32 WIB)

www.indovoices.com/umum/menyadarkan-peran-penting-pemuda/

(diakses pada 11 maret 2018 05:30 WIB)

Anda mungkin juga menyukai