Anda di halaman 1dari 9

ANALISA PROSES INTERAKSI

Identitas Klien : Tn. MT


Sasaran Komunkasi : SP 1 RPK
Lingkungan : Di dalam ruangan Program Khusus Pria
Deskripsi Klien : Pasien dapat berkomunikasi dengan lancar, pasien tampak tenang dan duduk santai, menggunakan pakaian seragam RSJ
Sambang Lihum yaitu baju warna orange dan celana warna hitam, baju klien tampak bersih dan rapi, penampilan sesuai.
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengontrol marah dengan cara fisik (tarik nafas dalam dan memukul bantal)
Hari/ Tanggal/ Jam : Senin, 30 Juli 2018
Pertemuan ke :2

P: Perawat
Px: Pasien
Komunikasi Verbal Komunikasi non Verbal Analisa Berpusat Pada Analisa Berpusat Rasional
Perawat Pada Klien
(1) (2) (3) (4) (5)
P : Assalamualaikum P : Kontak mata ada, Ingin membuka Pasien mau duduk Salam merupakan
Warohmatulloh wa memandang pasien dengan percakapan dengan berhadapan dengan kalimat pembuka untuk
barokaatuh, selamat pagi ramah, badan condong ke depan pasien dan berharap Perawat memulai suatu
dek MT Px : memandang Perawat dengan sapaan sederhana percakapan sehingga
Px : Waalaikumsalam sebentar, pasien tampak biasa perawat bisa diterima dapat terjalin rasa
warohmatulloh wa kepada perawat oleh pasien percaya
barokaatuh
P : bagaimana kabar adik P : Kontak mata, memandang ingin memulai Pasien mau tersenyum Menanyakan kabar
hari ini? pasien dengan ramah dan percakapan dengan kepada perawat, telah untuk memulai topik
Px : baik ka senyuman membuka topik terjalin hubungan sekaligus mengetahui
Px : memandang perawat sambil saling percaya keterbukaan atau
tersenyum kepercayaan pasien
kepada perawat

P : adik masih ingat P : kontak mata, memandang meyakinkan pasien Pasien perlu berfikir Menanyakan kembali
dengan saya? pasien dengan ramah bahwa pasien masih ingat sejenak dalam nama sebagai salah satu
Px : ingat, ka Janah berhadapan, badan condong ke dengan perawat mengingat nama indikator pasien
depan perawat mengenal perawat
Px : mata terpejam, mengingat-
ingat nama perawat
P : benar sekali dik, kita P : kontak mata dengan pasien, P : mengajak pasien Pasien tampak ingin Menanyakan kesediaan
berbincang-bincang tersenyum, tangan santai sambil untuk berbincang sambil mengakhiri pasien dalam
sebentar, apakah adik meyakinkan pasien untuk diajak meyakinkan bahwa perbincangan berbincang agar
bersedia? berbincang hanya membutuhkan meningkatkan
Px : iya ka, lama tidak? Px : melihat perawat sebentar, sedikit waktu dengan kepercayaan pasien
P : 5 menit saja kemudian melihat ke arah berharap pasien tidak
Px : oke kamar/tempat tidur, tampak merasa bosan
terburu-buru

P : baiklah, sesuai janji P : kontak mata dengan pasien, P : meyakinkan kembali Pasien meyakinkan Mengevaluasi
kita yang kemarin kita menyodorkan bantal tentang janji yang dibuat dirinya bahwa telah kesepakatan yang telah
akan belajar cara Px : melihat ke perawat, dengan pasien mengingat janji yang dibuat agar paien dan
mengontrol marah ya dik mengangguk sebelumnya, dibuat sebelumnya perawat sama-sama
dengan cara tarik nafas menyodorkan atribut menepatinya
dalam dan memukul untuk memudahkan
bantal, kemarin kan kita dalam penyampaian
sudah latihan tarik nafas
dalam, nah sekarang
kakak mau ajarkan cara
yang lain yaitu memukul
bantal, namun kakak juga
mau mengevaluasi cara
tarik nafas dalam yang
sudah kakak ajarkan
kemarin ya.
Px : oh iya ka

P : adik masih ingat yang P : kontak mata dengan pasien, Mengevaluasi ingatakan Pasien mengingat Mengevaluasi topik
kita bincangkan kemarin badan condong ke depan pasien tentang topik yang sejenak dan mulai sebelumnya untuk
tentang apa? Px : melihat ke perawat, diperbicangkan kemarin berbicara satu persatu mengukur kemampuan
Px : yang....tanda gejala kemudian melihat ke arah lain, pasien dalam
marah itu ya? tampak mengingat-ingat mengingat
P : iya dik P : kontak mata dengan pasien, Mengevaluasi ingatakan Pasien mengingat Mengevaluasi topik
Px: tandanya otot tegang, badan condong ke depan pasien tentang topik yang sejenak dan mulai sebelumnya untuk
marah-marah Px : melihat ke perawat, diperbicangkan kemarin berbicara satu persatu mengukur kemampuan
p : benar dik. kemudian melihat ke arah lain, pasien dalam
tampak mengingat-ingat mengingat

P : terus apa lagi dik tanda P : kontak mata dengan pasien, Mengevaluasi ingatakan Pasien mengingat Mengevaluasi topik
gejala marah? badan condong ke depan pasien tentang topik yang sejenak dan mulai sebelumnya untuk
Px : tandanya marah Px : melihat ke perawat, diperbicangkan kemarin berbicara satu persatu mengukur kemampuan
tangan mengepal, mata kemudian melihat ke arah lain, pasien dalam
melotot, ingin memukul, tampak mengingat-ingat mengingat
berteriak-teriak

P : bagus sekali dik, apa P : kontak mata dengan pasien, Mengevaluasi ingatakan Pasien mengingat Mengevaluasi topik
lagi? badan condong ke depan pasien tentang topik yang sejenak dan mulai sebelumnya untuk
Px : oh iya akibatnya itu Px : melihat ke perawat, diperbicangkan kemarin berbicara satu persatu mengukur kemampuan
bisa melukai keluarga, kemudian melihat ke arah lain, pasien dalam
barang-barang rusak dan tampak mengingat-ingat mengingat
sebagainya

P : betul sekali adik. Nah, P : menatap pasien, badan santai Membuka topik Mengingat ingat dan Membuka topik dengan
karena kemarin kita sudah kepala condong ke depan perbicangan pada hari ini tertarik dengan topik topik utama untuk
membahas itu, sekarang Px : mata menatap perawat yang dipilih memulai perbincangan
kita lanjutkan dengan cara
mengontrol marah yang
lainnya
Px : iya, supaya tidak
marah lagi kan ya
P : Iya dik

P : jadi gini dik, cara yang P : menatap pasien, SP 1 RPK dengan cara Mencoba memehami Menarik nafas dalam
pertama adalah dengan mempraktekkan cara menarik fisik, menarik nafas yang ia pelajari adalah cara untuk
tarik nafas dalam yang nafas dalam dan memegang dalam dan memuku merelaksasikan tubuh
sudah kita lakukan bantal sambil memukul bantal bantal dan memukul bantal
kemarin dan memukul Px : melihat perawat dengan merupakan bentuk
bantal, caranya seperti seksama, kemudian tersenyum pelampiasan marah
ini.... kakak ulangi lagi
ya..tarik nafas lewat
hidung hembuskan lewat
mulut atau dengan
memukul bantal seperti ini
Px : ooh begitu ya ka,
baiklah kak.

P : jadi saat ada muncul P : menatap pasien sambil Menjelaskan kepada Mengangguk tanda Memvalidasi
perasaan marah adik bisa meyakinkan pasien bahwa telah pasien tentang teknik sudah mengerti pernyataan sebelumnya
tarik nafas, kemudian mengingat langkah yang yang diajarkan dengan penjelasan untuk memastikan
pukul bantalnya dik diajarkan perawat pasien dapat mengingat
Px : iya Px : mengangguk, kontak mata cara yang diajarkan
ada
P : bisa adik contohkan? P: kontak mata ada, tersenyum Mengajarkan cara Px memperhatikan P Mengontrol marah
Px : bisa, seperti ini kan sambil mencontohkan cara fisik mengontrol marah dan dapat mengulang dengan cara fisik
ka, tarik nafas hembuskan, dengan cara fisik kembali yang
baru pukul bantalnya Px: memandang P saat diajarkan P akan tetapi
mencontohkan cara fisik dengan bantuan P.
P : bagus sekali dik P: kontak mata ada, tersenyum Memuji kemampuan Pasien merasa puas Memuji untuk
Px : hehe sambil memuji pasien dengan ingatannya meningkatkan
Px : tersenyum kepercayaan diri pasien
P : ingat ya dik, adik kalo P: kontak mata ada, tersenyum Mengajarkan cara Px memperhatikan P Mengontrol marah
ada marah harus tenang sambil mencontohkan cara fisik mengontrol marah dan dapat mengulang dengan cara fisik
dulu tarik nafas dulu atau dengan cara fisik kembali yang
melampiaskannya ke Px: memandang P saat diajarkan P akan tetapi
bantal sehingga tidak ada mencontohkan cara fisik dengan bantuan P.
keluarga adik yang terluka
dan barang-barang tidak
ada yang rusak
Px : iya baik ka

P : kita masukan ke jadwal P: kontak mata ada, tersenyum, P ingin bertemu lagi Px menjawab salam P Membuat kontrak
harian ya, adik mau dengan px besok dan mau berjabat berikutnya agar px
latihan tarik nafas dalam Px: tersenyum memandang P tangan dengan P tahu.
dan memukul bantal jam
berapa?
Px : jam 11, itu saya lagi
santai ka

P : baiklah adik MT
bagaimana perasaannya?
Px : lebih lega ka

P : alhamdulillah, oke P: kontak mata ada, tersenyum, P ingin bertemu lagi Px menjawab salam P Membuat kontrak
adik, besok kita ketemu dengan px besok dan mau berjabat berikutnya agar px
lagi ya. Kita belajar obat- Px: tersenyum memandang P tangan dengan P tahu.
obatan yang biasanya adik
minum, apakah adik mau?
Px : iya, saya mau

P : ketemunya dimana P: kontak mata ada, tersenyum, P ingin bertemu lagi Px menjawab salam P Membuat kontrak
dik? adik maunya jam dengan px besok dan mau berjabat berikutnya agar px
berapa? Px: tersenyum memandang P tangan dengan P tahu.
Px : disini saja jam 10

P : baiklah dik, besok jam P: kontak mata ada, tersenyum, P ingin bertemu lagi Px menjawab salam P Membuat kontrak
10 disini kita ketemu lagi bersalaman dengan px dengan px besok dan mau berjabat berikutnya agar px
ya, terima kasih ya dik. tangan dengan P tahu.
Px : iya sama-sama, saya Px: tersenyum memandang P
berterima kasih juga

P : selamat siang, P : tersenyum Mengucapkan salam Mengucapkan salam Salam perpisahan


assalamualaykum perpisahan perpisahan merupakan salah satu
warohmatulloh wa Px : tersenyum, kontak mata ada bentuk kata untuk
barokaatuh meningkatkan
Px : iya siang ka, hubungan saling
Waalaikumsalam percaya
warohmatulloh wa
barokaatuh