Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“MEMAHAMI PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS DAN TALENTA REMAJA”


Dosen Pengampu:
MASTA GINTING M.Pd

Di Susun Oleh:
AFRILIA LUMBAN GAOL
FEBRI TRIANDARI HOGAN
NADIA UTAMI
NONI RAMADANI
SARDO NIKO
UCI RAMAYANI (3183131056)

B
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah yang maha Esa dimana kita seelalu diberikan nikmat dan
hidaya yang begitu besar berupa kesehatan dan ilmu pengetahuan yang diberikan kepada
kita. Ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami untuk meenyelesaikan tugas makalah mata
kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK tentang “perkembangan bakat khusus dan talenta
remaja” yang sengaja diberi oleh dosen pengampu.
Makalah ilmiah ini telah kami susun semaksimal mungkin dengan mendapat bantuan
dari sumber-sumber media buku dan internet untuk memperlancar pembuatan makalah
ilmiah ini. Terlepas dari semua itu masih banyak lagi kesalahan-kesalahan dalam makalah
ini, baik penulisan maaupun isi dari makalah ini. Untuk itu saya mohon maaf atas kesalahan
tersebut dikarena kan kemampuan yang terbatas.dan semoga makalah ini dapat membantu
pembaca dalam mengkritisi dan memahami buku yang ada di makalah ini

Medan, November 2018

Kelompok 3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………….....


DAFTAR ISI …………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ………………………………………………………………
Rumusan Masalah……………………………………………………………
Tujuan ………………………………………………………………………...

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Bakat Khusus…………………………………………………………


Jenis-Jenis Bakat Khusus…………………………………………………………
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus………………………
Perbedaan Individual Dalam Bakat Khusus……………………………………....
Upaya Pengembangan Bakat Khusus Remaja…………………………………….
Hal Yang Perlu Dicermati Dalam Mengembangkan Bakat Khusus………………

BAB III PENUTUP

Kesimpulan……………………………………………………………………..
Saran …………………………………………………………………………...

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Belajar ataupun bekerja pada bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat
serta talenta yang sesuai ,akan membawa gairah dan memberi kenikmatan dalam mempelajari atau
menjalaninya. Sayangnya sering kali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena
terbawa dan ikut teman-temannya,atau memilih memilih bidang yang lebih popular,tanpa sempat
mencerna terlebih dahulu dan memahami bidang yang akan dipelajari,menjadi apa setelah selesai
sekolah ataupun lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang bias digelutinya
sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Mengembangkan minat dan bakat bertujuan
agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja dibidang yang diminatinya dan sesuai
minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar
serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.

Selepas dari itu makalah ini dibuat untuk pemenuhan tugas yang di beri dosen pengampu Ibu
Masta Ginting dalam mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.

Rumusan Masalah

1 Bagaimana perkembangan bakat khusus di usia remaja?


2 Bagaimana factor yang mempengaruhi dalam perkembangan bakat remaja?
3 Apa yang dapat menyebabkan bakat seseorang itu berbeda?

Tujuan
1 Mendeskripsikan perkembangan bakat khusus di usia remaja
2 Menjabarkan factor yang mempengaruhi perkembangan bakat di usia remaja
3 Mengidentifikasikan penyebab timbulnya bakat seseorang muncul
BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN BAKAT KHUSUS

Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi ( potential
ability ) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih
potensial atau masih laten, bakat memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius
dan sistematis agar dapat terwujud ( Utami Munandar 1992 ) . Bakat berbeda dengan kemampuan
(ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil
pembawaan dan latihan. Bakat juga berbada dengan kapasitas (capacity) dengan sinonimnya, yaitu
kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara
optimal ( Conny Semiawan 1987 ). Jadi, yang disebut bakat adalah kemampuan alamiah untuk
memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baikyang bersifat umum maupun yang bersifat
khusus ( Conny Semiawan 1987 ). Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut
bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara umum, sedangkan bakat khusus apabila
kemampuan bersifat khusus. Misalnya bakat akademik, social, dan seni kinestetik. Bakat khusus
biasanya disebut talent sedangkan bakat umum (intelektual) biasanya disebut gifted .
Bakat adalah tingkat kemampuan yang tinggi yang berhasil dicapai seseorang dalam keterampilan
tertentu, demikian menurut (Tedjasaputra, 2003). Menampilkan bakat dibutuhkan motivasi kuat
yang disebut minat, yakni kebebasan seseorang memilih segala sesuatu yang disukai, disenangi
dan ingin dilakukan. (Gardner 1993) mengganti istilah bakat dengan “ kecerdasan “ yang berupa
kecerdasan umum maupun kecerdasan khusus. Sedikitnya ada sembilan kecerdasan atau bakat
yang mungkin dimiliki seseorang, yakni logical mathematical, linguistic/verbal, visual spatial,
musical, bodily-kinesthetic, interpersonal, intrapersonal, natural, dan moral/ spiritual. Teori
Gardner ini menjadi pegangan bahwa setiap orang memiliki bakat unik dan berbeda. Orang tidak
dapat dipaksa berprestasi di luar bakat bakat khusus yang dimilikinya .
JENIS-JENIS BAKAT KHUSUS

Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh
kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang
tertentu sesuai potensinya. Conny Semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan
jenis-jenis bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi
lima bidang,yaitu:

1. Bakat akademik khusus


misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka (numeric), logika bahasa dan sejenisnya.
2. Bakat kreatif – produktif
artinya bakat dalam memciptakan sesuatu yang baru.

3. Bakat seni
misalnya mampu menciptakan lagu hanay dalam waktu 30 menit, mampu melukis dengan
sangat indah dalam waktu singkat, dan sejenisnya.

4. Bakat psikomotorik
misalnya sepak bola, bulu tangkis, tenis dan keterampilan teknik.
5. Bakat social
misalnya sangat mahir melakukan negosiasi, sangat mahir menawarkan suatu produk,
sangat mahir mencari koneksi, sangat mahir berkomunikasi dalam organisasi, dan sangat
mahir dalam kepemimpinan.

Sehubungan dengan cara berfungsinya ,ada dua jenis bakat yaitu:

• Kemampuan pada bidang khusus ( talent ) seperti pada bakat music , bakat menari , olah raga
dan lain – lain
• Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus misalnya
bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang teknik arsitek.
Bakat bukanlah merupakan trait atau sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok sifat yang
secara bertingkat membentuk bakat. Misalnya dalam bakat musik terdapat kemampuan
membedakan nada, kepekaan akan keserasian suara, kepekaan akan irama dan nada.
Bakat baru muncul atau teraktualisasi bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan,
sehingga mungkin saja terjadi seseorang tidak mengetahui dan tidak mengembangkan bakatnya
sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS

Conny semiawan (1987) dan Utami munandar (1992) menegaskan bahwa berbeda denagn
kemampuan yang menunjukkan pada suatu kinerja (perfonmance) yang dilakukan sekarang. Bakat
sebagai potensi masih memerlukan pendidikan dan latihan agar suatu kinerja dapat dilakuakan
pada masa yang akan datang. Ada sejumlah factor yang mempengaruhi perkembangan bakat
khusus yang secra garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu factor internal dan factor
eksternal. Factor internal adalah factor yang berasal dari dalam diri individu ,Factor – factor
tersebut adalah :

1. minat
2. motif berprestasi
3. keberanian beresiko
4. Keuletan dalam menghadapi tantangan
5. Kegigihan dalam mengatasi kesulitan

Adapun faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan
berkembang. Faktor – faktor tersebut adalah :

1. Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri


2. Sarana dan prasarana
3. Dukungan dari orangtua
4. Lingkungan tempat tinggal
5. Pola asuh orangtua

Individu yang memiliki bakat khusus dan memperoleh dukungan internal maupun eksternal, yaitu
memiliki minat yang tinggi terhadap bidang yang menjadi bakat khususnya, memiliki motivasi
berprestasi yang tinggi, memiliki daya juang tinggi, dan ada kesempatan maksimal untuk
mengembangkan bakat khusus, maka akan muncul kemampuan berprestasi.
PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM BAKAT KHUSUS
Dilihat dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Demikian
juga dalam aspek bakat khusus, setiap individu memiliki bakat khususnya masing-masing secara
berbeda. Perbedaan bakat khusus ini bisa terletak pada jenisnya dan juga pada kualitasnya.
Perbedaan dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukkan. Misalnya, seseorang
memiliki bakat khusus bekerja dengan angaka (numerical aptitude), yang lain lebih menonjol
dalam berbahasa (verbal aptitude), sementara yang lainnya memiliki bakat yang menonjol dalam
bidang musik. sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna bahwa di antara
individu satu dengan yang lain memiliki bakat khusus yang sama, tetapi kualitasnya berbeda.
Misalnya antara orang yang sama-sama memiliki bakat khusus bekerja dibidang angka. Orang
pertama mimiliki kemampuan yang lebih unggul dibanding kemampuan orang kedua. Hal ini
disebabkan karena adanya perbedaan antara anak yang satu dengan anak yang lain yang
dipengaruhi oleh gen orangtua masing – masing .

UPAYA PENGEMBANGAN BAKAT KHUSUS REMAJA

Agar dapat mewujudkan bakat khususnya secara optimal mereka memerlukan progam
pendidikan khusus sesuai dengan bakatnya yang biasa dikenal dengan istilah pendidikan
berdiferensi.
Selain dengan progam tersebut, individu yang meiliki bakat khusus juga memerlukan dukungan
secara optimal dari lingkungan untuk mengembangkan bakat khususnya tersebut. Ada sejumlah
langkah yang perlu dilakukan umtuk mengembangkan bakat khusus individu, yaitu sebagai
berikut:

1. Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak untuk
mengembangkan bakat khususnya.
2. Berupaya menumbuhkembangkan minat dan motif berprestasi tinggi dikalangan
anak remaja, baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
3. Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam
menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
4. Mengembangkan program pendidikan yang efektif
Bila semua aspek diatas dapat terpenuhi maka, pengembangan anak yang mempunyai bakat khusus
akan bisa berkembang secara optimal, dan memberikan prestasi yang memuaskan terhadap orang
tua lingkungan social serta lingkungan pendidikan.

UPAYA GURU DALAM PERKEMBANGAN BAKAT KHUSU REMAJA

Guru sudah mestinya sangat berpengaruh dalam perkembangan bakat seorang anak. Hal yang
harus dilakukan seorang guru ialah antara lain:

1. Guru selalu ikut mengembangkan keunggulan dan kelebihan anak tersebut


2. Sejak usia dini cermatiberbagai kelebihan dan kemampuan yang tampak menonjol pada
anak
3. Bantu anak meyakinkan dan focus pada kelebihan dirinya
4. Kembangkan konsep diri positif pada diri anak
5. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengamalan di berbagai bidang
6. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni
bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan
7. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain
8. Berilah penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak
9. Dukung anak untuk mengatasi kesulitan dan hambatan dalam mengembangan bakatnya
10. Memberi kesempatan untuk ikut lomba-lomba sesuai bakat yang dimiliki

HAL YANG PERLU DICERMATI DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT KHUSUS

Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-
teman sebayanya. Remaja yang kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang besar
untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti minat
temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat serta minat pribadinya.
Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi, mencari
masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya. Apa yang bisa orang tua lakukan dirumah :

1. Patoklah prestasi akademis yang tinggi namun realistis buat anak .

2. Tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.


3. Bicara dan bermain dengan anak, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.

4. Berceritalah mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi, apa saja yang terjadi di
lingkungan sekitar. Saat berbicara mengenai rutinitas harian Anda, jelaskan apa yang Anda
lakukan dan mengapa. Doronglah anak untuk bertanya untuk Anda jawab, atau bisa juga bantu
dia untuk menjawabnya sendiri.
5. Perhatikan apa yang mereka suka lakukan, seperti hobi menggambar, melukis, atau
menggunakan angka-angka. Bantu mereka mengembangkan kesukaan itu, dan cari tahu
bagaimana mereka bisa mengikuti lomba di lingkungan sekitar atau di tingkat kota.
6. Bawa anak ke tempat-tempat dimana mereka bisa mempelajari hal baru, seperti pentas musik,
museum atau galeri seni.
7. Cari anggota keluarga yang bisa menjadi mentor membantu anak mengembangkan bakat
mereka.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan,


baikyang bersifat umum maupun yang bersifat khusus ( Conny Semiawan 1987 ). Bakat umum
apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara
umum, sedangkan bakat khusus apabila kemampuan bersifat khusus. Misalnya bakat akademik,
social, dan seni kinestetik. Bakat khusus biasanya disebut talent sedangkan bakat umum
(intelektual) biasanya disebut gifted.

Jeni-jenis bakat dibagi atas Bakat akademik khusus, Bakat kreatif – produktif, Bakat seni,
Bakat psikomotorik, Bakat social. Guru sudah mestinya sangat berpengaruh dalam perkembangan
bakat seorang anak.

Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap
teman-teman sebayanya. Remaja yang kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang
besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti
minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat serta minat
pribadinya. Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi,
mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.

Saran

Dalam perkembangan bakat anak orang tua sangat berpengaruh oleh sebab itu orang tua dan guru
sebaiknya memperhatikan dan mendorong serta memotivasi keunggulan yang dimiliki anak
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Semiawan, R Conny. Belajar Dan Pembelajaran Prasekolah Dan Sekolah Dasar. Jakarta: Pt Indeks.
2002

Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta:Rhineka Cipta. 1999