Anda di halaman 1dari 3

DEMFARM BUDIDAYA UDANG VANNAMEI KABUPATEN LAMONGAN

SPO 05 Tgl terbit :

MONITORING DAN PENGELOLAAN TERHADAP KUALITAS Bagian : 1 dari 3 hlmn


AIR DAN KESEHATAN UDANG
Revisi : -

Tgl. Revisi :

Paraf :

I. TUJUAN

untuk mengurangi kandungan bahan organik yang tersuspensi dalam kolam , mengurangi
kepadatan plankton, mengurangi kepekatan air.

II. SASARAN

Kualitas air terjaga sesuai standart air untuk pemeliharaan udang vannamei .

III. METODE KERJA

1. Wadah Pemeliharaan

a. luas : 450 - 2.000 M2

b. Ketinggian : 100 - 120 cm.

2. Alat dan Bahan

a. Alat : thermometer, hand Refractometer, pH pen, sechidish, pompa air, DO


Meter, peralatan sipon.

b. Bahan : Probiotik, kapur/kalsium, Peroksida

IV. PROSEDUR KERJA

• Parameter kualitas air yang diukur: pH, suhu, salinitas, ammonia/nitrit, kecerahan, Oksigen
terlarut, dan ketinggian air.

• Thermometer selalu tergantung di jembatan ancho , Jika suhu air kurang dari 26 oC sebaiknya
dilakukan pengecekan nafsu makan udang dengan kontrol ancho, apabila masih banyak
pakan yang tidak termakan, sebaiknya jumlah pakan yang diberikan dikurangi sesuai program
pakan..

• Nilai kecerahan minimal 20-30 cm, Pengukuran kecerahan dilakukan setiap hari dengan
menggunakan sechidish pada pukul 12.00.
DEMFARM BUDIDAYA UDANG VANNAMEI KABUPATEN LAMONGAN

SPO 05 Tgl terbit :

MONITORING DAN PENGELOLAAN TERHADAP KUALITAS Bagian : 2 dari 3 hlmn


AIR DAN KESEHATAN UDANG
Revisi : -

Tgl. Revisi :

Paraf :

• jika nilai kecerahan di bawah 20 cm maka dilakukan pergantian / pengenceran air, jika
kecerahan di atas 40 cm dilakukan pemupukan susulan.

• pH air berkisar 7 -8,5 . amonia ≤ 0,01 ppm, DO 5 - 7 ppm.

• aplikasi probiotik dilakukan secara berkala antara 3 - 5 hari sekali untuk menjaga kualitas
media pemeliharaan, dilakukan pada pagi hari jam 07.00 sebanyak 1ppm atau didasarkan
pada merk probiotik yg digunakan (bakteri Bacillus sp).

• Pergantian air dilakukan untuk menambah volume air akibat penguapan dan penyiponan,
sebaiknya digunakan air dari sumber sumur bor.

• Penyiponan dilakukan setelah melewati masa pemeliharaan minimal 30 hari, dilakukan


dengan membuang bahan organik yang terkumpul di dasar kolam, selanjutnya dilakukan
secara berkala setiap 2 - 3 hari sekali.

• saat penyiponan kincir air dimatikan sebagian pada area yng disipon.

• Buangan bahan organik dibuang di petak tandon air yang diisi ikan yang berfungsi sebagai
biofilter.

• Apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama maka kapur/kalsium diberikan ke kolam
dengan tujuan untuk menaikan pH air, dosis yang diberikan adalah 10-15 ppm, apabila kulit
udang banyak yang lembek akibat molting maka dapat diberi kapur/kalsium pada malam hari
untuk membantu proses pengerasan kulit udang dosis 10 - 15 ppm.

• Jika terjadi drop oksigen berkelanjutan , media di beri aplikasi kapur dan air dicampur dengan
peroksida 1 ppm dengan perbandingan 6 : 4 : 1 (air : kapur : peroksida)
UNIT PENGELOLA PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU LAMONGAN

SPO 05 Tgl terbit :

MONITORING DAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN Bagian : 3 dari 3 hlmn


KESEHATAN UDANG
Revisi : -

Tgl. Revisi :

Paraf :

• Pemantauan kesehatan udang selama pemeliharaan harus dilakukan setiap hari, dengan cara
berkeliling kolam memperhatikan tingkah laku udang (berenang ke tepi pematang
,loncat,dsb), Mengecek udang yang naik ke ancho, Mengamati kondisi pagar biosekuriti .

• Pengamatan udang di anco meliputi : Kelengkapan anggota tubuh udang normal atau tidak
normal seperti kaki jalan dan kaki renang putus, luka, kulit lunak, antena putus dan
sebagainya, Udang yang molting, Saluran pencernaan udang, apakah saluran pencernaan
udang tersebut penuh atau kosong, saluran pencernaan tampak sebagian terisi pakan dan
sebagian kosong, nafsu makan, parasit pada tubuh meliputi Udang berlumut, Ekor udang
geripis/luka , Kulit keropos/luka bintik hitam , Jamur . udang mati.

V. PENDUKUNG

 Setiap tahapan prosedur kerja dilakukan pencatatan pada form monitoring kualitas air.