Anda di halaman 1dari 7

ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA

PERAN IBU DALAM KEUANGAN KELUARGA

Disusun oleh :

ADINDA PITALOKA TRI ISALITA NIM : 185870043

Dosen Pengajar :

PKK – TATA RIAS

UNIVERSITAS ADI BUANA SURABAYA

2018 / 2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga merupakan lingkungan
pertama dimana seseorang mendapat bimbingan dan arahan mengenai cari hidup
di masyarakat dimana didalamnya terdapat peran orang tua sebgai pembimbing
khusunya ibu.
Prioritas tertinggi dari keluarga adalah kesejahteraan anggota keluarganya.
Hal ini tercapai apabila fungsi-fungsi dari keluarga untuk memenuhi kebutuhan tiap
individu yang ada dalam keluarga dapat tercapai dan terpenuhi. Harus diakui bahwa
salah satu peran paling penting didalam membangun keluarga adalah bagaimana
mengelolah keuangan dengan baik.
Pengelolaan keuangan yang baik maka didalam sebuah keluarga dapat
ditemukan kebahagiaan. Sebab dapat dikatakan bahwa uang adalah sumber
kebutuhan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani.
Kebutuhan akan uang tidak terlepas dari perlunya pengelolaan yang baik, dengan
adanya pengelolaan uang yang baik maka dapat dikatakan sebuah keluarga dapat
memperoleh kesejahteraan.
Peran seorang ibu disini dalam hal pengolaan keuangan bagi keluarga
menjadi hal penting dalam kesejahteraan keluarga. Jadi disini peran seorang ibu
sangat dibutuhkan, jika suami merupakan kepala keluarga maka istri merupakan
leher yang menentukan kemana keluarga tersebut bergerak.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka dikemukakan
perumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan mengatur keuangan keluarga?
2. Apa yang dimaksud peran ibu dalam keluarga?
3. Bagaimana peran ibu dalam merencanakan keuangan keluarga?
4. Bagaimana peran ibu dalam memanajemen keuangan keluarga?
5. Bagaimana peran ibu dalam menginvestasi keuangan keluarga?

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai :
1. Untuk mengetahui cara mengatur keuangan dalam keluarga
2. Untuk mengetahui peran ibu dalam keluarga
3. Untuk mengetahui peran ibu dalam perencanaan keuangan sebuah keluarga
4. Untuk mengetahui peran ibu dalam memenejemen keuangan sebuah
keluarga
5. Untuk mengetahui peran ibu dalam investasi keuangan sebuah keluarga
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KEUANGAN KELUARGA


Anggaran keuangan keluarga dapat didefinisikan sebagai rencana
penggunaan uang dalam sebuah keluarga dalam priode tertentu. Biasanaya
anggaran dibuat dalam satuan waktu bulanan. Namun anggaran yang sudah dibuat,
harus ditaati dan dijalankan dengan benar. Dalam prakteknya harus memerlukan
catatan pengeluaran harian. Setelah itu catatan pengeluaran tersebut akan
dibandingkan dengan anggaran yang dibuat.

2.2 PERAN SEORANG IBU DALAM KELUARGA


Menjadi seorang ibu bukan pekerjaan yang mudah. Ibu adalah sosok hebat
yang mampu melakukan tugas-tugasnya tanpa mengenal lelah. Seorang ibu tidak
bisa dianggap remeh karena harus memikul beban dan tanggung jawab yang
sungguh berat. Bagaimana tidak, ibu dituntut harus bisa mengurus semua urusan
rumah tangga, mulai dari A sampai Z. Bahkan, banyak ibu yang juga harus bekerja
mencari nafkah untuk keluarganya.
Salah satu peran ibu yang dmaksud dalam keluarga ibaratnya sebagai
akuntan yang harus bisa mengelola keuangan keluarga agar tidak besar pasak
daripada tiang. Adapun kebutuhan keluarga misalnya, belanja bulanan, bayar
sekolah anak-anak, serta membayar tagihan listrik dan telepon.

2.3 PERAN IBU DALAM PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA


Dalam perencanaan keuangan keluarga ada beberapa faktor yang
mempengaruhi seperti tujuan keuangan, baik dalam jangka pendek maupun
panjang. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen. Hal ini berkaitan
dengan kekuatan niat yang kita miliki untuk mencapai tujuan yang telah kita
tentukan. Ketiga ialah pentingnya mencatat dan memantau seluruh pemasukan serta
pengeluaran. Dengan melakukan pencatatan, seorang Ibu bisa melihat
perkembangan finansial yang terjadi dari waktu ke waktu. Berikutnya adalah
menentukan prioritas, dimana kita harus menentukan kebutuhan mana yang harus
didahulukan. Terakhir, untuk melengkapi perencanaan keuangan yang sehat,
menabung dan berinvestasi memegang peranan penting sebagai cara mencapai
tujuan kemuangan yang telah ditentukan di poin pertama.

2.4 PERAN IBU DALAM MEMANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA


Banyak orang beranggapan bahwa Manajemen keuangan keluarga
merupakan salah satu bidang yang rumit. Sebenarnya manajemen keuangan
keluarga tidaklah rumit seperti yang dibayangkan banyak orang, khususnya ibu-ibu
yang sering di daulat sebagai manajer keuangan keluarga. Untuk menjadi manajer
keuangan keluarga yang cerdas dan bijak, tidaklah harus menjadi seorang ahli
keuangan.
Manajemen keuangan keluarga memang membutuhkan pengetahuan dan
kearifan dalam menjalankannya. Kebanyakan orang yang merasa terintimidasi
dengan masalah ini, malah mengabaikannya. Persoalaan ini harusnya menjadi
prioritas keluarga karena banyak sekali masalah timbul karena kurang bijaknya
manajer keuangan keluarga dalam mengelola dan mengatur keuangannya. Sebagai
seorang manajer keuangan keluarga, ada beberapa aspek yang perlu ditangani yaitu:
 Membuat dan meninjau secara perisodik prioritas keuangan keluarga.
 Mengelola pendapatan yang terbatas secara bijak.
 Menghitung kebutuhan proteksi serta menginvestasikan dana dalam bentuk
investasi yang sesuai.
 Menentukan sebuah rencana pensiun.
 Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak.
 Belanja dengan bijak.
 Mengajarkan anak-anak mengenai keuangan.
Ini merupakan hal-hal dasar yang sebaiknya dipikirkan dan direncanakan
oleh keluarga melalui seorang manajer keuangan keluarga.
2.5 PERAN IBU DALAM MENGINVESTASI KEUANGAN KELUARGA
Perempuan yang cerdas dalam mengelola keuangan keluarga akan
memberi dampak besar bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan keluarganya.
Telah banyak contoh kasus keluarga yang terlibat masalah keuangan akibat suami
atau istri yang berperilaku tidak bijak terhadap uang yang dimiliki.
Adapun peranan istri yang mengelola keuangan keluarga antara lain
sebagai berikut :
 Mengatur keseimbangan cash flow, baik cash flow bulanan maupun tahunan.
Langkah awalnya dengan cara mencatat penghasilan dan pengeluaran. Dengan
memiliki pencatatan, akan diketahui jelas ke mana saja penghasilan terpakai,
seberapa besar pengeluaran rutin dan pribadi serta cicilan utang (jika ada).
Alokasikan pendapatan ke dalam pos-pos pengeluaran dengan bijak sehingga
memiliki sisa. Cash flow yang sehat memiliki sisa minimal 10% yang dapat
dialokasikan untuk tabungan atau investasi.
 Mengalokasikan sisa cash flow untuk ditabung atau investasi. Sisa cash flow
dapat ditabung untuk tujuan finansial jangka pendek (idealnya di bawah tiga
tahun) atau diinvestasikan jika memiliki tujuan jangka menengah atau jangka
panjang. Agar tidak ketinggalan dalam hal investasi, wanita dapat
memanfaatkan berbagai akses informasi untuk menambah pengetahuannya.
 Cermat mengelola aset yang sudah dimiliki dan terus mengasah kemampuan
untuk membuat aset tersebut berkembang dan menjadi optimal sesuai tujuan
finansial keluarga. Hal ini bisa didapat melalui pengalaman anggota keluarga
lainnya maupun orang lain yang sudah berpengalaman.

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa istri ibarat leher bagi kepala
suami, maka sudah sepatutnya istri dapat membantu mengarahkan suami, menjadi
partner suami, mengambil porsi dalam mengelola keuangan keluarga sehingga
kondisi keuangan semakin membaik ke depannya
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dimulai sari peran
seorang istri Keluarga merupakan gambaran sederhana bagaimana masyarakat
menjalani kehidupannya. Bagi keluarga seorang istri dalam hal pengolaan
keuangan keluarga menjadi peran vital yang menentukan kemana arah keluarga
tersebut.

3.2 Saran
Walaupun dikatakan peran seorang istri adalah peran vital dalam keluarga
namun kerja sama tiap anggota keluarga juga sangat dibutuhkan. Terlepas dari hal
itu tujuan semua keluarga adalah sama, yaitu menciptakan lingkungan yang nyaman
untuk tinggal bagi tiap anggotanya.