Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara umum perusahaan (business) adalah suatu organisasi di mana sumber

daya (input), seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang

dan jasa (output) bagi pelanggan. Tujuan dari perusahaan secara umum ialah

laba/keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari

pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk

membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut.

Dewasa ini, semakin banyaknya perusahaan maka persaingan yang terjadi pun

semakin banyak. Seluruh perusahaan saling berlomba-lomba dalam menarik minat

para investor. Akan tetapi, tidak semua perusahaan memiliki potensi mendapatkan laba

tinggi. Selain itu, resiko kebangkrutan pun pasti ada di setiap perusahaan. Cara untuk

menghindari kerugian investor dalam menanamkan modalnya dapat kita lakukan

dengan menganalisis laporan keuangan milik perusahaan yang diminati. Dalam kasus

ini, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana kinerja keuangan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dengan

menggunakan rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas?


1.3. Tujuan Penulisan Makalah

Untuk mengetahui kinerja keuanagan dengan menggunakan Analisis Rasio

Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas,


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Analisa Rasio Keuangan

Analisa rasio adalah membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan

keuangan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja

manajemen dalam suatu periode tertentu. James C Van Horne dikutip dari kasmir

(2008:104) : definisi rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua

angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka

lainnya. Pada umumnya rasio keuangan bermacam-macam tergantung kepada

kepentingan dan penggunaannya, begitu pula perbedaan jenis perusahaan juga dapat

menimbulkan perbedaan rasio-rasionya.

2.2 Analisis Rasio Keuangan

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menganalisa laporan keuangan

adalah analisis rasio. Analisis rasio adalah cara analisa dengan menggunakan

perhitungan-perhitungan perbandingan atas data kuantitatif yang ditujukan dalam

neraca maupun laba rugi. Menurut Irawati (2005 : 22) rasio keuangan merupakan

teknik analisis dalam bidang manajemen keuangan yang dimanfaatkan sebagai alat

ukur kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu , ataupun hasil-hasil

usaha dari suatu perusahaan pada satu periode tertentu dengan jalan membandingkan
dua buah variabel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca

maupun laba rugi.

2.3. Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Menurut Rahardjo (2007 : 104) rasio keuangan perusahaan diklasifikasikan

menjadi lima kelompok, yaitu :

1. Rasio Likuiditas (liquidity ratios), yang menunjukkan kemampuan perusahaan

untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

2. Rasio Solvabilitas (leverage atau solvency ratios), yang menunjukkan

kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka

pendek maupun jangka panjang.

3. Rasio Aktivitas (activity ratios), yang menunjukkan tingkat efektifitas

penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan.

4. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas (profitability ratios), yang menunjukka

tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva.

5. Rasio Investasi (investment ratios), yang menunjukkan rasio investasi dalam

surat berharga atau efek, khususnya saham dan obligasi.

Rasio Likuiditas

Fred Weston dikutip dari Kasmir (2008:129) menyebutkan bahwa rasio

likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan

perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Dalam rasio-rasio

likuiditas, analisa dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut:


 Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam

membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo

dengan aktiva lancar yang tersedia

Aktiva Lancar

Current ratio = ----------------------- x 100%

Hutang Lancar

 Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test Ratio)

Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa

memperhitungkan nilai persediaan.

Aktiva Lancar −Persediaan

Quick Ratio = --------------------------------- x

Hutang Lancar

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi /

efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Dalam analisa

aktivitas rasio yang digunakan adalah:

 Rasio Perputaran Persediaan (Inventory turnover ratio)


Rasio perputaran persediaan, mengukur aktivitas atau likuiditas dari persediaan

perusahaan. Rumusnya

Harga Pokok Penjualan

Inventory Turn-over = --------------------------------- x 1 kali

Persediaan

 Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turn Over Ratio)

Perputaran total aktiva menunjukkan efisiensi dimana perusahaan

menggunakan seluruh aktivanya untuk menghasilkan penjualan.

Penjualan

Total Asset Turn-over = ----------------------- x 1 kali

Modal Aktiva

Rasio Solvabilitas

Menurut Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008), Rasio Solvabilitas

adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai

dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh

kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan

dilikuidasi (dibubarkan). Rasio yang digunakan adalah:


 Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio). Rasio ini mengukur

seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar

hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumusnya

dibawah ini

Total hutang

Debt to assets ratio = ----------------------- x 100%

Modal Aktiva

 Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio). Rasio ini

menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah

modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan, guna mengetahui

jumlah dana yang disediakan kreditor dengan pemilik perusahaan.

Total hutang

Debt to equity ratio = ----------------------- x 100%

Modal Sendiri

Rasio Profitabilitas

Menurut Sofyan Safri Harahap (2008:304), “Rasio profitabilitas adalah

kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber

yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan

sebagainya”.
 Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin). Margin laba kotor adalah ukuran

persentase dari setiap hasil sisa penjulan sesudah perusahaan membayar harga

pokok penjualan.

Laba Kotor

Gross Profit Margin = ----------------------- x 100%

Penjualan

 Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin). Margin laba operasi adalah

ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan

pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang

dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.

Laba setelah pajak

Operating Profit Margin = ----------------------- x 100%

Penjualan

 Margin Laba Bersih (Net Profit Margin). Margin laba bersih adalah ukuran

persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan

pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.

Laba setelah pajak

Net Profit Margin = ----------------------- x 100%

Penjualan
2.4 Analisa Laporan Keuangan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Per Desember Tahun 2013 (Disajikan dalam jutaan rupiah)

· Ratio Likuiditas

Current Ratio = Total Aktiva Lancar / Total Hutang Lancar

Current Ratio = Rp 16,846,248 / Rp 2,740,089

= Rp 6,15

Analisis : Setiap Rp.1 hutang lancar dijamin oleh 6,15 harta lancar atau

perbandingannya antara aktiva lancer dengan hutang lancer adalah 6,15 : 1.

Quick Ratio = (Total Aktiva Lancar - Persediaan) / Total Hutang Lancar

Quick Ratio = (Rp 16,846,248 – Rp 1,473,645) / Rp 2,740,089

= Rp 15,372,603 / Rp 2,740,089

= Rp 5,61

Analisis : Rata-rata industri tingkat liquidnya / quick ratio adalah 0,5 kali

sedangkan PT.Indocement Tunggal Prakarsa.tbk 5,61 maka keadaannya sangat

baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi

persediaan.
· Ratio Solvabilitas

Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas pemegang saham) X

100%

Total Debt to Equity Ratio = (Rp 3,629,554 / Rp 22,977,687) X 100%

= 0,16 = 16%

Analisis : Merupakan perbandingan antara hutang dan ekuitas dalam pendanaan

perusahaan dan menujukan kemampuan modal sendiri , perusahaan untuk

memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dibiayai 16% untuk tahun 2013.

To Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total Aktiva) X 100%

To Debt to Asset Ratio = (Rp 3,629,554 / Rp 26,607,241) X 100%

= 0,14 = 14%

Analisis : Pendanaan perusahaan dibiayai dengan hutang untuk tahun 2013

artinya bahwa setiap Rp 100,- pendanaan perusahaan Rp 14,- dibiayai dengan

hutang dan Rp 86,- disediakan oleh pemegang saham.

· Ratio Provitabilitas / Rentabilitas

Gross Provit Marginal = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) X 100%


Gross Provit Marginal = Rp 8,654,654 / Rp 18,691,286

= 0,47 = 47%

Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari

penjualan bersih adalah sebesar 47%.

Net Profit Marginal = (Laba Setelah Pajak / Total Aktiva) X 100%

Net Profit Marginal = Rp 5,012,294 / Rp 26,607,241

= 0,19 = 19%

Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari

penjualan bersih adalah sebesar 19%.

Operating Profit Margin = (Laba Usaha / Penjualan Bersih) X 100%

Operating Profit Margin = Rp 6,064,100 / Rp 18,691,286

= 0,32 = 32%

Analisis : Operating ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan sehingga

ratio ini rendah menunjukan keadaan yang baik karena setiap rupiah penjualan

yang terserap dengan biaya juga rendah dan tersedia untuk laba yang besar.

Return of Equity = (Laba bersih setelah pajak / Total modal pemegang

saham) X 100%
Return of Equity = Rp 5,012,294 / Rp 22,977,687

= 0,22 = 22%

Analisis : Pengembalian atas modal perusahaan sebesar 22%


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pemahaman di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa rasio likuiditas milik

Indocement sangatlah baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah

dikurangi oleh persediaan. Sedangkan dalam Solvabilitas yaitu kemampuan

perusahaan untuk membayar hutangnya juga lumayan baik karena pendanaan diberikan

dari pemegang saham. Untuk kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba

sangatlah baik karena setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah

dan pada akhirnya akan tersedia laba yang cukup besar. Sehingga pengembalian

modalpun lebih cepat.

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang ketat, diharapkan PT. Indocement

Tunggal Prakarsa Tbk. , dapat memaksimalkan potensi melalui :

 Pemanfaatan lokasi yang tepat untuk bisnis yang tepat dan berkualitas

 Menciptakan differensi dan menyasar kalangan investor-investor lokal maupun

internasional dengan membuka kerjasama yang intens di pusat- pusat bisnis

dunia, seperti china, amerika serikat, perancis, Arab Saudi, dll.

 Terus memberikan edukasi dan menfasilitasi masyarakat agar image perusahaan

tumbuh dan besar. Sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi

peningkatan penjualan.