Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)

Dosen Pengampu : Syarif M. Helmi, S.E., M.Ak, Ak, CA.

(SCM) Dosen Pengampu : Syarif M. Helmi, S.E., M.Ak, Ak, CA. Disusun Oleh : Kelompok 2

Disusun Oleh :

Kelompok 2 Sherenanda Audina

(B1031171054)

Arcika Frillaisya Kusuma

(B1031171058)

Syarif Syahrul Rahman

(B1031171073)

Ridha Maulidya Rizky

(B1031171100)

Hana Shamira Farlina

(B1031171136)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaannya.

Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan yang tidak bisa di sebutkan satu persatu, semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada mereka amin yaa rabbal alamin.

Pontianak, 18 Maret 2018

i

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Rumusan Masalah

1

1.3 Tujuan penulisan

2

BAB II PEMBAHASAN

3

2.1 Definisi Supply Chain Management

3

2.2 Manfaat Supply Chain Management Jika Diterapkan Dalam Perusahaan

3

2.3 Solusi Menangani Masalah Dalam Supply Chain Management

5

BAB III PENUTUP

7

3.1

Kesimpulan

7

DAFTAR PUSTAKA

8

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada kehidupan sekarang, persaingan dalam bisnis semakin ketat. Untuk perusahaan agar dapat bertahan pada persaingan ini, perusahaan harus bisa menyediakan produk yang tepat pada waktu yang tepat dengan biaya yang ekonomis. Hal ini akan terjadi jika terdapat koordinasi diantara semua pihak manajemen rantai suplai, pihak-pihak dalam rantai tidak hanya melibatkan koordinasi persediaan saja. Fungsi manajemen rantai suplai adalah merencanakan, mengatur dan mengoptimalkan berbagai aktivitas yang dilakukan sepanjang rantai suplai. Seperti area fungsional lainnya, manajemen rantai suplai memanfaatkan sistem informasi. Tujuan sistem ini adalah mengurangi masalah, atau gesekan, sepanjang rantai suplai. Gesekan dapat melibatkan peningkatan waktu, biaya, dan persediaan serta penurunan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, sistem manajemen rantai suplai mengurangi ketidakpastian dan resiko dengan menurunkan tingkat persediaan dan waktu siklus dan memperbaiki proses bisnis dan layanan pelanggan. Sistem manajemen rantai suplai yang signifikan adalah jenis sistem informasi antar organisasi. Sistem informasi antar organisasi melibatkan arus informasi di antara dua atau lebih organisasi dengan menghubungkan sistem informasi mitra bisnis.

1.2 Rumusan Masalah

1. Jelaskan definisi supply chain management?

2. Bagaimana manfaat supply chain management jika diterapkan dalam perusahaan?

3. Bagaimana solusi yang dipilih untuk menangani masalah dalam supply chain management?

1

1.3 Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui definisi dari supply chain management.

2. Untuk mengetahui bagaimana manfaat supply chain management jika

diterapkan dalam perusahaan. 3. Untuk mengetahui bagaimana solusi yang dipilih untuk menangani masalah dalam supply chain management.

2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Supply Chain Management "Supply chain management adalah serangkaian pendekatan yang digunakan untuk efisien mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang, dan toko, sehingga barang dagangan diproduksi dan didistribusikan pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk meminimalkan biaya keseluruhan sistem sambil memuaskan layanan tingkat kebutuhan "(David Simchi-Levi, 2000) Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai sebuah jaringan supplier, manufaktur, perakitan, distribusi, dan fasilitas logistik yang membentuk fungsi pembelian dari material, transformasi material menjadi barang setengah jadi maupun produk jadi, dan proses distribusi dari produk-produk tersebut ke konsumen.”( Pires,2001) Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai kegiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah menjadi barang dalam proses atau barang setengah jadi dan barang jadi kemudian mengirimkan produk tersebut ke konsumen melalui sistem distribusi. Kegiatan-kegiatan ini mencangkup fungsi pembelian tradisional ditambah kegiatan penting lainnya yang berhubungan antara pemasok dengan distributor.” (Heizer & Rander ,2004) Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai pendekatan yang holistik dan strategis dalam hal permintaan, operasional, pembelian, dan manajemen proses logistik.” (Chow, 2006)

2.2 Manfaat Supply Chain Management Jika Diterapkan Dalam Perusahaan Secara umum penerapan konsep SCM dalam perusahaan akan memberikan manfaat yaitu (Jebarus, 2001) kepuasan pelanggan,

3

meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar.

1. Kepuasan pelanggan. Konsumen atau pengguna produk merupakan target

utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.

2. Meningkatkan pendapatan. Semakin banyak konsumen yang setia dan

menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan

perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma, karena diminati konsumen.

3. Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada

konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.

4. Pemanfaatan asset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan

semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan SCM.

5. Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang

setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba

perusahaan.

6. Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang mendapat keuntungan dari

segi proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh lebih kuat.

Keenam manfaat yang sudah dijelaskan seperti tersebut di atas merupakan manfaat tidak langsung. Secara umum, manfaat langsung dari penerapan SCM bagi perusahaan adalah :

4

1.

SCM secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi

dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. Manfaat ini menekankan pada fungsi produksi dan operasi dalam sebuah perusahaan. Dalam fungsi ini dilakukan penggunaan dari seluruh sumber daya yang dimilki dalam sebuah proses transformasi yang terkendali, untuk memberikan nilai pada produk yang dihasilkan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dan mendistribusikannya kepada konsumen yang dibidik.

2. SCM berfungsi sebagai mediasipasar, yaitu memastikan apa yang dipasok

oleh rantai suplai mencerminkan aspirasi pelanggan atau konsumen akhir tersebut. Dalam hal ini fungsi pemasaran yang akan berperan. Melalui pelaksanaan SCM, pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik yang diminati konsumen. Selanjutnya fungsi ini harus mampu mengidentifikasi seluruh atribut produk yang diharapkan konsumen tersebut dan mengkomunikasikan kepada perancang produk. Apabila seleksi rancangan produk sudah dilakukan dan dilakukan pengujian maka produk dapat diproduksi. Sehingga SCM akan berperan dalam memberikan manfaat seperti point 1 tersebut.

2.3 Solusi Menangani Masalah Dalam Supply Chain Management Masalah rantai suplai bisa sangat mahal. Oleh karena itu, organisasi termotivasi untuk menemukan solusi inovatif. Ada beberapa solusi untuk masalah rantai suplai, yang banyak di dukung oleh TI.

1. Menggunakan Persediaan untuk Memecahkan Masalah Rantai Suplai. Solusi yang paling umum untuk masalah rantai suplai adalah membangun persediaan sebagai jaminan terhadap ketidakpastian rantai suplai. Masalah utama dengan pendekatan ini adalah sangat sulit untuk menentukan tingkat persediaan untuk setiap produk dan bagian secara benar. Jika tingkat persediaan ditetapkan terlalu tinggi, biaya untuk menjaga persediaan akan sangat meningkat. Jika persediaan terlalu

5

rendah, tidak ada asuransi terhadap permintaan tinggi atau waktu pengiriman yang lambat. Inisiatif yang terkenal untuk mengoptimalkan dan mengendalikan persediaan adalah sistem persediaan just-in-time (JIT), yang mencoba untuk meminimalkan persediaan. Artinya, dalam proses pembuatan, sistem JIT memberikan jumlah bagian yang tepat.

2. Berbagi Informasi. Cara lain yang umum untuk memecahkan masalah rantai suplai, dan terutama untuk meningkatakan perkiraan permintaan, adalah berbagi informasi di sepanjang rantai suplai. Berbagi informasi dapat difasilitasi dengan pertukaran data elektronik dan ekstranet. Salah satu contoh pembagian informasi yang paling menonjol terjadi antara produsen besar dan pengecer. Sebagai contoh, Wal-Mart menyediakan Procter & Gamble dengan akses yang memungkinkan informasi penjualan harian dari setiap toko untuk setiap item yang dibuat oleh P&G untuk Wal-Mart. Berbagi informasi antara Wal-Mart dan P&G dilakukan secara otomatis. Ini adalah bagian dari strategi persediaan yang dikelola oleh vendor. Vendor-managed inventory (VMI) terjadi saat pengecer tidak mengelola inventaris untuk produk atau kelompok produk tertentu.

6

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan Supply chain management adalah serangkaian pendekatan yang digunakan untuk efisien mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang, dan toko, sehingga barang dagangan diproduksi dan didistribusikan pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk meminimalkan biaya keseluruhan sistem sambil memuaskan layanan tingkat kebutuhan. Maka dapat dikatakan bahwa supply chain ialah logistics network. Supply chain management memiliki manfaat yang sangat membantu bagi perusahaan, baik secara tidak langsung maupun langsung. Manfaat tidak langsung bagi perusahaan seperti kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar. Manfaat langsung dari SCM yaitu mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir, juga sebagai mediasipasar yaitu memastikan apa yang dipasok oleh rantai suplai mencerminkan aspirasi pelanggan atau konsumen akhir tersebut. Dalam melaksanakan supply chain management akan ditemukan masalah. Organisasi telah menemukan beberapa solusi untuk masalah tersebut yang banyak didukung oleh TI. Solusi tersebut yaitu membangun persediaan sebagai jaminan terhadap ketidakpastian rantai suplai dan berbagi informasi di sepanjang rantai suplai.

7

DAFTAR PUSTAKA

Rainer, R. Kelly dan Cegielski, casey G. 2011. Introduction to Informatian Systems. John Wiley & Sons, Inc : Hoboken. Richardus Eko Indrajit & Richardus Djokopranoto. Konsep Manajemen SUPPLY CHAIN Strategi Mengelola Manajemen Rantai Pasokan bagi Perusahaan

Indonesia”.

Modern

di

management.pdf, di akses 18 Maret 2018.

Pengertian

Supply

Chain

Management

Menurut

Para

Ahli”.

management.html , di akses 18 Maret 2018.

Paone,

Veriyen.

2012.

Makalah

Supplay

Chain

Manajemen”.

manajemen.html, di akses 19 Maret 2018.

8