Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 2 GARUT
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI
Jl. Suherman No.90 Kotak Pos 103, Telp./Fax.(0262) 233141 Garut
E-mail : smkn2sbi_garut@yahoo.co.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SatuanPendidikan : SMK Negeri 2 Garut


Mata Pelajaran : Konstruksi Bangunan
Kelas / Semester : X/2
Alokasi Waktu : 28 X 45
Pertemuan Ke- :

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. Menerapkan spesifikasi dan karakteristik batu beton, keramik, dan genting
untuk konstriksi bangunan
2. Mengelola spesifikasi dan karakteristik batu beton, keramik, dan genting untuk
konstruksi bangunan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Pengertian batu beton, keramik, dan genting untuk konstruksi bangunan dimengerti
dengan benar melalui studi literatur
2. Jenis dan klasifikasi batu beton, keramik, dan genting di jelaskan dengan benar
berdasarkan referensi
3. Proses pembuatan batu beton, keramik, dan genting di jelaskan dengan benar
berdasarkan referensi
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat mengetahui pengertian batu beton, keramik, dan genting untuk
konstruksi bangunan.
2. Peserta didik dapat mengetahui dan memahami Jenis dan klasifikasi batu beton,
keramik, dan genting.
3. Peserta didik dapat mengetahui dan memahami Proses pembuatan batu beton,
keramik, dan genting.
E. Materi Pembelajaran
Batuan.
Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut
komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan:
1. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
2. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu;
3. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
4. Proses pembentukan
Terbentuknya Batuan
Pembentukan berbagai macam mineral di alam akan menghasilkan berbagai jenis
batuan tertentu. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis
batuan yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis
batuan beku. Batuan sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah,
seperti proses penghancuran atau disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses
kimiawi dan organis serta proses penguapan/ evaporasi. Letusan gunung api
sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari
berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami
peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan
temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma.
Batuan Beku
Magma dapat mendingin dan membeku di bawah atau di atas permukaan bumi.
Bila membeku di bawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan
batuan beku dalam atau disebut juga batuan beku intrusive (sering juga dikatakan
sebagai batuan beku plutonik).
Batuan Beku Dalam
Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat
(dapat mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang
besar dan sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive. Bentuk-
bentuk batuan beku yang memotong struktur batuan di sekitarnya disebut
diskordan, termasuk di dalamnya adalah batholit, stok, dyke, dan jenjang
volkanik.
Batuan Beku Luar
Magma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau lubang
kepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku
menjadi batuan ekstrusif.
Klasifikasi Batuan Beku
Pengelompokan atau klasifikasi batuan beku secara sederhana didasarkan atas
tekstur dan komposisi mineralnya. Keragaman tekstur batuan beku diakibatkan
oleh sejarah pendinginan magma, sedangkan komposisi mineral bergantung pada
kandungan unsure kimia magma induk dan lingkungan krsitalisasinya.
Tekstur Batuan Beku
Beberapa tekstur batuan beku yang umum adalah:
1. Gelas (Glassy), tidak berbutir atau tidak memiliki Kristal (amorf)
2. Afanitik (fine grained texture), bebrutir sangat halus à hanya dapat
dilihat dengan mikroskop
3. Fanerik (coarse grained texture), berbutir cukup besar sehingga
komponen mineral pembentuknya dapat dibedakan secara
megaskopis.
4. Porfiritik, merupakan tekstur yang khusus di mana terdapat
campuran antara butiran-butian kasar di dalam massa dengan
butiran-butiran yang lebih halus. Butiran besar yang bentuknya
relative sempurna disebut Fenokrist sedangkan butiran halus di
sekitar fenokrist disebut massadasar.
Batuan Metamorf
Batuan metamorf adalah jenis batuan yang secara genetis terebntuk oleh
perubahan secara fisik dari komposisi mineralnya serta perubahan tekstru dan
strukturnya akibat pengaruh tekanan (P) dan temperature (T) yang cukup tinggi.
Kondisi-kondisi yang harus terpenuhi dalam pembentukan batuan metamorf
adalah:
1. Terjadi dalam suasana padat
2. Bersifat isokimia
3. Terbentuknya mineral baru yang merupakan mineral khas metamorfosa
4. Terbentuknya tekstur dan struktur baru.
Jenis-jenis metamorfosa adalah:
1. Metamorfosa kontak à dominan pengaruh suhu
2. Metamorfosa dinamik à dominan pengaruh tekanan
3. Metamorfosa Regional à kedua-duanya (P dan T) berpengaruh
Pada prinsipnya batuan metamorfosa diklasifikasikan berdasarkan struktur.
Struktur foliasi terjadi akibat orientasi dari mineral, sedangkan non-foliasi yang
tidak memperlihatkan orientasi mineral.
Untuk tekstur mineral pada batuan metamorfosa dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
1. Lepidoblastik : terdiri dari mineral-mineral tabular/pipih, misalnya mineral
mika (muskovit, biotit)
2. Nematoblastik : terdiri dari mineral-mineral prismatik, misalnya mineral
plagioklas, k-felspar, piroksen
3. Granoblastik : terdiri dari mineral-mineral granular (equidimensional), dengan
batas-batas sutura (tidak teratur), dengan bentuk mineral anhedral, misalnya
kuarsa.
4. Tekstur Homeoblastik : bila terdiri dari satu tekstur saja, misalnya
lepidoblastik saja.
5. Tekstur Hetereoblastik : bila terdiri lebih dari satu tekstur, misalnya
lepidoblastik dan granoblastik
Batuan Piroklastik
Dapat disimpulkan bahwa batuan piroklastik adalah suatu batuan yang terbentuk
dari hasil langsung letusan gunung api (direct blast) yang kemudian terendapkan
pada permukaan sesuai dengan keadaan permukaannya (endapan piroklastik) dan
lalu mengalami litifikasi untuk menjadi batuan piroklastik.
Mekanisme pengendapan piroklast adalah sebagai berikut:
1. Pyroclastic Flow Deposits
Macam :
2. block & ash flows
3. scoria flows
4. pumice / ash flows
Distribusi / penyebaran : di lembah / depresi;
struktur : perlapisan (graded bedding, paralel laminasi);
tekstur : sortasi buruk, terdiri dari kristal, litik, dan gelas (pumis);
bagian bawah : pyroclastic surge deposits

Klasifikasi batuan piroklastik berdasrkan ukurannya (Schmid, 1981)

Endapan piroklastik

Ukuran Piroklas Tefra (tak Batuanpiroklastik


terkonsolidasi) (terkonsolidasi)

> 64 Bom, blok Lapisan bom / Aglomerat, breksi


mm blok piroklastik
Tefra bom
atau blok

2 – 64 lapili Lapisan lapili Batulapili


mm atau (lapillistone)
Tefra lapili

1/16 – Abu/debu Abu kasar Tuf kasar


2 mm kasar

< 1/16 Abu/debu Abu/debu tuf halus


mm halus halus

Mineral-Mineral Alterasi
Alterasi = Metasomatisme
Merupakan perubahan komposisi mineralogy batuan (dalam keadaan padat)
karena pengaruh Suhu dan Tekanan yang tinggi dan tidak dalam kondisi isokimia
menghasilkan mineral lempung, kuarsa, oksida atau sulfida logam.
Proses alterasi merupakan peristiwa sekunder, tidak selayaknya metamorfisme
yang merupakan peristiwa primer. Alterasi terjadi pada intrusi batuan beku yang
mengalami pemanasan dan pada struktur tertentu yang memungkinkan masuknya
air meteoric untuk dapat mengubah komposisi mineralogy batuan.
Beberapa contoh mineral alterasi antara lain:
1. Kalkopirit
6. Malakit
2. Pirit
7. Khlorit
3. Limonit
8. Orphiment
4. Garnierit
9. Realgar
5. Epidote
10. Galena

Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari pecahan atau hasil abrasi dari
sedimen, batuan beku, metamorf yang tertransport dan terendapkan kemudian
terlithifikasi.
Ada dua tipe sedimen yaitu:
1. Detritus terdiri dari partikel-2 padat hasil dari pelapukan mekanis
2. Sedimen kimiawi terdiri dari mineral sebagai hasil kristalisasi larutan
dengan proses inorganik atau aktivitas organisme.
Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:
1. Batuan sedimen klastik à terbentuk dari fragmen batuan lain ataupun mineral
2. Batuan sedimen kimiawi à terbentuk karena penguapan, evaporasi
3. Batuan sedimen organic à terbentuk dari sisa-sisa kehidupan hewan/ tumbuhan
Beton
Bahan-bahan penyusun beton merupakan faktor yang sangat penting untuk
menghasilkan bangunan yang kita inginkan dan sesuai dengan yang direncanakan.
Bahan campuran beton tersebut terlebih dahulu di campur mengunakan perencanaan
campuran dari beton.
Berdasarkan kelasnya beton terdiri dari beton kelas I, beton kelas II, dan beton
kelas III. Mutu beton kelas III dinyatakan dengan huruf K(sesuai PBI ’71) dan
fc’(sesuai SNI ’91), dengan angka di belakangnya menyatakan kekuatan
karakteristiknya.
Ditinjau dari pemakaiannya secara umum beton dapat dibagi menjadi beberapa
jenis, yaitu:
1. Beton Konstruksi massa,
2. beton konstruksi bentuk,
3. beton konstruksi jalan.
Sedangkan berdasarkan teknik pembuatannya, beton dibedakan menjadi:
beton biasa yang terdiri dari 2 jenis yaitu beton siap pakai dan beton yang
dibuat di lapangan, beton pracetak dan beton pra tegang.
Beton disusun oleh tiga komponen utama :
1. semen,
2. air dan
3. agregat.
4. Dan jika diperlukan akan ditambahkan bahan pembantu (admixture) untuk
merubah sifat-sifat tertentu dari beton tersebut.

Klasifikasi Beton berdasarkan berat jenisnya dan kelasnya :

Pengawasan

’bk ’bk Terhadap


Kelas Mutu Tujuan
Kg/cm2 Kg/cm,dgs Mutu Kekuatan
46 agregat agregat
Non
I B0 - - Ringan Tanpa
Struktural
B1 - - Struktural Sedang Tanpa
II
K125 125 200 Struktural Ketat Kontiniu
K175 175 250 Struktural Ketat Kontiniu
K225 225 300 Struktural ketat Kontiniu
III K>225 >225 >300 Struktural Ketat Kontiniu

a. Menurut kekasarannya, yaitu:


1. Beton segar : masih dapat dikerjakan
2. Beton hijau : beton yang baru saja dituangkan dan segera harus
dipadatkan.
3. Beton muda : 3 hari < 28 hari
4. Beton keras : umur >28 hari
b. Menurut berat jenis
1. Beton ringan : BJ < 2 t/m3
2. Beton sedang : BJ 2 – 2,9 t/m3
3. Beton berat : BJ > 2,8 t/m3
c. Menurut cara pengecoran
1. Cara Setempat (Insitu) : tidak dipindahkan/tetap disitu.
2. Cara Eksitu ditempat : tidak langsung pada fungsi (dibuat ditempat lain).
3. Pabrikasi/pracetak : dirancang, dicetak, dibuat pabrik.
4. Beton siap pakai : beton dirancang khusus dengan mutu berat dengan suhu
tinggi.
d. Menurut PBI tahun 1971, beton dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
1). Beton kelas I : beton untuk pekerjaan-pekerjaan non-struktural.
2). Beton kelas II : beton pekerjaan-pekerjaan structural secara umum.
3). Beton kelas III : beton untuk pekerjaan structural dimana dipakai mutu beton
dengan kuat desak karakteristik yang lebih tinggi dari 225 kg/cm2. Yang dimaksudkan
dengan kuat tekan karakteristik, adalah kuat tekan dimana dari sejumlah besar
pemeriksaan benda-benda uji kemungkinan adanya kuat desak yang kurang dari kuat
desak itu terbatas sampai 5%.
Keramik
Campuran antara unsur-unsur logam dan unsur-unsur non logam, umumnya
berupa oksida, nitrida dan karbida. Material yang tergolong keramik umumnya
tersusun atas mineral lempung, semen dan gelas.

sifat keramik :
1. britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti
barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan
piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti
keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik
tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran sintering antara
keramik dengan logam. sifat lainya adalah
2. tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay,
flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik engineering
seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C.
3. kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat
penelitian tentang keramik terus berkembang.
4. sangat stabil terhadap bahan kimia, tidak beracun dan tahan gesek.
aplikasi :
1. Komponen Dapur/Oven (furnace),
2. bangunan,
3. Komponen Gas Turbin,
4. Isolator panas,
5. dll.
Genteng
Berdasarkan bahan bakunya, genteng dibedakan menjadi dua, yaitu genteng tanah
dan genteng beton.
Bahan dasar pembuatan genteng tanah adalah tanah liat yang dicetak baik secara
manual ( dengan tangan ) atau menggunakan mesin press yang kemudian dibakar dengan
sempurna. Sementara genteng beton terbuat dari campuran pasir atau abu batu dengan
semen PC yang dicetak menggunakan mesin bersasarkan bentuknya.
Genteng trdiri dari berbagai jenis, yaitu genteng kodok, genteng plentong, genteng
morado, genteng keramik, dan genteng beton.
1. Genteng kodok tergolong ringan dibanding jenis lainnya, yaitu hanya sekitar 1,5-1,8
kg per buah. Kebutuhan genteng per meter persegi atap sekitar 21-25 buah, tergantung
ukuran gentengnya. Sudut kemiringan pada saat pemasangannyasebagai atap adalah
19 tanpa alumunium foil.
2. Genteng pelentong ini paling banyak digunakan selain harganya relatif murah,
pemasangannya juga cukup mudah, kebutuhan permeter perseginya sebanyak 25 buah
dengan berat 1,5 kg/buah.
3. Genteng murado mempunyai spesifikasi antara lain berat 2.3 kg/buah, isi 18 buah per
meter persegi, jarak usuk 40 cm, jarak reng 27,5 cmkemiringan atap minimum 19
derajat.
4. Genteng keramik mempunyai spesifikasi antaralain berat 3,2 kg/buah, isi 14 buah per
meter persegi, jarak usuk 40 cm. Genteng ini cukup kuat dibanding jenis lainnya.
5. Genteng beton mempunyai spesifikasi antaralain berat 4-4,2 kg/buah, isi 9-10 buah
per meter persegi.genteng beton ini campuran semen, pasir, bahan pengikat, bahan
penguat, dan bahan pewarna.
F. Strategi/Metode/Pendekatan Pembelajaran
1. Ceramah.
2. Tanya jawab.
3. Diskusi

G. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan 1. Berdoa dan mengabsen siswa 45 menit
2. Memberi motivasi siswa
3. Siswa merespon pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan
pembelajaran sebelumnya.
4. Siswa menerima informasi tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Siswa menerima informasi kompetensi,
materi, tujuan, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
Inti 1. Mengamati
 Membaca bahan bacaan terkait dengan
bahan-bahan bangunan sesuai SNI
 Mengamati berbagai jenis bahan
bangunan
 Menyimak informasi tentang
perkembangan teknologi bahan bangunan
2. Mempertanyakan
 Mengkondisikan siswa untuk secara aktif
bertanya tentang topik yang berkaitan
dengan :
 Proses pembuatan
 Pemeriksaan fisik dan mekanik secara
visual
3. Mengeksplorasi
 Membuat rangkuman hasil pembelajaran
tentang proses pembuatan
 Melakukan eksperimen pemeriksaan fisik
dan mekanik secara visual
 Membuat laporan hasil pemeriksaan
4. Mengasosiasi
 Menyajikan hasil rangkuman dari
pembelajaran tentang proses pembuatan
 Menganalisis hasil pemeriksaan fisik dan
mekanik secara visual
 Menyimpulkan hasil pemeriksaan
5. Mengomunisasikan
 Mempresentasikan hasil pemeriksaan
dalam bentuk lisan, tulisan, atau media
lainnya
Kegiatan Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan 60 menit
pembelajaran
2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan
yang sudah dilakukan.
3. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

H. Sumber/ Media Pembelajaran


1. Sumber : internet

2. Media : Papan Tulis, Laptop, Media Presentasi (LCD)

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1 . Prosedur penilaian :
- Tanya jawab
-Tes tertulis
2. Jenis dan bentuk tes
- Tes tertulis
3. Instrumen Penilaian
- Tes tertulis

No Butir Soal Kunci Jawaban Skor


1 Apa pengertian dari Batu adalah Batu adalah sejenis 20
batu,beton,keramik dan genteng? bahan yang terdiri daripada mineral
dan dikelaskan menurut komposisi
mineral.
Beton adalah sebuah bahan
bangunan komposit yang terbuat
dari kombinasi aggregat dan
pengikat semen. Bentuk paling
umum dari beton adalah beton
semen Portland, yang terdiri dari
agregat mineral (biasanya kerikil
dan pasir), semen dan air.
Keramik adalah Campuran antara
unsur-unsur logam dan unsur-unsur
non logam, umumnya berupa
oksida, nitrida dan karbida.
Genteng adalah bagian utama dari
suatu bangunan sebagai penutup atap
rumah. Fungsi utama genteng adalah
menahan panas sinar matahari dan
guyuran air hujan.
2 Jelaskan secara singkat proses Pembentukan berbagai macam 20
terbentuknya batuan? mineral di alam akan menghasilkan
berbagai jenis batuan tertentu.
Proses alamiah tersebut bisa
berbeda-beda dan membentuk jenis
batuan yang berbeda pula.
Pembekuan magma akan
membentuk berbagai jenis batuan
beku. Batuan sedimen bisa
terbentuk karena berbagai proses
alamiah, seperti proses
penghancuran atau disintegrasi
batuan, pelapukan kimia, proses
kimiawi dan organis serta proses
penguapan/ evaporasi
3 Sebutkan klasifikasi beton Menurut kekasarannya, yaitu: 20
berdasarkan kekasarannya, berat
jenis, dan pengecorannya?  Beton segar : masih
dapat dikerjakan
 Beton hijau : beton
yang baru saja dituangkan
dan segera harus
dipadatkan.
 Beton muda : 3 hari <
28 hari
 Beton keras : umur
>28 hari
Menurut berat jenis
 Beton ringan : BJ < 2
t/m3
 Beton sedang : BJ 2 –
2,9 t/m3
 Beton berat : BJ > 2,8
t/m3
Menurut cara pengecoran
 Cara Setempat (Insitu) :
tidak dipindahkan/tetap
disitu.
 Cara Eksitu ditempat :
tidak langsung pada fungsi
(dibuat ditempat lain).
 Pabrikasi/pracetak :
dirancang, dicetak, dibuat
pabrik.
 Beton siap pakai :
beton dirancang khusus
dengan mutu berat dengan
suhu tinggi.
4 Sebutkan dan jenis secara umum  britle atau rapuh, hal ini 20
sifat – sifat keramik?
dapat kita lihat pada
keramik jenis tradisional
seperti barang pecah belah,
gelas, kendi, gerabah dan
sebagainya,
 tahan suhu tinggi, sebagai
contoh keramik tradisional
yang terdiri dari clay, flint
dan feldfar tahan sampai
dengan suhu 1200 C,
keramik engineering seperti
keramik oksida mampu
tahan sampai dengan suhu
2000 C.
 kekuatan tekan tinggi, sifat
ini merupakan salah satu
faktor yang membuat
penelitian tentang keramik
terus berkembang.
 sangat stabil terhadap bahan
kimia, tidak beracun dan
tahan gesek.
5 Sebutkan dan jelaskan secara Genteng kodok tergolong ringan 20
singkat jenis – jenis genteng?
dibanding jenis lainnya, yaitu
hanya sekitar 1,5-1,8 kg per buah.
Kebutuhan genteng per meter
persegi atap sekitar 21-25 buah,
tergantung ukuran gentengnya.
Sudut kemiringan pada saat
pemasangannyasebagai atap adalah
19 tanpa alumunium foil.
Genteng pelentong ini paling
banyak digunakan selain harganya
relatif murah, pemasangannya juga
cukup mudah, kebutuhan permeter
perseginya sebanyak 25 buah
dengan berat 1,5 kg/buah.
Genteng murado mempunyai
spesifikasi antara lain berat 2.3
kg/buah, isi 18 buah per meter
persegi, jarak usuk 40 cm, jarak
reng 27,5 cmkemiringan atap
minimum 19 derajat.
Genteng keramik mempunyai
spesifikasi antaralain berat 3,2
kg/buah, isi 14 buah per meter
persegi, jarak usuk 40 cm. Genteng
ini cukup kuat dibanding jenis
lainnya.
Genteng beton mempunyai
spesifikasi antaralain berat 4-4,2
kg/buah, isi 9-10 buah per meter
persegi.genteng beton ini campuran
semen, pasir, bahan pengikat,
bahan penguat, dan bahan pewarna.

Garut, Februari 2014

Guru Pamong, Praktikan,

Enden Lesmanawati, S.Pd, M.Pd Ika Sherlyta R


NIP. 197105151998012001 NIM. 1005309

Mengetahui
Kepala SMK Negeri 2 Garut,

Drs. H. Aban Suryana, M. Si.


NIP. 19580513 198403 1 005