Anda di halaman 1dari 7

Nama : Toby Rochmanto

NIM : 162110101119

Kelas : PPK Kelas F

Tugas : Konsep anggaran

Pertanyaan

1. Berikan gambaran anggaran beserta penjelasannya mengenai mekanisme penyusunan


anggaran !

2. Sebutkan dan jelaskan tujuan penyusunan anggaran!

3. Jelaskan kriteria penyusunan anggaran yang baik! Apakah bila perusahaan telah dapat
menyusun anggarannya dengan baik maka perusahaan bersangkutan dipastikan dapat
mencapai tujuan perusahaan?

4. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran!

5. Sebutkan prinsip-prinsip yang dapat di gunakan sebagai ukuran dalam menyusun anggaran
yang baik!

6. Berikan alasan anda mengapa dalam penyusunan anggaran kenggotaan komite anggaran
perlu mempertimbangkan semua bagaian yang ada dalam perusahaan?

7. Bila dalam penyusunan anggaran, perkiraan yang dipakai akurat apakah kelemahan
anggaran dapat dihilangkan?
Jawaban

1. Berikut merupakan gambaran anggaran

Gambaran anggaran :
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan (goals) dan sasaran
(objectives) dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk rnencapai tujuan dan
sasaran.

MANAJEMEN

Penganggaran merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan manajemen, khususnya dalam
perencanaan.
• Anggaran termasuk dalam salah satu jenis (bentuk) dari Planning.
• Anggaran (Budget), Penganggaran (Budgeting).
- Anggaran (Budget)
Merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan
umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka
waktu tertentu.
- Budgeting (Penganggaran) :
adalah proses penyusunan anggaran yang dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam memperoleh
laba.

Penentuan pedoman anggaran

Anggaran yang akan dibuat pada tahun akan datang sebaiknya disiapkan disiapkan
bebrapa bulan sebelum tahun anggaran berikutnya dimulai. Sebelum penyusunan anggaran,
terlebih dahulu manajemen puncak melakukan dua hal yaitu :
a. Menetapkan rencana besar perusahaan, seperti tujuan, kebaikan dan asumsi sebagai
dasar penyusunan anggaran.
b. Membentuk panitia penyusun anggaran.
1. Persiapan anggaran
Dalam persiapan anggaran bagian - bagian yang terkait dengan anggaran mengadakan rapat
untuk membuat suatu anggaran, dalam pembuatan suatu anggaran ditentukan juga ramalan
penjualan setelah penyusunan ramalan penjualan bagian pemasaran bekerja sama dengan
manajer umum dan manajer keuangan untuk menyusun anggaran :
a. Anggaran Penjualan.
b. Anggaran beban penjualan.
c. Anggaran piutang usaha.
Setelah itu manajer produksi bekerja sama dengan manajer keuangan dan umum untuk
menyusun :
a. Anggaran produksi.
b. Anggaran biaya pabrik.
c. Anggaran persediaan.
d. Anggaran piutang usaha.
Anggaran tersebut dibuat berdasarkan anggaran penjualan yang dibuat oleh manajer
pemasaran. Manajer umum bekerja sama dengan manajer keuangan menyusun :
Anggaran beban administrasi umum.
Setelah itu manajer keuangan bekerja sama dengan manajer lainnya menyusun:
a. Anggaran laba rugi
b. Anggaran neraca
c. Anggaran kas
2. Tujuan dari penyusunan anggaran adalah :
a. Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa
mengindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai
manajemen.
b. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga
anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
c. Untuk menyediakan rencana rinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi
ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok
dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
d. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka
memaksimalkan sumber daya.
e. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok,
serta menyediakan informasi yang mendasari perlu tidaknya tindakan koreksi.
3. Syarat dalam menyusun anggaran adalah :
a. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai.
b. Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan
situasi dan kondisi.
c. Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus
menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental.

Adapun kriteria penyusunan anggaran dengan baik yaitu :

a. Anggaran harus dimuat dalam unit moneter.


b. Anggaran harus ditinjau, diproses dan disetujui oleh otoritas yang lebih tinggi dari
pihak yang menganggarkan (budgetee).
c. Anggaran minimal harus mencakup periode satu tahun.
d. Anggaran dapat diubah hanya dalam kondisi tertentu saja.
e. Anggaran dapat memprediksi potensi tingkat laba bisnis dimasa yang akan datang.
f. Anggaran adalah komitmen. Oleh karena itu mau tidak mau manajer harus
melaksanakan tangggung jawab anggaran dengan sebaik-baiknya untuk mencapai
tujuan telah yang dianggarkan.
g. Kinerja finansial bisnis perusahaan harus dibandingkan dengan anggaran secara berkala
dan selisihnya harus dianalisis dan dijelaskan guna mencapai target anggaran yang telah
ditetapkan.
Iya, perusahaan tersebut akan mencapai tujuan karena dalam sebuah perusahaan
anggaran dapat berfungsi sekaligus menyusun perencanaan dengan baik sehinggaa kegiatan
pun akan berjalan dengan semestinya. Anggaran pada dasarnya merupakan prediksi
perusahaan mengenai perolehan laba dan pembelanjaan sumber daya moneter untuk waktu
tertentu.
4. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi anggaran yaitu faktor internal dan eksternal

Faktor Internal

a. Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu,

b. Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat


pembayaran barang yang dijual, promosinya, pemilihan saluran distribusi dan
sebagainya,

c. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan,


d. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan

e. Modal kerja yang dimiliki perusahaan,

f. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan dan

g. Kebijakan-kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi


perusahaan, baik dibidang pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi maupun di
bidang personalia.

Faktor Eksternal

a. Keadaan persaingan,

b. Tingkat pertumbuhan penduduk,

c. Tingkat penghasilan masyarakat,

d. Tingkat penyebaran penduduk,

e. Agama, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat,

f. Berbagai kebijaksanaan pemerintah, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya


maupun keamanan,

g. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional, kemajuan teknologi dan


sebagainya.

5. Prinsip-prinsip yang dapat di gunakan sebagai ukuran dalam menyusun anggaran yang baik
adalah :
a. Management Involvement
Keterlibatan manajemen dalam penyusunan rencana mempunyai makna bahwa
manajemen mempunyai komitmen yang kuat untuk mencapai segala sesuatu yang
direncanakan
b. Organizational Adaptation
Suatu rencana keuangan harus disusun berdasarkan struktur organisasi dimana
ada ketegasan garis wewenang dan tanggung jawab. Seorang manajer tidak dapat
memindahkan tanggung jawab atas suatu pekerjaan walaupun dapat melimpahkan
sebagaian wewenangnya kepada bawahan
c. Responsibility Accounting
Agar rencana keuangan dapat di laksanakan dengan baik maka harus didukung
dengan adanya sistem responsibility accounting yang polanya disesuaikan dengan
pertanggungjawaban organisasi
d. Goal Orientation
Penetapan tujuan yang realistis akan menjamin kelangsungan hidup dan
pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang
e. Full communication
Suatu perencanaan dan pengendalian dapat berjalan secara efektif apabila antara
tingkatan manajemen mempunyai pemahaman yang sama tentang tanggung jawab dan
sasaran yang harus dicapai
f. Realistic Expectation
Dalam perencanaan manajemen harus menghindari konservatisme dan optimisme
yang berlebihan yang menjadikan sasaran tidak dapat dicapai. Sehingga manajemen
harus menetapkan sasaran yang realistis artinya memungkinkan dapat dicapai
g. Timeeliness
Laporan-laporan berupa informasi harus diterima manajer tepat pada waktunya
sehingga informasi tersebut efektif dan berguna bagi manajemen
h. Flexible Application
Perencanaan tidak boleh kaku tetapi harus terdapat celah untuk perubahan sesuai
dengan situasi dan kondisi yang terjadi
i. Reward and Punishment
Manajemen harus melakukan penilaian kinerja. Manajer yang kinerjanya bagus
dan buruk harus diketahui manajemen sehingga pemberian reward dan punishment
menjadi transparan
6. Karena dalam Penyusunan anggaran biasanya dilaksanakan oleh suatu komite anggaran
yang beranggotakan manajer-manajer fungsional, diantaranya:
a. Salah seorang anggota direksi. Biasanya adalah direktur keuangan yang bertugas
memberikan pedoman umum penyusunan anggaran dan menentukan tujuan
perusahaan.
b. Manajer pemasaran.bertugas menyusun anggaran penjualan dan anggaran biata
distribusi.
c. Manajer produksi. Bertugas menyusun anggaran-anggaran yang berhubungan dengan
seluruh kegiatan produksi. Sepeti jumlah yang akan diproduksi, tenaga kerja yang
dibutuhkan, bahan baku, FOH. Pembelian dll.
d. Manajer keuangan. Bertugas menyusun anggaran yang berhubungan dengan posisi
keuangan perusahaan.
e. Manajer bagian umum, administrasi dan personalia. Bertugas menyusun anggaran
yang berhubungan dengan biaya umum, administrasi dan personalia (Nurfadlillah,
2015)

Sehingga dalam penyusunan anggaran ini perlu dipertimbangan semua bagian dalam
perusahaan karena tugas masing-masing bidang sangat penting dan saling berkaitan.
Masing-masing bidang juga memiliki tugasnya sendiri-sendiri dan jika ada salah satu
bidang yang tidak ikut serta dalam penyusunan anggaran akan membuat penyusunan
anggaran tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal ini dilakukan juga agar perencanaan
dan pengendalian dapat berjalan secara efektif dan semua tingkatan manajemen
mempunyai pemahaman yang sama tentang tanggung jawab dan sasaran yang harus
dicapai.

7. Seakurat apapun penyusunan anggaran dengan menggunakan perkiraan yang akurat, pasti
masih ada lubang lubang/celah atau kelemahan dalam penyusunan anggaran tersebut,
sehingga tidak mungkin kelemahan dalam penyusunan anggaran tersebut hilang begitu saja,
namun dengan penyusunan anggaran yang akurat, kelemahan tersebut akan dapat
diminimalisir.