Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN FORUM LESEHAN

I. Nama Kegiatan

Forum Lesehan (Forles)

II. Tema Kegiatan

“Aspiration as an Inspiration for Better USD”

III. Latar Belakang

Aspirasi dari mahasiswa merupakan salah satu bagian untuk meningkatkan


kemajuan Universitas Sanata Dharma. Aspirasi tersebut sering kali sulit disampaikan
karena begitu banyak fakultas, jurusan, maupun prodi yang dimiliki oleh Universitas
Sanata Dharma. Oleh karena itu, Komisi Domestik dari Dewan Perwakilan Mahasiswa
Universitas Sanata Dharma (DPM USD) dan Kementerian Dalam Negeri dari Badan
Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (BEM USD) mengadakan Forum
Lesehan dengan tujuan membantu mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi untuk
Universitas.

Aspirasi dari mahasiswa didapatkan melalui hasil angket yang dibuat dan disebarkan
oleh Komisi Komunikasi Lateral dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Sanata
Dharma (DPM USD). Hasil angket tersebut kemudian diolah dan diserahkan kepada
pihak rektorat. Pihak rektorat berperan dalam memberikan feedback (umpan balik)
terhadap aspirasi-aspirasi mahasiswa sesuai dengan hasil angket tersebut.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan feedback (umpan
balik) dari pihak Universitas. Selain itu, kegiatan ini adalah salah satu cara efektif
bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat pihak rektorat dan jajaran kepala
bidang dalam Universitas Sanata Dharma sendiri.

IV. Tujuan Kegiatan


1. Memberikan kesempatan mahasiswa-mahasiswi untuk menyampaikan
aspirasinya melalui angket dan hasil angket tersebut akan
diberikan feedback (umpan balik) secara langsung oleh pihak rektorat.
2. Mengenalkan dan semakin mendekatkan pihak rektorat dan seluruh
mahasiswa Universitas Sanata Dharma.
3. Memberikan pandangan pada mahasiswa-mahasiswi tentang kinerja
pihak rektorat.

V. Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan ini adalah jajaran pihak rektorat, organisasi, UKM, UK, dan seluruh
mahasiswa yang ada di Universitas Sanata Dharma.

VI. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Forum Lesehan (Forles) dilaksanakan pada:

hari, tanggal : Senin, 9 Mei 2016

waktu : Pukul 18.00 – 21.28 WIB

tempat : Hall Selatan, Kampus III Paingan

VII. Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Forum Lesehan (Forles) dilaksanakan pada Senin, 9 Mei 2016


di Hall Selatan Kampus III Paingan. Kegiatan ini diawali dengan registrasi pada
17.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku
Rektor, Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Wakil Rektor I, Patrisius Mutiara
Andalas, S.J., S.S., S.T.D. selaku Wakil Rektor III, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.
selaku Wakil Rektor IV, Puspaningtyas Sanjoyo Adi S.T, M.T. selaku Kepala Biro
Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi, dan M. Nur Supriyanto selaku
Kepala Bagian Keamanan Paingan sebagai pembicara serta perwakilan organisasi,
UKM, dan mahasiswa umum sebagai peserta. Kegiatan Forles dimulai pada pukul
18.00 WIB dan dibuka dengan penampilan dari Juan (Menteri Luar Negeri BEM
USD). Selanjutnya MC mengajak peserta untuk berdoa bersama. Kegiatan Forles ini
berbentuk tanya jawab terhadap pihak rektorat mengenai beberapa tema yang
merupakan hasil rangkuman dari angket yang sebelumnya telah disebarkan oleh
Komisi Komunikasi Lateral DPM USD kepada seluruh fakultas di Universitas Sanata
Dharma. Proses pembahasan hasil angket dan tanya jawab diatur oleh moderator
yaitu Angga Dwi Putra selaku Perwakilan BEM USD dan Ajeng Anggraeni Putri selaku
Perwakilan DPM USD.

Sistem dalam setiap sesi berupa pembahasan beberapa pernyataan yang merupakan
hasil angket yang digambarkan dalam bentuk persen dan diagram dan kemudian
dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta terkait dengan tema yang sedang
dibahas. Sesi pertama membahas tentang Birokrasi & Sistem Pelayanan di
Universitas. Hal ini mencakup pengelolaan sistem BRS, biaya SKS, uang kesehatan,
pelayanan LKM, Programstudent exchange, area bebas rokok, serta birokrasi
peminjaman ruang dan alat. Setelah sesi pertama berakhir kemudian dilanjutkan
dengan istirahat selama 30 menit. Selama kegiatan istirahat berlangsung, baik
pembicara maupun peserta dipersilahkan untuk menyantap makanan
dan snack yang telah disediakan. Pada waktu istirahat juga terdapat penampilan
dari Future Band (Juara Favorit USD Talent 2016) dan Beringin Rimbun (Komunitas
mahasiswa prodi Sastra Indonesia).

Setelah waktu istirahat berakhir, moderator kembali membuka sesi yang merupakan
sesi kedua. Sesi kedua ini membahas tentang Fasilitas yang disediakan oleh
Universitas. Hal ini mencakup internet wireless (Wi-Fi), kamar mandi, lahan parkir,
kantin, fasilitas umum (seperti lift, stop kontak, meja, kursi, dll.), dan studentcenter.

Pada penghujung acara, moderator membacakan rangkuman pertanyaan beserta


tanggapan dari pihak pembicara secara singkat. Kegiatan Forles ini ditutup dengan
doa oleh MC. Acara berakhir pada 21.28 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan
beres-beres oleh panitia.

VIII. Evaluasi Kegiatan

Evaluasi kegiatan Forum Lesehan (Forles) ini adalah:

1. Waktu penyebaran poster terlalu dekat dengan waktu pelaksanaan sehingga


informasi tentang kegiatan Forles kurang tersebar secara merata.
2. Pembuatan konsep dari divisi acara kurang detail sehingga mempengaruhi
beberapa divisi seperti divisi perlengkapan yang harus meminjam beberapa
peralatan secara mendadak.
3. Persiapan sebelum hari pelaksanaan maupun ketika hari pelaksanaan berjalan
lambat karena kurangnya tenaga yang membantu.
4. Dari bagian perlengkapan tidak dapat meminjam gelas sehingga pengunaan
gelas diganti dengan gelas plastik.
5. Beberapa pembicara tidak dapat hadir pada hari pelaksanaan.
6. Kondisi cuaca yang hujan deras pada hari pelaksanaan menurunkan jumlah
peserta yang hadir.
7. Penerangan di tempat pelaksanaan kegiatan kurang memadai sehingga
terkesan terlalu redup.
8. Jumlah pengisi acara yang hadir lebih daripada yang disetujui sebelumnya.
Seharusnya pengisi acara hanya Juan dan Future Band, tetapi Beringin Rimbun
datang di tengah acara dan kemudian menjadi pengisi acara. Hal ini cukup
memberi dampak pada bagian perlengkapan karena harus menyiapkan
beberapa kebutuhan pentas dari Beringin Rimbun (mic dan stand mic).
9. Lembar registrasi yang dicetak kurang banyak sehingga tidak dapat
menampung identitas semua peserta yang hadir.
10. Bentuk penataan posisi duduk peserta dan pembicara tidak sejajar. Pembicara
duduk lesehan sedangkan peserta duduk di atas tangga dan berada pada level
yang lebih tinggi.
11. Waktu untuk tanya jawab setiap sesi dirasa kurang. Hal ini menyebabkan
beberapa peserta tidak dapat menyampaikan aspirasi atau pertanyaannya.
12. Tempat memesan konsumsi awalnya menjanjikan akan memilah setiap
konsumsi menjadi satu paket bagi setiap orang yang hadir (terdiri dari dua
nasi, dua sate, dan dua gorengan) tetapi pada hari pelaksanaan, pihak
penyedia konsumsi tidak melakukan hal tersebut. Hal ini membuat panitia
secara mandiri harus menyatukan berbagai macam jenis makanan agar
menjadi satu paket dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam
pengerjaannya.
13. Terdapat beberapa peserta yang setelah mengisi lembar registrasi, tidak
menuju ke bagian konsumsi untuk mengambil angkringan. Seharusnya peserta
dapat langsung mengambil angkringan setelah melakukan registrasi. Hal ini
terjadi karena kurangnya informasi dari panitia yang menjaga meja registrasi
kepada peserta.
14. Rencana awal adalah memasukkan gerobak angkringan tetapi tidak jadi
dilakukan karena baru bisa disediakan sekitar beberapa jam setelah kegiatan
dimulai.
15. Makanan angkringan (terutama sate) yang disediakan tidak tahan lama, sekitar
4 jam setelah diantar sudah mengeluarkan bau yang kurang sedap.
16. Snack yang disediakan untuk pembicara dan pengisi acara terlalu sederhana
dan ditempatkan pada boxyang terlalu besar, sehingga dari pihak panitia harus
menambahkan air mineral berbentuk gelas untuk memadatkan isi box tersebut.
17. Snack yang dibagikan pada peserta tidak terlalu diminati sehingga masih
tersisa cukup banyak setelah acara selesai. Kedepannya perlu lebih
diperhatikan dalam pemilihan snack.
18. Terdapat kekurangan pada bagian pendanaan sehingga harus ditutup dengan
dana dari panitia sendiri.

IX. Susunan Kepanitiaan

(terlampir)

X. Laporan Keuangan

(terlampir)
XI. Penutup

Demikian laporan pertanggungjawaban Forum Lesehan ini kami buat. Semoga pada
kegiatan Forum Lesehan selanjutnya, acara dapat berjalan dengan lebih lancar. Atas
perhatian, bantuan, bimbingan, nasehat,dan kerja sama Romo/Bapak/Ibu, kami
mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 15 Juni 2016

Koordinator Kegiatan Sekretaris Kegiatan

Alexander Rahma Angga Dewanta Illona June Wahyudin


LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN FORUM LESEHAN

Koordinator Kegiatan Sekretaris Kegiatan

Alexander Rahma Angga Dewanta Illona June Wahyudin

Mengetahui,
Ketua DPM USD Presiden BEM USD

Samuel Henry Kurniawan Angga Dwi Putra

Menyetujui,

Wakil Rektor III

Patrisius Mutiara Andalas, S.J.,S.S.,STD.


LAMPIRAN

I. RUNDOWN ACARA
II. NOTULENSI
III. SUSUNAN KEPANITIAAN
IV. PRESENSI PESERTA
V. LAPORAN KEUANGAN
VI. BUKTI NOTA-NOTA
VII. DOKUMENTASI
VIII. PROPOSAL
LAMPIRAN I

RUNDOWN FORUM LESEHAN (FORLES)

Waktu Kegiatan

17.00-17.45 Persiapan

17.45-18.00 Open Gate

18.00-18.15 Pengisi acara

18.15-18.20 Pembukaan

18.20-18.30 Perkenalan Moderator dan Pembicara

18.30-19.40 Acara sesi 1

19.40-20.05 Istirahat

20.05-21.15 Acara sesi 2

21.15-21.28 Penutup
LAMPIRAN II

NOTULENSI FORUM LESEHAN

Tempat : Hall Selatan, Kampus III Paingan

Waktu : 18.00-21.28 WIB

Pembahasan Angket

1. BIROKRASI DAN PELAYANAN


2. BRS

“Saya tidak berebut kelas dengan adanya sistem BRS”

i) Edwin (DPMF Psi) : sistem BRS yang dirasakan oleh mahasiswa angkatan tua,
seringkali pada saat BRS tidak mendapatkan kelas (terutama yang mengulang atau
bisa yang diambil oleh adik tingkat) karena berebutan dengan adik tingkat.

Tanggapan : Merupakan masukan bagi WR I, yang perlu dilihat dari masalah


tersebut adalah presentase kelulusan dari mata kuliah yang begitu rendah dan
kurangnya antisipasi fakultas peminat terhadap mata kuliah yang tersedia. Untuk
jumlah kelulusan dan antisipasi tersebut akan segera diinformasikan kepada
fakultas/jurusan/prodi masing-masing.

ii) (PROCESS PBI) : Teman-teman semester 4 sewaktu BRS tertulis dengan dosen
sudah memilih mata kuliah pilihan, tetapi ketika input data ada kendala dengan tidak
mendapat kuota mata kuliah tersebut. Mereka sudah mencoba berbicara pada DPA
untuk meminta sekretariat membuka kuota lagi, namun ada masalah dengan saran
dari sekretariat yang menyarankan beberapa mahasiswa yang masuk ke mata kuliah
pilihan lain, dimana seharusnya mereka belum bisa mengambil mata kuliah tersebut
(karena belum melalui beberapa mata kuliah yg menjadi prasyarat)

Tanggapan : Jumlah mahasiswa dalam kelas dibatasi karena untuk meningkatkan


kualitas setiap kelasnya. Seharusnya mata kuliah pilihan bisa diambil oleh siapapun
dan kapanpun jika itu termasuk pilihan

WR I : Tahun depan akan ada kurikulum baru dimana setiap prodi akan
memperbolehkan mata kuliah dari prodi lain diambil dalam pilihan mata kuliah.

1. Kesesuaian SKS dengan yang didapat mahasiswa

“Biaya SKS sesuai dengan apa yang mahasiswa dapatkan”


i) Ino (HIMAKS) : Ada beberapa dosen yang kadang tidak masuk dalam perkuliahan.
Di prodi akuntansi sendiri ada pembagian beberapa dosen yaitu dosen tetap, dosen
tidak tetap, ataupun dosen luar biasa. Disarankan agar setiap dosen tetap masuk ke
kelas untuk melakukan pengajaran karena hal tersebut termasuk dalam pelayanan
dari universitas.

Tanggapan : Untuk mekanisme dari universitas sendiri adalah mahasiswa berhak


menuntut pada dosen terkait jumlah kehadiran dosen dalam kelas agar mencapai
100%. Hal itu berarti dosen yang tidak bisa mengajar sesuai hari pengajaran
seharusnya mengganti hari perkuliahan yang kosong. Penggantian hari kuliah
disarankan pada hari sabtu agar tidak sulit pada birokrasi peminjaman peralatan
maupun ruang kelas. Tetapi kalau tidak dapat dilakukan sebaiknya dikonsultasikan
dan dijadikan sebuah kesepakatan antara mahasiswa dalam mata kuliah tersebut
dengan dosen.

ii) Monic (HMJ PMIPA) : ketika ada dosen yang tidak masuk karena beberapa hal lalu
meminta hari di hari Sabtu terkadang mahasiswa merasa keberatan karena ada
beberapa dosen yang cara mengajarnya menuntut sesuai dengan kehendaknya dan
tidak menilik dari sisi mahasiswa. Oleh karena itu, terkadang mahasiswa merasa jika
memang dosen tersebut tidak dapat hadir maka tetap dibiarkan kosong saja.

Tanggapan : Sebaiknya soal dosen yang memiliki karakter tersebut dibahas lebih
lanjut di dalam fakultas/jurusan/prodi masing-masing agar bisa menjadi lebih jelas
soal tindakan selanjutnya.

1. Uang Kesehatan dan tawaran Pelayanan LKM

“Sudah mengetahui dengan baik uang kesehatan yang dibayar dalam setiap
semester”

“Mahasiswa sudah mengetahui jenis pelayanan yang ditawarkan oleh LKM berkaitan
dengan dana sosial/kesehatan kepada mahasiswa”

i) Kenny (HMJ TI) : Klinik jarang buka, tidak setiap hari bisa beroperasi. Apakah
kampus memiliki hubungan kerjasama dengan klinik atau rumah sakit di sekitar
kampus?

Tanggapan : Hak mahasiswa dengan membayar ruang kesehatan adalah layanan


poliklinik untuk kasus kesehatan ringan, untuk kasus kesehatan serius, rujukan
rumah sakit adalah Panti Rapih. Jika dalam situasi darurat mahasiswa USD dapat
mengatakan pada pihak RS Panti Rapih bahwa mereka adalah mahasiswa USD agar
dapat ditindaklanjuti oleh LKM bersama dengan Sr. Lusi yang merupakan jembatan
kerjasama USD dengan RS Panti Rapih. Dimulai dari INSADHA 2015, hal ini telah
disosialisasikan. Biaya kesehatan selain klinik juga mencakup dana solidaritas (jika
ada keluarga mahasiswa USD yang meninggal dunia, USD akan memberikan dana
solidaritas tersebut). Prosedurnya adalah dengan memberikan blangko kepada pihak
LKM untuk kemudian ditindaklanjuti. Dana solidaritas juga diberikan kepada orang
tua jika orang yang masih berstatus mahasiswa USD jika mereka meninggal dunia.
Bentuk dana solidaritas ini juga mencakup bantuan materil dan transportasi untuk
kembali ke daerah asal jika dibutuhkan.

WR III : Lokasi Poliklinik di Mrican adalah di Basement Gedung Pusat

1. Program Student Exchange

“Mahasiswa sudah mengetahui dengan baik program Student Exchange oleh


Universitas”

i) Ines (BEMF Farmasi) : Sosialisasi dari universitas kurang tersebar secara luas.
Mungkin bisa semakin diperluas dengan berbagai cara agar semakin dikenal oleh
mahasiswa.

Tanggapan : WR IV sendiri sering sekali menyampaikan informasi ini di web.


Diharapkan agar mahasiswa juga lebih proaktif untuk membuka web dalam mencari
informasi. Sudah dimulai dengan pengumuman di INSADHA setiap tahunnya. Selain
itu telah disosialisasikan juga pada fakultas/jurusan/prodi masing-masing. Beberapa
pengumuman soal student exchange mungkin terkesan lama karena beberapa
merupakan program tahunan. Tetapi ada program juga yang merupakan program
jangka pendek dengan pemberitahuan yang singkat pula sehingga ini membutuhkan
sikap proaktif dari mahasiswa untuk mencari tahu.

ii) SS (BEMF Psi) : Sekarang sudah begitu banyak media sosial untuk mengumumkan
program-program universitas. Universitas mungkin bisa membuat beberapa media
sosial yang lebih sering diakses oleh mahasiswa saat ini (Line Official, Instagram,
Path, dll).

Tanggapan : Usul diterima dan akan segera dipertimbangkan. Untuk instagram dan
berbagai media sosial lain mungkin dipertanyakan soal keamanan jaringannya.

1. Area bebas rokok

“Ruang publik mahasiswa (student hall, auditorium, dan hall) telah terbebas dari
asap rokok”

i) Dhia (Process PBI) : Di student hall mrican, sebenarnya area no smoking tetapi
masih banyak mahasiswa yang merokok. Sebenarnya begitu menganggu
kenyamanan mahasiswa yang bukan perokok, tetapi tidak dapat dipungkiri hal ini
terjadi karena tidak adanya area yang memadai untuk merokok. Mungkin dapat
dibuat area yang cukup nyaman untuk perokok (dengan Wi-Fi, dan saluran listrik
yang memadai).

Tanggapan : Untuk perokok yang cukup menganggu non-perokok, dari pihak


universitas sendiri belum memiliki cara tertentu. Sebaiknya diberi pengertian bagi
para perokok untuk merokok di daerah terbuka.

ii) Hardjo (PBI) : Terkait dengan area bebas rokok, sebaiknya teman-teman yang
merokok memanusiakan yang tidak merokok serta sebaliknya. Kurangnya fasilitas di
daerah terbuka membuat mahasiswa perokok menjadi tidak nyaman untuk
melakukan kegiatan. Contohnya di taman jamur mrican, mungkin bisa dibuat tempat
duduk yang lebih nyaman, fasilitas wi-fi, serta saluran listrik yang memadai.

Tanggapan : Di USD memiliki misi holistik, dimana tidak hanya menerapkan


intelektual tetapi juga kondisi kehidupan manusia secara menyeluruh (jiwa maupun
raga). USD sendiri tidak mendukung adanya kebiasaan merokok. USD memiliki misi
untuk membantu mahasiswa agar memiliki kehidupan sehat. Menyediakan tempat
untuk merokok akan bertentang dengan misi USD. Bahkan ada rencana untuk
melarang penjualan rokok di area kampus. Rektorat ingin agar semua pihak
mendukung misi ini dengan mengurangi kebiasaan merokok. Hal ini juga
dilaksanakan dengan mengurangi adanya sponsorship dari produk rokok dalam
kepanitiaan. Untuk djarum foundation masih diperbolehkan karena promosi produk
dan pemberian beasiswa dirasa masih berbeda pada taraf tertentu.

1. Peminjaman Ruang/Alat

“Peminjaman ruang, alat, atau tempat sudah dipermudah.”

i) Franky (BEM FKIP) : Kepada WR III, terkadang peminjaman ruangan dengan


surat di awal terjadi tabrakan dengan organisasi atau UKM lain. Sebaiknya ada
penataan peminjaman ruang yang tertata agar menghindari tabrakan tersebut.

Tanggapan : Kasus ini sering terjadi dua tahun terakhir. Seringkali terjadi
perebutan ruangan oleh UKM dengan kelas. Dari BLU sendiri sudah ada dokumen
tentang peminjaman ruangan. Sayangnya dokumen ini belum dibentuk dalam
data soft file sehingga sulit di lakukan pengecekan secara cepat. Ini bisa menjadi
masukan agar BLU bisa memperbaiki sistemnya.

ii) (PBI 2014) : Dari SUC kesulitan untuk meminjam beberapa perlengkapan. Ada
keadaan dimana kepanitiaan tersebut ingin meminjam terminal kepada BLU tetapi
direkomendasikan kepada Multimedia. Tetapi oleh Multimedia diserahkan lagi
kepada BLU sehingga panitia merasa terombang-ambing.

Tangggapan : Jika mengalami kejadian seperti itu, sebaiknya kepanitiaan yang


bersangkutan membahas hal tersebut kepada WR III sebagai pengurus bidang
kemahasiswaan. Dari Rektorat sendiri akan melaksanakan koordinasi rutin dengan
seluruh biro yang ada di bawah universitas. Diharapkan juga setiap sistem di biro
dapat dikomputerisasi kan agar lebih mudah diakses oleh masing-masing biro.

iii) Fr. Wempy (HMPS P.Bio) : Untuk peminjaman bis lab ini biasanya dilakukan
dengan memberikan surat pada bagian RT. Ada kasus surat telah di acc tetapi pada
hari-H dibatalkan karena tidak adanya supir. Pertanyaannya adalah apakah supir bis
disediakan atau harus mencari sendiri?

Tanggapan : Hari sabtu-minggu merupakan hari libur untuk karyawan, tetapi


sebenarnya ada mekanisme hari lembur, tetapi tidak semua supir dalam universitas
mampu mengendarai bis tersebut sehingga terkadang tidak memungkinkan bagi
beberapa supir untuk melaksanakan permintaan ini. Seharusnya dari pihak BLU yang
mengurus soal pencarian supir tersebut, jika sampai meminta mahasiswa untuk
mencari supir hal tersebut sudah salah.

1. FASILITAS
2. Wi-Fi

“Akses internet wireless (Wi-Fi) sudah cukup memadai untuk kebutuhan mahasiswa”

i) Fany (HMPS Sasing) : Sebelum semester ini dimulai, sistemnya per area tetapi
sekarang sistemnya dengan sistem wifi sentral sehingga hasilnya wi-fi menjadi lebih
lambat. Apa alasan perubahan sistem tersebut? Karena koneksi yang semakin
lambat ini semakin jarang mahasiswa yang menggunakan wifi karena merasa tidak
terpenuhi kebutuhannya.

Tanggapan : Untuk permasalahan wi-fi memang merupakan masalah yang sering


muncul. Di Paingan ada 28 akses point dan di mrican ada 41 akses point. Dari sisi
bandwith, tahun 2012, langganan internet USD 55 Mbps. Pada saat ini 350 Mbps,
serta koneksi untuk yang berbentuk wired kebanyakan digunakan untuk streaming.
Sehingga sebenarnya dari BAPSI sendiri udah mengusahakan untuk
kenaikan bandwith setiap tahunnya minimal 1,5 kali daripada sebelumnya. Tahun
2014 atau 2015, kontrol yang dilakukan BAPSI adalah dengan penutupan akses ke
youtube dan facebook tetapi ternyata diprotes keras oleh mahasiswa. Akhir kata,
sebaiknya penggunaan wi-fi dilakukan dengan bijaksana karena aksesnya harus
dibagi dengan berbagai mahasiswa di USD. Tahun ini dari BAPSI ada rencana untuk
mengganti access point wi-fi dari tahun 2010 dengan yang lebih baik. Di Paingan,
pada beberapa sudut kampus sudah dilakukan tetapi di mrican belum dilakukan.
Untuk kampus Mrican sebenarnya akan dipasang, tetapi karena pembangunan yang
terlalu sering dilakukan saat ini di Mrican, dari pihak BAPSI harus memikirkan lagi
soal pemasangan access point wi-fi jenis baru ini di kampus Mrican. Jika memang
penggabungan access point itu menurunkan mutu wi-fi, mungkin akan
dipertimbangkan untuk dikembalikan ke sebelumnya.

1. Kamar Mandi

“Kamar mandi yang ada di kampus sudah nyaman dan bersih”

i) Ben (UKM NATAS) : Sebenarnya untuk toilet sudah nyaman tetapi kesadaran dari
mahasiswa yang kurang. Di beberapa tempat terdapat puntung rokok di lubang WC.
Pernah terjadi di kampus Mrican, OB baru selesai membersihkan WC dan kemudian
ada mahasiswa yang masuk dan merokok lalu melakukan lagi hal tersebut dan
mengotori toilet. Selain itu ada juga mahasiswi yang membuang bekas pembalut
dalam lubang WC. Sebaiknya ada kesadaran lebih dalam diri mahasiswa.

ii) Dewi (UKM Kopma) : Kamar mandi di kompleks sastra, terutama bagian toilet
wanita terdapat suatu jalan untuk keluar masuk OB sehingga terkadang ada OB pria
yang masuk ke dalam area toilet wanita. Toilet di kantin realino juga memiliki
masalah dari pandangan orang diluar mahasiswa USD yang datang ke kantin karena
toilet tersebut memiliki kondisi yang kurang baik (kurang air, dll)

Tanggapan : Hal ini akan diinformasikan pada pihak yang bersangkutan terutama
tentang OB yang memasuki area toilet wanita.

WR I : Sebaiknya ada kesadaran dari diri mahasiswa dalam menjaga kebersihan


karena merupakan demi kenyamanan bersama

iii) Ines (BEMF Farmasi) : Sebaiknya diperbanyakan hal yang berkaitan dengan
fasilitas-fasilitas kecil seperti tempat sampah, tissue, sabun, dll.

1. Parkir

“Lahan Parkir yang tersedia di kampus sudah cukup.”

“Kondisi tempat parkir yang tersedia sudah aman”

i) Kenny (HMJ TI) : Tempat parkir sudah ditentukan sebelumnya, apakah dibenarkan
untuk memarkir motor di tempat yang diberi tanda dilarang parkir? Pada kampus
Paingan, untuk sepeda diberi karcis sedangkan di kampus Mrican tidak diberi karcis
sehingga kurangnya rasa aman ketika tidak mendapatkan karcis saat parkir di
mrican.

ii) Genjik (Sastra Indonesia) : Di kampus I terkadang dia parkir di daerah dilarang
parkir, tetapi bukan hanya mahasiswa, terkadang ada dosen yang memarkir
mobilnya disitu. Bagaimana soal hal tersebut? Di kampus satu, terdapat parkir mobil
di dekat ATM, sempat suatu saat ada mobil parkir dan keluar dari kampus I tetapi
bukan mahasiswa USD. Apakah ada kerjasama dari USD tentang lahan parkir
dengan pihak Universitas Atma Jaya ataukah memang untuk tempat parkir umum?
Bagaimana tindak lanjutnya?

Tanggapan : Tidak ada kerjasama dari USD dengan Universitas Atma Jaya.
Sebenarnya untuk mahasiswa Universitas Atma Jaya dilarang untuk parkir di dalam
kampus USD.

iii) Ajeng (Manajemen) : Pernah kehilang helm di parkiran PGSD. Melihat dari sisi
mahasiswa, bagaimana jika kehilangan helm dengan kondisi yang memiliki tempat
tinggal jauh atau akan pergi jauh?

Tanggapan : Untuk kehilangan helm merupakan hal yang sulit untuk diatas. Di
kampus Paingan jarang terjadi hal tersebut. Di kampus Mrican rawan terjadi di
daerah realino karena area parkir yang terlalu luas tidak dapat dipantau oleh satpam
dan penjaga parkir secara berkala. Mungkin untuk mengantisipasi hal tersebut, dari
mahasiswa bisa mengunci helm di dalam jok motor masing-masing untuk
menghindari pencurian tersebut.

WR III : Soal kehilangan helm merupakan hal serius karena menyangkut reputasi
USD dan mempertanyakan keamanan USD. Dari WR III sendiri sempat mengalami
masalah soal kehilangan helm dari pihak luar yang diundang, dan beberapa kali WR
III mengganti kehilangan helm pihak luar tersebut. Saat ini sedang diusahakan
pemasangan CCTV di area parkir untuk menjaga keamanan.

Rektor : Untuk mendapatkan keamanan yang lebih, mahasiswa bisa memarkir


kendaraannya di parkiran basement, memang lebih jauh tetapi lebih aman dan
terjamin.

iv) Franky (BEM FKIP) : Untuk kebijakan parkiran yang hanya beroperasi dari hingga
jam 9 malam, sebaiknya diberikan jalur khusus untuk menaikkan motor.

1. Kantin

“Kantin yang tersedia di lingkungan kampus sudah nyaman dan bersih”

i) Fr. Ito (BEMF Teologi) : Merasa prihatin terhadap kantin terutama tidak adanya
kantin di Kampus Teologi. Seringkali para frater pergi ke seberang jalan untuk
membeli makanan dan hal ini dirasa riskan karena jalur kampus teologi berada di
jalur yang ramai. Hal ini juga yang mungkin membuat kampus teologi masih sepi
karena kurangnya fasilitas publik di kampus tersebut. Harapannya adalah dibuat
fasilitas publik agar mahasiswa lain bisa datang ke kampus teologi.

Tanggapan : Sebaiknya hal ini disampaikan lagi di forum rektor agar bisa
ditindaklanjuti bersama dengan rektor dari pihak teologi juga.

Rektor : Di kampus satu terkadang terlihat memprihatinkan karena terlalu sumpek


dengan mahasiswa. Untuk penataan ruang publik di kampus I inilah yang masih sulit
ditata dan ada jangka waktu 1,5 tahun untuk penataan tersebut. Ada rencana
pembuatan gedung baru untuk beberapa jurusan tertentu dan pascasarjana. Di
kampus Mrican jarang adanya selasar untuk bersosialisasi karena penuh dengan
ruangan kelas untuk kuliah. Ada rencana untuk membuat kanopi di daerah sastra
lantai 1 untuk membuat ruang bersosialisasi/ruang belajar yang lebih mendukung
kegiatan kemahasiswaan.

ii) Sintia (Farmasi) : Kantin Paingan masih kurang nyaman dan kotor, terkadang
penuh sampah baik di lantai maupun meja. Kantin paingan juga merupakan salah
satu bagian dari area merokok tetapi sebaiknya tetap dijaga kebersihannya terutama
dari puntung rokok. Pada fasilitas toilet dan wastafel juga kurang memadai. Selain
itu, fasilitas seperti kursi dan meja bisa ditambahkan demi kenyamanan mahasiswa
yang ingin makan di kantin.

Tanggapan : Untuk fasilitas akan ditindaklanjuti pada biro yang bertanggung


jawab. Diharapkan juga adanya kesadaran dari diri mahasiswa untuk menjaga
kebersihan. Karena kebersihan itu menyangkut kenyamanan kita semua.

1. Fasilitas Umum

“Fasilitas yang dimiliki universitas terawat dengan baik”

“Mahasiswa terbantu dengan fasilitas-fasilitas umum yang tersedia di lingkungan


kampus (lift, stop kontak, meja dan kursi)”

i) Rendra (HMPS Sasing) : Perawatan fasilitas di ruang kelas di bagian sastra (contoh
: K.02) bagian langit-langitnya sudah reyot dan tidak ada perbaikan dari pihak
kampus. Bagaimana mekanisme pengajuan perbaikan ruang kelas tersebut? Tentang
kampus Go Green, ingin ada klarifikasi soal ruangan ber-AC padahal sebelumnya
sempat ada keinginan dari mahasiswa untuk pemasangan AC di ruang kelas yang
ada tetapi ditolak karena adanya gerakan Go Green ini. Tetapi pada kenyataannya
masih ada beberapa ruang kelas yang memiliki AC.

Tanggapan : Pemasangan AC dilakukan karena pilihan terakhir, terutama jika


kondisi ruangan sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan kegiatan
perkuliahan yang kondusif. Contohnya pada beberapa ruang di Mrican yang
dipasangi AC dengan pertimbangan paparan matahari yang terlalu banyak serta
kurangnya pepohonan di kampus Mrican. Untuk masalah ruangan yang telah tidak
memadai bisa dilaporkan kepada kepala fakultas/jurusan/prodi masing-masing.

ii) Rosa (BEMF Psi) : Mengapresiasi adanya ruang publik di sekitar kampus Paingan.
Hanya saja akhir-akhir ini banyak sampah yang ditinggalkan di ruang publik
tersebut. Sebaiknya dari biro yang merawat sebaiknya memberi himbauan atau
peraturan tertentu untuk penggunaan ruang publik. Untuk lift di daerah psikologi
yang terbuka di Paingan, di jam-jam tertentu menjadi terlalu crowded. Ada komplain
dari dosen-dosen tentang penggunaan lift yang menjadi umum. Jika memang akan
dibuka untuk umum sebaiknya dibuka menyeluruh, jika memang untuk dosen
sebaiknya di sama ratakan.

Tanggapan : Untuk lift sebenarnya tidak dibuka untuk umum karena dari USD
sendiri memiliki misi holistik tadi. Akan dilakukan peninjauan terhadap pembukaan
lift di daerah psikologi sendiri.

iii) Franky (BEM FKIP) : Kurangnya ruang untuk berkumpul organisasi (ruang rapat
umum). Beberapa organisasi membutuhkan ruangan untuk menampung dokumen
organisasi masing-masing.

Tanggapan : Untuk ruangan UKM maupun organisasi dari universitas sendiri masih
kekurangan ruang, hanya bisa ditindaklanjuti setelah adanya pembangunan gedung
baru. Rencananya parkiran Paingan akan menjadi indoor stadium dengan
perencanaan parkiran di lantai dasar serta tempat untuk ruang publik di sekitarnya.
Untuk organisasi yang belum memiliki ruangan sebaiknya mencari ruangan yang
memang masih kosong kemudian menghubungi WD II untuk pengurusan
permintaan ruang yang kemudian akan dilanjutkan ke biro yang mengurusnya.

1. Student Center

“Student Center sudah difungsikan secara maksimal sebagai ruang berkumpul UKM
dan organisasi mahasiswa yang ada di Universitas”

“Lingkungan di Student Center sudah nyaman dan bersih”

“Fasilitas di Student Center sudah memadai”

i) Benfa (UKM Natas) : Kenapa diberlakukan jam malam untuk student center?
Beberapa anggota pada UKM sepak bola yang tidak diijinkan oleh dosen di
fakultas/jurusan/prodi masing-masing untuk izin mengikuti lomba tersebut.

Tanggapan : Batas waktu jam malam harus dinegosiasikan. Hal ini sebenarnya
menyangkut keamanan dan keselamatan mahasiswa/i USD. Hal ini juga
dipertimbangkan dari jarak rumah atau domisili mahasiswa/i. Semakin malam,
keadaan jalan juga semakin rawan. Oleh karena itu dibuatlah jam malam ini. Perlu
kerjasama yang baik antara UKM/organisasi bersama dengan sekuriti agar ketika
ada waktu yang ingin diperpanjang sebaiknya melalui persetujuan WR III atau
sudah diberitahukan pada pihak WR III agar tidak terjadi salah paham ketika
kegiatan tersebut berlangsung lalu terjadi pengusiran,dll.

ii) Petrus (UKM Natas/PBSI) : Secara kualitas ada mahasiswa yang tidak
mendapatkan pembelajaran yang memadai karena terlalu banyak pemberian tugas
dan tidak membangun budaya belajar. Untuk student centerdan kelas, seringkali
mendapati tempat tersebut kotor dan tidak terawat. Mungkin perlu ada penanaman
budaya untuk memiliki dari masing-masing mahasiswa

Tanggapan : Untuk sistem pembelajaran akan dibahas lebih lanjut pada sarasehan
dengan rektorat. Untuk budaya memiliki ini kalau bisa diterapkan oleh setiap orang
di kampus USD. Budaya memiliki ini dapat dimulai dari kegiatan-kegiatan kecil
seperti membuang sampah pada tempatnya.

iii) Angga (Psikologi) : Untuk rencana pembangunan, bagaimana dengan parkiran


sepeda yang ada di kampus I?

Tanggapan : Sudah ada rencana dari BSP, WR II beserta pihak yang terlibat dalam
pembangunan di kampus I karena begitu banyak pertimbangan yang menyangkut
keamanan, kenyamanan dan keadaan lingkungan di sekitar kampus I Mrican saat
pembangunan nanti.
LAMPIRAN III

SUSUNAN KEPANITIAAN

Koordinator Alexander Rahma AnggaTeknik Elektro 145114024


D.

Astrid Puji Pramuningtyas PBI 131214047

Sekretaris Illona June Wahyudin Psikologi 149114117

Bendahara Armita Dwi Cahyanti Manajemen 142214027


Acara Fridolin Belnovaldo A. Akuntansi 142114083
Angelica Rivera Santoso Farmasi 148114050
Humas Aloysius Bagus Cahyadi Teknik Mesin 135214014
Devita Putri Saraswati PBI 141214079
Konsumsi Vincensia Paramita Sijabat Manajemen 142214210

Perlengkapan Totok Victor Didik Saputro P.Matematika 131414092


LAMPIRAN IV

PRESENSI PESERTA
LAMPIRAN V

LAPORAN KEUANGAN

REKAPITULASI ANGGARAN PEMASUKAN DAN PENGELUARAN

No Tanggal Keterangan Pemasukan Pengeluaran


TOTAL PEMASUKAN
1 3 Mei 2016 W1 Pencairan Dana Rp
1.572.000,00
2 3 Mei 2016 W2 Pencairan Dana Rp
803.000,00
3 9 Mei 2016 - Usaha Dana Rp
127.500,00
TOTAL PENGELUARAN
1 ... Mei 2016 A1 Kesekretariatan Rp 20.000,00
2 2 Mei 2016 – 6 Mei B1-B2 Rp 382.000,00
Humas
2016
3 8 Mei 2016 – 9 Mei C1-C7 Konsumsi Rp 2.061.000,00
4 2016 D1-D3 Lain –lain Rp 39.500,00
SUB TOTAL xRp Rp 2.502.500,00
2.502.500,00
SISA DANA -
TOTAL Rp Rp 2.502.500,00
2.502.500,00

REALISASI ANGGARAN

KESEKRETARIATAN

No Tanggal Bukti Keterangan Volume Satuan Harga Total


Nota
1 Rp
... Mei 2016 A1 Jilid Proposal 4 Buah Rp 5.000,00
20.000,00
TOTAL Rp
20.000,00
HUMAS

No Tanggal Bukti Keterangan Volume Satuan Harga Total


Nota
1 2 Mei 2016 B1 Rp
Poster 60 Lembar Rp 132.000,00
2.200,00
2 6 Mei 2016 B2 Rp
Banner 10 Meter Rp 250.000,00
25.000,00
TOTAL Rp 382.000,00

KONSUMSI

Tanggal
No Bukti Keterangan Volume Satuan Harga Total
Nota
1 C1 Gelas plastik 4 Bungkus Rp9.000,00 Rp36.000,00
2 8 Mei 2016 C1 VIT 600ML 8 Botol Rp1.300,00 Rp10.400,00
3 C1 Aqua 240ML 8 Gelas Rp600,00 Rp4.800,00
Layer Cake
4 C2 9 Bungkus Rp2.100,00 Rp18.900,00
Mocca
Layer Cake
5 C2 3 Bungkus Rp2.100,00 Rp6.300,00
Strawbery
Chocolate
6 C2 6 Bungkus Rp2.500,00 Rp15.000,00
Muffin
7 C2 Curry Puff 12 Bungkus Rp2.300,00 Rp27.600,00
9 Mei 2016
8 C2 Chicken Pastry 6 Bungkus Rp2.500,00 Rp15.000,00
9 C2 Mini Muffin Dos 2 Bungkus Rp16.000,00 Rp32.000,00
10 C2 Dus B 18 Dus Rp 0 Rp 0
11 C2 Plastik 1 Bungkus Rp 0 Rp 0
12 C3 Snack 350 Kg Rp1.000,00 Rp350.000,00
13 C4 Galon 3 Galon Rp5.000,00 Rp15.000,00
14 C5 Angkringan 250 Porsi Rp6.300,00 Rp1.530.000,00
TOTAL Rp2.061.000,00

LAIN-LAIN

Tanggal
No Bukti Keterangan Volume Satuan Harga Total
Nota
1 8 Mei 2016 D1 Perlengkapan 1 Gulung Rp16.000,00 Rp16.000,00
2 D2 Plastik 4 Bungkus Rp2.500,00 Rp10.000,00
3 9 Mei 2016 D3 Sedotan 1 Bungkus Rp1.000,00 Rp1.000,00
4 D3 Plastik 4 Bungku