Anda di halaman 1dari 10

Peran Dosen Dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Mahasiswa Program

Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan


IKIP PGRI Bojonegoro

Oleh : Ernia Duwi Saputri, S.Pd., M.H


Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
IKIP PGRI Bojonegoro

ABSTRAK.
Wawasan kebangsaan masyarakat yang tinggi sangat diperlukan bagi bangsa
Indonesia agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Kinerja yang baik dapat
tumbuh karena adanya wawasan kebangsaan yang baik pula. IKIP PGRI
Bojonegoro adalah salah satu Institut yang mempunyai Progaram studi
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan menerapkan banyak hal terkait
implementasi jiwa Nasionalisme yang selalu disampaikan setiap dosen dalam
kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah peneliti ingin mengetahui sejauh mana
sikap nasionalisme mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaan di IKIP PGRI Bojonegoro yang sering mendapatkan wawasan
kebangsaan, sehingga peneliti mengangkat judul Peran Dosen dalam menumbuhkan
jiwa Nasionalisme mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan di IKIP PGRI Bojonegoro. Berkaitan dengan hal tersebut dapat
dirumuskan masalah sejauh mana Peranan Dosen PPKn dalam Membangun
Jiwa Nasionalisme Mahasiswa Program Studi PPKn di IKIP PGRI Bojonegoro.
Tujuan dalam penelitian ini mengetahui sejauh mana Peranan Dosen PPKn dalam
Membangun Jiwa Nasionalisme Mahasiswa Program Studi PPKn di IKIP PGRI
Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan Teknik pengumpulan menggunakan metode interaktif dan metode
non interaktif. Metode interaktif meliputi wawancara mendalam dan observasi
berperan yang diperoleh dari Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan
Pancasila dan Kewaarganegaraan sedangkan metode non interaktif meliputi
observasi tak berperan, kuisioner, dan mencatat dokumen atau arsip. Kegiatan
analisis data dilakukan dengan menggunakan interactive model dan dilakukan
melalui beberapa tahapan, yaitu Reduksi data, Penyajian data, Menarik kesimpulan.

Kata Kunci : Peran Dosen, Jiwa Nasionalisme, Mahasiswa PPKn

PENDAHULUAN berperang melawan penjajah saja.


Rasa Nasionalisme pemuda Cinta terhadap tanah air juga dapat
bangsa yang semakin mengalami dikatakan nasionalisme. Karena salah
penurunan menjadi sorotan tersendiri. satu hakikat manusia sebagai makhluk
Nasionalisme tidak hanya dalam hal yang berbangsa dan bernegara adalah

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 41
mencintai bangsa dan negaranya Peran semangat dan jiwa nasionalisme
sendiri. Sebagai warga negara yang sangat penting artinya, sebagaimana
baik tak seharusnya memiliki satu pengertian Nasionalisme yang
alasan pun untuk tidak mencintai tercantum dalam Kamus Besar Bahasa
bangsanya. Bangga menjadi bagian Indonesia:”Nasionalisme adalah paham
dari bangsa Indonesia merupakan salah (ajaran) untuk mencintai bangsa dan
satu contoh ringan dalam upaya bela Negara sendiri atau kesadaran
negara. Globalisasi bisa menjadi jalan keanggotaan dalam suatu bangsa yang
yang terbuka lebar untuk setiap bangsa secara potensial atau aktual bersama-
memperkenalkan identitas dan mem sama mencapai, mempertahankan dan
banggakannya di kancah internasional. mengabdikan identitas, intregitas,
Tetapi inilah bangsa kita. Bangsa yang kemakmuran dan kekuatan bangsa,
malah mengagung-agungkan budaya semangat kebangsaan”. Wawasan
luar dan melupakan budaya bangsa Kebangsaan masyarakat yang saat ini
sendiri, seperti kata pepatah “rumput mulai mengalami penurunan. Permasa
tetangga lebih hijau”. Kita, bangsa lahan yang sedang dihadapi bangsa
Indonesia terlalu mencintai budaya indonesia tidak hanya mempengaruhi
luar, karena dimata bangsa Indonesia budaya bangsa, namun juga mempe
budaya asing lebih menarik dari pada ngaruhi rasa nasionalisme. baik di
budaya sendiri. masyarakat pada umumnya maupun di
Nasionalisme merupakan salah kalangan pemuda pada khususnya.
satu nilai luhur yang terkandung dalam Pemuda sebagai salah satu kekuatan
Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila bangsa di bidang pendidikan Indonesia
yang perlu diwariskan kepada generasi dianggap memiliki nasionalisme yang
penerus termasuk para pemuda di rendah. Hal ini disebabkan karena
sekolah. Dengan menanamkan sikap semangat kebangsaan mulai memudar.
nasionalisme, diharapkan pemuda Dari tahun ketahun rasa
tumbuh menjadi manusia pembangun nasionalisme pemuda dirasakan
an yakni generasi yang mampu semakin menurun. Misalnya dapat
mengisi dan mempertahankan dilihat dari cara pemuda yang kurang
kemerdekaan bangsa dan negaranya. mengindahkan peraturan dan tata tertib

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 42
di kampus, mahasiswa kurang disiplin maka menurunnya wawasan
terhadap waktu, kurang memelihara kebangsaan pemuda pada masa
keindahan dan kebersihan lingkungan, mendatang merupakan suatu hal yang
mahasiswa seakan-akan lupa dan tidak tidak dapat dibendung lagi oleh siapa
mengenang jasa para pahlawan, jika pun. Sebenarnya, menurunnya wawas
dulu nasionalisme kaum muda an kebangsaan dikalangan pemuda
diarahkan untuk melawan penjajah, telah banyak dirasakan oleh masyara
saat ini pemuda sebagai generasi kat, maupun kalangan pendidikan.
penerus bangsa harus mengisinya Misalnya rasa persaudaraan mahasiswa
dengan belajar dengan bersungguh- yang semakin menipis dimana
sungguh serta berusaha untuk mahasiswa bersikap acuh tak acuh
memajukan bangsa indonesia dengan terhadap mahasiswa lain. Mereka lebih
menunjukkan prestasi diri di kampus. mementingkan diri sendiri dan kelom
Sikap tidak khidmat dalam mengikuti poknya dibandingkan kepentingan
upacara bendera. Serta kurang umum, memilih-milih dalam berteman
berpartisipasi dalam kegiatan acara serta kurangnya rasa kepedulian sosial
peringatan sumpah pemuda. Maka terhadap teman sehingga kurangnya
perlu adanya upaya menanamkan, kesediaan kerelaan berkorban untuk
menumbuh kembangkan dan memeli memberikan bantuan atau sumbangan
hara Wawasan Kebangsaan masyarakat terhadap orang yang terkena musibah.
melalui sentra-sentra pendidikan seper Jika hal tersebut dibiarkan begitu saja
ti sentra keluarga, masyarakat dan maka akan semakin mengancam
sekolah. kehidupan bangsa, sebab generasi
Permasalahan yang dihadapi muda dan mahasiswa dikampus
bangsa Indonesia saat ini adalah merupakan generasi penerus bangsa
berlangsungnya pendidikan yang yang akan melanjutkan kepemimpinan
kurang bermakna bagi pembentukan yang lebih baik di masa yang akan
wawasan kebangsaan pemuda, yang datang.
berakibat merosotnya kualitas kepriba Semua orang yakin bahwa
dian dan kesadaran terhadap makna dosen memiliki andil yang sangat besar
kehidupan. Jika hal itu diabaikan, terhadap keberhasilan pembelajaran di

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 43
sekolah. Dosen sangat berperan dalam menghasilkan kinerja yang baik.
membantu perkembangan peserta didik Kinerja yang baik dapat tumbuh karena
untuk mewujudkan tujuan hidupnya adanya wawasan kebangsaan yang baik
secara optimal. Minat, bakat, pula. IKIP PGRI Bojonegoro adalah
kemampuan, dan potensi-potensi yang salah satu Institut yang mempunyai
dimiliki oleh peserta didik tidak akan Progaram studi Pendidikan Pancasila
berkembang secara optimal tanpa dan Kewarganegaraan dan menerapkan
bantuan guru. Dalam kaitan ini guru banyak hal terkait implementasi jiwa
perlu memperhatikan peserta didik Nasionalisme yang selalu disampaikan
secara individual, karena antara satu setiap dosen dalam kegiatan belajar
peserta didik dengan yang lain mengajar. Untuk itulah peneliti ingin
memiliki perbedaan yang sangat mengetahui sejauh mana sikap
mendasar. Penanaman jiwa nasionalisme mahasiswa Program
Nasionalisme Dalam setiap satuan Studi Pendidikan Pancasila dan
pendidikan merupakan hal yang sangat Kewarganegaan di IKIP PGRI
penting karena dapat menanamkan Bojonegoro yang sering mendapatkan
sikap nasionalisme pada generasi wawasan kebangsaan, sehingga peneliti
muda. Pendidikan adalah usaha sadar mengangkat judul Peran Dosen dalam
dan terencana untuk mewujudkan menumbuhkan jiwa Nasionalis me
suasana belajar dan proses mahasiswa Program Studi Pendidikan
pembelajaran agar peserta didik aktif Pancasila dan Kewarga negaraan di
mengembangkan potensi dirinya untuk IKIP PGRI Bojonegoro.
memiliki kekuatan spiritual Berkaitan dengan latar belakang
keagamaan, pengenalan diri, yang telah diuraikan maka dapat
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dirumuskan masalah sejauh mana
serta keterampilan yang diperlukan Peranan Dosen PPKn dalam
dirinya, masyarakat, bangsa dan Membangun Jiwa Nasionalisme
Negara. Mahasiswa Program Studi PPKn di IKIP
Wawasan kebangsaan masyarakat PGRI Bojonegoro. Tujuan dalam
yang tinggi sangat diperlukan bagi penelitian ini mengetahui sejauh mana
bangsa Indonesia agar dapat Peranan Dosen PPKn dalam

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 44
Membangun Jiwa Nasionalisme dari informan yaitu orang yang
Mahasiswa Program Studi PPKn di berpengaruh dalam proses perolehan
IKIP PGRI Bojonegoro. data atau bisa disebut key member yang
memegang kunci. Sumber data
METODE penelitian ini Ketua Program Studi
Jenis penelitian yang digunakan Pendidikan Pancasila dan Kewarga
dalam penelitian ini adalah deskriptif negaraan IKIP PGRI Bojonegoro,
kualitatif. Bogdan dan Taylor Dosen Program Studi Pendidikan
mendefinisikan pendekatan kualitatif, Pancasila dan Kewarga negaraan IKIP
sebagai prosedur penelitian yang PGRI Bojonegoro, Mahasiswa
menghasilkan data deskriptif berupa Program Studi Pendidikan Pancasila
kata-kata tertulis atau lisan dari orang- dan Kewarganegaraan IKIP PGRI
orang dan pelaku yang dapat diamati. Bojonegoro. Sedangkan sumber data
Penelitian deskriptif kualitatif ini Sekunder diperoleh dari SK Ketua
bertujuan untuk mendeskripsikan apa- Program Studi Pendidikan Pancasila
apa yang saat ini berlaku. Di dan Kewarganegaraan IKIP PGRI
dalamnya terdapat upaya mendeskrip Bojonegoro, RPP dan Silabus Dosen
sikan, mencatat, analisis dan meng Program Studi Pendidikan Pancasila
interpretasikan kondisi yang sekarang dan Kewarganegaraan .
ini terjadi atau ada. Dengan Teknik pengumpulan data
kata lain penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini adalah Strategi
ini bertujuan untuk memperoleh pengumpulan data dalam penelitian
informasi-informasi mengenai keada kualitatif menurut Goetz dan Lecomte
an yang ada. Metode ini digunakan dalam HB Sutopo dapat dikelompok
untuk mendiskripsikan Peran Dosen kan ke dalam dua cara yaitu dengan
dalam menumbuhkan jiwa Nasionalis metode interaktif dan metode non
me mahasiswa Program Studi interaktif. Metode interaktif meliputi
Pendidikan Pancasila dan Kewarga wawancara mendalam dan observasi
negaraan di IKIP PGRI Bojonegoro. berperan yang diperoleh dari Dosen dan
Sumber data primer dalam penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan
ini merupakan data yang diperoleh Pancasila dan Kewaarga

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 45
negaraan sedangkan metode non nilai-nilai luhur seperti yang tercermin
interaktif meliputi observasi tak dalam pancasila dan UUD 1945.
berperan, kuisioner, dan mencatat Lembaga pendidikan memiliki peranan
dokumen atau arsip. Kegiatan analisis dan tanggung jawab yang sangat penting
data dilakukan dengan menggunakan dalam mempersiapkan warga negara
interactive model dan dilakukan yang memiliki komitmen kuat dan
melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) konsisten untuk mempertahankan
Reduksi data. Kegiatan ini dilakukan NKRI. Dan perlu ditanamkan kepada
dengan mengumpulkan semua data seluruh komponen bangsa Indonesia,
yang diperoleh di lapangan (data khususnya generasi penerus bangsa.
mentah) berupa hasil wawancara para Sehingga perlu adanya peran Dosen
subjek penelitian dan pengamatan dalam menumbuhkan semangat
secara langsung di Program Studi kebangsaan, demi tercapainya cita-cita
Pendidikan Pancasila dan Kewarga dan tujuan negara Indonesia. Tujuan
negaraan IKIP PGRI Bojonegoro penanaman Jiwa Nasionalisme mahasis
dalam memperoleh data. Data atau wa adalah membentuk karakter
informasi tersebut dipilah, dirangkum mahasiswa untuk: 1. Berpikir kritis,
dan disusun secara sistematis sehingga kreatif dan rasional, terampil, berbudi
memudahkan peneliti dalam mencari pekerti luhur, dan berkaarakter, 2.
data; (2) Penyajian data. Data bertanggung jawab dan bertindak
disajikan dalam bentuk teks narasi cerdas dalam kegiatan bermasyarakat,
atau uraian yang menyerupai cerita. berbangsa dan bernegara, 3. Berkem
Bentuk narasi tersebut dimulai dari bang secara positif dan demokratis
langkah awal penelitian sampai untuk membentuk diri mahasiswa yang
peneliti mengakhiri kegiatan peneliti berkarakter indonesia, 4.
annya; (3) Menarik kesimpulan. Mengembangkan nilai-nilai luhur
seperti tercermin dalam pancasila dan
HASIL PENELITIAN UUD 1945, 5. Selalu setia, patuh
Berdasarkan hasil penelitian terhadap ideologi bangsa pancasila,
Tujuan menumbuhkan jiwa Nasionalis UUD 1945, dan Negara Kesatuan
me merupakan cara mengembangkan

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 46
Republik Indonesia yang berbhineka membangkitkan rasa bangga
Tunggal Ika. terhadap bangsa Indonesia yang
Upaya yang ditempuh dosen pada akhirnya muncul semangat
IKIP PGRI Bojonegoro untuk nasionalisme pada siswa untuk tetap
menanamkan rasa nasionalisme pada menjaga keutuhan NKRI.
mahasiswa adalah dengan cara : c. Senantiasa mengimplementasikan
a. Penguatan peran pendidik dan nilai-nilai luhur agama dan nilai-
peserta didik agar terjalin sinergi nilai dan nilai-nilai Pancasila di
antara implementasi kegiatan setiap kegiatan pembelajarannya.
transfer ilmu yang tetap d. Mengoptimalkan kegiatan
mengedepankan kualitas dengan pengembangan diri. Kegiatan ini
terwujudnya peserta didik yang merupakan kegiatan di luar jam
bermoral dan memegang teguh perkuliahan. Kegiatan ini dapat
semangat nasionalisme. Penguatan dilakukan melalui layanan
nasionalisme harus dimulai Bimbingan Konseling dan Unit
dengan mengembalikan jati diri Kegiatan Mahasiswa di Program
pelajar agar terbentuk pribadi yang Studi Pendidikan Pancasila dan
mantap dan berakhlak mulia. Kewarganegaraan. Layanan BK
b. Dalam setiap kegiatan pembelajar dapat dioptimalkan komunikasi
annya dosen menanamkan dan yang interaktif antara dosen dan
menumbuhkan sikap mencintai mahasiswa sehingga dapat
dan bangga terhadap tanah air. mengantisipasi hal-hal yang tidak
Pembiasaan penggunaan bahasa diiinginkan dari pengaruh buruk
Indonesia yang baik dan benar lingkungan. Kegiatan ekstra
dalam pergaulan sehari-hari, kurikuler diharapkan dapat
mengembangkan dan melestarikan menyalurkan minat, bakat, keman
budaya dan kesenian daerah dan dirian, kemampuan bermasyarakat,
menanamkan rasa bangga terhadap beragama, dan memecahkan
produk dalam negeri dibandingkan masalah.
dengan produk luar negeri Kemudian peran dosen dalam
diharapkan akan mampu menanamkan jiwa Nasionalisme

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 47
untuk membentuk mahasiswa Menjunjung tinggi hukum dan
yang cerdas, terampil, berbudi pemerintahan karena Sebagai seorang
pekerti luhur, berkarakter, yang terpelajar tentu kita tahu mana
memiliki kepekaan dan kepedulian yang boleh dilakukan dan mana yang
terhadap lingkungan serta setia bertentangan dengan hukum dan juga
terhadap bangsa dan negara kita tahu konsekuensi yang harus kita
indonesia, patuh terhadap hadapi jika kita melanggar aturan
peraturan dengan merefleksikan hukum, Berpartisipasi aktif dalam
dirinya dalam kebiasaan dan pembangunan nasional, Menjaga
berfikir, bertindak atau berbuat kebersihan dan kesehatan lingkungan
sesuai dengan amanat Pancasila sekitar, Menciptakan kerukunan umat
dan UUD 1945. Temuan beragama, Memelihara nilai–nilai
penelitian tersebut sudah sesuai positif (hidup rukun, gotong royong,
dengan yang diungkapkan oleh dll).
Warlim yang menyatakan bahwa
KESIMPULAN
Bangsa Indonesia mempunyai
Dari hasil penelitian dan
Wawasan Kebangsaan yang sesuai pembahasan, bahwa dari tahun ketahun
dengan nilai-nilai Pancasila. rasa nasionalisme pemuda dirasakan
Berdasarkan nilai tersebut Bangsa
semakin menurun. Misalnya dapat
Indonesia memiliki cara pandang dilihat dari cara pemuda yang kurang
untuk bertindak dan melangkah mengindahkan peraturan dan tata tertib
kedepan dalam mencapai tujuan di kampus, mahasiswa kurang disiplin
nasional. terhadap waktu, kurang memelihara
Dari penelitian yang dilakukan keindahan dan kebersihan lingkungan,
yang diperoleh dari quisioner yang mahasiswa seakan-akan lupa dan tidak
diberikan kepada mahasiswa Program mengenang jasa para pahlawan, jika
studi Pendidikan Pancasila dan dulu nasionalisme kaum muda
Kewarganegaraan IKIP PGRI diarahkan untuk melawan penjajah,
Bojonegoro dapat disimpulkan bahwa saat ini pemuda sebagai generasi
Contoh-contoh sikap nasionalisme penerus bangsa harus mengisinya
yang dilakukan oleh mahasiswa adalah

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 48
dengan belajar dengan bersungguh- Republik Indonesia yang berbhineka
sungguh serta berusaha untuk Tunggal Ika.
memajukan bangsa indonesia dengan Untuk menjadi bangsa yang
menunjukkan prestasi diri di kampus. besar, bangsa Indonesia harus
Sikap tidak khidmat dalam mengikuti menanamkan sikap nasionalisme sejak
upacara bendera. Serta kurang dini, sejak kecil, atau sejak masa sekolah
berpartisipasi dalam kegiatan acara dasar. Karena jika sikap nasionalisme
peringatan sumpah pemuda. Maka terlambat diimplementasi kan kepada
perlu adanya upaya menanamkan, bangsa Indonesia, bangsa Indonesia
menumbuh kembangkan dan memeli telah kehilangan generasi muda yang
hara Wawasan Kebangsaan masyarakat rendah akan sikap nasionalisme. Maka
melalui sentra-sentra pendidikan untuk menang gulangi masalah tersebut
seperti sentra keluarga, masyarakat dan dan untuk menambah rasa nasionalisme
sekolah. bangsa Indonesia adalah dengan dilatih
Dosen mempunyai peran yang tentang sikap-sikap yang baik sesuai
sangat penting dalam menumbuhkan dengan nilai-nilai dari Pancasila, tidak
jiwa nasionalisme mahasiswa karena mengajarkan hal-hal yang melanggar
dengan penanaman jiwa Nasionalisme nilai-nilai Pancasila, menanamkan rasa
mahasiswa Berpikir kritis, kreatif dan cinta tanah air sejak dini, dan memberi
rasional, terampil, berbudi pekerti penyuluhan kepada seluruh bangsa
luhur, dan berkaarakter, bertanggung Indonesia akan pentingnya
jawab dan bertindak cerdas dalam nasionalisme terhadap masa depan
kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bangsa Indonesia.
bernegara, Berkembang secara positif
DAFTAR PUSTAKA
dan demokratis untuk membentuk diri
mahasiswa yang berkarakter Abdullah, Taufik. 2001. Nasionalisme
& Sejarah. Bandung : Satya
indonesia, Mengembangkan nilai-nilai Historika.
luhur seperti tercermin dalam pancasila
Imam Suprayogo, Tobroni, Metode
dan UUD 1945, Selalu setia, patuh Penelitian Sosial Agama cet. 1,
terhadap ideologi bangsa pancasila,
UUD 1945, dan Negara Kesatuan

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 49
Bandung : Remaja Rosdakarya, Rasa Nasionalisme (online),
2001. (http://penanamanrasanasionali
sme.blogspot.
Sudarto, Metodologi Penelitian com/2011/11/penanaman-rasa-
Filsafat, Jakarta : Raja Grafindo nasionalisme.html, diakses 31
Persada, 1995. Desember 2012)
Tanty Erlianingsih. 2012.
HB.Soetopo, Metodologi Penelitian Menumbuhkan Semangat
Kualitatif Dasar Teori dan Nasionalisme dalam Bingkai
Terapannya Dalam Penelitian, Pendidikan Karakter (online),
Universitas Sebelas Maret (http://www.lazuardibirru.org/g
Press, Surakarta, 2002,. urupencerah/ kolom-
gurupencerah/menumbuhkan-
Moleong, Lexy. 2005. Metodologi semangat-nasionalisme-dalam-
Penelitian Kualitatif. Bandung: bingkai-pendidikan-karakter/,
PT Remaja Rosdakarya. diakses 31 Desember 2011)

Smith, Anthony D. 2012. Nasionalisme Puri Wijayanti . 2015 Peran Guru PKn
Teori Ideologi Sejarah. Jakarta: dalam mengembangkan
Erlangga. karakter Nasionalisme pada
peserta didik..
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian
Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Ican Nove Ainun Najib. Penanaman
Kualitatif, dan R&D) Bandung: sikap Nasionalisme melalui
Alfabeta. mata pelajaran muata lokal
wawasan kebangsaan pada
Undang – undang Nomor 20 tahun siswa kelas VIII Di SMP 1
2003 tentang Sistem Nglegok Kabupaten Blitar.
Pendidikan Nasional. Jurnal pendidikan
Kewarganegaraan Vol.2, No.1
Sely Setyawati Sekartaji. 2011. Universitas Negeri Malang
Penanaman Rasa 2013.
Nasionalisme: Menumbuhkan

Media Prestasi Vol. XVII No.1 Juni 2016 /ISSN 1979 - 9225 50