Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOUS (SLE)


DI RUANG PANDANWANGI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Disusun Oleh:
Kelompok C1-3
Nama Anggota Kelompok :
Mey Selvi Yanti, S.Kep NIM. 131723143002
Leli Ika Hariyati, S.Kep NIM. 131723143008
Nadhifatul Kamilah, S.Kep. NIM. 131723143016
Rani Dwi S, S. Kep NIM. 131723143012
Friska Novita W.H, S.Kep NIM. 131723143020
Achmad Eko Wibowo, S.Kep NIM. 131723143018
Anis Taslim, S.Kep NIM. 131723143025
Erwin Purwanto, S. kep NIM. 131723143032
Tutik Kurniati, S. Kep NIM. 131723143092
Ahmad Asyaroful Anam, S. Kep NIM. 131723143036
Rina Afriani, S. Kep NIM. 131723143043

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang Studi : Manajemen Keperawatan.


Tema : Sistemik Lupus Eritematous (SLE)
Sasaran : Keluarga Pasien di Ruang Pandanwangi
Tempat : Ruang Tunggu Pandanwangi
Waktu : 35 menit
Hari/Tanggal/jam : Kamis, 13 Sepember 2018/jam 10.00

I. Tujuan Instruksional Umum


setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga pasien di ruang
Pandanwangi memahami tentang sistemik lupus eritematous (SLE).
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 35 menit tentang myastemia gravis, diharapkan
keluarga mampu:
1. Menjelaskan kembali pengertian sistemik lupus eritematous (SLE).
2. Menjelaskan kembali klasifikasi sistemik lupus eritematous (SLE).
3. Menjelaskan kembali etiologi sistemik lupus eritematous (SLE).
4. Menjelaskan kembali manifestasi dan gejala sistemik lupus eritematous (SLE).
5. Menjelaskan kembali komplikasi dari SLE.
6. Menjelaskan kembali pencegahan dari SLE.
7. Menjelaskan pengobatan di rumah penderita SLE.

III. Metode
a. Demonstrasi
b. Tanya Jawab
IV. Media
a. Leaflet
V. Materi
1. Pengertian SLE.
2. Klasifikasi SLE.
3. Etiologi SLE.
4. Manifestasi dan gejala SLE.
5. Komplikasi dari SLE.
6. Pencegahan dari SLE.
7. Pengobatan di rumah penderita SLE.
VI. Pelaksanaan
KEGIATAN
NO. WAKTU KEGIATAN PESERTA
PENYULUHAN
1. 2 menit Pembukaan
1. Penyampaian salam 1. Membalas salam
2. Perkenalan 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan topik 3. Mendengarkan
penyuluhan
4. Menjelaskan tujuan 4. Mendengarkan
5. Kontrak waktu 5. Mendengarkan dan
menyetujui
2. 25 menit Penyajian materi
1. Pengertian SLE. 1. Menjawab pertanyaan dan
mengemukakan pendapat
2. Klasifikasi SLE. 2. Memperhatikan dan
mendengarkan

3. Etiologi SLE. 3. Memperhatikan dan


mendengarkan
4. Memperhatikan dan
4. Manifestasi dan
mendengarkan
gejala SLE.

5. Komplikasi dari 5. Memperhatikan dan


SLE. mendengarkan
6. Pencegahan dari 6. Memperhatikan dan
SLE. mendengarkan
7. Pengobatan di 7. Memperhatikan dan
rumah penderita
SLE. mendengarkan

3. 10 menit Evaluasi
1. Mengevaluasi 1. Menjawab pertanyaan
kembali
pengetahuan peserta
mengenai materi
yang telah
disampaikan
4. 3 menit Terminasi
1. Menyimpulkan hasil 1. Memperhatikan dan
penyuluhan mendengarkan
2. Mengucapkan 2. Memperhatikan dan
terima kasih mendengarkan
3. Mengakhiri dengan 3. Menjawab salam
salam

VII. Pengorganisasian
1. Moderator : Anis Taslim, S.Kep.
2. Penyaji : Ahmad Asyroful Anam, S. Kep.
3. Fasilitatator : Leli ika, S.Kep; Nadhifatul Kamilah,S. Kep; Friska
Novita, S. Kep; Achmad eko wibowo, S. Kep; Tuti Kurniati, S. Kep;
Rina A, S. Kep; Rani Dwi S, Kep.
4. Observer : Mey Selvi, S. Kep..
5. Notulen : Erwin Purwanto, S. Kep.

VIII. Setting Tempat

Keterangan :

: Moderator
: Penyuluh : Audiens

: Moderator : Fasilitator

Uraian tugas
Moderator : Membuka dan memimpin jalanya acara dimulai dari pembukaan,
penyampaian materi, evaluasi, dan yang terakhir terminasi.
Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan yang dimulai dari menggali
pengetahuan peserta tentang mobilisasi pasca operasi dan sesi
diskusi (tanya jawab).
Fasilitator : Memfasilitasi jalanya acara penyuluhan agar dapat berjalan dengan
baik.
Observer : Mengobservasi jalannya acara penyuluhan dari awal sampai akhir,
mengobservasi performa penyuluh, mencatat pertanyaan dan
mengobservasi keantusiasan peserta penyuluhan.
IX. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
- Kesiapan materi
- Kesiapan SAP
- Kesiapan media: Leaflet
- Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa
- Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
- Peserta hadir ditempat penyuluhan
- Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Pandanwangi RSUD Dr. Soetomo
- Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan pada hari sebelumnya.
b. Evaluasi Proses
- Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
- Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan oleh penyaji
- Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
- Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
- Suasana penyuluhan tertib
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
c. Evaluasi Hasil
- Peserta yang hadir sesuai jumlah absensi kehadiran
- Peserta memahami materi yang telah disampaikan oleh penyaji
- Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab pertanyaan dengan benar
yang diajukan penyaji tentang sistemik lupus eritematous (SLE).
MATERI PENYULUHAN
SLE ( sistemic lupus erithrmatosus )

A. Pengertian Lupus

Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh


manusia. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit autoimune. Penyakit
terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh
manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari
masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh
pemiliknya. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis
Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus
Erythematosus (SLE) dalam bahasa Inggiris. Lupus jenis ini lebih dikenal dan
sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman
tentang penyakit ini di kalangan umum. Selain jenis tersebut, terdapat
beberapa jenis penyakit lupus lainnya, seperti neonatal (lupus yang terjadi
pada bayi), dan; drug inducted lupus (lupus yang disebabkan oleh
penggunaan obat)

B. Tanda Dan Gejala Lupus

Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :


1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan
pencernaan.
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi,
mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah
menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan
kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka
wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai
mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh
penyakit SLE ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

C. Penyebab Lupus

1. Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi
penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai
keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5%
bayi yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar
identik, kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar
tersebut.
2. Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya :
infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan
penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat
tertentu.
3. Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih sering
terkena penyakit lupus dibandingkan dengan laki-laki. Meningkatnya
angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau
selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon, khususnya
ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi hingga
kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi penyebab besarnya
prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan
meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
4. Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat memperburuk
gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari memiliki
banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi autoimmune.
Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada malam hari.
Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah
pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan
matahari. Teriknya sinar matahari di negara tropis seperti Indonesia,
merupakan faktor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang peka
terhadap sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak
kemerahan di bagian muka.kepekaan terhadap sinar matahari
(photosensitivity) sebagai reaksi kulit yang tidak normal terhadap sinar
matahari.

D. Jenis-Jenis Lupus

Jenis-jenis penyakit Lupus ada 3 yaitu :


1. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit!
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala,
ruam di sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada
Lupus jenis ini dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada
discoid lupus hasil biopsi akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan
pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini pada umumnya tidak melibatkan organ-
organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu, tes ANA (pemeriksaan darah yang
digunakan untuk mengetahui keberadaan sistemik lupus – hasilnya bisa saja
bersifat negatif pada pasien pengidap discoid lupus. Akan tetapi pada
sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil pemeriksaan ANA-
nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang rendah. 10% pasien
Discoid dapat menjadi SLE.
2. Drug-Induced Lupus – lupus yang timbul akibat efek samping obat.
Pada lupus jenis ini baru muncul setelah odapus menggunakan jenis
obat tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Ada 38 jenis obat yang dapat
menyebabkan Drug Induced. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi
DIL adalah akibat penggunaan obat-obatan hydralazine( untuk mengobati
darah tinggi ) dan procainamide ( untuk mengobati detak jantung yang tidak
teratur ). Tapi tidak semua penderita yang menggunakan obat-obatan ini akan
berkembang menjadi drug induced Lupus, hanya sekitar 4% orang-orang
yang menggunakan obat-obatan tersebut yang akan berkembang menjadi drug
induced dan gejala akan mereda apabila obat-obatan tersebut
dihentikan.Gejala dari drug-induced lupus (DIL) serupa dengan sistemik
lupus. Umumnya gejala akan hilang dalam jangka waktu 6 bulan setelah obat
dihentikan. Pemeriksaan Tes AntiNuclear Antibody ( ANA ) dapat tetap
positif.
a. Sistemic Lupus Erythematosus.

Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus – karena


gejalanya menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien Lupus.
Pada sebagian orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena , akan tetapi
pada sebagian pasien lupus lainnya menyerang organ vital organ: Jantung –
Paru, Ginjal, Syaraf, Otak.

E. Cara Pencegahan Lupus

Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan


sinar matahari secara langung dan berkelebihan. Selain itu anda juga harus
berganti pola hidup anda dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang
teratur mengganti menu makanan anda dengan di banyaki sayuran dan buah-
buahan. Dalam makanan sendiri anda juga harus memperhatikan
kandungannya, untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang
mengandung banyak vitamin D dan protein. Selain itu waspadai juga
penyakit yang menyerang bagian pencernaan, namun karena penyakit ini
termasuk penyakit genetik sehingga ada juga yang di sebabkan oleh
keturunan. Secara ringkas, dapat disebutkan cara pencegahan penyakit Lupus
ialah :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.

F. Penatalaksanaan Lupus
Sampai saat ini SLE belum dapat disembuhkan dengan sempurna namun
pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang
mungkin terjadi .Dalam garis besar penatalaksanaan sle dibagi menjadi 2
yaitu :
1. Non farmakologis

a. Istirahat

Kegiatan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan kekambuhan


pada Lupus. Tidur malam 8 sampai 10 jam sehari, sangat dianjurkan,
ditambah dengan tidur sore sebentar dan istirahat sejenak diwaktu siang
hari. Pada lupus yang sedang fit, dianjurkan melakukan olahraga, tapi yang
tidak terlalu berat.
b. Menghindari Stress emosional

Ternyata stres psikis dapat menyebabkan Lupus kambuh. Hal ini


harus pula diketahui orang-orang terdekat odapus. Jika Lupus sedang
mempunyai beban pikiran, sebaiknya dibicarakan dengan orang terdekat,
atau dengan dokter yang merawat. Curhat akan sedikit banyak mengurangi
beban pikiran. Bergabunglah dengan perkumpulan pasien lupus di kota
anda, sehingga anda dapat banyak bertemu dengan sesama Lupus dan akan
saling meringankan beban masing-masing. Misalnya di Jakarta, ada
Yayasan Lupus Indonesia, di Bandung ada Yayasan Syamsi Dhuha, di
Yogyakarta ada Warung Lupus, di Malang ada Perhimpunan PARAHITA,
di Surabaya ada Yayasan Lupus Indonesia Cabang Surabaya.

c. Menghindari kontak dan dengan matahari dan perubahan cuaca .

Lupus akan mudah kambuh jika terpapar cukup lama dengan sinar
UV dari matahari, sehingga mereka harus menghindarinya terutama dari
jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Bagaimana caranya? Pakailah baju panjang
yang menutupi tubuh, topi, payung, krim sunblock dengan SPF minimal
15 (namun paling baik dengan SPF 30)
d. diet

Tidak ada makanan yang secara khusus dilarang apa Lupus, namun
adalah bijaksana jika tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung
bahan pengawet atau pewarna yang bukan untuk makanan. Juga jika ada
masalah dengan ginjal, jantung, dll, maka akan ada pembatasan cairan
yang diminum, garam, lemak dll, yang harus dibicarakan lebih lanjut
dengan dokter atau ahli gizi. Lupus juga rentan untuk terjadinya
osteoporosis, karena salah satu obat Lupus adalah golongan steroid
(prednison, methyl prednisolon, deksametason) yang salah satu efek
sampingnya adalah osteoporosis
2. Farmakologis

a. Obat ains digunakan untuk kelainan muskoloskeletal berupa atralgia,


arthritis ,dan mialgia serta kelainan sistemik seperti demam dan
serositis
b. Obat anti malaria
Untuk mengatasi kelainan kulit dan atrithis hidroklorokuin dosis 2-
3×100 mg/hari membaik dalam beberapa minggu tetapi terdapat
efeksamping terutama pada mata infiltrasi kornea (reversible)dan
retinopaty berifat (ireversible)disertai dengan kebuataan sehingga
dianjurkan pemeriksaan mata setiap 3 bulan sekali
c. Kortikosteroid
Mempunyai khasiat untuk anti inflamasi yang kuat dan mampu
mencegah radang tetapi memiliki efek samping seperti:
- Dosis tinggi > cushing sindrome, peningkatan berat badan,
penyembuha luka terganggu, osteoporosis, risiko infeksi meningkat,
katarak
- Ekserbasi oleh terapi> hipertensi,intoleransi glukosa
- Kadang-kadang> perlemakan hati nekrosis
- Keadaan dimana memerlukan > gejala susunan saraf pusat,
perikarditis ,miokarditis anemia hemolitik
d. Obat imunosupressif

Indikasi utama nefritis lupus yang dikombinasikan dengan


kortikosteroid. Jenis yang sering dipakai azatioprin dan siklofosfamid.
Efek samping yang ditimbulkan obat : penekanan sumsum tulang dan
peningkatan keganasan
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito and Moyet, 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Edisi 10.
Jakarta:EGC

Kowalak. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC

Nanda Internasional. 2012. Diagnosis Keperawatan. Jakarta:EGC

Smeltzer. Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah


Brunner &Suddarth. Edisi 8. Volume 3. Jakarta : EGC.
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

Tempat: Ruang Pandanwangi


Hari/tanggal : jumat, 14 September 2018
Jam/Waktu : 10.00-10.35 / 35 menit

No Nama peserta Alamat TTD


1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN MAHASISWA
PROGRAM PENDIDIKAN NERS FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

Kriteria Stuktur √ Kriteria Proses √ Kritera Hasil √


a. Kontrak waktu dan Pembukaan: a. Peserta hadir
b. Acara dimulai
tempat diberikan a. Mengucapkan salam dan
tepat waktu
satu hari sebelum memperkenalkan diri
c. Peserta mengikuti
acara dilakukan b. Menyampaikan tujuan dan
acara sesuai
b. Pengumpulan SAP maksud penyuluhan
dengan aturan
dilakukan satu hari c. Menjelaskan kontrak waktu dan
yang disepakati
sebelum mekanisme d. Peserta
pelaksanaan d. Menyebutkan materi penyuluhan memahami
penyuluhan Pelaksanaan: materi yang telah
c. Peserta hadir pada e. Menggali pengetahuan dan disampaikan dan
tempat yang telah Pengalaman sasaran penyuluhan menjawab
ditentukan tentang SLE. pertanyaan
d. Pengorganisasian f. Menjelaskan materi penyuluhan dengan benar
penyelenggaraan berupa :
penyuluhan 8. Pengertian SLE.
9. Klasifikasi SLE.
dilakukan sebelum
10. Etiologi SLE.
dan saat penyuluhan
11. Manifestasi dan gejala SLE.
dilaksanakan
12. Penatalaksanaan dari SLE.
13. Pencegahan dari SLE.
Pengorganisasian
g. Memberikan kesempatan kepada
penyelenggaraan
sasaran penyuluhan untuk
penyuluhan dilakukan
mengajukan pertanyaan mengenai
sebelum dan saat
materi yang disampaikan
penyuluhan
h. Menjawab pertanyaan yang
dilaksanakan
diajukan oleh peserta penyuluhan
i. Peserta antusias dalam mengikuti
penyuluhan
j. Peserta mendengarkan dan
memperhatikan penyuluhan
dengan seksama

Catatan Evaluasi :

Surabaya,14 September 2018


Observer

(..................................................)
LEMBAR NOTULEN

Kegiatan : Penyuluhan SLE.


Topik : SLE.
Hari, Tanggal : Jumat, 14 September 2018
Tempat: Ruang Pandanwangi RSUD DR Soetomo Surabaya
Waktu : 35 menit

Kegiatan Diskusi

1. Nama Penanya
................................................................................................................................................
Pertanyaan
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Jawaban
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Nama Penanya
................................................................................................................................................
Pertanyaan
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Jawaban
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Nama Penanya
................................................................................................................................................
Pertanyaan
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Jawaban
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

Surabaya, 14 September 2018


Notulen

(..................................................)