Anda di halaman 1dari 5

PROTOKOL BSE

A. Physical Examination (PE)


Tabel pemeriksaan terlampir
B. Pengamatan Organ Reproduksi
1. Penis
Lakukan pengamatan pada testis, apakah testis turun ke scrotum atau tidak
(Normal/Monorchid/Criptorchid)
2. Palpasi testis apakah terdapat luka trauma atau kebengkakan
3. Lakukan pengukuran scrotum (diameter)
C. Penyiapan Vagina Buatan
1. Alat dan Bahan
a. Tabung vagina buatan dengan panjang 40-45 cm dilengkapi dengan
pentil udara Inner Liner dari bahan karet
b. Coen dari bahan karet penghubung tabung vagina dan tabung semen
c. Tabung semen berslaka dari gelas atau plastik
d. Sarung pelindung
e. Pelicin steril (KY Jelly)
f. Thermometer
g. Stik pelicin
2. Cara Menyiapkan Vagina Buatan
a. Pasang Inner Liner dalam selongsong karet tebal kemudian diikat kuat
dengan karet pengikat pada kedua ujungnya
b. Pasang corong karet pada bagian ujung vagina buatan yang paling dekat
dengan klep air panas
c. Pasang tabung penampung dan ikat secara kuat dengan karet pengikat
pada pangkal corong karet
d. Siapkan air panas atau campurkan air panas dan air dingin dengan suhu
mencapai 50-55° C
e. Masukkan air hangat melalui klep air panas sampai 3/4 tutup klep air
panas kemudian buka klep udara dan pompakan udara vagina buatan
f. Beri pelicin (KY Jelly) pada vagina buatan sampai maksimal 1/3 bagian
depan vagina buatan menggunakan tongkat khusus atau menggunakan
alat termometer
D. Cara Menampung Semen dengan Vagina Buatan
1. Tempat kan sapi (betina) pemancing pada kandang jepit (service crate)
2. Dekatkan jantan dengan betina dan biarkan sapi/domba jantan melakukan
percumbuan
3. Kolektor semen berdiri disamping kanan sejajar dengan bagian belakang sapi
betina dan vagina buatan dipegang pada tangan kana dengan posisi 45°
4. Pada saat sapi jantan mounting pertama kali pegang preputium dengan
telapak tangan kiri dan penis diarahkan ke samping (false mount)
5. Sapi/domba pejantan menaiki betina untuk kedua kalinya arakan dan
sentuhkan ujung penis ke mulut vagina buatan
6. Penis akan intromisi dan sapi/domba akan ejakulasi yang ditandai suatu
dorongan yang cepat kedepan
7. Setelah ejakulasi penis akan tetap di vagina buatan dan diikuti sampai turun
kemudian tarik vagina buatan secara perlahan lepas dari penis

MHLF Project
8. Putar vagina buatan seperti angka 8 agar semen turun semua ke tabung
penampung
9. Lepaskan tabung penampung semen dan berikan kode jantan dan ejakulat
10. Tempatkan pada termos tertutup dan hangan serta segera bawa ke
laboratorium untuk di evaluasi
E. Evaluasi Semen dan Spermatozoa
Dilakukan di laboratorium

EVALUASI SEMEN DAN SPERMATOZOA

A. Volume
Lihat lansung pada skala dalam tabung atau gunakan pipet ukur (disertai pipet
filler/bulb) yang sesuai karakteristik volume semennya
B. Kekentalan/Konsistensi
Cara Menguji
Miringkan tabung semen dan kembalikan ke posisi semula.
a. Konsistensi Encer : Semen akan segera kembali ke dasar tabung
b. Konsistensi Sedang : Semen akan kembali ke dasar tabung dengan
kecepatan yang lebih lama dibandingkan konsistensi encer dan semen
masih menempel di dinding tabung
c. Konsistensi Kental : Semen kembali ke dasar tabung secara perlahan dan
semen menyisakan sebagian di pinggir tabung
d. Konsistensi Sangat Kental : Semen kembali ke dasar tabung secara
perlahan dan menyisakan sebgian besar semen di pinggir tabung
C. Warna
Amati secara umum warna Normal semen
a. Putih keruh
b. Putih susu
c. Krem
d. Krem kekuningan
e. Putih ke abu-abuan
D. pH
a. pH meter (kalibrasi alat sebelum digunakan)
b. pH Special Indicator Paper (gunakan range 6.4-8)
E. Bau
Lakukan pengipasan ke arah hidung menggunakan tangan

MIKROSKOPIK

A. Gerakan Spermatozoa
a. Gerakan Massa
Cara membuat preparat :
Satu tetes semen diletakkan pada gelas objek yang bersih dan hangat,
tetesan semen tidak terlalu cembung agar dapat ditembus cahaya
mikroskop (pembesaran 10x10)

MHLF Project
Penilaian : Mengamati tebal tipisnya awan dan kecepatan gelombang
I. Positif 3 (+++) : Gelombang massa tebal dan cepat berpindah tempat
II. Positif 2 (++) : Gelombang massa tebal tetapi lambat berpindah tempat
atau gelombang massa sedang tetapi cepat berpindah tempat
III. Positif 1 (+) : Gelombang massa tipis dan lambat berpindah tempat
IV. Negatif (-) : Tidak ada gelombang massa
b. Gerakan Individu dan Motilitas Progresif
Cara membuat preparat
1. Ambil satu tetes semen dan letakkan diatas gelas objek
2. Tambahkan larutan fisiologik sesuai karakteristik semennya ( Sapi 1:4-5,
domba 1:8-10), homogenkan kedua larutan
3. Ambil satu tetes larutan campuran dan tutup dengan gelas penutup
Penilaian
I. Penilaian dilakukan melalui beberapa lapang pandang (5-10)
pembesaran 10x40
II. Motilitas progresif yaitu melihat perbandingan presentasi motilitas (%)
III. Gerak individu (Velosity) kecepatan spermatozoa bergerak ke depan
penilaian dengan skor 1-5

B. Konsentrasi Spermatozoa
a. Estimasi/Taksiran
Cara membuat preparat
Teteskan semen satu tetes diatas gelas objek dan tutp dengan gelas penutup
amati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10x10
Penilaian :
I. Densun : Jarak Antar Kepala (JAK) satu dengan kepala spermatozoa
lainnya < panjang 1 kepala (padat) konsentrasi ≥ 1000x10^6
II. Semi Densun (SD) : JAK spermatozoa 1 dan kepala spermotozoa
lainnya adalah 1-1½ kepala. Konsentrasi spermatozoa per mL adalah ≥
500-1000x10^6
III. Rarum (R) : JAK spermatozoa 1 dan kepala spermatozoa lainnya adalah
1½-1 ekor panjang spermotozoa. Konsentrasi spermatozoa per mL
adalah ≥200-500x10^6
b. Neubauer Chamber
Cara membuat preparat
1. Buat pengenceran : Semen sapi 1:200 (5 μL semen : 995 μL pengencer)
semen domba 1;500 (2 μL semen : 998 μL pengencer)
2. Ambil pengencer sesuai jumlah yang diinginkan masukkan kedalam
tabung effendorf
3. Ambil semen sesuai dengan karakteristik semen yang akan dihitung
4. Lap bagian luar dari mikropipet tips
5. Masukkan semen ke dalam cairan pengencer didalam tabung effendorf
6. Bilas berkali kali agar seluruh semen yang ada dalam mikrotip masuk di
dalam larutan pengencer
7. Homogenkan larutan pengencer dengan semen sengan cara memutar
tabung effendorf seperti angka 8
8. Siapkan chounting chamber dan tutup menggunakan gelas penutup
khusus hemositometer
9. Pastikan gelas penutup menempel rapat pada chounting chamber

MHLF Project
10. Masukkan 8-10 μL semen yang telah diencerkan kedalam counting
chamber
11. Hitung semen yang ada dalam counting chamber sesuai aturan
Penilaian
I. Hitung 5 kotak besar dalam kamar hitung
II. Hitung setiap 16 kotak kecil dalam kotak besar
III. Kepala spermatozoa didalam kotak dihitung 1, sedangkan kepala
spermotozoa yang dibatas garis dinilai ½ atau hanya dihitung dari 2 sis
yaitu samping kiri dan bawah
IV. Sperma sel/mL = N x 5 x Faktor Pengenceran x 10000

C. Viabilitas dan Morfologi Spermatozoa


Cara membuat preparat :
1. Sediakan 3 gelas objek yang baru, bersih dan bebas dari lemak (bersihkan
dengan alkohol dan lap dengan tissue)
2. Teteskan Eosin 2% atau eosin nigrosin campurkan sedikit semen
(menggunakan gelas pengaduk)
3. Perbandingan antara larutan pewarna dan semen disesuaikan denga
karakteristik semen (1:3-4 untuk sapi, 1:10 untuk domba)
4. Homogenkan campuran larutan secara cepat
5. Ambil gelas objek kedua singgungkan ujungnya pada campuran sebelumnya
lalu buat preparat ulas pada gelas objek ketiga
6. Keringkan di bunsen atau heating table (10-15 detik)
Penilaian
I. Viabilitas : amati kepala spermatozoa. Kepala yang tidak terwarnai
merupakan spermatozoa hidup dan yang terwarnai merupakan spermatozoa
mati
II. Amati morfologi spermatozoa
III. Viabilitas dan morfologi diamati dalam 10 lapang pandang atau
minimal >200 sel

PEMBUATAN BAHAN PENGENCER

A. Tris + Kuning Telur (KT)


1. Buffer tris
Tris Hydroxymethyl aminomethane (g) : 3.028
Fruktosa (g) : 1.25
Asam sitrat (g) : 1.7
Aquadest (mL) : 100

2. Penyiapan kuning telur


Buffer tris : Kuning telur = 4:1 (80% : 20%)

B. Na sitrat + Kuning Telur (KT)


1. Sitrat Buffer
Na sitrat (g) : 2.9
Aquadest (mL) : 100

MHLF Project
Sitrat buffer : Kuning telur = 4:1 (80% : 20%)

2. Sitrat Fruktosa Buffer B


Na sitrat (g) : 2.32
Fruktosa (g) : 1.25
Aquadest (mL) : 100

Sitrat fruktosa buffer B : Kuning telur = 4:1 (80% : 20%)

RUMUS TOTAL PENGENCERAN

Volume Total = Volume semen x Konsentrasi x %SM


Dosis IB (jumlah sel/satuan vol)

DOSIS ANTIBIOTIK

Penisilin : 500-1000 IU/mL semen cair


Streptomicyn : 0.5-1 mg/mL semen cair

Persiapan Stock Antibiotik


Buatlah stock antibiotik (pengenceran beri tanda di label antibiotik sesuai
pengencerannya)

MHLF Project