Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP NYERI SENDI KAKI

PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA NUSA INDAH 43


DESA KARANG ANYAR KECAMATAN AMBULU
KABUPATEN JEMBER

Oleh:
¹Rizal Try Wahyuono, ²Teguh Hari Santosa, ³ Cahya Tri Bagus H
Universitas Muhammadiyah Jember
Jl. Karimata 49 Jember Telp: (0331) 332240 Fax: (0331) 337957
Email: fikes@unmuhjember.ac.id Website: http://fikes.unmuhjember.ac.id
Rizaltryw@gmail.com

ABSTRAK

Pada era globalisasi saat ini penyakit tidak menular mengalami peningkatan, salah
satunya yaitu Rematik. Senam Rematik adalah suatu metode yang baik untuk
pencegahan dan meringankan gejala gejala rematik serta berfungsi sebagai terapi
tambahan terhadap pasien rematik dalam fase tenang. Salah satu cara untuk
mengurangi rasa nyeri sendi kaki pada penderita rematik adalah dengan
melakukan senam rematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh senam rematik terhadap nyeri sendi kaki pada lansia di Posyandu Lansia
Nusa Indah 43 Desa Karang Anyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember.
Metode penelitian ini adalah experiment dengan menggunakan analisis wilcoxon.
Dari hasil analisis diperoleh nilai p= 0,000. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh
yang signifikan dalam pemberian senam rematik terhadap nyeri sendi kaki pada
lansia di Posyandu Lansia Nusa Indah 43. Sedangkan tehnik sampling yang
digunakan total sampling). Data dianalisa secara statistic dengan menggunakan
rumus uji wilcoxon signed rank test. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa
tenaga kesehatan di Ambulu harus berupaya mengaplikasikan senam rematik
secara teratur pada pasien yang menderita rematik untuk menurunkan rasa nyeri
sendi kaki.

Kata Kunci : Senam Rematik, Nyeri Sendi Kaki, Lansia


Daftar Pustaka : 24 (2001-2015)

1
THE EFFECT OF EXERCISE RHEUMATISM WITH DECREASE OF
JOINT FEET PAIN ON ELDERLY IN POSYANDU LANSIA NUSA 43
KARANG ANYAR VILLAGE KECAMATAN AMBULU
KABUPATEN JEMBER

By:
¹Rizal Try Wahyuono, ²Teguh Hari Santosa, ³ Cahya Tri Bagus H
Muhammadiyah University of Jember
Jl. Karimata 49 Jember Call: (0331) 332240 Fax: (0331) 337957
Email: fikes@unmuhjember.ac.id Website: http://fikes.unmuhjember.ac.id
Rizaltryw@gmail.com

ABSTRACT

In this globalization era, non-communicable diseases have increased, one of them


is Rheumatism. Exercise Rheumatism is a good method for preventing and
relieving the symptoms of arthritis. It is also useful as an additional therapy
toward rheumatoid arthritis patients in a phase of calm. One of ways to reduce
the pain of rheumatic joints of the feet in patients who suffer arthritis is to do
exercise. The purpose of this study was to determine the effect of the exercise
rheumatic toward joint pain in the aged’s feet at the Aged Posyandu Nusa Indah
43 Karang Anyar Ambulu Jember. The research method used is experimental
design by using Wilcoxon analysis. The results of analysis showes the value of p =
0.000. It can be concluded that there is a significant influence in the application
of exercise rheumatic toward joint pain of aged’s feet at Aged Posyandu Nusa
Indah 43. While the sampling technique used is total sampling Data were
analyzed statistically by using the Wilcoxon signed rank test formula. It can be
concluded that Ambulu health workers should seek to apply gymnastics
rheumatism regularly toward patients suffering from rheumatoid arthritis to
reduce joint pain in their feet.

Keyword : exercise rheumatism ; Joint pain leg; Elderly


Bibliography : 24 (2001-2015)

2
PENDAHULUAN lutut mereka kuat dan tidak akan
Lanjut usia adalah seseorang yang terjadi apa-apa. Padahal itu
telah mencapai usia lebih dari 60 merupakan anggapan yang salah,
tahun. Menjadi tua ditandai dengan apalagi jika dibebani atau menahan
adanya kemunduran biologis yang orang yang berberat badan besar
terlihat sebagai kemunduran yang (obesitas). Lutut wanita termasuk
terjadi adalah kemampuan- persendian yang bekerja paling
kemampuan kognitif seperti suka keras. Wanita memiliki resiko dua
lupa, kemunduran orientasi terhadap kali lipat terkena cidera dan
waktu, ruang, tempat, serta tidak osteoarthritis dibandingkan dengan
mudah menerima hal atau ide baru. pria. Pada sendi terdapat suatu
Kemunduran lain yang dialami jaringan tulang rawan yang biasa
adalah kemunduran fisik antara lain disebut kartilago, biasanya menutup
kulit mulai mengendur, timbul ujung- ujung tulang penyusun sendi.
keriput, rambut beruban, gigi mulai Suatu lapisan cairan yang disebut
ompong, pendengaran dan cairan sinovial terletak diantara
penglihatan berkurang, mudah lelah, tulang-tulang tersebut dan bertindak
gerakan menjadi lamban dan kurang sebagai bahan pelumas yang
lincah, serta terjadi penimbunan mencegah ujung-ujung tulang
lemak terutama di perut dan pinggul tersebut bergesekan dan saling
(Maryam dkk,2013). mengikis satu sama lain.Salah satu
Senam rematik adalah suatu masalah status fungsional lansia
metode yang baik untuk yaitu nyeri. Nyeri adalah suatu
pencegahan dan meringankan gejala pengalaman sensorik dan emosional
gejala rematik serta berfungsi yang tidak menyenangkan yang
sebagai terapi tambahan terhadap berkaitan dengan kerusakan
pasien rematik dalam fase tenang jaringan yang nyata atau yang
(Pfizer dalam annisa 2008). berpotensial untuk menimbulkan
Lutut merupakan bagian kaki yang kerusakan jaringan
kadang-kadang dianggap sepele oleh (Dharmady,2004).
kebanyakan orang, mereka kurang Riset Kesehatan Dasar pada tahun
memperhatikan dan menganggap 2013. Jumlah penduduk lansia di

3
Indonesia untuk pria 46% dan wanita digunakan adalah uji Wilcoxon
sekitar 54% dan diperkirakan pada dengan nilai α≤0,05.
tahun 2050 jumlahnya akan
meningkat menjadi 21,4% di HASIL DAN PEMBAHASAN
Indonesia. Menurut Dharmady (2004) Nyeri
Data laporan Riskesdas 2013 merupakan suatu pengalaman
menyebutkan bahwa persentase sensorik dan emosional yang tidak
lansia yang menderita penyakit sendi menyenangkan yang berkaitan
di Indonesia adalah 24,7%. Pada dengan kerusakan jaringan yang
wanita lansia 13,4% dan pria lansia nyata atau yang berpotensial
11,3%. Dari data tersebut untuk menimbulkan kerusakan
menunjukkan bahwa lansia dominan jaringan.
mengalami nyeri sendi dari pada pria Menurut Brunner & Sudarth (2002)
lansia. Persentase lansia yang Perubahan Fisiologis
mengalami penyakit sendi Muskuloskeletal (Otot). Lansia
berdasarkan diagnosis di Kabupaten Menua merupakan proses alamiah
Jember adalah 22,3% (Dinkes, yang akan dialami oleh setiap
2015). individu karena terjadi perubahan
diantaranya perubahan fisik, mental,
METODE PENELITIAN sosial, dan spiritual yang akan
Desain penelitian yang digunakan mempengaruhi seluruh aspek
adalah Total sampling di karenakan kehidupan pada usia di atas 50 tahun.
jumlah responden hanya 30 Perubahan fisik yang disebabkan
responden dan semua populasi di oleh umur salah satunya adalah
jadikan sebagai responden. perubahan pada otot lansia.
Parameter yang digunakan adalah Perubahan ini dapat menyebabkan
SOP senam rematik dan NRS mobilitas lansia terganggu, terutama
(Numerical Rating Scale). jika terjadi pada otot tungkai bawah..
Penenlitian ini dilakukan pada bulan Penurunan pencapaian suplai
april di Posyandu Nusa Indah 43 tersebut juga dipengaruhi oleh serat
Desa Karang Anyar Kecamatan otot rangka yang berdegenerasi,
Kabupaten Jember. Uji statistik yang sehingga terjadinya fibrosis ketika

4
kolagen menggantikan otot. diketahui nyeri sendi kaki pada
Penurunan massa tonus dan kekuatan lansia di Posyandu Nusa Indah 43
otot menyebabkan otot lebih Ambulu Kabupaten Jember sebelum
menonjol di ekstremitas yang juga diberikan senam rematik.
menjadi kecil dan lemah. Perubahan Menunjukan bahwa sebagian besar
struktur otot pada penuaan sangat tingkat nyeri sedang sebanyak 18
bervariasi, yaitu: terjadinya atrofi responden (60 %)
dan menurunnya jumlah beberapa Menurut Pfizer dalam Annisa (2008)
serabut otot dan fibril, meningkatnya Senam Rematik adalah suatu
jaringan lemak, degenerasi miofibril, metode yang baik untuk
dan sklerosis pada otot. pencegahan dan meringankan gejala
Berdasarkan pendapat para ahli rematik serta berfungsi sebagai terapi
tersebut, peneliti memperoleh tambahan terhadap pasien rematik
gambaran bahwa Perubahan fisik dalam fase tenang. Senam rematik
yang disebabkan oleh umur salah mempunyai manfaat diantaranya
satunya adalah perubahan pada otot Tulang menjadi lebih lentur, Otot-
lansia. Perubahan ini dapat otot akan menjadi tetap kencang,
menyebabkan mobilitas lansia Memperlancar peredaran darah,
terganggu, terutama jika terjadi pada Memper lancar cairan getah bening,
otot tungkai bawah. Menjaga kadar lemak darah.
Menurut Stanley (2010) Yang
Tabel 3.1 Nyeri Sendi Kaki Pada
Lansia sebelum diberikan menyatakan bahwa penuaan yang
Senam Rematik Di Posyandu sukses bergantung dari mana
Nusa Indah 43 Ambulu
Kabupaten Jember Bulan Juni seseorang lansia merasakan kepuasan
2016. dalam melakukan aktivitas dan
( n= 30 responden)
mempertahankan aktivitas tersebut.
Tingkat Nyeri Jumlah Persestase Teori ini menyatakan bahwa lanjut
Nyeri Ringan 2 6,7%
Nyeri Sedang 18 60,0% usia yang sukses adalah mereka yang
Nyeri Berat 10 33,3% aktif dan banyak ikut serta dalam
Terkontrol
Total 30 100% kegiatan sosial.
Berdasarkan tabel diatas menunjukan Peneliti berpendapat bahwa dengan
bahwa dari 30 responden dapat melakukan senam rematik, akan

5
memberikan ruang untuk lansia Tabel 3.3 Nyeri Sendi Kaki Pada
Lansia sesudah diberikan
dalam beraktifitas, sehingga
Senam Rematik Di Posyandu
mobillitas lansia tidak terganggu. Nusa Indah 43 Ambulu
Kabupaten Jember Bulan Juni
Karena dengan melakukan senam
2016.
rematik akan memberi dampak yang ( n= 30 responden)
positif bagi kesehatan lansia
Tingkat Senam Rematik P
khususnya pada persendian kaki Nyeri value
lansia yang mengalami nyeri. Pretest Posttest

Tabel 3.2 Nyeri Sendi Kaki Pada N Persentase N Persentase


Lansia sesudah diberikan (%) (%)
Senam Rematik Di Posyandu Nyeri 2 6,7 2 6,7
Nusa Indah 43 Ambulu Ringan
Kabupaten Jember Bulan Juni Nyeri 8 60,0 7 90,0 0,000
2016. Sedang
( n= 30 responden) Nyeri 10 33,3 1 3,3
Berat
Tingkat Nyeri Requency Percent Terkontrol
Nyeri Ringan 2 6,7 Nyeri 2 6,7% 2 6,7
Ringan
Nyeri Sedang 27 90,0
Total 30 100 30 100
Nyeri Berat 1 3,3
Terkontrol
Total 30 100,0 Berdasarkan tabel diatas hasil pre
test dan post test setelah di uji
Berdasarkan tabel diatas menunjukan
dengan uji wilcoxon n menunjukkan
bahwa dari 30 responden dapat
bahwa dari 30 responden diperoleh
diketahui nyeri sendi kaki pada
hasil p value 0,000 < 0,05. Dengan
lansia di Posyandu Nusa Indah 43
demikian H1 diterima yang berarti
Ambulu Kabupaten Jember sesudah
ada pengaruh senam rematik
di berikan senam rematik.
terhadap nyeri sendi kaki pada lansia
Menunjukan bahwa sebagian besar
di Posyandu Lansia Nusa Indah 43
tingkat nyeri sedang sebanyak 27
Desa Karang Anyar Kecamatan
responden (90 %)Tabel 3.3
Ambulu Kabupaten Jember.
Distribusi tabel hubungan status
Selain itu diperkuat oleh peneliti
nutrisi dengan TDS pada lansia di
sebelumnya, Menurut penelitian
wilayah kerja Puskesmas Ambulu
yang dilakukan oleh berjudul
Kabupaten Jember
Pengaruh Senam Rematik Terhadap

6
Aktifitas Fungsional Lansia Di 1. Nyeri sendi kaki pada lansia
Komunitas Senam Lansia Wilayah sebelum diberikan senam
Kelurahan Nusukan Banjarsari rematik di Posyandu Nusa Indah
Surakarta yang diteliti oleh khikmah 43 Kecamatan Ambulu
khidayah pada tahun 2012. Penelitian Kabupaten Jember.
ini dilaksanakan melalui Quasi Menunjukan bahwa sebagian
Experiment dengan one group pre besar tingkat nyeri sedang
and post test design, dimana sebanyak 18 responden (60 %),
melakukan pengukuran variabel dua sedangkan tingkat nyeri berat
kali, sebelum dan sesudah perlakuan. terkontrol sebanyak 10
Populasi dalam penelitian ini adalah responden (33,3 %) dan yang
semua anggota komunitas paling sedikit tingkat nyeri
senamLansia Wilayah kelurahan ringan sebanyak 2 responden
Nusukan, Sampel yang mengalami (6,7 %)
nyeri rematik sebanyak 37 orang. 2. Nyeri sendi kaki pada lansia di
Sampel tersebut akan diukur nilai Posyandu Nusa Indah 43
aktifitas fungsional dengan Ambulu Kabupaten Jember
menggunakan Health Assessment sesudah di berikan senam
Questionnaire (HAQ) yang sudah rematik. Menunjukan bahwa
baku, dan kemudian dianalisa dengan sebagian besar tingkat nyeri
uji statistik. Berdasarkan hasil uji sedang sebanyak 27 responden
Paired sampel T test didapatkan (90 %), sedangkan tingkat nyeri
p=0,000. Kesimpulannya diketahui ringan sebanyak 2 responden
adanya pengaruh senam rematik (6,7 %) dan yang paling sedikit
terhadap aktifitas fungsional lansia. tingkat nyeri berat terkontrol
sebanyak 1 responden (3,3 %) .
SIMPULAN DAN SARAN 3. Ada pengaruh yang signifikan
Berdasarkan hasil penelitian yang dimana nilai diperoleh hasil p
telah dilakukan, dapat diperoleh value 0,000 < 0,05, dengan
beberapa kesimpulan sebagai berikut demikian H1 diterima yang
: berarti ada pengaruh senam
rematik terhadap nyeri sendi

7
kaki pada lansia di Posyandu lansia dan nyeri sendi kaki pada
Lansia Nusa Indah 43 Desa lansia.
Karang Anyar Kecamatan
Ambulu Kabupaten Jember. DAFTAR PUSTAKA
Maryam, R.S., Ekasari, M.F.,
Berdasarkan hasil penelitian yang
Rosidawati., Jubaedi, A., &
telah dilakukan, dapat diperoleh
Batubara, I. (2008). Mengenal
beberapa saran sebagai berikut :
Usia Lanjut dan
1. Bagi masyarakat Menambah
Perawatannya. Jakarta:
pengetahuan non farmakologi
Salemba Medika.
khususnya terapi senam rematik
Pfizer,2008.Senam Rematik.
lansia dapat mengurangi rasa
Jakarta
nyeri sendi pada kaki lansia.
2. Bagi Profesi keperawatan Dharmady. 2004. Gangguan

Penelitian ini diharapkan dapat Muskoloskeletal. Jakarta:EGC

menjadi masukan dan digunakan Dinas kesehatan. (2015)

dalam setiap intervensi Brunner & Suddarth. 2002. Buku

keperawatan untuk mengatasi Ajar Keperawatan Medikal

nyeri sendi kaki pada lansia. Bedah. EGC : Jakarta

3. Untuk peneliti menambah Stanley. 2010. Buku Ajar

wawasan dan pengetahuan di Keperawatan Gerontik Edisi 2.

bidang non farmakologi, Jakarta: EGC

khususnya tentang penelitian


RI, Pusat Data dan Informasi
pengaruh senam rematik
Kementrian Kesehatan.
terhadap nyeri sendi kaki pada
(2014). Situasi Analisis
lansia, sehingga dapat terus
Lanjut Usia.
dikembangkan.
http://www.depkes.go.id/reso
4. Untuk penelitian selanjutnya
urces/download/pusdatin/info
Hasil penelitian ini dapat
datin/infodatin-lansia.pdf.
dijadikan sebagai bahan
(diperoleh 22 Oktober 2015)
pertimbangan dalam
Jember, Dinas Kesehatan.
pengembangan penelitian
(2014).
selanjutnya mengenai senam

8
Nursalam. (2013).
Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Jakarta:
SalembaMedika.