Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN TOJO UNA-UNA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMPANA


Jalan Sultan Hasanuddin No.32 Ampana Kota 94683 Sulawesi Tengah
Telp.(0464) 22069 fax (0464) 21163 e-mail:rsud ampana_touna@yahoo.co.id

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH UMUM DAERAH AMPANA


Nomor :188.4/ /V/2017/RSUD

TENTANG
KEBIJAKAN PEMAKAIAN ULANG ( RE-USE) PERALATAN DAN MATERIAL

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMPANA

MENIMBANG : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan


Rumah Sakit Umum Daerah Ampana, maka diperlukan
penyelenggaraan Kebijakan pemakaian Ulang (Re-Use)
Peralatan Dan Material
b. bahwa agar pelayanan penyelenggaraan Kebijakan
pemakaian Ulang (Re-Use) Peralatan Dan Material
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ampana sebagai
landasan bagi penyelenggaraan Kebijakan pemakaian
Ulang ( Re-Use) Peralatan Dan Material
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Ampana .

MENGINGAT : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun


2009 tentang Rumah Sakit
2. Kepmenkes Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
3. Kepmenkes Nomer 875/SK/VIII/2001 tentang
Penyususnan Upaya Pengelolaan Lingkungan Dan
Upaya Pemantauan Lingkungan
4. Kepmenkes Nomor 876/Menkes/SK/VIII/2001 tentang
Pedoman Tehnis Analisa Dampak Kesehatan
Lingkungan
5. Pedoman sanitasi Rumah Sakit di Indonesia , Depke
s , 2000
6. Pedoman pengendalian Infeksi Nosokomial Di RS,
Depkes , 2001
7. Pedoman Pelayanan Pusat Sterilisasi (CSSD) di RS,
Depkes , 2002
8. Pedoman manajemen Linnen dan RS, Depkes , 2004
9. Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal
Pelayanan Kesehatan, Depkes, Cetakan II, 2005
10. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi Di RS, Depkes,
2009
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
12. Pedoman Manajerial Pencegahan Dan Pengendalian
Infeksi di RS Dan Fasilitas Kesehatan lainya, Depkes,
2007
13. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infekasi Di
RS Dan Falitas Kesehatan lainya, Depkes –Perdalin –
JHPIEGO, 2007
14. Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Ampana nomor 844.1/476.1/V/2017/RSUD tentang
Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah
Ampana

M E M U T U S K AN

MENETAPKAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT


TENTANG KEBIJAKAN PEMAKAIAN ULANG (RE-USE)
PERALATAN DAN MATERIAL DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH AMPANA.
Kesatu : Memberlakukan Kebijakan pemakaian Ulang (Re-Use)
Peralatan Dan Material di Rumah Sakit Umum Daerah
Ampana sebagaimana terlampir dalam keputusan ini
Kedua : Kebijakan pemakaian Ulang (Re-Use) Peralatan Dan
Material ini dimaksudkan sebagai acuan dalam
pelaksanaan kegiatan pelayanan pasien di Rumah Sakit
Umum Daerah Ampana
Ketiga : Kebijakan pemakaian Ulang (Re-Use) Peralatan Dan
Material ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
ketentuan Direktur Rumah Sakit
Keempat : Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam
surat keputusan ini akan diatur kemudian
Relima : Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam surat keputusan ini, akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya
Keenam : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Ampana
Pada tanggal : 08 Mei 2017
Direktur RSUD Ampana

dr. Niko, S.Ked


Penata Tk I, III/d
Nip.19811125 200902 1 001

Lampiran Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ampana


Nomor : 844.1/478.1/V/2017/RSUD
Tanggal : 08 Mei 2017

KEBIJAKAN PEMAKAIAN ULANG ( RE-USE) PERALATAN DAN MATERIAL


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMPANA

1. Rumah Sakit Sakit Umum Daerah mengatur pelaksanaan re-use peralatan dan
material yang digunakan.
2. Berkaitan dengan pemrosesan alat re-use dan single use harus mengacu pada
ketentuan sebagai berikut :
1) Peralatan medik yang dapat di re-use :
 Peralatan medik yang terdapat ketentuan DAPAT digunakan kembali
oleh produsen dan tertera dengan jelas pada kemasan, dengan
memperhatikan jumlah maksimal suatu peralatan dapat digunakan
kembali seperti filter hemodialisa dapat diproses sterilisasi ulang
sesuai rekomendasi pabrik pembuatnya
 Peralatan medik yang tidak berbahaya bila digunakan ulang dan
dipastikan tidak menyebabkan infeksi silang setelah dilakukan
sterilisasi dan dengan syarat masih layak digunakan kembali, list
terlampir.
2) Peralatan medik yang tidak dapat di re-use :
1. Peralatan medik yang terdapat ketentuan TIDAK DAPAT digunakan
kembali oleh produsen dan tertera dengan jelas pada kemasan
tentang larangannya untuk melakukan re-use.
2. Peralatan medik yang telah digunakan oleh pasien infeksius
(HbSAg+, HCV+, HIV+) tidak dapat digunakan kembali walaupun
telah dilakukan sterilisasi.
3. Peralatan medik yang berbahaya bila digunakan ulang dan
kemungkinan akan menyebabkan infeksi silang walaupun setelah
dilakukan sterilisasi.
4. Peralatan medik yang sudah mengalami kerusakan meskipun batas
belum melewati batas maksimal penggunaan.
3) Proses pemilahan, pengecekan kondisi, pencucian dan sterilisasi alat
dilakukan di CSSD. Peralatan Medis Re-use (PMR) yang telah digunakan
dapat disterilkan kembali di unit CSSD dengan mengikuti ketentuan
desinfeksi dan sterilisasi alat medik sesuai prosedur.
4) Setelah peralatan medik disterilisasi, kemudian dikemas dan diberi
identifikasi berupa : nama alat, tanggal dilakukan sterilisasi dan tanggal
kadaluarsa.
5) Untuk mengetahui jumlah maksimal suatu alat dapat di re-use, setiap unit
mendokumentasikan jumlah pemakaian.
6) Peralatan yang bersifat single use di gunakan untuk sekali pemakaian,
peralatan single use tidak boleh digunakan ulang. Apabila bahan atau
peralatan medis single use telah kedaluarsa, diberlakukan sebagai
barang bekas pakai dan di bakar di incenerator dilengkapi dengan berita
acara pemusnaan

Ditetapkan di : Ampana
Pada tanggal : 08 Mei 2017
Direktur RSUD Ampana

dr. Niko, S.Ked


Penata Tk I, III/d
Nip.19811125 200902 1 001