Anda di halaman 1dari 1

LAPORAN PARASITOLOGI

1. Format laporan (sama seperti gelombang 8 dan saat pembekalan):


 Lembar pengesahan (nama-nama dosen menyusul terkait drh. Joko pensiun)
 Bab 1 Pendahuluan (tujuan menentukan diagnosa spesies dari sampel)
 Bab 2 Metodologi (ditulis hanya metode yang digunakan dan menggunakan sitasi)
 Bab 3 Hasil dan Pembahasan
Hasil (sinyalemen, anamnesa, gejala klinis dari hewan, hasil pemeriksaan, diagnosa, foto hewan tidak
perlu dilampirkan)
Pembahasan (urutan pembahasan: helminth, protozoa, arthropoda, diutamakan morfologi spesies,
dijelaskan secara singkat siklus hidup, patogenesa, dan pengendalian)
 Bab 4 Penutup (kesimpulan dari temuan spesies: sinyalemen, gejala klinis, jenis sampel, metode
pengamatan, dan diagnosa).
2. Gambar tidak boleh sama, diberi keterangan spesies, dan perbesaran mikroskop.
3. Pembagian spesies dibagi oleh masing-masing PJ kelompok.
4. Laporan dikumpulkan H-7 hari ujian. Laporan dikumpulkan perkelompok.
5. Ujian dilakukan seminggu untuk satu gelombang.

LAPORAN MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI


1. Format laporan (sama seperti gelombang 8 dan saat pembekalan):
 Bab 1 Pendahuluan (tujuan menentukan diagnosa spesies dari sampel)
 Bab 2 Tinjauan Pustaka
 Bab 3 Metodologi (ditulis hanya metode yang digunakan)
 Bab 4 Hasil dan Pembahasan (sinyalemen, anamnesa, gejala klinis dari hewan, hasil pemeriksaan,
diagnosa, foto hewan dilampirkan)
 Bab 5 Penutup (kesimpulan dari hasil pemeriksaan)
2. Laporan mikrobiologi dan virologi dipisah (2 laporan).
3. Pembahasan mikrobiologi hanya yang dilakukan (kelompok: sistem pencernaan, sistem pernafasan, susu
mastitis, dan jamur). Diagnosa per kelompok harus sama. Pembahasan virologi uji HA dan HI.
4. Laporan dikumpulkan H-7 hari ujian. Laporan dikumpulkan perkelompok.
5. Ujian dilakukan per individu dengan 3 dosen (drh. Mur, drh Dahlia, dan drh. Indah).

LAPORAN REPRODUKSI
1. Format laporan dan makalah (sama seperti gelombang 8 dan saat pembekalan):
 Bab 1 Pendahuluan
 Bab 2 Metode Kegiatan
2.1 Tempat dan Waktu Kegiatan
2.2 Peserta
2.3 Jadwal Kegiatan
2.4 Metode pengamatan
2.4.1 Anatomi dan Fisologi Reproduksi (1. Anatomi kelamin betina, 2. Swab vagina)
2.4.2 Kebidanan (jenis dan fungsi alat-alat kebidanan)
2.4.3 Teknologi Reproduksi (1. Flushing ovum secara in vitro, 2. Aspirasi oosit)
 Bab 3 Hasil dan Pembahasan
3.1 Anatomi dan Fisiologi Reproduksi
(anatomi fisiologi jantan dan betina, hormon reproduksi, siklus estrus dari hasil swab vagina)
3.2 Kebidanan
(pertolongan kelahiran dari situs habitus posisi dengan alat-alat kebidanan)
3.3 Teknologi Reproduksi
(penampungan semen segar, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik semen segar, teori
teknologi IB, hasil inseminasi buatan in vitro: flushing ovum secara in vitro dan apsirasi oosit)
3.4 Kemajiran (pembahasan sesuai topik yang dibagi)
 Bab 4 Penutup (kesimpulan dari keempat sub bab pembahasan)
2. Pembagian judul topik kemajiran dibagi oleh masing-masing PJ kelompok.
3. Topik kemajiran: ganguan reproduksi (hormonal atau mikroorganisme), patologi kebuntingan (torsio
uteri), patologi metabolisme pasca melahirkan (prolaps uteri, atoni uteri, milk fever), patologi alat
kelamin jantan dan betina (pyometra, endometritis), dan teknologi IB.
Jurnal atau fotokopi buku yang digunakan dilampirkan dan ditandai.
4. Laporan dikumpulkan H-7 hari ujian. Laporan dikumpulkan perkelompok.
5. Ujian dilakukan dengan 5 dosen (drh. Aulia, drh. Viski, drh. Herlina, drh. Yudith, dan drh. Desi).

-TIM PJ UNAIR 2018-