Anda di halaman 1dari 6

TEORI AKUNTANSI

Beranda ▼

Beranda ▼

Beranda ▼

Jumat, 24 Maret 2017

BAB III Perekayasaan Pelaporan Keuangan

PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN


Dalam pengertian akuntansi sebagai teknologi akuntansi dapat didefinisi sebagai
“rekayasa informasi”. Orang dapat merekayasa mekanisma pelaporan keuangan. Salah
satu tujuan perekayasaan pelaporan keuangan yaitu alokasi sumber daya ekonomik
secara efektif dan efisien untuk mencapai kemakmuran yang optimal. Akuntansi
mempunyai peran dalam alokasi jika informasi yang dihasilkan dirancang atau disusun
agar dapat mempengarauhi perilaku pengambil keputusan ekonomik dominan agar
alokasi sumber daya negara efektif dan efisien.
Dalam pelaporan keuangan nasional harus direkayasa secara seksama agar
pengendalian alokasi sumber daya secara automatis. Pengendalian secara automatis
dicapai dan ditetapkan dengan adanya pedoman pelaporan keuangan yaitu Prinsip
Akuntansi Berterima Umum (PABU). Apabila PABU ditetapkan mekanisma selanjutnya
yaitu menerapkan PABU pada lingkup mikro. Dalam tingkat mikro akuntansi dapat
didefinisi sebagai proses/praktik yaitu proses identifikasi, pengukuran, pengakuan,
penyajian objek pelaporan keuangan dengan cara tertentu yang menghasilkan
informasi yang relevan kepada pihak yang berkepentingan yang akan digunakan untuk
pengambilan suatu keputusan.

      A.     Proses Perekayasaan


Perekayasaan yaitu proses pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih
maupun menentukan teori, konsep, metode, serta teknik yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu. Jadi perekayasaan akuntansi yaitu proses pemikiran, penalaran
logis yang digunakan untuk membuat struktur serta mekanisme pelaporan keuangan.
Sedangkan pelaporan keuangan adalah hasil dari perekayasaan akuntansi. Pelaporan
keuangan adalah struktur dan proses akuntansi tentang bagaimana informasi
keuanganmuntuk semua unit usaha dan pemerintahan harus disediakan serta
dilaporkan untuk pencapaian tujuan ekonomik. Proses perekayasaan pada dasarnya
yaitu proses bagaimana kegiatan operasi perusahaan yang disimbolkan dalam bentuk
laporan keuangan sehingga orang yang dituju dapat membayangkan kegiatan
perusahaan secara finansial tanpa harus menyaksikan secara langsung kegiatan operasi
perusahaan.
      B.     Perekayasaan Sebagai Proses Deduktif
Perekayasaan sebagai penalaran deduktif-normatif, ada beberapa aspek yang harus
dipertimbangkan dalam proses perekayasaan agar menghasilkan rerangka teoritis
akuntansi antara lain :

1.  Postulat yang menggambarkan karakteristik unit usaha dan lingkungannya.


2. Pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan.
3. Evaluasi tentang kebutuhan informasi oleh pemakai dan kemampuan
menginterpretasi, memahami dan menganalisis informasi.
4. Penentuan tentang apa yang harus dilaporkan.
5.  Evaluasi pengukuran dan penyajian informasi tentang perusahaan dan lingkungan.
6. Penentuan kendala-kendala terhadap serta deskripsi unit usaha dan lingkungannya.
7.  Pengembangan serta penyusunan pernyataan umum dituangkan dalam bentuk
dokumen resmi yang menjadi pedoman dalam menyusun standar akuntansi.
8. Perancangbangunan struktur dan format sistem informasi akuntansi untuk
menciptakan, mengolah, meringkas, dan menyajikan informasi sesuai standar/prinsip
informasi yang berterima umum.

       C.      Siapa Merekayasa


Proses perekayasaan bukan upaya yang dilakukan perseorangan, tetapi upaya suatu
tim yang melibatkan disiplin intelektual serta kekuatan politik mengingat perekayasaan
itu merupakan proses yang serius hasil dan akan memberi dampak yang luas dan
jangka panjang. Jadi perekayasa akuntansi merupakan tim multi displiner agar hasil
dapat diandalkan sebagai wahana yang menjamin tercapainya tujuan sosial dan
ekonomik.

       D.     Aspek Semantik Dalam Perekayasaan


Proses semantik tidak lain adalah proses untuk memilih dan menyimbolkan objek
fisis kegiatan perusahaan yang relevan menjadi objek-objek/elemen statemen keuangan
sehingga orang yang dituju oleh statemen keuangan dapat membayangkan operasi
perusahaan tanpa harus menyaksikan secara langsung. Elemen-elemen/objek statemen
keuangan dapat dipandang sebagai simbol kegiatan operasi perusahaan. Objek harus
diukur secara finansial dan hasil pengukuran akan menjadi bahan oleh akuntansi.
Bahan olah akan menentukan besar kecilnya (magnitude) elemen. Informasi semantik
yang ada dalam statemen keuangan ditunjukkan oleh elemen (objects), besar kecilnya
elemen (size), serta hubungan antar elemen(relationship).

       E.     Proses Saksama


Agar mencapai kualitas yang tinggi dan handal, proses perekayasaan harus
dilaksanakan melalui berbagai tahap dan prosedur yang saksama serta teliti. Prosedur
tersebut berlaku dalam penyusunan rerangka konseptual dan standar akuntansi.
Berikut adalah proses saksama yang dilakukan FASB didalam penyusunan pernyataan
resmi :

1. Mengevaluasi masalah.
2. Mengadakan riset atau penelitian. 
3. Menyusun serta mendistribusi Memorandum Diskusi kepada pihak yang
berkepentingan.
4. Mengadakan dengar pendapat umum untuk membahas masalah yang diungkapkan
didalam Memorandum Diskusi.
5. Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik atas Memorandum Diskusi.
6. Menerbitkan draft awal standar yang diusulkan atau disebut juga Exposure Draft
(ED).
7. Menganalisis serta mempertimbangkan tanggapan tertulis terhadap ED.
8. Pemutusan penerbitan statemen atau tidak.
9. Penerbitan statemen yang bersangkutan.

Prosedur diatas mengisyaratkan bahwa statemen memerlukan waktu cukup lama


agar dapat disahkan serta diterbitkan.

       F.      Konsep Informasi Akuntansi


Kata kunci dalam definisi akuntansi yaitu informasi keuangan. Nilai informasi
adalah kemampuan informasi supaya meningkatkan pengetahuan atau wawasan dan
keyakinan pemakai dalam mengambil keputusan. Simbol atau elemen yang terdapat
dalam statemen keuangan sebenarnya tidak memiliki makna atau arti jika setiap
elemen diinterpretasi sebagai suatu objek yang berdiri sendiri. Statemen keuangan
berisi rangkaian elemen-elemen (kata-kata) yang baru dapat ditangkap artinya  jika
bentuk, isi, dan struktur statemen diartikan ecara kontekstual dengan PABU.  Informasi
semantik harus ditangkap secara kontekstual dengan tiga komponen yaitu : objects, size,
relationship. Informasi semantik dapat digambarkan sebagai berikut :

         G.   Rerangka Konseptual


Di Amerika rerangka konseptual yaitu jawaban pertanyaan yang menjadi konse-
konsep terpilih yang dituangkan didalam dokumen resmi. Karena didalam
perekayasaan mempertimbangkan faktor lingkungan tempat akuntansi diterapkan,
maka rerangka konseptual di negara satu dengan yang lainnya akan berbeda. Rerangka
konseptual melindungi profesi akuntansi dari politisasi. Meskipun akuntansi
merupakan alat untuk mencapai tujuan nasional, akuntansi tidak bisa netral dari
politisasi dalam arti kebijakan politik ekonomi suatu negara. Politisasi harus diartikan
bahwa akuntansi diarahkan untuk tujuan negara. Sebagai satu kesatuan konsep
koheren yang menetapkan sifat serta fungsi pelaporan keuangan, Kam(1990)
menyatakan beberapa manfaat rerangka konseptual yaitu :

1. Memberikan pengarahan/pedoman kepada pihak/badan yang bertanggungjawab


didalam penyusunan standar akuntansi.
2. Menjadi acuan dalam memecahkan masalah akuntansi.
3. Menentukan batas pertimbangan dalam menyusun statemen keuangan.
4. Meningkatkan pemahaman pemakai statemen keuangan serta keyakinannya
terhadap statemen keuangan.
5. Meningkatkan keterbandingan statemen  keuangan antara perusahaan satu dengan
yang lainnya.

Konsep-konsep dan penalaran yang ada pada rerangka konseptual sebenarnya


membentuk teori akuntansi sebagai penalaran logis.

        H.  Tiga Pengertian Penting


Terdapat tiga istilah penting yang perlu dibedakan serta saling berhubungan adalah
prinsip akuntansi, standar akuntansi, prinsip akuntansi berterima umum. Prinsip
akuntansi adalah segala idelogi, gagasan/pemikiran, asumsi, konsep, metode, kaidah,
postulat, prosedur serta teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoritis ataupun
praktis yang mempunyai fungsi  sebagai pengetahuan atau wawasan.
Standar akuntansi yaitu konsep, prinsip, metode, teknik dan sebagainya yang dipilih
atas dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar yang berwenang agar
diberlakukan didalam suatu lingkungan atau negara dan dituangkan dalam bentuk
dokumen resmi untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan. PABU adalah rerangka
pendoman yang terdiri atas standar akuntansi dan sumber lain yang dudukung
berlakunya secara resmi, yuridis, teoritis serta praktis. Dapat dikatakan bahwa PABU
berbeda dengan standar akuntansi keduanya harus dibedakan dengan definisi prinsip
akuntansi. Definisi prinsiip akuntansi, standar akuntansi dan PABU saling berkaitan
dan membentuk pengertian PABU sebagai suatu rerangka pedoman.
Secara teoritis, rerangka konseptual seharusnya merupakan fundasi rerangka
pedoman PABU serta harus direkayasa dulu sebelum standar. Rerangka konseptual
pada umumnya disusun sesudah banyak standar akuntansi yang diterbitkan, beberapa
versi atau jenis PABU menempatkan rerangka konseptual ditingkat yang kurang
autoritatif. Tujuan tersebut yaitu supaya akuntan publik tidak begitu saja mengganti
atau mengubah standar yang tidak sesuai dengan rerangka konseptual.

        I.    Struktur Akuntansi


Apabila pengertian akuntansi, teori akuntansi, rerangka konseptual, dan PABU
dirangkum atau digambarkan dalam suatu diagram yang disebut struktur akuntansi.
Struktur tersebut menggambarkan mekanisme pelaporan keuangan keuangan yang
menghubungkan perekayasaan dan praktik akuntansi. Struktur tersebut juga memiliki
manfaat untuk menunjukan dan mengenali bidang studi, bidang profesi, serta fungsi
auditor apabila perekayasaan telah diterapkan dalam suatu lingkungan maupun
negara. 
Untuk mejelaskan definisi akuntansi, struktur tersebut menggambarkan luas
lingkup akuntansi sebagai pengetahuan sekaligus pekerjaan. Proses kegiatan yang
telah digambarkan merupakan proses perekayasaan yang melibatkan teori akuntansi
sebagai penalaran logis.
            1.      Bidang studi
Struktur diatas dapat dijadikan rerangka untuk menyusun kurikulum inti
program studi akuntansi.
            2.      Bidang Profesi
Struktur diatas dapat menggambarkan kesempatan karier bagi orang yang
menguasai seperangkat pengetahuan akuntansi.
           3.      Fungsi Auditor Independen.
Peran auditor indeenden sangat diperlukan untuk mengaudit apakah benar
statemen keuangan telah disajikan sesuai PABU.  StaPBU yaitu suatu rerangka
pedoman yang terdiri landasan konseptual dan operasional.

                      

Yunita Devi S di 10.05

Berbagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

‹ Beranda ›
Lihat versi web

Diberdayakan oleh Blogger.

About

Yunita Devi S
Ikuti 1
Lihat profil lengkapku