Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN 2 PRAKTIKUM

KARTOGRAFI - GT3101

Menjiplak Peta Dengan Aturan Tebal Garis Dalam Menggambar Peta

Disusun Oleh :

Ovalta Buari Saka (23116019)

TEKNIK GEOMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui
suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta
konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta
berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara
umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang
datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua
dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut
kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta
dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Bahan kartografi semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan
bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termaksud peta dan gambar rencana dalam 2 dan
3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan;
foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa ; atlas; gambar udara selayang pandang, dan
sebagainya. Peta adalah gambaran permukaan bumi dua dimensi dalam bidang datar yang
mempunyai koordinat dan diskalakan. Peta Rupa bumi yang didalamnya menggambarkan
tentang informasi kebumian, seperti jenis penggunaan lahanyang digambarkan dalam simbol
piktorial, abstrak dan asosiasi. Tugas seorang kartografi atau kartografer adalah membuat peta,
yaitu merancang (map design) yang meliputi desain symbol (symbol design), tata letak peta
(map lay out) isi peta (map contect) dan generalisasi (generalization. Peta adalah suatu
komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar atau
symbol.

1.2 Tujuan
 Mahasiswa dapat menggambar ulang Peta ke dalam Kertas Kalkir.
 Mahasiswa Mampu menggambarkan berbagai macam kenampakan/fenomena kedalam
suatu simbol, baik berupa titik, garis maupun area.
 Mahasiswa Mampu melatih ketelitian dalam menggambar peta secara manual sesuai
dengan kaidah kartografi.
BAB II

DASAR TEORI

Kartografi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana cara membuat peta dengan nilai
estetika yang baik dan dicampur dengan seni bagaimana cara penyajian peta sehingga mudah dibaca
dan dimengerti.

Suatu peta yang menggambarkan sesuatu tentang keadaan geografi merupakan alat yang
berguna untuk kepentingan melaporkan,memperagakan,menganalisis,dan pemahaman yang saling
bergubungan.Peta memiliki sifat yang umum,yaitu menambah pengetahuan bagi yang melihat dan
membacanya. Peta adalah suatu representasi/gambaran unsur-unsur atau kenampakan bumi,atau
yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda benda angkasa,dan umumnya di
gambarkan pada suatu bidang datar dan di perkecil/di skalakan(ICA,1973).Biasanya peta di buat
pada medium bidang datar ,karena mudah di bawa dan di gambar.Pada globe,di buat
melengkung,globe tidaklah praktis karena bentuknya lengkung.Peta di buat dalam berbagai bentuk
yakni,peta kovensial atau peta kertas dan peta digital pada komputer.Masing-masing memliki
kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Peta berdasarkan jenisnya dibagi dua (2) yaitu :

Peta dasar, merupakan peta yang yang diterbitkan oleh kelembagaan negara yaitu
pemerintah yang didalamnya terdapat informasi umum yang bisa digunakan sebagai acuan untuk
melakukan pemetaan ataupun pengembangan pada peta tematik. Peta dasar memiliki kaidah yang
baku sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Survey dan
Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) sehingga dalam penyusun kartografinya telah diatur dan harus
mengikuti ketentuan yang telah dibuat.

Peta Tematik, peta tematik merupakan yang mempunyai fungsi khusus ataupun topik yang
disampaikan dan dapat dibuat oleh individu ataupun kelompok yang berasal dari pengembangan
dan informasi dari peta dasar. Pengembangan peta tematik biasanya bertujuan untuk
menyampaikan informasi secara spesifik pada suatu wilayah meliputi informasi tentang perubahan
suatu daerah, sumber daya alam dan cadangan, persebaran flora ataupun fauna dll. Dalam
pembuatan peta tematik kaidah dari ilmu kartografi belum ada ketentuan yang baku sehingga perlu
adanya estetika yang baik dalam penyajiannya agar bisa dimengerti dengan baik.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat
1) Drawing Pen
2) Penggaris
3) Pensil
4) Penghapus

3.2 Bahan
1) Peta RBI

3.3 Prosedur Praktikum


1) Menyiapkan alat-alat yang akan dipergunakan.
2) Meletakkan peta pandu (guide map) atau gambar yang akan disalin diatas papan mika lalu
rekatkan dengan selotip atau perekat, kemudian letakkan diatasnya kertas kalkir yang akan
digunakan untuk menyalin peta atau gambar.
3) Memeriksa dengan teliti bentuk kenampakan yang ada pada peta atau gambar tersebut.
Apabila anda amati atau cermati, kenampakan tersebut dapat dibedakan menjadi tiga
macam yaitu kenampakan titik, kenampakan garis dan kenampakan area atau bidang.
4) Menyalin peta dengan teliti, terutama penggambaran kenampakan titik, garis dan area
dengan memperhatikan drawing pen berukuran apa saja yang akan dipergunakan,
dibedakan menurut peta pandu yang akan disalin. (sesuai dengan kaidah kartografi)
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.2 Pembahasan

Pada praktikum ini bermaksud melatih para praktikan agar teliti dalam melakukan penggambaran
suatu peta sehingga nampak seperti aslinya karena dalam penggambarannya membutuhkan
ketepatan dalam menggambar dan menepatkan informasi yang dibutuhkan sehingga sesuai
dengan aslinya. Proses penggambarannya praktikum lebih dahulu menggambar kelompok-
kelompok yang ukurannya besar lalu garis lalu titik-titik yang kecil yang ada di luar kelompok
gambar yang besar. Sebagai hasil, praktikan sudah mampu menyalin peta dari gambar acuan
ke peta kalkir yang ternyata tidak mudah seperti yang dibayangkan. Kesulitan praktikan
dalam melaksanakan praktikum ini adalah:

1. Praktikan melakukan penggambaran dengan usaha ketelitian sehingga membutuhkan


waktu lama agar mendapat hasil gambar yang rapi.
2. Simbol-simbol peta dengan ukuran kecil sulit untuk digambarkan.
BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil adalah:

1. Ketelitian penggambaran adalah ketepatan dalam manggambar, dan menepatkan simbol-simbol


yang diperlukan sehingga peta mirip dengan aslinya.
2. Praktikum ini dapat menambah pengetahuan serta melatih keterampilan dalam menggambar
berbagai kenampakan atau fenomena.
3. Praktikan dapat menambah pengetahuan dan melatih ketelitian penggambaran
DAFTAR PUSTAKA

 http://geosriwijaya.com/2017/02/pengertian-dan-kaidah-kartografi-dalam-pembuatan-
peta/
 http://www.artikelmateri.com/2016/01/peta-pengertian-fungsi-jenis-unsur.html